cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2023)" : 10 Documents clear
Kajian Sifat Kimia, Sifat Fisik Tanah dan Hubungannya dengan Produktivitas Tanaman Pala (Myristica fragrans) di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara Nurul Hidayah Hasibuan; Zulkifli Nasution; Mukhlis -
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.14701

Abstract

Penelitian survey mengenai kajian sifat kimia, sifat fisik tanah dan hubungannya dengan produktivitas tanaman pala di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara yaitu di Kecamatan Mandolang yang terletak pada ketinggian 109-555 m dpl. Analisis tanah di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Balai pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. Sampel tanah diambil dari masing-masing lokasi secara komposit  untuk di analisis di laboratorium. Analisis tanah meliputi tekstur, pH, C-Organik, N-Total, P-Tersedia, K-Total, Ca, Mg, Na KTK, dan Kejenuhan Basa. Hasil penelitian menunjukkan areal pertanaman pala bertekstur lempung  dengan pH agak masam hingga netral, kandungan C-Organik rendah dan kadar N,P dan K rendah, KTK tinggi dan nilai kejenuhan basa sedang, kadar Ca dan Mg tinggi sedangkan kadar Na rendah, sehingga karakteristik tanah di areal pertanaman pala memenuhi syarat untuk budidaya pala dengan catatan perlu penambahan pupuk N,P dan K.
Kerapatan Dominansi Gulma Pada Tanaman Kelapa Sawit Pasca Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Kompos Tandan Kosong Kelapa sawit Wizni Fadhillah; Rini Susanti; Widihastuty Widihastuty
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.16570

Abstract

Gulma cendrung tumbuh rapat diantara tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan kompos tandan kosong yang diaplikasikan pada tanaman kelapa sawiit, dikarenakan sifat gulma  dapat berkecambah pada berbagai kondisi lingkungan, memiliki fase pertumbuhan vegetative sampai pembungaan yang cepat, dapat menghasilkan biji  yang banyak, toleran dan memiliki daya penyebaran  yang cepat . Penelitian ini dilakukan di PT. Gotong Royong, Desa Lau Tador, Kecamatan Tebing Tinggi Syahbandar, Serdang Bedagai Agustus hingga September 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, membandingkan jenis gulma, dominansi gulma, hari tumbuh dan waktu tumbuh setelah aplikasi. Data Kepadatan dan keanekaragaman tanaman gulma diolah dengan menggunakan analisis Summed Dominance Ratio (SDR). Hasil menunjukkan bahwa gulma yang dominan pada perlakuan tandan kosong adalah Cleome rutidospera berjumlah 339 dengan KR 53,4%, FR 29,47%, INP 82,88% dan SDR 41, 44% . Gulma yang dominan setelah aplikasi kompos Dicranopteris linearis berjumlah 39, KR 47,56%, FR 50,00%, INP 97,56% dan SDR 48,78%.
Dampak Penggunaan Pupuk Hayati dengan Variasi Waktu Pemberian dan Konsentrasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit Aryadeva kemal Rafii; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Didik Utomo Pribadi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.14999

Abstract

Tanaman hortikultura yang memiliki signifikansi ekonomi salah satunya adalah cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Diperlukan peningkatan produktivitas secara signifikan untuk memenuhi permintaan konsumsi cabai rawit yang cenderung meningkat tiap tahunnya, salah satunya dengan menggunakan pupuk hayati. Perlu juga adanya perhatian khusus terhadap penggunaan nutrisi yang lebih ramah lingkungan untuk budidaya tanaman hortikultura salah satunya untuk tanaman cabai rawit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh penggunaan pupuk hayati terhadap budidaya tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa watutulis, Kecamatan Temu, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur pada bulan Juli hingga Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk hayati dengan konsentrasi 5 ml/l, 10 ml/l dan 15 ml/l, sedangkan faktor kedua adalah waktu pemberian pupuk hayati sebanyak 2 kali, 3 kali dan 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi dan waktu pemberian pupuk hayati tidak terdapat interaksi pada seluruh parameter pengamatan. Secara terpisah, konsentrasi dan waktu pemberian pupuk hayati memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman pada tanaman cabai rawit. Konsentrasi pupuk hayati terbaik pada 10 ml/l dan waktu pemberian terbaik sebanyak 3 kali pemberian pada parameter produktif.
Application Of Titonia diversifolia As A Biopesticide In Soybean Cultivation In Meureubo District, West Aceh Putri Mustika Sari; Chairudin Chairudin; Vina Maulidia; Rayhan Amadius Weihan
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.15904

Abstract

The tsunami that occurred in 2004 has changed various aspects of activities in West Aceh District. Particularly in the agricultural aspect, the damage occurred not only to cultivated land but also to the surrounding ecosystem. Particularly in the Meureubo sub-district there is a need for outreach to improve farming, where cultivated plants are often attacked by pests. So it is necessary to have proper and environmentally friendly control, one of which is by increasing the use of biopesticides derived from wild plants that are easy to find. Titonia is a flowering wild plant that has the potential to be a good source of nutrition for organic plants, T. diversifolia can be used as green manure, and there are several other studies which also state that titonia extract can be used as a vegetable pesticide in pest control. Using the direct field observation method, which aims to provide knowledge to farmer groups in Meureubo District, West Aceh to use Titonia as an environmentally friendly biopesticide in agricultural cultivation, where the future impact can restore the ecosystem on agricultural land by reducing the use of chemical pesticides. With the results of case study activities, namely biopesticide products that can be used by farmers, data on insects found on agricultural land, both pests, parasitoids, predators, and pollinators. The pests found on the cultivated land were Epilachna sp, Naupactus leucoloma, Piezodorus guildinii, Bemicia tabaci, Agromyza phaseoli, Nezara viridula, Spodoptera sp. By finding few types of pests, it means that the use of biopesticides can reduce the types of pests that attack agricultural land.
Morphological Model and Visual Characteristic of Leaf, and Fruit of Citrus (Citrus sinensis) Strayker Ali Muda; Benyamin Lakitan; Dora Fatma Nurshanti; Fitra Gustiar; Rofiqoh Purnama Ria; Fitra Fadhilah Rizar; Lya Nailatul Fadhilah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.13743

Abstract

Citrus is a well-known horticultural plant and consumed. Leaf and fruit are important citrus organs as a fruiting plant. This is confirmed by the vitamin, antioxidant, and other chemical content of these organs which are beneficial for the human health. Understanding the model of both organs will facilitate the potential content, functional capacity and plant yield in non-destructive way. The study was aimed to determine morphological model and visual characteristic of leaf, and fruit of citrus. The study was conducted by comparing direct measurement and finding the relationship with selected predictors using several regression types (i.e. linear, linear with zero intercept, exponential, logarithmic, polynomial, polynomial with zero intercept and power). The observational sample consisted of 100 leaves and 13 fruits of citrus randomly collected from healthy, normal and productive plants. The results showed that leaf length (LL) × leaf width (LW) was the most reliable predictor using the linear regression with zero intercept (R2= 0.991; y= 0.604x; RMSE= 0.34). Meanwhile, fruit circumference (FC) has been shown cannot be used as a predictor in determining fruit weight as indicated by low reliability. Based on the visual approach, ripe citrus is shown by the yellowish-green color of the peel along with the orange color of the pulp. Furthermore, in the middle of the ripened fruit pulp, there are also white stringy stuff. In conclusion, LL × LW with zero intercept regression is demonstrated the most reliability model for leaf area, while fruit circumference could not represent fruit weight.
Adaptasi Morfologi dan Fisiologi Bibit Kopi di Dataran Rendah Rini Sulistiani; Wan Arfiani Barus; Sri Utami; Rony Alparizi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.16629

Abstract

Kemampuan daya adaptasi antara kopi Arabika dan Robusta akan mengalami perubahan dan cenderung menurun bila ditanam dataran rendah. Hal ini akan mempengaruhi produktivitas tanaman kopi, sehingga perlu penanganan dan pengelolaan budidaya tanaman secara tepat agar produksi biji kopi tetap stabil. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya adaptasi tanaman kopi dengan memberikan perlakuan untuk mendukung pertumbuhan bibit agar mampu menyesuaikan diri ketika ditanam dataran rendah. Penelitian menggunakan rancangan Split Split Plot Design dengan Petak Utamanya adalah varietas (Arabika Ateng Super dan Robusta Lampung). Faktor anak petaknya adalah POC limbah tahu (0, 100, 200, dan 300 ml/L). Faktor anak-anak petaknya NPK majemuk (0, 9, 18, dan 27 g/tanaman). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati, morfologi daun, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah tanaman, kandungan klorofil pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST). Hasil analisis data dengan Analisis of Variance, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test dan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan varietas, Nitrogen dan limbah tahu berpengaruh nyata pada parameter yang diamati. Secara umum Robusta dan Arabika mampu beradaptasi pada saat pembibitan di dataran rendah. Arabika dapat menjadi pilihan bibit yang dikembangkan karena memiliki kadar klorofil daun lebih banyak walaupun tanpa pemberian pemupukan NPK. Limbah tahu dengan konsentrasi 300 ml/L dapat meningkatkan jumlah dan luas daun serta kadar klorofil.
Pertumbuhan dan Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Akibat Konsentrasi Nutrisi AB Mix dan Pupuk Organik Cair pada Sistem Hidroponik Salsabila Salsabila; Mardhiah Hayati; Marai Rahmawati
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.15155

Abstract

Kebutuhan selada terus meningkat harus diambangi dengan luas lahan. Hidroponik rakit apung merupakan teknik budidaya tanaman sebagai alternatif untuk mengatasi penurunan lahan dengan memanfaatkan air sebagai media tanamnya. AB Mix merupakan nutrisi hidroponik yang harganya relatif lebih mahal sehingga dapat meningkatkan biaya produksinya. Penambahan nutrisi POC diharapkan dapat mengurangi pemberian AB Mix. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi AB Mix dan POC Bioslurry terbaik serta interaksi dari ke dua faktor bagi pertumbuhan serta produksi tanaman selada secara hidroponik sistem rakit apung. Penelitian tersebut memakai Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3. Faktor yang di teliti yaitu konsentrasi AB Mix (0, 5, 10 ml L-1 air) serta POC Bioslurry (10, 20, 30 ml L-1 air). Analisis data memakai uji ANOVA, jika berpengaruh signifikan, maka di uji lanjut dengan BNJ0,05. Nutrisi AB Mix 10 ml L-1 air bisa meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman selada. POC Bioslurry 10 ml L-1 air bisa meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman selada diumur 14 dan 21 HSPT dan jumlah daun tanaman selada diumur 14 dan 35 HSPT. Interaksi konsentrasi AB Mix 10 ml L-1 air dan POC Bioslurry 10 ml L-1 air bisa meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman selada pada umur 14 dan 21 HSPT.
Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Pupuk Cair dan Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Cherry (Solanum lycopersicum) Pada Sistem Hidroponik NFT Cahya Ayu Wulandari; R.A. Nora Augustien K.; Widiwurjani Widiwurjani
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.15316

Abstract

Lahan pertanian di Indonesia semakin berkurang karena pembangunan di bidang non pertanian. Hidroponik adalah salah satu upaya untuk memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan. Salah satu tanaman yang bisa dibudidaya secara hidroponik adalah tomat cherry. Tanaman tomat cherry (Solanum lycopersicum var.cerasiforme) adalah satu tanaman sayuran yang mempunyai manfaat untuk kesehatan. Sistem hidroponik dengan kombinasi konsentrasi nutrisi dan media tanam yang tepat akan mendapatkan hasil optimal. Budidaya hidroponik sejatinya memakai pupuk AB-mix guna mencukupi nutrisinya, akan tetapi nutrisi AB-mix merupakan pupuk kimia sintetis yang bisa menyebabkan pengaruh negatif untuk lingkungan dan konsumen. Nutrisi alternatif yang bisa digunakan adalah pupuk organik cair (POC). POC yang digunakan pada penelitian ini adalah wokozim. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair dan media tanam terkait hasil dan pertumbuhan tomat cherry. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang mencakup petak utama yaitu perbandingan AB-mix dan POC yang berisi dari 15 ml AB-mix, 10 ml AB-mix + 3 ml POC, dan 5 ml AB-mix + 2 ml POC. Anak petak yaitu media tanam yang mencakup rockwool, arang sekam, cocopeat.  Berdasarkan hasil penelitian, interaksi kedua perlakuan berpengaruh untuk meningkatkan parameter berat basah dan berat kering tanaman serta berat basah dan berat kering akar. Konsentrasi nutrisi 10 ml AB-mix + 3 ml POC mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah dan berat buah total per tanaman, berat kering akar, berat basah akar, berat kering tanaman, berat basah tanaman. Media tanam rockwool memiliki pengaruh terbaik dalam meningkatkan berat kering akar, berat basah akar, berat kering tanaman, berat basah tanaman.
Pengaruh Ekstrak Sembung Rambat terhadap Nilai Indeks Kompetisi Gulma dan Diameter Bibit Kelapa Sawit Wahyuni Umami Harahap; Irhamna Mandili
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.16278

Abstract

Gulma menyebabkan terjadinya kompetensi dalam penyerapan unsur hara, penyerapan sinar matahari, penyerapan air, dan tempat tumbuh. Tindakan pengendalian gulma yang dapat dilakukan untuk menurunkan tingkat kompetensi gulma adalah menggunakan herbisida nabati seperti bubur Sembung rambat. Bubur Sembung rambat  yang diaplikasikan pada pembibitan kelapa sawit diharapkan mampu menekan pertumbuhan gulma sehingga menurunkan tingkat kompetisi antara gulma dan bibit sehingga meningkatkan diameter batang. Penelitian dilakukan di Lahan Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat dari bulan oktober sampai desember 2015. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor perlakuan yaitu dosis bubur Sembung rambat dengan 6 kali ulangan yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu 0 kg/polibag, 0.5 kg/polibag,  1 kg/polibag, 1.5 kg/polibag, dan 2 kg/polibag.  Bubur Sembung rambat dibuat dengan memblender daun segar gulma Sembung rambat. Penelitian ini menggunakan bibit yang berumur 3 bulan yang berasal dari PPKS Marihat. Teknik pengujian keberhasilan penelitian adalah menguji tingkat kompetisi gulma terhadap tanaman melalui pengujian nilai indeks kompetensi gulma dan diameter batang bibit.  Data Hasil pengamatan diuji F dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan yang paling baik adalah dosis bubur sembung rambat 2 kg/polibag yang dapat dilihat dari indeks kompetisi gulma yang lebih rendah namun memiliki diameter yang paling besar.
Studi Komponen Hasil beberapa Genotipe Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) di Lahan Gambut Yunandra Yunandra; Putri Nur Azizah; Muhamad Syukur; Deviona Deviona
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 26, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v26i2.15740

Abstract

Pemuliaan tanaman merupakan salah satu upaya peningkatan produksi cabai. Hasil akhir dari program ini adalah didapatkan varietas yang toleran terhadap lingkungan ketika di tanam pada lahan gambut. Hubungan karakter kuantitatif beberapa genotipe tanaman cabai perlu dipelajari untuk membantu penentuan karakter yang memiliki pengaruh terhadap produksi. Informasi ini membantu dalam proses seleksi untuk mendapatkan calon varietas unggul baru toleran lahan gambut. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari delapan genotipe dengan tiga ulangan. Data hasil pengamatan selanjutnya dilakukan analisis ragam, kemudian mengatahui kaitan antara satu peubah dengan peubah lainnya dapat memanfaatkan analisis korelasi yakni korelasi Pearson. Setelah mendapatkan informasi korelasi, dilanjutkan dengan sidik lintas. Peubah tidak bebas ditetapkan guna menduga koefisien lintas. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa peubah bobot per buah sebesar 0,771, panjang buah sebesar 0,585, dan diameter buah sebesar 0,525 berkorelasi positif dengan produksi per tanaman. Hasil sidik lintas menunjukkan perubah bobot per buah memperlihatkan pengaruh direct kepada produksi per tanaman, namun peubah panjang dan diameter buah memperlihatkan pengaruh indirect melalui bobot per buah sehingga meningkatkan produksi per tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 10