cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 1,559 Documents
KARAKTERISTIK KARBON AKTIF DARI KULIT BUAH MALAPARI (Pongamia pinnata L. Pierre) Ibrahim Ibrahim; Djeni Hendra; Nur Adi Saputra; Eti Rohaeti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.1.1-6

Abstract

Pengolahan minyak nabati buah malapari (Pongamia pinnata L. Pierre) menyisakan limbah kulit buah yang belum dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatan kulit buah malapari adalah bahan baku karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit buah malapari sebagai bahan baku arang aktif yang menggunakan cara kimia dan fisika. Kondisi optimum pembuatan arang aktif dihasilkan dari bahan baku yang dikarbonisasi pada suhu 400°C, diaktivasi dengan asam fosfat 2% dan pemanasan pada suhu 750°C sambil dialiri uap air selama 60 menit. Proses tersebut merupakan kondisi optimum yang menghasilkan rendemen arang aktif sebesar 54%, kadar air 8,6%, zat terbang 11,85%, abu 24,73%, karbon terikat 63,42%, daya jerap benzena 10,15%, daya jerap biru metilena 93,89 mg/g, dan daya jerap iod 648,62 mg/g serta luas permukaan spesifik 348,11 m2/g. Arang aktif studi ini masih di bawah standar Indonesia, yang dipengaruhi oleh waktu retensi aktivasi yang belum optimal.
KEKUATAN BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper Backer ex K.Heyne) MENAHAN GAYA NORMAL TEKANAN DAN TARIKAN Naresworo Nugroho; Effendi Tri Bahtiar; Arya Budhijatmiko Lelono
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.1.37-48

Abstract

Bambu merupakan salah satu hasil hutan multiguna yaitu sebagai bahan baku mebel, kerajinan, alat musik, dan konstruksi. Besarnya kekuatan tekan dan tarik bambu sudah dimanfaatkan dalam desain konstruksi, namun masih terbatas, seperti untuk kolom atau penguat beton. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat mekanis bambu betung (Dendrocalamus asper Backer ex K.Heyne,) umur empat tahun, yaitu kekuatan tekan sejajar serat, tarik sejajar serat, dan tarik tegak lurus serat, serta nilai 5% batas bawah. Ukuran contoh uji dan pengujian sifat mekanis bambu betung mengacu pada ISO 22157-2019. Pengujian tekan sejajar serat dan tarik tegak lurus serat menggunakan UTM SATEC/Baldwin, sedangkan pengujian tarik sejajar serat menggunakan UTM Chun Yen. Analisis data menggunakan aplikasi Easyfit 5,5 untuk mendapatkan nilai 5% batas bawah tiap pengujian. Rata-rata kuat tekan sejajar serat yang diperoleh yaitu sebesar 52,97 N/mm², sedangkan nilai rata-rata kuat tarik sejajar serat sebesar 109,03 N/mm². Rata-rata kuat tarik tegak lurus serat dengan ukuran lubang uji 25 dan 40 mm sebesar 2,53 dan 1,19 N/mm², sedangkan nilai rata-rata MOE tekan dan MOE tarik sejajar serat sebesar 2.674 dan 9.542 N/mm². Nilai 5% batas bawah untuk kuat tekan sejajar serat sebesar 38,10 N/mm², tarik sejajar serat sebesar 61,78 N/mm², sedangkan untuk kuat tarik tegak lurus serat sebesar 0,60 N/mm². Nilai MOE tekan dan MOE tarik sejajar serat yang diperoleh sebesar 1.105 dan 6.076 N/mm².
SUATU TINJAUAN PEMANFAATAN KAYU HUTAN TANAMAN UNTUK GLULAM Yusuf Sudo Hadi; Andi Sri Rahayu Diza Lestari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.1.31-36

Abstract

Hutan tanaman umumnya dipanen pada umur kurang dari 10 tahun, sehingga kayu berdiameter kecil, inferior sifat fisis-mekanisnya, serta rentan terhadap bio-deteriorasi. Agar kayu ini dapat dimanfaatkan lebih berdaya-guna, maka rekayasa pembuatan glued-laminated timber (glulam) dapat diaplikasikan, sehingga diperoleh batang kayu berukuran lebih besar dan ketahanannya terhadap serangan organisme perusak kayu dapat ditingkatkan. Saat ini, jenis kayu hutan tanaman yang telah dipelajari untuk dibuat menjadi adalah jabon (Anthocephalus cadamba), karet (Hevea brasiliensis), mahoni (Swietenia sp.), mangium (Acacia mangium), manii (Maesopsis eminii), mindi (Melia azedarach), pinus (Pinus merkusii), sengon (Falcataria moluccana), dan sungkai (Peronema canescens), sedangkan kayu dari hutan alam untuk kombinasinya yaitu kayu kempas (Koompassia malaccensis) dan merbau (Instia sp.). Sementara perekat yang digunakan dalam pembuatan glulam yaitu perekat nabati tanin mangium, tanin mahoni, dan tanin merbau, serta perekat sintetis yaitu isosianat dan phenol resorcinol formaldehyde (PRF). Hasilnya menunjukkan bahwa glulam yang dibuat dengan perekat berbasis tanin mempunyai sifat fisis dan mekanis sebanding dengan kayu solidnya maupun dengan menggunakan perekat PRF. Demikian pula sifat fisis-mekanis glulam dengan perekat isosianat tidak berbeda dengan kayu solidnya, kecuali keteguhan geser glulam lebih rendah dari kayu solidnya, selain itu glulam tersebut tahan terhadap delaminasi baik pada perendaman air dingin maupun air mendidih, serta berhasil memenuhi standar JAS 1152-2007. Pada pembuatan glulam dengan impregnasi polistirena pada kayu sengon dan mindi menunjukkan bahwa impregnasi polistirena tersebut memberikan pengaruh perubahan warna yang sangat kecil, keteguhan rekatnya sebanding dengan kayu solidnya, dan ketahanan terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) meningkat.
KARAKTERISTIK PAPAN PARTIKEL CAMPURAN SERBUK GERGAJIAN KAYU SENGON DAN KULIT BUAH KOPI DENGAN PEREKAT DEKSTRIN TEPUNG ONGGOK Nurannisa Syafitri; Auliya Shafiah Zakhrakh; Syifa Nur Annissa; Sutrisno Sutrisno; Eka Mulya Alamsyah; Tati Karliati; Jamaludin Malik
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.1.19-30

Abstract

Limbah hasil hutan dan pertanian saat ini belum memiliki nilai ekonomis yang baik maka pembuatan papan partikel bisa menjadi solusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisis dan mekanis papan partikel dari campuran serbuk gergajian kayu sengon dan kulit buah kopi menggunakan perekat dekstrin dari pati tepung onggok. Pembuatan dekstrin dilakukan dengan cara menyemprotkan asam klorida (HCl) dengan konsentrasi 5% sebanyak 5 mL terhadap 80 g pati tepung onggok, kemudian dioven pada suhu 130°C selama 3 jam. Selanjutnya, dilakukan pembuatan papan partikel dengan target kerapatan 0,6 g/cm3. Untuk mengetahui komposisi campuran bahan yang optimal, papan partikel dibuat dengan empat komposisi bahan campuran antara serbuk gergajian kayu sengon dengan kulit buah kopi dengan perbandingan berat: 100%:0%, 75%:25%, 50%:50% dan 25%:75%. Perekat dekstrin yang digunakan dalam pembuatan papan partikel sebanyak 20% dari berat kering tanur partikel dan dilakukan pengempaan pada suhu 185°C serta tekanan 20 kg/cm2 selama 10 menit. Hasil pengujian sifat fisis menunjukkan bahwa nilai kerapatan 0,49-0,64 g/cm3, kadar air 7,89-9,01%, daya serap air 92,41-167,65% dan pengembangan tebal 11,91-59,90%. Papan partikel dengan komposisi campuran serbuk gergajian kayu sengon dan kulit buah kopi sebanyak 25%:75% telah memenuhi standar pengujian sifat fisis, meliputi: kerapatan, kadar air dan pengembangan tebal, sedangkan nilai daya serap air tidak dipersyaratkan di dalam Standar JIS A 5908: 2003. Hasil pengujian sifat mekanis menunjukkan bahwa nilai internal bond 0,02-0,03 N/mm2 dan nilai kuat tarik pegang sekrup 46,4-144 N. Papan partikel dengan komposisi campuran serbuk gergajian kayu sengon dan kulit buah kopi sebanyak 25%:75% memiliki sifat mekanis optimal, namun demikian tidak memenuhi standar JIS A 5908: 2003.
PRODUKSI DAN APLIKASI ARANG KOMPOS BIOAKTIF DI LAHAN PERTANIAN SEBAGAI MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Nur Adi Saputra; Gusmailina Gusmailina; Sri Komarayati; Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.49–60

Abstract

Pemberdayaan masyarakat telah dilakukan di sekitar pesantren Kumala Lestari, Desa Sukaresmi Kabupaten Cianjur, Indonesia. Masyarakat dilibatkan dalam pembuatan arang kompos bioaktif (ARKOBA) dan aplikasinya di lahan pertanian. Studi dilakukan dengan membandingkan hasil padi yang menggunakan pupuk–pestisida kimia dan aplikasi ARKOBA–asap cair. Efektivitas hasil diukur dengan produktivitas tanaman padi per hektar setelah 4 bulan. Studi dilakukan dengan produksi biochar dari limbah kayu industri penggergajian menggunakan reaktor drum-modifikasi. Temperatur reaktor adalah 400–450°C, dengan retensi 6–8 jam. Proses produksi menghasilkan arang dan asap cair. Produksi ARKOBA dilakukan melalui pencampuran kompos: arang: aktivator, dengan komposisi 85%: 10%: 5%. Dosis ARKOBA yang diberikan adalah 400 kg/1000 m2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produktivitas padi menggunakan ARKOBA–asap cair lebih tinggi dari produktivitas padi pupuk–pestisida kimia. Produktivitas padi tercatat sebanyak tercatat 3,2 ton/ha dibandingkan 2,98 ton/ha di demplot Ciranjang dan 4 ton/ha berbanding 3,1 ton/ha di demplot Sukaresmi. Aplikasi ARKOBA mampu memberikan surplus sekitar 7,4–29% daripada aplikasi pupuk kimia dan menjadi teknologi yang direkomendasikan untuk peningkatan produktivitas padi.
PENGARUH ZAT EKSTRAKTIF KAYU GAMAL (Gliricidia sepium Jacq.) TERHADAP NILAI KALOR Rahmi Mauladdini; Wasrin Syafii; Deded Sarip Nawawi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.125–134

Abstract

Pengembangan jenis kayu gamal (Gliricidia sepium Jacq.) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kayu energi di pedesaan. Penelitian mengenai zat ekstraktif pada tanaman gamal sudah banyak dilakukan, namun informasi mengenai pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor masih sangat sedikit. Pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor dapat diketahui dengan cara menganalisis senyawa ekstraktif yang terdapat pada kayu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa ekstraktif yang berpengaruh terhadap perubahan nilai kalor kayu. Serbuk kulit dan kayu gamal diekstraksi dengan cara maserasi bertingkat menggunakan pelarut yang memiliki kepolaran berbeda. Serbuk yang telah bebas ekstraktif kemudian diukur nilai kalornya. Untuk memastikan pengaruh zat ekstraktif terhadap nilai kalor, ekstrak kulit dan kayu gamal tersebut ditambahkan ke serbuk batang sawit, lalu diukur kenaikan nilai kalornya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zat ekstraktif pada kulit dan kayu gamal berpengaruh terhadap perubahan nilai kalor, dan, penghilangan zat ekstraktif dengan menggunakan pelarut yang berbeda menyebabkan penurunan nilai kalor yang berbeda. Penurunan nilai kalor paling tinggi (4,03%) dihasilkan dari zat ekstraktif kulit gamal yang terlarut pelarut non-polar (n-heksana). Penambahan ekstraktif kayu gamal ke serbuk batang sawit juga menyebabkan peningkatan nilai kalor. Analisis fitokimia dan LC-MS/MS terhadap ekstraktif terlarut n-heksana dari kulit kayu gamal mendeteksi adanya kelompok senyawa terpena, amida, alkaloid, flavonoid, coumarin, dan benzopyrans. Berdasarkan hasil penelitian ini, senyawa terlarut n-heksana diduga paling berpengaruh terhadap nilai kalor.
PENGARUH DIAMETER BATANG DAN STIMULAN ORGANIK TERHADAP PRODUKTIVITAS GETAH KARET (Hevea brisilliensis Muell. Arg) DI PT INDOCO SENDANG TULUNGAGUNG Suci Nur Fauziah; Galit Gatut Prakosa; Sukadaryati Sukadaryati; Febri Arif Cahyo Wibowo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.74–80

Abstract

Karet alam (Havea brisiliensis Muell. Agr) merupakan komoditas yang banyak diperdagangkan karena digunakan dalam beragam industri. Indonesia sebagai negara penghasil karet terbesar kedua Asia Tenggara setelah Thailand dengan sebagian besar lahan dimiliki rakyat dimana petani belum menggunakan teknologi terbaharukan dalam upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan produksi getah optimum dengan menggunakan stimulan cuka kayu dan stimulan organik ethrel pada berbagai kelas diameter pohon. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan pada Juli-Agustus 2021 di PT Indoco Sendang Tulungagung petak Y Desa Picisan Dusun Boso. Variabel yang diamati yakni bobot getah karet pada masing-masing perlakuan. Terdapat dua faktor perlakuan yakni faktor A stimulan terdiri dari 4 level: tanpa perlakuan(A1), dan stimulan ethrel (A2), stimulan cuka kayu 100% (A3) dan stimulan cuka kayu 50% (A4). Faktor B diameter batang terdiri dari 3 level: 10-15 (B1), 16-20 (B2), 21-25 (B3).  Metode yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf α 5% terdapat 3 ulangan dengan 36 sampel. Konsentrasi yang memiliki pengaruh terhadap berat getah yakni stimulan cuka kayu 100%.
POTENSI SIMPANAN KARBON DAN EMISI CO2 AKIBAT PENEBANGAN DI HUTAN ALAM PAPUA Yuniawati Yuniawati; Dulsalam Dulsalam; Sarah Andini
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.61–73

Abstract

Hutan sebagai tempat penyerapan karbon akan menjadi sumber emisi jika tidak ada lagi tumbuhan yang berfotosintesis sebagai penyimpan karbon dioksida (CO2). Keberadaan gas CO2 yang berlebihan dan tersebar di permukaan bumi dapat memengaruhi perubahan iklim global. Pemanenan kayu yang tidak terkendali di hutan alam berdampak negatif terhadap potensi penyerapan karbon dan emisi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi simpanan dan emisi karbon akibat penebangan kayu di hutan alam Papua. Metode penelitian dilaksanakan secara destruktif dan non-destruktif dengan menggunakan data potensi tegakan sebelum penebangan dan potensi pohon yang akan ditebang dengan membuat sembilan petak contoh pengamatan (PCP) di tiga petak penebangan yang terpilih di dalam kawasan konsesi hutan alam, yaitu petak nomor CC47, K47, dan L47.  Masing-masing PCP berupa petak persegi panjang dengan ukuran 2 ha (200 x 100 m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur tegakan hutan alam di lokasi penelitian membentuk huruf J terbalik. Tegakan dengan kelas diameter 60 cm ke atas memiliki volume tegakan yang lebih rendah dibandingkan kelas diameter lainnya. Cadangan karbon pada tegakan sebelum penebangan adalah 21,07 ton C/ha. Potensi simpanan karbon berkurang ketika sebanyak 144 pohon ditebang, pengurangannya sebesar 18,49 ton C/ha, atau setara dengan emisi karbon sebesar 67,86 ton CO2-ekuivalen. Setelah penebangan, potensi simpanan karbon berkurang sebesar 2,57 ton C/ha sehingga potensi emisi di areal setelah penebangan setara dengan 9,43 ton CO2-ekuivalen.
SINTESIS, KARAKTERISASI DAN APLIKASI BIO-IMPREGNAN DARI KULIT BATANG SAWIT Jamaludin Malik; Adi Santoso; Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.81–92

Abstract

Formulasi bahan fenolik yang diekstrak dari biomassa tidak hanya menghasilkan perekat tapi juga dapat dijadikan sebagai bio-impregnan. Bio-impregnan adalah bahan untuk perlakuan impregnasi yang berasal dari makhluk hidup, pada umumnya dari ekstraksi bagian tumbuhan seperti kulit, batang, dan lain-lain. Pada penelitian ini, sintesis dilakukan dengan kopolimerisasi resorsinol (R) dan formaldehida (F) terhadap ekstrak kulit batang sawit (S) sehingga menghasilkan fluida resin SRF. Karakterisasi secara lengkap dilakukan dengan menggunakan FTIR, Py-GCMS, XRD dan DTA. Selain itu emisi formaldehida juga dilakukan untuk memastikan keamanannya terhadap kesehatan dan lingkungan. Aplikasi bio-impregnan dilakukan terhadap sampel kayu sawit bagian keras (pinggir) dan bagian lunak (tengah) dari batang sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang sawit mengandung komponen polifenol yang memiliki afinitas kuat terhadap resorsinol dan formaldehida dengan katalis basa (NaOH 40%), sehingga dapat membentuk kopolimer yang dapat digunakan sebagai impregnan. Aplikasi bio-impregnan tersebut dapat meningkatkan kualitas batang sawit pada semua bagian batang dari kelas V menjadi kelas kuat III dengan peningkatan kerapatan (>100%), kekerasan (4 kali), pengembangan tebal baik dalam air dingin maupun air mendidih memenuhi persyaratan (<25%), serta emisi formaldehida yang memenuhi standar SNI 03-2105-2006.
KARAKTERISASI DAN ADSORPSI KARBON AKTIF BAMBU ANDONG TERSULFONASI DENGAN PERBEDAAN UKURAN PARTIKEL Lisna Efiyanti; Angelica Paramasari; Poedji Hastuti; Dadang Setiawan; Novitri Hastuti; Nela Rahmatisari; Ani Iryani
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.115–124

Abstract

Karbon memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai adsorben, katalis, penghantar obat, energi dan dapat diproduksi dari berbagai sumber, termasuk biomassa berlignoselulosa. Salah satu biomassa potensial sebagai bahan baku karbon yaitu bambu. Tujuan penelitian ini yaitu pembuatan karbon dan karbon tersulfonasi dari bahan baku bambu andong untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel terhadap karakter dan kekuatan adsorpsinya. Ukuran partikel umumnya berbanding terbalik dengan luas permukaan dan daya jerapnya, sehingga ukuran partikel penting untuk diteliti. Metode yang dilakukan yaitu pirolisis bambu andong menjadi bioproduk karbon dan karbon tersulfonasi menggunakan H2SO4 10N dengan variasi ukuran partikel 60 dan 100 mesh. Selanjutnya, dilakukan analisa proksimat karbon dan karbon tersulfonasi berdasarkan SNI No 06-3730-1995 yang meliputi kadar air, abu, zat mudah menguap, dan karbon terikat. Analisa adsorpsi karbon dan karbon tersulfonasi juga dilakukan terhadap senyawa iod, metilen biru, amonia, kloroform, dan benzena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter proksimat karbon tersulfonasi yang dihasilkan telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI. Daya jerap karbon tersulfonasi yang terhitung pada adsorpsi iod, metilen biru, amonia, kloroform dan benzena masing-masing sebesar 421,71-432,50 mg/g; 20,35−21,90 mg/g; 9,55-9,98 mmol/g; 10,16-15,03%, dan 4,63-5,83%. Dari data tersebut, karbon tersulfonasi dapat digunakan sebagai adsorben maupun katalis hijau terbarukan.

Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue