cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 427 Documents
BIOAKTIVITAS TIGA FRAKSINASI EKSTRAK BIJI SUREN TERHADAP MORTALITAS HAMA DAUN Eurema.spp Wida Darwiati
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 2 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2013.10.2.99-108

Abstract

Salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan insektisida nabati adalah genus Toona (suren). Tujuan penelitian ini, menguji bioaktivitas tiga fraksinasi (Methanol, n heksan dan etyl asetat) terhadap mortalitas larva Eurema spp., menentukan konsentrasi dan lethal concentration (LC). Uji hayati dilakukan dengan metode kontak pada larva Eurema spp., konsentrasi yang digunakan 0, 1,3, 5, 7, dan 10 % (w/v) diulang 5 kali dengan 10 larva instar dua yang digunakan. Data kematian dari serangga uji sampai pada hari ketiga, diolah dengan Analisis Probit menggunakan Program Polo Plus. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas tertinggi pada 1 HSP mencapai 58% untuk konsentrasi 1% pada perlakuan fraksi etyl asetat, sedangkan fraksi methanol dan n heksan hanya sebesar 28% dan 26%. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, mortalitas dapat mencapai 84% untuk fraksi etyl asetat, fraksi methanol dan n-heksan mortalitas mencapai 56% dan 54%. Nilai LC fraksi etyl asetat 0,051 dengan SK (Selang Kepercayaan) 95%(0,35 - 1,18%), fraksi n-heksan LC 1,068 dengan SK(Selang Kepercayaan) 95%(1,38 4,42%) dan fraksi methanol LC 3,507 dengan SK (Selang Kepercayaan) 95% (1,64 - 5,9%). Perlakuan fraksi etyl asetat paling toksik/efektif dibanding fraksi yang lain. 
PENGUJIAN AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle Linn.) TERHADAP Pythium sp. PADA PERSEMAIAN PINUS (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) SECARA IN-VITRO Siti Aisyah; I.G.K Tapa Darma; Illa Anggraeni
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 5, No 2 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3838.061 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2008.5.2.119-138

Abstract

Pythium sp. merupakan fungi yang menyebabkan penyakit lodoh (damping-off) pada bibit pinus di persemaian. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian bibit dalam waktu yang relatif singkat, oleh karena itu perlu dilakukan pengendaliannya. Salah satu pengendalian yang mulai dikembangkan adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun sirih sebagai pestisida nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penghambatan ekstrak daun sirih (Piper  bet le Linn.) terhadap Pythium sp. secara in-vitro. Adapun prosedur penelitian meliputi penyiapan media Potato Dextrose Agar  (PDA), persiapan isolat, pembuatan Ekstrak Daun Sirih (EDS), pembuatan konsentrasi EDS, pengujian EDS secara in-vitro  dengan teknik peracunan media, pengamatan dengan parameter yang diukur adalah pertumbuhan diameter koloni Pythium  sp., persentase penghambatan ekstrak daun sirih terhadap Pythium  sp. dan struktur reproduksi Pythium sp. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima konsentrasi EDS yang berbeda. Kelima perlakuan tersebut adalah EDS 0 % (kontrol), EDS 10 %, EDS 20 %, EDS 30 % dan EDS 40 %, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji-F dilanjutkan dengan uji Duncan, dengan menggunakan  program SAS (Statistical Analysis System) versi 6.12. Pertumbuhan diameter koloni Pythium sp. selama empat hari pengamata ncukup bervariasi. Perlakuan dengan konsentrasi ekstrak daun sirih 40 % paling mampu menekan pertumbuhan Pythium sp. jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Semua perlakuan berbeda nyata pada taraf 1 %.  
EVALUASI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (Hkm) PADA HUTAN PRODUKSI DAN HUTAN LINDUNG DI PULAU LOMBOK Ryke Nandini
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 1 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.264 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2013.10.1.43-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan HKm dalam menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan produksi dan hutan lindung. Penelitian ini dilakukan pada HKmdi Pulau Lombok, yaitu HKmUnit Sambelia yang mewakili HKmpada hutan produksi serta HKmSesaot dan HKm Darussadiqien yang mewakili HKm pada hutan lindung. Metode yang digunakan adalah survei lahan dan wawancara terhadap pemilik lahan HKm serta tokoh utama masyarakat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif serta teknik skoring untuk menilai kondisi HKm baik secara teknis, ekonomis maupun kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengelolaan HKm di hutan produksi berada pada kondisi sedang (nilai skor 47,36) dengan faktor pembatas aspek teknis berupa kondisi biofisik dan kondisi tanaman, faktor pembatas aspek ekonomis dan kelembagaan berupa potensi ekonomi HKm dan sistem pengelolaan kelembagaan; (2) pengelolaan HKm di hutan lindung berada pada kondisi sedang (nilai skor HKm Sesaot 53,17 dan HKm Darussadiqien 45,77) dengan faktor pembatas aspek teknis penerapan teknik usaha tani dan konservasi, faktor pembatas aspek ekonomis dan kelembagaan berupa dampak ekonomi HKmdan sistem pengelolaan kelembagaan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INTERNAL PETANI DENGAN KEBERHASILAN PERTUMBUHAN CEMPAKA (Michelia champaca L.) DI DEMPLOT HUTAN RAKYAT (Correlation Between Internal Characteristics of Farmer with The Success of Cempaka Growth (Michelia champaca L.) on Private Forest Demonstration Plot) Irma Yeny; Murniati Murniati; Dona Octavia
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 14, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.985 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2017.14.1.35-49

Abstract

 ABSTRACTMost of the establishment of community forests fail due to lack of understanding about the characteristics of farmers. Effort to conserve cempaka (Michelia champaca L.) could be done through development of cempaka private forest. This research aimed to study correlation between internal characteristics of farmers (knowledge, attitude and behavior) with growth performance of cempaka on a private forest demonstration plot. Cempaka private forest was established in two phases (2012 and 2013), involved 36 farmers. Data was collected by structured interview with farmers and measurement of cempaka growth. Data were analyzed using Pearson Correlation Test. The result showed that there was a significant correlation between internal characteristics of farmers with growth performance of cempaka. Positive correlation was shown between attitude and behavior with the successfull of cempaka growth. The strongest correlation was shown by behavioral characteristic, as high growth performance of cempaka was strongly influenced by farmer's activity in plant maintenance. Distinctive farmer characteristics require different approaches farmers empowerment. Training in cultivation technique and economical aspect of cempaka should be provided to farmer with characeristics: good knowledge, good attitude, fair behavior. In contrary, land optimalization and strengthening farmers’ institution to anticipate larger timber market should be conducted to farmer with characteristics: poor knowledge, good attitude, good behavior. This results could be applied for farmer empowerment at Ginanjar Village in the future.Keywords: Correlation, farmer characteristics, growth, Michelia champaca, private forest ABSTRAK Pembangunan hutan rakyat sering mengalami kegagalan akibat kurangnya pemahaman tentang karakteritik kehidupan petani. Salah satu upaya melestarikan cempaka (Michelia champaca L.) dapat dilakukan dengan pola hutan rakyat. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari hubungan antara karakteristik internal petani (pengetahuan, sikap dan perilaku) dengan keberhasilan tumbuh cempaka. Pembangunan hutan rakyat cempaka dilakukan dua fase yaitu 2012 dan 2013, dengan melibatkan total 36 petani. Penelitian dilakukan melalui wawancara terstruktur responden (petani) dan pengukuran pertumbuhan tanaman cempaka. Analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang nyata antara karakteristik internal petani (pengetahuan, sikap dan perilaku) dengan keberhasilan tumbuh cempaka. Hubungan positif ditunjukkan oleh sikap dan perilaku, dimana semakin baik sikap dan perilaku, maka semakin tinggi keberhasilan tumbuh cempaka. Hubungan yang paling kuat ditunjukkan oleh karakteristik perilaku, dimana keberhasilan pertumbuhan cempaka sangat dipengaruhi oleh aktifitas petani dalam pemeliharaan tanaman. Perbedaan hubungan karakteristik petani terhadap keberhasilan tumbuh cempaka membutuhkan pembinaan yang berbeda untuk meningkatkan keberhasilan penanaman. Pembinaan petani dengan karakteristik pengetahuan baik, sikap baik dan perilaku sedang dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan teknik budidaya dan keekonomian cempaka. Sebaliknya pembinaan petani dengan karakteristik pengetahuan kurang, sikap baik dan perilaku baik dapat dilakukan dengan optimalisasi lahan dan penguatan kelembagaan petani. Hasil penelitian ini selanjutnya dapat menjadi acuan pembinaan petani cempaka di Desa Ginanjar pada masa datang.Kata Kunci : Cempaka, hutan rakyat, karakteristik petani, korelasi, pertumbuhan
TINGKAT INKOMPATIBILITAS BERSILANG SENDIRI PADA TANAMAN KAYU PUTIH Noor Khomsah Kartikawati
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 2, No 3 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.378 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2005.2.3.141-147

Abstract

Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  tingkat inkompatibilitas  pada tanaman  kayu putih. Penyerbukan terkendali dilakukan pada kebun benih uji keturunan kayu putih di Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta. Sembilan pohon plus dipilih sebagai pohon induk berdasarkan potensi pembungaannya. Pohon induk disilangkan secara resiprokal dengan menggunakan desain full diallel. Penyerbukan sendirijuga dilakukan untuk mengetahui tingkat inkompatibilitas bersilang sendiri pada tanaman ini. Hampir semua buah basil penyerbukan sendiri gugur sedangkan hasil penyerbukan silang berhasil. Hasil penelitian menunjukkan tingkat inkompatibitasbersilang sendiri pada tanaman kayu putih sangat rendah, yaitu 0.05 sehingga termasuk tanaman yang tidak kompatibel bersilang sendiri. Ini menggambarkan  usaha peningkatan produksi benih hasil penyerbukan  terbuka sudah  aman dari kemungkinan selfing sehingga tidak ada penurunan kualitas akibat kawin kerabat.
PERKEMBANGAN BUNGA, BUAH DAN KEBERHASILAN REPRODUKSI JENIS SAGA ( Adenanthera pavonina L.) Kurniawati Purwaka Putri; Agus Astho Pramono
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 10, No 3 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2013.10.3.147-154

Abstract

Informasi perkembangan bunga dan buah serta tingkat keberhasilan reproduksi tanaman Adenanthera pavonina sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan produksi biji atau benihnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui perkembangan buah dan bunga A. pavonina serta tingkat keberhasilan reproduksi. Penelitian dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda yaitu Bogor, Cikampek dan Yogyakarta. Metode penelitian adalah observatif. Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan perubahan warna, bentuk dan ukuran serta menghitung periode waktu dari setiap tahapan perkembangan tersebut. Tahapan perkembangan bunga yang diamati mulai dari tunas bunga hingga bunga mekar. Tahapan perkembangan buah yang diamati mulai dari bakal buah, terjadinya buah, buah muda, hingga buah masak. Keberhasilan reproduksi diketahui dengan menghitung rata-rata jumlah bunga per ranting dan jumlah ovule per bunga pada 3–4 ranting dari beberapa pohon yang sedang berbunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga kuncup A. pavonina berbentuk bulir-bulir dalam satu rangkaian (malai). Berdasarkan struktur bunganya, tanaman A. pavonina bersifat hermaphrodites. Periode waktu yang dibutuhkan dari kuncup bunga hingga buah/polong kecil adalah 25 hari. Perkembangan polong kecil hingga polong berisi benih padat dan akhirnya pecah memerlukan waktu 64 hari. Total perkembangan pembentukan bunga dan buah memerlukan waktu 89 hari atau sekitar 3 bulan. Keberhasilan reproduksi A. pavonina masih rendah yaitu 0,89%. Jumlah polong/malai bervariasi antara 1 dan 8 buah, oleh  karena  itu fruit  set A.  pavonina masih  dapat ditingkatkan dengan  meningkatkan  keberhasilan penyerbukan dan silang luar, melalui peningkatan jumlah pohon, keanekaragaman genetik, dan kerapatan pohon. 
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI APLIKASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MERANTI BELANGERAN ASAL CABUTAN ALAM DI PERSEMAIAN Nanang Herdiana; Abdul Hakim Lukman; Kusdi Mulyadi; Tatat Suhendar
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 5, No 3 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.327 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2008.5.3.147-154

Abstract

Pertumbuhan bibit meranti asal anakan alam termasuk lambat, sehingga dibutuhkan upaya pemacuan pertumbuhan melalui pemupukan. Salah satu teknik pemupukan yang potensial untuk diaplikasikan adalah pemberian pupuk melalui daun. Penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk daun terhadap pertumbuhan bibit Shorea balangeran Burck. asal cabutan alam telah dilakukan di persemaian dan laboratorium Balai Penelitian Kehutanan Palembang pada bulan Februari sampai dengan Mei 2007.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan Pola Faktorial diulang 3 kali. Perlakuan yang diuji meliputi 4 taraf konsentrasi pupuk daun (0, 1, 2 dan 3 gram/liter) dan 4 taraf frekuensi pemupukan (1, 2, 3 dan 4 minggu sekali). Parameter yang diamati adalah persentase hidup, pertambahan tinggi dan diameter, jumlah daun serta indeks kualitas semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk daun dengan sangat nyata mampu meningkatkan pertambahan tinggi, jumlah daun serta indeks kualitas semai. Perlakuan frekuensi pemupukan hanya mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit. Perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap tiga parameter pertumbuhan adalah konsentrasi pupuk daun 3 gram/liter. Interaksi antar perlakuan hanya berpengaruh nyata pada parameter tinggi bibit, dengan kombinasi  perlakuan optimum adalah konsentrasi pupuk daun 2 gram/liter  dan frekuensi pemupukan 1 minggu sekali.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SAPIH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MAHONI (Swietenia macrophylla King) DI PERSEMAIAN Abdul Hakim
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 9, No 1 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.599 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2012.9.1.35-41

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek dari media dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit mahoni (Swietenia macrophylla) di persemaian. Penelitian dilakukan di persemaian Balai Penelitian Kehutanan Palembang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan penelitian faktorial dalam rancangan acak lengkap berblok. Perlakuan media terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu media tanah 100%, dan campuran tanah dengan kompos serbuk gergaji dengan perbandingan 70:30, 60:40 dan 50:50; sedangkan faktor dosis pupuk NPK terdiri dari 4 (empat) taraf, yaitu 0, 1,5, 1,0 dan 1,5 g/bibit. Peubah yang diamati adalah pertambahan tinggi dan diameter serta indeks kualitas semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor media sapih dan dosis pupuk NPK mempengaruhi secara nyata terhadap pertambahan tinggi dan diameter bibit mahoni, tetapi tidak mempengaruhi terhadap nilai indeks kualitas semai. Kombinasi perlakuan yang terbaik dan efisien dalam penggunaan pupuk NPK adalah media campuran tanah dan kompos serbuk gergaji pada perbandingan 50:50 dengan dosis pupuk NPK 1 g/bibit. Perlakuan ini menghasilkan bibit dengan nilai pertambahan tinggi dan diameter serta indeks kualitas semai berturut-turut 12,22 cm, 2,19 mm dan 0,13.
PENILAIAN KESEHATAN SUMBER BENIH Shorea spp. DI KHDTK HAURBENTES DENGAN METODA FOREST HEALTH MONITORING Kurniawati Purwaka Putri; Supriyanto Supriyanto; Lailan Syaufina
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 13, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.095 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2016.13.1.37-48

Abstract

ABSTRACTThe healthy of forest ecosystem is one of the criteria for assessing sustainable forest management (SFM) The healthy stands is also general requirement of seed sources. Forest Health Monitoring (FHM) is an intensive method for monitoring and assessing ecosystem health. The indicators of FHM are site quality, tree vitality, productivity and biodiversity. The research aimed to assess the health status of seed sources stands of Shorea spp. in Forest Area for Special Purposes Haurbentes based on FHM method. The results showed that the site quality was high for CEC, pH was low, the distribution of diameter at breast height were 39.3-66.1 cm, the level of tree damage was low,the crown condition was unhealthy, and the diversity of tree species was low. The health status of Shorea spp. seed source stand in FASPHaurbentes was fair and could appointed as a seed source with identified seed stands level.Keywords:Forest health, seed source, Shorea spp., sustainabilityABSTRAKKesehatan ekosistem hutan adalah salah satu kriteria penilaian pengelolan hutan yang lestari. Kesehatan ekosistem hutan juga menjadi dasar penunjukan sumber benih. Forest Health Monitoring (FHM) adalah metode yang dapat digunakan untuk pemantauan dan penilaian kondisi kesehatan ekosistem secara intensif. Indikator ekologis yang dinilai adalah kualitas tapak, vitalitas pohon, produktivitas dan biodiversitas. Metode penelitian menggunakan proses jaringan analitik. Tujuan penelitian adalah menilai status kesehatan tegakan sumber benih Shorea spp. di KHDTK Haurbentes berdasarkan metode FHM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tapak berdasarkan nilai kapasitas tukar kation (KTK) tergolong tinggi, pH tanah tergolong rendah, diameter pohon antara 39,3-66,1 cm, tingkat kerusakan pohon termauk rendah, kondisi tajuk tidak sehat dan dan keragaman jenis pohon termasuk kategori rendah. Status kesehatan sumber benih Shorea spp. di KHDTK Haurbentes tergolong sedang dan layak ditunjuk sebagai sumber benih dengan kelas tegakan benih teridentifikasi. Kata kunci:Kelestarian, kesehatan hutan, Shorea spp., sumberbenih
PERTUMBUHAN DAN MUTU FISIK BIBIT JABON (Anthocephalus cadamba Miq.) DI POLIBAG DAN POLITUB Ahmad Junaedi
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 7, No 1 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.205 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2010.7.1.15-21

Abstract

Informasi pertumbuhan dan mutu fisik bibit jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) di wadah bibit dengan volume yang berbeda diperlukan sebagai bagian yang akan diperhitungkan dalam pemilihan wadah bibit yang akan digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan mutu fisik bibit jabon yang disapih pada wadah bibit polibag (volume 300 cm3) dan politub (volume 60 cm3). Tahapan penelitian meliputi : pembibitan serta pengamatan pertumbuhan dan penilaian mutu fisik bibit jabon yang disapih di polibag (40 bibit) dan di politub (40 bibit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi dan diameter serta mutu fisik bibit jabon di polibag secara nyata (p<0,05) lebih tinggi dibandingkan bibit jabon di politub.

Filter by Year

2004 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 17, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 17, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 16, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 16, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 15, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 15, No 1 (2018): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 14, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 14, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 13, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 13, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 3 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 12, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 12, No 1 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 11, No 3 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 11, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 11, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 1, No 1 (2014): JPHT Vol 10, No 4 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 4 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 3 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 2 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 2 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 1 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 1 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 4 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 4 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 3 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 3 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 2 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 2 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 1 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 1 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 5 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 5 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 3 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 3 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 2 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 2 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 5 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 4 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 3 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 2 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 1 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 5 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 4 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 3 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 2 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 1 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 5, No 3 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 5, No 2 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 5, No 1 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 4, No 2 (2007): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 4, No 1 (2007): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 3, No 3 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 3, No 2 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 3, No 1 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 2, No 3 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 2, No 2 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 2, No 1 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 1, No 1 (2004): JPHT More Issue