cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 3 (2018)" : 8 Documents clear
Uji Adaptasi Galur Gandum (Triticum aestivum L.) Muhammad Nizar Hanafiah Nasution
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.922 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2453

Abstract

Gandum adalah tanaman pangan jenis serelia yang begitu penting di dunia . Pengembangan tanaman gandum di Indonesia memiliki berbagai macam kendala salah satunya faktor ekologis tanaman tersebut yang berasal dari daerah substropis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan pertumbuhan dan produksi beberapa galur gandum pada lingkungan tropik. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 9 perlakuan galur dan 3 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan Sukarami adaptif. Sembilan galur yang dicobakan di Sukarami semua galur memberikan pengaruh pada setiap variabel responnya kecuali pada variabel panjang malai dan jumlah bulir per malai. Untuk lokasi Sukarami galur yang paling adaptif yaitu H-20.
Pertumbuhan Sawi Pakchoi (Brassica rapa L.) Pada Pemberian Pupuk Bokashi Kulit Buah Kakao Dan Poc Kulit Pisang Kepok Asritanarni Munar; Imam Hartono Bangun; Efrida Lubis
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.252 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2449

Abstract

Pakchoi (Brassica rapaL.) adalah jenis sayur yang bernilai gizi tinggi. Untuk tetap menjamin produktivitasnya, pemupukan merupakan hal yang harus dilakukan, diantaranya dengan memberikan pupuk organik yang berasal dari limbah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pupuk bokashi kulit buah kakao dan Pupuk Organik Cair (POC) kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakchoi.Tempat dilaksanakannya penelitian di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diteliti, yaitu: Faktor bokashi kulit buah kakao (B) terdiri dari 4 taraf, B1 = 50 g/polibeg, B2 = 100 g/polibeg, B3 = 150 g/polibeg, B4 = 200 g/polibeg. Faktor POC kulit pisang kepok (P) terdiri dari 4 taraf, P0 = Kontrol, P1 = 25 ml/polibeg P2 = 50 ml /polibeg, P3 =75 ml/polibeg. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun.  Hasil penelitian mendapatkan bahwa pupuk bokashi kulit buah kakao memberikan pengaruh  yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 sampai 6 minggu setelah pindah tanam (MSPT), jumlah daun umur 3 MSPT dan luas daun pada 5 MSPT. Pemberian POC kulit pisang kepok memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman umur 4 sampai 6 MSPT, serta luas daun 5 dan 6 MSPT.Diberikannya pupuk bokashi kulit buah kakao berinteraksi secara nyata dengan pemberian POC kulit pisang kepok terhadap tinggi tanaman 3 MSPT, jumlah daun 4 dan 6 MSPT.
Bubuk Biji Tehsebagai Moluskisidaorganik dalam Mengendalikan Hama Utama Keong Mas Pada Tanaman Padi (Oryza sativaL.) Nurlaily Nurlaily; Ahmad Gunawan; Azmi Nuzul Hada Marpaung
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.366 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2454

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman pangan pokok bagimasyarakat Indonesia. Namun produksi tanaman padi di Indonesia belum mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penyebab penurunan produksi padi adalah hama dan penyakit tanaman. Keong mas adalah hama utama yang menyerang tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan serta menurunkan produksi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah biji teh untuk mengendalikan hama keong mas pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jl Tuar No. 65 Kec. Medan Amplas,  dengan ketinggian ± 27 mdpl pada bulan April sampai Juni 2018  menggunakan metode RAL Non Faktorial dengan 5 ulangan dan 4 taraf perlakuan yaitu T0: kontrol, T1: 6 g/l air, T2: 12 g/l air, T3: 18 g/l air. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu mortalitas dari hama keong mas, waktu kematian keong masa dan gejala kematian dari keong mas. Analisis data dilakukan dengan analisis of varian                     ( ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT). berdasarkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T3 dengan dosis 18 g/l air berpengaruh sangat nyata menyebabkan kematian keong mas mencapai 100 % pada 8 HSA.
Hasil Dan Komponen Hasil Padi Dengan Sistem Integrasi Padi-Sawit Setelah Aplikasi Paclobutrazol (PBZ) Bambang Surya Adji Syahputra; Maimunah Siregar; Ruth R. Ate Tarigan; Nur Jamay’ah Br Ketaren
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.023 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2450

Abstract

Padi merupakan makanan pokok utama di dunia setelah gandum dan kentang. Khusus untuk Asia Tenggara padi menjadi pilihan utama terutama untuk masyarakat Indonesia. Konsumsi beras di Indonesia untuk tahun 2018 sekitar 127,55 kg/kapita/tahun. Untuk memenuhi kebutuhan swasembada pangan, perlu dilakukan kebijakan khusus pada komoditi padi khususnya dalam penggunaan lahan. Saat ini banyak lahan sawah yang telah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Walaupun sudah beralih fungsi, lahan tersebut masih bisa dipergunakan untuk menanam padi di antara gawangan kelapa sawit.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana pengaruh PBZ terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi.Penelitian ini dilakukan di daerah Hamparan Perak, Deli Serdang,  menggunakan Rancangan petak terpisah (RPT)  dengan 4 ulangan. Petak utama (PU) yaitu varietas padi Inpari Sidenuk dan Mekongga sedangkan anak petak (AP) adalah konsentrasi PBZ (0, 200, 400 dan 600 ppm) dan diaplikasi pada saat inisiasi malai. Parameter yang diamati yaitu panjang malai, jumlah bulir per malai, jumlah bulir hampa, jumlah bulir berisi, berat 1000 bulir dan produksi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan semakin tingginya konsentrasi PBZ memberikan kontribusi bertambahnya jumlah bulir berisidan produksi per meter persegi yang signifikan jika dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Berbanding terbalik untuk parameter panjang malai jumlah bulir hampa yang semakin menurun dengan semakin bertambahnya konsentrasi PBZ. Secara statistik tidak menunjukan signifikan untuk parameter jumlah bulir per malai dan berat 1000 bulir per plotnya.  Dapat disimpulkan bahwa aplikasi PBZ pada tanaman padi dapat menaikkan hasil panen dan konsentrasi yang paling baik adalah pada 400 ppm.
Analisa Kadar Kualitatif Senyawa Lutein dari Tanaman Kenikir (Tagetes erecta L) Sebagai Mikrohabitat Dari Musuh Alami Hama. Rini Susanti; Andini Hanif; Lisdayani Lisdayani
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.167 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2455

Abstract

Tagetes erecta  merupakan tanaman yang tumbuh liar dan mempunyai mahkota bunga berwarna oranye, mempunyai manfaat sebagai agen kemopreventif  karena mempunyai kandungan senyawa-senyawa bersifat antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Manfaat lain dari bunga  Tagetes erecta  dapat berfungsi sebagai refugia mikrohabitat bagi beberapa jenis serangga musuh alami yang bisa menarik serangga musuh alami karena mempunyai bunga yang berwarna cerah . Penelitian bertujuan untuk melihat kadar kuantitatif dari bunga kenikir (Tagetes erecta) sehingga dapat berfungsi sebagai mikrohabitat bagi beberapa jenis musuh alami yang ada disekitar areal pertanaman petani di desa patumbak. Metode penelitian menggunakan analisa deskriptif dengan cara analisa kuantitatif kadar lutein dari bunga kenikir yang dilakukan di Laboratorium pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Hasil penelitian didapat kadar kuantittif dari ekrtak T.erecta didapat kadar lutein crude sebesar 4.33 mg dan KLT dengan Rf sebesar 0.57 cm
Peranan Limbah Biogas Cair Kelapa Sawit dan Limbah Kulit Buah Kakao Pada Kedelai Hitam (Glycine soja) Dafni Mawar Tarigan; Fatmala Harifah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.429 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2451

Abstract

Kedelai hitam salah satu varietas kedelai yang memiliki kelebihan antara lain kandungan antosianin, isoflavon dan mineral Fe. Namun sekarang ini terjadi penurunan produksi dari tahun ke tahun. Sehingga perlu dilakukan penelitian dalam upaya meningkatkan produksi melalui intensifikasi dengan menggunakan pupuk organik yaitu melalui pemberian limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai hitam (Glycine soja). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao pada kedelai hitam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan RAK Faktorial, terdiri atas dua faktor yang diteliti: Faktor pertama adalah pemberian limbah biogas cair kelapa sawit (B), yang terdiri dari (B0) Kontrol, (B1) 200 ml/plot + 500 ml air, (B2) 400 ml/plot+500 ml air, (B3)600 ml/plot + 500 ml air. Faktor kedua adalah limbah kulit buah kakao (K), yang terdiri dari(K0)Kontrol, (K1) 250 g/tanaman, (K2) 500 g/tanaman, (K3) 750 g/tanaman dan dilanjutkan dengan uji beda rataan Duncan’s. Pengamatan  yang diukur adalahtinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang, jumlah polong berisi per sampel, jumlah polong hampa per sampel, bobot biji per sampel, bobot biji per plot, bobot 100 biji.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi limbah biogas cair kelapa sawittidak berpengaruh pada semua parameter. Aplikasi limbah kulit buah kakao hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan tertinggi pada dosis 250 g/tanaman (K1). Selanjutnya tidak ada pengaruh interaksi dari pemberian limbah biogas cair kelapa sawit dan limbah kulit buah kakao terhadap semua parameter pengamatan.
Karakteristik Kultur Corynespora cassiicola (Berk. &Curt) Wei dari Berbagai Tanaman Inang yang Ditumbuhkan di Media PDA Suryani Sajar
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.533 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2456

Abstract

Jamur  Corynespora cassiicolamerupakan penyebab penyakit gugur daun  karet. Penyakit ini dapat  mengakibatkan peranggasan tanaman karet sepanjang tahun sehingga pertumbuhan terhambat, penyadapan tidak dapat dilakukan dan bahkan menyebabkan kematian tanaman. Penelitian tentang inang alternatif C. cassiicola di Indonesia belum banyak dilaporkan terutama pada  tanaman yang tumbuh di sekitar pertanaman karet, padahal tumbuhan inang bisa  menjadi sumber inokulum primer di  perkebunan karet, maka dengan adanya penelitian tentang keragaman  morfologiC. cassiicola  dan karakteristik kulturnya  pada berbagai tanaman inang bisa menjadi pengetahuan dasar dalam strategi pengendalian yang tepat dan efisien. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. IsolatC. cassiicolayang digunakan berasal dari 12 tanaman inang. Pengamatan secara makroskopis dilakukan terhadap warna, kecepatan tumbuh koloni isolate C. cassiicola. Pengamatan secara mikroskopis dilakukan terhadap ukuran spora, jumlah septa dan bentuk konidiaisolat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi koloni dan konidia 12 isolat C. cassiicola beragam. Perbedaan ditemukan dalam bentuk warna miselium dan koloni. Miselium dari semua isolat tumbuh merata pada PDA, dengan pertumbuhan seperti cincin konsentris. Koloni berwarna putih, abu-abu atau berwarna hijau di tengah dan terang di tepi baik  dengan  miselium  tipis atau   tebal, miselium sebagian besar bercabang, mempunyai  septa, berwarna hialine sampai  coklat pucat dan berdinding  halus.Bentuk konidia lurus dengan ukuran 11,34 – 241,94 µm  x  2,58 – 11,17 µm dan jumlah septa 0- 10 septa
Efek Pengendalian Gulma Dengan Herbisidapadatanaman Jagung (Zea mays L) Fitria Fitria
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.315 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2452

Abstract

Jagung (Zea mays L.), salah satu tanaman pangan terpenting setelah padi dan gandum pada saat penanaman jagung disekitar tanaman akan tumbuh gulma dan jika tidak dikendalikan dapat menurunkan hasil dan mutu biji sehingga dengan menggunakan herbisida gulma dapat ditekan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengendalian gulma dengan herbisida pada tanamana jagung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yaitu 5 perlakuan dengan 3 ulangan. T1 (21 dan 42 HST aplikasi Paraquat), T2 (21 dan 42 HST aplikasi Calaris), T3 (21 dan 42  HST disiangi), T4 (14 HST disiangi), T5 (gulma tidak dikendalikan). Pengamatan yang dilakukan adalah dengan mengukur Tinggi tanaman, berat kering tanaman, produksi tongkol per plot dan produksi pipil perplot. Dari hasil penelitian dapat diberi kesimpulan ada pengaruh yang nyata terhadap pengendalian gulma dengan herbisida dibandingkan dengan tanpa dikendalikan, hal ini dapat terlihat pada produksi pipil perplot dengan herbisida paraquat sebesar  8.47 kg dan tanpa dikendalikan hanya 4.30 kg.

Page 1 of 1 | Total Record : 8