cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
EVAPOTRANSPIRASI JENIS POHON Agathis alba, Alnus nepalensis, DAN Castanopsis argentea A. Pudjiharta
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.417-422

Abstract

Informasi tentang evapotranspirasi (consumptive use) jenis pohon diperlukan untuk klarifikasi dari permasalahan hidrologi hutan, memberikan solusi alternatif dan bermanfaat dalam pemilihan jenis pohon untuk program-program penanaman terutama untuk pertimbangan hidrologi. Evapotranspirasi adalah faktor yang penting dalam berbagai aktivitas dalam pengembangan sumber air, pengembangan air tanah, konservasi air dan tanah, klasifikasi iklim, keseimbangan air dan produktivitas biomasa. Evapotranspirasi adalah fenomena alam dalam cuaca dan siklus air/sirkulasi air. Evapotranspirasi oleh tanaman (pohon) dipengaruhi  oleh jenis, biomasa, dan umur dari tanaman. Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan air atau evapotranspirasi jenis Alnus nepalensis Don, Agathis alba Foxw, dan Castanopsis argentea A.DC. Terutama Agathis alba Foxw yang ditanam pada berbagai tempat untuk tujuan berbeda antara lain untuk reboisasi, rehabilitasi dari lahan kritis, dan perhutanan sosial; karena itu informasi evapotranspirasijenis pohon diperlukan untuk pertimbangan hidrologi agar tidak timbul masalah hidrologi di kemudian hari.
MODEL SIMULASI PENJARANGAN HUTAN TANAMAN EKALIPTUS Aswandi Aswandi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.2.195-209

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mendapatkan model hipotetis penjarangan hutan tanaman jenis ekaliptus (Eucalyptus  grandis  Hill  ex  Maiden)  berdasarkan  pendekatan  analisis  sistem.  Pada  saat  ini  di  lokasi penelitian kegiatan penjarangan belum dilakukan karena orientasi pengusahaan masih pada hasil biomassa. Model sistem yang dibangun digunakan untuk mengetahui waktu dan intensitas penjarangan yang optimal. Berdasarkan simulasi terhadap berbagai skenario preskripsi penjarangan, intensitas penjarangan 25 % dengan rotasi penjarangan 15 tahun memberikan hasil maksimal sebesar 40,7 m3 per ha per tahun atau 610,5 m3 per ha tegakan dengan rata-rata diameter 39,0 cm. Hasil total tersebut diperoleh dari kegiatan penjarangan sebesar 80,1 m3  per ha dan hasil tebangan akhir daur sebesar 530,4 m3  per ha. Model yang dibangun merupakan model hipotetis sehingga validasi sangat perlu dilakukan dengan membangun petak ukur penjarangan di lapangan 
KERAGAMAN JENIS BURUNG DI TAMAN NASIONAL KEPULAUAN WAKATOBI DAN TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU Reny Sawitri; Sofian Iskandar
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.2.175-187

Abstract

Taman Nasional (TN) Kepulauan Wakatobi dan TN Kepulauan Seribu merupakan perwakilan kawasan kepulauan di Indonesia bagian timur dan barat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang besarnya dampak pengelolaan kepulauan untuk perumahan maupun wisata alam terhadap keragaman jenis tumbuhan dan burung hutan lahan kering. Metode penelitian burung menggunakan satuan pulau sebagai sampel plot dan dihitung kepadatan populasinya, sedangkan untuk tanaman dilakukan pengambilan data pohon pada sampel plot  ukuran 50 m x 50 m, 2-3 ulangan. Hasil pengamatan di kepulauan menunjukkan bahwa indeks keragaman jenis tumbuhan hutan mangrove dan pantai di TN Kepulauan Wakatobi (H’ = 1,06-1,20) maupun TN Kepulaun Seribu (H’ = 0,76-1,02) memiliki nilai yang rendah. Pengelolaan dan fungsi pulau sebagai tempat wisata alam maupun perumahan mempengaruhi keragaman jenis tumbuhan maupun jenis burungnya. Di kepulauan yang dikelola sebagai tempat perumahan lebih banyak dijumpai burung gereja (Passer montanus L.) dan gagak (Corvus enca Horsfield), karena jenis burung ini dapat beradaptasi dengan kehadiran manusia, sedangkan di kepulauan yang dikelola sebagai tempat wisata alam akan dijumpai beberapa jenis burung seperti burung kacamata biasa (Zosterops palpebrosa Temminck, H’= 2,8418), kepodang (Oriolus chinensis L., H’ = 1,7442), dan  srigunting (Dicrurus remifer Temminck, H’ = 1,9902) yang beradapatasi terhadap lingkungan sekitar berupa ketersedian pakan. Pendataan burung hutan lahan kering untuk kepulauan sangat penting karena keberadaan burung di sini sangat rentan dari kepunahan apabila daya adaptasi terhadap lingkungan sekitar rendah.
PENGGUNAAN PARAMETER MORFOMETRIK UNTUK PENDUGAAN UMUR SIAMANG SUMATERA (Symphalagus syndactylus Raffles, 1821) Yanto Santosa; Fifin Nopiansyah; Abdul Haris Mustari; Dede Aulia Rahman
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2011.8.1.25-33

Abstract

Memahami umur satwa merupakan aspek penting untuk mengidentifikasi struktur umurnya. Struktur umur adalah salah satu parameter demografik yang penting untuk dipelajari terkait tujuan pengelolaan populasi. Salah satu teknik estimasi usia dapat didekati dari ukuran organ (morphometric). Penelitian ini dilakukan dari Mei hingga Agustus 2007 pada Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Jawa Barat dan Kalaweit Pusat, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan 14 parameter dan 40 sampel dari siamang (Symphalagus syndactylus Raffles, 1821), terdiri dari 24 jantan dan 16 betina. Hasil analisis statistik (regresi linier berganda dengan metode bertahap) korelasi antara umur (Y) dengan lingkar wajah (LM) diperoleh persamaan regresi untuk Umur = -14,546 + 0,801 LM untuk jantan (1-15 tahun), panjang tangan (PTT) dengan Umur = -2,091 + 0,496 PTT untuk jantan (1-6 tahun), lingkar dada (LD) dengan Umur = -15,328 + 0,533 LD untuk betina (2-14 tahun), lingkar dada dengan Umur = -5,331 + 0,312 LD untuk jantan dan betina (1-15 tahun). Ukuran morfologikal dalam hal ini lingkar wajah, panjang tangan, lingkar dada merupakan pertumbuhan panjang hewan yang mudah dilihat dengan mata dan merupakan parameter penentuan kelas umur pada siamang sumatera (Symphalagus syndactylus Raffles, 1821). Parameter morfometrik yangdigunakan merupakan bagian-bagian tubuh yang mudah terlihat dan mudah diukur dan merupakan bagian terpenting dalam sebuah teknik penentuan umur menggunakan metode morfometrik.
APLIKASI PUPUK DAUN DANZA T PENGA TUR TUMBUH PADA AN AKAN JABON (Anthocephaluschinensis (Lamk.) A.Rich. ex Walp.) Syofia Rahmayanti; Eka Novriyanti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.1.95-102

Abstract

Pupuk     daun   don   zat   pengatur   tumbuh    sebagai  perlakuan yang   diaplikasi  kan   pada   anakan  jabon (Anthocephalus chinensis (Lamk.)   A.Rich.   ex Walp.).    Pcngujian  statistik,   menunjukkan pcrlakuan  tcrsebut berpengaruh  nyata hanya sarnpai dua bulan pertama sejak perlakuan tcrakhir.   Saat nu,  perlakuan    pupuk  daun 2 g/1  + zat  pcngatur tumbuh 2 ml/I   menghasllkan pertumbuhan t111gg1  dan diameter   yang terbasar,  rnasing-masing dengan  nilai 17,87    cm dan  3, 16   cm.   Perlakuan tersebut  berpengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi anakan jabon tapi tidak berbeda dengan perlakuan zat pengatur tumbuh 3 ml/l dalam meningkatkan pertumbuhan diameternya yang nilainya 3,06 cm.
KARAKTERISTIK HIDROLOGI BERDASARKAN PARAMETER MORFOMETRI DAS DI KAWASAN TAMAN NASIONAL MERU BETIRI Agung B. Supangat
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.3.275-283

Abstract

 Karakteristik hidrologi sungai dalam daerah aliran sungai (DAS) selain dipengaruhi penggunaan lahan yang ada, juga dipengaruhi sifat dasar alami DAS yang disebut morfometri.   Karakter alami morfometri DAS bersama-sama dengan faktor yang dapat diintervensi manusia akan mempengaruhi perilaku hidrologi seperti evapotranspirasi, infiltrasi dan aliran sungai.  Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik hidrologi berdasarkan parameter morfometri DAS di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan deliniasi peta topografi skala 1:200.000, kawasan TNMB terbagi menjadi 16 sub-sub DAS dengan ukuran luas mulai 5 - 130 km2, delapan sub DAS diantaranya mengalir ke laut selatan Jawa. Karakteristik morfometri DAS di kawasan TNMB memperlihatkan bahwa sebagian besar daerah tangkapan airnya berpola radial, dengan bentuk DAS memanjang, dan sifat alirannya sepanjang tahun untuk sungai-sungai besar (luas DAS di atas lima km2). Sifat kerapatan drainase yang sedang dan indeks percabangan sungai 3-5 menyebabkan air banjir pada sungai-sungai besar tidak terlalu fluktuatif.   Upaya pengelolaan kawasan perlu ditingkatkan untuk menjaga dan meningkatkan kontinuitas dan kualitas sumber daya air sungai dari kawasan TNMB.
PERCOBAAN PENGUJIAN TOKSISITAS TEPUNG BIJI Annona glabra DAN A. squamosa SEBAGAI INSEKTISIDA PADA LALAT RUMAH Sri Esti Intari
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.431-436

Abstract

Penelitianuji tokasisitastepung biji Annona glabra dan A. squamosa dilakukandilaboratorium Pusat Penelitian   dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor dengan tujuan adalah untuk memperoleh dosis yang efektif dalam pengendalian hama menggunakaninsektisidanabati.Tepung bijikedua jenis Anona masing-masingdicampurdengan makanan lalat (susubendera : gula pasir  = 1:1) dengan kadar 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, diberikan pada 30 ekor lalat percobaan di dalam kandang. Jumlah  lalat yang mati di dalam kandang  diamati, jumlahnya dihitung  setiap 6, 12, 24, dan 48 jam sesudah perlakuan. Hasilnya menunjukkan  bahwa  tepung  biji A. glabra  lebih beracun terhadap  lalat yang dicoba daripada tepung biji A. squamosa. Nilai LC50 untuk A.  glabra adalah pada kadar  7,95% dalam waktu 24 jam, sedangkan   untuk A. squamosa  adalah  pada  kadar  31,6% untuk  waktu  yang  sama.  Penelitian   uji tokasisitas   tepung  biji Annona glabra dan A. squamosa  dilakukan   di laboratorium Pusat Penelitian  dan Pengembangan  Hutan dan Konservasi  Alam, Bogor dengan tujuan adalah untuk memperoleh dosis  yang  efektif dalam pengendalian hama  menggunakan   insektisidanabati.Tepung bijikedua jenis Anona masing-masingdicampurdengan  makanan lalat (susu  bendera:  gula pasir  = 1:1) dengan kadar 0%(kontrol), 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, diberikan pada 30 ekor lalat percobaan di dalam kandang. Jumlah lalat yang mati di dalam kandang diamati, jumlahnya dihitung setiap 6, 12, 24, dan 48 jam sesudah perlakuan. Hasilnya menunjukkanbahwa tepung  biji A. glabra  lebih beracun terhadap lalat yang dicoba daripada tepung biji A. squamosa. Nilai LC50 untuk A.  glabra adalah pada kadar  7,95% dalam waktu 24 jam, sedangkanuntuk A. squamosa adalah pada kadar 31,6% untuk  waktu  yang  sama. 
LAJU ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI DI BERBAGAI HUTAN TANAMAN DAN BEBERAPA ALTERNATIF UPAYA PERBAIKANNYA Pratiwi Pratiwi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.3.267-276

Abstract

Pembangunan hutan tanaman pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan lahan-lahan marginal dengan jenis tanah Oxisols dan Ultisols.  Jenis-jenis tanah tersebut merupakan jenis tanah yang peka terhadap erosi dan sangat rendah tingkat kesuburannya.   Selama tiga tahun pertama setelah tanam, pembangunan hutan tanaman umumnya mempunyai beberapa masalah seperti: tingkat erosi yang tinggi karena aliran permukaan, khususnya di areal-areal dengan kelerengan tinggi.   Oleh karena itu pengelolaan hutan tanaman harus mempertimbangkan konservasi tanah dan air.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang laju aliran permukaan dan erosi di beberapa hutan tanaman (Aleurites moluccana Willd., Khaya anthoteca C.DC., Acacia mangium Willd., dan Shorea johorensis Foxw.), yaitu di Pasir Awi (Jawa Barat), Carita (Banten), Muara Dua (Lampung), Sebanga, Beringin, Melibur, dan Rasau Kuning (Riau).  Plot-plot dibuat untuk mengamati aliran permukaan dan erosi di hutan tanaman tersebut.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran permukaan dan erosi menurun dengan bertambahnya umur tegakan, di samping faktor lain seperti kelerengan, jenis tanah, penutupan vegetasi, dan sebagainya.  Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam program-program rehabilitasi hutan dan lahan.
UJI PENGELOMPOKAN JENIS BERDASARKAN MODEL PENDUGA RIAP DIAMETER POHON PADA HUTAN BEKAS TEBANGAN DI PROVINSI JAMBI Djoko Wahjono; Adinda Kusuma Dewi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.4.329-339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kelompok-kelompok jenis yang memiliki model penduga riap diameter sama berdasarkan model paling optimal yang diperoleh dengan menduga hubungan  antara  riap  diameter  dengan  diameter  pohon,  kerapatan  tegakan,  luas  bidang  dasar,  dan interaksinya  pada berbagai jenis pohon pada hutan alam bekas tebangan di konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Putraduta Indah Wood, Jambi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Petak Ukur Permanen (PUP) yang telah dilakukan enam kali pengukuran dengan selang waktu sekitar satu tahun (1995-2000). Pengelompokan jenis dilakukan dengan model-model hipotesis, antara lain: 1) Ln Y = a 0  + a1  Ln D + a2 DN + å,  2) Ln Y = a 0 + a1 Ln D + a 2 D + å,  3) Ln Y = a 0 + a1  Ln D2 + a2 DN +å,  4) Ln Y = a 0 + a1  Ln D + a2 D2 + å,   5) Y = a 0 + a1 D + a2 D2 + å,   6) Y = a 0 + a1 DN + a2 D2 + å,  7) Y = a 0 + a1 Ln D + a2 (Ln D)2 + å,  8) Log (Y + 0,2) = a 0  + a1  log (BA) + a 2  D + a3  log (D) + å. Berdasarkan hasil uji peranan peubah bebas melalui uji F, model yang terpilih untuk pengelompokan jenis adalah Model 1,  Model 2, Model 5,Model 6, dan Model 7.   Berdasarkan perbandingan nilai JKS terkecil dari semua pengelompokan jenis sementara model terpilih, dihasilkan 11 kelompok jenis, yaitu: Kelompok 1 (Xylopia sp.), Kelompok 2 (Ganua motleyana Pierre), Kelompok 3 (Planconia valida Bl + Ilex cymosa Bl), Kelompok 4 (Urandra scorpioides O.Ktze + Castanopsis sp.), Kelompok 5 (Shorea macrantha Brandis), Kelompok 6 (Cantleya cornoculata Howard), Kelompok 7 (Tetramerista glabra Miq + Santiria laevigata BL), Kelompok 8 (Ilex sp.+ Gluta renghas L), Kelompok 9 (Colomus optimus + Dacryoides rostrata H.J.L.), Kelompok 10 (Hydnocarpus gracilis + Eugenia sp.), dan Kelompok 11 (Durio carinatus Mast). Pendugaan riap diameter rata-rata setiap kelompok diperoleh dengan menggunakan model gabungan dari masing-masing kelompok menghasilkan nilai untuk Kelompok 1) 0,392 cm/th dengan selang 0,334-0,449 cm/th,  Kelompok 2) 0,402 cm/th dengan  selang 0,343-0,462 cm/th,    Kelompok 3)  0,380  m/th  dengan  selang  0,321-0,440 cm/th, Kelompok 4) 0,374 cm/th dengan selang 0,313-0,435 cm/th,  Kelompok 5) 0,385 cm/th dengan selang 0,281- 0,490 cm/th,  Kelompok 6) 0,354 cm/th dengan selang 0,255-0,452 cm/th, Kelompok 7) 0,360 cm/th dengan selang 0,282-0,438 cm/th,  Kelompok 8) 0,038 cm/th dengan selang 0,03-0,045 cm/th,  Kelompok 9) 0,366 cm/th dengan selang 0,279-0,452 cm/th, Kelompok 10) 0,382 cm/th dengan selang 0,268-0,497 cm/th, dan Kelompok 11) 0,366 cm/th dengan selang 0,178-0,555 cm/th.
KANDUNGAN BIOMASSA ATAS PERMUKAAN PADA HUTAN RAWA GAMBUT DI KABUPATEN ROKAN HILIR, PROVINSI RIAU Nunung Puji Nugroho
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2014.11.1.41-51

Abstract

Hutan rawa gambut mempunyai peranan yang penting dalam konteks pemanasan dan perubahan iklim global karena kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon serta dalam mengemisi karbon ke atmosfer.Dalam hal ini, ekosistem hutan rawa gambut mempunyai kapasitas yang lebih besar bila dibandingkandengan ekosistem hutan tropis lainnya. Peranan hutan rawa gambut tersebut ditentukan oleh kandunganbiomassa yang tersimpan, baik pada atas maupun bawah permukaan, termasuk pada lapisan tanahgambutnya. Kajian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kandungan biomassa atas permukaan (BAP) pada hutan rawa gambut di kawasan hutan konsesi PT. Diamond Raya Timber (PT. DRT) denganmenggunakan persamaan alometrik spesifik tapak. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rerata BAP padahutan rawa gambut di PT. DRT adalah 210,81 ton ha-1 (rentang: 66,37-529,11 ton ha). Kandungan BAPpada lokasi kajian cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kandungan BAP pada hutan rawa gambutlain maupun pada hutan hujan tropis. Pendugaan BAP sebaiknya dilakukan dengan menggunakan persamaan alometrik spesifik tapak dengan rentang DBH yang lebar.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue