cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Edisi 3 November 2017" : 29 Documents clear
PENGGUNAAN MODEL WORD SQUARE DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DIKELAS XI IPS 1 SMAN 1 MARIORIAWA KABUPATEN SOPPENG Ahksan, Arhan; Awaru, A. Octamaya Tenri
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.363 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan berlajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran word square, dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan data, subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Marioriawa sebanyak 29 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 15 siswi perempuan, tahun ajaran 2017/2018 semester genap pada mata pelajaran sosiologi pokok bahasan pendidikan multikultural. Hasil penelitian ini menunjukkan, pada siklus 1 tingkat keaktifan siswa telah mencapai indikator keaktifan belajar yaitu 64,2% yang didapat berdasarkan hasil observasi kegiatan siswa, dan hasil observasi kegiatan guru dalam menerapkan model pembelajaran word square juga masuk dalam kategori baik yaitu 75%. Namun tingkat keaktifan pada siklus satu masih dianggap kurang oleh peneliti dikarenakan tingkatan keaktifan tersebut setara dengan tingkatan biasa seperti belum terlalu maksimalnya respon siswa terhadap intruksi yang diberikan serta siswa masih terlalu kaku dengan kondisi kelas pada saat penelitian, oleh karena itu peneliti akan melanjutkan penelitian pada siklus II dengan beberapa perubahan dari siklus sebelumnya agar terjadi peningkatan keaktifan pada siklus II. Hasil siklus II menunjukkan adanya peningkatan pada siswa, berdasarkan lembar observasi kegiatan siswa diproleh angka persentase keaktifan yaitu 89,2% yang menunjukkan dalam kategori sangat aktif, begitu pula dengan kegiatan guru dalam menerapkan model pembelajaran word square juga masuk kedalam kategori sangat baik yaitu 85,7%. Berdasarkan hasil yang didapat pada siklus II maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas XI IPS 1 SMA Negeri Marioriawa dinyatakan berhasil.
KEHIDUPAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DI DESA LARA KECAMATAN KAROSSA KABUPATEN MAMUJU TENGAH Nurjannah Nurjannah; M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.559 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) faktor penyebab remaja putus sekolah di Desa Lara Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, 2) Kehidupan remaja putus sekolah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 23 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi.  Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor penyebab putus sekolah pada remaja Desa Lara Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah antara lain yaitu faktor eksternal, faktor eksternal atau faktor dari luar meliputi: a) Keluarga, b) Ekonomi, c) Lingkungan Sekolah, d) Lingkungan Tempat Tinggal, e) Geografis.  2) Kehidupan remaja putus sekolah di Desa Lara Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah dilihat dari dampak positifnya yaitu mereka bisa membantu orangtua bekerja dan bisa mencari kerja sendiri. Sedangkan dampak negatifnya mereka banyak jadi pengangguran, dan sering berbuat menyimpang seperti minum-minuman terlarang, balapan liar, dan  tawuran.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING COMPOSITION (CIRC) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 1 DI SMA NEGERI 2 BANTAENG Akram Pratama; Musdaliah Mustadjar
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.418 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11781

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: “Penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC)”. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pemaparan data kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Bantaeng, dengan jumlah siswa 24 orang siswa yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. pengumpulan data yang digunakan dokumentasi dan angket (kuesioner). Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis data kuantitatif dengan dua siklus. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil terevaluasi siklus I ke siklus II yang kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh nilai rata-rata pada siklus I sebesar 58,99 dengan persentase ketuntasan hanya sebesar 29,16%. Sedangkan nilai rata-rata siklus II meningkat menjadi 71,66 dengan persentase ketuntasan 70,83%. Hasil uji hipotesis diperoleh peningkatan dari siklus I ke siklus II itu menunjukkan bahwa dengan penerapan pembelajaran kooperatif model Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 1 di SMA Negeri 2 Bantaeng
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI SMA NEGERI 1 BAJENG Hasrul Hasrul; Muhammad Syukur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.072 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap pembentukan kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Bajeng Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI (IPA dan IPS) dengan sampel 892 dari populasi yaitu sebesar 220 siswa yang ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, angket dan dokementasi. Instrumen yang digunakan yaitu angket kepemimpinan kepala sekolah yang berjumlah 30 butir soal dan angket kedisiplinan siswa yang berjumlah 28 butir soal. Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SMA Negeri 1 Bajeng berada pada frekuensi 39,54%  atau berada pada kategori tinggi. Sedangkan kedisiplinan siswa berada pada frekuensi 36,81% dengan kategori Tinggi. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Bajeng, dengan nilai pengaruh koefisian korelasi (r) yaitu sebesar 0,890 dan nilai koefisien determinasi atau R-square ( ) sebesar 0,784 atau 78,4% yang berarti pengaruh kepemimpinan kepala sekolah sebagai variabel bebas (X) terdapat kedisiplinan siswa  sebagai variabel terikat atau Y adalah sebesar 78,4%.
SOLIDARITAS SOSIAL DI DALAM LEMBAGA KEMAHASISWAAN HMPS PENDIDIKAN SOSIOLOGI FIS UNM PERIODE 2016-2017 Ma'ruf, Amar; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.929 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor apakah yang menghambat solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017. (2) Bagaimana solusi untuk mengatasi terhambatnya solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiolgi FIS UNM Periode 2016-2017. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 12 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa pendidikan sosiologi yang pernah masuk dalam pengurus HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017, mahasiswa yang memiliki jabatan sebagai pengurus inti dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Faktor penghambat solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2106-2017 meliputi: (a) Kekompakan (b) Rasa sepenanggungan (c) kolektifitas (d) Hukum yang bersifat represif (e) Perasaan moral bersama. (2) Solusi untuk mengatasi terhambatnya solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017 meliputi: (a) Membangun kekompakan (b) Menanamkan rasa sepenanggungan (c) Membangun kolektifitas (d) Mewujudkan hukum yang bersifat represif (e) Menanamkan perasaan moral bersama.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN DI DESA AMBOPADANG KECAMATAN TUBBI TARAMANU KABUPATEN POLEWALI MANDAR Sitti Rahma Muthalib; M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.417 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Bagaimana peran masyarakat dalam  pendidikan di Desa Ambopadang Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar, 2) Faktor yang mempengaruhi pendidikan dalam masyarakat di Desa Ambopadang Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria, orangtua yang memiliki anak putus sekolah sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Orangtua yang berprofesi sebagai petani yang bekerja dari pagi buta sampai sore hari mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap anaknya. Sehingga orangtua kurang berperan terhadap pendidikan anak. 2) Ada beberapa faktor yang menyebabkan terhambatnya pendidikan anak, seperti; orang tua kurang tegas terhadap pendidikan anak, jarak rumah ke sekolah terbilang jauh dan terkendala kendaraan membuat anak malas ke sekolah, anak merasa minder ke sekolah karena fisik yang tidak sesuai dengan umurnya, anak merasa malu ketika tidak naik kelas, dan anak bermasalah dengan teman sekolahnya. Lingkungan yang kurang mendukung karena lebih banyak anak yang putus sekolah dibanding yang bersekolah.
PERGESERAN GAYA HIDUP GURU PASCA TUNJANGAN SERTIFIKASI (STUDI KASUS DI MAN 1 BARRU) Mirjayanti Jaenal; Chamsiah Ishak
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.36 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bentuk pergeseran gaya hidup guru pasca tunjangan sertifikasi dan 2) penyebab pergeseran gaya hidup guru pasca tunjangan sertifikasi. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah informan sebanyak 15 orang. Adapun kriteria informan yaitu guru yang tersertifikasi. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data dengan menggunakan member check. Teknik analisis data diperoleh melalui tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) bentuk pergeseran gaya hidup guru pasca tunjangan sertifikasi di MAN 1 Barru yaitu (a) industri gaya hidup terdiri dari pakaian dan kendaraan, (b) iklan gaya hidup terdiri dari adanya media sosial, (c) public relations dan journalisme gaya hidup  2) penyebab terjadinya pergeseran gaya hidup guru di MAN 1 Barru yaitu (a) Faktor internalnya yakni sikap terdiri dari gengsi sosial, dan kepribadian terdiri dari bertambahnya penghasilan ekonomi. (b) Faktor eksternalnya yakni kelompok referensi. 
KETERLAMBATAN PENYELESAIAN MASA STUDI STUDI KASUS MAHASISWA PECINTA ALAM DI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Fahriana Syamsuddin; M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.723 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) cara mahasiswa pecinta alam membagi waktu antara kuliah dan organisasi, serta 2) Penyebab banyaknya jumlah mahasiswa pecinta alam yang mengalami keterlambatan dalam penyelesaian masa studi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria adalah  mahasiswa  aktif  angkatan 2010, 2011, dan 2012 yang merupakan anggota  mapala  dari organisasi pecinta alam yang ada di universitas negeri Makassar, baik tingkat fakultas maupun tingkat Universitas. Jumlah informan adalah 11 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi.  Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahawa: 1) alokasi waktu mahasiswa pecinta alam di Universitas Negeri Makassar antara kuliah dan organisasi cukup baik dikarenakan (a) mampu meperioritaskan kegiatan perkuliahan (menghadiri kelas perkuliahan) dengan kegiatan organisasi dan (b) kegiatan organisasi mahasiswa pecinta alam sangat jarang bertabrakan dengan jadwal perkuliahan. 2) faktor penyebab keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa pecinta alam lebih disebabkan karena faktor internal dibanding faktor eksternal. Faktor internalnya adalah (a) motivasi dan (b) emosional. Sementara untuk faktor eksternalnya yaitu lebih disebabkan oleh faktor nonsosial, seperti keadaan (a) cuaca dan (b)letak kampus.
PRIVILESE PADA SISWA DI SMA NEGERI 2 SENGKANG KABUPATEN WAJO Andi Ashar; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.524 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk Privilese pada siswa di SMA Negeri 2 Sengkang dan apa dampak yang ditimbulkan dari bentuk privilese pada siswa di SMA Negeri 2 Sengkang. Jumlah informan dalam penelitian sebanyak 15 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria teman dekat dari siswa anak pejabat, anak pejabat kepala Instasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data yang dilakukan peneliti adalah member check agar informasi yang diperoleh sesuai penulisan laporan dengan informan atau data yang dimaksud. Analisis data ini diolah secara deskriptif kualitatif dimana peneliti merangkum, memilih dan memfokuskan pada hal penting atau mereduksi data setelah itu penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Bentuk Privilese pada siswa di SMA Negeri 2 Sengkang yakni, a. bebas tes masuk sekolah, b. menempati kelas unggulan, c. mendapat nilai tinggi meskipun mempunyai IQ rata-rata, d. mudah dalam memperbaiki nilai, e. bebas akses keluar masuk sekolah, f. adanya kebijakan saat pemotongan rambut, g. tidak mendapat sanksi point saat terlambat, ini terjadi akibat siswa tersebut mempunyai orang tua pejabat dalam yang berasal dari kalangan atas atau golongan elit. 2). Adapun dampak yang ditimbulkan pada siswa di SMA Negeri 2 Sengkang misalnya, a. adanya perbedaan perlakuan, b. timbulnya kecemburuan social, c. adanya perbedaan gaya hidup, d. timbulnya gengsi atau kesombongan pada individu siswa, e. adanya konflik antar siswa yang terjadi di sekolah.
PERAN SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN POLITIK SISWA PADA SMA MUHAMMADIYAH PALOPO Sulfiah Marzuki; Chamsiah Ishak
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.047 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Peran sekolah dalam menumbuhkan kesadaran politik siswa pada SMA Muhammadiyah Palopo; 2) Hambatan yang dihadapi oleh sekolah dalam menumbuhkan kesadaran politik siswa pada SMA Muhammadiyah Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tipe deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini sebanyak 11 orang yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah sekaligus sebagai guru pendidikan kewarganegaraan, guru pembina OSIS, ketua OSIS, wakil ketua OSIS dan 3 siswa kelas X serta 3 XI SMA Muhammadiyah Palopo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran sekolah dalam menumbuhkan kesadaran politik siswa pada SMA Muhammadiyah  Palopo yaitu: a) sekolah sebagai wadah untuk memupuk partisipasi politik siswa melalui kegiatan pemilihan ketua OSIS, b) sekolah sebagai wadah untuk  membentuk kader pemimpin melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), c) sekolah sebagai wadah untuk memberi bekal pengetahuan politik kepada siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). 2) Hambatan yang dihadapi oleh sekolah dalam menumbuhkan kesadaran politik siswa pada SMA Muhammadiyah Palopo adalah siswa itu sendiri yakni adanya sikap siswa yang: a) malas, b) menganggap kegiatan pemilihan ketua OSIS dan LDK tidak berguna bagi mereka dan sebaliknya malah menyita waktu mereka, c) kurangnya minat siswa terhadap materi pelajaran PKn, dan d) kurangnya rasa ingin tahu siswa.

Page 1 of 3 | Total Record : 29