cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
OPTIMALISASI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENUMBUH KEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) Hamli Syaifullah, Supangat Rohani
Nadwa Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.463

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Sudah sepatutnya kita harus menjaga, membimbing dan melindunginya agar dirinya merasa menjadi manusia yang utuh. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No 23 Tahun 2002, Pasal 1 ayat 2 yang berbunyi: Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Undang-undang tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwa anak memiliki hak yang sama seperti yang dimiliki oleh orang dewasa. Dimana hak tersebut bertujuan untuk melindungi nilai-nilai kemanusiaan sebagai nikmat dari Allah SWT yang harus disyukuri bersama.
Islamisasi Pengetahuan dan Model Pengembangannya pada Madrasah Mukhibat, Mukhibat
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.561

Abstract

Madrasah in Indonesia have exciting development because of its integration with modernity and political support of the state that aligned with the public schools. However, it is recognized that the model of madrasah education in the country's legislation, led to dualism education system in Indonesia, which has not been resolved until now. The problem is a challenge in realizing the ideal madrasah. Through a historical-philosophical approach, this study examines the redefinition of the Islamization of knowledge by tracing historically the initial idea of Islamization of knowledge in responding to the challenges facing the madrasah. Through critical analysis examines the implications of the redefinition of the Islamization of knowledge and development models at themadrasah. There are at least three models of Islamization of knowledge that can be developed in the development and empowerment of the madrasah, the purification of the model, the model of modernization, and the model of Islamic neo-modernism. AbstrakMadrasah di Indonesia mengalami perkembangan menarik karena integrasinya dengan modernitas serta dukungan politik negara sehingga sejajar dengan sekolah umum. Namun  demikian, diakui bahwa model pendidikan madrasah di dalam perundang-undangan negara, memunculkan dualisme sistem pendidikan di Indonesia yang belum dapat diselesaikan hingga sekarang. Problem tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan madrasah yang ideal. Melalui pendekatan historis-filosofis, penelitian ini mengkaji tentang redefinisi Islamisasipengetahuan dengan melakukan penelusuran historis terhadap gagasan awal Islamisasi, dalam merespons tantangan yang dihadapi madrasah. Melalui analisis kritis tersebut dikaji implikasi redefinisi Islamisasi pengetahuan dan modelpengembangannya pada madrasah. Setidaknya ada tiga model Islamisasi pengetahuan  yang  dapat  dikembangkan  dalam  pengembangan  dan pemberdayaan madrasah, yaitu model purifikasi, model modernisasi, dan model neo-modernisme Islam.
Pengaruh Metode Pembelajaran dan Tipe Kepribadian Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab (Studi Eksperimen Pada MAN 1 Semarang) Ulya, Nur Maziyah
Nadwa Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.1.867

Abstract

AbstractThis study aims to analyze: (1) The difference of students‟achievement between students studying at cooperative learning class and those studying at conventional learning class; (2) The difference of students‟ achievement between the introvers and the extroverts; (3) The interactive influence between learning method and students‟ personality type toward students‟ achievement in Arabic language. This research used experimentaldesign conducted at MAN 1 Semarang.. The result of this research shows that: (1) There is significant difference in students‟ achievement between students studying at the cooperative learning class and those studying at conventional learning class; (2) There is no significant difference in students‟ achievement between the introvers and the extrovers; (3) There is significant interactive influence between cooperative learning method andstudents‟ personality type toward students‟ achievement in Arabic language. Based on these results, the first and third research hypotheses are received, while the second research hypothesis is rejected.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Perbedaan prestasi siswa antara siswa yang belajar di kelas pembelajaran kooperatif dan mereka belajar di kelas pembelajaran konvensional; (2) Perbedaan prestasi siswa antara introvers dan ekstrovert; (3) Pengaruh interaktif antara metode pembelajaran dan 'tipe kepribadian terhadap siswa berprestasi dalam bahasaArab. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen yang dilakukan di MAN 1 Semarang Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi siswa antara siswa yang belajar di kelas pembelajaran kooperatif dan mereka belajar di kelas pembelajaran konvensional; (2) Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi siswa antara introvers dan extrovers; (3) Ada pengaruh interaktif yang signifikanantara metode pembelajaran kooperatif dan 'tipe kepribadian terhadap siswa siswa berprestasi dalam bahasa Arab. Berdasarkan hasil ini, hipotesis penelitian pertama dan ketiga diterima, sedangkan hipotesis penelitian kedua ditolak.
Karakter Pendidikan untuk Membentuk Pendidikan Karakter Jalil, Abdul
Nadwa Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.586

Abstract

Existence of madrasa over time increasingly eroded by the waves 'leveling' on behalf of accreditation. As an initiative to defend against scour vision of civiliza-tion, educational institution of Qudsiyyah finally returned to khittah to establish Ma'had Qudsiyyah in Kudus which concentrates on aspects of ulu>mul fiqh. Goals to be achieved is a man of character formation intact (al-Kaun al-jami>') and the balance between mind and heart, body and spirit, skill and character, as well as cognitive, affective and psychomotor. Ma'had Qudsiyyah have set up processes and educational management that reflects management measures, implementation strategies, readiness of human resources of education and edu-cation, indicators of success of the program, design a comprehensive program contains content and contextual analysis of the educational process, technical evaluation and monitoring programs and policy formulation.AbstrakEksistensi madrasah dari waktu ke waktu semakin tergerus oleh gelombang ‘penyamarataan’ atas nama akreditasi. Sebagai ikhtiar untuk mempertahankan visinya melawan gerusan peradaban, lembaga pendidikan Qudsiyyah akhirnya kembali ke khittah dengan mendirikan Ma’had Qudsiyyah Menara Kudus yang berkonsentrasi pada aspek ulu>mul fiqh. Tujuan yang hendak dicapai adalah terbentuknya manusia yang berkarakter utuh (al-kaun al-jami>’) dan seimbang antara akal dan hati, jasmani dan rohani, keterampilan dan akhlak, serta kognitif, afektif dan psikomotorik. Ma’had Qudsiyyah telah menyiapkan proses dan ma-najemen pendidikan yang mencerminkan langkah-langkah pengelolaan, strategi implementasi, kesiapan SDM pendidikan dan kependidikan, indikator-indikator keberhasilan program, desain program yang komprehensif berisikan muatan dan analisis kontekstual proses pendidikan, teknik evaluasi program dan pengawasan dan formulasi kebijakan.
Kurikulum Pendidikan Karakter di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Semarang Darmu'in, Darmu'in
Nadwa Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.543

Abstract

The character education curriculum in Pembina Public Kindergarten Sema-rang was initiated since 2010 in the form of socializing ideas, internships at kindergarten Budi Mulia 2 Yogyakarta, testing, curriculum development: mapping the character values, aligning the vision, mission, and educational goals. The character values include: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, the spirit of natio-nalism, patriotism, respect for achievement, friendly, peace-loving, fond of reading, environmental care, social care , as well as responsibilities. The as-sessment of character education is done through observing students and ex-pressed in a qualitative statement. The simulation results of the character education assessment show that the majority of students (67.93%) have had a character (MK), others (23.82%) have begun to develop (MB), a small amount (6.50%) began to appear (MT), and the rests have not seen yet (1.14%) (CB).AbstrakKurikulum pendidikan karakter di TK NPS dirintis sejak tahun 2010 berupa sosialisasi gagasan, magang di TK Budi Mulia 2 Yogyakarta, melakukan uji coba, penyusunan kurikulum: pemetaan nilai-nilai karakter, menyelaraskan visi, misi, dan tujuan pendidikan. Nilai-nilai karakter meliputi: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, serta tanggung ja-wab. Penilaian pendidikan karakter dilakukan melalui pengamatan terhadap anak didik, dinyatakan dalam pernyataan kualitatif. Hasil simulasi penilaian pendidikan karakter menunjukkan bahwa anak didik sebagian besar (67,93 %) telah memiliki karakter (MK), sebagian lainnya (23,82 %) sudah mulai berkembang (MB), sebagian kecil (6.50 %) mulai terlihat (MT), dan selebih-nya (1.14%) belum terlihat (BT).
Mengurai Kerancuan Istilah Strategi dan Metode Pembelajaran Fanani, Ahwan
Nadwa Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.576

Abstract

This paper attempts to describe confused term of strategy and method learning. The key term in the field of education, especially in aspect learning, are ap-proach, model, strategy, method, and technology. The five words have a concep-tual distinction and two other terms cause confusion, i.e.: strategies and meth-ods. Diversity and confusion of these terms occur both in learning practice and in the study of the theory. This study shows that the existence of the phenomenon of the use of the strategies and methods term that are relatively loose and even they are used interchangeable. There is no agreement in the literature that exam-ined on applicative relationship between the two terms above. It was further confirmed that both terms have the same meaning field.AbstrakPaper ini berusaha mengurai kerancuan istilah strategi dan metode pembelajaran. Istilah kunci dalam bidang pendidikan, khususnya dalam aspek pembelajaran, muncul istilah pendekatan, model, strategi, metode, dan teknik. Kelima istilah tersebut memiliki perbedaan konseptual dan dua istilah yang lain menimbulkan kerancuan, yaitu: strategi dan metode. Keberbedaan dan kerancuan dua istilah tersebut terjadi baik dalam praktik pembelajaran maupun dalam kajian teori. Kajian ini menunjukkan bahwa adanya fenomena penggunaan istilah strategi dan metode yang relatif longgar dan bahkan keduanya digunakan secara saling menggantikan. Istilah metode dan strategi belum disepakati penggunaannya namun memiliki medan pengertian yang sama.Kata kunci:
Pengintegrasian Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Setiyawan, Agung
Nadwa Vol 9, No 2 (2015): Pendidikan Inovatif dan Pendidikan Karakter
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.2.519

Abstract

This study aims to determine the values of character education integrated into the learning Arabic Language Development Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta and how to integrate and any problems faced by professors when integrating the value of the character education. This research is a field. Results showed the va-lues of character education has been integrated include: religious, honest, tole-rance, discipline, hard work, independent, democracy, curiosity, national spirit, recognize excellence, communicative, love reading, environmental care, and res-ponsibility. How lecturer integrate include: adjust the lecture material, insert the value of a character. As for the difficulty in integrating include: the difficulty of adjusting the educational value of the existing character of the material. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang ter-integrasi ke dalam pembelajaran bahasa Arab di Pembangunan Pusat Bahasa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan bagaimana mengintegrasikan dan masalah yang dihadapi oleh para profesor ketika mengintegrasikan nilai pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai pendidikan karakter telah terintegrasi meliputi: agama, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, mengakui keunggulan, komunikatif, suka membaca, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Bagaimana dosen mengintegrasikan meliputi: menyesuaikan materi perku-liahan, masukkan nilai karakter. Adapun kesulitan dalam mengintegrasikan meli-puti: kesulitan menyesuaikan nilai pendidikan karakter dengan material yang ada.
Madrasah dan Ujian Nasional Supa’at, Supa’at
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.566

Abstract

This research analysis the implication of the policy of the national final exams (Ujian Nasional-UN) in basic to high school that conducts every year by the government, the ministry of education and culture. This researchnot discussabout the validity of UN as government policy, butthe main focus of this research is the implication of UN to madrasah as Islamic education ins-titution that has unique and different character from general school. AsIslamic education,curriculum of madrasah based on the Islamic teachings which the sublime behavior as the final objective of Islamic education. In reality, the policy of UN has caused madrasah to become trapped in practical efforts to help student pass by focusing on repetitive practice of test inexamination subject.The defication of test scores and the application of the policy standardization have result in the process education causing fear in students, teachers, and madrasah management. Finaly, students experientstress and depressiondue to fear of failing the UN.  AbstrakPenelitian ini mengkaji implikasi dari kebijakan Ujian Nasional (UN) mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas yang dilakukan setiap tahun oleh Pemerintah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini tidak membahas tentang keabsahan UN sebagai kebijakan pemerintah, tetapi fokus utama dari penelitian ini adalah implikasi dari UN untuk madrasah sebagai institusi pendidikan Islam yang memiliki Karakter yang unik dan berbeda dari sekolahumum. Sebagai pendidikan Islam, kurikulum madrasah didasarkan ajaran Islam yang luhur perilaku sebagai tujuan akhir pendidikan Islam. Pada kenyataannya,kebijakan UN telah menyebabkan madrasah menjadi terjebak dalam upaya praktis untuk membantu siswa lulus dengan berfokus pada praktek berulang tes dalam subjek pemeriksaan. Perolehan nilai ujian dan penerapan standarisasi kebijakan mengakibatkan rasa takut pada siswa, guru, dan manajemen madrasah. Akhirnya, siswa mendapati stres dan depresi karena takut gagal dalam UN.
Salam Pembuka tur, Redaktur
Nadwa Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.457

Abstract

Salam...
Peningkatan Mutu Madrasah melalui Modal Sosial Ju’subaidi, Ju’subaidi
Nadwa Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.592

Abstract

This paper attempts to examine the important role of social capital in the meninges-forces madrasah education quality. Madrasah as national education subsystem has a heavy burden in carrying out the mandate of the law. The biggest problem is the activity of improving the quality of education that is determined by the achievement of the ultimate goal of education effectively and more efficiently. That goal is the realization of academic ability, moral and social. Structure and values of the communities around it is actually a social capital that should be used by the madrassa to improve the quality of education. Social capital is a means of achieving national education goals. AbstrakTulisan ini mencoba mengkaji peran penting modal sosial dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. Madrasah sebagai subsistem pendidikan nasional memiliki beban yang berat dalam mengemban amanat undang-undang. Problem terbesar adalah kegiatan meningkatkan mutu pendidikan yang ditentukan oleh ketercapaian tujuan akhir pendidikan secara efektif dan lebih efisien. Tujuan itu adalah terwujudnya kemampuan akademik, moral dan sosial. Struktur dan nilainilai yang dimiliki masyarakat sekitar sebenarnya merupakan modal sosial yang seharusnya dimanfaatkan oleh madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Modal sosial ini menjadi sarana mencapai tujuan pendidikan nasional. 

Page 6 of 52 | Total Record : 519