cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
De-Radicalization through Prophetic Education in High School Mat Solikhin
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5707

Abstract

This research analyze the management of de-radicalization through the prophetic education, case study in State Senior High School (SMAN 1) and State Islamic High School (MAN 1) Kendal, Jawa Tengah, Indonesia. The research used qualitative method. Data collection technique in this research are observation, interview and documentation. The results showed; 1) the humanizing human beings is the key in organizing the radicalism ideological movement in prophetic education in Indonesia. Meanwhile, in the relationship between religious values and national culture, it must provide space for pluralism and multiculturalism 2) the process of de-radicalization in prophetic education in Indonesia through prophetic values in Islamic Civilization History (Sejarah Kebudayaan Islam, SKI), Al-Qur'an, Hadith, Akidah Akhlaq, and various extra-curricular activities. Based on the evaluation conducted most of students are already good in showing anti-radicalism attitude.AbstrakPenelitian ini menganalisis pengelolaan de-radikalisasi melalui pendidikan kenabian, study kasus di Sekolah Menengan Atas 1 (SMAN 1) dan Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN 1) Kendal, Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan; 1) bahwa memanusiakan manusia adalah kunci dalam menata gerakan ideologi radikalisme dalam pendidikan profetik di Indonesia. Sedangkan dalam relasi antara nilai-nilai agama dan budaya bangsa maka harus memberi ruang pada pluralisme dan multikulturalisme. 2) proses deradikalisasi dalam pendidikan kenabian di Indonesia melalui nilai-nilai kenabian dalam SKI, Al-Qur'an, Hadits, Akidah Akhlaq, dan berbagai kegiatan ekstra kurikuler. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, sebagian besar siswa sudah bagus dalam menunjukan sikap anti radikalisme.
Ilmu Ladunni dalam Perspektif al-Ghazali Agus Sutiyono
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.564

Abstract

Science Ladunni inspiration is flowing light, which can occur after improvement (taswiyah). Rationally, all knowledge can be acquired through learning. This is key in pursuing the  events and education trips. Learning becomes importantwhen one wants to reach the succes top life in understanding the science. How to get the science ladunni according to al-Ghazali, namely; first, trying to grab all the knowledge and take the highest ration of science the most. Second, proper training (ar-riyad ash sad iqah) and supervision are valid (al-muraqabah as sahihah), and still a fraid God with truth. Third, thinking (tafakur), if the soul has learned and trained to be a science, then he bertafakur. Fourth rabbaniyah purify hearts decorated with zikrullah.AbstrakIlmu Ladunni ialah mengalirnya cahaya ilham, yang bisa terjadi setelah penyempurnaan (taswiyah). Secara rasional, semua ilmu pengetahuan dapat diperoleh melalui belajar. Ini merupakan kunci dalam meniti peristiwa dan perjalanan pendidikan. Belajar menjadi penting Ketika seseorang ingin mencapai puncakkeberhasilan hidupnya dalam memahami ilmu. Cara  mendapatkan ilmu ladunni menurutt al-Ghazali yaitu; pertama, berusaha meraih semua ilmu dan mengambil jatah terbanyak dari ilmu yang paling banyak. Kedua, latihan yang benar ( ar-riyad}ah as}-s}adiqah ) dan pengawasan yang sahih ( al-muraqabah as}-s}ahihah ), serta tetap merasa takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Ketiga, berfikir (tafakur), apabila jiwa telah belajar dan terlatih akan suatu ilmu, kemudian iabertafakur. Keempat mensucikan hati  rabbaniyah yang dihiasi dengan  z\ikrullah .
Implementasi Evaluasi Kinerja Guru Di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo Harjali Harjali
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.909

Abstract

AbstractThe success of education is determined by the readiness of teachers in preparing their students through learning activities. The goal of this research is to know the implementation of the performance evaluation of teachers in MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Qualitative method is used to describe the implementation of teacher performance evaluation program. The result shows that the teacher performance evaluation program is needed by teachers to improve their performance so that quality standards can be reached. The program evaluation of MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo refers to the principle of management that includes four components, namely (1) Performance evaluation planning, (2) Organizing the performance evaluation, (3) implementing the performance evaluation, (4) Monitoring the performance evaluation of teachers in MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. AbstrakKeberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar.  Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan evaluasi kinerja guru di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan mengenai pelaksanaan program evaluasi kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar kinerja guru dapat selalu ditingkatkan dan mencapai standar tertentu, maka dibutuhkan suatu manajemen kinerja. Begitu pula dengan program evaluasi kinerja guru di MA. Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo, program tersebut juga mengacu pada prinsip manajemen yang meliputi empat komponen, yaitu (1) Perencanaan evaluasi kinerja, (2) Pengorganisasian evaluasi kinerja, (3) Pelaksanaan evaluasi kinerja, (4) Pengawasan evaluasi kinerja guru di MA Al-Islam Joresan Mlarak Ponorogo. 
Learning Development Based On Multicultural In Inclusion School Abdul Wahid; DYP. Sugiharto; Samsudi Samsudi; Haryono Haryono
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2744

Abstract

The aim of the study was to describe the development of multicultural-based inclusion learning in TK Talenta Semarang. This type of research is qualitative descriptive. The findings in this study are that first, multicultural-based inclusion learning is more emphasized in the implementation and evaluation of learning, second, multicultural values grow in students through activities in religious centers that emphasize social piety respecting differences, third: differences in institutions inclusive education is a miniature of diversity in ethnicity, race and religion.AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengembangan pembelajaran inklusi berbasis multikultural di TK Talenta Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa pertama, pembelajaran inklusi berbasis multi kultural lebih ditekankan pada pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, kedua, Nilai-nilai multikultural tumbuh dalam pribadi siswa melalui kegiatan di sentra agama yang menekankan kesalehan sosial menghormati perbedaan, ketiga : perbedaan yang ada di lembaga pendidikan inklusi merupakan miniatur dari keragaman suku, ras dan agama. 
Mind Skills Training Model through Experiential Learning as Guide Teacher and Islamic Counselors Supa'at Supa'at; Khilman Rofi Azmi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.3731

Abstract

This article is aimed to create mind skills training manual books for guidance teachers and counselors to increase counseling skills theoretically and practically. Mind skill used by counselors and guides teachers in MTs 1 Kudus, MTs TBS, and Muhammadiyah Kudus, Central Java to manage and think about what they think and do. It will implicate how they react and act, communicate, and respond to their counselee or client. This article used a development approach that modified from Borg and Gall model through three phases included (1) preparation, (2) implementation, and (3) trial. The mind skills training book was developed by referring to the needs of research subjects based on the results of interviews and literature studies. The result shows that the mind skills manual book for guide teacher counselor is accepted and fulfillment with an average value of 87% in the "very good" category for small group tests by corresponding of correctness, usefulness, and conformity aspect.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk membuat buku panduan pelatihan keterampilan pikiran untuk guru bimbingan dan konselor dalam rangka meningkatkan keterampilan konseling secara teoritis dan praktis. Keterampilan pikiran digunakan oleh konselor dan membimbing guru di MTs 1 Kudus, MTs TBS, dan Muhammadiyah Kudus, Jawa Tengah untuk mengelola dan berpikir tentang apa yang mereka pikirkan dan lakukan. Ini akan melibatkan bagaimana mereka bereaksi dan bertindak, berkomunikasi, dan menanggapi konseli atau klien mereka. Artikel ini menggunakan pendekatan pengembangan yang dimodifikasi dari model Borg dan Gall melalui tiga fase termasuk (1) persiapan, (2) implementasi, dan (3) percobaan. Buku pelatihan keterampilan pikiran dikembangkan dengan merujuk pada kebutuhan subyek penelitian berdasarkan hasil wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku panduan keterampilan pikiran untuk guru BK membimbing diterima dan dipenuhi dengan nilai rata-rata 87% dalam kategori "sangat baik" untuk tes kelompok kecil dengan aspek ketepatan, kegunaan, dan kesesuaian.
SICI: Alternatif Model Pembelajaran PAI Unggulan Umi Zulfa
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.546

Abstract

This study aims to find a new PAI learning model that is more creative and innovative. Data collection methods used were observation, interview and documentation. The data analysis technique used was the qualitative analy-sis of interactive models. Based on the research methods used, the findings are: a) the policy of the PAI learning in SDIP Kroya deals with learning inside and outside the classroom, b) the implementation stages of the PAI learning are through religious values socialization, religious values inter-nalization, continuity and religious values institutionalization, c) learning outcomes indicate that the new religious values just become a custom made by students, not as strong character, d) the PAI learning model found with the name of SICI learning Model.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan satu model pembelajaran PAI yang baru, yang lebih kreatif dan inovatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik ana-lisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif model interaktif. Berda-sarkan metode penelitian yang digunakan, diperoleh temuan penelitian bah-wa: a) kebijakan tentang pembelajaran PAI di SDIP Kroya adalah pembela-jaran yang dilakukan di dalam kelas dan luar kelas, b) pelaksanaan pem-belajaran PAI melalui tahapan sosialisasi nilai agama, internalisasi nilai agama, kontinuitas dan institusionalisasi nilai agama, c) hasil pembelajaran menunjukkan bahwa nilai-nilai agama baru sekedar menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh subjek didik, belum sepenuhnya menjadi karakter yang kuat, d) temuan model pembelajaran PAI dengan nama Model Pembelajaran SICI.
Pengembangan Kualitas Kepribadian Guru Ahwy Oktradiksa
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.590

Abstract

Teachers play a role in improving the quality of education. As individuals, the teacher is the embodiment of all the unique characteristics according to its position as the teaching profession stakeholders. Personality is the primary foundation for self-realization as an effective teacher in carrying out their professional duties. This requires a teacher to be able to realize effective personal to carry out the functions and responsibilities. Teachers must know himself and is able to develop in the direction of the realization of a healthy personal and plenary. Teacher's personality is an important factor for the success of ter-learning students. Personality of the teacher becomes an example for their students. Teacher's personality into the factors that determine good or bad personality of the child. Good personality became a teacher requirements. Abstrak Guru memegang peran dalam peningkatan mutu pendidikan. Sebagai pribadi, guru merupakan perwujudan dari seluruh keunikan karakteristik yang sesuai dengan posisinya sebagai pemangku profesi keguruan. Kepribadian merupakan landasan utama bagi perwujudan diri sebagai guru yang efektif dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Hal ini menuntut seorang guru harus mampu mewujudkan pribadi yang efektif untuk dapat melaksanakan fungsi dan tanggung jawabnya. Guru harus mengenal dirinya sendiri dan mampu mengembangkannya ke arah terwujudnya pribadi yang sehat dan paripurna. Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. Kepribadian guru menjadi contoh bagi peserta didiknya. Kepribadian guru menjadi faktor yang menentukan baik atau buruknya kepribadian anak. Kepribadian yang baik menjadi persyaratan sorang guru. Kunci kunci: n.
Puasa Dan Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Manusia Penaka “Tuhan”: Tinjauan Kritis Terhadap Sisi Epistemologik Dan Aksiologik (Pembelajaran) Pendidikan Agama Islam Umiarso Umiarso; Makhful Makhful
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 1 (2018): Islamic Education and Peace
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.1.2362

Abstract

The focus of the study lies in the relation of fasting with the epistemological and axiologicalside of Islamic religious education. This research used a qualitative approach which focuses on literature study (library research). The result found that fasting is a medium for developing human beings with humanity and divinity potential. This became the foundation of the humanist learning paradigm that made the subject and object of Islamic religious education into human learners; as well as using their learning outcomes for the welfare of mankind and the environment (khalifah) as a form of their devotion to God (abdullah). This human model tends to orient their life to transcendental values (divinity) without ignoring the profane (humanitarian) values; or otherwise take a profane oriented action on values that are transcendentalistic. This is what the humans “duplicate” God.Abstrak:Fokus kajian ini terletak pada relasi puasa dengan sisi epistemologik dan aksiologik pendidikan agama Islam. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa merupakan medium untuk membangun manusia yang memiliki potensi kemanusiaan dan ketuhanan. Hal ini menjadi landasan memunculkan paradigma pembelajaran humanis yang meletakkan subjek dan objek pendidikan agama Islam menjadi manusia pembelajar. Serta menggunakan hasil pembelajaran bagi kesejahteraan umat manusia dan lingkungannya (khalifah) sebagai bentuk pengabdian dirinya kepada Tuhan (abdullah). Model manusia ini cenderung mengorientasikan hidupnya pada nilai-nilai transendental (ketuhanan) tanpa melepaskan nilai-nilai profanistik (kemanusiaan); atau sebaliknya melakukan tindakan yang bersifat profanistik diorientasikan (niatkan) pada nilai-nilai yang bersifat transendentalistik. Inilah yang dikatakan sebagai manusia penaka Tuhan.
Desain Model Manajemen Pemasaran Berbasis Layanan Jasa Pendidikan pada MTs Swasta Se-Kota Semarang Fatkuroji oji
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.522

Abstract

Abstract This study aimed to develop a management model based marketing services pro-per education to increase the services of Private MTs in Semarang. The results showed the implementation of the model design management development based marketing services consist of three functions: (1) planning consists of: (a) analysis of consumer needs, b) education outreach programs MTs, c) a SWOT analysis of MTs, d) Vision-Mission destination MTs, e) service policy MTs; (2) The imple-mentation consists of: a) the implementation of MTs service program, b) a policy strategy 7P + 1, c) Target MTs market segment, d) consumer satisfaction, e) the relevance of the needs and services; (3) The evaluation consists of: a) customer loyalty, b) the interest of student enrollment to MTs.AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan model manajemen pemasaran berbasis layanan pendidikan yang layak untuk meningkatkan layanan jasa MTs Swasta di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan desain mo-del pengembangan manajemen pemasaran berbasis layanan jasa terdiri atas tiga fungsi yaitu: (1) perencanaan terdiri atas: (a) analisis kebutuhan konsumen, b) pro-gram layanan pendidikan MTs, c) analisis Swot MTs, d) Visi-misi tujuan MTs, e) kebijakan layanan MTs; (2) pelaksanaan terdiri atas: a) implementasi program layanan MTs, b) kebijakan strategi 7P+1, c) Target segment pasar MTs, d) ke-puasan konsumen, e) relevansi kebutuhan dan layanan; (3) evaluasi terdiri atas: a) loyalitas konsumen, b) animo pendaftaran siswa ke MTs. 
Building Students’ Moral Through Uswatun Hasanah Principles: A Systematic Literature Review Kandiri Kandiri; Arfandi Arfandi; Moh. Zamili; Masykuri Masykuri
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2021.15.2.8179

Abstract

School or madrasah needs to instill good attitudes in the form of speech and behavior in daily activities. The prophet taught Muslims a good example (uswatun hasanah) for students when they gathered and interacted with different communities. Uswatun hasanah, or excellent conduct, is an Islamic religious value born from training and habitual action by providing a good example. Religious and moral education is essential as the root of forming a believer-pious person. This study seeks to understand uswatun hasanah through systematic literature by exploring knowledge patterns in the national database. The results indicate that good moral guidance (uswah) is not based on theoretical teaching but necessitates concrete examples through the role and responsibility of educators in the context of learning and learning processes. As such, educators should be an example (uswatun hasanah) (a good example) for students through excellent conduct in day-to-day activities.

Filter by Year

2012 2025