Articles
446 Documents
PERANCANGAN STADION KLUB PERSIPON PONTIANAK
Edy Haryanto
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1557.034 KB)
Sepakbola telah menadi olahraga nomor satu di Indonesia, Pontianak sebagai salah satu ibukota provinsi yang sedang berkembang juga memiliki tim sepakbola Persipon (Persatuan Sepakbola Indonesia Pontianak) yang sudah berdiri sejak 1970, dengan sejarah prestasi klub yang masih sangat minim, klub ini akhirnya dapat berkembang seiring dengan perkembangan sepakbola di Indonesia yang memupuk semangat masyarakat Pontianak dan Pemerintah Kotamadya untuk memajukan Persipon. Hal ini dibuktikan dengan prestasi Juara 1 Piala Soccer Enthuasiast (SEG) di Kuching Malaysia, dan Juara III divisi satu Liga Indonesia, yang memberi Persipon kesempatan dipromosikan ke Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 2013. Namun hal ini tidak disertai dengan perkembangan fasilitas berupa sarana stadion sepakbola yang memadai. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Sepakbola, pengertian dan standar-standar mengenai Stadion, tinjauan mengenai stadion standar FIFA, serta studi banding beberapa stadion yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Pontianak, perkembangan sepakbola di kota tersebut.. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Green/ramah lingkungan. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
STASIUN MASS RAPID TRANSIT
Anashia Merliana;
Eddy indarto;
satrio nugroho
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (698.496 KB)
Perkembangan kota Jakarta sebagai ibu kota dan pusat perekonomian di Indonesia sudahseharusnya sejajar dengan kota-kota di dunia. Dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi tiaptahunnya, menjadikan kota Jakarta sebagai salah satu kota tersibuk di dunia.Mass Rapid Transit Blok M sebagai salah satu kawasan yang mendukung pengembangan tahap 1
PASAR KOTA REMBANG
Indri Hapsari
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (867.914 KB)
Pasar tradisional merupakan pusat perbelanjaan yang masih diminati banyak orang dari berbagai kalangan ekonomi. Rembang merupakan sebuah Kota kecil dengan rata-rata ekonomi menengah kebawah. Keberadaan pasar tradisional ini sangatlah dibutuhkan bagi masyarakat. Namun sayangnya kondisi pasar tradisional yang ada sudah tidak layak untuk dijadikan tempat transaksi jual beli. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Pasar, pengertian dan standar-standar mengenai perancangan sebuah pasar, fasilitas penunjang pasar, serta studi banding beberapa pasar yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai eksisting Pasar Kota Rembang dan pendekatan mengenai aspek-aspek fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak menggunakan tapak eksisting Pasar Kota Rembang. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
SALON PERAWATAN DAN BENGKEL VARIASI MOBIL DI SEMARANG
Ardhita Bagas;
Eddy Dharmawan;
Abdul Malik
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1630.915 KB)
Dengan makin meningkatnya pertumbuhan jumlah mobil dan minat masyarakat menggunakankendaraan pribadi di Kota Semarang dan kepadatan mobilitas masyarakatnya menyebabkan masyarakat diKota Semarang ini akan semakin membutuhkan sebuah tempat yang menawarkan jasa perawatan mobil.Apalagi dengan mobilitas masyarakat Kota Semarang yang padat menyebabkan pemilik kendaraan pribadimelewatkan perawatan mobil mereka sendiri. Mereka yang tidak memiliki waktu lebih dalam merawat mobilakan menyerahkan perawatan mobil mereka kepada tempat yang khusus memberikan jasa perawatan ini. Kajian diawali dengan mempelajari teknologi, alat, prinsip kerja, dan kontrol alat pada salonperawatan mobil dan bengkel variasi mobil itu sendiri. Di sini dijabarkan mengenai teknologi dan alat yangdigunakan pada sebuah tempat cuci mobil dan salon mobil serta pada prinsip-prinsip kerja standar padasebuah bengkel mobil yang melakukan spesialisasi pada kaki-kaki mobil. Dilakukan juga tinjauan mengenaisegala aktifitas dan fasilitas yang terjadi di dalam area kerja salon perawatan dan bengkel variasi mobiltersebut. Pemilihan lokasi tapak dilakukan dengan melakukan analisa, yaitu dengan mempelajari potensi tapakserta kriteria pemilihan lokasi untuk mendapatkan tapak yang dimaksud. Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Modern, yaitu kesan sederhana tetapimengutamakan fungsi utama sebagai suatu salon perawatan dan bengkel variasi mobil yang ditonjolkan.Konsep modern ini juga diterapkan pada fasilitas yang digunakan pada bangunan ini nantinya. Kesan ArsitekturModern ini juga ditampilkan pada tampilan fasad bangunan yang akan mengambil gubahan massa sebuahbentuk kotak atau kubus.
GERIATRI HOSPITAL KOTA SEMARANG
Fajriyan Saiful;
Bambang Supriyadi;
Hendro Trilistyo
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1396.087 KB)
Kota Semarang merupakan kota yang sedang maju untuk saat ini. Dewasa ini tingkat populasi lansia, baik di Asia hingga seluruh dunia meningkat dengan pesatnya. Dan hal tersebut membutuhkan sebuah penanganan yang cukup serius, dan apabila sampai terabaikan akan mendatangkan masalah yang cukup serius dikemudian hari. Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa jumlah lansia relatif besar, sehingga kebutuhan Rumah Geriatri sangat diperlukan. Dengan dibangunnya Rumah Sakit Geriatri yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan tenaga medis yang handal, akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyajikan layanan kesehatan yang baik sehingga angka kematian akibat penyakit menua berkurang.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah sakit secara umum,rumah sakit Menurut Undang Undang Pemerintah, dan rumah sakit secara khusus yaitu Rumah Sakit Geriatri, serta mempelajari standar-standar mengenai tata ruang dalam Rumah Sakit Geriatri, studi banding beberapa Rumah Sakit Geriatri dan Panti Lansia di Semarang. Mempelajari tentang Arsitektur Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi RSUD Kariadi di Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak di daerah Tembalang yaitu daerah Meteseh Raya. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Geriatri Hospital Kota Semarang”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern, yaitu dengan memadukan unsur tropis dan Green Building agar terlihat sejuk dan lebih menekankan pada konsep bangunan tropis.Di bagian bangunan ada Roof Garden yang merupakan unsur Green Building yang dapat memberikan kesejukan dan ketenangan hati.Desain bangunan di bentuk seperti mikroskop yang memberi icon kesehatan suatu Rumah Sakit.
PUSAT KESENIAN WAYANG ORANG SRIWEDARI DI SURAKARTA
nurul kusumaningrum;
gagoek hardiman;
siti rukayah
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (618.956 KB)
Surakarta merupakan kota di Jawa Tengah yang sarat akan budaya dan memiliki beragam potensi kesenian yang mampu menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara. Dengan slogan pariwisata “Solo The Spirit of Java”, diharapkan kota Solo dapat menjadi pusat pelestarian dan pengembangan kebudayaan Jawa serta menjadi sumber inspirasi bagi daerah-daerah lain yang secara geokultural berada di bawah payung besar kebudayaan Jawa. Salah satu kesenian asli Surakarta adalah Wayang Orang Sriwedar, yaitu seni drama tari yang mengambil cerita Ramayana dan Mahabarata sebagai induk ceritanya. Seni wayang orang merupakan warisan budaya nenek moyang sejak dahulu kala, turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi melalui tradisi. Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, mempengaruhi lunturnya kepedulian dan apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan tradisional wayang orang sebagai warisan luhur budaya bangsa. Pusat Kesenian Wayang Orang Sriwedari tidak hanya sebagai tempat pertunjukan, namun dilengkapi dengan fasilitas yang dapat menunjang kelestarian seni tradisional teater wayang orang dan mengembangkan kesenian tersebut sehingga dapat bersaing dengan seni pertunjukan lainya.
GELANGGANG OLAHRAGA SEPAKBOLA KABUPATEN BEKASI
Aristo Amrullah
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (792.292 KB)
Meningkatnya pamor bidang olahraga khusunya sepakbola di mata masyarakat Indonesia, menuntut terciptanya bibit-bibit atlet untuk tumbuh dan berprestasi lebih baik. Penyediaan fasilitas demi keberlangsungan kontingen atlet untuk tumbuh dan berprestasi lebih baik. Penyediaan fasilitas demi keberlangsungan kontingen atlet sepak bola dari masing-masing daerah perlu ditingkatkan, salah satunya adalah pemenuhan berbagai fasilitas olahraga seperti gelanggang olahraga sepak bola. Gelanggang olahraga (GOR) sepak bola ini merupakan salah satu sarana sebagai tempat untuk membina atlet-atlet sepak bola lokal dalam berprestasi dibidang olahraga. Kajiandiawalidenganmempelajaripengertiandankarakteristikdarigelanggangolahragasepakbola, sertastudi banding beberapagelanggangolahragayang telahadadi Indonesia.Dilakukanjugatinjauanmengenaigelanggangolahragasepakbolayang telahada di kabupatenBekasi.PendekatanperancnganarsitekturaldilakukandengankonsepArsitektur Modern.Selainitudilakukanpendekatanfungsional, kinerja, teknisdankonstekstual. Pemilihantapakdilakukanpada2alternatiflokasidenganmenggunakanmatrikpembobotan. Sebagaikesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, sertagambar-gambar 2 dimensidan 3 dimensisebagaiilustrasidesain.
SMP-SMA ALAM AR-RIDHO SEMARANG
Nur Arif;
edward pandelaki;
atiek suprapti
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1195.808 KB)
Manusia merupakan makhluk Tuhan yang memiliki akal dan budi. Hal tersebut yang mampu membedakan manusia dengan makhluk Tuhan yang lain. Dalam mengembangkan atau mengasah akal dan budinya manusia membutuhkan suatu proses untuk menjadi lebih baik. Proses inilah yang sering disebut dengan belajar. Dalam proses belajar ini dibutuhkan suatu wadah yang khusus bergerak dalam bidang pendidikan. Salah satu bentuk sarana pendidikan adalah sekolah. Sekolah merupakan wadah untuk mendidik masyarakat agar mampu mengembangkan kemampuan dan melatih akal serta budi manusia. Di era saat ini, sekolah memiliki peranan penting dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan konagtif para siswa. Namun pada umumnya sekolah yang ada saat ini memprioritaskan untuk mengembangkan aspek kognitif para siswa saja dalam proses belajar mengajar. Kebanyakan sekolah lebih memprioritaskan evaluasi pada kemampuan akademis semata, karena telah terdapat pedoman penilaian yang jelas dan dapat mudah dipahami oleh orang tua. Padahal untuk menghadapi dunia yang selalu berubah saat ini kemampuan menghafal saja masih dianggap kurang. Ada hal yang lebih penting dari itu yaitu kemampuan dalam memperoleh informasi atau data, memahami, mengelola dan memanfaatkanya agar dapat menjawab tantangan dan memecahkan persoalan kehidupan.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang sekolah alam, pengertian dan standar-standar mengenai fasilitas-fasilitas sekolah alam serta studi banding beberapa sekolah alam yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan fasilitas di kota tersebut . Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep ekologis. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, uraian program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
FASHION DESIGN AND MODELING SCHOOL DI SEMARANG
Permata Widianingrum
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1054.133 KB)
Fashion dan modeling merupakan segala sesuatu dan atribut yang dipakai oleh manusia yang berhubungan dengan mode dan trend yang ada. Mulai dari gaya berpakaian, rambut, dan aksesoris. Semarang merupakan kota yang memiliki potensi untuk mengembangkan dunia mode. Namun, sarana pendidikan mode di Semarang belum mampu memfasilitasi segala kegiatan yang berkaitan dengan dunia mode dan modeling yang memenuhi syarat. Untuk itu, diperlukan sebuah pendidikan mode yang mampu mewadahi segala kebutuhan fashion dan modeling guna mengasah talenta masyarakat dalam bidang fashion dan modeling di Indonesia khusunya di Semarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian mengenai tinjauan fashion, tinjauan modeling, tinjauan pendidikan, tinjauan sekolah, pengertian fashion design and modeling school di Semarang, kurikulum pendidikan fashion dan modeling di Indonesia, serta studi banding beberapa sekolah fashion dan sekolah modeling yang sudah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai kota Semarang, prediksi jumlah siswa 5 tahun mendatang, dan studi besaran ruang. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan tabel pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
RUMAH SAKIT UMUM KELAS C KABUPATEN CIREBON
abu chaerudin
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1230.26 KB)
Kabupaten Cirebon merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang sedang berkembang, sepertiyang tercatat dalam Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon pada tahun 2010 adalah313.692 jiwa semakin padat karena pertumbuhannya setiap tahun berkisar 2 persen. Cepat atau lambatKabupaten Cirebon akan bertambahnya beberapa aktivitas. Seiring dengan bertambahnya penduduk danaktivitas masyarakat yang ada mendorong untuk membuat sarana dan prasarana umum / sarana sosial yangharus diperhatikan dan pembangunannya harus direncanakan secara matang untuk memenuhi akankebutuhan mengenai sarana kesehatan, yang sudah direncanakan dalam RTRW Kabupaten Cirebon denganmenyediakan lahan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit Umum Kelas C. Seperti yang di ungkapkan dalamteori HL. Blum, “Derajat Kesehatan Dipengaruhi oleh empat faktor besar yaitu Lingkungan, Prilaku, PelayananKesehatan dan faktor Keturunan”. (Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten Cirebon 2010, Dinas KesehatanKabupaten Cirebon). Kajian diawali dengan dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rumah SakitUmum terlebih lagi mengenai Rumah Sakit Umum Kelas C. Serta melalui pendekatan program, Prosespendekatan program ini dilakukan untuk mempunyai gambaran secara mendalam tentang analisis besaran,fungsi dan persyaratan ruang dan program arsitektur dalam sebuah bangunan Rumah Sakit Umum Kelas C.pendekatan ini berdasarkan studi litelatur/referensi dan studi banding/survey pada fasilitas yang sejenis. Rumah Sakit Umum Kelas C ini hadir sebagai pusat pelayan kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebonyang rencananya akan diletakan di daerah sekitar Kecamatan Gebang. Diharapkan dapat mengintregasikansegala pelayanan kesehatan masyarakat dengan lebih berkualitas, efisien, efektif, nyaman dan bahkanmenaikkan standar pelayanan yang berkelas namun tidak mahal.