cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 148 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIS DAN MEKANIS KAYU LAMINASI BERBASIS FAST-GROWING WOOD SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL STRUKTURAL RAMAH LINGKUNGAN Risqi Sofiana; I Ketut Hendra Wiryasuta; Gde Bayu Mahatmanda Sudana
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v16i2.4662

Abstract

Kebutuhan akan material konstruksi yang ramah lingkungan mendorong pengembangan bahan struktural alternatif dengan dampak karbon rendah. Kayu cepat tumbuh (fast-growing wood) menjadi solusi potensial karena ketersediaannya tinggi, dapat diperbarui, dan memiliki siklus panen singkat. Namun, sifat alaminya yang berkerapatan rendah, kekuatan mekanis terbatas, serta kestabilan dimensi yang kurang menyebabkan penggunaannya belum optimal untuk elemen struktural bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisis dan mekanis kayu laminasi berbasis fast-growing wood sebagai alternatif material struktural berkelanjutan. Pengujian fisis meliputi kadar air dan kerapatan, sedangkan pengujian mekanis meliputi kuat tarik sejajar serat, kuat tekan sejajar serat, dan keteguhan lentur statis (Modulus of Rupture/MOR) serta kekakuan (Modulus of Elasticity/MOE). Setiap jenis pengujian dilakukan pada lima sampel uji. Tujuh jenis kayu digunakan, yaitu Sengon, Jabon, Gmelina, Mahoni, Akasia, Lamtoro, dan Siris-siris, dalam bentuk kayu solid dan kayu laminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses laminasi mampu mempertahankan sekitar 80–90% kekuatan mekanis kayu solid, dengan rata-rata penurunan nilai MOR sebesar 15–25% dan MOE sebesar 20–30%. Jenis Mahoni dan Akasia menunjukkan performa tertinggi pada kondisi solid maupun laminasi, sehingga direkomendasikan untuk aplikasi elemen struktural ringan seperti balok dan pelat lantai. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi laminasi efektif dalam meningkatkan kekuatan dan efisiensi pemanfaatan kayu cepat tumbuh, serta mendukung penerapan konsep konstruksi hijau yang berkelanjutan
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN KERETA API BABARANJANG DAN PRESEPSI MASYARAKAT DI AREA PERMUKIMAN KOTA BANDAR LAMPUNG Hasto Wondo Susilo; Aditya Mahatidanar Hidayat
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v14i2.3481

Abstract

Itensitas angkutan kereta api batu bara yang beroperasi selama 24 jam dapat menimbulkan kebisingan pada jam– jam tertentu. Dimana pada jam jam sibuk dapat menghasilkan kebisingan sesuai dengan tabel baku tingkat kebisingan Kepmen LH Nomor 48 Tahun 1996 peruntukan kawasan perumahan dan permukiman sebesar 55 dBa.Tingkat Kebisingan Siang Malam Hari (Lsm) pada permukiman yang berjarak 15 m dari jalur rel adalah sebesar 69.53 dBA. Tingkat Kebisingan Siang Malam Hari (Lsm) pada permukiman yang berjarak 30 m dari jalur kereta api adalah sebesar 66.03 dBA. Tingkat Kebisingan Siang Malam Hari (Lsm) pada permukiman yang berjarak 60 m dari jalur kereta api adalah sebesar 62.73 dBA. Sedangkan pada pemukiman yang berada pada jarak 90 meter dari rel adalah sebesar 60.74 dBA. Nilai ini melampaui baku tingkat kebisingan yang ditetapkan dalam SK Menteri Lingkungan Hidup No. Kep-48/MENLH/11/1996, tentang Baku Tingkat Kebisingan, yaitu 55 dBA dengan toleransi 3 dBA..
EVALUASI TINGKAT OKUPANSI LRT PALEMBANG DI STASIUN AMPERA DALAM MENDUKUNG MOBILITAS PERKOTAAN BERKELANJUTAN Henry, Oggy Sukasah; Hartabela, Dadang
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v17i1.4877

Abstract

The rapid development of urban areas in Indonesia has caused various transportation problems, such as traffic congestion, increased greenhouse gas emissions, and an imbalance between infrastructure capacity and motor vehicle growth. Palembang City as one of the metropolitan cities in South Sumatra faces challenges, especially in increasing the efficiency of urban mobility. To overcome this problem, the government has developed a rail-based mass transportation system, namely the Light Rail Transit (LRT). This research is a descriptive quantitative study, which aims to analyze the occupancy rate of the Palembang LRT at Ampera Station and the factors that influence it. A quantitative approach is used because this study will collect, process, and analyze numerical data related to the occupancy rate, which is calculated based on the number of passengers and LRT capacity using the Loading Factor method. This study uses descriptive statistical analysis to understand the occupancy pattern and operational conditions of the LRT. Transportation policies also have a major impact on the occupancy rate of the LRT. Currently, the Palembang City government has attempted to develop rail-based public transportation as part of a strategy to reduce congestion and air pollution. However, there is still no significant policy on private vehicle restrictions, so that people still have high freedom to use private vehicles without significant obstacles. To increase the occupancy of the Palembang LRT, it is recommended to expand the feeder line and implement an integrated ticket system, extend operating hours and adjust the headway. In addition, it is important to provide more spacious parking and free WiFi at stations and trains, as well as implement congestion taxes and provide incentives for public transportation users.
Evaluasi Kinerja Sistem Drainase Permukiman Padat Menggunakan Model SWMM Berbasis DEM Resolusi Tinggi (0,5 m) di Jalan Ismailiyah, Kota Medan Yondi Anugrah Pratama; Kuswandi Kuswandi
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v17i1.4878

Abstract

Flooding in densely populated urban residential areas is generally caused by limited drainage capacity, high impervious surface coverage, and relatively flat topographic conditions. This study aims to evaluate the performance of the drainage system in Jalan Ismailiyah, Kota Medan, using a hydrological-hydraulic modeling approach based on high-resolution Digital Elevation Model (0.5 m) and EPA SWMM. Surface flow pattern analysis indicates that the study area has a low slope (<2%) with minimal micro-topographic variation, resulting in slower runoff and increased ponding potential. Simulation results reveal that most conduits operate under full flow conditions for more than 4 hours and experience capacity limitations. Several critical nodes exhibit significant flooding with high discharge and flood volume, indicating system failure in conveying runoff. These findings are consistent with field observations, where inundation occurs even under no-rain conditions and increases up to 40–50 cm during rainfall events. Improvement scenarios include channel normalization, capacity enhancement in critical segments, inlet addition, and implementation of local infiltration systems. The results demonstrate that a micro-topography-based approach combined with scenario simulation is effective in identifying drainage problems and formulating practical solutions for dense urban areas
ANALISIS POLA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN PERKEMBANGAN WILAYAH DI KAWASAN PERKOTAAN JAKABARING Heru Wahyono; Fritz Akhmad Nuzir
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v17i1.4879

Abstract

Inconsistencies between spatial planning and the factual development of an area can lead to environmental degradation, which requires management that considers the balance between development needs and environmental sustainability. The purpose of this study is to analyze the land use conformity between 2013 and 2023 and the land use plan in the Spatial Planning Plan of Banyuasin Regency for 2019-2039, as well as strategies for controlling land use changes in the Jakabaring Urban Area, Banyuasin Regency. This research uses a mixed-methods approach, involving both qualitative and quantitative approaches with the help of spatial analysis techniques using Geographic Information Systems (GIS) and interviews. The results of the study show that the conformity to the spatial planning in Banyuasin Regency in 2018, with an area of non-conformity reaching 190.83 ha, occurred. The non-conformity with the spatial planning pattern was found in the existing land use of rice fields, which are designated for local protection areas, with an area of 136.97 ha. Meanwhile, in 2013, non-conformity to the spatial planning of Banyuasin Regency was found in the existing land use of swamp shrubs, covering an area of 94.67 ha, designated for local protection areas. In this study, the recommended strategy for controlling land use changes in the Jakabaring Urban Area of Banyuasin Regency includes efforts to control land conversion, namely minimizing the opportunities for land conversion, controlling land conversion activities, and using land conversion control instruments.
KORELASI HUBUNGAN SIFAT MEKANIK DAN INDEKS PLASTISITAS PADA BATU BATA DENGAN CAMPURAN ABU CANGKANG SAWIT Iswan Iswan; Aminudin Syah; Muhammad Nasih Ulwan
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v17i1.4671

Abstract

Pemanfaatan abu cangkang kelapa sawit (ACS) merupakan salah satu metode potensial untuk perbaikan mutu bata merah konvensional melalui modifikasi pada sifat-sifat mekaniknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sifat mekanik pada batu bata yang dicampur abu cangkang sawit (ACS), serta mengkaji peran indeks plastisitas (IP) tanah terhadap sifat-sifat tersebut. Metode pembuatan batu bata menggunakan dua metode yaitu batu bata lapangan dan batu bata kadar air optimum (KAO) dengan berbagai variasi ACS (0%, 4%, 6%, 8%, dan 10%), yang kemudian diuji sifat mekaniknya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan korelasi hubungan antar sifat mekanik dan indeks plastisitas terhadap peningkatan kualitas batu bata campuran abu cangkang sawit (ACS). Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang kuat antar sifat mekanik. Terdapat hubungan positif antara kerapatan semu dan kuat tekan, serta hubungan negatif antara daya serap air dengan kuat tekan dan kerapatan semu. Secara signifikan, ditemukan bahwa sifat mekanik optimal dengan kuat tekan maksimum (52,43 kg/cm²), kerapatan semu tertinggi (1,65 gram/cm³), dan daya serap air terendah (16,80%) tercapai secara konsisten pada nilai indeks plastisitas 14,50%, yang bertepatan dengan campuran 6% ACS. Peningkatan indeks plastisitas hingga titik optimal ini secara signifikan meningkatkan kualitas batu bata, namun penambahan ACS lebih lanjut yang mengubah indeks plastisitas melewati titik ini justru menurunkan performa mekaniknya, menunjukkan bahwa indeks plastisitas salah satu parameter kunci yang menentukan keberhasilan penggunaan ACS sebagai bahan campuran dalam pembuatan batu bata.
Studi Komparasi Metode U.S Forest Service dan Hassing Dalam Penelusuran Nilai Koefisien Limpasan Pada Hulu Daerah Aliran Sungai Poso Ifiginia Taula; Orva Elisabeth Wu&#039;on
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v17i1.4574

Abstract

Salah satu indikator penting untuk menilai tingkat kerusakan DAS dan gangguan fisik pada suatu DAS adalah dengan mengetahui nilai koefisien limpasan. Koefisien limpasan   merupakan perbandingan laju puncak limpasan langsung dengan intensitas hujan rerata. Namun karena intensitas hujan yang terjadi pada suatu DAS sangat bervariasi maka nilai koefisien limpasan sulit  ditentukan. Oleh sebab itu koefisien limpasan juga dapat didefinisikan sebagai rasio limpasan terhadap curah hujan selama periode  tertentu dengan membandingkannya terhadap data aliran  sungai. Dengan mengetahui nilai koefisien limpasan maka dapat dimanfaatkan dalam tata kelola lahan di Daerah Aliran Sungai. DAS Poso terletak di Kabupaten  Poso yang merupakan DAS dengan utilitas tinggi, dengan catchment area yang cukup luas dan mengalirkan air sepanjang tahun. Untuk mengetahui  nilai koefisien limpasan pada hulu DAS Poso digunakan metode U.S Forest Service dan metode Hassing dan membandingkannya dengan nilai koefisien limpasan terukur yaitu dari hasil perbandingan pengukuran limpasan dan hujan. Hasil penelitian menunjukkan koefisien limpasan pada bagian hulu DAS Poso berdasarkan data pengukuran adalah 0.088. Evaluasi kesesuaian metode empirik perhitungan nilai koefisien limpasan metode Hassing dan U.S Forest Service memberikan hasil bahwa metode yang paling mendekati  nilai koefisien limpasan hasil pengukuran adalah metode U.S Forest Service, yaitu 0.095 dengan kesalahan relatif (KR) 0.056%.
OPTIMALISASI PENERAPAN BIM 4D PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MESS DI KAI (KERETA API INDONESIA) GUNA MENDETEKSI PERBANDINGAN VOLUME BANGUNAN Ahmad Azaar Satidra; Ilyas Sadad
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v17i1.4902

Abstract

Penerapan Building Information Modeling (BIM) 4D pada proyek konstruksi memiliki peran penting dalam meningkatkan akurasi perhitungan volume pekerjaan dan efektivitas pengendalian waktu pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan BIM 4D pada Proyek Pembangunan Gedung Mess PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna mendeteksi perubahan volume pekerjaan, keterlambatan, dan percepatan pelaksanaan konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemodelan struktur bangunan dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2024 untuk menghasilkan model 3D dan quantity take off pekerjaan struktur, sedangkan penjadwalan proyek dianalisis menggunakan Microsoft Project sebagai dasar integrasi waktu dalam BIM 4D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM 4D mampu menghasilkan perhitungan volume pekerjaan yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional serta mempermudah visualisasi hubungan antara elemen bangunan dan jadwal pelaksanaan proyek. Integrasi model 3D dengan penjadwalan juga memungkinkan identifikasi lebih awal terhadap potensi keterlambatan dan peluang percepatan pekerjaan, terutama pada jalur kritis proyek. Dengan demikian, penerapan BIM 4D terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi manajemen waktu dan pengendalian volume pekerjaan pada proyek pembangunan gedung serta dapat dijadikan acuan dalam penerapan teknologi BIM pada proyek konstruksi sejenis