cover
Contact Name
Eko Setyadi Kurniawan M.Pd.Si.
Contact Email
radiasi@umpwr.ac.id
Phone
+62895429888884
Journal Mail Official
radiasi@umpwr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika
ISSN : 23016111     EISSN : 25490826     DOI : 10.37729/radiasi
Core Subject : Science, Education,
Radiasi: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika (known as Radiasi) is a peer-reviewed journal published by Universitas Muhammadiyah Purworejo. Radiasi is an integrated forum for communicating scientific advances in the field of physics and education physics. The journal reports significant new findings related to physics and education physics, including learning media development, learning methods development, learning methods implementation, and application of physics. Radiasi publishes comprehensive research articles and invited reviews by leading experts in the field. Papers will be selected that high scientific merit, impart important new knowledge, and are of high interest to physics and education physics community
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada Mata Pelajaran Fisika SMA N 3 Purworejo Kelas XI Tahun Pelajaran 2014/2015 Retno Anggita Dewi; Sriyono Sriyono; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan perangkat pembelajaran yang layak untuk pembelajaran Fisika ditinjau dari segi komponen, keterkaitan antar komponen, kelayakan, dan bahasa, 2) mengetahui peningkatan keteraampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R&D (Research & Development). Sebagai subjek dalam penelitian adalah siswakelas XI MIA-2 SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, metode angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor validasi silabus dan RPP oleh ahli materi sebesar 37 dan 51 dengan kriteria “baik”, oleh guru fisika sebesar 43 dan 55 dengan kriteria “baik”, sehingga perangkat pembelajaran ini layak digunakan dengan sedikit revisi. Hasil keterlakasanaan pembelajaran selama empat kali diperoleh skor rata-rata 25, 25.5, 24, dan 24.5 peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dari hasil observasi diperoleh ketercapaian sebesar 68.55%, 75.49%, 80.80%, dan 86.70% serta dari hasil tes sebesar 62.30%, 65.20%, 70.60% dan 77.40%. Berdasarkan hal di atas, maka perangkat pembelajaran berbasis problem solving dalam penelitian ini dapat dikategorikan layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa
Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Snowball Throwing Pada Materi Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal Aldovina Kristin Muniarti; Ferdy S. Rondonuwu; Marmi Sudarmi
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi guru dalam membuat RPP dengan model Cooperative Learning sehingga dapat digunakan sebagai alat evaluasi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar yang akan meningkatkan motivasi belajar siswa, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian kelas VIII yang berjumlah 20 orang. Intrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi siswa, lembar quisioner dan tes tertulis, yang kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan 81% siswa aktif dalam kegiatan diskusi dan 85% siswa sudah mencapai tingkat ketuntasan belajar. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Snowball Throwing dapat diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran dikelas.
Analisis Kemampuan Dasar Keterampilan Proses Siswa Kelas XI IPA Melalui Metode Eksperimen pada Pokok Bahasan Elastisitas Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015 Leni Setia Nendrasari; Sriyono Sriyono; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui besarnya kemampuan dasar keterampilan proses siswa, aspek yang paling tinggi dan rendah, serta hubungan antara aspek investigasi, observasi, klasifikasi, prediksi, interpretasi, dan komunikasi dengan metode eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif guna memperoleh data mengenai perkembangan kemampuan dasar keterampilan proses siswa kelas XI IPA melalui metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri dengan jumlah 100 siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian statistik deskriptif menunjukkan besarnya kemampuan dasar keterampilan proses siswa dalam investigasi 86,58% berkategori sangat baik, observasi 84,37% berkategori sangat baik, klasifikasi 83,25% berkategori sangat baik, prediksi 75,75% berkategori baik, interpretasi 79,75% berkategori baik, dan komunikasi 78,58% berkategori baik. Aspek yang paling tinggi investigasi sedangkan aspek yang paling rendah prediksi. Hasil analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa: hubungan investigasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,851, observasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,876, klasifikasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,051, prediksi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,833, interpretasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,516, dan komunikasi dengan metode eksperimen tidak signifikan dengan =0,767. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan dasar keterampilan proses siswa kelas XI IPA melalui metode eksperimen pada pokok bahasan elastisitas Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2014/2015 sudah berkembang dengan sangat baik.
Penggunaan Metode Fast Feedback Model Rainbow Card dalam Pembelajaran Fisika tentang Suhu dan Kalor Ni P.D Purnamasari; Debora Natalia Sudjito; Marmi Sudarmi
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi digunakan untuk mengetahui apakah siswa sudah paham akan suatu materi ajar yang sudah diajarkan. Namun yang terjadi guru-guru seringkali mengevaluasi siswa setelah 1 bab sampai 2 bab selesai dahulu. Sehingga kesalahan siswa terlambat untuk diketahui (slow feedback). Untuk itu perlu digunakan metode umpan balik cepat (fast feedback) yaitu metode koreksi cepat yang dapat membantu guru untuk mengoreksi dan mengetahui hasilnya saat itu juga. Metode fast feedback dapat dilakukan guru sesering mungkin dan tidak menghabiskan banyak waktu sehingga dapat dilakukan berkali-kali dalam satu pertemuan.Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh umpan balik (feedback) secara cepat dan mengembangkan model baru dari metode fast feedback model rainbow card dalam pembelajaran fisika tentang suhu dan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model guru sebagai peneliti. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa fisika berjumlah 32 mahasiswa. kartu tugas dikerjakan secara individu. Jika jumlah mahasiswa yang menjawab benar ≥70%, maka diberikan tugas baru. Jika jumlah mahasiswa yang menjawab benar <70% dilakukan pembelajaran. Demikian seterusnya sampai tugas selesai. Analisa dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: diperlukan 1 siklus feedback pada setiap tahap pembelajaran. Waktu untuk melakukan 1 siklus feedback adalah <10menit. 80-100% mahasiswa aktif merespon tugas yang diberikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode fast feedback dengan model rainbow card efektif digunakan sebagai umpan balik cepat,
Efektivitas Model Pembelajaran Scientific Inquiry Berbasis Pictorial Riddle dalam Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMPN 1 Adimulyo Kebumen Siska Fitri Rahayu; Sriyono Sriyono; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui bagaimana efektivitas model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitain deskriptif yang diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai efektivitas penggunaan model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Adimulyo yang berjumlah 32. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes tertulis, observasi, aangket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil belajar kognitif mengalami mengalami peningkatan sebesar 30,41%, sedangkan pada hasil belajar afektif meningkat sebesar 23,11%. Presentase ketuntasan belajar siswa yang diperoleh yaitu sebesar 87,5% dan respon siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung sebesar 93,90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran scientific inquiry berbasis pictorial riddle efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Model Pembelajaran Kooperatif TGT Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Belajar IPA Jasmin Jasmin; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPA menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian kelas VII G SMP Negeri 2 Buayan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 pada pokok bahasan Wujud Zat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi partisipasi siswa, angket keaktifan siswa, angket respon siswa terhadap pembelajaran, dan tes akhir siklus. Analisis data menggunakan teknik persentase yang dihitung dengan bantuan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran TGT dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPA kelas VII G SMP Negeri 2 Buayan tahun pelajaran 2013/2014. keaktifan belajar siswa naik dari 57,02% pada pra siklus menjadi 64,91% pada siklus 1 dan naik kembali menjadi 75,88% pada siklus 2. Hal ini dapat diketahui hasil belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata tes semester yang lalu sebesar 58 meningkat menjadi 71 pada tes akhir siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 81 pada tes akhir siklus 2. Respon siswa pun sangat positif terhadap pembelajaran TGT. Respon siswa terhadap pembelajaran sebelumnya sebesar 66,8% sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran TGT sebesar 69% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 75,4%.
Pengembangan Alat Peraga GLB dan GLBB Berbasis Sensor LDR (Light Dependent Resistor) Ahmad Solihun; Arif Maftukhin; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan terdiri dari tahap pengumpulan data, desain produk, validitas desain, revisi desain, uji coba terbatas. Subyek penelitian untuk uji coba terbatas adalah mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Purworejo sebanyak 16 mahasiswa. Produk yang dikembangkan adalah alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR yang melalui tahap validasi oleh ahli. Selanjutnya, produk direvisi dan diuji coba terbatas. Dari hasil uji coba alat yang dilakukan dihasilkan kecepatan pada tiap jarak sebesar (0,816 ± 0,011) m/s, (0,814 ± 0,009) m/s, dan (0,804 ± 0,008) m/s untuk GLB. Pada percobaan GLBB (0,856 ± 0,010) m/s, (1,24 ± 0,02) m/s, dan (1,54 ± 0,02) m/s, dengan kesalahan relatif tiap jarak pada GLB sebesar 1,43%, 1,14%, dan 1,01%. Pada GLBB sebessar 1,14%, 1,22%, dan 1,19%. Hal ini menunjukkan nilai keakuratan pengukuran yang sangat baik. Uji validitas memperoleh nilai persentase rata-rata sebesar 79%. Uji coba terbatas dilakukan dengan melakukan praktikum menggunakan alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR, kemudian hasil angket respon mahasiswa menghasilkan nilai persentase sebesar 83,55% dengan kriteria sangat baik. Dengan demikian alat peraga GLB dan GLBB berbasis sensor LDR layak digunakan dalam praktikum fisika materi GLB dan GLBB.
Perancangan Alat Peraga Kolektor Surya Pemanas Air Guna Menjelaskan Suhu Dan Kalor Pada Kelas X SMA Muhammadiyah Purworejo Riki Purnama; Eko Setyadi Kurniawan; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk merancang alat peraga kolektor surya yang bertujuan guna menjelaskan suhu dan kalor pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah Purworejo.Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Muhammadiyah Purworejo Tahun Pelajaran 2014/ 2015 yang berjumlah 22 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket. Penelitian ini diawali dengan membuat alat peraga kolektor surya, kemudian melakukan uji coba alat. Alat yang telah diuji coba dilakukan validasi oleh dosen ahli untuk selanjutnya dilakukan uji coba terbatas terhadap peserta didik dan hasil akhirnya adalah respon peserta didik terhadap alat peraga yang dibuat. Hasil uji coba alat yang dilakukan yaitu pada kolektor surya tanpa kaca penutup, dengan kaca penutup gelap dan dengan kaca penutup bening. Percobaan dengan kolektor tanpa kaca penutup kenaikan suhu maksimum mencapai (12,5±1,8)oC, kolektor dengan kaca penutup gelap suhu maksimum mencapai (13,5±1,8)oC, sedangkan kolektor dengan kaca penutup bening suhu maksimum mencapai (18,5±2,5)oC. Hasil skor yang didapat dari validator I dan II yang kemudian dirata-rata dan diperoleh skor rerata 30,5, persentase yang didapat dari kedua validator mencapai 76% menunjukkan bahwa ketercapaian kriteria yang sangat baik. Hasil persentase dari angket respon peserta didik terhadap kolektor surya memperoleh nilai rerata 81,25%, menunjukkan kriteria baik, sedangkan persentase dari respon pendidik terhadap kolektor surya memperoleh nilai rerata 81,25%, menunjukkan kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat peraga kolektor surya layak digunakan untuk proses pembelajaran, dan keterlaksanan pembelajaran berjalan dengan baik.
Measurement of Spatial Resolution of Ultrasonic Tomograpy by Measuring The Line Spread Function Ego Srivajawati Sinaga
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengukuran Resolusi Ruang/Spasial Tomografi Ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah mengukur Resolusi Spasial Tomografi Ultrasonik melalui pengukuran fungsi sebar garis atau line spread function (LSF). Sistem Tomografi Ultrasonik baru tahap pengujian awal untuk mengetahui kemungkinan pengembangannya lebih lanjut menjadi fasilitas Tomografi Ultrasonik yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan obyek yang berbentuk silinder yang terbuat dari bahan pasir dan semen dengan perbandingan volume 1:3, yang di dalamnya diberi ruang berbentuk kotak yang terbuat dari bahan semen, gypsum dan pasir dengan perbandingan volume 1:4:2 dengan ukuran diameter silindernya (11,2 +/- 0,01) mm , lebar kotak (3,8 +/-0,01) mm dan panjang kotak (5,8 +/- 0,01) mm. Sistem ini menggunakan resolusi data (Proyeksi x Ray-sum) sebesar 200 x 127, perubahan sudut proyeksi 0,90. Citra yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan program eksel selanjutnya untuk proses fitting grafik digunakan program MATLAB R2007B. Hasil resolusi ruang yang diperoleh untuk pengukuran secara manual adalah 0,489 mm atau sekitar 5 piksel dan hasil resolusi ruang secara eksperimen berkisar pada nilai (2,120 +/- 0,04) mm sampai (36,660 +/- 0,04) atau sekitar 1 piksel sampai 12 piksel .
Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining untuk Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Abdul Aziz; Ashari Ashari; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya minat dan motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo. Model belajar yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas yang kurang menyenangkan merupakan salah satu penyebab minat dan motivasi belajar fisika pada siswa menjadi rendah. Penjelasan materi yang hanya didapatkan dari guru saja dan sedikit sekali dari teman juga turut menjadi penyebab minatdan motivasi belajar fisika pada siswa menjadi rendah. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar fisika dengan menggunakan penerapan model belajar student facilitatorand explaining. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-4 SMA Negeri 10 Purworejo yang berjumlah 33 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes siklus, dan metode angket.Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan penerapan model belajar student facilitator and explaining pada proses pembelajaran fisika dapat meningkatkan minat belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo. Minat dan motivasibelajar fisika siswa pada tahap pra siklus adalah 53,03%, meningkat menjadi 68,18% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 96,36% setelah diberi tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran menggunakan penerapan model belajar student facilitator and explaining dapat digunakan sebagai model belajar yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar fisika siswa pada mata pelajaran fisika.