cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 1,559 Documents
CAMPURAN SAGU DAN ILES-ILES SEBAGAI EKSTENDER PEREKAT UREA FORMALDEHIDA KAYU LAPIS Suwardi Sumadiwangsa; Yusuf Sudo Hadi; Jhon Novarly Simanjuntak; Suwandi Kliwon
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5144.893 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1987.4.3.30-35

Abstract

In 1984 Indonesia required more than 64.000 ton of wheat flour for  extender  of urea formaldehyda   (UF) adhesive in plywood  industry.  It is considered more economical  when the wheat flour  can be substituted  by locally available carbohydrate  such as sago (Metroxylon  sp.). However, sago alone gives poor quality  as an extender  of  UF adhesive.Iles-iles (Amorphophallus oncophyllus)  is another potential source of carbohydrate.   This contains  more protein  and mannan  than that  of wheat flour. Therefore, it is deemed necessary to explore the posisibility  of mixing sago and iles-iles as a combined  substitute  for  wheat flour  as extender  of  UF adhesive.This work is intended to obtain optimal ratio of sago and iles-iles formulation,   and then to compare its performance  with that of wheat flour extender.  This study comprise of 5 levels of sago and iles-iles mixed and 3 levels of flour  extender, each of which were having 5 replicates aplied for plywood  adhesion.The 713 ratio of sago and iles-iles is the same as, if not better than, wheat flour  extender.  The extender content  (X) and plywood  bonding strength (Y) for  each of  the extender  was linearly correlated.  It is interesting to note  that  the 614 ratio gives  very small slope (B) in its linear regression, in contrast  to the others.Although  the price of iles-iles was comparable to the wheat flour's, the lles-iles gives higher bonding strength  at lower proportion  compared with that of  the wheat flour  extender. 
PENGARUH PENYARADAN KAYU DENGAN TRAKTOR RANTAI KELABANG TERHADAP PENGGESERAN DAN PEMADATAN TANAH HUTAN Maman Mansyur Idris; Yahya Fakuara; Gunarwan Suratmo; Rahardjo S Suparto
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3287.14 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1988.5.7.394-399

Abstract

The study  of  the  effect of  log skidding  by crawler   tractors  on  forest soil displacement  and compaction wall carried out in one logging company in West Kalimantan in 1986.                                                                                                    The  results  of  the study  are as the following  :The  average  volume   of  soil  displacement was 0.06   cu.m/m  of  skid  road,  it  i6 equal  to  0.061 ton/sq.m. This level of soil displacement iis higher  than  the  soil loss tolerance of  0.0002   ton/sq.m.Soil  compaction as indicated  by the average soil bulk  density is  0.16 g/cu.cm.  At this level of compaction, the porosity is 56%  (far  higher  than  10%  minimum   porosity), which  means  that  the growth  of  vegetation   will be still  favourable.The role of  soil  water  content and  slope on forest soil displacement was positively   significant. The  role of skidding intensity on forest  soil  compaction   was positively   significant   and  the  role  of soil  water  content   and slope  on forest soil  compaction was negatively  significant.
KANDUNGAN BAHAN AKTIF DAN TOKSISITAS TUMBUHAN HUTAN ASAL SULAWESI UTARA YANG BERPOTENSI SEBAGAI OBAT Lis Nurrani; Julianus Kinho; Supratman Tabba
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2014.32.2.123-138

Abstract

Pemanfaatan plasma nutfah sebagai sumber bahan obat merupakan bentuk kearifan tradisional yang diadopsi oleh masyarakat pada daerah tertentu dan identik dengan warisan turun-temurun. Makalah ini mendeskripsikan aspek etnobotani masyarakat Sulawesi Utara (Suku Minahasa, Mongondow dan Sangihe) dalam memanfaatkan sumberdaya alam hayati dari beberapa spesies tumbuhan hutan untuk pengobatan penyakit kanker secara tradisional, yang kemudian dibuktikan secara ilmiah melalu identifikasi kandungan bahan aktif dan toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal Sulawesi Utara telah memanfaatkan bagian tertentu (seperti batang, kulit dan daun) dari 14 jenis tumbuhan hutan dalam pengobatan anti kanker dan penyakit lainnya. Ekstrak herbal dari kulit lawang (Cinnamomum cullilawan Bl) diidentifikasi mengandung senyawa alkaloid, sedangkan senyawa flavonoid terdeteksi pada ekstrak daun lingkube (Dischidia imbricata Steud) daun yantan (Blumea chinensis Dc), kulit ketapang (Terminalia catappa L), kulit kayu manumpang (Loranthus globulus Jacq), batang tanduk rusa, akar kayu gimto (Ligodyum sp.) akar rumput balsam ( Polygala paniculata L) dan akar cakar kucing (Acalypha indica L). Daun luhu (Crotalaria retusa L) dan kuhung-kuhung (Crotalaria striata Dc) mengandung senyawa steroid dan tanin. Sebanyak 9 dari 12 ekstrak n-butanol mampu memberikan efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach yang ditandai melalui nilai LC50 kurang dari 1000 ppm. Nilai LC50  terkecil didapatkan dari ekstrak petroleum eter daun kuhung-kuhung (Crotalaria striata Dc) sebesar 68,33ppm dimana nilai ini mendekati standar efektifitas komponen bioaktif untuk melawan sel kanker berdasarkan kategori National Cancer Institute Amerika.
CIRI ANATOMI, SIFAT FISIS DAN MEKANIS, DAN KEGUNAAN BATANG LONTAR Mody Lempang; M. Asdar; Alfrida Limbong
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10888.168 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2009.27.1.38-52

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati/menguji ciri anatomi, sifat fisis dan mekanis, dan kegunaan batang lontar (Borassusflabellifer Linn.) yang sudah tua dan tidak disadap lagi niranya, yang berasal dari Kabupaten Jeneponto dan Bone, Propinsi Sulawesi Selatan. Batang lontar terdiri dari 3 bagian yaitu kulit, perifer dan sentral. Batang lontar segar mengandung air 43,10%, dan berat jenis kering udara 0,90. Bagian batang lontar yang keras memiliki penyusutan yang lebih rendah dari penyusutan beberapa jenis kayu yang mempunyai berat jenis yang sama dengan lontar. Batang lontar menunjukkan penyusutan yang sama pada arah radial dan tangensial. Bila diklasifikasikan berdasarkan kelas kekuatan kayu Indonesia, kekuatan batang lontar tergolong kelas II - III. Bagian batang lontar yang keras digunakan untuk bahan bangunan rumah rakyat, komponen perahu, mebel dan kerajinan
Kemungkinan Pengendalian Serangga Perusak Kayu pada Kayu Karet dengan Bahan Pelapis Paimin Sukartana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2008.26.3.193-202

Abstract

Kayu karet (Hevea brasiliensis M11ell. Arg.) sangat rentan terhadap seranggapen1sak terutama b11b11k kayu kering Heterobostrychus aegualis Wat., rqyap tanah Coptotermes curvignathus Ho/mgr. dan rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light. Untuk menghindarkan serangan serangga perusak tersebut, kayu karet harus diberiperlateuan tertentu. Beberapa percobaan eftkasi penggunaan beberapa jenis babanpe lapis (cat), yang banyak tersedia di pasaran, telah dilakukan untuk pencegahan serangan serangga perusak tersebut. Untuk penelitian terhadap bubuk kayu kering, papan kayu karet yang telah kering oven segera dipotong menjadi contoh uji ukuran 10 x 5 x 2,5 cm. Permulaan contoh uji dilabur sebagian atau seluruhnya dengan bahan pelapis. Contoh uji tersebut kemudian disimpan secara acak di antara tumpukan kayu karet yang telah diserang bubuk kayu kering agar terjadi penularan. Contoh uji yang lain, ukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm, setelah dilapisi seluruh permukaannya dengan baban-baban tersebut diumpankan ke rayap tanah atau rayap kayu kering masing-masing selama 4 dan 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan seluruh permukaan dapat meningkatkan daya tahan kayu karet terhadap serangan bubuk kayu kering. Pelapisan dengan Melamine memberikan hasil terbaik, dalam waktu lebih dari tiga tahun belum menunjukkan adanya kerusakan yang berarti Namun demikian, perlakuan tersebut ternyata tidak efektif untuk pencegahan serangan kedua jenis rayap tersebut.
KAJIAN EFISIENSI PEMANENAN KAYU MANGIUM : STUDI KASUS DI HUTAN TANAMAN DI PULAU LAUT, KALIMANTAN SELATAN Asep Hidayat; H Hendalastuti R
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7277.664 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2005.23.2.131-142

Abstract

Permanenan harus mampu memproduksi kayu sesuai dengan target, ramah lingkungan, efektif dan efisien sehingga keuntungan perusahaan maksimal. Pelaksanaan sistem permanenan yang akan atau telah dilakukan dapat diukur tingkat efisiensinya melalui tiga indikator yaitu indeks tebang, indeks sarad dan indeks angkut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya indeks tebang, indeks sarad dan indeks angkut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya.Jumlah contoh untuk penetapan indeks terbang dan sarad sebanyak 52 pohon dipilih secara purposive dengan memperhatikan penyebaran kelas diameter. Sedangkan jumlah contoh penetapan indeks angkut dilakukan dengan cara acak terhadap 22 trip pengangkutan. Pengolahan data indeks tebang dilakukan dengan cara pengelompokan kelas diameter dan dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dilanjutkan dengan uji Duncan’s.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata, indeks tebang sebesar 0,824; indeks sarad sebesar 0,874 dan indeks angkut sebesar 0,997. Berdasarkan ketiga indeks tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa sistem pemanenan yang dilakukan menghasilkan volume aktual sebesar 81,37 m3/ha dan limbah sebesar 31,96 m3/ha dari potensi tegakan sebesar 113,33 m3/ha. 
PEMBALAKAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MINIMASI KERUSAKAN TEGAKAN TINGGAL: KASUS DI SATU PERUSAHAAN HUTAN DI KALIMANTAN TIMUR Maman Mansyur Idris; Sona Suhartana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6130.937 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.3.212-222

Abstract

Pembalakan yang  berdampak minimal  terhadap lingkungan merupakan isu sentral dalam era ekolabel dan perdagangan  bebas.  Untuk itu penelitian ini telah dilakukan di satu perusahaan hutan di Kalimantan  Timur pada  tahun 1997. Tujuan penelitian adalah untuk menciptakan kondisi  tegakan tinggal yang  menjamin tercapainya pemanfaatan yang  berkelanjutan dengan cara untuk meminimalkan kerusakan tegakan tinggal yang terjadi.Data yang dikumpulkan:  (1) pohon ditebang, pohon berdiameter 20 cm dan ke atas, pohon yang  rusak;  (2) jumlah  dan keadaan tiang;  (3)jumlah  dan keadaan pancang;  (4) jumlah  dan keadaan  semai.  Analisis  data  dilakukan  dengan membandingkan kerusakan  tegakan tinggal yang diakibatkan oleh teknik pemanenan konvensional dengan teknik terkontrol.Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa rata-rata kerusakan tegakan tinggal tingkat pohon, tiang, pancang  dan  semai  berturut-turut  adalah  11,2%; 4,9%;  4,5%   dan  5,7%  untuk yang terkontrol.  Sedangkan untuk konvensional besaran tersebut adalah 13, l %; 11, 9%;  12, 9% dan 14,4%.    Telah terjadi penurunan  kerusakan  berturut-turut  untuk tiang,  pancang    dan semai sebesar 7, l %; 8, 4% dan 8, 7%  (berbeda sangat nyata pada taraf 99%).Berdasarkan  hasil penelitian,   maka  dalam pelaksanaan pemanenan  kayu seyogyanyalah menggunakan   teknik  terkontrol yang sesuai dengan aturan TPTl karena dapat meminimalkan kerusakan yang terjadi.
ANALISIS KIMIA KAYU NANGKA (Artocarpus heterophyllus lamk) DARI JAWA BARAT (chemical analysis of jackfruit wood from west java) Sri Komarayati; Poedji Hastoeti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.889 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.8.326-328

Abstract

Jackfruit plant (artocarpus heterophyllus lamk) is know as multipurpose tree. A chemical analysis of jackfruit wood from west java has been conducted to determine the contents of cellulose, lignin, pentosan,ash,silica and solubility in cold water, hot water, one percent sodium hydroxide and alcohol-benzene (1:2).The results showed that cellulose content 56,47 percent, lignin 28,76 percent, pentosan 18,64 percent, ash 0,78 percent, and silica 0,37 percent. Thesolubility in cold water 12.29 percent, hot water 14,41 percent, one percent sodium hydroxide 24,70 percent, and solubility in alcohol-benzene (1:2) 10,78 percent.
PERUBAHAN KOMPONEN KIMIA BUAH MAKADAMIA (MACADAMIA HILDEBRANDII STEEN) SELAMA PENYIMPANAN Abdul Hakim Lukman; Toga Silitonga
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3286.046 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1989.6.2.113 - 116

Abstract

This  work  investigates   the  use of  macadamia  (Macadamia hildebrandii   Steen)  fruit.   The samples  were obtained  from Forest  District  of  Simalungun,   North  Sumatera  province  of Indonesia.  The nut samples  were allowed  to stand  for a period of  zero   week  as control,   the  others  were  kept  for  4 and  8  weeks.   The  macadamia   kernels  were also stored  for  4 and  8 weeks.  The  analyses  comprised   of  the  determination    of  moisture.    ash,   fat  and protein   contents.The  study   reveals  that  the  moisture   content   varies from   17. 7 -   24.6   percent,   ash  from  2. 7 -  2.9 percent,  fat from0.9  -   2.0  percent,   and  protein   from  6.3  -   8.4  percent.    Themoisture,    fat, and protein   contents   were  effected  by  fruit condition  and  storage  time,   while ash contents   not  influenced.   The  macadamia  kernels   stored  for  8 weeks  have smaller moisture   content.   Fat  content   of  macadamia  nuts  decreased   at stored   for  4 and 8 weeks,and protein  content   of macada-mia nuts  and kernels  decreased  at stored  for
PERKEMBANGAN EKSPOR LAMPIT ROTAN DI PROPINSI KALIMANTAN SELATAN Setiasih Irawanti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3305.417 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1990.8.4.127-133

Abstract

Floor mats iB  the main export commodity    from South  Kalimantan Province. The decrease of floor mats export demand from  thiB province since  the end of  1988  indicates the beginning of busine•  slow down period of (loo'lt.. mats.The study results using multiple regreBBion analysiB, showed that among four variablesi.e. yen exchange rute against the US dollar (X1),  interest rate in ~apan (Xa),  t. he Indonesian government po_l~  to su11_port e~port of (iniBhed products nattan (Xa)  ai1d  change of season in Japan (X4), ,only two variablesgave a szgnlficant impact on the floor mats esport volume (denoted by Y). These two variablesare the yen exchange rate against US dollar (X 1) and the season (X4'.  The relationship can be expreued  by a multiple regresion equation as follows : In  Y  -  21.4608-3.0463   In x1-o.6206   In x2+0.2744 x3+0.7537 X4+E  with  the coefficient of  determination (R2)  of  0,6367.

Page 74 of 156 | Total Record : 1559


Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue