Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Changes in Gibberellic Acid (GA3) Content in Oryza sativa Due to Paclobutrazol Treatment Syahputra, Bambang S.A.; Sinniah, Uma Rani; SR, Syed Omar; Ismail, Mohd. Razi
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 1 (2013): J.Food Pharm.Sci (January-April)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.451 KB) | DOI: 10.14499/jfps

Abstract

The objective of this study was to determine the level of plant hormone gibberellic acid (GA3) in paddy due to the treatment of Paclobutrazol (PBZ) treatment using high performance liquid chromatography (HPLC) with UV-vis detection at 208 nm. The separation was achieved using reversed column Crestpak C18 (150 mm x 4.6 mm i.d; 5 µm) at 30 ± 1° C using mobile phase of acetonitrile-water (30:70%; v/v), pH 6.80. The treatment of PBZ with different concentration of 100, 200, 400, and 600 mg/L reduced the concentration of GA3 in paddy. The level of GA3 in paddy treated with 100 mg/L of PBZ did not show significant difference from untreated one. However, the level of GA3 in paddy treated with other concentrations (200, 400, and 600 mg/L) of PBZ was significantly different (P < 0.05) from untreated paddy.Keywords: analysis, gibberellic acid, paclobutrazol, HPLC
POTENSI PENGEMBANGAN PAKAN HIJAUAN TERNAK PADA LAHAN TERBIAR DESA Syahputra, Bambang Surya Adji; Siregar, Dini Julia Sari; Rossanty, Yossie
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.259 KB)

Abstract

Tujuan Pengabdian (KKN-PPM)  ini adalah untuk meningkatkan pendapatan peternak kambing etawa penghasil susu melalui pemberdayaan istri-istri peternak berbasis kelompok di desa Paya Geli Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Dengan memberdayakan dan menswadayakan istri-istri peternak dalam membantu suami mengelola pakan hijauan, diharapkan para istri mampu meningkatkan produksi susu kambing etawa. Selama ini lahan terbiar yang ada di desa belum dimanfaatkan secara maksimum untuk penanaman pakan hijauan. Metode pelaksanaan berupa ceramah dan praktek langsung di lapangan berupa penanaman pakan hijauan. Setiapkelompok peternak kambing terdiri dari 3-4 orang untuk mengelola satu kapling tanah terbiar desa. Tanah tersebut ditanami dengan berbagai jenis hijauan oleh satu kelompok dan mereka  bekerjasama dalam mengelola lahan terbiar tersebut sehingga tenaga dan biaya untuk produksi pakan hijauan dapat diefisensikan serta bisa menurunkan biaya produksi peternak. Hasil akhir dari KKN-PPM ini adalah meningkatkan kemampuan istri-istri peternak dalam mengelola tanah terbiar desa untuk penanaman pakan hijauan dan perbaikan dalam sistem pakan ternak. 
Efektivitas Waktu Aplikasi PBZ terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi dengan Sistem Integrasi Padi – Kelapa Sawit Bambang Surya Adji Syahputra; Ruth Riah Ate Tarigan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.206 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i2.3723

Abstract

The main problem in ricefields on North Sumatra has been changing function of this area to oil palm plantations which continuities every year, on the other hand, we need foods are increase with following the increase of population from year to year. Although the North Sumatra food data’s shown that it has been fulfilling in self-sufficiency food, instead of rice production surplus for the region, but the program to increase production must be continuously, in order to survive with the surplus or more increase for the future. Some of efforts are, like using marginal land, planting rice under oil palm plants and rubber as well as using the house roof to planting the rice. This research was used a Split Plot Design (RPT) with 5 replications. As Main Plots (PU) are rice varieties (Inpari Sidenuk and Mekongga) and Sub Plots (AP), namely application time (one week before IM, during IM and one week after IM). PBZ was applied at concentration 400 ppm evenly distributed to plants. Fertilizers were used N (urea), P (TSP) and K (KCl) with government recommended doses, where P and K fertilizers were applied as basic fertilizer while N was applied at 3 times. Control of pests, diseases and weeds were carried out according to basic standards, namely using pesticides if the attack has exceeded the economic threshold. Vegetative growth was measured; plant height, stem diameter and flag leaf area. For plant height before application PBZ was given the same results (not significantly different) but after application, the best time was founded a week before IM. Likewise the measurement results for the diameter of the stem was given significantly different results among the time of application before IM compared to IM and after IM. Unlike results with the parameters of flag leaf area, which was the highest number founded in the application after IM and significantly different compared before IM and at IM, respectively. Interactions between varieties and time application of PBZ did not given significantly different. The conclution that the PBZ application before IM was given good and significantly results as compared to after and during IM, respectively.
Hubungan Luas Daun, Diameter Batang dan Tinggi Tanaman Padi Karena Perbedaan Waktu Aplikasi Paclobutrazol (PBZ). Bambang Surya Adji Syahputra
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 24, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i2.6914

Abstract

Walaupun produksi beras setiap tahun bertambah tetapi masih belum mencukupi kebutuhan para konsumen, khususnya di Indonesia. Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi padi dengan memanfaatkan lahan yang sudah berubah fungsi tetapi masih bias digunakan untuk menanam padi, seperti lahan sawah yang beralih fungsi menjadi kebun sawit. Desain Penelitian ini adalah RPT (Rancangan Petak Terbagi), dimana Petak Utama (PU) adalah varietas (IR64 Ciherang), sedangkan Anak Petak (AP) yaitu saat pemberian PBZ (sebelum 7 hari, saat Inisiasi Malai dan 7 hari setelah inisiasi malai (IM)) serta 5 ulangan. larutan PBZ yang diberikan yaitu 400 mg/L dan dosis yang diberikan dengan standar merata kesemua permukaan daun. Pemberian pupuk yaitu, Phospat (TSP) dan Kalium (KCl) diberikan sebagai pupuk dasar, dan 3 kali pemberian untuk N (Urea). Organisme Pengganggu Tanaman (OPM), dan gulma dikelola dengan pemakaian racun kimia jika sudah mencapai ambang batas ekonomi. Parameter yang diamati adalah luas daun, tinggi tanaman dan diameter batang. Hasil riset menunjukkan bahwa tinggi tanaman yang paling rendah yaitu saat aplikasi seminggu sebelum IM, sedangkan diameter batang yang terbesar diperoleh pada pemberian tujuh hari sebelum IM juga, begitu juga dengan luas daun, dimana daun bendera yang terluas ditemukan pada aplikasi 7 hari setelah IM. Untuk ketiga parameter, tidak dijumpai interkasi antara perlakuan waktu aplikasi PBZ dengan varietas yang diuji. Kesimpulannya, dari 3 waktu aplikasi PBZ dapat dilihat bahwa pemberian yang terbaik adalah tujuh hari sebelum IM.
Hasil Dan Komponen Hasil Padi Dengan Sistem Integrasi Padi-Sawit Setelah Aplikasi Paclobutrazol (PBZ) Bambang Surya Adji Syahputra; Maimunah Siregar; Ruth R. Ate Tarigan; Nur Jamay’ah Br Ketaren
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 3 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.023 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i3.2450

Abstract

Padi merupakan makanan pokok utama di dunia setelah gandum dan kentang. Khusus untuk Asia Tenggara padi menjadi pilihan utama terutama untuk masyarakat Indonesia. Konsumsi beras di Indonesia untuk tahun 2018 sekitar 127,55 kg/kapita/tahun. Untuk memenuhi kebutuhan swasembada pangan, perlu dilakukan kebijakan khusus pada komoditi padi khususnya dalam penggunaan lahan. Saat ini banyak lahan sawah yang telah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Walaupun sudah beralih fungsi, lahan tersebut masih bisa dipergunakan untuk menanam padi di antara gawangan kelapa sawit.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana pengaruh PBZ terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi.Penelitian ini dilakukan di daerah Hamparan Perak, Deli Serdang,  menggunakan Rancangan petak terpisah (RPT)  dengan 4 ulangan. Petak utama (PU) yaitu varietas padi Inpari Sidenuk dan Mekongga sedangkan anak petak (AP) adalah konsentrasi PBZ (0, 200, 400 dan 600 ppm) dan diaplikasi pada saat inisiasi malai. Parameter yang diamati yaitu panjang malai, jumlah bulir per malai, jumlah bulir hampa, jumlah bulir berisi, berat 1000 bulir dan produksi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan semakin tingginya konsentrasi PBZ memberikan kontribusi bertambahnya jumlah bulir berisidan produksi per meter persegi yang signifikan jika dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Berbanding terbalik untuk parameter panjang malai jumlah bulir hampa yang semakin menurun dengan semakin bertambahnya konsentrasi PBZ. Secara statistik tidak menunjukan signifikan untuk parameter jumlah bulir per malai dan berat 1000 bulir per plotnya.  Dapat disimpulkan bahwa aplikasi PBZ pada tanaman padi dapat menaikkan hasil panen dan konsentrasi yang paling baik adalah pada 400 ppm.
Potensi tanah salin sebagai pengembangan lahan tanaman padi (Oryza sativa L.) Bambang Surya Adji Syahputra
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.4996

Abstract

Pengembangan padi di lahan salin masih mendapat kendala dengan terbatasnya jumlah varietas yang toleran untuk dikembangkan. Di kecamatan Percut Sei Tuan terdapat sekitar 700 hektar lebih areal persawahan yang dapat dikategorikan telah terinsunasi air laut (berjarak 1.5-12 km ke pantai) Produksi padi di tanah salin berkisar 2-3 ton/ha dengan menggunakan varietas Ciherang dan Mekongga. Padahal varietas Ciherang memiliki potensi hasil 8.5 ton/ha dengan hasil rata-rata 6.0 ton/ha pada tanah non salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya kecambah 12 varietas, respon pertumbuhan dan produksi beberapa varietas padi pada tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Dusun Paluh Merbau, Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang pada ketinggian tempat 15 m dari permukaan laut dan jarak ke pantai 1.5-2 km. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok nonfaktorial dengan 3 ulangan, dilakukan dengan 2 tahap. Tahap pertama yaitu: seleksi varietas pada fase perkecambahan menggunakan 12 varietas padi. Tahap kedua diamati pertumbuhan 6 varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas yang berpotensi untuk dikembangkan di tanah salin yaitu varietas Ciherang dan Mekongga, tetapi membutuhkan teknologi tertentu agar produktivitas menjadi lebih baik
Potensi POC Urin Kambing dalam Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sayuran Bambang Surya Adji Syahputra
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v25i1.10149

Abstract

Sayuran merupakan bagian dari kelompok tanaman hortikultura yang mempunyai peranan sangat penting karena kemanfaatannya bagi manusia. Kandungan protein dan vitamin yang tinggi, sehingga sayuran banyak dikonsumsi untuk segala golongan masyarakat. Produksi sayuran semakin hari semakin diperlukan peningkatannya sesuai dengan pertambahan penduduk yang ada, sehingga dapat mencukupi untuk keperluan masyarakat. Kajian ini mengguakan Rancangan Petak Terpisah (RPT), yang mana Petak Utama (PU) adalah jenis sayuran (timun, terung dan kacang panjang), sedangkan anak petak (AP) adalah konsentrasi larutan POC urin Kambing (Uo=control, U1=200, U2=400, U3=600 dan U4=800 cc/L air). Ada 3 ulangan, dengan setiap plot terdiri dari 6 tanaman dan tanaman sampel ada 4 tanaman. Aplikasi POC urin kambing sebanyak 3 kali yaitu pada saat umur tanaman 2, 4 dan 6 minggu setelah tanam dengan dosis 250 cc/tanaman. Pupuk dasar diberikan berupa kompos feses kambing dengan dosis 5 kg setiap plotnya, untuk pengendalian hama, penyakit dan gulma dilaksanakan secara manual, tapi jika sudah melebihi ambang batas ekonomi digunakan cara kimia. Tinggi/panjang tanaman, jumlah buah dan berat buah pertanaman sampel, jumlah buah dan berat buah per plot merupakan parameter yang diukur. Hasil pengukuran yang telah dianalisis memberikan hasil yang mana semua parameter yang di ukur berbeda nyata,tetapi tidak ada interaksi antara petak utama dengan anak petak. Semakin tinggi konentrasi POC urin kambing semakin baik produksi tanaman sayuran tersebut, namun konsentrasi yang baik ada pada 600 cc/L larutan.
Pertumbuhan dan Hasil Kedelai dengan Aplikasi Limbah Tofu dan Mikoriza Arbuskular pada Tanah Masam Wan Arfiani Barus; Bambang S.A.S; Bagus Permadi
Agrotechnology Research Journal Vol 3, No 2 (2019): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.444 KB) | DOI: 10.20961/agrotechresj.v3i2.36022

Abstract

Utilization of acid soils for food crop development must be carried out because of land conversion. The main problem in acid soils is the unavailability of P nutrients. Utilization of Arbuscular Mycorrhiza on acid soils has been found to contribute to the availability of P nutrients. This study used a factorial randomized block design with 2 factors, namely the application of tofu waste and arbuscular mycorrhiza. Tofu waste dosage consists of 0, 125, 250 and 375 g/polybag and Arbuscular Mycorrhiza application, namely: 0, 6, 12 and 18 g/polybag. The results showed that the application of tofu waste at a dose of 375 g / polybag affected significantly and gave the best results for the parameters of plant height, number of branches, wet weight and dry weight of soybean crop stover. While the application of arbuscular mycorrhiza with the best dose of 18 g / polybag affected significantly to fresh weight and dry weight of the roots of soybean. However, the interaction between the two treatments did not affected significantly to all observed variables.
PENGARUH PEMAHAMAN DAN LITERASI TERKAIT KREDIT USAHA TANI TERHADAP PENINGKATAN KEEFEKTIFAN KELOMPOK TANI DESA SAM BIREJO Rusyda Nazhirah Yunus; Bambang Surya, Adji Syahputra, Cellya
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 3 (2023): LINGUISTIK: JURNAL BAHASA & SASTRA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i3.561-568

Abstract

Kurangnya pemahaman dan kemampuan literasi dengan baik menjadi faktor pemicu terjadinya pengucilan dalam akses keuangan. Individu dalam masyarakat kurang memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengakses pendanaan dari institusi finansial. contohnya melalui kredit usaha tani. hari tua. Desa sambirejo, kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat memiliki potensi pertanian yang baik. Luas lahan pertanian berkisar sekitar 0,4 ha per Kartu Keluarga di Desa Sambirejo. Komoditas pertanian yang menjadi unggulan adalah tanaman pangan (padi) dan sawit . Pemahaman dan Literasi keuangan sangat mendukung kegiatan usaha tani yang dilakukan masyarakat agar dapat terus melakukan perkembangan terkait program usaha tani tersebut. Dengan pemahaman dan tingkat literasi keuangan yang dimiliki dalam mengelola dana di lingkungan masyarakat, kita dapat mengevaluasi apakah pengelolaan dana di desa sudah optimal melalui edukasi keuangan yang diberikan. Oleh karena itu, penting bagi semua anggota masyarakat desa, termasuk petani dan individu lainnya, untuk menerapkan pemahaman dan literasi keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemahaman terkait kredit usaha tani terhadap peningkatan keefektifan kelompok tani Desa Sambirejo, kemudian untuk mengetahui pengaruh literasi terkait kredit usaha tani terhadap peningkatan keefektifan kelompok tani Desa Sambirejo. Penelitian ini menggunakan metode peneltiian kuantitatif. Hasil dari penelitian ini bahwa Pemahaman secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keefektifan usaha tani. Literasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keefektifan usaha tani.
PLANTING MEDIUM VARIATION IN AQUAPONIC SYSTEM OWN GROWTH AND YIELD OF RED CHILI (Capsicum annum L.) Maimunah Siregar; Bambang Surya Adji Syahputra
Agric Vol. 34 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2022.v34.i1.p1-14

Abstract

Red chili (Capsicum annum L) is a kind of horticulture that has been high economic and nutrient value, so it’s impotent to increase the yield. With the modern technology in agriculture, many farmers have been planting without using soil such as aquaponics, especially for vegetables. This study aims to determine the most suitable planting media for the growth and yield of 3 red chili varieties. This research was used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 replicates, which first factor was used 4 growing media (Cocopeat, husk charcoal, tankos and a combination of all) and the second factor was used 3 varieties of red chili (Kirana, pasemah and terano). Parameters measured; plant height, number of leaves, number of branches, number of fruits and weight of fruits. Tankos media and terano variety have a significant effect on plant height and leaf number, during the 4 weeks of observation. The number of branches and number of fruit, for both the treatments of the planting media and the varieties, were not significantly different, but the yield was significantly different as compared among them with terano was the better. It is clearly that, for high yield is terano variety, while the good medium is tankos. Of all the parameters observed, there was no interaction between media with varieties. Key words : Aquaponic, planting media, varieties, red chili