cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Maspari Journal
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Maspari Journal diterbitkan sebagai wahana komunikasi ilmiah di bidang kelautan dan perikanan yang mencakup kajian-kajian ekologi dan biologi kelautan, perikanan, akustik kelautan, oseanografi, bioteknologi kelautan, budidaya laut dan konservasi lingkungan kelautan dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
Biopotensi Tumbuhan Mangrove untuk Pencegahan Penyakit Vibrosis pada Udang Windu ., Melki; Soedharma, Dedi; Effendi, Hefni; Mustopa, A. Zaenal
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.912 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1146

Abstract

Ekstrak tiga jenis tumbuhan mangrove (daun, buah, batang dan akar) meliputi tumbuhan mangrove Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, dan Sonneratia alba yang diambil dari Sadai, Bangka Selatan, Bangka Belitung dimana telah diekstraksi dengan pelarut methanol, ethyl acetate dan n-hexane serta telah diuji sebagai antibakteri pada bakteri Vibrio harveyi yaitu patogen udang windu dan uji toksisitas BSLT. Hasil uji antibakteri dari semua bagian tumbuhan mangrove didapatkan bahwa daun dan batang S. alba dengan pelarut metanol lebih potensi yaitu dengan zona hambat yang terbentuk 24±3,78 mm dan 23±3,78 mm. Hasil uji BSLT didapatkan untuk daun S. alba dengan pelarut metanol bersifat toksik sedangkan batang S. alba dengan pelarut metanol bersifat tidak toksik terhadap artemia. Selanjutnya bagian tumbuhan mangrove dianalisa komponen kimianya dengan menggunakan kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis dan kromatografi cair kinerja tinggi dengan detektor PDA. Hasil identifikasi dengan menggunakan kromatografi kolom dengan eluen chloroform: methanol (9:1 sampai 1:9) memberikan hasil pemisahan terbaik, identifikasi dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan eluen chloroform: methanol (9:1 sampai 1:9) memberikan hasil pemisahan terbaik dan identifikasi dengan kromatografi cair kinerja tinggi pada panjang gelombang 200-400 nm menghasilkan bahwa ekstrak tumbuhan mangrove yang berperan sebagai antibakteri dan untuk selanjutnya ekstrak tumbuhan mangrove ini dapat dikembangkan sebagai antibakteri dan biofarmatika.   Kata kunci: ekstrak mangrove, antibakteri, BSLT, kromatografi kolom , kromatografi lapis tipis, dan kromatografi cair kinerja tinggi ABSTRACT Crude extracts of three mangrove species (leaf, fruit, bark and root), i.e. Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, and Sonneratia alba collected from Sadai, South Bangka, Bangka Belitung was extracted  in methanol, ethyl acetate, n-hexane and tested for different range of biological activities including antimicrobial activity of shrimp Vibrio harveyi pathogen and brine shrimp cytotoxic. The overall bioactivity profile showed that, leaf and bark of S. alba methanolic (24±3,78 mm and 23±3,78 mm) exhibited more biopotency. Result by using Brine Shrimp Lethality Test showed that leaf of S. alba methanolic was toxic and bark of S. alba methanolic was not toxic to Artemia. The highly active mangrove was evaluated further to analyze the chemical compounds using column chromatography, thin layer chromatography and high performance liquid chromatography with detector photodiode array (PDA). The identification with column chromatography using chloroform: methanol (9:1 to 1:9) gave the best separation, identification results using thin layer chromatography using chloroform: methanol (9:1 to 1:9) gave the best separation and chromatographic identification results high performance liquid at a wavelength of 200-400 nm showed mangrove extracts might have functional role in bioactivity and can be used for the development of antibacterial and biopharmaceuticals.   Keywords: Mangrove extract, antibacterial activity, brine shrimp cytotoxicity, column    chromatography, TLC, and HPLC
Kandungan Logam Berat Pb dalam Muatan Padatan Tersuspensi dan Terlarut di Perairan Pelabuhan Belawan dan sekitarnya, Provinsi Sumater Utara Grace, Lidya; Ulqodry, Tengku Zia; Putri, Wike Ayu Eka
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.872 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1158

Abstract

The study of Pb content in suspended solid and dissolved in the waters of Belawan Port was conducted on September until October 2009. Analysis of Pb content in suspended solid was measured at Health Clinic Laboratory, North Sumatra and Pb dissolved analyzing was done at the Palembang Research and Industry Standaritation Laboratory in South Sumatra. Pb content in suspended solid at high tide ranged from <0.02 to 0.05 mg / l and at low tide ranged from 0.02 to 0.07 mg / l. The content of dissolved Pb at high tide ranged from 0.235 to 0.676 mg / l and at low tide ranged from 0.287 to 0.748 mg / l. Content of Pb in the waters of Belawan has passed quality standard of the Minister of Environment of Republic Indonesia that means the Harbour area is polluted and improper for drinking water as well as for fish cultivation.   Key words : Pb content, Suspended Solid, Water of Belawan Port     ABSTRAK Penelitian kandungan logam berat Pb dalam Muatan Padatan Tersuspensi dan terlarut di Perairan Pelabuhan Belawan ini dilakukan pada bulan September sampai dengan Oktober 2009 pada saat pasang dan surut. Analisis dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan di Laboratorium Balai Riset dan standardisasi Industri Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Hasil kandungan logam berat Pb dalam Muatan Padatan Tersuspensi saat pasang berkisar antara < 0,02 – 0,05 mg/l dan saat surut berkisar antara 0,02 – 0,07 mg/l. Kandungan logam berat Pb terlarut saat pasang berkisar antara 0,235 – 0,676 mg/l dan saat surut berkisar antara 0,287 – 0,748 mg/l. Kandungan logam berat Pb di Perairan Pelabuhan Belawan sudah melewati batas baku mutu menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 yaitu 0,05 mg/l yang berarti bahwa Perairan Pelabuhan Belawan sudah tercemar dan tidak layak dipergunakan untuk air baku air minum maupun untuk kegiatan pembudidayaan ikan.   Kata Kunci : Kandungan logam berat Pb, Muatan Padatan Tersuspensi, Perairan Pelabuhan Belawan
Faktor konsentrasi Pb, Cd, Cu, Ni, Zn dalam sedimen perairan pesisir Kota Dumai Siregar, Yusni Ikhwan; Edward, Jhon
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.159 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1007

Abstract

Anthropological pollution threat to coastal and marine ecosystems Dumai City is intensifying with the acceleration of industrial development in various sectors. Aquatic ecosystem as a final address pollution supply of land will bear the burden of heavy metal contamination. Has been studied heavy metal concentrations in water, sediment and fish. The research aims to identify the heavy metal pollutants travel on ecosystem components and evaluate the security status of fish as a public consumption. Results showed that bottom sediment has accumulated Pb, Cd, Cu, Ni and Zn as indicated by Factor Concentration (doubling), consecutive 25-27, 13-18, 9-38, 74-93 and 34-162 times the heavy metal body of water. In fish flesh Gulama (Pseudociena amoyensis) undetected Pb, Cd, Cu and Zn, consecutive from 4.07 to 5.52; 0.09 to 0.19; 0.13 to 0.29 and from 5.64 to 7.56 tg / g. This value is still below the safe limit consumption of fish when referring to the standard DG POM.   Keyword: Concetration Factor, heavy metal, sediment   Ancaman pencemaran antropologis terhadap ekosistem pesisir dan laut Kota Dumai semakin meningkat sejalan dengan percepatan pembangunan industri berbagai sektor. Ekosistem perairan sebagai alamat akhir pencemaran daratan akan menanggung beban pasokan cemaran logam berat. Telah dilakukan penelitian konsentrasi logam berat pada badan air, sedimen dan ikan. Penelitian bertujuan menemukenali perjalanan pencemar logam berat pada komponen ekosistem dan mengevaluasi status keamanan ikan sebagai konsumsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen dasar telah mengakumulasi Pb, Cd, Cu, Ni dan Zn yang ditunjukkan dengan Faktor Konsentrasi (pelipatgandaan), berturut turut 25-27, 13-18, 9-38, 74-93 dan 34-162 kali lipat dari logam berat badan air. Pada daging ikan Gulama (Pseudociena amoyensis) terdeteksi Pb, Cd, Cu dan Zn, berturut turut 4,07-5,52; 0,09-0,19; 0,13-0,29 dan 5,64-7,56 µg/g. Nilai ini masih dibawah batas aman konsumsi ikan bila merujuk standar Dirjen POM.   Kata kunci: Factor Konsentrasi, logam berat,  Ikan, sedimen
Studi ketoksikan dinoflagelata spesies Prorocentrum minimum (Dinophyceae) Schiller (Pavillard) ., Rozirwan; Usup, Gires
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.835 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1030

Abstract

This study was carried out to determine the toxicity of the dinoflagellate Prorocentrum minimum species that formed massive blooms in Lido Beach, Johor Bahru in July 2002. Clone cultures were established in ES-DK medium at 26o C under a 14:10 hour light dark cycle. Species toxicity was determined by intra peritoneal (i.p) injection of culture extract into mice. Cultured cell extracts were toxic to mice. The major symptoms were muscular paralysis and diarrhea. However no mouse mortality was observed even after 13 hours.  Extracts of cultured cells were also hemolytic on rabbit red blood cells. Keywords: Dinoflagellate, HAB, Prorocentrum minimum, Red Tide dan Toxicity Kajian dilakukan untuk menentukan ketoksikan dinoflagelata spesies Prorocentrum minimum yang menyebabkan kejadian pasang merah besar-besaran di perairan Pantai Lido, Johor Bahru pada Juli tahun 2002. Kultur klon telah dibuat dalam medium ES-DK pada suhu 26o C dan siklus pencahayaan 14:10 jam terang gelap. Ketoksikan spesies diuji dengan penyuntikan ekstrak kultur secara intra peritoneal (i.p.) terhadap tikus. Hasil pengamatan menunjukan ekstrak sel yang dikultur memberikan pengaruh racun kepada tikus. Gejala utama adalah kejang otot dan menceret/diare. Walau bagaimanapun tidak didapati tikus yang mati setelah dilakukan pengamatan selama 13 jam. Ekstrak toksin spesies ini juga menunjukkan pengaruh hemolitik terhadap eritrosit kelinci. Kata kunci: Dinoflagellata, HAB, Prorocentrum minimum, Red Tide dan Toxicity
Analisis mutu Ikan Tuna selama lepas tangkap Widiastuti, Indah; Putro, Sumpeno
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.58 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1056

Abstract

Indonesia is one of the leading tuna exporters in the world. The total export volume of tuna in 2004 was 94,221 tons valued at US $ 243,937 million However, export of fresh tuna has been hampered by several quality problems, particularly high content of histamine and heavy metals. FDA (Food and Drug Administration) reported that during period of 2001-2005, there were 350 cases of tuna rejections in the US due to the above mentioned problem. Likewise, in recent years, exports of tuna from Indonesia to European Union member countries have been subjected to RASFF (Rapid Alert System for Food and Feed) and export suspension by the European Commission. It is obvious therefore, that efforts to improve post harvest handling are highly imperative. This research was conducted in Pelabuhan Ratu, West Java and Research Center For Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Jakarta. Newly caught tuna were unloaded and transported to Jakarta with proper icing. Quality changes were monitored, including core temperature of fish, pH, K-value (inosine, hipoxantine, IMP, AMP, ADP, ATP), histamine, heavy metal (Hg and Cd), and microbiology. The pH value of fresh tuna samples upon arrival at the laboratory varied between 5.85-6.01. Whereas the K-value and histamine contents were 2.01- 13.74% and 1.28-1.61 mg/100g respectively. Total microbial count and histamine producing bacteria were 102-2.5 x 104 cfu/g and 101-1.99 x 102 cfu/g respectively. Mercury and cadmium content were 0.076-0.501 ppb and 0.052-0.398 ppb respectively.   Keywords : Post Catching, Quality, Tuna     Indonesia adalah salah satu eksportir tuna terkemuka di dunia. Total volume ekspor ikan tuna pada tahun 2004 adalah 94.221 ton senilai US $ 243.937 juta Namun, ekspor tuna segar telah terhambat oleh beberapa masalah kualitas, khususnya yang tinggi kandungan histamin dan logam berat. FDA (Food and Drug Administration) melaporkan bahwa selama periode tahun 2001-2005, ada 350 kasus penolakan tuna di AS karena masalah tersebut di atas. Demikian juga, dalam beberapa tahun terakhir, ekspor tuna dari Indonesia ke negara-negara anggota Uni Eropa telah mengalami RASFF (Rapid Alert System for Food and Feed) dan suspensi ekspor oleh Komisi Eropa. Jelas karena itu, bahwa upaya untuk meningkatkan penanganan pasca panen sangat penting. Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat dan Pusat Penelitian Kelautan dan Perikanan Untuk Pengolahan Produk dan Bioteknologi, Jakarta. Baru menangkap ikan tuna yang dibongkar dan diangkut ke Jakarta dengan icing yang tepat. Kualitas perubahan dimonitor, termasuk suhu inti dari ikan, pH, K-nilai (inosine, hipoxantine, IMP, AMP, ADP, ATP), histamin, logam berat (Hg dan Cd), dan mikrobiologi. Nilai pH sampel tuna segar pada saat kedatangan di laboratorium bervariasi antara 5,85-6,01. Sedangkan nilai-K dan isi histamin adalah 2,01-13,74% dan 1,28-1,61 mg/100g masing. menghitung mikroba bakteri penghasil histamin adalah Total dan 102-2,5 x 104 cfu / g dan 101-1,99 x 102 cfu / g masing-masing. Mercury dan konten cadmium adalah 0,076-0,501 ppb dan 0,052-0,398 ppb masing. Kata kunci: Kualitas, Pos Penangkapan, Tuna
Pencemaran bahan organik di Muara Sungai Batang Arau Padang Sumatera Barat Putri, Wike AE
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.706 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1059

Abstract

Batang Arau River and Muara Padang has many activities of human being such as agriculture, resident, hospital and anchorage. At the end, this condition will disturb biota lifecycle and environment esthetics. In fact, goverment of Padang Town has planned Muara Padang as a center of tourism in Padang. The purpose of this research is to find information about organic pollutant at Muara Padang. The water quality parameter analysis (COD) indicated that Batang Arau Rives (Station 1 and 2) was polluted by organic pollutant because not suitable with waters quality standard (Base on Kepmen No. 51/MENLH/2004 and PP RI No. 82 2001). Water quality at estuaries and sea area (Station 3,4,5,6 and 7) still good and supported of life organisms in this area.   Keywords: Batang Arau Rives, Estuary, Organic Pollutant, Padang and Water Quality     Batang Arau Sungai dan Muara Padang memiliki banyak aktivitas manusia seperti pertanian, penduduk, rumah sakit dan pelabuhan. Pada akhirnya, kondisi ini akan mengganggu siklus hidup biota dan estetika lingkungan. Bahkan, pemerintah Kota Padang telah direncanakan Muara Padang sebagai pusat pariwisata di Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari informasi tentang polutan organik di Muara Padang. Kualitas air parameter analisis (COD) menunjukkan bahwa Batang Arau Rives (Stasiun 1 dan 2) sudah tercemar oleh polutan organik karena tidak sesuai dengan standar mutu perairan (Berdasarkan Kepmen No 51/MENLH/2004 dan PP RI No 82 2001) . Kualitas air di daerah muara dan laut (Stasiun 3,4,5,6 dan 7) masih baik dan didukung organisme hidup di daerah ini. Kata kunci: Rives Batang Arau, Muara, Polutan Organik, Padang dan Kualitas Air
Kemiringan dinding perangkap Jodang (Slope of Jodang Trap Wall) Puspito, Gondo
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.432 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1067

Abstract

This research tried to test 3 slopes of jodang trap wall which were usually used by Palabuhanratu fishermen. The objective was to obtain slope of trap wall that selective to babylon snails size. The wall could be passed only by snails with shell length of p ³ 4.27 cm. In this research, 9 traps with slope of 30, 40 and 50o were operated in Palabuhanratu waters. Fishing operations were done 10 times with 3 hours soaking time for each fishing operation. Result showed that slope of jodang trap wall of 50o was more selective than the other two jodang traps. It caught 29.11% of snails with shell length of p ³ 4.27 cm. While, slope of a =40 and a =30o were 19.42% and 10.41% of total catch of babylon snails. Key words: Slope and jodang trap wall   Penelitian ini mencoba menguji 3 kemiringan dinding perangkap jodang yang biasa digunakan oleh nelayan Palabuhanratu. Tujuannya untuk mendapatkan sudut kemiringan dinding perangkap yang selektif terhadap ukuran keong macan. Dinding perangkap hanya dapat dilalui oleh keong dengan panjang cangkang p ³ 4,27 cm. Dalam penelitian ini, 9 perangkap dengan sudut kemiringan a = 30, 40 dan 50o dioperasikan di perairan Palabuhanratu. Operasi penangkapan dilakukan sebanyak 10 kali dengan waktu perendaman 3 jam per operasi penangkapan. Hasilnya menunjukkan bahwa a = 50o lebih selektif dibandingkan dengan kedua sudut kemiringan dinding lainnya. Sudut kemiringan ini menangkap 29,11% keong dengan panjang cangkang p ³ 4,27 cm. Adapun sudut kemiringan a = 40o dan a = 30o adalah 19,42% dan 10,41% dari total tangkapan keong macan.   Kata kunci: Sudut kemiringan dan dinding perangkap jodang
Pengaruh logam timbal (pb) terhadap jaringan hati ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) Triadayani, Ade Elha; Aryawaty, Riris; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.625 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1078

Abstract

This research was conducted on June-July 2009. The aim of this research is to know condition of liver’s grace Kelly fish (Cromileptes altivelis) caused by lead (Pb). The total of animal which was used in this research are 20 fish which are 5 fish in each condition. This research used a treatment which concentrations are 0 ppm, 0.05 ppm, 0.10 ppm and 0.15 ppm. The picture of liver’s fish tissue was achieved by using histology preparat, using paraffin method and coloring haematoksilin and eosin. The result of this research showed toxic effect of grace kelly fish, there are damage of liver such as fat degeneracy, hidrofik degeneracy, hemoragy, kongesty and hepatitis necrosis. Based on this result, could be gotten the conclusion that lead can influenced structure of liver’s grace Kelly fish which cause damage for the low until high level. . Keywords : Grace Kelly Fish, Histology, Liver, Metal Pb   Penelitian ini dilakukan pada Juni sampai Juli 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hati ikan kerapu bebek akibat adanya logam timbal (Pb). Jumlah hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 ekor dimana terdapat 5 ekor untuk setiap perlakuan. Terdapat 4 perlakuan dengan konsentrasi 0 ppm (kontrol), 0,05 ppm, 0,1 ppm dan 0,15 ppm. Gambaran jaringan hati ikan diperoleh dengan melakukan pembuatan preparat histologi, menggunakan metode parafin dan pewarnaan haematoksilin dan eosin. Hasil penelitian menunjukkan efek toksik timbal terhadap ikan kerapu bebek, yaitu dengan adanya kerusakan pada sel hati berupa degenerasi melemak, degenerasi hidrofik, hemoragi, kongesti dan nekrosis hepatitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam timbal (Pb) berpengaruh terhadap struktur jaringan hati ikan kerapu bebek yaitu dapat menyebabkan kerusakan pada tingkat ringan sampai berat.   Kata Kunci : Hati, Histologi, Ikan Kerapu Bebek, Logam Timbal
Simulasi pemodelan arus pasang surut di kolam Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menggunakan perangkat lunak SMS 8.1 (Surface-water Modeling System 8.1) ., Mawarda; Kurniawaty, Netty; Ulqodry, Tengku Zia
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.693 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1081

Abstract

This research was conducted during June to Oktober in Tanjung Priok Port and in the Hydro-oceanography Department, Indonesian-Navy, Ancol, North Jakarta. The Model simulation was carried out by using the model of ADCIRD-2D, Surface Water Modeling System 8,1 to know the pattern of the tidal current at east season and the transitional II season. The results of this research showed that the type of tide in Tanjung Priok Port was diurnal tide with the value of formzhal 4,55. The conditions of the tidal curent in outside waters pond of the Tanjung Priok port in the east season and the transitional II season were similar same, when the flood moved entering the port pond and when the ebb moved outside the port pond. The maximum speed tide at Transitional II Season was taking place when MSL was going to high tide and MSL was going to low tide. The minimum speed tide was happening when the high and low tide conditions.   Keywords: Modelling Simulation, SMS 8.1, Tanjung Priok Port, Tidal current   Penelitian ini di lakukan pada Bulan Juni – Oktober 2009 di Perairan Kolam Pelabuhan Tanjung dan di Dinas Hidro-Oseanografi TNI-AL Ancol, Jakarta Utara. Simulasi pemodelan dilakukan dengan menggunakan model ADCIRD-2D, Surface Water Modelling System 8.1 untuk mengetahui pola arus pasut pada musim timur dan musim peralihan II, serta kecepatan maksimum dan minimum arus pasut pada musim peralihan II. Hasil penelitian ini menunjukkan tipe pasang surut di kolam pelabuhan Tanjung Priok yaitu harian tunggal dengan nilai bilangan formzhal 4.55. Kondisi arus di Perairan kolam pelabuhan Tanjung Priok pada musim timur dan musim peralihan II sama, yaitu saat pasang arus bergerak masuk ke kolam pelabuhan dan pada saat surut arus bergerak ke luar kolam pelabuhan. Kecepatan arus pasut maksimum pada musim peralihan II terjadi pada saat MSL menuju pasang tertinggi dan MSL menuju surut terendah pasang purnama. Kecepatan arus minimum terjadi pada kondisi pasang tertinggi dan surut terendah.   Kata kunci: Simulasi Pemodelan, SMS 8.1, Tanjung Priok Port and Tidal current
Struktur Komunitas Makrozoobentos di Estuaria Kuala Sugihan Provinsi Sumatera Selatan Irmawan, Rizky Nurul; Zulkifli, Hilda; Hendri, Muhammad
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.481 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1086

Abstract

Researches on the spatial distribution of sediment characteristics and community structure of macrozoobenthos have been executed on November 17th to 20th 2009 in Kuala Sugihan estuaries. The purpose of this study is, to measure water quality, study the spatial distribution of sediment characteristics, knowing the structure of macrozoobenthos communities and study the spatial distribution of macrozoobenthos in estuaries Kuala Sugihan. Data analysis was done of macrozoobenthos community structure analysis performed by determining the value of diversity index (H'), uniformity index (E) and dominance index (C) species. The research that physical-chemical water parameters measured showed values that are still at the threshold quality standard that allowed for marine life (KLH Ministerial Decree No. 51 of 2004). Caracteristics (physics-chemistry) in estuarine sediments Kuala Sugihan showed that sediment texture of clay to the clay berliat and dusty clay is a suitable habitat for life and affect the density of macrozoobenthos and species composition of each observation station. Macrozoobenthos found in estuarine waters of Kuala Sugihan as many as 21 species included in four classes Polychaeta (nine species), gastropods (nine species), Bivalvia (2 species) and crustaceans (one species). Diversity index (H') at the study sites were the highest 3.238. Station 1 is located on the inside of the mouth is found only one type of spatial Polychaeta.   Keywords: Kuala Sugihan Estuarine and Makrozoobenthos Penelitian mengenai struktur komunitas makrozoobentos telah dilaksanakan pada tanggal 17-20 November 2009 di estuaria Kuala Sugihan. Tujuan penelitian ini yaitu, mengukur kualitas perairan, mengukur kualitas sedimen dan mengetahui struktur komunitas makrozoobentos dan mempelajari sebaran spasial makrozoobentos di estuaria Kuala Sugihan. Analisis data yang dilakukan yaitu analisa struktur komunitas makrozoobentos dilakukan dengan menentukan nilai indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E) dan indeks Dominansi (C) spesies. Hasil penenlitian bahwa parameter fisika-kimia air yang terukur menunjukkan nilai-nilai yang masih berada pada ambang batas baku mutu yang diperbolehkan bagi kehidupan biota laut (Kepmen KLH No. 51 Tahun 2004). Karakteristik (fisika-kimia) sedimen di estuaria Kuala Sugihan menunjukkan bahwa tektur sedimennya berupa lempung ke arah lempung berliat dan lempung berdebu merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan makrozoobentos dan berpengaruh kepada kepadatan serta komposisi jenis dari setiap stasiun pengamatanMakrozoobentos yang ditemukan di perairan estuaria Kuala Sugihan sebanyak 21 jenis yang termasuk di dalam 4 kelas yaitu Polychaeta (9 jenis), Gastropoda (9 jenis), Bivalvia (2 jenis) dan Crustacea (1 jenis). Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) pada lokasi penelitian yang tertinggi yaitu 3,238 dan yang terendah yaitu 0. Stasiun 1 yang berada di bagian dalam muara hanya ditemukan satu jenis dari kelas Polychaeta.   Kata kunci : Estuaria Kuala Sugihan dan makrozoobentos

Page 2 of 22 | Total Record : 214