cover
Contact Name
Robby Yuli Endra
Contact Email
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Phone
+6281219015178
Journal Mail Official
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung Jalan ZA Pagar Alam No.26 Labuhan Ratu Bandar Lampung 35142
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20873832     EISSN : 30891965     DOI : http://dx.doi.org/10.36448
Core Subject : Engineering,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Teknik Mesin : Desain dan Inovasi, Manufaktur dan Produksi, Material dan Struktur Mekanis, Sistem Energi dan Termal, Robotik dan OtomasiRekayasa Sistem dan Mekatronik: Jurnal Teknik Mesin menyoroti integrasi teknologi mekanik dengan sistem elektronik dan komputer, termasuk dalam konteks mekatronik dan sistem kontrol. Setiap artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Teknik Mesin telah melalui proses peninjauan sejawat yang ketat untuk memastikan kualitas, validitas, dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini ditujukan bagi para peneliti, akademisi, insinyur, dan profesional yang tertarik pada perkembangan terkini dan inovasi dalam bidang teknik mesin. Melalui publikasi ini, para kontributor dapat berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam upaya untuk memajukan bidang teknik mesin secara global.
Articles 116 Documents
PERANCANGAN ALAT PERAJANG SERBAGUNA TIPE BLADE SLIDING DENGAN MENGGUNAKAN PRINSIP MECHANICAL RALPH STEINER Ranu Danuri
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.929 KB)

Abstract

Keripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis dari umbi-umbian, buah buahan, atau juga sayur-sayuran. Keripik tergolong jenis makanan craker, yaitu makanan yang bersifat kering dan renyah dengan kandungan lemak yang tinggi. Konsep perancangan mesin perajang singkong ini mengacu pada konsep perancangan Darmawan yaitu dengan beberapa tahapan, antara lain kebutuhan, definisi proyek, proyek dan penyusunan spesifikasi teknis produk, perencanaan konsep produk, perancangan produk, hingga dokumen untuk pembuatan produk. Proses selanjutnya yaitu menganalisis kebutuhan, memperhatikan pertimbangan perencanaan, dan memperhatikan pula tuntutan perencanaan. Mesin perajang umbi adalah sebuah alat bantu untuk merajang umbi menjadi lembaran-lembaran tipis dengan ketebalan 1 s/d 2 mm. Bukan hanya itu saja, mesin ini juga dapat menghasilkan irisan yang berbentuk stik karena mata pisau yang dapat diubah sesuai kebutuhan.Alat perajang serbaguna tipe blade sliding dengan menggunakan prinsip mechanical ralph steiner, yaitu sebuah prinsip tentang abstraksi berdasarkan roda gigi dan mesin, dan ini adalah alat terbaru yang belum ada, prinsip kerja mesin ini hampir sama dengan prinsip kerja poros engkol yaitu dengan pergerakan bolak balik dari poros engkolnya. Dangan mata pisau yang ada disebelah kanan dan kiri, dapat memperbanyak jumlah hasil potongan dari jumlah mata pisau dan hopper yang bisa ditambah jumlahnya.
ANALISA STRUKTUR MIKRO PADA MATERIAL BAJA KARBON RENDAH AKIBAT PENGELASAN PADA PENGUJIAN IMPACT DAN PENGUJIAN TARIK Deni erlangga
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.561 KB)

Abstract

Pengujian bertujuan untuk mengetahui material baja carbon sedang pada proses pengelasan setelah dilakukan pekerjaan permesinan. Dimana pengujian ini membandingkan Proses pengelasan yang diberikan pada suatu logam dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari logam tersebut. Salah satu proses pengelasan yang dapat diberikan pada logam setelah dilakukan pekerjaan pemesinan. Pengelasan itu sendiri adalah proses penggabungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas las, dengan atau tanpa pengaruh tekanan, dan dengan atau tanpa logam pengisi. Berdasarkan definisi dari Duetch Industrie Normen (DIN) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan pada baja karbon rendah setelah dilakukan pengerjaan permesianan dan mengalami proses pengelasanterhadap uji impact uji tarik dan struktur mikro yang dihasilkan. Pengujian ini merupakan pengujian ek-sperimental. Bahan yang digunakan yaitu baja karbon rendah, diberikan perlakuan pekerjaan pengelasan pada variasi arus 65A, 75A, dan 85A. Selanjutnya dilakukan pengujian.Nilai rata-rata kekuatan tarik raw material sebesar 490.97 N/           Nilai rata-rata kekuatan tarik 65A adalah 26.78 N/ Nilai rata-rata kekuatan tarik 75 A adalah 319.44 N/  Nilai rata-rata kekuatan tarik 85 A adalah 315.47 N/  Hasil analisis struktur mikro yang didapat Perlite+Ferrite.
PEMULIHAN STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA KARBON SETELAH MENGALAMI PEMESINAN DENGAN PERLAKUAN PANAS ANNEALING MUHAMAD STEVEN LERIAN
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2017): april
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.347 KB)

Abstract

Pengujian bertujuan untuk mengetahui material baja carbon sedang pada proses anhealing setelah dilakukan pekerjaan permesinan. Dimana pengujian ini membandingkan Proses perlakuan panas yang diberikan pada suatu logam dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari logam tersebut. Salah satu proses perlakuan panas yang dapat diberikan pada logam setelah dilakukan pekerjaan permesinan yaitu proses annealing. Proses annealing merupakan proses perlakuan panas terhadap logam dengan memanaskan logam tersebut pada temperatur tertentu, menahan pada temperatur tadi beberapa saat dan mendinginkan logam tadi dengan laju pendinginan yang sangat lambat. Proses perlakuan panas yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik dari logam. Ber-dasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan pada baja karbon sedang setelah dilakukan pengerjaan permesianan dan mengalami proses annealing terhadap kekerasan dan struktur mikro yang dihasilkan. Pengujian ini merupakan pengujian ek-sperimental. Bahan yang digunakan yaitu baja karbon sedang, diberikan perlakuan peekerjaan permesinan kemudian di proses annealing pada variasi temperatur 650C, 700C dan 850C dengan holding time 30 menit. Selanjutnya dilakukan pengujian kekerasan dan pengamatan struktur mikro. Hasil analisis data menujinkan nilai kekerasan rata-rata spesimen tanpa proses pemesinan dan perlakuan panas adalah 71,74 HRB dan struktur mikro yang didapat Perlite+Ferrite; Nilai kekerasan rata-rata spesimen dengan proses pemesinan adalah 75,02 HRB dan struktur mikro yang didapat Perlite+Ferrite+Simentit; Nilai kekerasan rata-rata spesimen dengan proses pemesinan dan perlakuan panas annealing 6500C adalah 65,74 HRB dan struktur mikro yang didapat Ferrite+Simentit; Nilai kekerasan rata-rata spesimen dengan proses pemesinan dan perlakuan panas annealing 7000C adalah 66,02 HRB dan struktur mikro yang didapat Ferrite+Simentit; Nilai kekerasan rata-rata spesimen dengan proses pemesinan dan perlakuan panas annealing 8500C adalah 67,56 HRB dan struktur mikro yang didapat Ferrite+Simentit.
PENGARUH PANAS LAS GTAW(GAS TUNGSTEN ARC WELDING) PADA MATERIAL STAINLESS STEELGRADE 316L TERHADAP UJI TARIK DAN KOMPOSISI KIMIA MATERIAL Indra Surya
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.324 KB)

Abstract

Pengelasan pada Jenis las (welding) menggunakan GTAW (Gas Tungsten ArcWelding).Merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan untukpenyambungan suatu material, terutama pada pipa. Penyambungan dengan pengelasan yaitu salah satunya dengan cara memberikan panas pada material sehingga material melebur dan menyatu. Pada material stainless steelakan sangat mudah terpengaruh dari panas pada saat pengelasan. Sehingga dapat mempengaruhi sifat-sifat material stainlesssteel terutama terhadap sifat ketahanan terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untukmemahami dan meminimalkan pengaruh panas dari las terhadap komposisi pada logam paduan Stainless steel(SS) dan terhadap kekuata tarik. Percobaan dilakukan dengan melakukan pengujian Uji Tarik dan Uji Komposisi Kimia Logam pada daerah base material, HAZ(Heat Affected Zone) dan weld metal. Hasil penelitian yangdiperoleh berupa data dalam bentuk tabel yang menginformasikan berupa besar nilai tingkat kekuatan tarik dan presentase komposisi kimia logam, dalam hal ini persentase kromium dari material terhadap pembacaan alat dari titik-titik pengujian yang telah ditentukan dari bahan uji.
STUDI EXPERIMENTAL PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN JENIS BAHAN BAKAR PADA EMISI GAS BUANG GENERATOR DENGAN BEBAN 500,1050,2000 WATT. Reynaldy Reynaldy
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2016): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.189 KB)

Abstract

Listrik merupakan energi pokok yang dibutuhkan oleh manusia. Direktur Perencanaan PT PLN (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, sampai 2017 ini kapasitas listrik yang terpasang secara nasional baru memiliki 53.585 MW kapasitas listrik. Rasio elektrifikasi kita masih sebesar 81,5%, atau ada sekitar 40 juta penduduk yang belum tersentuh fasilitas listrik. Penelitian dengan judul “Studi Experimental Pengaruh Variasi Penggunaan Jenis Bahan Bakar Terhadap Generator Dengan Beban Rumah Sederhana.” Tujuan penelitian ini adalah agar dapat mengetahui perbedaan pengaruh bahan bakar yang berbeda terhadap performance dan emisi gas buang generator. Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian perpustakaan, praktikum lapangan, dan ada pun sumber data yang digunakan adalah sumber primer. Landasan teori yang digunakan adalah hukum faraday, siklus otto dan emisi gas buang. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa diantara bahan bakar premium, pertalite, dan pertamax, bahan bakar pertamax ialah bahan bakar yang baik digunakan pada generator. Karena ada beberapa faktor mengapa bahan bakar pertamax dapat dikatakan lebih baik diantara ketiga bahanbakar tersebut, baik dalam emisi gas buang, maupun dalam waktu pemakaian.
ANALISA KEKERASAN BAJA KARBON AISI 1045 SETELAH MENGALAMI PERLAKUAN QUENCHING Bambang Pratowo; Ary Fernando
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2018): april
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.791 KB)

Abstract

Baja merupakan salah satu logam yang banyak digunakan dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang industri permesinan dan konstruksi. Salah satu dari sekian banyak jenis baja adalah baja AISI 1045 yang tergolong dalam baja paduan karbon sedang yang banyak digunakan sebagai bahan utama pada mesin seperti gear, batang penghubung piston dan terutama poros pada kendaraan bermotor dan industri. Karakteristik baja dapat diubah dengan melakukan perlakuan panas, salah satunya adalah dengan metode quenching. Quenching dengan media pendingin tertentu dapat mempengaruhi sifat kekerasan dari baja AISI 1045 tersebut. Proses quenching pada penelitian ini menggunakan suhu 950°?? dengan waktu pemanasan 45 menit kemudian didinginkan secara cepat dengan berbagai media pendingin, Media pendingin yang digunakan dalam penelitian ini adalah air, oli dan air garam. Setelah dilakukan proses quenching, baja AISI 1045 dilakukan uji kekerasan. Hasil dari uji kekerasan pada baja AISI 1045 dengan media air garam memiliki nilai kekerasan terbesar yaitu sebesar 91,73 HRB, kemudian dengan media air memiliki nilai kekerasan sebesar 88,33 HRB dan dengan media oli memiliki nilai kekerasan sebesar 77,73 HRB dan raw matrial 65,40 HRB.
STUDY EKSPERIMENTAL KEULETAN BAJA KARBON RENDAH SETELAH DILAKUKAN PERLAKUAN PANAS AUSTEMPERING Rian Dwi Wijaya
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.333 KB)

Abstract

Prinsip dari perlakuan panas Austempering ini adalah dengan cara memanaskan baja sampai tempratur austenit kemudian di quenching dalam bak air garam yang panasnya ± 250-550°c dan ditahan dengan waktu yang cukup lama sehingga austenit berubah menjadi bainit keseluruhannya. Jika baja eutectoid didinginkan secara cepat pada fasa austenit ke suhu antara 250- 550 °C dan ditahan pada interval suhu tersebut (isothermal) maka akan terbentuk struktur mikro yang dinamakan bainit sesuai dengan nama penemunya yaitu Dr. E.C. Bain. Bainit adalah struktur mikro hasil dari reaksi eutectoid non lamellar sedangkan perlit dihasilkan dari reaksi eutectoid lamellar. Bainit merupakan struktur mikro yang merupakan campuran fasa ferit dan cementite (Fe3C). Pada suhu 350-550 °C akan terbentuk bainit atas (upper bainit) sedangkan pada 250-350 °C akan terbentuk bainit bawah (lower bainit). Pada penelitian ini bahan yang digunakan untuk perlakuan panas austempering adalah baja karbon rendah dengan media quenching larutan air garam. Dalam penelitian ini proses austempering dilakukan pada temperatur 300, 350, dan 400°C dengan waktu tahan selama 30 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukan jika baja karbon rendah dilakukan proses austempering nilai kekerasan semakin menurun yaitu dari 144 menjadi 116 pada temperatur 400°C, jadi semakin tinggi tempratur austempering maka nilai kekerasannya semakin rendah.
UJI EKSPERIMENTAL ANTARA BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN PERTALITE TERHADAP PENGARUH PERFORMA MESIN MOTOR EMPAT LANGKAH David Simanjuntak
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2017): april
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.43 KB)

Abstract

Jenis bahan bakar cair untuk motor bensin di Indonesia terdapat tiga macam, yaitu premium (RON 88), pertalite (RON 90) dan pertamax (RON 92). Masing-masing memiliki bilangan oktan yang berbeda, yang menunjukkan bahwa kemampuan bahan bakar terhadap tekanan yang terjadi pada proses pembakaran. Semakin tinggi nilai RON bahan bakar maka akan semakin baik pula proses pembakaran yang terjadi. Pemilihan jenis bahan bakar pada mesin bensin akan mempengaruhi performa mesin itu sendiri dan akan membuat umur mesin menjadi panjang. Performa mesin yang dimaskdukan antara lain: daya mesin, torsi serta konsumsi bahan bakar spesifik. Penggunaan bahan bakar pertalite jika dibandingkan dengan bahan bakar pertamax akan memiliki perbedaan terhadap daya, torsi serta konsumsi bahan bakar. Pertamax lebih diunggulkan daripada pertalite karena baik torsi, daya maupun konsumsi bahan bakar spesifik dapat dilihat hasil yang menggunakan bahan bakar pertamax lebih baik dibandingkan dengan pertalite. Untuk emisi gas buang dengan menggunakan bahan bakar pertamax juga memiliki angka yang baik terhadap pencemaran udara jika dibandingkan dengan bahan bakar pertalite.
Analisis Perpindahan Panas yang Terjadi Pada Alat Pengering Ikan Harjono Saputro; . Asikin; Soni Suryawan
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.898 KB)

Abstract

-
STUDY PERENCANAAN PERANCANGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MICROHYDRO (PLTMH) PADA SUNGAI KALIMAJA DUSUN KEDONDONG RAME DESA RUGUK KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Syaikhurrohman Syaikhurrohman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.339 KB)

Abstract

Listrik merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang primer sehingga diperlukan suatu pembangkit tenaga listrik yang efisien. Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) merupakan alternatif sumber energi listrik bagi masyarakat. PLTMH memberikan banyak keuntungan terutama bagi masyarakat pedalaman diseluruh Indonesia. Disaat energi lain mulai menipis dan memberikan dampak yang negatif, maka air menjadi sumber energi yang sangat penting karena dapat dijadikan sumber energi pembangkit listrik yang murah dan tidak menimbulkan polusi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakan khususnya Dusun Kedondong Rame bahwa ketersediaan potensi yang disediakan oleh alam bisa dijadikan sebagai sumber tenaga listrik. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis kelayakan Sungai Kalimaja sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang meliputi debit air, ketinggian terjunan dan ketepatan dalam penggunaan jenis turbin. Pemilihan jenis turbin yang digunakan dipengaruhi oleh debit dan tinggi jatuh air. Berdasarkan pengambilan data pada lapangan dan berdasarkan perhitungan maka didapat debit minimum sebesar 0,0610 /s, dan head efektif 21.96 meter serta kecepatan spesifik 65,95 rpm, maka turbin yang digunakan dalam penelitian perencanaan perancangan ini adalah jenis turbin Cross-Flow.

Page 2 of 12 | Total Record : 116