cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2014)" : 9 Documents clear
PENENTUAN KRITERIA PEMILIHAN PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA DI BIDANG PERKERETAAPIAN INDONESIA Herman .; Wimpy Santosa; Ade Sjafruddin
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.1372.%p

Abstract

Rail transportation is a mass transportation mode which needs high investment. Conventionally railway operation financing comes from government funds. However, the current financing of railway operation can come from the private sector. This is in line with Law No. 23 of 2007 stating that the private sector can play a role in railway operation, there should be a separation between the role of the regulator and the operator, and the elimination of monopoly in railway operations. The railway operations offered to the private sector could be through Public Private Partnership (PPP) scheme, which needs a set of criteria so that the project could benefit the government as well as the private parties. This study aims to develop criteria to be used as the base for decision making in the selection of PPP projects in the field of railways. These criteria are divided into two groups namely Must Criteria (Kriteria Utama) and Want Criteria (Kriteria Tambahan). The data used were obtained from interview involving some respondents The results show that the criteria for the selection of PPP consists of  30 sub-criteria including Must Criteria, 16 sub-criteria including Want Criteria, and 4 sub-criteria that do not belong to any of those groups. Kereta api adalah suatu moda transportasi masal yang penyelenggaraannya memerlukan investasi yang besar. Secara konvensional pembiayaan penyelenggaraan perkeretaapian bersumber dari dana pemerintah. Tetapi saat ini pembiayaan penyelenggaraan perkeretaapian dapat bersumber dari pihak swasta. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2007, yang menyatakan bahwa swasta dapat berperan dalam penyelenggaraan perkeretaapian serta adanya pemisahan antara peran regulator dan peran operator dan penghapusan monopoli dalam penyelenggaraan perkeretaapian. Penyelenggaraan perkeretaapian yang ditawarkan ke pihak swasta dapat melalui skhema Kerjasama Pemerintah Swasta, yang membutuhkan seperangkat kriteria sehingga kerjasama tersebut dapat menguntungkan pihak pemerintah maupun pihak swasta. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kriteria yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pemilihan proyek Kerjasama Pemerintah Swasta di bidang perkeretaapian. Kriteria-kriteria tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kriteria Utama dan Kriteria Tambahan. Data yang digunakan diperoleh dari wawancara dengan sejumlah responden. Dari penelitian ini diperoleh kriteria untuk pemilihan proyek KPS adalah 30 subkriteria yang termasuk kelompok Kriteria Utama, 16 subkriteria yang termasuk kelompok Kriteria Tambahan, dan 4 subkriteria yang tidak termasuk keduanya yang dapat digunakan sebagai kriteria pemilihan proyek Kerjasama Pemerintah Swasta.
RISIKO KETERLAMBATAN PROGRES FISIK TERHADAP MUTU PELAKSANAAN JALAN NASIONAL DI PROVINSI SULAWESI UTARA Rai Fraja Nofvandro; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.499 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.1369.%p

Abstract

Physical progress delay affects the quality performance of national road construction. Factors causing the delay are very complex related to quality, human resource, material, equipment, construction method, and project control and management. This study aims to identify and analyze the risks of delays and its effect to road construction quality performance. The methods of risk analysis are modified Importance Performance Analysis (IPA) and Structural Equation Modeling (SEM). The result shows that factors that cause delays and have significant risk and effect on quality deviation are: (1) improper technology, (2) wrong construction methods, (3) improper material quality, (4) infeasible of heavy equipment function, (5) deficient specifications and shop drawings, (6) incompleteness planning documents, (7) lack of control, (8) inadequate project administration, (9) low competency of personnel, and (10) deficient contract. Keterlambatan progres fisik di lapangan berpengaruh terhadap capaian mutu pelaksanaan jalan nasional. Faktor-faktor penyebab keterlambatan tersebut sangat kompleks berkaitan dengan mutu Sumber Daya Manusia, material, peralatan, metode kerja, serta pengendalian dan manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko akibat keterlambatan progres fisik dan pegaruhnya terhadap mutu pelaksanaan konstruksi jalan. Analisis risiko tersebut menggunakan metode Importance Performance Analysis yang dimodifikasi dan Structural Equation Modelling. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab keterlambatan yang memiliki risiko signifikan dan berpengaruh terhadap penyimpangan mutu pelaksanaan jalan nasional adalah: (1) ketidaktepatan teknologi pelaksanaan proyek, (2) kesalahan metode kerja, (3) ketidaktepatan kualitas material, (4) ketidaklaikan fungsi peralatan berat, (5) defisiensi spesifikasi dan gambar kerja, (6) ketidaklengkapan dokumen perencanaan, (7) pengendalian proyek yang kurang memadai, (8) ketidaktepatan pelaksanaan manajemen proyek, (9) kompetensi tenaga kerja yang rendah, dan (10) defisiensi kontrak.
PERMASALAHAN DAN PENGEMBANGAN ANGKUTAN UMUM DI KOTA SURABAYA Ari Widayanti; Soeparno .; Bhertin Karunia
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.965 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.1374.%p

Abstract

Public transport is very important to support community activities. Problems that occur on public transport in the City of Surabaya are the condition of the fleet, infrastructure, passengers, regulators, and operators, including the driver and the company. Collecting data in this study is done by on-board and off-board surveys, interviews, and questionnaires. Data were analyzed using fish bone and descriptive analysis. Fleet operating conditions show that the frequency of the service is not good, the average headway is greater than 10 minutes, and a low load factor. Reasons for selecting the mode that mentioned most by AC bus users are facilities, safety, and cleanliness. As for the economic bus users, the reasons to select the bus are directly to the destination, inexpensive, and adequate bus driver behavior. To accommodate the needs of the user groups some improvements are needed to the operating fleet, service system, as well as operational and financial management by integrating all existing interests. Angkutan umum sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat. Masalah yang terjadi pada angkutan umum di Kota Surabaya adalah kondisi armada, infrastruktur atau prasarana, penumpang, regulator, dan operator, termasuk sopir dan perusahaan. Pengumpulan data pada studi ini dilakukan dengan cara on-board dan off-board survey, wawancara, dan kuesionair. Data kemudian dianalisis menggunakan metode fish bone dan analisis deskriptif. Kondisi operasional armada menunjukkan frekuensi layanan yang kurang baik, waktu antara rata-rata lebih besar dari 10 menit, dan load factor yang rendah. Alasan pemilihan moda yang paling diperhatikan penumpang pengguna Bis AC adalah fasilitas, keamanan, dan kebersihan. Sedangkan bagi pengguna bis ekonomi adalah langsung ke tempat tujuan, murah, dan pelayanan sopir yang memadai. Untuk mengakomodasi kebutuhan kedua kelompok pengguna tersebut diperlukan  perbaikan-perbaikan terhadap armada yang beroperasi, sistem pelayanan, serta manajemen operasional dan keuangan dengan mengintegrasikan semua kepentingan yang ada.
PENGARUH ALOKASI WAKTU TERHADAP PERILAKU PERJALANAN RUMAH TANGGA PENGGUNA SEPEDA MOTOR DI PUSAT KOTA SEMARANG Okto Risdianto Manullang; Ibnu Syabri; Ofyar Z. Tamin; Ade Sjafruddin
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.536 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.1370.%p

Abstract

Downtown area is the area that located in the central of a city with a relatively close distance to the location of the activity and existing facilities and it is served by public transportation service, so that the number of private vehicles uses can be reduced. However, those conditions are not found in the downtown area of Semarang, where the number of motorcycle uses is high. That phenomenon needs to be observed from household scale as the main actors of trips. This study aims to investigate motor cycle travel behavior of households living in the downtowns area of Semarang. Based on the results it is found that husband and wife have different travel behavior along with their role in the household. Husbands have more trips related to work activities while wives have more trips related to household activities. Moreover, household travel behavior is different during weekdays and weekend. Variable which has the most influence on travel behavior in weekdays is daily activity that is accompany family members, while variables which have the most influence on travel behavior in weekend are non-daily activities such as recreation and visiting relatives. Pusat kota adalah kawasan yang menempati lokasi sentral dengan jarak relatif dekat dengan lokasi aktivitas serta fasilitas yang ada dan dapat diakses dengan jaringan pelayanan angkutan umum sehingga angka penggunaan kendaraan pribadi, khususnya bagi penduduk yang tinggal di dalamnya, dapat dikurangi. Namun kondisi tersebut tidak terjadi di pusat Kota Semarang karena angka penggunaan sepeda motor di sini cenderung tinggi. Fenomena tersebut perlu dicermati pada skala paling kecil, yaitu rumah tangga sebagai pelaku utama pergerakan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor yang tinggal di kawasan pusat Kota Semarang. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pasangan suami dan istri memiliki perilaku perjalanan yang berbeda dalam melakukan aktivitas rumah tangga. Pergerakan suami lebih banyak dilakukan untuk kegiatan bekerja sedangkan istri lebih banyak berperan dalam aktivitas rumah tangga. Selain itu perilaku perjalanan rumah tangga pada hari kerja dan pada akhir pekan juga berbeda. Variabel yang paling mempengaruhi perilaku perjalanan pada hari kerja adalah aktivitas harian, yaitu mengantar anggota keluarga, sedangkan variable yang paling mempengaruhi pada akhir pekan adalah aktivitas non-harian, seperti rekreasi, jalan-jalan dan mengunjungi kerabat.
KARAKTERISTIK POLA PERJALANAN DI KOTA YOGYAKARTA J. Dwijoko Ansusanto; Sigit Priyanto; Ahmad Munawar; Bambang Hari Wibisono
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.585 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.1375.%p

Abstract

Yogyakarta has special transportation characteristics. Travel patterns in urban areas in Yogyakarta were determined by the urban population characteristics in Yogyakarta City. The spread of work places or school locations that are far away from the residential areas tend to generate transportation problems. Every day, many trips to work and school locations have to pass the city center which impact urban roads. This study aims to analyze the trip pattern in the City of Yogyakarta. The results show that motor cycles are the most transportation mode used by the travelers. It is also found that the majority of vehicles are used by a single traveler. Yogyakarta memiliki karakteristik khusus transportasi. Pola perjalanan di daerah perkotaan di Yogyakarta ditentukan oleh karakteristik populasi perkotaan di Kota Yogyakarta. Penyebaran lokasi tempat kerja atau sekolah yang terletak jauh dari tempat tinggal cenderung menghasilkan masalah transportasi. Setiap hari, banyak gerakan yang dilakukan untuk pekerjaan dan sekolah melintasi pusat kota yang berdampak ke jalan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pergerakan di Kota Yogyakarta. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa sepeda motor merupakan moda transportasi yang paling banyak digunakan. Selain itu mayoritas kendaraan hanya digunakan oleh satu orang pelaku perjalanan...
Cover Kulit dan Daftar Isi 14-1 Cover Daftar Isi
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.934 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.2398.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 14-1
KOORDINASI SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG KENTUNGAN-SIMPANG MONJALI YOGYAKARTA Fitria Purnayanti Cahyaningrum; Ahmad Munawar
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.872 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.1371.%p

Abstract

Two signalized intersections in Yogyakarta which began to experience traffic congestion problems are Kentungan and Monjali signalized intersections, located in the North Ring Road. The vehicles always stop at the intersection because they always get red signal. The data used in this study were collected by direct surveys, including vehicles volume, vehicles speed, signal time, and the geometric of both intersections. The data were then used to get the most saturated existing condition which becomes a reference in the determination of new cycle time and green phase distribution under optimal condition based on the signal coordination theory. From the analysis it was found that both intersections were not coordinated yet. From eleven scenarios, it was found that the new cycle time is 130 seconds with offset time for both directions is 70.93 seconds for both directions. Bandwidth obtained by coordination diagram is equal to 37 seconds for East direction and 32 seconds for West direction. Kedua simpang bersinyal di Yogyakarta yang mulai tidak terlepas dari masalah kemacetan adalah Simpang Kentungan dan Simpang Monjali, yang terletak pada Jalan Ring Road Utara. Permasalahan yang seringkali terjadi adalah kendaraan harus selalu berhenti pada tiap simpang karena selalu mendapat sinyal merah. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung, yang meliputi volume kendaraan, kecepatan tempuh kendaraan di kedua ruas, waktu sinyal, dan geometrik simpang. Data yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan kondisi eksisting terjenuh yang akan menjadi acuan dalam merencanakan waktu siklus baru dan pembagian fase hijau yang paling optimal dengan memperhatikan teori koordinasi. Dari hasil analisis diketahui bahwa kedua simpang belum terkoordinasi. Dari sebelas alternatif perencanaan didapat waktu siklus baru sebesar 130 detik dengan waktu offset sebesar 70,93 detik untuk kedua arah. Berdasarkan diagram koordinasi didapat bandwidth sebesar 37 detik untuk arah dari Timur dan 32 detik untuk arah Barat.
KUALITAS PELAYANAN HALTE TRANS METRO BANDUNG Hansen Samuel Arberto Gultom; Tri Basuki Joewono
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.295 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.1376.%p

Abstract

One important aspect of the quality of Trans Metro Bandung (TMB) is a stop (shelter). Analysis of service quality of a shelter is important because it is directly felt by the users. The purpose of this study is to analyze the level of importance and satisfaction of the shelter of TMB. The data used in this study is primary data. Results of analysis show that there is no significant difference of the respondents’ assessment for each aspect of quality of the shelter, both for the level of importance and satisfaction. The results also show that aspects with high level of importance did not experience as satisfaction. This study shows that there are several components perceived as importance but not satisfactory, which needs improvement or development, namely the cleanliness of bus stops, support facilities around the bus stops, and platform. Salah satu aspek penting layanan Trans Metro Bandung (TMB) adalah tempat pemberhentian (halte). Analisis tentang kualitas pelayanan sebuah halte penting untuk dilakukan dilakukan karena secara langsung dirasakan oleh pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan masyarakat terhadap halte TMB. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer. Dari analisis yang dilakukan diketahui bahwa tidak ada perbedaan nyata penilaian responden terhadap dua belas aspek kualitas halte, baik untuk tingkat kepentingan maupun tingkat kepuasan. Hasil analisis menunjukkan pula bahwa tingkat kepentingan yang tinggi tidak diikuti oleh tingkat kepuasan yang tinggi juga. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen halte yang menurut persepsi masyarakat penting tetapi tidak memuaskan dan membutuhkan perbaikan atau pengembangan, yaitu kebersihan halte, fasilitas pendukung di sekitar halte, dan tangga halte.
IDENTIFIKASI TINGKAT KERAWANAN BANDAR UDARA DI INDONESIA Ari Sandhyavitri; Tri Tjahjono; Alfa Roby Khairumusa
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.24 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.1373.%p

Abstract

The first priority in the airport business area is safety because the risks of fatality and death rates causing aircraft accidents are higher compared to those of other transportation modes. There is a need to investigate the rate of hazardous airports in Indonesia using a combination of Empirical Bayesian and Regression by calculating of their safety indicators. Based on the analyses it was identified that the overall safety rate of airports in Indonesia was 2,502 events per 100 thousand aircraft movements and this was classified as Safe/Regulated Systems. There was also identified 10 airports considered as hazardous ones, based on the deviation values from the largest to the smallest, namely Wamena, Hasanuddin, Polonia, Juanda, Soekarno-Hatta, Sultan Syarif Kasim II, Sepinggan, Abdul Rahman Saleh, Hang Nadim, and Depati Amir, respectively. Keselamatan Penerbangan merupakan hal serius karena risiko kematian yang diakibatkan oleh suatu peristiwa kecelakaan pesawat udara relatif tinggi dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Penelitian ini bertujuan menentukan indikator keselamatan penerbangan suatu bandar udara berdasarkan ketentuan International Civil Aviation Organization dan melakukan analisis tingkat kerawanan bandar udara di Indonesia. Penentuan tingkat kerawanan bandar udara dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi Emperical Bayesian (EB) dan Regression. Dari analisis yang dilakukan diperoleh tingkat keselamatan penerbangan di bandar udara Indonesia adalah 2.502 kejadian untuk tiap 100 ribu siklus penerbangan atau events dan diklasifikasi sebagai Safe/Regulated Systems. Tingkat kerawanan 10 (sepuluh) bandar udara, disusun berdasarkan nilai devisasi yang terbesar sampai yang terkecil, adalah Wamena, Hasanuddin, Polonia, Juanda, Soekarno-Hatta, Sultan Syarif Kasim II, Sepinggan, Abdul Rahman Saleh, Hang Nadim, dan Depati Amir.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue