cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 519 Documents
Pelaksanaan Supervisi Akademik oleh Kepala Madrasah Aliyah Swasta di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Nugraha, Mulyawan Safwandy
Nadwa Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.520

Abstract

This study discusses the implementation of the academic supervision conducted by principal of Private Madrasah Aliyah of Cisaat Sukabumi. The results of this study concluded that the implementation of the academic supervision conducted by the principals are not systematic and not preprogrammed, so that teachers do not feel any relief from the headmaster in improving the quality of learning. This is due to the low competence of the principals in academic supervision and they tended to judge and find fault with teachers without providing advice and solu-tions. however, the principals have a plan/program of supervision, commitment and high motivation, seek to meet the performance assessment of supervisors. Based on the above, it needs guidance in the form of education and training to increase the competence of the principals of the madrasah, and giving reward to the successful principals.AbstrakPenelitian ini membahas tentang pelaksanaan supervisi akademik kepala Madra-sah di Madrasah Aliyah Swasta Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik yang dila-kukan oleh kepala madrasah tidak sistematis dan tidak terprogram, sehingga guru-guru tidak merasakan adanya bantuan dari kepala madrasah dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh kompetensi supervisi akademik kepala madrasah yang rendah dan cenderung menilai dan mencari kesalahan guru tanpa memberikan saran dan solusi. Walaupun demikian, kepala madrasah memi-liki rencana/program supervisi, komitmen dan motivasinya tinggi, berupaya untuk memenuhi penilaian kinerja kepala madrasah dari pengawas madrasah. Berda-sarkan penjelasan di atas, maka perlu diadakan pembinaan berupa pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kompetensi kepala madrasah, dan pemberian reward terhadap Kepala Madrasah yang berprestasi.
Hadis-Hadis tentang Peserta Didik dan Nur Hidayah, Amiruddin Siahaan
Nadwa Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.567

Abstract

This article explains that learners should earnestly seek  knowledge or perseverance in either theology or science. In addition, if the students have gained knowledge, then that knowledge should be employed well and teaches it to others. Meanwhile, science is only acquired by learning. Learner is one component input in the education system, which is further processed in the educational process, so that it becomes a qualified human in accordance with the national education goals. A student has a very important role in education. Itwas described in many traditions (hadis \ ) associated with virtue, character, and requirements of the learners. These hadis \ will be explained later in this article and will be takhri > j to determine the position of these traditions. AbstrakArtikel ini menjelaskan bahwa peserta didik hendaknya bersungguh-sungguh atau tekun dalam mencari ilmu baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Selain itu peserta didik apabila telah mendapatkan ilmu, maka hendaknya ilmutersebut dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya kepada orang lain. Ilmu hanya diperoleh dengan belajar. Peserta didik adalah salah satu komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalamproses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Seorang pelajar memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan. Hal itu dijelaskan dalam banyak hadis yang berkaitan dengan kebajikan, karakter, dan persyaratan peserta didik. Hadis-hadis ini akan dijelaskan nanti dalam artikel ini dan akan di takhri>j untuk mengetahui posisi hadis-hadis tersebut.
MODEL PENINGKATAN MINAT MASYARAKAT TERHADAP MADRASAH IBTIDIYAH DI JAWA TENGAH Sofanudin, Aji
Nadwa Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana mi-nat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka pada MI Ma’arif Grabag 1 Magelang, (2) Bagaimana pengelolaan MI Ma’arif Grabag 1 Magelang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyekolah-kan anak mereka, serta (3) Bagaimana model peningkatan minat masyarakat menyekolahkan anak mereka pada MI Ma’arif Grabag 1 Magelang, adapun hasilnya adalah: Pertama, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mer-eka pada MI Ma’arif Grabag 1 Magelang tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya orang tua wali yang ikut mendaftar-kan putera-puterinya ke madrasah tersebut. Kedua, pengelolaan MI Ma’arif Grabag 1 Magelang meliputi program unggulan dan pem-biasaan yang berlaku di MI Ma’arif Grabag 1. Ketiga, model peningkatan minat masyarakat menyekolahkan anak mereka pada MI Ma’arif Grabag 1 Magelang adalah dengan memiliki program-program unggulan, membiasakan akhlak mulia, alumni banyak diterima di lembaga favorit, memiliki prestasi akademik dan prestasi non akademik yang unggul serta menjalin kerja sama yang intens dengan berbagai pihak.
Relevansi Kewibawaan dan Kewiyataan dengan Hasil Belajar Siswa Abdillah, Abdillah
Nadwa Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.593

Abstract

This paper elaborates student echivement based on authority, education, and quality of students’ learning. The study shows that the relationship between authority, education, and quality of students’ learning activity toward learning result in middle school category is bigger than high or low school category. The quality of students’ learning activity is oppointed by authority and education implemented by the teachers in learning process. The authority, education, and quality of students’ learning have relation significantly to the student echivement. The relationship of authority, education, and quality of students’ learning is definitly difference in predicting their echivement. Trough authority and education in learning process, the student’s echivement can be increased. Abstrak Makalah ini mengkaji hasil belajar yang didasarkan pada kewibawaan dan kewiyataan. Kajian ini menunjukkan bahwa hubungan kewibawaan, kewiyataan dan mutu belajar terhadap hasil belajar siswa pada sekolah kategori sedang itu lebih besar daripada sekolah kategori tinggi dan rendah. Tinggi rendahnya mutu kegiatan belajar siswa ditentukan oleh faktor kewibawaan dan kewiyataan yang diimplementasikan oleh guru dalam proses pembelajaran. Kewibawaan, kewiyataan dan mutu kegiatan belajar siswa berhubungan secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hubungan kewibawaan, kewiyataan dan mutu kegiatan belajar siswa berbeda secara nyata dalam memprediksi hasil belajar siswa. Melalui kewibawaan dan kewiyataan dalam proses pembelajaran siswa dapat ditingkatkan hasil belajarnya.
Pendidikan Resolusi Konflik Berbasis al-Qur’an Pasir, Supriyanto
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.558

Abstract

Conflict is a fact of human history due to the inherent incompatibility between the two powers. Among the instruments to resolve conflict is education through an integrated curriculum on conflict resolution. Conflict resolution is defined as a process which utilizes spectrum communication skills and analytical and creative thinking to prevent, manage and resolve conflicts peacefully. Study of conflict resolution education is based on the Qur’anic verse. By using the method of the matic analysis found at least twelve conflict resolution activities and the values of the Koran can be used as a conflict resolution education, namely: restraint and forgiveness, communicate wisely, do good and respect, mutual understanding, fraternity, open network, called for peace, back to the book of Allah, avoid prejudice, not degrading, vying for the better, to understand the meaning of jihadAbstrakKonflik merupakan fakta sejarah manusia akibat ketidakcocokan yang melekat antara dua kekuatan. Di antara instrumen untuk menyelesaikan konflik adalah pendidikan melalui kurikulum terpadu tentang resolusi konflik. Resolusi konflik didefinisikan sebagai spektrum proses yang memanfaatkan kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif serta analisis untuk mencegah, mengelola, dan menyelesaikan konflik secara damai. Kajian pendidikan resolusi konflik ini didasarkan pada ayat al-Qur’an. Dengan menggunakan metode analisis tematik ditemukan setidaknya dua belas kegiatan resolusi konflik dan nilai-nilai dalam al-Qur’an yang dapat digunakan sebagai pendidikan resolusi konflik, yaitu: menahan diri dan memaafkan, berkomunikasi secara bijak, berbuat baik dan menghargai, saling Pengertian, menjalin persaudaraan, membuka jaringan,mengajak damai, kembali kepada kitab Allah, menjauhi prasangka, tidak merendahkan, berlomba-lomba menuju kebaikan, memahami makna jihad.
Desain Pengembangan Kurikulum Integratif Zainiyati, Husniyatus Salamah
Nadwa Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.583

Abstract

Implementation of an integrated curriculum in UIN Maliki seeks to provide basic competencies of Islamic sciences as a characteristic of UIN, as well as the foun-dation for the development of fields of study are developed on existing majors. Study program ta'lim al-afkar al-Islamiyyah and ta'lim al-Qur’an not only dis-cuss the matter as Fiqh, Sufism, Aqeedah, but the study needs to be developed by taking the material Qur'an and Hadith relating to the development of science and technology. Basic Islamic knowledge can be used for students or faculty development studies field according to the respective department. The program not only as a prerequisite studies program at UIN Islamic subjects, but can be used to support other subjects. Ma'had tradition intended to form the character of students and develop Islamic culture on campus. Abstrak Implementasi kurikulum integratif di UIN Maliki Malang berupaya memberi-kan kompetensi dasar ilmu-ilmu keislaman sebagai ciri khas UIN, sekaligus se-bagai landasan bagi pengembangan bidang-bidang studi yang dikembangkan pada jurusan yang ada. Program kajian ta’lim al-afkar al-Islamiyyah dan ta’li>m al-Qura>n tidak hanya membahas materi seperti fiqh, tasawuf, aqidah, tetapi kajian perlu dikembangkan dengan mengambil materi Quran dan Hadis yang berhubungan dengan perkembangan sains dan teknologi. Dasar ilmu keislaman tersebut dapat digunakan mahasiswa atau dosen untuk pengembangan bidang kajian sesuai dengan jurusannya masing-masing. Program kajian tidak hanya se-bagai prasyarat memprogram mata kuliah keislaman di UIN, akan tetapi bisa digunakan sebagai penunjang mata kuliah lainnya. Tradisi ma’had ditujukan un-tuk membentuk karakter mahasiswa dan mengembangkan kultur Islami di kam-pus.
Implementasi Kurikulum Muatan Lokal PAI Tingkat SMP di Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung Suparta, Suparta
Nadwa Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.525

Abstract

The purpose of this study is to determine the policies to address the problem PAI, a strategy to overcome the schedule of PAI, and models of local curriculum (PAI) in Central Bangka Regency. The results showed that: First, to overcome the short-age of time allocation PAI that is only two or three hours a week, then the policy of adding times for extracurricular should be made. Second, one strategy in order the addition of the times to be effective, the government of Central Bangka Bangka Belitung should make a policy of the implementation of local curriculum-based PAI. Third, the local curriculum carried out is structured local curriculum for iqra’ and unstructured local curriculum that contains conducting Dhuha prayer and jama’ah prayers, reading the Qur’an, coaching students’ character and giving religious lectures for students.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan untuk mengatasi ma-salah PAI, strategi penambahan jam PAI, dan model kurikulum muatan lokal di Kabupaten Bangka Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, untuk mengatasi kekurangan alokasi waktu PAI yang hanya dua atau tiga jam dalam seminggu maka dibuatlah kebijakan penambahan jam diluar jam PAI. Kedua, sa-lah satu strategi agar penambahan jam tersebut berjalan efektif, maka pemerintah Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung membuat kebijakan pelaksanaan kurikulum muatan lokal yang berbasis PAI. Ketiga, Muatan lokal yang dilaksanakan berupa muatan lokal terstruktur berupa muatan lokal iqra’ dan muatan lokal yang tidak terstruktur yaitu pembinaan shalat dhuha dan shalat ber-jamaah, membaca al-Qur’an, pembinaan budi pekerti dan mengadakan ceramah agama.
Pengukuran Keimanan: Perspektif Psikologi Shodiq, Shodiq
Nadwa Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.573

Abstract

Faith material is the basic and essential part of the learning goals in the context of strengthening the students' personalities, especially in teaching religious education. As the purpose of learning, faith must also be evaluated and measured so that it is known to what extent the learning objectives have beenachieved. The problem is how to evaluate and measure one's faith? Only Allah can measure and determine the degree of one's faith, don’t you? How to measure the faith will be discussed in this paper. This study would be useful for teachers in detecting an increase or decrease of the quality of students' faith in accordance with the indicators that have been determined. AbstrakPada konteks penguatan kepribadian siswa, materi keimanan dan ketakwaan merupakan bagian pokok dan penting dalam tujuan pembelajaran bagi siswa, khususnya pembelajaran pendidikan agama, tidak terkecuali Pendidikan AgamaIslam (PAI). Sebagai tujuan pembelajaran, keimanan juga harus dapat dievaluasi dan diukur sehingga dapat diketahui sejauh mana tujuan pembelajaran tersebut telah tercapai. Persoalannya adalah bagaimana mengevaluasi dan mengukurkeimanan seseorang? Tidakkah yang berhak mengukur dan menentukan derajat keimanan seseorang hanyalah Allah, Tuhan Yang Maha Tahu? Bagaimana mengukur keimanan inilah yang hendak dibahas dalam jurnal ini. Sehingga denganadanya kajian tentang penguatan keimanan secara psikologis, akan bermanfaat bagi guru dalam mendeteksi peningkatan atau penurunan kualitas keimanan anak didik sesuai indikator keimanan yang sudah ditentukan.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Membina Kecerdasan Emosional dan Spiritual Siswa Berkebutuhan Khusus Zainal Arifin, Adita Pramanasari dan
Nadwa Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.508

Abstract

The background of this research is the need for Students with Special Needs (SBK) in SMP PGRI will Pity the extra handling of teacher Counseling (BK) in the development of Emotional and Spiritual Intelligence (ESQ). The results showed:First, SBK is emotionally not able to manage their emotions, but capable of fostering social relationships with both. Spiritually, SBK has not been able to practicewell, but was able to do good to both parents. Second, the role of teachers Counseling (BK) in fostering ESQ as: a communicator, facilitator, motivator and advisor. Third, the implementation of the BK inhibiting factors include: the student's family background differences, and differences in the characteristics of individual students. While supporting factors include: BK teacher morale in providing guidance and mentoring, and guardians AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah kebutuhan Siswa Berkebutuhan Khusus (SBK) di SMP PGRI Kasihan akan penanganan ekstra dari guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pengembangan Kecerdasan Emosional dan Spiritual (ESQ). Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, SBK secara emosional belum mampu mengelola emosi, namun mampu membina hubungan sosial dengan baik. Secaraspiritual, SBK belum mampu menjalankan ibadah dengan baik, namun mampu berbuat baik kepada kedua orang tua. Kedua, Peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam membina ESQ sebagai: komunikator, pendamping, motivator dan penasehat. Ketiga, faktor penghambat pelaksanaan BK meliputi: perbedaan latarbelakang keluarga siswa, dan perbedaan karakteristik individu siswa. Sedangkan faktor pendukungnya meliputi: semangat kerja guru BK dalam memberikan bimbingan, dan pendampingan, dan wali murid.
Integrasi Pembelajaran Active Learning dan Internet-Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Belajar Effendi, Mukhlison
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.563

Abstract

The learning process in higher education can use constructivist learning strategies for activeness and creativity of students. This study aimed to describe the integration of active learning and internet-based learning and to explain the factors supporting and inhibiting. From the observation data, interviews and documentation of the 31 students of the Department of TeacherEducation for Islamic Primary Education (PGMI) and the lecturer of STAIN Ponorogo can be seen that the integration of active learning and Internetbased learning can enhance the activeness and creativity of student learning in the course. Factors  supporting this result are the application of learningstrategies, giving clear guidance, student learning motivation high and the availability of learning facilities and infrastructure. The factors that inhibit is the limited time, the dominance of smart students and unpreparedness of students receiving new material.AbstrakProses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menggunakan strategi pembelajaran konstruktivistik untuk keaktifan dan kreativitas mahasiswa. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan integrasi active learning daninternet-based learning untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambatnya. Dari data observasi, interview dan dokumentasi terhadap 31 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan dosen STAIN Ponorogo dapat diketahui bahwa integrasi active learning dan internet-based learning dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitasbelajar mahasiswa di program studi tersebut. Faktor yang mendukung hasil ini adalah penerapan strategi pembelajaran, pemberian pengarahan yang jelas, motivasi belajar mahasiswa yang tinggi dan tersedianya sarana dan prasarana  pembelajaran. Adapun faktor yang menghambat  adalahketerbatasan waktu, dominasi mahasiswa pintar dan ketidaksiapan mahasiswa menerima materi baru.

Page 8 of 52 | Total Record : 519