cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7, No. 3, Desember 2020" : 8 Documents clear
Menunggu Kiprah Negara Pada Sekolah Rumahan Versi Komunitas Samin: Studi Kasus di Kudus Jawa Tengah Moh. Rosyid; Lina Kushidayati
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.16948

Abstract

Tujuan ditulisnya naskah memahami model sekolah rumahan warga Samin di Kudus Jawa Tengah. Data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan mengkaji pustaka, dianalisis pendekatan deskriptif kualitatif. Samin awalnya dimotori Ki Samin Surosentiko melawan kolonial Belanda di Blora menyebar hingga di Kudus hingga kini. Warga Samin tidak sekolah formal tapi sekolah rumahan bertujuan memproteksi generasinya agar tidak terbawa dinamika kekinian. Materi pembelajarannya tidak:drengki (memfitnah), srei (serakah), panasten (mudah tersinggung/membenci sesama), dawen (mendakwa tanpa bukti), kemeren (iri hati), nyiyo marang sepodo (menista sesama), dan menjauhi lima pantangan: bedok (menuduh), colong (mencuri), pethil; jumput; dan nemu wae ora keno; pantangan menemukan barang. Warga Samin tak sekolah formal karena masih mempertahankan ajaran leluhur dengan tradisi tutur, pendidiknya adalah orangtua dan tokohnya, hasil evaluasinya perilaku hidupnya. Obsesi orang Samin nglayani, ngrawat, glindungi ajaran Ki Samin dalam hal tata cara, tata krama, tata darma agar akar tradisi adiluhung terawat. Keberhasilan sekolah rumahannya berperilaku sebagaimana ajarannya imbas orangtua dan tokoh perilakunya dapat ditauladani. Negara harus hadir memberi pencerahan secara berkesinambungan agar kurikulumnya mengarah pada pendidikan formal atau kesetaraan dan kearifan lokalnya tak tercerabut dari akar budayanya. Peran negara, materi ajarnya dikembangkan sebagaimana homeschooling formal dengan pendekatan persuasif dan berkesinambungan.Kata Kunci: jati diri, konsisten, dan kearifan lokal. AbstractThis article describes the model homeschooling at Samin community in Kudus, Central Java. Samin is Javanese ethnic community the originally driven by Ki Samin Surosentiko against invaders in Blora, Central Java. its existence extends to city Kudus until now. This article is to explore Samin no formal school purposed generation protected so that slip up present life. This research data were obtained by interview, participatory observation, and literature review. Data collection was analyzed using a qualitative descriptive approach. This curriculum are not slander (drengki), greedy (srei), hate others (panasten), indict without evidence (dawen), envy (kemeren), contempt fellow (nyiyo marang sepodo), and stay five away from abstinence are accuse (bedok), steal (colong), shoplifting (pethil-jumput); and don’t want to find goods (nemu wae ora keno). Samin community don’t formal school for maintain the teachings, inherit the speech in speech, educated by parent and figure, the evaluated in his life.The state must be present explaining by sustainable developed the matter learning for homeschooling formal by persuasive approach.Keywords: identity, consistence, local wisdom.  
Maudu' Lompoa : Studi Sejarah Perayaan Maulid Nabi Terbesar di Cikoang Kabupaten Takalar (1980-2018) Hermin Hermin; Ahmadin Ahmadin; Asmunandar Asmunandar
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.16321

Abstract

Penelitian dan penulisan ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang Maudu` Lompoa sebagai perayaan maulid terbesar di Cikoang Kabupaten Takalar,  mengetahui pandangan masyarakat terhadap perayaan Maudu` Lompoa di Cikoang KabupatenTakalar, mengetahuidampak keberadaan yang ditimbulkan dari perayaan Maudu` Lompoa bagi masyarakat di Cikoang Kabupaten Takalar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan perayaan maulid ini dilaksanakan dengan maksud untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad yang bertepatan pada 12 Rabiul Awal, Dimana upacara Maudu’ Lompoa merupakan ajaran yang dibawa oleh Syekh Jalaluddin yang merupakan seorang ulama berasal dari Aceh yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW yang datang ke Desa Cikoang untuk menyebarkan agama Islam. Bertahannya upacara peringatan Maulid Nabi ini karena adanya dorongan berupa motivasi keagamaan dan motivasi sosial yang merupakan dua faktor yang mendorong masyarakat Desa Cikoang untuk tetap melestarikan tradesi Maudu’ Lompoa ini, sehingga menimbulkan dampak pada masyarakat yaitu terlihat dalam bidang sosial, ekonomi dan wisata budaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu : heuristik (pengumpulan data atau sumber), kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan ekstern, interprtasi atau penafsiran sumber dan historiografi yaitu penulisan sejarah.Kata Kunci : Maudu` Lompoa, Cikoang, perayaanAbstractResearch and writing aims to determine the background of Maudu` Lompoa as the biggest maulid celebration in Cikoang, Takalar Regency, to know the public's view of the Maudu` Lompoa celebration in Cikoang, Takalar Regency, to know the appearance of the existence of the Maudu` Lompoa celebration for the people in Cikoang, Takalar Regency. This study uses a historical research method which consists of four stages, namely: heuristics (data collection or sources), source criticism consisting of internal and external criticism, interpretation or interpretation of sources and historiography, namely writing history. Based on the results of the research, it shows that the existence of this maulid celebration is carried out with the intention to commemorate the birthday of the Prophet Muhammad which coincides with the 12th of Rabiul Awal, where the Maudu 'Lompoa ceremony is a teaching brought by Syekh Jalaluddin who is a scholar from Aceh who is a descendant of the Prophet Muhammad SAW. who came to Cikoang Village to spread Islam. The persistence of the commemoration ceremony of the Prophet's birthday is due to encouragement in the form of religious motivation and social motivation, which are two factors that encourage the people of Cikoang Village to continue to preserve the Maudu 'Lompoa tradition, resulting in an impact on society, which is seen in the social, economic and cultural tourism fields.Keywords: Maudu` Lompoa, Cikoang, Celebration
Petani Jeruk di Desa Taraweang Kabupaten Pangkep 1982-2019 Ninik Suprianti Mandsary; Jumadi Jumadi; Asmunandar Asmunandar
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.16243

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Latar bekang adanya Pertanian Jeruk di Desa Taraweang Kabupaten Pangkep.Untuk mengetahuai dinamika Petani Jeruk di Desa Taraweang Kabupaten Pangkep.Untuk mengetahui dampak pertanian Jeruk pada Petani di Desa Taraweang Kabupaten Pangkep tahun 1982-2019. Hasil pene;itian menunjukkan bahwa latar belakang adanya petani jeruk di Desa Taraweang karena tersedianya iklam dan tanah yang mendukung dan adanya inisiatif dari seorang tokoh masyarakat setempat yaitu bernama Bapak Tepu. Adapun perkembangan petani Jeruk tidak lepas dari petani dalam melakukan budidaya jeruk hingga saat ini. Adapun dampak yang ditimbulkan dengan adanya petani jeruk di Desa Taraweang kabupaten yaitu meningktanya tingkat pendapatan oleh para petani.Hal ini dibuktikan dengan data hasil wawancara oleh peneliti bahwa mereka sudah dapat memiliki kendaraan sendiri dari hasil penjualan jeruk dari waktu ke waktu.Selain itu meningkatnya tingkat pendidikan bagi para anak-anak petani.Hal dtersebut dapat dibuktikn dengan h data yang diperoleh dilapangan yaitu pada tahun 1989 jumlah masyarakat yang tidak sekolah sebnayak 50% dan di tahun 2018 jumlah masyarakat tidak sekolah sebanyak 18,9%. Hal ini menujukkan bahwa dengan adanya petani jeruk di Desa Taraweang dapat meningkatkan pendidikan bagi anak-anak petani karena adanya kesadaran bagi masyarakat itu sendiri.Metode penelitian yang dilakukan adalah yaitu metode sejarah dengan tahapan: (1)Heuristik, peneltiain ini menggunakan metode wawancara dan kajian pustaka yang diperoleh dari Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Sulawesi Selatan, Perpusakaan Umum Universitas Hasanuddin, serta buku-buku koleksi pribadi. (2)Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.Kata Kunci: Petani, Jeruk, Desa Taraweang
Herman Nicolas Ventje Sumual: Studi tentang Keterlibatannya dalam Permesta (1957-1961) Nur Alfi Laila Badru; Mustari Bosra; Ahmadin Ahmadin
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.16319

Abstract

Herman Nicolas Ventje Sumual dibesarkan oleh keluarga yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Jiwa pemimpin dan prestasi yang dimiliki Ventje  mempermudah dalam menyelesaikan pendidikannya dan hal tersebut menjadi penunjang keberhasilan dalam dunia organisasi. Riwayat organisasi dalam dunia keamanan dan pertahanan memberikan kemudahan dalam menjalani karir militernya hingga mendirikan Permesta. Terjadinya berbagai ketimpangan di berbagai daerah menjadi tujuan utama Permesta untuk memperbaiki keadaan tersebut. Permesta berakhir dengan tindak penyerahan diri terhadap Pemerintah pusat. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah dengan tahap yaitu heuristik (pengumpulan data), kritik (verifikasi), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga Herman Nicolas Ventje Sumual memperoleh faktor terpenting yang menunjang keberhasilan pendidikan hingga karir militernya. Awal berdirinya Permesta lahir dari tindakan penentangan terhadap rezim Sukarno yang anti demokrasi oleh para politisi hingga para intelektual di kalangan militer dan ingin memperbaiki kembali pembangunan daerah yang terbengkalai serta kesejahteraan rakyat. Ventje memegang posisi penting dalam Permesta sebagai proklamator Piagam Perjuangan Permesta dan dijadikan sebagai ikon Permesta.Kata Kunci: Herman Nicolas Ventje Sumual, Permesta, Proklamasi Permesta AbstractHerman Nicolas Ventje Sumual was raised by a family that upheld the value of kinship. Ventje's leadership and achievements make it easier to complete his education and that supports success in the organization. The organization's history in the world of security and defense made it easier to pursue his military career until founding Permesta. The onsany of inequality in various regions became permesta's main goal to improve the situation. Permesta ended with a surrender to the central government. This research uses historical methodology with stages namely heuristics (data collection), criticism (verification), interpretation (interpretation) and historiography (historical writing). The results showed that Herman Nicolas Ventje Sumual's family had the most important factors that supported his educational success to his military career. The beginning of Permesta was born out of opposition to sukarno's anti-democracy regime by politicians to intellectuals in military circles and wanted to improve the rebuilding of abandoned areas and the welfare of the people. Ventje held an important position in Permesta as a proclamation of the Permesta Struggle Charter and became an icon of Permesta.Keywords: Herman Nicolas Ventje Sumual, Permesta, Permesta Proclamation
Pengaruh Metode Pembelajaran Outdoor Study terhadap Motivasi Belajar Sejarah Siswa Kelas X IIS di MA DDI Cambalagi Maros Sukmawati Sukmawati; Jumadi Jumadi
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.16318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Outdoor Study terhadap motivasi belajar sejarah siswa kelas X IIS di MA DDI Cambalagi Maros. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental  dengan desain penelitian yaitu  Nonequivalet Control Group. Terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala motivasi berupa angket untuk mengukur motivasi belajar sejarah siswa. Teknik analisis data digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (uji statistik non parametrik/ Uji Mann-Whitney). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melakukan pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa berupa angket motivasi belajar diperoleh motivasi belajar sejarah siswa yang diajar dengan metode Outdoor Study (kelas eksperimen X IIS 2) lebih tinggi (47%) daripada hasil motivasi belajar sejarah siswa yang tidak diajar degan metode Outdoor Study/konvensional (kelas kontrol X IIS 1) (13%). Pengujian hipotesis motivasi belajar menghasilkan Zhitung= 3,04 pada taraf signifikan, α = 0.05 diperoleh Ztabel= 1,64. (3,04 > 1,64), Zhitung>Ztabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Dapat dikatakan metode pembelajaran Outdoor Study berpengaruh positif terhadap motivasi belajar sejarah siswa.Kata Kunci: Outdoor Study, Motivasi Belajar, Sejarah.AbstractThis study aims to determine the effect of the Outdoor Study method on history learning motivation of class X IIS students at MA DDI Cambalagi Maros. This research is a quantitative experimental research. This type of research is a Quasi Experimental with a research design that is Nonequivalet Control Group. Consists of a control class and an experimental class. The research instrument used was a motivation scale in the form of a questionnaire to measure students' motivation to learn history. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis, namely normality test, homogeneity test and hypothesis test (non-parametric statistical test / Mann-Whitney test). Based on the results of the study showed that by conducting a pretest and posttest given to students in the form of a learning motivation questionnaire, it was found that students 'history of learning motivation taught by the Outdoor Study method (experimental class X IIS 2) was higher (47%) than the results of students' history of learning motivation who did not. taught by the method of Outdoor Study / conventional (control class X IIS 1) (13%). Testing the learning motivation hypothesis resulted in Zcount = 3.04 at the significant level, α = 0.05 obtained Ztable = 1.64. (3.04> 1.64), Zcount> Ztable, then H1 is accepted and H0 is rejected. It can be said that the Outdoor Study learning method has a positive effect on students' motivation to learn history.Keywords: Outdoor Study, Learning Motivation, History. 
Radio Cempaka Asri Bulukumba 1989-2019 Nur Ismi; Bahri Bahri
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.17496

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui tentang Radio Cempaka Asri Bulukumba dengan menguraikan latar belakang berdirinya Radio Cempaka Asri Bulukumba, Perkembangan, dan dampak keberadaannya bagi masyarakat dan pemerintah. Hasil penelitian menujukan bahwa Radio Cempaka Asri Bulukumba berdiri karena hobi pendirinya serta tujuan untuk pemerataan penyebaran informasi, dalam perjalanannya Radio Cempaka Asri Bulukumba mengalami banyak perkembangan terutama dari aspek sarana dan prasarana seperti pembaharuan alat pemancar dan penambahan unit kerja untuk memaksimalkan penyiaran serta dilakukan pembaharuan program siaran yang mengikuti kebutuhan pendengar. Kehadiran Radio Cempaka Asri memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah. Bagi masyarakat kehadiran stasiun radio membantu mereka memperoleh informasi, hiburan dan menjadi wadah aspirasi mereka. Bagi pemerintah kehadiran radio membantu memperlancar perekonomian daerah dan pemberdayaan SDM, pengusaha lokal memiliki media beriklan yang murah, serta alat propaganda pemerintah dalam memaksimalkan kebijakannya. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan ilmu sejarah dengan tahapan: (1) Heuristik, dalam tahapan ini sumber diperoleh dari hasil wawancara kepada pihak terkait diperkuat oleh arsip dan juga buku-buku yang diperoleh dari perpustakaan wilayah provinsi Sulawesi Selatan, Perpustakaan Jurusan Pendidikan Sejarah UNM, Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba. (2) Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.Kata Kunci: Informasi, Radio, Bulukumba AbstractThis study aims to find out about Radio Cempaka Asri Bulukumba by describing the background of the establishment of Radio Cempaka Asri Bulukumba, development, and the impact of its existence on society and the government. The results show that Radio Cempaka Asri Bulukumba was founded because of the hobby of its founder and the aim of evenly distributing information, along the way, Radio Cempaka Asri Bulukumba has experienced many developments, especially in terms of facilities and infrastructure such as renewing transmitters and adding work units to maximize broadcasting and updating broadcast programs. that follows the needs of the listener. The presence of Cempaka Asri Radio has a positive impact on society and the government. For the community, the presence of radio stations helps them get information, entertainment and become a place for their aspirations. For the government, the presence of radio helps smoothen the regional economy and empower human resources, local entrepreneurs have cheap advertising media, as well as government propaganda tools in maximizing their policies. The research method used is a historical approach with the following stages: (1) Heuristics, in this stage the sources obtained from interviews with related parties are strengthened by archives and also books obtained from the regional library of South Sulawesi province, the Library of the Department of History Education UNM, Makassar State University Public Library, Regional Archives and Libraries Agency of Bulukumba Regency. (2) Criticism, (3) Interpretation and (4) Historiography.Keywords: Information, Radio, Bulukumba
Perjalanan Pendidikan Sekolah di Daerah Bulukumba (1932 – 1966) Dg. Mapata; Najamuddin Najamuddin
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.17960

Abstract

Metode penelitian yang digunakan yakni metode sejarah yang mencakup atas empat tahapan kegiatan 1) heuristik, 2) kritik sumber, 3) interpretasi dan 4) histografi. Dari keempat langkah kegiatan inilah, yang dapat digunakan peneliti di dalam menelusuri jejak-jejak pendidikan sekolah masa 1932 – 1966 di daerah Bulukumba dengan mengadakan wawancara terhadap saksi sejarah sebagai sumber primer dan berusaha membandingkan sumber sekunder serta sumber benda untuk menuliskan kisah sejarah secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.Hasil penelitian diperoleh tantangan penyelenggaraan pendidikan sekolah 1932 – 1966 di daerah Bulukumba mencakup penyelenggaraan pendidikan barat di Bulukumba, kedatangan Sekutu dan NICA (Belanda) di daerah Bulukumba, pengaruh gerakan DI/TII di daerah Bulukumba, ancaman Gerakan Sosial Politik Dompea Amamatoa Kajang, pengaruh G 30 S/PKI 1965 di daerah Bulukumba, sikap kolot orangtua dan masyarakat dalam memaknai pendidikan. Selain itu, tantangan yang paling berat dihadapi dalam menyelenggarakan pendidikan sekolah masyarakat kabupaten Bulukumba gerakan DI/TII dan Gerakan Dompea Ammatoa Kajang.  Akhirnya,    masyarakat dan orangtua dalam menjawab tantangan pendidikan sekolah  (1932 – 1966). Di daerah Bulukumba.Kata kunci:  perjalanan, pendidikan, dan sekolah AbstractThe research method used in the historical method includes four stages of activity 1) heuristics, 2) source criticism, 3) interpretation and 4) histography. From these four activities, researchers can use the traces of school education in the period 1932 - 1966 in the Bulukumba area by interviewing historical witnesses as primary sources and trying to compare secondary sources and sources of objects to tell historical stories objectively and scientifically accountable. .The results of the research on the challenges of organizing school education from 1932 to 1966 in the Bulukumba area included the implementation of western education in Bulukumba, the arrival of the Allies and NICA (Netherlands) in the Bulukumba area, the influence of the DI / TII movement in the Bulukumba area, the threat of the Dompea Amamatoa Kajang Social Political Movement, the influence of the G 30 S / PKI 1965 in the Bulukumba area, the conservative attitude of parents and society in interpreting education. In addition, the most serious challenges are in organizing community school education in Bulukumba district, the DI / TII movement and the Dompea Ammatoa Kajang movement. Finally, society and parents in responding to the challenges of school education (1932 - 1966). In the Bulukumba area.Keywords: travel, education and school
Aktivitas Perekonomian di Delta Brantas pada Abad Ke-10 Masehi Andri Setyo Nugroho
PATTINGALLOANG Vol. 7, No. 3, Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v7i3.15900

Abstract

Raja-raja Mataram telah menaruh minat terhadap sungai Brantas setidaknya mulai abad sembilan masehi. Pasca perpindahan pusat kekuasaan Mataram dari Jawa bagian tengah ke Jawa bagian timur, Pu Sindok menempatkan istananya berada di sekitar lembah Sungai Brantas. Kebijakan ini menumbuhkan perekonomian daerah-daerah di sepanjang Sungai Brantas mulai hulu sampai dengan hilir. Kajian yang telah dilakukan oleh para peneliti selama ini masih terfokus pada potensi ekonomi di wilayah tubuh sampai dengan hulu Sungai Brantas, sedangkan daerah delta luput dari perhatian. Berdasarkan temuan prasasti-prasasti di sekitar Delta Brantas, memberikan petunjuk bahwa aktivitas perekonomian yang terjadi di wilayah ini tidak kalah ramai dengan daerah pedalaman. Penelitian ini bermaksud merekonstruksikan aktivitas perekonomian yang terjadi di Delta Brantas pada abad sepuluh masehi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah meliputi pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi atau kritik, interpretasi atau penafsiran, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Delta Brantas menjadi pintu masuk komoditas perdagangan dari kepulauan sekitar. Banyaknya perahu dan kapal dengan berbagai ukuran menunjukkan wilayah ini merupakan sebuah pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh para pelaut dan pedagang. Adanya persamaan profesi mendorong para pedagang untuk membentuk komunitas yang dapat mempermudah pekerjaan mereka. Melalui komunitas tersebut, para pedagang menjalin relasi dengan penguasa sehingga mendapat hak-hak istimewa.Kata Kunci : Delta Brantas; Komoditas; Pedagang; PerekonomianAbtractMataram kings have been interested in the Brantas river since at least the ninth century. After the transfer of the Mataram power center from central Java to eastern Java, Pu Sindok placed his palace in the vicinity of the Brantas River valley. This policy grows the economy of the areas along the Brantas River from upstream to downstream. The studies that have been carried out by researchers so far still focus on the economic potential of the body area upstream of the Brantas River, while the delta area has gone unnoticed. Based on the findings of the inscriptions around the Brantas Delta, it provides an indication that the economic activity occurring in this area is no less crowded than the hinterland. This study intends to reconstruct the economic activities that occurred in the Brantas Delta in the tenth century. The method used in this research is historical research methods consisting of topic selection, collection of sources, verification or criticism, interpretation or interpretation, and historiography. The results showed that the Brantas Delta became the entry point for trading commodities from the surrounding islands. The number of boats and ships of various sizes shows that this area is a port that is busy being visited by sailors and traders. The existence of equal professionalism encourages traders to form communities that can facilitate their work. Through this community, the merchants established relations with the authorities so that they received special rights.Keywords : Brantas Delta, Commodities, Trade, Economy 

Page 1 of 1 | Total Record : 8