cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Analisis Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Novel Jemini Karya Suparto Brata Wanti Pharny Zulaiha
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.261 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud penanda kohesi gramatikal antarkalimat yang terdapat dalam novel Jemini karya Suparto Brata; (2) wujud penanda kohesi leksikal antarkalimat yang terdapat dalam novel Jemini karya Suparto Brata. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian novel Jemini karya Suparto Brata yang diterbitkan oleh Narasi, Yogyakarta tahun 2012. Objek dalam penelitian ini adalah aspek kebahasaan khususnya kajian penanda kohesi gramatikal dan leksikal dalam novel Jemini karya Suparto Brata. Instrumen Penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah peneliti sendiri yang dilengkapi dengan buku-buku tentang wacana, buku-buku penunjang yang berkaitan dalam penelitian dan nota pencatat data. Teknik pengumpulan data digunakan teknik simak, teknik pustaka dan teknik catat. Dalam teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Teknik penyajian analisis data digunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian terhadap Analisis Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Novel Jemini Karya Suparto Brata yaitu: (1) wujud penanda kohesi aspek gramatikal meliputi: reference (pengacuan) terdiri dari pengacuan persona I, pengacuan persona II, dan pengacuan persona III; pengacuan demonstratif terdiri dari demonstratif waktu dan tempat; pengacuan komparatif; subtitution (penyulihan); ellipsis (pelesapan); dan conjungtion (perangkaian) yang terdiri dari konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, konjungsi urutan, konjungsi penambahan, konjungsi konsensif, konjungsi kausalitas, konjungsi pilihan, konjungsi waktu, konjungsi pertentangan, konjungsi tujuan, dan konjungsi perkecualian; (2) wujud penanda kohesi aspek leksikal meliputi: repetisi (pengulangan) yang ditemukan yaitu repetisi epizeukis dan repetisi anadiplosis; sinonim (persamaan kata); antonim (lawan kata); hiponimi; dan ekuivalensi.   Kata kunci: kohesi gramatikal, leksikal, novel Jemini
Tradisi Begalan di Desa Karangmangu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap Linda Sefianti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.936 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) proses pelaksanaan Begalan di Desa Karangmangu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, (2) makna simbolik (ubarampe)  yang terdapat dalam acara Begalan di Desa Karangmangu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, dan (3) nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi Begalan di Desa Karangmangu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Tempat penelitian dilakukan di Desa Karangmangu kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap, waktu penelitian mulai bulan Januari 2014 sampai Juli 2014. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif, datanya dikumpulkan, dideskrisikan, kemudian dianalisis prosesi, makna simbolik, dan nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi Begalan di Desa Karangmangu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Sumber data dan data yang dikaji dalam penelitian ini yaitu, pemain Begalan, dan seniman di Desa Karangmangu. Data yang diambil berupa data lisan didapatkan dari wawancara dengan narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi tak terstruktur, teknik wawancara, teknik dokumentasi yang berwujud foto-foto, video Begalan, dan rekaman hasil wawancara dengan narasumber. Sumber data dibagi menjadi sumber data primer yaitu pemain Begalan, dan informan lain yang mengetahui tentang tradisi Begalan, sumber data sekunder berwujud buku-buku, rekaman, foto-foto, data monografi, serta referensi yang relevan dengan penelitian ini Data dibagi menjadi data primer berupa hasil wawancara dengan narasumber, data sekunder berupa keterangan-keterangan dari buku-buku, rekaman, foto-foto, data monografi, serta referensi yang relevan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah, (1) proses pelaksanaan Begalan di Desa Karangmangu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap terdiri dari dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, (2) makna simbolik (ubarampe) yang terdapat dalam acara Begalan di Desa Karangmangu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap yaitu makna simbolik pikulan, enthong, kukusan, siwur, munthu, ciri, pari, tebu, ilir, wlira, kendhil, irus, iyan, cepon, kalo, tampah, ikrak, kembang telon, godhong salam, godhong waluh, sapu sada, kuwali, kekeb, dan (3) nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi Begalan di Desa Karangmangu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap yaitu nilai pendidikan Ketuhanan (religius), nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan sosial atau kemasyarakatan.   Kata kunci: Begalan, folklor, Karangmangu
Analisis Morfologis dalam Antologi Geguritan Sapu (Antologi Geguritan Lan Esai Bengkel dan Sastra Jawa 2012) Rindiantika Fresti Apriliana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.267 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) proses morfologis dalam antologi geguritan Sapu (Antologi Geguritan lan Esai Bengkel dan Sastra Jawa 2012, (2) perubahan makna akibat proses morfologis pada antologi geguritan Sapu (Antologi Geguritan lan Esai Bengkel dan Sastra Jawa 2012). Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah antologi geguritan Sapu (Antologi Geguritan lan Esai Bengkel dan Sastra Jawa 2012). Data penelitian dalam penelitian ini adalah satuan gramatikal yang berupa kata yang mengalami proses morfologis meliputi afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan kata. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik pustaka, dan teknik simak catat. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dan dibantu dengan tabel yang berguna untuk mengelompokkan data. Data dianalisis dengan menggunakan metode agih, dan data disajikan dengan teknik informal.Dalam penyajian data menggunakan teknik formal dan informal. Hasil penelitian pemerolehan data dan pembahasan yaitu (1) proses afiksasi yang meliputi: prefiks {N-} ny- ng- m- n-, {di-}, {a-}, {ke-}, {ka-}, {sa-}, {paN-}, {pa-}, dan {dak-/tak-/kok}; infiks {-um-}, {-er-}, dan {-el-}; sufiks {-e/-ne}, {-i/-ni}, {-a}, {-an}, {-ake}, {-ana}, dan {-ane}; konfiks {ka-,-an}, {N-,-ake}, {pa-,-an}, {paN-,-an}, {sa-,-e}, {N-,-i}, dan {ka-,-ake}; proses reduplikasi meliputi: dwilingga, dwilingga salin swara, dwipurwa, dan dwiwasana; proses pemajemukan meliputi tembung camboran wutuh (2) perubahan makna akibat  proses morfologis pada antologi geguritan Sapu (Antologi Geguritan lan Esai Bengkel dan Sastra Jawa 2012) meliputi: proses afiksasi yang meliputi: prefiks {N-} ny- ng- m- n- dapat membentuk tembung kriya tanduk; infiks {-um-} kriya tanpa lesan dan kaanan; sufiks {-e/-ne} dan {-ane} tembung aran; konfiks {ka-,-an}, {ka-,-ake}, {N-,-i} tembung kriya; reduplikasi dwilingga membentuk tembung aran; dan pemajemukan tembung camboran wutuh akan membentuk satu kesatuan kata dan memiliki makna yang berbeda dengan bentuk dasarnya.   Kata kunci : morfologis, geguritan
Kajian Deiksis dalam Cerita Bersambung Getih Sri Panggung Karya Kukuh S.Wibowo Panjebar Semangat Edisi 23 Maret – 29 Juni 2013 Bastian Triadi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan jenis dan bentuk deiksis yang terdapat dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo, 2) mendeskripsikan pengacuan deiksis yang terdapat dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo Panjebar Semangat. Analisis data menggunakan metode analisis konten. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan deiksis dalam cerita bersambung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo. 1) Jenis dan bentuk deiksis yang ditemukan meliputi a) deiksis persona meliputi: deiksis persona pertama tunggal: klitika -ku ‘-ku’ (enklitik), dan dak- ‘ku-‘ (proklitik); kata aku ‘aku’, kene ‘sini’, dan kula ‘saya’, deiksis persona pertama jamak: kata  kene ‘sini’ dan kita ‘kita’; frasa awake dhewe ‘diri kita’ dan  kita sedaya ‘kita semua’. Deiksis persona kedua tunggal: klitika kok- ‘kau’(proklitik) dan –mu ‘-mu’ (enklitik); kata kowe ‘kamu’, mang ‘anda’, kok ‘kau’, sampeyan ‘anda’, sliramu ‘kamu’, dan panjenengan ‘anda’, deiksis persona kedua jamak kowe sakeloron ‘kamu berdua’; deiksis persona ketiga tunggal, yaitu berupa klitika –e ‘-nya’ dan –ipun ‘nya’; kata dheweke ‘dia’, kana ‘sana’, piyambake ‘dirinya’, piyambakipun ‘dirinya’, panjenengane ‘beliau’, dan panjenenganipun ‘beliau’; b) deiksis waktu: deiksis waktu saiki ‘sekarang’, wau ‘tadi’, kapungkur ‘silam’, sesuk ‘besok’, mangke ‘nanti’, dina iki ‘hari ini’, bengi iki ‘malam ini’, dalu menika ‘malam ini’, mentas wae ‘baru saja’, enjing kalawau ‘tadi pagi’, biyen kae ‘dulu’, nalika semana ‘pada saat itu’, kala semanten ‘pada saat itu’, nalika semanten ‘pada saat itu’, dan ewasemanten ‘pada saat itu’; c) Deiksis tempat: tempat kene ‘sini’, kono ‘situ’, kana ‘sana’, mrene ‘ke sini’, mrana ‘ke sana’, mriki ‘ke sini’, mriku ‘ke situ’, ngriki ‘sini’, dan ngrika ‘sana’. 2) Pengacuan yang ditemukan berupa pengacuan endofora (anafora dan katafora) dan eksofora pada pengacuan persona, waktu, dan tempat.   Kata kunci : deiksis, cerita bersambung Getih Sri Panggung
Efektivitas Media Pembelajaran Aksara Jawa dengan Adobe Flash CS5 Professional terhadap Keterampilan Membaca Aksara Jawa pada Siswa Kelas XI MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014 Su topo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.123 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) ada tidaknya perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca aksara Jawa antara siswa yang menggunakan Adobe Flash CS5 Professional dan pembelajaran tanpa menggunakan media Adobe Flash CS5 Professional pada siswa kelas XI  MAN Kutowinangun; 2) efektivitas penggunaan media Adobe Flash CS5 Professional dalam pembelajaran membaca aksara Jawa pada siswa yang menggunakan media Adobe Flash CS5 Professional dibandingkan siswa dalam pembelajaran tanpa menggunakan media Adobe Flash CS5 Professional pada siswa kelas XI  MAN Kutowinangun.Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental dengan desain pretest and posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 9 kelas berjumlah 285 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPS 3 (31 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 (32 siswa) sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan metode tes. Validitas instrumen diuji menggunakan rumus korelasi product moment, reliabilitas instrumen diuji dengan rumus KR-20. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas serta analisis uji-t.Hasil uji hipotesis diperoleh thitung = 4,359 > ttabel = 1,670 yang berarti ada perbedaan yang signifikan dalam keterampilan membaca aksara Jawa antara siswa yang menggunakan Adobe Flash CS5 Professional dan pembelajaran tanpa menggunakan media Adobe Flash CS5 Professional. Dari hasil peningkatan skor t-hitung kelas eksperimen lebih besar daripada t-hitung kelas kontrol yaitu 11,896 > 9,454. Hasil perhitungan tes awal dan tes akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berarti penggunaan Adobe Flash CS5 Professional lebih efektif untuk pembelajaran keterampilan membaca aksara Jawa pada siswa kelas XI MAN Kutowinangun Kebumen.   Kata kunci: media, Adobe Flash CS5 Professional, aksara Jawa
Konjungsi dalam Novel Daradasih Karya Sudibjo Z. Hadisutjipto Eti Purwasih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.329 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan bentuk konjungsi bahasa Jawa pada novel Daradasih karya Sudibjo Z. Hadisutjipto, (2) mendeskripsikan perilaku sintaktis konjungsi dalam bahasa Jawa berdasarkan tugas dan distribusinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dan objek penelitian ini adalah novel Daradasih karya Sudibjo Z. Hadisutjipto. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan hasil analisis yang dirumuskan dengan kata-kata pula. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dan juga dibantu dengan kertas pencatat data yang berbentuk kartu data. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini adalah kriteria kredibilitas atau kepercayaan (credibility). Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis (analisis isi). Teknik penyajian data dalam penelitian ini adalah teknik informal yaitu perumusan dengan kata-kata biasa, walaupun dengan terminologi yang teknis sifatnya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk konjungsi bahasa Jawa yang terdapat dalam novel Daradasih karya Sudibjo Z. Hadisutjipto terdiri dari (i) konjungsi koordinatif yaitu lan “dan”, terus “terus”, saha “serta”, dene “karena”, nanging “tetapi”, apa “apa”, utawa “atau”, tur “juga”, banjur “lalu”, nuli “lalu”, mangka “melainkan”, sarta “serta”. (ii) konjungsi subordinatif, yang ditemukan dalam konjungsi subordinatif adalah yen “jika”, nalika “ketika”, sinambi “sambil”, kanthi “dengan”, karo “dengan”, sanadyan “walaupun”, awit “sebab”, menawa “bahwa”, supaya “supaya”, dhek/gek “lagi”. (iii) konjungsi antarkalimat, yang termasuk dalam konjungsi antarkalimat adalah sebagai berikut: sok ngonoa “selalu begitu”, mula saka kuwi “maka dari itu”. (2) Perilaku sintaktis konjungsi bahasa Jawa dalam novel Daradasih karya Sudibjo Z. Hadisutjipto. Pada novel Daradasih karya Sudibjo Z. Hadisutjipto terdapat konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif dan konjungsi antarkalimat. Masing-masing kalimat terdapat klausa yang menjadikan kalimat tersebut menjadi lengkap.     Kata kunci: Bentuk konjungsi, perilaku sintaktis
Nilai Kepemimpinan Cerita Lara Lapané Kaum Republik dalam Cerita Romané Kélangan Satang (Séri Wiradi) Agustini Anggoro Sari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.01 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai kepemimpinan cerita Lara Lapané Kaum Republik dalam cerita Romané Kélangan Satang (Séri Wiradi) karya Suparto Brata, dan (2) mendeskripsikan relevansi nilai kepemimpinan cerita Lara Lapané Kaum Republik dalam cerita Romané Kélangan Satang (Séri Wiradi) karya Suparto Brata. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian tersebut berupa kutipan-kutipan yang terdapat dalam cerita. Sumber datanya adalah cerita romané Kélangan Satang (Séri Wiradi). Data dikumpulkan dengan menggunakan cara simak dan catat. Selanjutnya dianalisis melalui metode Konten Analisis. Hasil analisis dipaparkan melalui cara informal. Cara Informal tersebut digunakan untuk memaparkan nilai kepemimpinan yang cerita Lara Lapané Kaum Republik dalam cerita Romané Kélangan Satang (Séri Wiradi) karya Suparto Brata dan relevansinya dengan kehidupan sekarang. Hasil analisis nilai kepemimpinan cerita Lara Lapané Kaum Rapublik dalam cerita Romané Kélangan Satang (Séri Wiradi) karya Suparto Brata dan relevansinya dengan kehidupan sekarang yaitu jenis nilai kepemimpinan hanguripi, hangrungkebi, hangruwat, hanata, hangayomi, hangurubi, lan hamemayu. Sedangkan relevansininya adalah nilai kepemimpinan hanguripi, hanata, hangayomi, hangurubi, dan hamemayu. Kata Kunci: Nilai Kepemimpinan, Cerita Romané
Analisis Nilai Moral Rubrik Wacan Bocah dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juni-Desember 2013 dan Relevansinya dengan Kehidupan Sekarang Imroati Hasanah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.499 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai-nilai moral rubrik Wacan Bocah dalam majalah Djaka Lodang, dan (2) mendeskripsikan relevansi nilai-nilai moral rubrik Wacan Bocah dalam majalah Djaka Lodang dengan kehidupan sekarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Wacan Bocah, sedangkan data dalam penelitian ini kutipan-kitipan dari Wacan Bocah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat, pustaka, dan terjemahan. Instrumen penelitian menggunakan kartu pencatat data. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Validitas data menggunakan validitas semantik dan reliabilitas data menggunakan reliabilitas keakuratan. Selanjutnya teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode analisis informal. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) nilai moral rubrik Wacan Bocah dalam majalah Djaka Lodang memiliki empat jenis, yakni (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi: berdoa dan bersyukur kepada Tuhan; (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia yang meliputi: menasehati, persahabatan, tolong menolong, persaudaraan, kasih sayang, berbakti kapada orang tua; (c) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: senang, waspada, berjanji pada diri sendiri, berpikir, ikhlas, simpati, membela diri, pemberani; (d) nilai moral hubungan manusia dengan alam yang meliputi:memuji keindahan alam dan sayang binatang. (2) Relevansi nilai moral rubrik Wacan Bocah dalam majalah Djaka Lodang sebagian ada yang masih relevan dan juga ada yang tidak relevan dengan kehidupan sekarang. Nilai moral yang masih relevan adalah menasehati, persahabatan, tolong menolong, waspada, membela diri, pemberani, berjanji pada diri sendiri, dan berpikir. Nilai moral yang kurang relevan dengan kehidupan sekarang adalah berdoa, bersyukur, persaudaraan, kasih sayang, berbakti pada orang tua, senang, simpati, ikhlas, memuji keindahan alam, dan sayang binatang.   Kata kunci: nilai moral, rubrik Wacan Bocah
Ragam Bahasa Jawa dalam Komunitas Pecinta Musik Reggae di Alun-alun Kebumen Marlina Werdiati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.954 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan alih kode bahasa dalam komunitas pecinta musik reggae di Alun-alun Kebumen, (2) mendeskripsikan penggunaan ragam bahasa Jawa dalam komunitas pecinta musik reggae di Alun-alun Kebumen. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah para komunitas pecinta musik reggae di Alun-alun Kebumen. Objek penelitian ini adalah ragam bahasa Jawa dalam komunitas reggae di Alun-alun Kebumen. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode padan dan metode padan dan metode agih, yang dalam pelaksanaannya menggunakan teknik sadap dengan diikuti teknik lanjutan antara lain teknik rekam dan teknik catat. Kemudian hasil data yang telah dianalisis tersebut disajikan secara informal. Hasil penelitian, ragam bahasa Jawa dalam komunitas pecinta musik reggae di Alun-alun Kebumen dibagi menjadi (1) terjadinya alih kode pada peristiwa tutur yang dituturkan oleh komunitas pecinta musik reggae di Alun-alun Kebumen yaitu bahasa Jawa ngoko dan bahasa Indonesia, (2) penggunaan ragam bahasa Jawa pada komunitas pecinta musik reggae di Alun-alun Kebumen.  Penggunaan ragam bahasa Jawa  komunitas pecinta musik reggae di Alun-alun Kebumen sebagian besar masih menggunakan ragam bahasa Jawa ngoko, meskipun mereka berkomunikasi dengan orang yang usianya lebih tua maupun dengan orang yang status sosialnya lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan para penutur dalam komunitas pecinta musik reggae di Alun-alun Kebumen sudah saling mengenal satu dengan yang lainnya.   Kata kunci : sosiolinguistik, ragam bahasa Jawa
Analisis Wacana Iklan Layanan Masyarakat Berbahasa Jawa Kabupaten Kebumen Galuh Windyasmara Brillyanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 2 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.984 KB)

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tindak tutur pengungkap implikatur yang terdapat dalam wacana iklan layanan masyarakat berbahasa jawa kabupaten Kebumen; (2) implikatur yang terdapat dalam wacana iklan layanan masyarakat berbahasa Jawa kabupaten Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa wacana iklan layanan masyarakat berbahasa Jawa kabupaten Kebumen. Data penelitian ini meliputi kata atau kalimat yang terdapat dalam wacana iklan layanan masyarakat kabupaten Kebumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik dokumentasi, teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) dibantu dengan kartu data. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur yang merupakan pengungkap implikatur yaitu terdiri atas; (1) tindak tutur lokusi; (2) tindak tutur ilokusi; (3) tindak tutur perlokusi. Tindak lokusi merupakan tindak yang menyatakan sesuatu. Tindak ilokusi ditemukan tindak tutur memesan, melarang, menyemangati, menghimbau. Tindak perlokusi ditemukan tindak tutur meyakinkan menganjurkan, memerintahkan, mempengaruhi dan mengajak. Pemakaian implikatur digunakan sebagai dasar kritikan, sindiran yang disampaikan secara tidak langsung.   Kata kunci: pragmatik, iklan layanan masyarakat