Articles
446 Documents
UNDIP MARINE STATION LABORATORY TERPADU DI KARIMUNJAWA
Tanti Wijayanti
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1175.471 KB)
Penelitian merupakan sebuah kegiatan yang sudah tidak asing lagi di dengar di dunia pendidikan setingkat Perguruan Tinggi. Berbagai bidang memiliki kegiatan penelitian atau Research sebagai bentuk pengembangan terhadap berbagai disiplin ilmu, tidak terkecuali bidang kelautan. Sebuah Marine Station yang masih terdengar asing di Indonesia merupakan salah satu bagian terpenting dalam kegiatan research bidang kelautan. Sebagai salah satu Universitas Negeri yang memiliki Jurusan Ilmu Kelautan dan Oceanografi,Undip dirasa perlu memiliki sebuah Marine Station yang dapat mengakomodasi kegiatan penelitian yang dilakukan baik oleh Mahasiswa dan dosen dari kalangan internal Universitas hingga peneliti di luar kalangan universitas. Fenomena yang ada saat ini, kegiatan penelitian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip banyak dilakukan di Teluk Awur Marine Station Jepara sebagai salah satu Kampus yang berada di Jepara. KarimunJawa dengan keaneragaman hayatinya serta biota lautnya merupakan sebuah tempat yang dapat mengakomodasi kegiatan penelitian. Pengambilan sample di Karimunjawa menuntut peneliti menyebrang dari Jepara ke Karimunjawa untuk sampling dan membawanya kembali ke Jepara untuk di teliti. Selain itu keragaman biota lautnya membuat Karimunjawa memiliki daya Tarik tersendiri terhadap kegiatan pariwisata bawah laut seperti snorkeling,diving dan sebagainya. Sehingga dirasa perlu untuk mengkombinasikan antara kegiatan research dan konservasi dengan rekreasi menjadi sebuah bangunan Marine Station Laboratory Terpadu. Kajian di awali dengan pengkajian teori terhadap pengertian Marine Station dan Laboratory, standar terhadap sebuah bangunan research, studi banding dengan studi literature terhadap bangunan Marine Station yang telah ada. Tinjauan terhadap Karimunjawa , serta aturan zonasi penggunaan lahannya, pencapaian dari dermaga dan bandara Dewandaru menuju tapak. Pendekatan perancangan menggunakan penekanan desain Eko-Arsitektur. Serta dilakukan pendekatan fungsional, kontekstual,kinerja, teknis dan arsitektural. Tapak yang digunakan adalah tapak tersedia yang pada awalnya di rencankan untuk penempatan sebuah laboraturium Undip di Karimunjawa. Sebagai Kesimpulan , luaran program ruang yang di butuhkan serta gambar dua dimensi dan tiga dimensi sebagai ilustrasi desain.
PASAR KLIWON KUDUS DENGAN PENEKANAN DESAIN THOMAS KARSTEN
Alin Pradita Agustin;
Gagoek Hardiman;
Siti Rukayah
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Potensi pasar tradisional di Indonesia sangat besar sebab retribusi dari pasar tradisional cukup besarkontribusinya bagi pendapatan daerah. Akan tetapi perkembangan pasar tradisional tidak mendapat perhatianyang lebih dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kudus merupakan daerah yang memilikipertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Dalam survei pendataan pasar di Kudus tahun 2010, terdapat 23pasar di Kabupaten Kudus. Peran pasar tradisional di Kabupaten Kudus cukup besar, tidak hanya dalammeningkatkan pendapatan daerah, tetapi berperan langsung terhadap pendapatan pekerja maupun pedagang.Keamanan dan kenyamanan menjadi faktor mutlak yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan suatubangunan yang bersifat publik. Thomas Karsten merupakan sosok arsitek pada zaman kolonial Belanda yangdianggap paling unggul karena mampu membangun pasar yang mempertimbangkan kenyamanan pedagangdengan menggunakan pencahayaan dan penghawaan alami. Kajian ini diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai pasar, pasartradisional, standar-standar mengenai pasar, persyaratan khusus pasar sehat, dan studi banding beberapapasar tradisional karya Thomas Karsen. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Pasar Kliwon Kudus danpembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Thomas Karsten. Tapak yang digunakan adalahtapak asli dari Pasar Kliwon Kudus, yang kemudian diperluas sesuai kebutuhan ruang yang ada. Selain itu jugadibahas mengenai penataan massa dan ruang dalam bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitasyang dipakai dalam perancangan “Pasar Kliwon Kudus dengan Penekanan Desain Thomas Karsten”. Konsep perancangan ditekankan pada prinsip Thomas Karsten, dimana prinsip desain ditemukanmelalui penelitian arsitektur kecil yang dilakukan pada pasar-pasar karya Karsten. Konsep desain Karstendiaplikasikan secara eksplisit maupun konseptual dalam perancangan bangunan Pasar Kliwon Kudus.
REDESAIN FASILITAS PENUNJANG SIRKUIT SENTUL, BOGOR (PENEKANAN DESAIN MODERN ARCHITECTURE)
dionisius dionisius;
bambang murtomo;
wijayanti wijayanti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (889.786 KB)
Dunia otomotif merupakan sebuah bidang yang sangat banyak diminati oleh berbagai kalanganbaik secara nasional maupun kalangan internasional. Dunia otomotif berkembang sangat pesat seiring berjalannya waktu, semakin banyak kendaraan-kendaraan yang bermunculan dengan tujuauntuk diperlombakan, maupun dipergunakan untuk kebutuhan komersial. Semakin banyak juga kendaraan yang diperuntukkan sebagai keperluan balap, semakin banyak juga sirkuit-sirkuit yang harus dimiliki, paling tidak untuk membenahi sirkuit-sirkuit yag sudah dimiliki. Kajian diawali dengan mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan standar-standasebuah sirkuit, regulasi-regulasi pengadaan sebuah sirkuit yang memenuhi standar internasional. Mengkaji tentang lokasi eksisting sebuah sirkuit, mencari data-data yang berhubungan dengan eksisting sebuah sirkuit. Serta mengkaji tentang arsitektur modern sebagai acuan desain sebuah bangunan dalam perancangan desain ini. Sebagai kesimpulan, luasan ruang yang diperlukan dalam bentuk program ruang, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA WADUK JATIBARANG DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKOWISATA
Loretta Ernadia;
hermin werdiningsih;
bambang suyono
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (817.481 KB)
Waduk Jatibarang merupakan waduk yang terletak di Semarang, tepatnya dalam wilayah Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati. Pelaksanaan konservasi Sabuk Hijau pada tahap pembangunan Waduk Jatibarang penting untuk menjaga konservasi dan menjaga umur dari waduk. Diharapkan dengan adanya sabuk hijau dapat mengurangi sedimentasi dan meningkatkan suplai air bersih, serta dapat dikembangkan menjadi kawasan pemukiman, perdagangan, pariwisata yang menarik. Untuk memudahkan wilayah kerja sendiri,wilayah sabuk hijau Waduk Jatibarang dibagi menjadi 6 segmen, termasuk segmen 2 yang berfungsi sebagai kawasan wisata. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 – 2031 pasal 120 dijelaskan bahwa pada kawasan Waduk Jatibarang diizinkan untuk menjadi tempat wisata, yang didukung dengan adanya objek wisata Goa Kreo, yang merupakan salah satu wisata alam yang potensial di Semarang, sehingga waduk ini tidak hanya bermanfaat sebagai solusi banjir dan sumber air baku, juga bermanfaat sebagai objek wisata yang potensial. Kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga konservasi dan umur waduk merupakan salah satu aspek yang berperan besar untuk mempertahan kelestarian waduk. Kawasan wisata ini terletak pada daerah konservasi. Kawasan wisata dengan penekanan desain ekowisata merupakan suatu bentuk kawasan wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam, memberi manfaat secara ekonomi kepada masyarakat sekitar, dan tetap mempertahankan budaya.
REDESAIN JAVA DESIGN CENTER SEMARANG
afreda candrasari
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2355.685 KB)
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan roda perekonomian berjalan dengan cepat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2009 – 2013 mencapai rata – rata 5,9 % per tahun yang merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut secara tidak langsung mengundang investor – investor dalam negeri maupun luar negeri untuk menanamkan investasinya di berbagai kota di Indonesia tak terkecuali kota Semarang. Dampak dari pertumbuhan ekonomi Indonesia di kota Semarang sendiri dapat dilihat dari dunia usaha yang ditandai dengan tumbuhnya perusahaan – perusahaan industri besar dan sedang. Fenomena yang terjadi peningkatan perusahaan – perusahaan ini membutuhkan ruang kantor dan fasilitasnya namun terkendala dengan tingginya harga tanah dan pembangunan gedung yang relatif lama, akibatnya perusahaan – perusahaan ini menjadikan kantor sewa sebagai solusi. Kota Semarang sendiri telah memiliki beberapa kantor sewa salah satunya Java Design Center, fenomena permintaan kantor sewa ini meningkatkan jumlah penyewa di Java Design Center namun kondisi kantor belum memadai sehingga perlu melakukan perubahan agar menjadi kantor yang dapat menunjang fasilitas dan kebutuhan kantor sewa. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang kantor sewa, standar-standar mengenai kantor sewa, tinjauan mengenai Java Design Center di Semarang, serta studi banding beberapa kantor sewa yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan kantor sewa di kota tersebut. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep smart building. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Tapak Java Design Center sudah sesuai dengan peruntukkannya yaitu are perkantoran. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BULUTANGKIS DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK
juwita oktaviani;
eddy indarto;
satrio nugroho
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1427.453 KB)
Olahraga termasuk salah satu bidang yang dapat menaikkan citra bangsa di mata dunia, salah satunya Bulutangkis. Kepopuleran olahraga ini dimulai ketika Indonesia berhasil menorehkan tinta emasnya di kejuaraan-kejuaraan olahraga dunia di era tahun 80-an. Dan sampai sekarang, dengan kemenangan atlet Indonesia di ajang Yonex All England Open Badminton Championship 2014, menjadi bukti bahwa PBSI mampu menjaga kejayaan dunia perbulutangkisan. Namun, membina atlet menjadi pemain Pofesional membutuhkan penggojlokan seperti di Pusdiklat, dan kebetulan Semarang tidak mempunyai Pusat Pelatihan, sehingga sulit bersaing dengan daerah lain. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Bulutangkis, pengertian dan standar-standar mengenai GOR Bulutangkis, serta studi banding beberapa Pusdiklat yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, perkembangan Pusdiklat di kota tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan penekanan desain Arsitektur Bioklimatik dengan konsep Taman oleh Garret Eckbo sebagai acuan yang dipilih dalam mengembangkan Pusdiklat Bulutangkis ini. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 2 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
PONDOK PESANTREN ASSALAFIYAH SEMARANG
Muhammad Bahtiar
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.419 KB)
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidika yang kental dengan agama islam. Pondok pesantren memilki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi permasalahan permasalahan global yang terjadi sekarang ini. Potensi pondok pesantren juga dapat dilihat dari sejarahnya, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan memiliki ciri khas ke Indonesiaan. Dan juga jumlah pondok pesantren yang terus meningkat. Pondok pesantren Assalafiyah Semarang merupakan salah satu pondok pesantren di Semarang. Agar mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, Pondok pesantren Assalafiyah merencanakan pengembangan. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian podok pesantren, pengertian dan standar-standar mengenai pondok pesantren, serta studi banding beberapa pondok pesantren yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Pondok pesantren Assalafiyah, kegiatan kegiatan dalam podok pesantren, rencana pengembangan, dan juga pengambilan data yang mendukung. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
RUMAH SUSUN MILIK DI JAKARTA
sevi maulani;
djoko indrosaptono;
resza riskiyanto
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (586.125 KB)
Kebutuhan tempat tinggal merupakan kebutuhan primer manusia. Berbagai macam upaya pemenuhkebutuhan ini terwujud dengan semakin banyaknya proyek-proyek perumahan, rumah susun dan apartemen.Dengan melihat demografi penduduk di Indonesia yang cenderung terpusat di kota-kota besar sebagai efeksentralisasi pemerintahan dan bisnis, kebutuhan rumah di kota-kota besar pun akan sulit ditangani melihatketerbatasan lahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Sejak tahun 2010, Indonesia terus mengalamikekurangan pasokan perumahan yang bisa akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Di sisi lain, tinggal di hunian vertikal dewasa ini juga mulai menjadi trend gaya hidup masyarakatmodern di kota-kota besar dan berkembang. Perlahan paradigma bahwa apartemen atau hunian vertikalhanya untuk kalangan elit sudah mulai berubah dengan banyak munculnya proyek apartemen dengan hargayang cukup variatif berkisar antara ratusan juta hingga milyaran rupiah Kebutuhan tempat tinggal merupakan kebutuhan primer manusia. Berbagai macam upaya pemenuhkebutuhan ini terwujud dengan semakin banyaknya proyek-proyek perumahan, rumah susun dan apartemen.Dengan melihat demografi penduduk di Indonesia yang cenderung terpusat di kota-kota besar sebagai efeksentralisasi pemerintahan dan bisnis, kebutuhan rumah di kota-kota besar pun akan sulit ditangani melihatketerbatasan lahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Sejak tahun 2010, Indonesia terus mengalamikekurangan pasokan perumahan yang bisa akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Di sisi lain, tinggal di hunian vertikal dewasa ini juga mulai menjadi trend gaya hidup masyarakatmodern di kota-kota besar dan berkembang. Perlahan paradigma bahwa apartemen atau hunian vertikalhanya untuk kalangan elit sudah mulai berubah dengan banyak munculnya proyek apartemen dengan hargayang cukup variatif berkisar antara ratusan juta hingga milyaran rupiah
KANTOR IMIGRASI KELAS 1 SEMARANG
bitania dyah;
abdul malik;
sri hartuti
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1916.101 KB)
Sebagai pusat perdagangan, industri, serta sebagai pintu gerbang perekonomian Jawa Tengah, Semarang menjadi salah satu tujuan wilayah transit imigran. Setiap tahunnya lintas imigran semakin tinggi. Kantor Imigrasi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) merupakan perwujudan dari bentuk Instansi Pemerintah yang melayani masyarakat di bidang keimigrasian. Berada langsung dibawah Direktorat Jenderal Imigrasi, keberadaan Kantor Imigrasi Semarang dengan jelas memiliki suatu peran yang sangat penting yaitu sebagai tempat untuk pelayanan Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing. Kondisi eksisting gedung Kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang sendiri saat ini dinilai kurang representatif untuk menunjang kegiatan didalamnya terutama dalam hal pelayanan publik dibidang keimigrasian yang seharusnya lebih transparan. Tidak hanya transparan dalam kegiatan pelayanan publiknya namun seharusnya juga diterapkan dalam tampilan bangunan serta layout ruang didalamnya dengan meningkatkan sarana prasarana yang menunjang agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memperlancar kinerja pelayanan.
GREEN CITY HOTEL DI SEMARANG
Enggar Sasongko;
Wijayanti Wijayanti;
Budi Sudarwanto
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4314.478 KB)
Perkembangan sektor ekonomi di Kota Semarang tak lepas dari lokasi Kota Semarang yang berada pada jalur penghubung dua kota besar di Indonesia yaitu Jakarta dan Surabaya. Kota Semarang yang juga merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah juga mempengaruhi perkembangan sektor ekonomi. Dengan berkembangnya sektor perekonomian di Kota Semarang, maka berdampak juga dengan jumlah kunjungan wisatawan baik untuk tujuan bisnis maupun rekreasi. Dengan bertambahnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang, maka dibutuhkan bangunan komersial yang dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan khususnya dalam hal hunian sementara yaitu hotel. Hotel yang direncanakan merupakan City Hotel karena berlokasi di pusat kota dan dekat dengan area bisnis maupun tempat wisata.Kajian yang dilakukan adalah dengan mempelajari pengertian tentang hotel, pengertian City Hotel, Karakteristik City Hotel, pengelolaan hotel, kebutuhan dan pengelompokkan ruang hotel, dan studi banding beberapa City Hotel di Semarang. Dilakukan juga pembahasan tentang konsep perancangan hotel dengan penekanan desain Green Arsitektur.Lokasi yang digunakan untuk perancangan “Green City Hotel di Semarang” ini berada di pusat kota dan dekat dengan area bisnis dan tempat wisata di Semarang. Tapak yang dipilih berada di Jalan Imam Bonjol Semarang karena berada di pusat kota dan dapat dengan mudah dicapai. Selain itu, tapak ini juga berada di BWK I yang difokuskan untuk perkantoran, perdagangan dan jasa (Perda Kota Semarang No. 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031).Penekanan desain yang diterapkan adalah Green Arsitektur. Prinsip-prinsip dan sifat-sifat bangunan berkonsep Green Arsitektur diterapkan dalam perancangan City Hotel agar dapat mengurangi penggunaan sumber daya yang tidak terbarukan.