cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Hewani Tropika (JIHT) adalah majalah ilmiah berkala yang terbit 2 kali per tahun pada bulan Juni dan Desember. JIHT mempublikasikan artikel ilmiah/hasil penelitian (research paper), tinjauan artikel (articles review) dan opini/catatan (notes), baik dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Lingkup publikasi JIHT adalah kajian di kawasan tropika pada bidang ilmu : Sosial ekonomi perikanan dan peternakan Budidaya perairan Produksi ternak Nutrisi danpakan ternak dan ikan Teknologi hasil perikanan / ternak Teknologi penangkapan ikan Pengelolaan Sumberdaya perairan Bioteknologi perikanan dan peternakan Sain veteriner, kedokteran hewan Bidang perikanan, peternakan dan kedokteran hewan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Pengaruh Bokashi Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) pada Tanah Berpasir Maria Erviana Kusuma; Ricke Marianty; Menggi Menggi
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 14, No 2 (2025): JIHT Desember 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hijauan merupakan sumber pakan utama bagi ternak ruminansia yang berperan penting dalam mempertahankan kelangsungan hidup, mendukung produksi, serta menunjang proses reproduksi. Keberhasilan usaha budidaya hijauan pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis hijauan, ketersediaan air, kondisi iklim, dan tingkat kesuburan tanah. Pemanfaatan kotoran kambing yang diolah menjadi pupuk bokashi tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi kotoran kambing terhadap pertumbuhan rumput gajah (Pennisetum purpureum) pada tanah berpasir, serta menentukan dosis pupuk bokashi yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan rumput gajah pada kondisi tanah tersebut. Penelitian dilaksanakan di lokasi praktik Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya, Jalan G.S. Rubay, Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan berupa dosis pupuk bokashi kotoran kambing, yang terdiri atas lima taraf, yaitu: b0 = tanpa pupuk (kontrol), b1 = 10 ton ha⁻¹, b2 = 20 ton ha⁻¹, b3 = 30 ton ha⁻¹, dan b4 = 40 ton ha⁻¹. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi kotoran kambing pada berbagai dosis berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun rumput gajah pada umur 15, 30, 45, dan 60 hari setelah tanam (HST) pada tanah berpasir. Kata kunci: bokashi, kotoran kambing, pertumbuhan, tanah berpasir
Performan Ayam Broiler Fase Finisher dengan Penambahan Kecambah Kacang Hijau Pada Pakan Komersil Herlinae Herlinae; Natalia Carolina
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 14, No 2 (2025): JIHT Desember 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa ayam broiler fase finisher dengan penambahan kecambah kacang hijau dalam pakan komersial. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu A (0% kecambah kacang hijau + 100% pakan komersial), B (5% kecambah kacang hijau + 100% pakan komersial), C (10% kecambah kacang hijau + 100% pakan komersial), D (15% kecambah kacang hijau + 100% pakan komersial), dan E (20% kecambah kacang hijau + 100% pakan komersial). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kecambah kacang hijau dalam pakan komersial berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan pada umur 4 dan 6 minggu serta bobot badan akhir ayam broiler. Namun, penambahan tersebut tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan pada umur 5 minggu, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Penambahan kecambah kacang hijau sebesar 15% menghasilkan bobot badan akhir tertinggi, sedangkan penambahan 5% kecambah kacang hijau menunjukkan efisiensi pakan yang lebih baik. Kata kunci: kecambah kacang hijau, ayam broiler, fase finisher
Kebiasaan Makanan dan Tingkat Trofik Ikan di Perairan Tawar Kalimantan Bambang Sulistiyarto; Restu Restu
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 14, No 2 (2025): JIHT Desember 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan tawar di Kalimantan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan dihuni oleh berbagai jenis ikan air tawar. Studi ini bertujuan mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kebiasaan makanan serta tingkat trofik ikan air tawar di Kalimantan. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelusuran pustaka (literature review). Hasil kajian mengidentifikasi 39 spesies ikan, yang terdiri atas 48,72% ikan omnivora, 33,33% ikan karnivora, dan 17,95% ikan herbivora sebagai kelompok dengan proporsi paling kecil. Sumber makanan yang berasal dari daratan (hutan), seperti detritus dan insekta, merupakan pakan utama terutama bagi ikan omnivora. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara keberadaan hutan di Kalimantan dan kelimpahan ikan di perairan tawarnya. Kata kunci: ikan perairan tawar, kebiasaan makanan, tingkat trofik, Kalimantan, lahan basah
Pemberian Pakan Tambahan Daun Kangkung (Ipomoea aquatica) dan Daun Cemot (Passiflora foetida) terhadap Pertumbuhan Ikan Gurame (Osphronemus gourami) Nyata Susila; Yusanti Mantuh; Mardani Mardani; Deby Setyani
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 14, No 2 (2025): JIHT Desember 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomis tinggi, namun memiliki laju pertumbuhan relatif lambat sehingga memerlukan inovasi pakan yang efisien dan berkelanjutan. Pemanfaatan bahan pakan tambahan berbasis tumbuhan lokal berpotensi menekan biaya produksi tanpa menurunkan performa pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian daun kangkung (Ipomoea aquatica) dan daun cemot (Passiflora foetida) sebagai pakan tambahan terhadap pertumbuhan ikan gurame. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan Universitas Kristen Palangka Raya pada bulan September–Oktober 2025. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: A (pakan komersial sebagai kontrol), B (pakan komersial + daun kangkung), dan C (pakan komersial + daun cemot). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang relatif, pertumbuhan bobot relatif, serta kualitas air (suhu, pH, dan oksigen terlarut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B menghasilkan nilai pertumbuhan panjang relatif dan bobot relatif tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Namun demikian, secara keseluruhan pemberian daun kangkung dan daun cemot sebagai pakan tambahan belum menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan ikan gurame selama periode pemeliharaan. Kata kunci: pakan tambahan, Osphronemus gouramy, Ipomoea aquatica, Passiflora foetida, pertumbuhan relatif
Pengaruh Tingkat Konsentrasi Bahan Kyuring dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Organoleptik Dendeng Ayam Broiler Kastalani Kastalani; Maria Erviana Kusuma
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 15, No 1 (2026): JIHT Juni 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai tingkat konsentrasi bahan kyuring yang terdiri atas garam, bawang batak, gula merah, dan kunyit terhadap kualitas organoleptik dendeng daging ayam broiler. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya, Jalan G.S. Rubay, Palangka Raya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3  3 dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi bahan kyuring, yaitu K1: garam 35%, bawang batak 25%, gula merah 25%, dan kunyit 15%; K2: garam 30%, bawang batak 20%, gula merah 25% ,dan kunyit 25%; serta K3: garam 25%, bawang batak 25%, gula merah 20%, dan kunyit 30%. Faktor kedua adalah lama penyimpanan dendeng, yaitu L1: 5 hari, L2: 10 hari, dan L3: 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai tingkat konsentrasi bahan kyuring berpengaruh sangat nyata terhadap kualitas organoleptik rasa dendeng ayam broiler. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstur dendeng ayam broiler. Interaksi antara tingkat konsentrasi bahan kyuring dan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dendeng daging ayam broiler. Kata kunci: bahan kyuring, lama penyimpanan, organoleptik
Kelangsungan Hidup dan Kejadian Penyakit Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) pada Berbagai Lama Pengendapan Air setelah Pengangkutan Moga Harpenas; Bambang Sulistiyarto; Infa Minggawati; Nyata Susila
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 15, No 1 (2026): JIHT Juni 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengangkutan benih merupakan tahap kritis yang dapat menyebabkan ikan mengalami stres fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelangsungan hidup dan kejadian penyakit benih ikan lele Sangkuriang setelah pengangkutan pada berbagai lama pengendapan air. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan empat perlakuan lama pengendapan air, yaitu 0, 3, 6, dan 9 hari, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup, mortalitas, kejadian penyakit, perilaku ikan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan tanpa pengendapan air (0 hari) sebesar 96,67%, sedangkan perlakuan pengendapan air selama 3, 6, dan 9 hari masing-masing mencapai 100%. Kejadian penyakit tidak ditemukan pada seluruh perlakuan sehingga prevalensi penyakit sebesar 0%. Parameter kualitas air selama penelitian masih mampu mendukung kehidupan benih ikan lele Sangkuriang, dengan suhu berkisar 29,9–30,8 °C, pH 7,8–8,0, dan oksigen terlarut (DO) 2,0–2,3 mg/L. Kata kunci: benih ikan lele, pengendapan air, pengangkutan ikan, kualitas air
Pengaruh Penambahan Kecambah Kacang Hijau pada Pakan Komersial terhadap Performa Ayam Broiler Fase Starter Herlinae Herlinae; Maria Erviana Kusuma; Kristina Kristina; Wida Yanti
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 15, No 1 (2026): JIHT Juni 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kecambah kacang hijau pada pakan komersial terhadap performa ayam broiler fase starter dan untuk mengetahui salah satu tingkat penambahan kecambah kacang hijau pada pakan komersial yang dapat memberikan performa ayam broiler fase starter yang terbaik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan A (KKH 0%+BR100%), B (KKH 5%+BR100%), C (KKH 10%+BR100%), D (KKH 15%+BR100%), E (KKH 20%+BR100%). Hasil penelitian ini adalah penambahan kecambah kacang hijau pada pakan komersial memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap konsumsi dan konversi ransum pada minggu ke 1,2 dan 3, serta pertambahan bobot badan pada minggu ke 1. Penambahan kecambah kacang hijau 10% pada pakan komersial dapat memberikan performa konsumsi dan pertambahan bobot badan yang optimal. Kata kunci: kecambah kacang hijau, pakan komersial, ayam broiler
Musim Kawin dan Musim Beranak Sapi Madura di BPTU-HPT Kalimantan Selatan Dwi Dedeh Kurnia Sari; Ricke Marianty
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 15, No 1 (2026): JIHT Juni 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola distribusi musim kawin dan musim beranak sapi Madura di BPTU-HPT Kalimantan Selatan selama tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari dokumen recording reproduksi sapi Madura di BPTU-HPT Kalimantan Selatan. Data dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menghitung frekuensi dan persentase kejadian perkawinan serta kelahiran pada setiap bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak musim kawin terjadi pada Agustus (19,05%), sedangkan puncak musim beranak terjadi pada Januari (47,06%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pola kelahiran tidak terjadi pada waktu yang sama dengan pola perkawinan, tetapi mengikuti lama masa kebuntingan sapi. Dengan demikian, pola reproduksi sapi Madura di lokasi penelitian lebih dipengaruhi oleh pengelolaan reproduksi dan waktu pelaksanaan perkawinan daripada pengaruh musim secara fisiologis. Kata kunci: Musim kawin, musim beranak, sapi Madura
Monitoring Pengukuran Kualitas Air di Klester C-Shrimp Estate Kalimantan Tengah Frid Agustinus; Yusanti Mantuh; Deby Setyani; Dwi Jatmiko
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 15, No 1 (2026): JIHT Juni 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi kualitas air pada Klaster C Shrimp Estate Kalimantan Tengah melalui pemantauan parameter suhu, salinitas, dan derajat keasaman (pH) sebagai indikator utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2024 di kawasan BLUD Shrimp Estate, Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi lapangan dengan pendekatan deskriptif pada 18 petak tambak. Data primer diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan termometer digital, pH meter, dan salinity refractometer, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan standar kualitas air yang direkomendasikan untuk budidaya udang vannamei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air secara umum masih berada pada kisaran yang mendukung budidaya udang vannamei. Suhu air tercatat berkisar 27–32°C, salinitas 20–25 ppt, dan pH 7,6–9,2. Kisaran suhu dan salinitas memenuhi kondisi optimum bagi pertumbuhan udang, sedangkan nilai pH relatif stabil meskipun pada salah satu kolam ditemukan fluktuasi yang melebihi kisaran ideal. Stabilitas kualitas air dipertahankan melalui penerapan manajemen tambak, meliputi pengoperasian kincir, pergantian air secara berkala, serta aplikasi kapur dolomit untuk menjaga alkalinitas dan kestabilan pH. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemantauan kualitas air secara berkala merupakan komponen penting dalam pengelolaan budidaya udang vannamei sistem intensif. Pengendalian parameter suhu, salinitas, dan pH yang sesuai dengan kebutuhan biologis udang mampu menciptakan lingkungan budidaya yang stabil, mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup, serta meningkatkan efisiensi produksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan sistem manajemen kualitas air yang berkelanjutan guna mendukung peningkatan produktivitas budidaya udang vannamei di kawasan Shrimp Estate Kalimantan Tengah. Kata kunci: Litopenaeus vannamei, kualitas air, monitoring, salinitas, Shrimp Estate