cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,071 Documents
KELAYAKAN PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN UNTUK MENDUKUNG INDUSTRI PERTANIAN DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Agita Risty Serena
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 3 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.674 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i3.1515.%p

Abstract

Abstract Transportation is one of the main points in fulfilling daily necessities of goods and services by using existing infrastructures for a particular purpose. Regency road is road that connected regencies or cities with the center of activities in an area. Development of regency road expected to gives contribution for development and equity of construction in that area. This study aims to analyze the feasibility of regency road network to support agricultural sector and to determine Net Present Value (NPV) and Benefit Cost Ratio (BCR) value of the eastern and southern ring roads of West Sumbawa Regency. Data used in this study is road length, population, and Gross Domestic Product of each production sector from 2008 until 2011. The methods used in this study are the Producer Surplus Method, NPV, and BCR. The analysis shows that eastern and southern ring roads that support agricultural sector in West Sumbawa Regency have a positive NPV value and BCR value is greater than 1, meaning that the road development is feasible. Keywords: regency road, Gross Domestic Product, producer surplus, agricultural sector  Abstrak Transportasi merupakan tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa sehari-hari dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada untuk tujuan tertentu. Jalan kabupaten merupakan ruas yang menghubungkan kabupaten/kota dengan pusat-pusat kegiatan di suatu wilayah. Pengembangan jaringan jalan kabupaten diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan jaringan jalan kabupaten untuk mendukung sektor pertanian serta menentukan nilai Net Present Value (NPV) dan Benefit Cost Ratio (BCR) di jalan lintas timur dan jalan lintas selatan Kabupaten Sumbawa Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah panjang jalan, jumlah penduduk, dan Produk Domestik Regional Bruto setiap sektor produksi dari tahun 2008 sampai tahun 2011. Metode yang digunakan adalah metode produsen surplus, NPV, dan BCR. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalan lintas timur dan jalan lintas selatan yang mendukung sektor pertanian di Kabupaten Sumbawa Barat mempunyai nilai NPV positif dan BCR lebih besar dari 1 sehingga jalan tersebut layak untuk dilaksanakan. Kata-kata kunci: jalan kabupaten, Produk Domestik Regional Bruto, produsen surplus, sektor pertanian
Cover Kulit dan Daftar Isi 14-1 Cover Daftar Isi
Jurnal Transportasi Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.934 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v14i1.2398.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 14-1
INSPEKSI KESELAMATAN JALAN DI JALAN LINGKAR SELATAN YOGYAKARTA Supradian Sujanto; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 10 No. 1 (2010)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.06 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v10i1.364.%p

Abstract

Traffic accident causes economic losses for the country, the victim, and the victim’s family. The cause of traffic accident consists of human error, vehicle factor, and road and environment factor. Human error is mostly considered as the main reason for traffic accidents to occur. This Study is intended to find the road safety deficiency in Ring Road Selatan Yogyakarta, from Parangtritis Road intersection (STA 0+000) to Bantul Road intersection (STA 1+600), using road safety form developed by Directorate General of Highways. Any kind of deviation from technical standard and dangerous condition of environment will be compared with the rules which prevails. The deviencies found will be presented in accident opportunity value (P) and seriousness of victim’s condition impact value (D). The correlation between opportunity and impact values will result in risk value (R) that indicates road safety condition. The average of risk value in Ring Road Selatan Yogyakarta is 74,10 which means that the risk value is low or the safety deviciency level is small. Zone with the highest risk value is zone 4 (STA 0+400) with 114,40, which can be categorized as medium level meaning that this zone needs unscheduled handling. The routine road treatment for road pavement, road mark, traffic sign, and street illumination can reduce risk value from 74,10 to 43,33, meaning that the road can be categorized as very low level of handling and does not need to be monitored.Keywords: road safety deficiency, road safety form, and risk value
EVALUASI PENGGUNAAN APRON BANDAR UDARA ADI SUCIPTO YOGYAKARTA Reddy Anugrahadi; Dewanti .
Jurnal Transportasi Vol. 5 No. 2 (2005)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.946 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v5i2.1792.%p

Abstract

Abstrak Tingkat pergerakan pesawat terbang di Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta, beberapa tahun belakangan pascakrisis moneter menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat pada munculnya beberapa maskapai penerbangan baru dan maskapai penerbangan lama menambah rute penerbangannya. Setiap hari terdapat rata-rata 45 penerbangan rutin berjadwal dari 11 maskapai penerbangan, dengan menggunakan 8 jenis pesawat terbang. Pada studi ini dilakukan evaluasi penggunaan apron di suatu bandar udara, sebagai tempat parkir pesawat terbang dan berlangsungnya berbagai aktivitas untuk mempersiapkan pesawat terbang sebelum melakukan take-off. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis kapasitas tahunan apron dan kapasitas pada jam puncaknya serta terhadap kegiatan pelayanan pesawat terbang yang terkait dengan lama pesawat terbang tersebut berada di apron. Data dianalisis dengan menggunakan metode statistika deskriptif dan dengan menggunakan model lintasan kritis (Critical Path Model, CPM). Hasil studi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kapasitas apron tahunan pascakrisis moneter. Sampai dengan akhir tahun 2004 diperkirakan kapasitas tahunan yang terjadi adalah sebesar 29.864 pesawat terbang/tahun dan kapasitas apron pada jam puncak sebanyak tujuh buah pesawat terbang. Kapasitas maksimal apron di bandar udara Adi Sucipto adalah delapan pesawat terbang, sehingga dari segi kapasitas dengan komposisi jenis pesawat terbang yang ada, masih terdapat ruang untuk satu pesawat terbang lagi. Akan tetapi dengan mempertimbangkan penggunaan apron maksimal, dengan jenis pesawat terbang terbesar yang beroperasi adalah MD-82, maka disarankan agar ukuran apron ditambah dengan 67,8 meter untuk panjang dan 22 meter untuk lebar. Kegiatan pelayanan pesawat terbang yang menentukan lama pesawat terbang di apron adalah penyiapan tangga penumpang ke pesawat terbang (position steps), turunnya penumpang dari pesawat terbang (deplane passangers), pengisian bahan bakar (fueling aircraft), naiknya penumpang ke pesawat terbang (enplane passangers), penyingkirkan tangga (removing steps), mendorong mundur pesawat terbang (push back) dan start engines. Jenis pesawat terbang yang membutuhkan waktu kegiatan pelayanan paling lama adalah jenis MD-82, yaitu sebesar 1.903,3 detik (31 menit 43 detik). Waktu untuk kegiatan pelayanan tersebut masih dapat diterima oleh PT (Persero) Angkasa Pura I, karena standar standar waktu kegiatan pelayanan pesawat terbang maksimal yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut adalah 3.300 detik (55 menit). Bila ditinjau Gate Occupancy Time (GOT), maka pesawat terbang B-737 300 mempunyai GOT terbesar, yaitu 2.538,61 detik (42 menit 19 detik). Pada jam puncak terdapat tiga jenis pesawat terbang yang beroperasi (MD-82, B-737 400, dan F 100) dengan waktu penggunaan apron yang terjadi lebih besar daripada waktu penggunaan apraon di luar jam puncak, Tetapi tetap masih lebih kecil daripada yang telah ditentukan PT (Persero) Angkasa Pura I.Kata-kata kunci: apron, bandar udara Adi Sucipto, kapasitan apron, Gate Occupancy Time
PRINSIP-PRINSIP PEMBANGUNAN JALAN BERKELANJUTAN Greece Maria Lawalata
Jurnal Transportasi Vol. 13 No. 2 (2013)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.859 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v13i2.531.%p

Abstract

Road is one of the transport infrastructure that plays a role in the life of the Indonesian nation and promote the general welfare. The use of materials and non-renewable natural resources can be a problem for future generations. Giving priority to only one road users on road design phase, before and after the implementation of the road construction, will be a problem for other road users. Development program that takes into account social, economic, and environment has been proclaimed by many countries and has been a mutual agreement as sustainable development. Efforts that lead to a sustainable development in Indonesia are to consider the principles of sustainable development path that has been used by other countries. This paper identifies criteria for sustainable development and determines criteria that allow for the achievement of sustainable road in Indonesia. The results indicate that the concept into a sustainable development is the fulfillment of the needs of the present generation without compromising the ability of future generations fulfillment, improve the economic, environmental quality, and equality of rights. The criteria for a sustainable road management are efficiency, mobility, safe and comfortable, community participation, restrictions on emissions, natural resources, habitats, and ecosystems.Keywords: sustainable road, sustainable development, sustainable criteria
PREDIKSI KEBISINGAN LALU LINTAS DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN MODEL ASJ-RTN 2008 Ariyanty K.R. Mahmud; Sakti Adji Adisasmitha; Muralia Hustim
Jurnal Transportasi Vol. 17 No. 3 (2017)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.545 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v17i3.2865.%p

Abstract

Abstract There are several problems related to transportation, including traffic congestion and environmental issues, such as air pollution and noise pollution. This study aims to predict traffic noise on the main commercial-road environment in the City of Makassar using ASJ-RTN 2008 model. The results obtained are that equivalent noise level or LAeq has exceeded the allowable limits, with LAeq noise level LAeq,day of 79.7 dB. The average noise prediction rate is 78.0 dB (A) and the predicted value is lower than the measured noise level. Keywords: transportation, noise, noise level, traffic congestion  Abstrak Terdapat beberapa permasalahan yang berhubungan dengan bidang transportasi, termasuk masalah kemacetan lalu lintas dan masalah lingkungan, seperti polusi udara dan polusi suara atau kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kebisingan lalu lintas pada lingkungan jalan utama-komersial di Kota Makassar dengan menggunakan model ASJ-RTN 2008. Hasil yang didapat adalah tingkat kebisingan ekivalen atau LAeq telah melewati batasan yang diizinkan, dengan tingkat kebisingan LAeq,day sebesar 79,7 dB. Nilai tingkat kebisingan prediksi rata-rata adalah sebesar 78,0 dB(A) dan nilai prediksi lebih rendah dibandingkan dengan nilai tingkat kebisingan hasil pengukuran. Kata-kata kunci: transportasi, kebisingan, tingkat kebisingan, kemacetan lalu lintas
PERKEMBANGAN KEBIJAKAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI BERBASIS KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA DI INDONESIA Bambang Susantono; Mohammed Ali Berawi
Jurnal Transportasi Vol. 12 No. 2 (2012)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.219 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v12i2.475.%p

Abstract

Transportation infrastructure development is one of the vital aspects needed to improve the economic growth of a country. In Indonesia, transportation infrastructure development in the next 15 years requires an estimated investment of IDR 1,785 trilion. This figure includes IDR 339 trilion investment for roads, IDR117 trilion for ports, IDR 32 trilion for airports, and IDR 326 trilion for railways. Public Private Partnership (PPP) approach is used in the infrastructure development program as an alternative to finance transportation infrastructure projects in Indonesia. This paper aims to discuss the historical development of PPP policy inIndonesia in an effort to create Value for Money in the infrastructure development projects. Furthermore, various studies on the key success factors of successful implementation of PPP schemes in other countries and the strategic action from Indonesian government to produce a range of policies that support the implementation of the PPP scheme since 1998-2012 are also discussed.Keywords: Public Private Partnership, transportation infrastructure, project financing.
PERILAKU BERKENDARA PENGEMUDI TRANS JOGJA DENGAN MENGGUNAKAN TACHOMETER Dian Noviyanti; Ahmad Munawar
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 1 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.91 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i1.1849.%p

Abstract

Abstract Tachometer is an instrument capable of measuring the speed of rotation of an object that is not directly an indication of the safety of the engine rotation. Tachometer in this study is mounted on a fleet of Trans Jogja. The primary data collection, in the form of speed graph from tachometer data recording, was then conducted and secondary data were obtained from PT Denso Sales Indonesia. The results showed that the average speed of Trans Jogja fleet in the morning is 42.86 km/h, at noon 36.5 km/h, in the afternoon 35.2 km/h, and in the evening 37.39 km/h. The observed violation was a violation which occurs when the driver passes the speed limit of vehicles in the city, which is 50 km/h. This study shows that 27.45 % violation occurs in the morning, 12.6 % during the day, 13 % in the afternoon, and 17.46 % in the evening. Key words: tachometer, driving behavior, average speed, speed limits  Abstrak Tachometer merupakan instrumen yang mampu mengukur kecepatan putaran sebuah objek yang secara tidak langsung merupakan indikasi keselamatan perputaran mesin. Tachometer pada penelitian ini dipasang pada armada Trans Jogja. Selanjutnya dilakukan pengambilan data primer berupa grafik kecepatan hasil rekaman data tachometer dan data sekunder yang diperoleh dari PT Denso Sales Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata armada trans jogja pada pagi hari adalah sebesar 42,86 km/jam; pada siang hari 36,5 km/jam; pada sore hari 35,2 km/jam; dan pada malam hari 37,39 km/jam. Pelanggaran yang diamati adalah pelanggaran yang terjadi saat pengemudi melewati batas kecepatan kendaraan dalam kota, yaitu sebesar 50 km/jam. Dari studi ini diperoleh bahwa 27,45 % pelanggaran terjadi pada pagi hari, 12,6 % pada siang hari, 13 % pada sore hari, dan 17,46 % pada malam hari. Kata-kata kunci: tachometer, perilaku berkendara, kecepatan rata-rata, batas kecepatan
KAJIAN SISTEM MANAJEMEN PEMELIHARAAN JALAN REL DAERAH OPERASI 2 BANDUNG: STUDI KASUS DISTRIK 23C KIARACONDONG Cahyo Adityadharma; Tri Basuki Joewono; Wimpy Santosa
Jurnal Transportasi Vol. 4 No. 1 (2004)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.101 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v4i1.1764.%p

Abstract

Abstrak Penanganan pemeliharaan infrastruktur jalan rel tidak terlepas dari sistem manajemen pemeliharaan infrastruktur jalan rel. Perencanaan program pemeliharaan merupakan aspek terpenting dalam manajemen pemeliharaan jalan rel. Perencanaan yang matang akan menghasilkan suatu sistem manajemen pemeliharaan jalan rel yang efektif dan efisien.Penelitian ini membahas tentang pemeliharaan jalan rel yang dilakukan oleh PT KAI dalam lingkup Daerah Operasi 2 Bandung. Analisis dilakukan pada rencana pemeliharaan jalan rel tahun 2003, yaitu pada Distrik 23C Kiaracondong. Analisis dilakukan pada laporan pemeriksaan dengan kereta ukur. Kemudian ditentukan siklus perawatan sempurna. Setelah itu dilakukan penghitungan kebutuhan pemeliharaan dan kebutuhan tenaga manusianya, maka dapat diketahui bagaimana pemeliharaan yang diprogramkan dapat sesuai dengan yang dibutuhkan.Dari hasil analisis ditemukan bahwa 37,8% jalan rel Distrik 23C Kiaracondong berada dalam kondisi geometri jalan rel yang buruk. Karena itu, pemeliharaan geometri jalan rel harus segera dilakukan untuk mengembalikan kondisi jalan rel tersebut. Pada kenyataannya pemeliharaan yang diprogramkan memiliki banyak ketidakcocokan dengan kondisi tersebut. Volume pekerjaan yang diprogramkan pada penggantian rel, penggantian bantalan, dan penambahan balas tidak sesuai dengan kebutuhan. Dari hasil analisis juga didapat bahwa sumber daya manusia yang tersedia tidak dapat memenuhi jam kerja yang diprogramkan untuk melakukan pemeliharaan, maka kekurangan sumber daya manusia sebanyak delapan orang atau 15.048 jam-orang per tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalan rel Distrik 23C Kiaracondong belum bisa melayani operasi kereta api secara optimum sebagai akibat dari pemeliharaan jalan rel yang tidak sesuai dengan kebutuhan.Kata-kata kunci: sistem manajemen pemeliharaan, jalan rel, kereta api, Track Quality Index
PENGARUH SUKARELAWAN PENGATUR LALU LINTAS TERHADAP KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL GANESHA SURAKARTA Gus Maelan Irfana; Nurul Hidayati; Sri Sunarjono
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 2 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.539 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i2.3470.133-142

Abstract

Abstract Traffic congestion in the City of Surakarta gave rise to a phenomenal figure among motor vehicle drivers, called the Traffic Control Volunteers or abbreviated as Supeltas. This Supeltas is present on the road to help organize the movement of traffic, as happened at the Surakarta Ganesha Unsignalized Intersection. This study aims to determine the influence of the existence of Supeltas on capacity, degree of saturation, delay, and queuing opportunities that occur at the intersection. The analysis was carried out using the 1997 Indonesian Highway Capacity Manual. The results showed that the intersection without Supeltas had a capacity of 3,114.03 pcu/hour and a degree of saturation of 1.47, while the same intersection but with Supeltas had a capacity of 3,136.81 pcu/hour and a degree of saturation of 1.51. These results indicate that Supeltas has a positive influence on the performance of the intersection. Nevertheless, the degree of saturation in the location increased due to the increase in traffic volume as well as increased capacity. Keywords: unsignalized intersection, intersection performance, intersection capacity, degree of saturation  Abstrak Kemacetan lalu lintas di Kota Surakarta memunculkan sosok fenomenal di kalangan pengendara kendaraan bermotor, yang disebut Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas atau disingkat Supeltas. Supeltas ini hadir di jalan untuk membantu mengatur pergerakan lalu lintas, seperti yang terjadi di Simpang Tak Bersinyal Ganesha Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh keberadaan Supeltas terhadap kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian yang terjadi di simpang tersebut. Analisis dilakukan dengan menggu-nakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa simpang tanpa Supeltas memiliki kapasitas sebesar 3.114,03 smp/jam dan derajat kejenuhan 1,47, sedangkan simpang yang sama tetapi dengan Supeltas memiliki kapasitas sebesar 3.136,81 smp/jam dan derajat kejenuhan 1,51. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Supeltas mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja simpang. Meskipun demikian, derajat kejenuhan di lokasi tersebut meningkat karena bertambahnya volume lalu lintas di samping kapasitas yang juga meningkat. Kata-kata kunci: simpang tak bersinyal, kinerja simpang, kapasitas simpang, derajat kejenuhan

Page 86 of 108 | Total Record : 1071


Filter by Year

2004 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 14, No 3 (2014) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue