cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
PENGEMBANGAN METODE PREDIKSI PROBABILITAS KECELAKAAN PADA SUATU RUAS JALAN ANTARKOTA BERDASARKAN KONDISI GEOMETRIK JALAN DAN KARAKTERISTIK LALU LINTAS Fransiska Idalin; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.333 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i2.3044.145-152

Abstract

Abstract Accident data is very important to figure out the number of accidents that occur on the road segment in some periods of time. If accident data is not available, another method is needed to determine the frequency of accidents, with the frequency of accidents replaced by a prediction of accident probability. Based on the literatures, it is found that the predictions of accident probabilities can be done based on the geometric conditions of the road and traffic characteristics. The probability values are obtained from the calculation of the percentage of the total score on the location of the road. The score is given based on the magnitude of the existing condition deficiency against the specified standard or criteria, with a score of 1 for conditions that are in accordance with the standard, while a score of 5 for the conditions that are not in accordance with the standards. Predictor parameters for 2 lane 2 ways undivided rural road are lane width (m), lane widening on curve, shoulder width, shoulder type, stopping sight distance, passing sight distance, radius of curve, maximum superelevation, tangent length between 2 curves, the present of transition curve, curve radius ratio of 2 adjacent curves, maximum length of tangent, grade (%), maximum length of grade, side slope, clear zones, hazards type, lighting, signings and markings, driveways density (number/km), proportion of heavy vehicles (%), volume of pedestrians (person/day), special alignment combinations and the differences between operating speed (V85) and speed limit (Vlimit). From this method would be generated 5 accident probabilities categories which are “very small”, “small”, “medium”, “big” and “very big”. Keywords: traffic accident, accidents frequency, accident probability, road geometric  Abstrak Data kecelakaan sangat penting untuk mengetahui jumlah kecelakaan yang terjadi pada segmen jalan untuk jangka waktu tertentu. Jika data kecelakaan tidak tersedia, diperlukan metode lain untuk mengetahui frekuensi kecelakaan, dengan frekuensi kecelakaan digantikan dengan perkiraan probabilitas kecelakaan. Berdasarkan literatur diperoleh bahwa prediksi probabilitas kecelakaan dapat dilakukan berdasarkan kondisi geometrik jalan dan karakteristik lalu lintas. Nilai probabilitas diperoleh dari hasil perhitungan persentase total skor pada lokasi ruas jalan. Pemberian skor dilakukan berdasarkan besarnya defisiensi kondisi eksisting terhadap standar atau kriteria yang ditentukan, dengan skor 1 untuk kondisi yang sesuai standar, sedangkan skor 5 untuk kondisi yang paling tidak sesuai standar. Parameter predictor adalah lebar lajur, pelebaran lajur pada tikungan, lebar bahu, tipe bahu, jarak pandang henti, jarak pandang mendahului, jari-jari tikungan, super-elevasi maksimum, panjang tangent di antara 2 tikungan, keberadaan lengkung peralihan, rasio jari-jari 2 tikungan berdekatan, panjang tangent maksimum, kelandaian (%), panjang landai, side slope, clear zone (m), jenis hazard, penerangan jalan, rambu dan marka jalan, driveways density (jumlah/km), proporsi kendaraan berat (%), volume pejalan kaki (orang/hari), kombinasi alinyemen khusus, serta selisih kecepatan operasional (V85)dari Vlimit. Dihasilkan 5 katagori probabilitas, yaitu “sangat kecil”, “kecil”, “sedang”, “besar”, dan “sangat besar”. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, frekuensi kecelakaan, probabilitas kecelakaan, geometrik jalan
Cover Kulit dan Daftar Isi 14-3 Cover Daftar Isi
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 3 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.918 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i3.2396.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 14-3
PERSEPSI TENTANG PENGALAMAN NEGATIF PENGGUNA ANGKUTAN PUBLIK PERKOTAAN Dita Rachmatia; Tri Basuki Joewono
Jurnal Transportasi Vol. 9 No. 2 (2009)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.698 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v9i2.357.%p

Abstract

The service quality of public transportation in several cities in Indonesia has not fulfilled the expectation yet.There are many negative experiences that have been experienced by the user of public transportation. Thepurposes of this study are to analyze the perception regarding negative experience experienced by the usersof the public transportation in Jakarta, Bandung, Yogyakarta and to compare the perception of negativeexperience in those three cities. The data employed in this study are secondary data. Analysis in this studyapplies the non-parametric statistic method, i.e. k-independent sample and chi-square. The results show thatthere is significant different between perception of the users of public transportation and the negativeexperience in making use of public transportation. Frequencies for each negative experience in those threecities are also significantly different.Keywords: public transportation, quality of service, and perception of negative experience.
PENYUSUNAN JARINGAN JALAN KOTA SEBAGAI STRATEGI MENGATASI KEMISKINAN KOTA Dwi Ardianta Kurniawan; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 5 No. 2 (2005)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.187 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v5i2.1790.%p

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan masalah pembangunan di berbagai bidang yang ditandai oleh pengangguran, keterbelakangan, dan keterpurukan. Masalah kemiskinan sangat erat kaitannya dengan tingkat kesejahteraan, yang dapat diukur melalui sejauhmana masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan kebutuhan yang diperlukan. Akses secara fundamental dapat diperbaiki melalui 2 cara yang bersifat saling melengkapi, yaitu: (1) meletakkan secara tepat berbagai fasilitas dan pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat (intervensi non transportasi) dan (2) memperbaiki mobilitas masyarakat sehingga dapat melakukan perjalanan dengan lehih cepat, murah, nyaman, dan aman (intervensi transportasi). Dengan demikian pendekatan transportasi merupakan salah satu strategi untuk mengatasi kemiskinan perkotaan. Kajian ini dilakukan terhadap kota-kota dengan karakteristik kota besar dan kota sedang. Kota Besar diwakili oleh Kota Surabaya dan Kota Medan, sedangkan kota sedang diwakili oleh Kota Banjarmasin. Kajian yang dilakukan mencakup kajian literatur terhadap konsep-konsep kemiskinan perkotaan serta kajian lapangan terhadap kondisi penduduk miskin dan tingkat aksesibilitas terhadap fasilitas ekonomi, sosial, dan pemerintahan. Jumlah sampel untuk penelitian ini adalah sebanyak 50 Kepala Keluarga untuk masing-masing kota, yang diambil pada kantong-kantong kemiskinan yang diidentifikasi melalui pengolahan data sekunder dari Data Potensi Desa BPS. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi untuk mendapatkan hubungan antara tingkat kesejahteraan sebagai variabel tergantung dengan jarak sebagai variabel bebas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada kota besar, penyusunan jaringan jalan seharusnya lebih diprioritaskan pada aspek-aspek aksesibilitas penduduk miskin terhadap pencapaian fasilitas pertokoan/warung, pasar dan tempat kerja. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan jaringan jalan dalam mengatasi kemiskinan di kota besar harus lebih diutamakan pada pemenuhan kebutuhan dasar hidup, yaitu aktivitas ekonomi. Pada kota sedang, penyusunan jaringan jalan seharusnya lebih diprioritaskan pada aspek aksesibilitas penduduk miskin terhadap fasilitas pemerintahan, tempat pendidikan, dan tempat kerja. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan jaringan jalan dalam mengatasi kemiskinan di kota sedang harus lebih diutamakan pada pemenuhan kebutuhan pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi. Kata-kata kunci: kemiskinan perkotaan, jaringan jalan kota, strategi mengatasi kemiskinan.
BLACKSPOT LOCATION AND RECOMMENDATION TO REDUCE NUMBER AND SEVERITY OF ACCIDENTS ON PURBALEUNYI TOLL ROAD A. Caroline Sutandi; Wilson Gosalim
Jurnal Transportasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.273 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v13i2.529.%p

Abstract

Toll roads, as land transportation infrastructure, have an important role in Indonesia. With a high number of road crashes in Indonesia, with about 40,000 people die on the road each year, the determination of blackspot locations is crucial. The aim of this study is to analyze blackspot location on a toll road in Indonesia and, furthermore, to provide recommendations in order to reduce number and severity of accident. A case study is carried out on a toll road, named Purbaleunyi Toll Road, in West Java. Accident rate value and UCL method are used in this study to determine blackspot locations. The results indicated that there are many blackspot locations along the toll road and recommended solutions provided are adherence to traffic regulation, adherence to vehicle worthiness,dissemination of road safety importance to road users, and the implementation of blackspot treatments continuously.Keywords: blackspot location, road crashes, toll road, blackspot treatments
PERUBAHAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DI JALAN TOL PROF. SEDYATMO DAN RUAS JORR S-E1 AKIBAT BERFUNGSINYA RUAS JORR W2 Evi Oktafiana; Nahry .
Jurnal Transportasi Vol. 17 No. 3 (2017)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.67 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v17i3.2862.%p

Abstract

Abstract This study is aimed to analyze the Vehicle Operational Cost due to the functioning of JORR W2 segment (Ulujami-Kebon Jeruk) in July 2014, and to analyze the VOC with and without the operation of JORR W2 segment on the JORR S-E1 segment and Prof. Sedyatmo toll road. Variables used in this study are International Roughness Index, speed, and traffic volume. The Vehicle Operational Cost is calculated using the method developed by the Ministry of Public Works in 2005. The result shows that before JORR W2 was operated, the traffic volume from Pluit to Pluit IC was bigger than the one from Ulujami to Cikunir, while it was in contrary after the JORR W2 was operated. Before and after JORR W2 was operated, i.e from 2012 to 2016, the of JORR S-E1segment were higher than the ones of Prof. Sedyatmo toll road with the increase trend on Vehicle Operational Cost of both segments. As JORR W2 was operated, the Vehicle Operational Cost of JORR S-E1 became bigger than if it was not operated, but it was in contrary for Prof. Sedyatmo toll road. Keywords: vehicle operating cost, toll road, International Roughness Index, traffic speed, traffic volume  Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis Biaya Operasional Kendaraan akibat berfungsinya segmen JORR W2 (Ulujami-Kebon Jeruk) pada Juli 2014, dan menganalisis Biaya Operasional Kendaraan dengan dan tanpa beroperasinya segmen JORR W2 pada ruas JORR S-E1 dan Jalan Tol Prof. Sedyatmo. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah International Roughness Index, kecepatan, dan volume lalu lintas. Metode penelitian dilakukan dengan pengumpulan data variabel kemudian menghitung Biaya Operasional Kendaraan dengan metode yang telah dikembangkan oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 2005. Berdasarkan analisis, sebelum dioperasikan JORR W2 volume lalu lintas dari Pluit ke Pluit IC lebih besar daripada dari Ulujami ke Cikunir, sedangkan sesudah dioperasikan terjadi sebaliknya. Adapun pada saat sebelum dan sesudah JORR W2 dioperasikan, Biaya Operasional Kendaraan pada ruas JORR S-E1 lebih besar daripada ruas Tol Prof. Sedyatmo dengan trend naik untuk Biaya Operasional Kendaraan di kedua ruas ini. Pembukaan JORR W2 mengakibatkan Biaya Operasional Kendaraan di JORR S-E1 lebih tinggi dibandingkan dengan bila segmen tersebut tidak dibuka, namun sebaliknya yang terjadi pada Jalan Tol Prof. Sedyatmo. Kata-kata kunci: biaya operasional kendaraan, jalan tol, International Roughness Index, kecepatan lalu lintas, volume lalu lintas
PERBANDINGAN MODEL ANDREASSEN DAN MODEL ARTIFICIAL NEURAL NETWORK UNTUK PREDIKSI FATALITAS KORBAN KECELAKAAN LALULINTAS Supratman Agus
Jurnal Transportasi Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.504 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v12i1.468.%p

Abstract

In ASEAN, Indonesia has largest area and population, longest road infrastructure, and largest number of motor vehicles, but road victims’ fatality is low. This indicates under-reporting. Existing model of road victims’ fatality is Andreassen models which use population numbers and motor vehicles numbers asvariables to prediction numbers of fatality. This study aimed to obtaining the best predictive model of road victims’ fatality which suits Indonesia’s conditions. Three models were compared are Andreassen model, Artificial Neural Network with two variables (ANN2) and four variables (ANN4), with driving license holderand road length as two additional variables. Model validation was performed on three cities in West Java with different categories population densities. The results reveal that ANN4 is the best fatality prediction model. In addition, predictions of road victim numbers in Indonesia are not only influenced by populationand vehicles number, but also by driving license holder numbers and road length.Keywords: fatality, model comparison, Andreassen model, Artificial Neural Network model
TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN BONGKAR-MUAT BARANG PADA TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG Mudjiastuti Handajani; Yoeli Janto
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 1 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.045 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i1.1847.%p

Abstract

Abstract This study aimed to analyze the level of consumer expectations and the performance of the service and the satisfaction level of stevedoring service users at the Container Terminal of Semarang. It also analyzes the factors that have to be maintained, the main priority, and low priority of customer satisfaction. The samples are 73 respondents (companies) with the data analysis performed using the Important Performance Analysis. Based on the Cartesian diagram analysis, it is known that factors considered essential are in accordance with the reality perceived by the customer so that the satisfaction level is relatively high for the clarity of service personnel, service personnel discipline, fairness of service, and comfort environment. While the factors that are considered less important by customers and in fact not very special are service procedures, service attendant responsibilities, service speed and courtesy and hospitality workers. Key words: performance, interest, satisfaction, service, quality  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat harapan konsumen dan kinerja layanan serta tingkat kepuasan pengguna jasa bongkar muat pada Terminal Peti Kemas Semarang. Selain itu juga menganalisis faktor yang harus dipertahankan, prioritas utama dan  prioritas rendah dari kepuasan customer. Sampel yang digunakan sebanyak 73 responden (perusahaan) dengan analisis data menggunakan Important Performance Analysis. Berdasarkan hasil analisis diagram Kartesius diketahui bahwa faktor-faktor yang dianggap penting telah sesuai dengan kenyataan yang dirasakan oleh pelanggan sehingga tingkat kepuasan relatif tinggi terdapat pada kejelasan petugas pelayanan, kedisiplinan petugas pelayanan, keadilan mendapatkan pelayanan dan kenyamanan lingkungan. Sedangkan faktor-faktor yang dianggap kurang penting oleh pelanggan dan pada kenyataannya tidak terlalu istimewa adalah faktor prosedur pelayanan, tanggungjawab petugas pelayanan, kecepatan pelayanan, serta kesopanan dan keramahan petugas. Kata-kata kunci: kinerja, kepentingan, kepuasan, layanan, kualitas
ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS TERMINAL PENUMPANG DI BANDAR UDARA ADISUTJIPTO-YOGYAKARTA Asri Wahyuniati Palupi; Sigit Priyanto; H. Wardhani Sartono
Jurnal Transportasi Vol. 4 No. 1 (2004)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.279 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v4i1.1762.%p

Abstract

Abstrak Peningkatan permintaan penumpang di Bandar Udara Adisutjipto-Yogyakarta serta peningkatan status menjadi bandar udara internasional menuntut tersedianya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan yang berlangsung. Perkembangan pergerakan angkutan udara di Bandar Udara Adisutjipto mengindikasikan bahwa fasilitas terminal penumpang eksisting sudah tidak mampu lagi menampung volume penumpang yang ada.Kebutuhan fasilitas bandar udara dibangun berdasarkan prakiraan (forecast) untuk mencari hubungan antara permintaan (demand) dengan kapasitas fasilitas yang ada sehingga kebutuhan fasilitas bandar udara dapat ditentukan. Proyeksi penumpang dilakukan dengan membentuk persamaan regresi linier berganda antara volume penumpang sebagai variabel tergantung (dependent variable) dengan jumlah penduduk, PDRB, atau PDRB per kapita sebagai variabel bebas (independent variable). Analisis kebutuhan luas terminal penumpang dilakukan berdasarkan jumlah penumpang pada saat jam puncak dan standar luas yang berlaku. Perhitungan lalu lintas pada jam puncak dilakukan dengan memasukkan faktor jam puncak (Cp) terhadap pergerakan lalu lintas harian, menggunakan formula JICA (Japan International Cooperation Agency).Jumlah penumpang domestik pada jam puncak tahun 2024 adalah 1.516 penumpang dengan 24 pergerakan pesawat dan fasilitas terminal penumpang domestik yang dibutuhkan adalah sebesar 22.399,78 m2. Jumlah penumpang internasional pada jam puncak sampai dengan tahun 2024 mencapai 170 penumpang dengan 3 pergerakan pesawat dan fasilitas terminal penumpang internasional yang dibutuhkan adalah sebesar 2.345,70 m2.Kebutuhan ruang parkir tahun 2024 adalah seluas 16.639,68 m2 untuk menampung 661 mobil penumpang, 124 taksi dan 42 sepeda motor.Konsep perencanaan pengembangan terminal penumpang Bandar Udara Adisutjipto-Yogyakarta adalah secara vertikal dan horisontal dengan sistem bangunan linier.Kata-kata kunci: jam puncak, peak hour, forecast, demand
EVALUASI PROYEKSI DEMAND BARANG DAN PENUMPANG PELABUHAN DI PROVINSI MALUKU Adrian Firdaus; M. Dwi Yoga Sutanto; Rajin Sihombing; M. Weldy Hermawan
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.97 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i2.3467.101-110

Abstract

Abstract Every port in Indonesia must have a Port Master Plan that contains an integrated port development plan. This study discusses one important aspect in the preparation of the Port Master Plan, namely the projected movement of goods and passengers, which can be used as a reference in determining the need for facilities at each stage of port development. The case study was conducted at a port located in a district in Maluku Province and aims to evaluate the analysis of projected demand for goods and passengers occurring at the port. The projection method used is time series and econometric projection. The projection results are then compared with the existing data in 2018. The results of this study show that the econometric projection gives adequate results in predicting loading and unloading activities as well as the number of passenger arrival and departure in 2018. This is indicated by the difference in the percentage of projection results towards the existing data, which is smaller than 10%. Whereas for loading and unloading activities, time series projections with logarithmic trends give better results than econometric projections. Keywords: port, port master plan, port development, unloading activities  Abstrak Setiap pelabuhan di Indonesia harus memiliki sebuah Rencana Induk Pelabuhan yang memuat rencana pengem-bangan pelabuhan secara terpadu. Studi ini membahas salah satu aspek penting dalam penyusunan Rencana Induk Pelabuhan, yaitu proyeksi pergerakan barang dan penumpang, yang dapat dipakai sebagai acuan dalam penentuan kebutuhan fasilitas di setiap tahap pengembangan pelabuhan. Studi kasus dilakukan pada sebuah pelabuhan yang terletak di sebuah kabupaten di Provinsi Maluku dan bertujuan untuk melakukan evaluasi ter-hadap analisis proyeksi demand barang dan penumpang yang terjadi di pelabuhan tersebut. Metode proyeksi yang dipakai adalah proyeksi deret waktu dan ekonometrik. Hasil proyeksi selanjutnya dibandingkan dengan data eksisting tahun 2018. Hasil studi ini menunjukkan bahwa proyeksi ekonometrik memberikan hasil yang cukup baik dalam memprediksi aktivitas bongkar barang serta jumlah penumpang naik dan turun di tahun 2018. Hal ini diindikasikan dengan selisih persentase hasil proyeksi terhadap data eksisting yang lebih kecil dari 10%. Sedangkan untuk aktivitas muat barang, proyeksi deret waktu dengan tren logaritmik memberikan hasil yang lebih baik daripada proyeksi ekonometrik. Kata-kata kunci: pelabuhan, rencana induk pelabuhan, pengembangan pelauhan, aktivitas bongkar barang

Page 71 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol 15, No 3 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue