cover
Contact Name
Robby Yuli Endra
Contact Email
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Phone
+6281219015178
Journal Mail Official
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung Jalan ZA Pagar Alam No.26 Labuhan Ratu Bandar Lampung 35142
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20873832     EISSN : 30891965     DOI : http://dx.doi.org/10.36448
Core Subject : Engineering,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Teknik Mesin : Desain dan Inovasi, Manufaktur dan Produksi, Material dan Struktur Mekanis, Sistem Energi dan Termal, Robotik dan OtomasiRekayasa Sistem dan Mekatronik: Jurnal Teknik Mesin menyoroti integrasi teknologi mekanik dengan sistem elektronik dan komputer, termasuk dalam konteks mekatronik dan sistem kontrol. Setiap artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Teknik Mesin telah melalui proses peninjauan sejawat yang ketat untuk memastikan kualitas, validitas, dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini ditujukan bagi para peneliti, akademisi, insinyur, dan profesional yang tertarik pada perkembangan terkini dan inovasi dalam bidang teknik mesin. Melalui publikasi ini, para kontributor dapat berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam upaya untuk memajukan bidang teknik mesin secara global.
Articles 116 Documents
PERENCANAAN RODA JALAN TROLY DAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK GANTRY CRANE Kunarto Kunarto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.092 KB)

Abstract

Pada zaman sekarang ini teknologi semakin canggih dan banyak sekali diciptakan alat-alat dan mesin moderen diantaranya adalah Gantry crane adalah jenis pesawat angkat yang digunakan untuk memindahkan barang dalam jumlah tertentu dengan mengubah daya putaran motor listrik menjadi gaya lincir dari pengait, melalui system transmisi gaya agar diperoleh putaran yang diinginkan. Mekanisme pengangkat utama meliputi : kait, drum, pully dan tali baja. Untuk mekanisme penggerak berupa roda jalan yang digerakan dengan motor penggerak melalui system transmisi roda gigi dan didesign sedemikian sehingga untuk menggerakan trolly dan end carriage. Sedangkan system pengangkat menggunakan motor listrik untuk menggulung tali kawat baja yang ujungnya di jepit pada drum dan kait yang di design sedemikian sehingga pada mekanisme ini dipasang pully agar lebih mudah untuk menaik turunkan muatan dan spert part.
JURNAL ANALISA PERHITUNGAN MESIN PENGERING LIMBAH SINGKONG (ONGGOK) Yudi saputro
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.184 KB)

Abstract

Penelitian ini berisikan tentang perhitungan mesin pengering limbang singkong (onggok) dengan menggunakan arang tempurung kelapa sebagai pengganti energi matahari. Alat ini dirancang menggunakan tipe rotary dryer yang dapat digunakan secara sirklus dan tidak tergantung pada cuaca sebagai syarat utama. Setelah limbah singkong (onggok) didapatkan dari hasil industri pabrik tapioka, umumnya kadar air yang dikandung limbah singkong (onggok) sekitar 77.6 % berat.jika kondisi dibiarkan beberapa lama setelah pembuangan dari industri pabrik, akan menyebabkan limbah singkong (onggok) menjadi busuk dan tidak dapat digunakan menjadi pakan ternak dll karena kandungan yang ada pada limbah singkong (onggok) akan hilang serta dapat mencemari lingkungan. Menurut Farel H. Napitupulu dan Yuda Pratama Atmaja, kandungan air yang dipindahkan dari permukaan bahan yang dikeringkan oleh media pengeringan panas akan dapat mengurangi kadar air tersebut. Analisa perhitungan mesin pengering ini diadakan karena dengan menggunakan limbah singkong (onggok) sebagai produk yang dikeringkan dengan kapasitas 10 kg. setelah dirancang alat ini diuji dengan menggunakan produk dan kapasitas yang sama dengan rancangan.limbah singkong (Onggok) setelah didapatkan dari industri pabrik tapioka dimasukan kedalam mesin pengering, kemudian sumber energi untuk pengeringan yang diuji adalah arang tempurung kelapa. Alasan utama pemilihan sumber energi ini adalah ketersediaannya yang cukup dipedesaan. Parameter yang diuji adalah distribusi suhu pada produk yang dikeringkan,waktu pengeringan, kebutuhan air sebagai medium pengering, kadar air produk, kebutuhan energi, dan analisa biaya. dari uji performance yang dilakukan kesimpulan utama penelitian ini adalah pertama, pengeringan limbah singkong (onggok) dapat dilakukan pada mesin rotary dryer yang tidak bergantung pada matahari dengan hasil memenuhi standar yang diinginkan, dan kedua, pengeringan dengan menggunakan arang batok kelapa lebih baik dan lebih terjangkau dari pada dengan menggunakan bahan bakar lainnya.
ANALISA PENGARUH KAMPUH LAS BERBAHAN ALUMINIUM TERHADAP SIFAT MEKANIS PADA LAS ASETILIN Najamudin Najamudin; Frendiantoro Frendiantoro
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.867 KB)

Abstract

Telah dilakukan proses pengujian dengan meterial alumunium yang dilas dengan beda kampuh las yaitu X, V, dan I. Dimana pengujian ini membandingkan hasil lasan yang memakai kampuh yang berbeda yang mengakibatkan mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari alumunium tersebut. Pengelasan (Welding) adalah salah satu teknik penyambungan  logam  dengan  cara  mencairkan  sebagian logam induk dan logam pengisi. Dari definisi tersebut terdapat 2 kata kunci untuk menjelaskan definisi pengelasan yaitu mencairkan sebagian  Iogam dan logam pengisi. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan hasil pengelasan beda kampuh las pada alumunium terhadap ketangguhan uji impact (carpy) dan struktur mikro. Nilai uji impact dan struktur mikro rata-rata spesimen adalah :BM 2,2472 joul/mm2, Nilai uji impact rata-rata spesimen dengan kampuh V 2,6300 joul/mm2, Nilai uji impact rata-rata spesimen dengan kampuh X 2,6449 joul/mm2, Nilai uji impact rata-rata spesimen dengan kampuh I 2,8400 joul/mm2, Dan hasil analisis struktur mikro yang didapat Al (berwarna putih ), Mg (berwarna keabu-abuan), Si (bewarna abu-abu) dan Cu (berwarna abu-abu agak kemerahan) dari setiap speseimen Base Material, has dan las pada kampuh V, X dan I.
ANALISIS TEKNIS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO ( PLTMH ) DENGAN PEMBUATAN KOLAM TANDO STUDI KASUS SUNGAI WAY KUNYIR MENGGUNAKAN JENIS TURBIN CROSSFLOW Nurdin Nurdin
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2017): april
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.914 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi daerah pedesaan yang belum terjangkau jaringan listrik,dan di pedesaan terpencil, sangat mempunyai banyak potensi tenaga air, dan rata – rata sangat layak di gunakan untuk pembangkit listrik sekala kecil,merupakan alasan mendasar untuk memberdayakan potensi air sungai way kunyir menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit, daya yang dapat dihasilkan, membuat desain dasar Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, yang hasil ahir kesimpulan melakukan studi kelayakan PLTMH.Dalam analisis teknis pembangkit listrik tenaga mikro hidro ini menggunakan metode penulisan antara lain Metode Observasi,Metode Literatur dan Metode Wawancara.Pembangkit listrik mikrohidro adalah salah satu pembangkit energi listrik terbarukan, efisien, praktis, dan ramah lingkungan.Dilihat kondisi melimpahnya air yang ada di desa Sinar agung,alian sungai way kunyir sepanjang tahun maka perlu kajian terkait potensi  air  untuk  dibangun  pembangkit  listrik  tenaga  mikrohidro (PLTMH).Maka dari itu penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu survey lokasi untuk mengumpulkan data primer dari warga sekitar. Tahap berikutnya adalah mengukur debit air dengan cara mengukur kecepatan air, dan pengukuran head, dan tahap akhir adalah mendesain dan menganalisa potensi kapasitas PLTMH yang dapat dibangun.Hasil survey yang diperoleh selama melakukan studi kelayakan PLTMH di desa Sinar agung, Kecamatan pagelaran utara , Kabupaten pringsewu memperoleh hasil,Potensi Dari Analisis Data Curah Hujan, serta mengindikasikan bahwa ada potensi debit sebesar Q = 0,75 m3/sekon dengan head 20 m.Dengan asumsi efisiensi turbin dan generator sebesar 80 %, maka Daya listrik yang dapat dibangkitkan sebesar 120.000 W =120 KW. Dan sangat layak di bangun pembangkit lstrik tenaga mikro hidro. Kebutuhan listrik untuk masyrakat Desa sinar agung sebanyak (67 KK) sebesar 100,5 Kw dengan perkiraan dalam 1 KK menggunakan 1500 W. PLTMH yang dirancang menggunakan Jenis turbin Crossflow dan Generator berkapasitas 120 Kw.
ANALISA PENGARUH NILAI KALOR BAHAN BAKAR FIBRE DAN CANGKANG TERHADAP EFISIENSI BOILER PIPA AIR Rizky Febrian Nasikin
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2016): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.208 KB)

Abstract

Boiler merupakan suatu pembangkit uap yaitu yang terdiri dari kombinasi komplek berupa economizer, ketel, pemanas lanjut, pemanas ulang, dan pemanas udara awal.Fibre dan cangkang merupakan salah satu contoh bahan boiler padat.Setiap bahan bakar boiler memiliki nilai LHV yang berbeda-beda. Nilai Low Heating Value tertinggi dimiliki oleh bahan bakar boiler jenis cangkang murni dengan nilai 44184,391 Kcal/Kg sedangkan untuk nilai LHV bahan bakar boiler yang terkecil dimiliki oleh bahan bakar boiler jenis fibre murni dengan nilai 29959,325 Kcal/Kg. . Didapat dengan menggunakan bahan boiler jenis fiber murni dan campuran B yaitu 80% fibre + 20% cangkang menghasilkan efisiensi boiler tertinggi dengan nilai 83,6236948% dengan jumlah bahan bakar yang berbeda untuk bahan bakar fibre murni sebanyak fibre menghabiskan 129,1945968 Kg/H sedangkan campuran B menghabiskan 108,788094 kg/H.
ANALISA PERLAKUAN PANAS PADA BAJA KARBON SEDANG SETELAH PROSES PENGELASAN DILIHAT DARI UJI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Rio Kristianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2018): april
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.222 KB)

Abstract

Pengujian bertujuan untuk mengetahui material baja carbon sedang pada proses Normalizing setelah dilakukan pekerjaan permesinan. Dimana pengujian ini membandingkan Proses perlakuan panas yang diberikan pada suatu logam dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanik dari logam tersebut. Salah satu proses perlakuan panas yang dapat diberikan pada logam setelah dilakukan pekerjaan pengelasan yaitu proses Noemalizing. Proses Normalizing merupakan proses perlakuan panas terhadap logam dengan memanaskan logam tersebut pada temperatur tertentu, menahan pada temperatur tadi beberapa saat dan mendinginkan logam tadi dengan laju pendinginan yang sangat lambat. Proses perlakuan panas yang diberikan bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik dari logam. Ber-dasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan pada baja karbon sedang setelah dilakukan pengerjaan permesianan dan mengalami proses Normalizing terhadap kekerasan dan struktur mikro yang dihasilkan. Pengujian ini merupakan pengujian ek-sperimental. Bahan yang digunakan yaitu baja karbon sedang, diberikan perlakuan pekerjaan pengelasan kemudian di proses Hardening pada variasi temperatur 650C, 750C dan 850C dengan holding time 30 menit. Selanjutnya dilakukan pengujian kekerasan dan pengamatan struktur mikro.
STUDI KASUS UNBALANCE PADA MOTOR CONDENSATE PUMP 3A PLTU TARAHAN BERDASARKAN ANALISA GETARAN Hariyandi hariyandi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.014 KB)

Abstract

Pemantauan kondisi mesin semakin penting dalam Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), karena kebutuhan untuk meningkatkan kehandalan dan mengurangi kemungkinan kehilangan produksi listrik akibat mesin mengalami kerusakan. Pemantauan getaran (vibrasi) pada mesin merupakan. Pada penelitian pengukuran getaran (vibrasi) mesin rotasi di PLTU yang dimana dengan mengambil contoh mesin pada Condensate Pump 3A di PLTU Tarahan, hasil pengukuran getaran (vibrasi) diekstrak dengan menggunakan beberapa parameter statistik domain waktu Pada penelitian ini didapatkan bahwa dengan menggunakan tool CSI 2130 mampu menditeksi sejak dini gejala-gejala yang mengindikasikan kerusakan akibat getaran pada Condensate Pump 3A seperti bantalan, poros, impeller, dan lain-lain di PLTU Tarahan sehingga kehandalan dan life time Condensate Pump 3A dapat dapat dijaga sebelum terjadi kerusakan
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PADA PROSES HEAT TREATMENT BAJA S45C DENGAN BEBERAPA MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Agung Agung
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.318 KB)

Abstract

Pada dunia industri baja merupakan material yang banyak digunakan. Salah satu jenis baja yang banyak digunakan yaitu baja S45C, yang tergolong sebagai baja dengan kadar karbon sedang. Namun pada penggunaanya sifat baja itu sendiri tidak sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, untuk itu perlu adanya rekayasa atau perubahan sifat dari baja itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan, salah satu caranya adalah dengan metode heat treatment, dimana pada proses perlakuan panas dipengaruhi oleh temperatur dan media pendingin yang digunakan. Untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur dan beberapa media pendingin terhadap proses perlakuan panas pada bajaS45C, maka pada penelitian ini dilakukan uji kekerasaan dan struktur mikro terhadap baja tersebut. Variasi temperature yang digunakan pada penelitian ini adalah 750 dan 950 dengan waktu tahan 60 menit dan menggunakan media pendingin udara  dan solar. Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai kekerasaan pada baja yang menggunakan temperatur 750 , 950 dengan media pendingin udara dan temperatur 950 dengan media pendingin solar mengalami penurunan Nilai kekerasan, tetapi pada temperatur 750 dengan media pendingin solar mengalami peningkatan.
Studi Kinci Angin untuk Penggerak Generator Pembangkit Tenaga Listrik Indra Surya; Harjono Saputro; M. Jazuli
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
ANALISA PENGARUH MEDIA PERLAKUAN PANAS QUENCHING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON SEDANG Periyanto Periyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.44 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh perlakuan panas terhadap vickers baja karbon sedang. Proses perlakuan panas yang diterapkan pada penelitian ini yaitu proses quenching dan analisa struktur mikro, dimna proses quenching pemanasan terhadap spesimen dilakukan hingga mencapai temperature austensit 6000C, 7000C dan 8000C yang kemudian ditahan selama 1 jam. Setelah itu spesimen tersebut didinginkan secara cepat dengan menggunakan media Air, Oli dan Air Garam.Pada spesimen – spesimen yang telah mengalami proses perlakuan panas tersebut dilakukan pengujian Vickers. kekuatan Nilai rata-rata kekerasan baja tanpa perlakuan panas 640,40 VHN,menggunakan media pendingin air yaitu 641,07 VHN, menggunakan oli 640.87 VHN dan yang menggunakan media pendingin air garam 895,90 VHV. Hal ini membuktikan adanya pengaruh media pendingin terhadap hasil kekerasan baja. Dalam suatu proses laku panas, setelah pemanasan mencapai temperature tertentu dan diberi holding time secukupnya maka dilakukan pendinginan dengan laju tertentu maka sifat mekanik yang terjadi setelah pendinginan akan tergantung pada laju pendinginan. Dari pengujian tersebut disimpulkan Jadi untuk media pendingin yang terbaik untuk pembuatan bahan antara Air, Oli dan Air garam adalah oli karena Oli memiliki viskositas kekentalan yang tinggi dibandingkan media pendingin lainnya dan massa jenis yang rendah sehingga laju pendinginannya lambat.

Page 3 of 12 | Total Record : 116