cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Kajian Struktural Objektif Sastra pada Cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo dalam Majalah Panjebar Semangat Edisi 12 Bulan Maret Sampai Edisi 26 Bulan Juni Tahun 2013 Rika Dwi Septian
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.236 KB)

Abstract

Abstrak: Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) analisis struktural objektif sastra (tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, amanat) dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo dan (2) nilai moral tokoh yang terkandung dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo. Metode penelitian ini membahas mengenai jenis penelitian, sumber data dan data, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik analisis data dan teknik penyajian hasil analisis data. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pustaka dan teknik catat. Teknik pustaka yaitu dengan menggunakan buku-buku pustaka dan  menggunakan sumber tertulis berupa cerita bersambung Getih Sri Panggung. Teknik catatnya yaitu dengan mencatat data-data berupa kutipan yang telah ditemukan ke dalam nota pencatat data. Instrumen penelitian menggunakan kartu data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode content analysis (analisis isi). Teknik penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini dengan cara pendeskripsian. Berdasarkan hasil analisis, dapat ditunjukkan bahwa (1) analisis struktural objektif dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo meliputi tema, yaitu teka-teki pembunuhan misterius terhadap Praharsini. Tokoh yakni tokoh utama Wicitra Wirya, Detektif Setyawan dan Komisaris Pamungkas. Tokoh tambahannya adalah Inspektur Satu Nur Sodiq Gunaryo, Hirno, Bandiyah, Ulupi, Aseng Santosa dan Pak Hardjono. Alurnya campuran. Terdapat tiga macam latar yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.  Pusat pengisahan digunakan sudut pandang pesona ketiga mahatahu. (2) nilai moral tokoh yang terkandung dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo meliputi (a) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain, (c) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, (d) nilai moral hubungan manusia dengan lingkungan. Kata kunci : struktural objektif, nilai moral
Analisis Kesalahan Menulis Aksara Jawa pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah KebumenTahun Pelajaran 2013/2014 Sri Widyaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.821 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini betujuan penelitian ini untuk mengungkap: (1) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian Sandhangan; (2) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian aksara rekan; (3) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian tanda baca; (4) Mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian angka;  (5) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian pasangan; (6) mendeskripsikan kesalahan dalam pemakaian aksara murda dalam penulisan aksara Jawa.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah Kebumen. Objek penelitian ini ialah analisis kesalahan menulis aksara Jawa pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah Kebumen. Teknik pengumpulan data teknik tes berupa instrumen tes, sedangkan teknik nontes berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk mengelola data-data berupa kalimat penulisan aksara Jawa yang mengalami kesalahan. Teknik  penyajian data menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini,bahwa kesalahan penulisan sandhangan yaitu sebanyak (106) 14,72%, kesalahan penulisan aksara rekan (31) 8,61%, kesalahan penulisan tanda baca yaitu sebanyak (25) 10,41%, kesalahan penulisan angka yaitu sebanyak (29) 12,08%, kesalahan penulisan pasangan yaitu sebanyak (43) 11,94%, kesalahan penulisan aksara murda yaitu sebanyak (130) 27,08%. Hasil komulatif analisis kesalahan penulisan aksara Jawa pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Muhammadiyah Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014 yaitu sebanyak 84,84% dikategorikan baik.   Kata kunci: menulis aksara Jawa, kesalahan
Analisis Mikrostruktural Roman Asmarani Karya Suparto Brata Desy Anindita Sari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.523 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) aspek-aspek gramatikal yang terdapat pada wacana roman Asmarani; (2) aspek-aspek leksikal yang terdapat pada wacana roman Asmarani. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah roman Asmarani karya Suparto Brata yang diterbitkan oleh penerbit Elmatera pada tahun 2013 dengan tebal 154 halaman dan data dalam penelitian ini adalah satuan gramatikal yang memuat aspek gramatikal dan aspek leksikal yang menjadi sarana keutuhan wacana roman Asmarani karya Suparto Brata. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dibantu buku-buku tentang wacana, buku-buku penunjang yang berkaitan dengan penelitian serta kartu data. Teknik keabsahan dalam penelitian ini menggunakan uji kredibilitas data dengan peningkatan ketekunan. Pengumpulan data digunakan teknik dasar dengan menggunakan metode simak dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Analisis data digunakan teknik analisis konten dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode penyajian verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam wacana ini ditemukan adanya empat aspek gramatikal berupa referensi, subtitusi, elipsis, dan konjungsi. Aspek gramatikal ini didominasi oleh penggunaan aspek referensi sebanyak 310, kemudian aspek konjungsi 13, aspek elipsis 9, dan aspek subtitusi 6. Selain aspek gramatikal, dalam wacana ini juga terdapat aspek leksikal berupa repetisi sebanyak 20, sinonimi 17, antonimi 12, kolokasi 1, hiponimi 5, dan ekuivalensi 5.   Kata kunci: mikrostruktural, roman Asmarani
Bentuk, Fungsi, dan Makna Kesenian Jemblung di Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Elyana Hanifah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.692 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kesenian Jemblung di Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, (2) mendeskripsikan fungsi kesenian Jemblung di Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, dan (3) mendeskripsikan makna kesenian dan makna simbolik pada kesenian Jemblung di Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.Sumber data utama diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan narasumber yang dianggap memiliki wawasan luas serta didukung dengan kajian pustaka yang berkaitan erat dengan topik penelitian.Teknik pengumpulan data menggunakan (1) teknik wawancara tak terstruktur, (2) teknik observasi non partisipan, dan (3) teknik dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi.Hasil analisis data menggunakan metode penyajian secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk penyajian pertunjukan meliputi empat tahap, yaitu (a) tahap persiapan, meliputi mempersiapkan ubarampe, mempersiapkan tata rias, dan mempersiapkan kostum; (b) tahap pertunjukan, meliputi waktu pertunjukan, tempat pertunjukan, urutan pertunjukan, dan penutup; (c) pasca pertunjukan; dan (d) unsur pendukung, meliputi tata rias dan busana, tempat pementasan, dan jumlah pemain; (2) fungsi yang terkandung dalam kesenian Jemblung meliputi fungsi bagi kehidupan seniman, dan fungsi bagi masyarakat. Fungsi kesenian Jemblung pada zaman dahulu berbeda dengan saat ini, pada zaman dahulu kesenian Jemblung dipentaskan hanya pada saat muyen saja, namun sekarang kesenian ini dipentaskan di tempat-tempat hajatan dan acara lain. Melalui kesenian Jemblung para seniman mendapatkan hasil tambahan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan kesenian ini juga sekarang ini dijadikan sebagai sarana hiburan serta pendidikan bagi masyarakat, dan; (3) makna yang terkandung dalam kesenian Jemblung meliputi makna kesenian dan makna sesaji atau ubarampe.Dalam makna kesenian itu sendiri terdapat dua unsur yaitu unsur cerita dan unsur pendukung. Kemudian terdapat sesaji meliputi, tumpeng kuat, pisang ambon, dan jajanan tradisional. Tumpeng kuat disimbolkan sebagai gunungan, pisang ambon disimbolkan sebagai gaman atau senjata, dan jajanan tradisional hanya digunakan sebagai pelengkap ubarampe saja.   Kata kunci: Bentuk, Fungsi, Makna, Kesenian Jemblung
Interferensi Bahasa Indonesia dalam Roman Berbahasa Jawa Para Pawestri Pejuwang Karya Suparto Brata Ru minah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.151 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam penelitian ini ada dua tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti. Tujuan tersebut adalah mendeskripsikan bentuk interferensi morfologis dan bentuk interferensi sintaksis dalam roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yang berwujud tuturan langsung dari tokoh-tokoh yang terdapat dalam roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata. Sumber data yang digunakan adalah roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata. Fokus penelitian yang tercakup dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengalami interferensi morfologis dan interferensi sintaksis dalam roman berbahasa Jawa Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Dalam menganalisis data menggunakan metode agih yang dijabarkan lagi dalam teknik ganti dan teknik lesap. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal yang menyajikan data berupa kata-kata bukan angka. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa bentuk morfologis sebanyak 39 kalimat yang terbagi dalam pola afiksasi sebanyak 33 kalimat yang berupa afiksasi N-, -ne, N-/-ake, ke-/-an, -e, peN- /-an, me-, meN-, di-/-ake, pe-/-an, dak-, ber-, di-, pola reduplikasi sebanyak 4 kalimat yang terdiri dari mangsak-memangsak, tuwek-tuwek, siya-siya, dan pola kompositum sebanyak 2 kalimat yang berupa kompositum orde baru dan sepakbola, (2) interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa bentuk sintaksis sebanyak 6 kalimat yang terbagi dalam pola kata tugas 1 kalimat yaitu antara liya dan pola konstruksi frase 5 kalimat terdiri dari frase paling dan wujud bukune.   Kata kunci : interferensi, roman Para Pawestri Pejuwang  
Afiksasi, Reduplikasi, dan Komposisi Bahasa Jawa dalam Cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo pada Majalah Panjebar Semangat Edisi 12 Bulan Maret Sampai Edisi 26 Bulan Juni Tahun 2013 Nur Aini
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.078 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan afiksasi bahasa Jawa beserta perubahan makna yang terdapat dalam cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo; (2) mendiskripsikan reduplikasi bahasa Jawa beserta perubahan makna yang terdapat dalam cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo; (3) komposisi bahasa Jawa beserta perubahan makna yang terdapat dalam cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, teknik pustaka, dan teknik catat. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) afiksasi meliputi: prefiks {N-} ny- ng- m- n- membentuk kata kerja aktif, {di-, dak-/ tak-, kok-} membentuk kata kerja pasif {a-} membentuk kata kerja, {ka-} membentuk kata kerja pasif, {ke-} membentuk kata kerja pasif, {di-} membentuk kata kerja pasif, {sa-} membentuk kata bilangan, {paN-} membentuk kata benda, {pi-} membentuk kata benda, {pra-} membentuk kata benda, dan {kuma-} membentuk kata sifat; infiks {-um-} membentuk kata kerja tanpa lisan dan {-in-} membentuk kata kerja pasif; sufiks {-i} membentuk kata kerja, {-a} membentuk kata kerja, {-e} membentuk kata  benda, {-en} membentuk kata kerja atau sifat, {-an} membentuk kata benda, kerja atau sifat, {-ana} membentuk kata kerja pasif, {-ane} membentuk kata kerja atau benda, dan {-ake} membentuk kata kerja dengan lisan; konfiks {ka- -an} membentuk kata kerja, {paN- -an} membentuk kata benda, {N- -i} membentuk kata kerja, {N- -a} membentuk kata kerja, {N- -ake} membentuk kata kerja aktif, {di- -i} dapat membentuk kata kerja pasif, {di- -ake} dapat membentuk kata kerja pasif, dan {sa- -e} dapat membentuk kata keterangan. (2) reduplikasi meliputi: (a) dwipurwa membentuk kata kerja dan benda, (b) dwilingga membentuk kata kerja; kata sifat; dan kata benda, (c) dwilingga salin swara membentuk kata kerja; kata keterangan; dan kata benda. (3) komposisi meliputi: tembung camboran wutuh membentuk suatu kesatuan kata dan memiliki makna yang berbeda dengan makna dasarnya, tembung camboran tugel pembentukan suatu kesatuan kata dari kata dasar yang disingkat. Kata kunci: morfologi, cerbung Getih Sri Panggung  
Analisis Perwatakan Tokoh Utama Cerita Bersambung “Lintang-Lintang Dadi Seksi” dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013 Karya Sawitri Evi Wahidayati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.851 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan struktur yang terdapat dalam cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri; (2) mendeskripsikan perwatakan tokoh utama dalam cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri dengan menggunakan teknik dramatik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: (1) tema dari cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri adalah percintaan yang tidak dapat restu dari orang tua. Tokoh utama yaitu Wisnu dan tokoh tambahan adalah Sumilah, R. Ngt. Kusumaningsih, Jana, Kambali, Bu Sarwi. Alur dalam cerbung ini menggunakan alur maju. Latar meliputi latar tempat: Klaten, hotel, salon, Yogya, ruang keluarga, kamar mandi, ruang makan, tengah lapangan; latar waktu: malam hari, pagi hari, dan siang hari; latar sosial: sosial keluarga Wisnu tinggi. Sudut pandang dalam cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri menggunakan sudut pandang pengarang sebagai orang ketiga (pengamat). Amanat dari cerbung ini adalah kita tidak boleh serakah; (2) perwatakan tokoh utama dalam cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri digambarkan dengan teknik dramatik yang meliputi teknik cakapan, teknik tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik arus kesadaran, teknik reaksi tokoh, teknik reaksi tokoh lain, teknik pelukisan latar, dan teknik pelukisan fisik.Hasil dari analisis perwatakan tokoh dapat disimpulkan bahwa watak tokoh utama (Wisnu) yaitu kaku, penasaran, penyayang, ramah, dan keteguhan hati.   Kata Kunci: perwatakan, tokoh utama, cerbung Lintang-lintang Dadi Seksi
Tinjauan Psikologi Tokoh Utama Roman Pawestri Tanpa Idhentiti Karya Suparto Brata Desiana Kartika Anoraga
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.16 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsur intrinsik roman Pawestri Tanpa Idhentiti, (2) aspek psikologi dalam roman Pawestri Tanpa Idhentiti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) struktur roman Pawestri Tanpa Idhentiti karya Suparto Brata memiliki (a) tema: masalah perebutan harta warisan yang akhirnya memecah belah keluarga; (b) tokoh utamanya: Pawestri dan Pangestu Brata, sedangkan tokoh tambahannya: Panuluh Brata, Zetta, Xavira, Kuncahya, Dokter Rajiman, Srigadhing, Aji Kartika, Tio Radjien, Victor Holiday, Rumsari; (c) alurnya: alur maju; (d) latar tempat: Mapolsek, Rumah Jatiwaringin, Mapolresta, Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur; (e) latar waktu: jam 12 malam, jam 10, dua minggu, sepuluh hari; (f) latar sosial: sosial keluarga Panuluh Brata berstatus sosial tinggi; (g)  sudut pandang: orang ketiga yang maha tahu; (2) aspek psikologi tokoh utama dalam roman Pawestri Tanpa Idhentiti karya Suparto Brata meliputi: (a) id/ aspek biologis  (bersumber dari sifat tokoh Pawestri mempunyai keinginan dan ambisi untuk belajar mengendarai mobil, dan tokoh Pangestu Brata mempunyai keinginan untuk mengusir Pawestri dari rumah Jatiwaringin); (b) ego/ aspek psikologis (bersumber dari sikap tokoh Pawestri mempunyai keinginan dari dalam hatinya untuk meminta maaf kepada Panuluh Brata, dan tokoh Pangestu Brata mempunyai keinginan dari dalam hatinya untuk mempengaruhi adiknya agar mengusir Pawestri); (c) superego (bersumber dari keputusan terakhir Pawestri mempunyai keinginan untuk menebus kesalahannya kepada Panuluh Brata dengan cara bekerja di perusahaan Panuluh Brata, dan tokoh Pangestu Btara yaitu mengambil sebuah keputusan yang tepat yaitu bertindak sesuai dengan norma-norma sosial).   Kata Kunci: aspek psikologis, tokoh utama, roman Pawestri Tanpa Idhentiti
Analisis Karakter Tokoh Utama dalam Lakon Wayang Kresna Gugah Sanggit Ki Jungkung Darmoyo Nariswari Mustika Putri
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan unsur intrinsik dalam lakon wayang Kresna Gugah sanggit ki Jungkung Darmoyo; (2) mendeskripsikan karakter tokoh utama dalam lakon wayang Kresna Gugah sanggit ki Jungkung Darmoyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari DVD rekaman video asli (bukan bajakan) wayang Kresna Gugah sanggit Ki Jungkung Darmoyo dan datanya adalah kutipan-kutipan bagian tertentu yang terdapat dalam cerita tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dari DVD rekaman video asli (bukan bajakan) wayang Kresna Gugah sanggit Ki Jungkung Darmoyo. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sebagai instrumen utama yang dibantu dengan kartu pencatat data. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif model analisis konten. Data disusun menggunakan teknik induktif yaitu diambil kesimpulan sesudah data dideskripsikan. Hasil penelitian ini adalah (1) struktur karya sastra yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur atau plot, latar atau setting dan pusat pengisahan. Tema dari cerita wayang Kresna Gugah sanggit Ki Jungkung Darmoyo adalah kebijaksanaan dari seorang Kresna sebagai seorang penasihat bagi Pandawa maupun tokoh lain. Tokoh utamanya adalah Kresna dan tokoh tambahannya adalah Sengkuni, Dursasana, Baladewa, Puntadewa, Werkudara, Janaka, Duryudana, Karna, Bratajaya, Jim Kandhuyu, Naga Basuki, Setyaka, Setyaki, Udawa, Jim Anggara Parno, Durna, Bathara Guru, Bathara Naradha, Semar, Gareng, Petruk dan bagong. Alur dalam cerita ini adalah maju. Latar tempat dalam cerita ini meliputi alam Sunya Ruri, Negara Dwarawati, di tengah perjalanan, Makambang, Kahyangan Jonggring Saloka dan latar suasananya adalah menyedihkan dan mengharukan. Pusat pengisahan dalam cerita ini adalah persona ketiga. (2) karakter tokoh utama yang ada dalam cerita ini di dominasi aspek superego. Contoh Superego dalam diri tokoh utama adalah suka memberi nasihat. Ego mampu mengarahkan pada tujuan yang mulia karena kekecewaan dalam diri Kresna mampu menekan id yaitu membayangkan kematian, sehingga karakter superego lebih dominan. Dari teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori kepribadian Sigmund Freud dapat disimpulkan bahwa tokoh utama dalam cerita wayang Kresna Gugah sanggit Ki Jungkung Darmoyo cenderung memiliki karakter superego dibanding id dan ego Kata Kunci: karakter, tokoh utama, wayang
Analisis Etika dan Estetika Tembang Macapat dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juni-Desember 2013 Wahyu Bayu Aji
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.366 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan  menganalisis (1) nilai-nilai etika dalam rubrik tembang macapat majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013; (2) unsur estetika dalam rubrik tembang macapat majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013. Jenis  penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan  subjek majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013. Objek penelitian ini yaitu nilai etika dan unsur estetika yang ada pada bait tembang macapat majalah  Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013. Instrumen yang di gunakan yaitu peneliti itu sendiri, kartu pengumpul data, yang dibantu buku-buku yang menunjang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Keabsahan data menggunakan  validitas semantik dan kredibilitas dengan cara membaca berulang dan pertimbangan ahli yaitu dosen pembimbing. Teknik analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten.Teknik penyajian data menggunakan  teknik penyajian data formal yaitu hanya menggunakan kata-kata  biasa. Penelitian ini menghasilkan  nilai etika rubrik  tembang macapat majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013 berbentuk etika keselarasan sosial ada  8 indikator, dan etika kebijaksanaan ada 25 indikator. Unsur-unsur estetika rubrik  tembang macapat majalah  Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013 yang di temukan antara lain  purwakanthi guru swara ada 148 indikator, purwakanthi guru sastra ada 91 indikator, purwakanthi lumaksita ada  8 indikator, tembung garba ada  20 indikator, kerata basa ada 19 indikator, pepindhan ada 10 indikator, sandi asma ada 3 indikator, sengkalan ada 1 indikator, tembung plutan ada 118 indikator.   Kata kunci: etika, estetika, majalah Djaka Lodang