cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2019)" : 10 Documents clear
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) dengan Aplikasi Beberapa Konsentrasi Nutrisi AB Mix dan Monosodium Glutamat pada Sistem Tanam Hidroponik Wick. Zamriyetti Zamriyetti; Maimunah Siregar; Refnizuida Refnizuida
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.633 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3105

Abstract

Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat saat ini juga menyebabkan adanya pergeseran pola konsumsi dan gaya hidup ke arah yang lebih baik. Beberapa tahun terakhir sudah bermunculan perkebunan sayuran yang berbeda dengan konvensional. Industri ini menghasilkan sayuran yang higenis dengan menggunakan teknologi seperti hidroponik. Salah satu komoditi pertanian yang dapat dibudidayakan secara hidroponik adalah sawi (Brassica juncea L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi beberapa konsentrasi AB Mix dan Monosodium Glutamat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi dengan sistem tanam hidroponik wick. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu pemberian nutrisi AB mix yang terdiri 500 ppm/plot, 800 ppm/plot dan 1100 ppm/plot. Faktor kedua pemberian Monosodium Glutamate dengan taraf tanpa pemberian Monosodium Glutamate dan dengan pemberian Monosodium Glutamate. Parameter pengamatan penelitian adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun,  produksi persampel dan produksi perplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian nutrisi AB Mix dan monosodium glutamat serta pengaruh interaksi antara nutrisi AB Mix dan Monosodium Glutamat tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Aplikasi Streptomyces sp. Sebagai Agen Hayati Pengendali Lalat Buah (Bactrocera sp.) dan Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) pada Tanaman Tomat dan Cabai Penta Suryaminarsih; Wiwik Sri Harijani; Elly Syafriani; Noni Rahmadhini; Ramdan Hidayat
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.914 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan Streptomyces sp. sebagai agen hayati pengendali lalat buah dan Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) pada tanaman tomat dan cabai. Streptomyces sp. yang digunakan berasal dari hasil eksplorasi dari rhizosfer lahan tomat yang terkontaminasi pestisida di Kecamatan Pare dan hutan lindung Merubetiri. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu isolat asal lahan tomat yang terkontaminasi pestisida (TP), isolat hutan lindung Merubetiri 1 (Mrb1) dan isolat hutan lindung Merubetiri 2 (Mrb2), sedangkan faktor kedua adalah seri pengenceran yaitu seri pengenceran 103, 104, 105.Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan semua isolat Streptomyces sp. yang digunakan sebagai agen hayati dapat mengendalikan lalat buah Bactrocera sp. dan berpotensi sebagai PGPB untuk tanaman tomat dan cabai. Rata-rata pertumbuhan tanaman tomat dan cabai tertinggi dengan perlakuan Streptomyces sp. dari lahan tomat Pare (TP) dengan seri pengenceran 103. Jumlah bunga yang terbanyak terdapat pada tanaman tomat dengan pengaplikasian TP dengan seri pengenceran 105 dan Mrb dengan seri pengenceran 103
Pengaruh Pemangkasan Daun di Sekitar Tongkol terhadap Pengisian Biji Tongkol Tanaman Jagung (Zea mays L.) Ramli Lubis
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.289 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan daun terhadap bobot biji tongkol tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia, Medan dengan ketinggian sekitar 32 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yaitu: Pemangkasan daun di sekitar tongkol jagung saat malai muncul, sebanyak 9 perlakuan, yaitu: P0 = utuh; P1 = pangkas 1 (sisa 2, 3 dan 4); P2 = pangkas 2, 3 dan 4 (sisa 1); P3 = pangkas 2 (sisa 1, 3 dan 4); P4 = pangkas 1, 3, 4 (sisa 2); P5 = pangkas 3 (sisa 1, 2 dan 4); P6 = pangkas 1, 2 dan 4 (sisa 3); P­7 = pangkas 4 (sisa 1, 2 dan 3) dan  P8 = pangkas 1, 2 dan 3 (sisa 4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan daun berpengaruh terhadap bobot biji jagung. Pemangkasan daun dekat permukaan tanah menghasilkan bobot kering biji per tanaman tertinggi, meningkat sebesar 0.67 g (0.43%) dibandingkan dengan bobot kering biji jagung tanpa pemangkasan.
Keberhasilan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Pemberian Abu Vulkanik Sinabung dan Limbah Pabrik Tahu Desi Sri Pasca Sari Sembiring; Nani Kitti Sihaloho; Rika Alasia
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.928 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3097

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keberhasilan sambung pucuk kakao (Theobroma cacao L.) dengan pemberian abu vulkanik Sinabung dan limbah pabrik tahu. Dilaksanan di desa Bambel  Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara dengan posisi lahan datar dan diperkirakan mempunyai ketinggian tempat kira-kira ± 220 m dpl. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2017 sampai  Juni 2017. Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial, Faktor pertama adalah Abu Vulkanik (V) terdiri dari 3 taraf yaitu V0 (tanpa pemberian), V1 (200 gram/tanaman), dan V2 (500 gram/tanaman). Faktor kedua adalah limbah tahu (A) terdiri dari 3 taraf yaitu A0 (tanpa pemberian), A1 (15 ml/tanaman), dan A2 (17 ml/tanaman). Diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian pemberian limbah tahu dan abu vulkanik berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan persentase bibit jadi pada umur 10 MSS tingkat keberhasilan pada sambung pucuk kakao, serta menurunkan persentase tingkat kematian sambung pucuk kakao pada umur 10 MSS.  Pemberian limbah tahu dan abu vulkanik tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman terhadap tinggi tanaman,diameter batang, jumlah daun, jumlah tunas, pada umur   2, 5, 7, 9 MSS sampai 10 MSS.
Penjarangan Buah dan Perendaman dalam Kitosan terhadap Lama Simpan Buah Stroberi (Fragaria chiloensis L.) Lince R Panataria; Meylin Kristina Saragih
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.709 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3099

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Methodist Indonesia pada bulan Mei 2016, bertujuan mendapatkan konsentrasi kitosan sebagai pelapis buah stroberi pada penyimpanan pasca panen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor pertama: penjarangan buah yaitu B0=tanpa penjarangan, B1=dijarangkan sisa buah 2, B2=dijarangkan sisa buah 4, B3=dijarangkan sisa buah 6. Faktor kedua: konsentrasi kitosan yaitu: K0=tanpa kitosan, K1=50 cc/L air, K2=100 cc/L air, K3=150 cc/L air. Perendaman buah dilakukan dengan mencelupkan buah ke dalam larutan kitosan selama 20 detik, dikeringanginkan selama 5 menit, disimpan pada suhu ruang (25°C). Parameter pengamatan: kekerasan buah (g/mm2), total asam (%), padatan terlarut total (°brix), perubahan susut bobot (%). Hasil penelitian menunjukkan kekerasan buah tertinggi terdapat pada B0K3 (3.97 g/mm2 umur 0 jam; 2.28 g/mm2 umur 24 jam; 1.95 g/mm2 umur 48 jam); total asam tertinggi terdapat pada B0K3 (2.58 % umur 0 jam; 2.42 % umur 24 jam; 2.03 % umur 48); padatan terlarut total tertinggi terdapat pada B1K0(8.81 °brix umur 0 jam; 9.50 °brix umur 24 jam; 10.03 °brix umur 48 jam) dan perubahan susut bobot buah terendah terdapat pada B0K3 (0.55 % umur 0 jam; 0.61 % umur 24 jam; 0.78 % umur 48 jam).
Penggunaan Daun Gamal (Gliricidia sepium) dan Sengon (Falcataria moluccana) pada Proses Percepatan Pematangan Buah Pisang Ambon Putih Asri Widyasanti; Huda Nurul Quddus; Sarifah Nurjanah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.682 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3101

Abstract

Pemeraman merupakan cara untuk mempercepat serta menyeragamkan kematangan buah pisang ambon putih. Salah satu cara untuk pemeraman buah pisang yaitu pemeraman dengan menggunakan daun tanaman. Jenis tanaman yang daunnya biasa digunakan dalam pemeraman adalah daun gamal dan daun sengon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan buah pisang ambon putih yang diperam tanpa daun, daun gamal, dan daun sengon. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Perlakuan pada penelitian ini adalah proses pemeraman tanpa daun, pemeraman dengan daun sengon, serta pemeraman dengan daun gamal, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Bobot daun tanaman yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 30% dari bobot buah yang diperam. Parameter yang diamati pada proses pemeraman ini adalah kadar air, Total Padatan Terlarut, kekerasan, laju respirasi, warna, serta susut bobot. Perlakuan terbaik adalah buah pisang yang diperam dengan menggunakan daun sengon. Nilai terbaik yang dihasilkan pada perlakuan daun sengon ini diantaranya adalah nilai Total Padatan Terlarut (TPT) tertinggi berkisar 4,00-24,83% Brix, nilai kekerasan (bioyield point dan flesh firmness) terendah yang terjadi pada pangkal buah masing-masing bernilai 2522,06±1427,08 kg dan 868,62±517,90 kg, serta warna (nilai lightness) tertinggi yang terjadi pada pangkal buah dengan nilai 71,57.
Pertumbuhan dan Kualitas Produksi Dua Varietas Kedelai Hitam akibat Pemupukan SP-36 Risnawati Risnawati; Mukhtar Yusuf
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.576 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3102

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri kecap berdampak pada meningkatnya kebutuhan kedelai hitam. Kondisi ini mengharuskan adanya peningkatan produksi kedelai hitam yang tidak hanya pada kuantitas hasil tetapi sebaiknya juga pada kualitas hasil. Pembentukan akar dan pengisian polong serta kualitas hasil pada tanaman kedelai dipengaruhi oleh unsur hara P yang tersedia di dalam tanah. Selain itu pengunaan varietas unggulyang tepat juga turut berperan dalam usaha untuk meningkatkan produksi kedelai hitam. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menemukan varietas kedelai hitam unggul lokal yang dapat tumbuh dan berproduksi optimal dengan pemupukan SP-36. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan tiga ulangan. Perlakuan untuk petak utama; pupuk P (P) yaitu; P0 = 0 kg SP-36/Ha, P1 = 75 kg SP-36/Ha, P2 = 150 kg SP-36/Ha, P3 = 225 kg SP-36/Ha, P4 = 300 kg SP-36/Ha. Sebagai Anak petak menggunakan 2 varietas lokal yaitu; V1 = Mallika dan V2 = Detam 1. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2018. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian pupuk P sampai dengan 225 kg SP-36  kg/ha pada tanaman kedelai hitam dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kualitas produksi tanaman yakni kadar protein. Varietas Detam 1 menunjukkan pengaruh yang tertinggi pada pengamatan serapan P pertanaman, sedangkan kombinasi kedua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata
The Effect of High Stimulant Concentrationon the Yield and Dry Rubber Content of High Metabolic Clone Rrim 911 in Low-Tapping Frequency Practice Atminingsih Atminingsih; Radite Tistama; Junaidi Junaidi; Irwan Saban
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.331 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3098

Abstract

The low-frequency tapping (d4) offers an opportunity to exploit the latex through the increments of stimulant concentration and application frequency. This study compared the yield and dry rubber content (DRC) from three different stimulant compounds i.e. etephon 5.0% (ET), polyethylene glycol 3.0% + palmitic acid 0.2% + etephon 5.0% (EN), and polyethylene glycol 3.0% + palmitic acid 0.2% (NS). A field trial was carried out at Tanah Besih Estate, North Sumatera using 17 years of age RRIM 911 clone based on Complete Block Design. The data was collected from May 2017 to February 2018. The result suggested that the ET was the strongest compound that able to generate higher yield (56.37 gt-1t-1) than EN and NS (56.37 gt-1t-1 and 34.00 gt-1t-1 respectively). Nevertheless, the high concentration tended to have a slightly lower DRC. When etephon was combined with other compounds, it lowered the effect on the yield. All treatments showed that the first and second tapping after stimulant application generated highest yield. The yield in mature leaves had lowed yield in ET and EN treatments, while NS showed a significant increase. Our result suggested that the application of high concentration of etephon was very effective to obtain the yield.
Peningkatan Tanaman akibat Aplikasi Pembenah Tanah terhadap Beberapa Varietas Bawang Merah Devi Andriani Luta; Maimunah Siregar; Marahadi Siregar; Ismail D.
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.612 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3100

Abstract

Tanaman bawang merah dapat ditingkatkan melalui teknik budidaya yang tepat seperti dalam pemilihan varietas dan aplikasi bahan organik sebagai pembenah tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan tanaman beberapa varietas bawang merah akibat aplikasi pembenah tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada areal pertanian Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada bulan Februari sampai Juni 2017.  Penelitian ini memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 blok. Faktor pertama adalah varietas (V) dan faktor kedua adalah pembenah tanah (P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa varietas yang terunggul adalah varietas Super Philip, dimana varietas tersebut menunjukkan hasil produksi dari bobot kering per sampel yang paling banyak sedangkan aplikasi pembenah tanah tidak menujukkan pengaruh yang nyata pada penelitian ini.
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Sabrang (Eleutherine americana Merr.) akibat Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan KCL. Sri Utami; Ronal Putrady Marbun; Suryawaty Suryawaty
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3104

Abstract

Tujuan penelitian untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang melalui aplikasi pukan  ayam dan KCl. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah  dengan dua faktor yaitu pukan ayam sebagai petak utama dengan 3 taraf perlakuan yaitu: A0 = tanpa pemberian pupuk, A1 = 20 ton-ha (1 kg-plot) dan A2 = 40 ton-ha  (2 kg-plot).  Aplikasi KCl sebagai anak petak dengan 3 taraf perlakuan yaitu: K1 = 60 kg-ha (100 g-plot), K2 = 120 kg-ha (200 g-plot), K3 = 180 kg-ha (300 g-plot).  Parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi per rumpun tanaman, bobot basah umbi per rumpun dan bobot kering umbi per rumpun. Aplikasi pukan ayam belum  mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang. Aplikasi KCl (60 kg-ha) nyata meningkatkan pertumbuhan jumlah daun bawang  Sabrang. Tidak terdapat interaksi antara pukan ayam dan KCl dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10