cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ekonomikawan : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
ISSN : 16937600     EISSN : 25980157     DOI : -
Core Subject : Economy,
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan is a scientific journal that contains the results of theoretical research and studies on economic and development issues. Managed by Department of Development Economics, Faculty of Economics and Business University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Published by University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Press.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2018)" : 9 Documents clear
Analisis Inflasi dan Impor Indonesia Dewi Mahrani Rangkuty; Lia Nazliana Nasution
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.841 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2552

Abstract

Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka. Semenjak dari masa kemerdekaan sampai dengan sekarang masih terus menjadi bagian dan atau pelaku di pasar internasional. Kecenderungan mengeskpor untuk meningkatkan pendapatan negara diikuti pula dengan mengimpor barang/jasa modal dan jenis barang/jasa ekonomi lainnya yang dikonsumsi oleh penduduk domestik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data laju pertumbuhan inflasi dan impor Indonesia dengan time series mulai dari tahun 1991-2017. Hasil penelitian dengan metode analisis VAR (vector autoregression) didapatkan bahwa Inflasi dan impor tidak berkaitan erat dan tidak saling mempengaruhi berdasarkan kurun waktu penelitian ini karena tidak memiliki hubungan sebab akibat. Inflasi periode yang lalu tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap impor Indonesia. Peningkatan impor berpengaruh positif terhadap inflasi berdasarkan persamaan VAR. Dan antara inflasi dan impor terdapat hubungan stabilitas keseimbangan jangka panjang dan pergerakan dalam jangka panjang. Sementara dalam jangka pendek kedua variabel inflasi dan impor saling menyesuaikan untuk mencapai keseimbangan jangka panjang. Hal yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah yakni Bank Indonesia diharapkan dapat tetap menjaga laju inflasi terkait kestabilan nilai rupiah baik di dalam maupun luar negeri sehingga dapat menekan kuota impor yang dapat mengurangi kecenderungan konsumsi terhadap barang/jasa impor oleh penduduk domestik.
Analisis Pengaruh Tenaga Kerja Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berdampak Pada Tingkat Pengangguran di Sumatera Utara Fajriawati Fajriawati
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.704 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2531

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh tenaga kerja asing terhadap pertumbuhan ekonomi  yang berdampak pada pengangguran di Sumatera Utara. Penelitian ini mengunakan  data sekunder  berdasarkan data kuantitatif yang mengunakan data dari BPS. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tenaga kerja asing terhadap pertumbuhan ekonomi berdampak pada pengangguran di Sumatera Utara. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa pengaruh  tenaga asing yang bekerja di perusahaan-perusahaan di kota Medan yang menempati bermacam-macam jabatan yakni  ahli asset manajemen dan berbagai macam jabatan lain. Tenaga Kerja Asing  yang berada di kota medan ini berasal dari berbagai negara antara lain : China, India, Malaysia. Adapun pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tenaga kerja asing adalah tingginya upah yang diterima oleh tenaga kerja asing yang membuat banyak perusahan yang melihat dan menggunakan tenaga ahli yang siap pakai yang didapat oleh para tenaga asing yang siap pakai untuk menduduki jabatan di suatu perusahaan. Kemajuan suatu daerah harus menyediakan lapangan pekerjaan yang merupakan keefektifan kesempatan angkatan kerja yang dapat ditampung oleh lapangan pekerjan, yang harus disediakan oleh pemerintah dan perusahan-perusahan sehingga dapat menampung tenaga kerja yang siap pakai untuk mendapatkan hasil yang di harapkan oleh masyarakat.
Analisis Struktur APBD Dalam Meningkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Pemerintah Daerah Sumatera Utara Elizar Sinambela; Fitriani Saragih; Eka Nurmala Sari
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.874 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2527

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Struktur APBD dalam meningkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pemerintah Daerah Sumatera Utara. Tujuan ini dilatarbelakangi oleh kondisi saat ini dimana kinerja pemerintahan masih kurang baik mulai dari daerah sampai ke pusat. Ini dapat diketahui dari efektifitas dan efisiensi kebijakan pengeluaran pemerintah yang belum dapat sesuai dengan target yang ditentukan. Selain itu juga masih banyaknya oknum pemerintah yang melakukan korupsi, atas dana pemerintah. Hakikatnya APBD  adalah  penjabaran  kuantitatif  dari  tujuan,   sasaran  pemerintah  daerah  dan  tugas  pokok  serta fungsi  unit  kerja, sehingga harus  disusun  dalam  struktur  yang  berorientasi  pada  pencapaian  tingkat  kinerja  tertentu. Oleh sebab itu  alokasi  dana  yang  digunakan  untuk  membiayai  berbagai  program  dan  kegiatan  dapat  memberikan  manfaat  yang  benar-benar  dirasakan  masyarakat  dan  pelayanan  yang  berorientasi  pada  kepentingan  publik  (PP  No  58  Tahun  2005). Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian ini mencoba untuk menganalisis struktur APBD dalam meningkatkan Pengelolaan Keuangan Daerah dengan mengambil kasus pada pemerintahan daerah Sumatera Utara. Dengan menggunakan metode research and development (R&D).Penelitian ini menemukan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah Propinsi Sumatera Utara belum efektif dan efisien terlihat dari APBD yang menunjukan realisasi pendapatan dan belanja belum dapat mencapai target. Pada Struktur APBD saat ini masih belum sesuai dengan Permendagri nomor 13 Tahun 2006 pada bagian pembiayaan daerah yang ternyata belum jelas diungkap pada struktur APBD. Perencanaan yang baik akan berdampak pada pelaksanaan dan pengawasan keuangan yang baik pula. Sehingga dapat meningkatkan kinerja pemerintah daerah. 
Analisis Dampak Migrasi Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Keluarga Desa (Studi Pada Desa Tanjung Gusti, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara) Vina Maria Ompusunggu
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.159 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2546

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Gusti, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana dampak migrasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi keluarga desa. Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang bertujuan menggambarkan secara detail dan mendalam tentang dampak migrasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi keluarga desa. Teknik pengumpulan data adalah dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi untuk memperoleh informasi yang lengkap. Jumlah Informan penelitian ini adalah sekitar 35 orang dan semuanya diciptakan sebagai sampel total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peranan migrasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi keluarga desa. Berdasarkan data, 65% mata pencaharian masyarakat Desa Tanjung Gusti adalah bertani dan berdagang. Untuk itu migrasi sirkuler sebagai faktor peningkatan ekonomi keluarga desa. Hal ini dapat dilihat adanya dampak positif dan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi keluarga desa.
Pengembangan Wilayah Perdesaan Berbasis Pada Potensi Sumber Daya Alam di Kabupaten Bondowoso Herman Cahyo Diartho
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.589 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2528

Abstract

Adanya kesenjangan antara daerah perkotaan dan pedesaan serta kemiskinan di pedesaan telah mendorong upaya-upaya pembangunan di daerah pedesaan. Salah satu upaya untuk melakukan modernisasi dan penguatan ekonomi perdesaan adalah dengan adanya dukungan penyediaan infrastruktur perdesaan yaitu jalan, air bersih, listrik dan prasarana kegiatan ekonomi lainnya. Dalam prakteknya, proses pembangunan perdesaan yang dilaksanakan selama ini belum berhasil mencapai tujuan tersebut, bahkan disisi lain telah menimbulkan berbagai permasalahan baru berupa kesenjangan antar kota dan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan perdesaan di wilayah Kabupaten Bondowoso mempunyai beberapa klasifikasi perkembangan desa serta potensi sumber daya alamnya, yaitu : (Pertama). Kecamatan Tamanan dengan potensi ekonomi kreatif menghasilkan tiga hierarki, yaitu (a). Kelompok Hierarki I (Desa Tamanan, Desa Sukosari dan Desa Wonosuko), (b). Kelompok Hierarki II (Desa Karangmelok, Desa Kemirian, dan Desa Sumberkemuning) dan (c). Kelompok Hierarki III (Desa Mengen, Desa Sumberanom dan Desa Wonosuko), (Kedua). Kecamatan Wonosari dengan potensi agribis padi organik menghasilkan tiga hierarki, yaitu (a). Kelompok Hierarki I (Desa Wonosari, Desa Traktakan dan Desa Sumberkalong), (b). Kelompok Hierarki II (Desa Kapuran, Desa Pasarejo, Desa Tumeng, Desa Lombok Kulon dan Desa Lombok Wetan) dan (c). Kelompok Hierarki III (Desa Tangsil Wetan, Desa Jumpong, Desa Pelalangan dan Desa Bendoarum), (Ketiga). Kecamatan Sumberwringin dengan potensi agribis kopi rakyat menghasilkan tiga hierarki, yaitu (a). Kelompok Hierarki I  (Desa Sumbergading), (b). Kelompok Hierarki II (Desa Sukorejo dan Desa Sukosarikidul) dan (c). Kelompok Hierarki III (Desa Tegaljati dan Desa Rejoagung) dan (Keempat). Kecamatan Binakal dengan potensi agroindustri tape dan ikan air tawar menghasilkan tiga hierarki, yaitu (a). Kelompok Hierarki I (Desa Sumbertengah dan Desa Bendelan), (b). Kelompok Hierarki II (Desa Jeruk Soksok, Desa Binakal dan Desa Baratan) dan (c). Kelompok Hierarki III (Desa Gadingsari, Desa Sumber Waru Desa Kembangan).
Analisis Peranan Sub Sektor Perikanan Tangkap Terhadap Perekonomian di Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Lailan Safina Hsb; Reva Hari Wardana Naibaho
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.884 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2550

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur hasil perikanan tangkap, struktur penggunaan alat tangkap ikan serta pendapatan nelayan di Kecamatan Pantai Labu. Dari 19 desa yang ada di kecamatan Pantai Labu, Desa Paluh Sibaji terpilih menjadi desa sampel karena hampir 80% penduduknya bermatapencarian sebagai nelayan. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 86 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan nelayan berhubungan erat dengan peralatan yang dipergunakan yaitu kapal/perahu dan jaring. Nelayan yang menggunakan perahu lebih banyak menangkap ikan di lautan dangkal dimana harga ikan yang diperoleh relatif lebih murah. Sedangkan nelayan yang sudah menggunakan kapal, akan menangkap ikan di lautan dalam yang harga ikan hasil tangkapannya relatif lebih mahal. Pendapatan nelayan secara umum masih relatif rendah. Dengan memasukkan penghasilan istri dan anak sebagai pendapatan keluarga, hampir 60% dari jumlah sampel, mempunyai pendapatan yang masih dibawah Upah Minimum Kabupaten yang besarnya sekitar Rp. 2,4 juta untuk tahun 2017. Hasil tangkapan nelayan lebih banyak dijual ke Toke daripada ke tempat pelelangan ikan mesipun harga ikan di tempat pelelangan relatif lebih tinggi dari harga Toke. Hal ini disebabkan karena banyak nelayan yang menerima pinjaman dari Toke, baik berupa uang maupun berupa kapal. Keadaan ini menimbulkan keterikatan antara nelayan dengan Toke.
Analisis Penyampaian SPT Masa dan Jumlah Wajib Pajak Badan Dalam Meningkatkan Penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 21 di KPP Pratama Medan Belawan Zulia Hanum
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.733 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyampaian SPT Masa dan jumlah wajib pajak badan dalam meningkatkan penerimaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan. Permasalahan yang terjadi di KPP Pratama Medan Belawan adalah wajib pajak badan yang menyampaikan SPT Masa tidak sebanding dengan jumlah wajib pajak badan yang terdaftar serta menurunnya penerimaan pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dan data yang diteliti dari tahun 2013  - 2016. Data diperoleh dari Seksi Pengolahan Data dan Informasi (Seksi PDI) KPP Pratama Medan Belawan. Teknik analisis data  adalah analisis deskriptif, dimana data yang ada dikumpulkan kemudian dianalisis penyampaian  SPT Masa dan jumlah wajib pajak badan dalam meningkatkan penerimaan pajak penghasilan Pasal 21 serta melakukan wawancara untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penerimaan pajak tidak mencapai target dan upaya yang dilakukan agar penerimaan pajak meningkat di KPP Pratama Medan Belawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa wajib pajak yang menyampaikan SPT Masa belum menunjukkan keseimbangan antara wajib pajak badan yang menyampaikan SPT Masa dan wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Medan Belawan sehingga penerimaan pajak mengalami penurunan. Jadi KPP Pratama Medan Belawan perlu meningkatkan lagi kualitas pelayanan dan kualitas pengawasan terhadap wajib pajak badan dalam menyampaikan SPT Masa. KPP Pratama Medan Belawan harus lebih menggencarkan sosialisasi perpajakan terhadap wajib pajak agar kesadaran wajib pajak dalam menyamapaikan SPT Masa dan membayar pajak meningkat. Dengan diperbaikinya dari semua aspek diharapkan realisasi pajak yang diperoleh mencapai target pajak yang telah ditetapkan.
Pengaruh Tenaja Kerja, Jumlah Perusahaan dan Biaya Input Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sub Sektor Industri Besar dan Sedang di Sumatera Utara Periode 2001-2015 Muhammad Taufik; Try Utami Permas; Wita Utami; Yulia Harahap
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.97 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Tenaga Kerja, Jumlah Perusahaan dan Biaya Input Terhadap Produk Domestik Regional (PDRB) Sub Sektor Industri Besar dan Sedang Di Sumatera Utara periode 2001-2015. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 3 Sub Sektor Industri Besar Dan Sedang di Sumatera Utara dengan sepuluh tahun periode pengamatan maka didapatlah analisis berjumlah 45 analisis yang dipilih dengan kriteria tertentu menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y = 1553,751 – 0,049 Tenaga Kerja – 24,055 Jumlah Perusahaan + 1,375 Biaya Input + e dan uji hipotesis menggunakan uji t secara parsial, uji f secara simultan dengan level of significance 5% dan uji koefesien determinasi (R2). Dari hasil analisis menunjukkan data secara parsial bahwa nilai signifikansi Tenaga Kerja sebesar 0,640 > 0,05 dan nilai thitung(-0,471) > ttabel(-2,019). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Tenaga Kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB, dapat disimpulkan bahwa H1diterima dan H0ditolak. Nilai signifikansi Jumlah Perusahaan sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai thitung (-3.283) < ttabel (-2,019). Hal ini menunjukkan bahwa variable Jumlah Perusahaan tidak berpengaruh dan signifikan terhadap PDRB, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak dan nilai signifikansi Biaya Input sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai thitung(18,239) > ttabel (2,019). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Biaya Input berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, dapat disimpulkan bahwa H1diterima dan H0ditolak. Secara simultan bahwa H1 diterima dan H0ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PDRB yang diungkapkan dipengaruhi secara simultan oleh Tenaga Kerja, Jumlah Perusahaan dan Biaya Input, dengan nilai Fhitung > Ftabel (329,285 > 2,83) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Angka Adjusted R square atau koefisien determinasi adalah 0,957. Hal ini berarti 95,7% variasi atau perubahan dalam PDRB dapat dijelaskan oleh variasi dari Tenaga Kerja, Jumlah Perusahaan, dan Biaya Input, sedangkan sisanya (4,3%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain.
Analisis Kinerja Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Tiara Resti Adha; Dhea Stevenie; Syarifa Wahyuni; Weriantoni Weriantoni
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.831 KB) | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v18i2.2530

Abstract

Analisis Kinerja Keuangan Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2011-2015.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Kinerja Keuangan Kabupaten Padang Pariaman jika dilihat dari: (1) peningkatan rill pendapatan asli daerah. (2) Efektivitas Pendapatan Daerah (3) Elastisitas Pendapatan Daerah (4) Rasio Pajak Daerah. Data yang digunakan adalah Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Padang Pariaman tahun anggaran 2011 sampai dengan 2015. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Metode analisis data adalah melakukan perhitungan kinerja pengelolaan Pendapat Asli Daerah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja Keuangan Kabupaten Padang Pariaman dilihat dari peningkatan rill pendapatan asli daerah untuk tahun 2011 sampai 2015 meningkat dari tahun ke tahun,walaupun pada tahun 2015 mengalami penurunan.(2) dilihat dari efektivitas pendapatan asli daerah sangat efektif dari tahun ke tahun, karena melebihi dari 100%.(3) dilihat dari elastisitas Pendapatan Asli Daerah, kabupatan Padang Pariaman kinerja pengelolaan PAD dapat dikatakan elastis karena nilai nya > 1.(4) dilihat dari rasio pajak daerah, kabupaten Padang Pariaman dalam pengelolaan keuangan nya dapat dikatakan stabil, karena angka menunjukkan 2011 sampai 2014 sebesar 15% dan tahun 2016 bergeser menjadi 16%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9