cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI PERAIRAN MANGROVE DAN PERAIRAN TERBUKA DI KABUPATEN SINJAI, SULAWESI SELATAN Maryatul Qiptiyah; Halidah Halidah; M. Azis Rakhman
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2008.5.2.137-143

Abstract

Mangrove memainkan peranan penting, baik pada ekosistem perairan maupun darat. Salah satu peranan mangrove adalah sebagai penghasil nutrien dengan mekanisme dekomposisi guguran daun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur komunitas plankton di perairan mangrove dan perairan terbuka (non mangrove).   Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel air pada ekosistem  mangrove yang dibandingkan dengan  perairan terbuka (non mangrove). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 22 jenis plankton di perairan mangrove dan 12 jenis di perairan terbuka dengan kelimpahan 828-1.548 individu/liter pada perairan mangrove dan 882-972 pada perairan terbuka. Indeks keanekaragaman plankton di perairan mangrove berkisar antara 2,402-2,633, sedangkan di perairan terbuka berkisar antara 1,527-1,839.   Indeks perataan pada ekosistem mangrove berkisar antara 0,831-0,859 dan perairan terbuka berkisar antara 0,713-0,798. Indeks dominansi plankton di perairan mangrove berkisar antara 0,102-0,134, sedangkan di perairan terbuka berkisar antara 0,243-0,288.
HABITAT DAN POPULASI PUNAI (Columbidae) DI MEMPAWAH DAN SUAKA MARGASATWA PELAIHARI Reny Sawitri; R. Garsetiasih
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2015.12.2.209-221

Abstract

Kalimantan Barat dan Selatan termasuk wilayah sebaran burung punai di Indonesia. Aktivitas perburuan yang intensif di kedua provinsi dan kerusakan habitat dikhawatirkan semakin mengancam populasi burung punai di alam, untuk itu dilakukan penelitian habitat, jenis, populasi serta perilaku burung suku Columbidae ini. Metode penelitian adalah index preferensi Jacobs dan jenis pohon pakan, penghitungan populasi dengan metode Zippin dan pengamatan perilaku sosial dan perkembangbiakan. Daerah sempadan sungai merupakan habitat paling disukai sebagai tempat makan dan minum, bertengger dan bersarang pada pohon tinggi 3-4 m dan bertajuk rapat. Populasi burung di Mempawah, Kalimantan Barat, sekitar 7.056-7.344 individu tahun 2009 dan di SM Pelaihari, Kalimantan Selatan, sekitar 2.500-2.800 individu tahun 2010. Perilaku yang paling menonjol adalah perilaku sosial diantaranya adalah berkelompok, perkawinan monogamous dan berkomunikasi pada saat perkawinan dan mempertahankan teritorinya 
ASPEK EKOLOGI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) DI HUTAN PANTAI TANAH MERAH, TAMAN HUTAN RAYA BUKIT SOEHARTO Mukhlisi Mukhlisi; Kade Sidiyasa
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2011.8.4.385-397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang beberapa aspek ekologi pohon nyamplung (Calophyllum inophyllum L.). Penelitian dilakukan di hutan pantai Tanah Merah, Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto, Kalimantan Timur pada bulan Juni 2009. Pembuatan petak-petak cuplikan ditetapkan secara sengaja (purposive sampling) yang masing-masing berukuran 20 x 20 m, dengan luas keseluruhan 0,44 ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tegakan ini, selain pada tingkat pohon (INP= 90,11% ), nyamplung juga mendominasi pada tingkat tiang (INP= 140,06%) dan semai (INP= 85,85%). Sedangkan pada tingkat pancang didominasi oleh Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli (INP= 135,98%). Pohon nyam-plung memiliki asosiasi terkuat dengan Pouteria obovata (R. Brown) Baehni, hal ini ditunjukkan  dengan nilai indeks Ochiai, Dice, dan Jaccard yang mendekati satu. Berkaitan dengan kondisi lingkungan fisik, suhu udara pada tegakan nyamplung berkisar 25,4-31,70C, kelembaban udara 75-97% dan curah hujan rata-rata 2.000-2.500 mm/tahun, sedangkan komposisi tanahnya sebagian besar didominasi oleh tekstur pasir dengan pH 6,1-7,3.
KARAKTERISTIK HABITAT DAN POPULASI WALET SARANG HITAM (Collocalia maxima Hume, 1878) DI GUA SUNGAI PINANG, MANDAILING NATAL, SUMATERA UTARA Bambang S Antoko; Bakhdal Bakhdal; M. Salman Zuhri
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.4.377-385

Abstract

Kabupaten  Mandailing Natal (Madina)  adalah  salah satu pemasok sarang walet sarang  hi tam (Collocalia maxima Hume, 1878) di Provinsi Sumatera Utara. Namun demikian, data dan informasi mengenai  habitat, populasi,  dan teknik pemanenannya  masih sangat terbatas.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat, populasi, dan teknik pemanenan walet sarang hitam, data yang dikumpulkan meliputi populasi dan kebiasaan burung ini, parameter habitatnya yaitu gua Sungai Pinang dan teknik pemanenan serta produktivitas sarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rata-rata gua berkisar antara 26-28°C, kelembaban antara 70-80 %, dan intensitas cahaya antara  0,2-4,  lfoot  candle atau setara dengan 2,0-41 Luxmeter. Hal ini merupakan habitat yang sesuai bagi walet sarang hitam. Berdasarkan hasil produksi sarang pada bulan September 2002, dapat  diprediksi  bahwa jumlah  populasi Collocalia maxima Hume, 1878 di gua Sungai Pinang antara 90.000-120.000  pasang burung atau antara 180.000-240.000 ekor burung. Pernanenan  dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu panen besar, panen sedang, dan panen kecil. 
FORMULASI ALLOMETRI BIOMASA DAN KONSERVASI KARBON TANAH HUTAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) DI KEDIRI Chairil Anwar Siregar
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.2.139-149

Abstract

Penelitian ini memformulasikan persamaan allometrik yang diperlukan untuk estimasi biomasa bagian atas, biomasa bagian bawah, dan  biomasa total tanaman Paraserianthes falcataria (L.)  Nielsen berdasarkan pengukuran langsung 35 pohon contoh di hutan tanaman di KPH Kediri, Jawa Timur.  Persamaan ini sangat diperlukan dalam menghitung karbon tersimpan dalam biomasa.  Analisis tanah juga dilakukan mencakup kerapatan lindis pada kedalaman 0-30 cm dan 0-100 cm, serta kandungan karbon tanah.  Data ini digunakan untuk menghitung akumulasi kandungan karbon pada tubuh tanah.   Formulasi persamaan allometrik yang dihasilkan untuk biomasa bagian atas adalah Y = 0,3196 X1,9834, R2 = 0,8748, untuk biomasa bagian bawah Y = 0,0069 X2,5651, R2  = 0,9413, dan untuk biomasa total Y = 0,2831 X2,0630, R2 = 0,91, di mana  X adalah diameter setinggi dada. Persamaan ini direkomendasikan untuk estimasi biomasa karena hanya berdasarkan variabel diameter setinggi dada, sederhana, dan menguntungkan. Variabel ini mudah diukur di lapangan dan sangat umum dicatat dalam kegiatan inventarisasi hutan.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi biomasa bagian atas dan biomasa bagian bawah dari tanaman dengan kerapatan 376 tanaman/ha masing- masing adalah 73,33 ton/ha dan 10,64 ton/ha (setara dengan 36,67 ton C/ha dan 5,32 ton C/ha).  Selanjutnya jumlah kumulatif konservasi karbon tanah pada kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 0-100 cm masing- masing sebesar 36-38 ton C/ha dan 99 ton C/ha, dan produksi serasah berkisar 46-256 kg/ha dengan rataan 156 kg/ha.
KERAWANAN KAWASAN HUTAN DAN DAMPAK KEBAKARAN TERHADAP TEGAKAN Pinus merkusii Jungh. et de Vriese DI KPH SUMEDANG, JAWA BARAT Ari Wibowo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.1.1-9

Abstract

Penelitian  yang dilakukan  di BKPH Sumedang,  Jawa Barat ini bertujuan  untuk mengetahui  kerawanan kebakaran   kawasan  hutan  tanaman  Pinus merkusii Jungh.  et de Vriese  dan dampak  kebakaran   terhadap tegakan Pinus merkusii Jungh. et de Vriese.   Penelitian  dilaksanakan   melalui  observasi  terhadap  penyebab kebakaran,  potensi  bahan  bakar di bawah  tegakan  Pinus merkusii Jungh.  et de Vriese,  kondisi  topografi, kondisi   cuaca  dan  perilaku   kebakaran   yang  terjadi  serta  dampaknya    terhadap   tegakan   pinus.   Hasil penelitian   menunjukkan   bahwa  kebakaran  yang terjadi  disebabkan   oleh  kecerobohan   pengunjung  yang menggunakan   api.  Intensitas  kebakaran  yang terjadi cukup tinggi  yang disebabkan  oleh tebalnya  serasah pi nus dan tumbuhan  bawah  yang padat,  topografi  yang terjal  dan bahan  bakar yang kering  karena  musim kemarau.  Tinggi  lidah api mencapai  3,4 meter sedangkan  tinggi  bagian  pohon  yang hangus  mencapai  5, 7 meter.   Kebakaran  mengakibatkan   kerusakan  tajuk sebesar  62 persen,  dan karena  batang  yang Iuka untuk penyadapan,    sebagian   pohon   terluka   parah   setelah   terbakar   dan  akan  dilakukan   regenerasi   dengan tanaman  baru.
POTENSI DAN PRODUKTIVITAS HABITAT PAKAN BANTENG (Bos javanicus d’Alton 1832) DI PADANG PERUMPUTAN PRINGTALI DAN KEBUN PANTAI BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI JAWA TIMUR R. Garsetiasih; H S. Alikodra; R. Soekmadi; M. Bismark
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.2.113-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang potensi dan produktivitas hijauan rumput  pakan banteng (Bos javanicus d Alton 1832). Penelitian dilakukan pada tahun 2009 sampai 2010 di Padang Rumput Pringtali Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) dan di Kebun Pantai Perkebunan Bandealit. Pengumpulan data vegetasi pakan menggunakan plot bujur sangkar berukuran 1 m X 1 m. Penentuan plot pertama dilakukan secara acak dan selanjutnya secara sistematik. Jumlah plot yang digunakan 20 plot, jarak antara plot 25 m dan antar jalur 50 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung Padang Penggembalaan Pringtali pada saat musim hujan dengan luas  lima ha dapat menampung 29 individu banteng betina dan 10 individu pada saat musim kemarau. Kebun Pantai Bandealit dengan luas 63 ha pada saat musim hujan dapat menampung 222 individu banteng betina dan saat musim kemarau hanya dapat menampung 110 individu. Jika untuk banteng jantan daya dukung tersebut hanya dapat menampung separuhnya dari daya dukung banteng betina. Jenis rumput yang paling disukai adalah kolonjono (Hierochloe horsfieldii (Kunth ex Benn.) Maxim.) dengan frekuensi 0,93; putian(Andropogon pertusus (L.) Willd.) 0,92; domdoman (Andropogon aciculatus Retz.)0,86; dan paitan (Paspalum conjugatum P.J. Bergius) 0,83. Kandungan nilai gizi hijauan pakan tertinggi yang dicirikan oleh kandungan protein yaitu 16,21% untuk A. pertusus), 9,98% untuk H. horsfieldii, 9,65% untuk P. montanum,9,36%untuk A. aciculatus, dan 9,31% untuk  P. conjugatum.
PENDEKATAN MODEL SISTEM DALAM KEBIJAKAN PENGELOLAAN POPULASI RUSA (Cervus timorensis Mul. & Schl. 1844) DI TAMAN NASIONAL BALURAN Agus Sumadi; Sri Utami; Efendi Agus Waluyo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2008.5.3.201-215

Abstract

Model dinamika populasi rusa di Taman Nasional Baluran terdiri dari tiga sub model, yaitu sub model savana Bekol, sub model dinamika rusa, dan sub model masyarakat. Model sistem ini  memberikan gambaran perkembangan populasi rusa yang dipengaruhi oleh perburuan liar, serangan predator ajag (Cuon alphinus Pallas 1811), dan daya dukung savana Bekol. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat perburuan liar dan serangan predator ajag di atas 7% menyebabkan penurunan populasi rusa. Adanya peningkatan perburuan liar dan serangan predator ajag dapat menyebabkan ancaman terhadap kelestarian populasi rusa.
PERTUMBUHAN DAN KETIMPANGAN EKONOMI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO S. Andy Cahyono
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2015.12.1.33-34

Abstract

Pertumbuhan dan ketimpangan  ekonomi  merupakan  salah  satu  masalah ekonomi.  Tujuan penelitian  ini adalah untuk memperoleh informasi tentang (1) pola dan struktur pertumbuhan ekonomi dan (2) ketimpangan ekonomi antar  daerah di Daerah  Aliran Sungai  (DAS)  Bengawan Solo. Penelitian dilakukan  di DAS Bengawan Solo, meliputi 17 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tipologi Klassen dan Indeks Williamson dipergunakan dalam penelitian ini dengan data pada periode 2008-2011. Hasil penelitian menunjukkan ada empat tipologi ekonomi di DAS Bengawan Solo berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Kabupaten di daerah hilir lebih maju dan berkembang pesat  dibandingkan  dengan  daerah  hulu  dengan  kesenjangan  ekonomi sedang.  Secara  keseluruhan kesenjangan ekonomi antar daerah di dalam DAS Bengawan Solo tergolong tinggi (0,61)
PENGGUNAAN MODEL HIDROLOGI SWAT DALAM PENGELOLAAN DAS CISADANE Edy Junaidi; Surya Dharma Tarigan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.3.221-237

Abstract

Efektifitas dari pengelolaan DAS harus memperhatikan respon hidrologi pada setiap pelaksanaannya. Dengan demikian dalam analisis pengelolaan DAS sebaiknya mengggunakan model hidrologi. Penelitian ini meman- faatkan model hidrologi SWAT (Soil and Water Assessment Tool). SWAT merupakan model terdistribusi yang terhubung dengan SIG (Sistem Informasi Geografis) dan mengintegrasikan dengan DSS (Decision Support System). Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi sub DAS dan penggunaan lahan yang menyebabkan permasalahan pada DAS Cisadane, dan (2) mengevaluasi implementasi perencanaan pengelolaan DAS Cisadane. Hasil analisis SWAT, ada tiga sub DAS dikategorikan sebagai sub DAS yang berpotensi menyebabkan masalah tata air dan penggunaan lahan pada DAS Cisadane, yaitu sub DAS Cisadane hilir 2, sub DAS Cisadane tengah 2, dan sub DAS Cisadane hulu 8. Sub DAS yang menjadi penyumbang peak flow terbesar adalah sub DAS Cianten hilir 3 dan Sub DAS Cianten hulu 3. Sedangkan sub DAS sebagai penghasil sedimentasi terbesar berturut-turut adalah sub DAS Ciampea, sub DAS Cihideung dan sub DAS Cinangneng. Evaluasi perencanaan pengelolaan DAS dengan penerapan skenario gabungan, untuk kriteria tata air menun- jukkan hasil baik, tetapi untuk kriteria penggunaan lahan masih termasuk kriteria buruk. Model SWAT dapat digunakan untuk mengidentifikasi sub DAS dan unit lahan yang berpotensi menyebabkan masalah pada DAS dan mengevaluasi beberapa  alternatif perencanaan pengelolaan DAS. Penggunaan model  SWAT  dapat menentukan perencanaan pengelolaan DAS terbaik.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue