cover
Contact Name
Muhtarom
Contact Email
taromfu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteologia@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Theologia
ISSN : 08533857     EISSN : 2540847X     DOI : -
Jurnal THEOLOGIA, ISSN 0853-3857 (print); 2540-847X (online) is an academic journal published biannually by Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It specializes in Islamic Studies (Ushuluddin) which particularly includes: Islamic Philosophy and Theology, Al-Quran (Tafsir) and Hadith, Study of Religions, Sufism and Islamic Ethics.
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
MONOTHEISME RADIKAL: Telaah atas Pemikiran Nurcholish Madjid Hakim, Didik Lutfi
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nurcholish Madjid is a Muslim intellectual of Indonesia who has given contribution toward Islamic thinking in Indonesia. Although his thoughts of Islam to be critiqued from other intellectual, he stayed to give enlightenment to Indonesia Muslim society. One of his thought is important about radical monotheism. By it, he offered to Islam umma to adhere pure monotheism in God in order to they will free from tyranny which come from the same human and place man in the same line as it is God Willing. By his concept, the tauḥīd produces social dimensions like equality, freedom, cooperation, and discussion. Abstrak: Nurcholish madjid adalah seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang semasa hidup­nya, telah banyak memberikan sumbangan pemikiran tentang Islam di Indonesia. Walaupun pemikiran-pemikirannya tentang Islam banyak mendapat kritikan dari para cendekiawan yang tidak seide dengan­nya, ia tetap saja berupaya me­lakukan pen­cerahan terhadap masyarakat Muslim Indonesia. Salah satu pemikirannya yang sangat menonjol adalah tentang monotheisme radikal. Dia menawarkan agar umat Islam bertauhid yang semurni-murninya kepada Tuhan, sehingga ia terbebas dari berbagai macam tirani yang datang dari sesama manusia dan mem­posisikan manusia harkat dan martabat yang sama sebagaimana yang dikehendaki Tuhan.Dengan konsep­nya ini, tauhid menghasilkan dimensi-dimensi sosial seperti persamaan, kebebasan, saling bekerja sama, dan bermusyawarah. Keywords: tauhid, monotheisme radikal, kebebasan, persamaan.
PINTU-PINTU MENUJU TUHAN Telaah Pemikiran Hamka Yusuf, Muhammad
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Tauḥīd is a teaching that is most influence to galvanize the soul so strong and steadfast. Soul freedom, independence, personal, and loss of fear to face all hardships of life, the courage to face all the difficulties, so that did not differ between the living dead, the origin to seek Allahs pleasure, is the former doctrine of monotheism which rarely peerless in this life of man’s struggle. This article will elaborate Hamka’s thought  in aspects of divinity, which is how people can come to God with a wide variety of street or door. Hamka stated that to reach God can be reached with a variety of doors: art, philosophy, the question of the nature of life, mysticism, and the way nature. These doors have their own way in the process of finding God. By providing these doors, through which every person will surely have their own experiences with the Lord. Abstrak:Tauḥīd adalah ajaran yang sangat besar pengaruhnya bagi menggembleng jiwa sehingga kuat dan teguh. Kebebasan jiwa, kemerdekaan, pribadi, dan hilangnya rasa takut menghadapi segala kesukaran hidup, keberanian menghadapi segala kesulitan, sehingga tidak berbeda di antara hidup dengan mati, asal untuk mencari rida Allah, adalah bekas ajaran tauḥīd yang jarang taranya dalam perjuangan hidup manusia. Artikel ini berusaha mengelaborasi pemikir­an Hamka dalam aspek ketuhanan, yakni bagaimana manusia dapat sampai kepada Tuhan dengan berbagai macam jalan atau pintu. Hamka menyatakan bahwa untuk mencapai Tuhan dapat ditempuh dengan berbagai pintu: seni, filsafat, pertanyaan hakikat hidup, tasawuf, dan jalan fitrah. Pintu-pintu ini mempunyai caranya masing-masing dalam proses menemukan Tuhan.  Dengan menyediakan pintu-pintu ini, setiap orang yang melaluinya pastilah akan mempunyai pengalaman masing-masing bersama dengan Tuhan tersebut. Keywords: Cinta, seni, fitrah, falsafah, Tuhan, tauhid.
PEMIKIRAN TEOLOGI FAZLUR RAHMAN Ramadhan, Muhammad
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of Islamic modern theology becomes moral obligation for us which live as the biggest Moslem in the world. Fazlur Rahman laid stress on his discussion on the problem of God as the funnctional existence, the Quran as moral source and value, and the prophecy as concrete evidence of Allah’s affection, and the human as the creature to be responsibility for.  Similarly he discussed on the universe to be processed, satan as as test for mankind, and the hereafter life as the place for mankind liability. All themes were discussed in a discourse which for specific boundaries show the dynamic. Acccording to Rahman there are some problems of theology if they related to ethic in the Quran.It is not perfect discussion that can be carried out except if we willing to end with disclosure of all the contents of Quran. Having relation to this issue, he offered to read the Quran with the Quran itself. Abstrak: Pengembangan pemikiran teologi modern Islam semakin terasa menjadi kewajiban moral kita yang hidup sebagai bangsa muslim terbesar di muka bumi ini. Fazlur Rahman menitik beratkan bahasannya sekitar persoalan tuhan sebagai eksistensi yang fungsional, al-Quransebagai sumber dan nilai moral, dan kenabian sebagai bukti kongkrit kepengasihan Allah, serta  manusia sebagai mahluk yang ber­tanggung jawab. Demikian pula ia mengangkat bahasan alam semesta untuk diolah, setan sebagai ujian bagi manusia, serta kehidupan akhirat sebagai tempat pertanggung jawaban manusia. Semua tema tersebut dibahas dalam satu wacana yang sampai batas-batas tertentu benar-benar menunjukkan dinamika. Begitu banyak menurut Rahman yang bisa kita bicarakan mengenai teologi jika dikaitkan dengan etika dalam al-Qur’an. Suatu pembicaraan yang sempurna tidak akan dapat dilakukan, kecuali kalau kita bersedia berakhir dengan pengungkapan seluruh isi kitab itu sendiri. Berkenaan dengan ini, Dan itupun tidak juga mungkin kecuali dalam bentuk membaca al-Quranitu sendiri, dan membiarkan kitab suci itu bicara sendiri. Fazlur Rahman pun gemar membuat pernyataan semacam itu. Keywords: teologi modern, nilai moral, Tuhan, al-Quran, setan, akhirat.
KATA “ALLAH” DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB Kajian Terhadap Pelarangan Menggunakan Kata “Allah” Bagi Selain Muslim Arifin, Zainal
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study appears due MUIS Malaysia ban the use of the word "Allah" for the citizens is not Islam. This study examined for the purposes of the establishment of religious tolerance based on the understanding of religion. This paper seeks to explain that the word "Allah" contained in the Quran and the Bible, by limiting the study of the Qur’an and the Bible, to formulate the concept of "Allah" who became God for Muslims. This study found that the word "Allah" though not derived from Arabic, he eventually became part of the Arabic language of the Quran. He also became the name of God for Muslims. Further more, the authors found that in addition to Muslims, Christians and Jews may use the word "Allah" to indicate their God. When a Christian used to indicate the name of Jesus, it is also allowed as a form of tolerance. As the infidels Quraish mentions culpture as a means of worshiping God. Abstrak: Kajian ini muncul akibat pelarangan MUIS Malaysia dalam penggunaan kata "Allah" bagi warga bukan Islam. Kajian ini dikaji untuk keperluan tegaknya toleransi beragama berdasarkan pe­mahaman agama. Tulisan ini berupaya menjelaskan bahwa kata "Allah" tertuang dalam Al-Quran dan Alkitab, dengan membatasi telaah pada Al-Quran dan Alkitab, merumuskan konsep "Allah" yang menjadi Tuhan bagi Muslim. Penelitian ini menemukan bahwa kata "Allah" walau bukan berasal dari bahasa Arab, ia akhirnya menjadi bagian dari bahasa Quran yang Arab. Ia juga menjadi nama Tuhan bagi umat Islam. Lebih jauh lagi, penulis menemukan bahwa selain Muslim, umat Nasrani dan Yahudi boleh menggunakan kata "Allah" untuk me­nunjukkan Tuhan mereka. Bila seorang Kristiani meng­gunakannya untuk menunjuk­kan nama Yesus, itu juga dibolehkan sebagai wujud toleransi. Sebagaimana kaum kafir Quraisy me­nyebutkan patung sebagai sarana me­nyembah Allah. Keywords: Allah, Al-Quran, Alkitab, God, Islam, Kristen.
IBLIS DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI SAYYID QUṬB Norjenah, Norjenah
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:The Devil is the cause of the fall of man to the earth. He had got Adam and Eve in paradise into eating the forbidden fruit, although God had warned them both to not approach the forbidden tree. The attempt of Devil remove them is due to their reluctance prostrate to Adam even though the command of God. Devil disobey God and considers himself better than Adam. Defiance against the theologians have their own interpretation, including Sayyid Quṭb. This article will explore the deeper thinking about the devil according to Sayyid Quṭb. Abstrak: Iblis adalah penyebab jatuhnya manusia ke bumi. Ia telah memperdaya Adam dan Hawa di surga agar memakan buah terlarang, meskipun Tuhan sudah me­ngingatkan mereka berdua untuk tidak mendekati pohon terlarang tersebut. Usaha Iblis untuk mengeluarkan mereka ini disebabkan oleh ke­enggan­an mereka bersujud kepada Adam meskipun itu perintah dari Tuhan.Iblis membangkang perintah Tuhan dan menganggap dirinya lebih baik dari Adam.Terhadap pembangkangan para teolog mempunyai interpretasi sendiri-sendiri, termasuk di dalamnya Sayyid Quṭb. Artikel ini akan mengeksplorasi lebih dalam pemikiran Sayyid Quṭb mengenai Iblis. Keywords:Iblis, setan, sujud, teolog, malaikat, surga.
SIKAP DAN PANDANGAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP ISLAM Saidurrahman, Saidurrahman
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:This article discusses on the attitude of the Jews who claim to be the chosen peoples ourced from theological doctrine handed down from one generation to the next. Although existentially Jews acknowledge other nations, butitwas limited to there cognition of their existence, not on fundamental rights possessed. With that understanding, attitude and outlook superior to the other nations causing them easily perform a variety of cruelacts beyond the limits of humanity. History has recorded that the relationship between Muslims with Jews alwaystingedtensions for the sake of suspense. Of course, the tensionsarising from unfair attitude that made the Jews in many aspects. Al-Quran and Hadith following historical facts, as the main source of this article, informing us that the attitudes of the Jews against Muslimstend pejorative other than brutal. Criticism for the sake of criticism and even physical violence often they are addressed to Muslims. It happensin everytime and opportunity, not only at the time of the apostles before the Prophet Muhammad, on his future until the time we were the attitude of the Jewish people never change.Abstrak: Artikel membahas tentang sikap orang-orang Yahudi yang mengklaim sebagai bangsa pilihan bersumber dari doktrin teologis yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Meskipun secara eksistensial orang-orang Yahudi mengakui bangsa-bangsa lain, namun pengakuan itu hanya sebatas pada keberadaan mereka, bukan pada hak-hak dasar yang dimiliki. Dengan pemahaman itu, sikap dan pandangan lebih superior dibanding dengan bangsa-bangsa lain menyebabkan mereka mudah melakukan berbagai tindakan kejam di luar batas peri kemanusiaan.Sejarah telah merekam bahwa hubungan antara kaum Muslimin dengan orang-orang Yahudi selalu diwarnai ketegangan demi ketegangan.Tentu saja, ketegangan itu muncul akibat sikaptidak fair yang dilakukan orang-orang Yahudi dalam banyak aspek.Al-Quran dan hadis berikut fakta sejarah, sebagai sumber utama dalam tulisan ini, menginformasikan kepada kita bahwa sikap dan pandangan orang-orang Yahudi terhadap umat Islam cenderung peyoratif selain brutal.Kecaman demi kecaman bahkan kekerasan fisik kerap mereka tujukan kepada umat Islam.Hal itu terjadi dalam setiap waktu dan kesempatan, tidak hanya pada masa rasul-rasul sebelum Rasulullah Muhammad saw, pada masa beliau hingga masa kita pun sikap orang-orang Yahudi tidak pernah berubah.Keywords: Yahudi, Taurat, al-Quran, Zionisme, Nabi Muhammad.
KIDUNG RUMEKSA ING WENGI KARYA SUNAN KALIJAGA DALAM KAJIAN TEOLOGIS Sakdullah, M
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: this article aim to explore of Kidung Rumeksa Ing Wengi that written by Sunan Kalijaga, one of Walisongo members (the nine saints) at Java. In this Kidung, Sunan Kalijaga discussed on the danger of  night which came from genie (jin), satan, and man. To ward off the danger, he advocated Muslims to read it at night. For this reason, for Moslem Javanese especially, this Kidung is recognized the most sacral and they always read it every night to get the protection from God. Abstrak: artikel ini bertujuan mengeksplorasi Kidung Rumeksa Ing Wengi yang ditulis oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota dari Walisongo (sembilan wali) di Jawa. Dalam Kidung ini, Sunan Kalijaga membahas tentang bahaya malam hari yang berasal dari jin, setan, dan manusia. Untuk menangkal bahaya tersebut, iamenganjurkan umat Islam untuk membacanya pada malam hari. Untuk alasan ini, bagi Muslim Jawa khususnya, Kidung ini sangat sakral dan mereka selalu membacanya setiap malam untuk mem­peroleh perlindungan dari Tuhan. Keywords: Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Ahlu al-Sunnah wa al-Jamā`ah, Tuhan, manusia.
KIDUNG RUMEKSA ING WENGI KARYA SUNAN KALIJAGA DALAM KAJIAN TEOLOGIS Sakdullah, M
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: this article aim to explore of Kidung Rumeksa Ing Wengi that written by Sunan Kalijaga, one of Walisongo members (the nine saints) at Java. In this Kidung, Sunan Kalijaga discussed on the danger of  night which came from genie (jin), satan, and man. To ward off the danger, he advocated Muslims to read it at night. For this reason, for Moslem Javanese especially, this Kidung is recognized the most sacral and they always read it every night to get the protection from God. Abstrak: artikel ini bertujuan mengeksplorasi Kidung Rumeksa Ing Wengi yang ditulis oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota dari Walisongo (sembilan wali) di Jawa. Dalam Kidung ini, Sunan Kalijaga membahas tentang bahaya malam hari yang berasal dari jin, setan, dan manusia. Untuk menangkal bahaya tersebut, iamenganjurkan umat Islam untuk membacanya pada malam hari. Untuk alasan ini, bagi Muslim Jawa khususnya, Kidung ini sangat sakral dan mereka selalu membacanya setiap malam untuk mem­peroleh perlindungan dari Tuhan. Keywords: Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Ahlu al-Sunnah wa al-Jamā`ah, Tuhan, manusia.
PERGUMULAN KEBERAGAMAAN DI DUNIA BARAT Baharudin, M
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper aims to find the answer to a fundamental question: what is religion? How is the phenomenon of religion in the western world? And how religious the Western world in this contemporary Era? In the discussion note several things, among others: 1). Religion is a system of beliefs and practices of life according to these beliefs. Religion is the rules on how to live a physically and mentally. Religionisa reference of life in its various aspects, including aspects of common life or social life. 2). In medieval times, religion is seen as having an absolute and universal truth concretely been visualized in the Western world. 3). In the postmodern era of modernity and religion is criticized and in distortion, the era of religion merely a matter of discussion and separated with practical life, religion is also considered to hinder the progression of man. Abstrak: Tulisan ini bertujuan menemukan jawaban mendasar atas pertanyaan: apa itu  agama? Bagaimana fenomena agama di dunia Barat?Dan bagaimana keber­agamaan dunia Barat pada Era kontemporel ini? Dalam pembahasan diketahui beberapa hal antara lain: 1). Agama ialah sistem kepercayaan dan praktek hidup yang sesuai dengan kepercayaan tersebut. Agama ialah peraturan tentang cara hidup lahir batin. Agama adalah acuan hidup berbagai aspeknya, termasuk aspek kehidupan bersama atau kehidupan sosial. 2). Pada abad pertengahan, agama dipandang sebagai yang memiliki kebenaran mutlak dan universal yang secara kongkrit pernah divisualisasikan di dunia Barat. 3). Pada era modernitas dan post­modern agama dikritik dan di distorsi, pada zaman tersebut agama sekedar menjadi bahan diskusi dan dipisahkan dengan kehidupan praktis, agama juga dianggap menghalangi progresivitas manusia. Keywords: Pergumulan, Keberagamaan, Dunia Barat
TAUHID DAN ETIKA LINGKUNGAN: Telaah atas Pemikiran Ibn ‘Arabī Munji, Ahmad
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Tauḥīd (monotheism) affirms that God has created man most excellent among the creatures with the aim to serve Him. Proof of service must be proved by maintaining the best possible environment as He wills. It will consequences which bring up the ethics that guide humans to interact with their environment. Therefore, the relationship of Tauḥīd and ethics as good and bad links or ethical character that relies heavily on clean and dirty soul and reflect the quality of faith (īmān) and Tauḥīd (monotheism) itself. This article aims to elaborate on the relationship of Tauḥīd with mindset, because mindset is a soul activity that requires imagination in many ways and requires a balance; Tauḥīd relationship with the pattern of attitudes; patterns of attitude is the basic concept of a persons behavior; relationship between Tauḥīd and behavioral patterns (amal).  Amal is a reflection of a very concrete. From this pattern can be described as follows: Tauḥīd produces ethics, and ethics produces behavior (amal). The pattern of this relationship in real life can be seen, among other things, how human beings interact with other God’s creatures (environment). Abstrak:Tauḥīd menegaskan bahwa Tuhan telah menciptakan manusia yang paling baik diantara para makhluk dengan tujuan untuk mengabdi kepada-Nya. Bukti pengabdian harus dibuktikan dengan menjaga lingkungan sebaik-baiknya sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Konsekuensi dari ini akan memunculkan etika yang memandu manusia dalam ber­interaksi dengan lingkungannya. Sebab, hubungan Tauḥīd dan etika seperti keterkaitan baik dan buruknya akhlak atau etika yang sangat bergantung pada bersih dan  kotornya jiwa dan mencerminkan kualitas dari iman dan tauhid itu sendiri. Artikel ini bertujuan mengelaborasi hubungan Tauḥīd dengan pola pikir, karena pola pikir adalah aktivitas jiwa yang membutuhkan keseimbangan; hubungan Tauḥīd dengan pola sikap; pola sikap adalah  konsep dasar dari sebuah perilaku seseorang; hubungan antara Tauḥīd dan pola perilaku (‘amal). ‘Amal merupakan cerminan yang sangat kongkrit. Dari sini pola ini dapat digambarkan sebagai berikut: Tauḥīd menghasilkan etika, dan etika menghasilkan perilaku (‘amal). Pola hubungan ini dalam kehidupan riil dapat dilihat, antara lain, bagaimana manusia berinteraksi dengan makhluk-makhluk Tuhan yang lain (lingkungan).   Keywords: Tauḥīd, ‘amal, ethic, Ibn ‘Arabī, Allāh, enviromenment.

Page 3 of 49 | Total Record : 486