Articles
522 Documents
Transcendence and Immanence: Teacher Professionalism in Islamic Religious Perspectives
Soufian Hady
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.4918
The purpose of this research is to describe what is essence of professionalism teacher in Islamic perspective. This research uses library research. The results showed that the professionalism of teachers in Islam is based on two basic criteria, namely a call of life (Abdullah; transcendence) and expertise (khalifatullah; immanence). Therefore, the Professional teachers in Islam have the dual task of being carriers of religious (trancendence) and scientific missions (immanence). The first mission of professional teacher is to convey the da'wah and values of religious teachings to students, so students can live their lives in accordance with religious norms and have an awareness that all their actions are worthy of pure worship only for their Lord. While the second mission (immanence) of a teacher is to bring students to be intelligent student and master the latest knowledge according to students' interests. Hopefully this idea can be the spirit of future teacher professional development such as the implementation of Teacher Professional Education (TPE / PPG).Keywords: transcendence; immanence: teacher professionalism; Islamic religious; Teacher Professional Education; TPE AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan esensi profesionalisme dalam perspektif Islam. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru dalam Islam pada dasarnya didasarkan pada dua kriteria dasar, yaitu panggilan hidup (transendensi Abdillah) dan keahlian (khalifatullah immanence). Oleh karena itu, para guru profesional dalam Islam memiliki tugas ganda yaitu menjadi pembawa misi keagamaan (trancendence) dan misi ilmiah (imanensi). Misi pertama guru profesional adalah untuk menyampaikan dakwah dan nilai-nilai ajaran agama kepada siswa, sehingga siswa dapat menjalani kehidupan mereka sesuai dengan norma-norma agama dan memiliki kesadaran bahwa semua tindakan mereka layak ibadah murni hanya untuk Tuhan mereka. Sedangkan misi kedua (imanensi) seorang guru adalah membawa siswa menjadi siswa yang cerdas dan menguasai pengetahuan terbaru sesuai dengan minat siswa.Kiranya hal ini bisa menjadi semangat pengembangan profesi guru mendatang seperti pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG).Kata Kunci: transendensi; imanensi: profesionalisme guru; agam Islam; Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Perkembangan Anak Ditinjau dari Teori Mature Religion
Windisyah Putra
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.541
Physical development is not necessarily equivalent to spiritual development. Normally, a person who has reached maturity level will have spiritual maturity pattern such as thought maturity, personal maturity, and emotional maturity. Yet, the balance between physical maturity and spiritual maturity sometimes does not run in parallel. One may have grown physically but not spiritually. Re-ligious values need to be established in children since early ages. The religious values mean any deeds relating humans and God or among human beings rela-tionship. Physical development is measured based on chronological age, peak of human physical development which is called maturity. On the other hand, spir-itual development is measured based on level of ability and certain ability level achieved by spiritual development which is called maturity.AbstrakKedewasaan jasmani belum tentu berkembang setara dengan perkembangan ro-hani. Umumnya orang dewasa memiliki pola kematangan rohani tetapi dalam beberapa kasus keduanya tidak berkembang secara seimbang. Secara fisik, seseorang mungkin sudah dewasa tetapi secara rohani ia ternyata belum matang, termasuk kematangan keberagamaannya. Nilai-nilai keagamaan perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini. Perkembangan jasmani diukur berdasarkan umur kronologis. Puncak perkembangan jasmani yang dicapai manusia disebut dengan kedewasaan. Perkembangan rohani diukur berdasarkan tingkat kemampuan; pencapaian tingkat abilitas tertentu bagi perkembangan rohani disebut dengan istilah kematangan.
Problem dan Solusi Studi Mahasiswa Semester Tua
Raharjo Raharjo
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.584
This paper describes the problems of old-semester students in completing their study at the Faculty of Science of Islamic Education and Teaching (FITK) IAIN Walisongo Semarang. The study of exploratory qualitative approach involves 20 students from all courses taken by purposive random sampling with the tech-nique of questionnaires, interviews and documentations. The results are: (1) The problems faced by elderly semester students is a matter of academic and non-academic, namely working part time, participating organizations, teaching and unwarranted. (2) The problems are handled by the leaders of the faculty in-volved: (a) anticipatory since the beginning of their study and academic orienta-tion; (b) preventing for their study by the lecturer as supervisor; and (c) curating towards the end of the study by the head of the faculty. These steps are per-formed in order to provide opportunities for students to be able to pass and not threatened to drop out.AbstrakPaper ini menjelaskan permasalahan mahasiswa semester tua dalam menyelesaikan studinya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Walisongo Semarang. Kajian dengan pendekatan kualitatif eksploratif ini melibatkan 20 mahasiswa dari semua program studi yang diambil secara purposive random sampling dengan teknik angket, wawancara, dokumentasi. Hasilnya adalah bahwa: (1) Mahasiswa semester tua menghadapi masalah akademik dan nonakademik berupa kuliah kerja, ikut organisasi, mengajar dan tidak beralasan. (2) Penanganan yang dilakukan pimpinan lembaga meliputi: (a) antisipatif sejak awal masa studi dan orientasi akademik; (b) preventif selama studi oleh dosen pembimbing; dan kuratif menjelang akhir studi oleh pimpinan lembaga. Langkah-langkah ini dilakukan dalam rangka memberikan peluang kepada mahasiswa agar bisa lulus dan tidak terancam drop out.
Peran Penting Psikologi dalam Pendidikan Islam
Imam Anas Hadi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1304
This study aims to determine the important role of psychology for Islamic education. The method used library research. Data collection uses documentation and data analysis with descriptive analysis. The results showed that psychology plays an important role in Islamic education as a religious consciousness associated with the values of the soul that is personality. In Islamic Psychology it is better known as term al-Syakhsiyah. The role of psychology in Islamic education is to bridge the delivery process of science to pay more attention to the psychology of each learner, this will determine success of the transfer process of values to students, becouse student and teacher have opened psychology and ready to make good communication. . AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penting psikologi bagi pendidikan Islam. Metode yang digunakan library research. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan analisa data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi berperan penting dalam pendidikan Islam yaitu sebagai penanaman kesadaran keagamaan yang berhubungan dengan nilai-nilai bathiniyah yang bersifat pribadi (personality). Dalam istilah psikolgi Islam lebih dikenal dengan term al-Syakhsiyah. Peran psikologi dalam pendidikan Islam adalah menjembatani proses penyampaian ilmu pengetahuan agar lebih memperhatikan psikologi masing-masing peserta didik, hal ini akan sangat menentukan keberhasilan proses transfer of values siswa.
Pembaharuan Pendidikan Islam Konsep Pendidikan Tinggi Islam Menurut Pemikiran Fazlur Rahman
Aan Najib
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2015): Pendidikan Inovatif dan Pendidikan Karakter
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2015.9.2.517
Fazlur Rahman idea of renewal Islamic college is lead to improvement of the current Islamic education. The final conclusion of this paper is (1).the formulation of thought the concept of Islamic higher education to be developed must be built on a solid paradigm spiritually, superior intellectually, and graceful morally with the Qur'an as a first reference and foremost. (2) offer a curriculum that are open to the studies of philosophy and social-science. (3) If the Islamic college in Indonesia is willing to follow the educational Fazlur Rahman thinking, motivation Indonesian Muslims to the development of science will be stronger, the dichotomy of science will be increasingly eroded.AbstrakGagasan Fazlur Rahman tentang pembaharuan pendidkan tinggi Islam sangat berhubungan dengan peningkatan pendidikan Islam masa kini. Kesimpulan akhir dari makalah ini adalah (1) formulasi pemikiran tentang konsep pemikiran mengenai pendidikan tinggi Islam yang akan dikembangkan harus dibangun di atas paradigma spiritual yang solid, unggul secara intelektual, dan anggun secara moral sesuai dengan Al-Qur'an sebagai rujukan pertama dan terutama. (2) kurikulum yang terbuka untuk studi filsafat dan ilmu sosial. (3) Jika perguruan tinggi Islam di Indonesia bersedia mengikuti pemikiran pendidikan Fazlur Rahman, maka keinginan umat Islam Indonesia untuk pengembangan ilmu pengetahuan akan lebih kuat, dikotomi ilmu akan semakin terkikis.
Early Childhood Care in Sambas Muslim Family: Cultural and Religious Influences
Bayu Suratman;
Nurjannah Nurjannah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2021.1.1.7513
This article reports an in-depth study on early childhood care in Sambas Malay Muslim family. This research incorporated a qualitative method with a descriptive approach through observations and interviews with parents and Sambas local figures. The findings indicate the influence of local culture and religious values on Sambas Muslim parenting style. More specifically, this study showed that parenting practices of Muslim Sambas Malay parents are carried out through the tradition of pantang larang and kemponan. Pantang larang and kemponan become parts of collective memory so that they become social educative traditions in early childhood care in the Muslim Sambas Malay family.
Lingkungan Menyenangkan dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Pemikiran Montessori
M. Agung Hidayatulloh
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.574
This article presents the description of a pleasant environment according to the Montessori method. fun environment characteristics and implications for the sustainability of early childhood education in Indonesia is also a discus-sion section. Montessori considers the environment as a key children spontaneous learning. Because the child is an active agent in its environment, Montessori suggested that the environment here should be fun for children and also provide opportunities for the development of the potential of eachindividual. In addition there is ease of access, with full responsibility, and freedom of movement, in the early child hood environment should be designed in such a way to make it look real, natural, and beautiful.AbstrakArtikel ini mengetengahkan deskripsi lingkungan menyenangkan menurut metode Montessori. Karakteristik lingkungan menyenangkan dan implikasinya bagi keberlangsungan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia juga men-jadi bagian pembahasan. Montessori menganggap lingkungan sebagai kunci utama pembelajaran spontan anak. Dikarenakan anak adalah agen aktif dalam lingkungannya, Montessori menyarankan agar lingkungan di sini hendaknyayang menyenangkan bagi anak dan juga memberi kesempatan bagi perkembangan potensi masing-masing individu. Di samping ada kemudahan akses, penuh dengan tanggung jawab, dan kebebasan bergerak, lingkungan pendi-dikan anak perlu didesain sedemikian rupa agar terlihat nyata, alamiah, dan indah.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Membaca Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Alam Melalui Teknik Mind Mapping pada Siswa Kelas XI IPS2 SMA 1 Cepiring Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016
Siti Aliyah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1320
This study aim to know what the using of mind mapping learning model canimprove the activity and outcomes of learning of reading the Qur'an class XI SMAN IPS2 1 Cepiring Kendal in the academic year 2015/2016. This study design using classroom action research (Class Research and Development). Depending on the action, it can be concluded that: Using learning model mind map / mind mapping can improve learning outcomes recitation class XI student of SMAN 1 Cepiring IPS2 Kendal in academic year 2015/2016 from pre-conditions that they have not been able reading makhroj aspect, tajwid fluently to be able makhroj, tajweed and tartil fluently. Average value learning and reading outcomes also increased 70.52 into 86.88.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui pemanfaatanmodel pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan aktivitas dan hasilbelajar membaca Al Qur’an siswa kelas XI IPS2 SMA 1 Cepiring KabupatenKendal tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan desainPenelitian Tindakan Kelas (Class Research and Developement). Berdasarkantindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pemanfaatan modelpembelajaran peta pikiran/mind mapping dapat meningkatkan hasil belajarmembaca Al Qur’an siswa kelas XI IPS2 SMAN 1 Cepiring KabupatenKendal tahun pelajaran 2015/2016 dari kondisi awal belum mampumembaca dengan aspek makhroj, tajwid dan fasih-tartil secara baik dan benarmenjadi mampu membaca dengan aspek makhroj, tajwid dan fasih-tartil.nilai Nilai rata–rata hasil belajar membaca juga mengalami peningkatan darikondisi awal rata-rata hasil belajar membaca 70,52 menjadi 86,88.
The Elite Deliberative Democratic Model in The Public Policy Formulation for Madrasah Diniyyah (Islamic Non Formal School) Development in East Java, Indonesia
Ismail Ismail;
Moh Wardi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 1 (2019): Islamic Education and Liberation
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2019.1.1.2331
This research intend to discuss about public policy from East Java province government to improve the quality of Islamic religious education. The results of this study were: (1) East Java Provincial Government used policy formulation model in the name "elite deliberative democratic ". A policy formulation model that combines several theories of policy formulation, there are elite, deliberative theory, and democratic theory. (2) The policy formulation was done through several stages: They are reading of the reality; preparation of the general policy of long-term development; arrangement of short-term development policy; the preparation and stipulation of Regional Regulations, and the Governor Regulation on Translation of APBD; (3). The government of East Java province has under graduate Scholarship program (S.1) for Madrasah diniyyah teachers. AbstrakPenelitian ini bermaksud membahas tentang kebijakan publik dari pemerintah provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Hasil penelitian ini adalah: (1) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggunakan model perumusan kebijakan dengan nama "elite deliberative demokratis". Sebuah model perumusan kebijakan yang menggabungkan beberapa teori perumusan kebijakan, ada elit, teori deliberatif, dan teori demokrasi. (2) Perumusan kebijakan dilakukan melalui beberapa tahap: Mereka membaca realitas; persiapan kebijakan umum pembangunan jangka panjang; pengaturan kebijakan pembangunan jangka pendek; persiapan dan penetapan Peraturan Daerah, dan Peraturan Gubernur tentang Penerjemahan APBD; (3) Pemerintah provinsi Jawa Timur memiliki program sarjana (S.1) untuk guru Madrasah diniyyah
MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM: MENCARI FORMAT BARU MANAJEMEN YANG EFEKTIF DI ERA GLOBALISASI
Tobroni roni
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.453
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa untuk merubah dari siklus negatif menjadi siklus positif atau untuk merubah dari sekolah yang tidak berkualitas (bad school) menjadi sekolah berkualitas (good school), faktor kepemimpinan memegang peran yang sangat menentukan. Lembaga pendidikan yang baik dipimpin oleh pemimpin yang baik, walaupun tidak semua pemimpin yang baik mampu menjadikan lembaga pendidikan menjadi baik. Bagi lembaga pendidikan Islam yang menghadapi persoalan berat dan misi yang sangat mulia (pendidikan dan dakwah), perlu dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kekuatan luar biasa. Model kepemimpinan konvensional seperti kepemimpinan situasional, transaksional dan transformasional perlu disempurnakan dengan model kepemimpinan spiritual. Kepemimpinan spiritual adalah kepemimpinan yang mendasarkan visi, misi dan perilaku kepemimpinannya pada nilai-nilai ketuhanan.