cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Kajian Semiotik pada Gara-Gara Pagelaran Wayang Kulit Dengan Judul “Bima Bungkus” Oleh Ki Enthus Susmono Danang Setiawan
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.747 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pembacaan heuristik tuturan dan tembang pada Gara-Gara Pagelaran Wayang Kulit Dengan Judul “Bima Bungkus” Oleh Ki Enthus Susmono; 2) Mendeskripsikan pembacaan hermenutik tuturan dan tembang pada Gara-Gara Pagelaran Wayang Kulit Dengan Judul “Bima Bungkus” Oleh Ki Enthus Susmono. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah tuturan dan tembang pada pocapan gara-gara. Subjek penelitian adalah pocapan gara-gara pagelaran wayang kulit dengan judul “Bima Bungkus” oleh Ki Enthus Susmono. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Instrumen penelitian yang dipakai adalah peneliti sebagai sumber instrumen dibantu dengan buku-buku, alat tulis dan nota pencatat. Teknik analisis data menggunakan analisis semiotik dan menarik kesimpulan setelah data disaksikan. Penyajian data disajikan dengan metode informal yaitu dalam bentuk table dan paragraf. Hasil penelitian dengan pendekatan semiotik menggunakan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik atau retroaktif. 1) Pembacaan heuristik merupakan pencarian arti (tanda) secara leksikal atau tersurat. Dalam penentuan arti secra leksikal, peneliti dibantu dengan kamus dalam menentukan arti (tanda) dalam berbagai cara penentuannya menggunakan dua cara penentuan arti (tanda) pada tuturan dan tembang yaitu dengan: a) melakukan penambahan kosakata, penambahan kosakata ditandai dengan pemberian tanda kurung dan tercetak tebal. b) penggantian kosakata tidak baku menjadi baku. 2) Pembacaan hermeneutik bertujuan untuk mengartikan tanda dengan pemberian tafsiran oleh peneliti. Jadi peneliti memberikan deskripsi-deskripsi yang didapatkan setelah membaca sebuah tuturan maupun tembang dari adegan gara-gara dalam pagelaran wayang kulit. Setelah membaca tuturan maupun tembang dari adegan gara-gara dalam pagelaran wayang kulit dapat disimpulkan bahwa adegan gara-gara dalam pagelaran wayang kulit yang diteliti menjelaskan tentang norma-norma sosial yang ada di antara masyarakat.   Kata kunci : Semiotik, gara-gara  
Analisis Buku Teks Mata Pelajaran Bahasa Jawa Dan Kesesuaiannya Dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Jawa SMA/SMK Kelas X Tahun Pelajaran 2015/2016 Wulan Octavianti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.934 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan isi buku teks mata pelajaran bahasa Jawa SMA/SMK kelas X tahun pelajaran 2015/2016 berdasarkan kurikulum 2013; serta kesesuaian buku teks bahasa Jawa tersebut dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Jawa SMA/SMK kelas X tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa buku teks pelajaran bahasa Jawa Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas X, LKS Renggeping Basa Jawa SMA/SMK Kelas X serta informan. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Teknik pengumpuan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Data kelayakan isi buku teks dan kesesuaiannya dengan LKS dianalisis dengan instrumen yang disusun berdasarkan teori-teori yang relevan dan informasi maupun penilaian dari beberapa sumber. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelayakan isi pada buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas X memperoleh presentase kelayakan isi 82,22% yang berarti sangat baik dan layak digunakan. Dalam kesesuaiannya dengan KI dan KD, kesesuaiannya dengan KI memperoleh persentase 100%, sedangkan KD memperoleh persentase kesesuaian sebesar 97,5%. Sementara kesesuaian buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas X dengan LKS Renggeping Basa Jawa SMA/SMK Kelas X Tahun Pelajaran 2015/2016 sudah sesuai dengan persentase kesesuaian sebesar 92,5% yang artinya sangat sesuai.   Kata kunci: buku teks, Lembar Kerja Siswa
Analisis Kohesi Gramatikal Pada Novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W. Soemoyo Diana Susanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.819 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) Bentuk penanda kohesi gramatikal yang terdapat dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W. Soemoyo. (2) Penggunaan bentuk penanda kohesi gramatikal dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W. Soemoyo. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W. Soemoyo. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W. Soemoyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan menggunakan alat kertas pencatat data.Teknik analisis data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data terdapat penanda kohesi gramatikal dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W. Soemoyo. Pada penelitian novel Geger Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo, bentuk kohesi gramatikal yang ditemukan meliputi : (i) Pengacuan (referensi), pengacuan persona I tunggal terdiri atas inyong ‘saya’, persona II tunggal kowe ‘anda’, persona II tunggal lekat kanan –mu, persona II jamak panjenengan sedaya, persona III tunggal dheweke ‘ia’, persona III tunggal lekat kanan –nya, persona III tunggal lekat kiri de-‘di’,  persona III jamak para juru warta ‘para wartawan’, demonstratif tempat dekat dengan penutur kene ‘sini’, tempat agak jauh dengan penutur kuwe, tempat jauh dengan penutur kana ‘sana’. tempat menuju secara eksplisit Dukuh Puncrit, waktu lampau rong minggu kepungkur ‘Dua minggu sebelumnya’, demonstratif waktu kini: saiki ‘sekarang’, waktu yang akan datang: Dina ngesuke ‘hari berikutnya’, waktu netral: Ba’da isa 'setelah isa', pengacuan komparatif: kaya ‘seperti’. (ii)  Penyulihan (subtitusi), Subtitusi nominal: bekakas – blender, subtitusi verbal: gawean – ngramu, subtitusi frasal: nduwe ngelmu - kelewihan batin ,Subtitusi klausal: ketitisan indhange mbah reja - dhukun, (iii) Pelesapan (ellipsis), masyarakat gegerbuta dan (iv) Perangkaian (konjungsi). Penambahan (aditif): uga ‘juga’, waktu (temporal): sewise ‘sesudah’, cara sendayaran karo gramakan, urutan (sekuensial) banjur ‘kemudian’, pertentangan nanging ‘tetapi’, syarat nek ‘jika’, sebab-akibat (kasualitas) merga ‘karena’, kosesif senajan ‘walaupun’,  kelebihan (eksesif) malah, pilihan (alternatif) utawa ‘atau’. Penggunaan bentuk kohesi gramatikal yang paling dominan adalah pengacuan persona III tunggal lekat kiri de- ‘di’, persona III tunggal dheweke ‘dia’, persona 1 tunggal inyong ‘saya’, pengacuan demonstratif dan perangkaian (konjungsi) penambahan (aditif). Sementara itu, penanda kohesi gramatikal yang paling minim yaitu perangkaian cara, dan penyulihan klausal.   Kata kunci: kohesi gramatikal, geger wong ndekep macan
Pengaruh Kreativitas dan Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Jawa Pada Siswa Kelas VII di MTs Roudlotush Sholihin Jemur Kebumen Tahun 2015/2016 Ahmar Rahardani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.527 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh kreativitas belajar terhadap hasil belajar bahasa Jawa pada siswa kelas VII MTs Roudlotush Sholihin Jemur Kebumen tahun 2015/2016, (2) pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar bahasa Jawa pada siswa kelas VII MTs Roudlotush Sholihin Jemur Kebumen tahun 2015/2016, (3) pengaruh kreativitas dan cara belajar terhadap hasil belajar bahasa Jawa pada siswa kelas VII MTs Roudlotush Sholihin Jemur Kebumen tahun 2015/2016. Populasi penelitian ini berjumlah 45 orang begitupun sampel penelitiannya berjumlah 45 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang masing-masing sudah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan korelasi parsial dan korelasi ganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa : (1) kreativitas belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar bahasa jawa pada siswa kelas VII MTs Roudlotush Sholihin Jemur Kebumen tahun 2015/2016 dengan nilai signifikansi 0,00 tergolong tinggi (2) cara belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar bahasa jawa pada siswa kelas VII dengan nilai signifikansi 0,01 tergolong cukup (3) kreativitas belajar dan cara belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar bahasa jawa pada siswa kelas VII dengan nilai signifikansi 0,00 tergolong tinggi.   Kata kunci: kreativitas belajar, cara belajar, hasil belajar  
Kajian Moralitas Tembang Macapat dalam Buku Dibuang Sayang Karya R.L. Martopangrawit Satrio Heru Nurcahyo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.81 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit dan (2) relevansi yang terdapat dalam tembang macapat dalam Buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit dengan kehidupan sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai moral yang terdapat dalam tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit. Subjek penelitian ini adalah buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit dan objek penelitian ini adalah nilai moralitas dalam tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan  pada penelitian ini menggunakan analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian diketahui bahwa: (1) nilai moral tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit memiliki 3 jenis yakni (a) nilai moral yang membahas tentang hubungan manusia dengan Tuhan yakni meliputi: mengingat mati, percaya kepada Tuhan, memohon ampunan kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan, mengharap ridho Tuhan, menyembah Tuhan, menerima takdir Tuhan; (b) nilai moral yang membahas tentang hubungan manusia dengan diri sendiri yakni meliputi: bekerja keras, berhati-hati, instrospeksi diri, penyesalan, rasa malas, rendah hati, rasa takut, rasa malu; (c) nilai moral yang membahas tentang hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam yakni meliputi: memelihara tradisi, rasa sayang dan cinta, suka mencela, rukun, berbuat baik, berbakti kepada orang tua, pengabdian, berbudi pekerti, mengandalkan kedudukan, tidak tahu aturan. (2) relevansi dalam tembang macapat dalam buku Dibuang Sayang karya R.L. Martopangrawit ada yang masih relevan dan juga ada yang sudah tidak relevan dengan kehidupan sekarang. Kata kunci: nilai moral, relevansi, tembang macapat
Analisis Tuturan Direktif, Ekspresif Dan Komisif Bahasa Jawa Dalam Cerbung “Lahar Kali Krasak” Karya Itheng Sulistyawati Pada Majalah Djaka Lodang Tahun 2016 Setya ningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.348 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif, ekspresif dan komisif di dalam cerbung “Lahar Kali Krasak” karya Itheng Sulistyawati, dan (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif, ekspresif dan komisif di dalam cerbung “Lahar Kali Krasak” karya Itheng Sulistyawati. Jenis penilitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa cerbung yang berjudul “Lahar Kali Krasak” karya Itheng Sulistyawati pada majalah Djaka Lodang tahun 2016. Data penelitian ini adalah seluruh kutipan-kutipan tuturan dari semua tokoh yang berupa tindak tutur direktif, ekspresif dan komisif pada sebuah cerbung yang berjudul “Lahar Kali Krasak” karya Itheng Sulistyawati. Data dikumpulkan menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan catat. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah penulis sebagai instrumen dibantu dengan alat tulis. Selanjutnya, keabsahan data yang digunakan adalah teknik validitas semantis dan teknik ketekunan. Teknik analisis data menggunakan metode teknik content analysis. Teknik penyajian hasil analisis data ini menggunakan teknik informal. Kemudian, hasil penelitian diketahui (1) 46 jenis tindak tutur direktif yaitu 5 tindak tutur memaksa, 3 tindak tutur mengajak, 6 tindak tutur meminta, 6 tindak tutur menyuruh, 2 tindak tutur menagih, 5 tindak tutur mendesak, 4 tindak tutur memohon, 7 tindak tutur menyarankan, 5 tindak tutur memerintahkan, 2 tindak tutur memberikan aba-aba, dan 1 tindak tutur menantang; jenis tindak tutur ekspresifnya ada 15 jenis meliputi 3 tindak tutur memuji, 1 tindak tutur terimakasih, 2 tindak tutur mengkritik, 5 tindak tutur mengeluh, 4 tindak tutur menyalahkan, dan 1 tindak tutur menyanjung; serta ada 7 jenis tindak tutur komisif meliputi 2 tindak tutur berjanji, 2 tindak tutur bersumpah, dan 3 tindak tutur menyatakan kesanggupan, (2) fungsi tindak tutur dalam cerbung “Lahar Kali Krasak” yaitu ada 70 wujud tindak tutur dari 46 fungsi jenis tindak tutur direktif meliputi; 5 tindak tutur memaksa, 3 tindak tutur mengajak, 6 tindak tutur meminta, 7 tindak tutur menyuruh, 2 tindak tutur menagih, 5 tindak tutur mendesak, 4 tindak tutur memohon, 7 tindak tutur menyarankan, 5 tindak tutur memerintahkan, 2 tindak tutur memberikan aba-aba, dan 1 tindak tutur menantang; dan 15 fungsi jenis tindak tutur ekspresif meliputi 3 tindak tutur memuji, 1 tindak tutur terimakasih, 2 tindak tutur mengkritik, 5 tindak tutur mengeluh, 4 tindak tutur menyalahkan, dan 1 tindak tutur menyanjung; serta dari 7 fungsi jenis tindak tutur komisif yang meliputi 2 tindak tutur memuji, 2 tindak tutur bersumpah, dan 3 tindak tutur menyatakan kesanggupan.   Kata kunci: Tuturan Direktif, ekspresif, komisif, cerbung “Lahar Kali Krasak”
Nilai Budi Pekerti dalam Buku Prasasti Antologi Geguritan Karya Eko Wahyudi dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XII SMA Asih Puspitarini
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.307 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Nilai budi pekerti yang terdapat dalam buku Prasasti Antologi Geguritan karya Eko Wahyudi; (2) Relevansi Nilai budi pekerti yang terdapat dalam buku Prasasti Antologi Geguritan karya Eko Wahyudi dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku Prasasti Antologi Geguritan karya Eko Wahyudi. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari geguritan yang terdapat dalam buku Prasasti Antologi Geguritan karya Eko Wahyudi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak, teknik catat, dan teknik terjemahan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan buku-buku teori tentang sastra, dan kartu pencatat data. Teknik keabsahan data menggunakan teknik keakuratan. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisi isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)  nilai budi pekerti yaitu: a) sikap dan perilaku hubungannya dengan Tuhan, yang meliputi sikap beriman, takwa, dan pengabdian; b) sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan diri sendiri, meliputi sikap menghargai waktu, terbuka, berpikir matang, adil, pengendalian diri, bersemangat, gigih, pengabdian, kasih sayang, berani memikul resiko, setia, bersikap konstruktif, kukuh hati, bijaksana, mawas diri, percaya diri, sabar, dan ulet; c) sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan keluarga, meliputi rasa kasih sayang, hormat, rela berkorban, terbuka, menghargai waktu, dan setia; d) sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan masyarakat dan bangsa, yang meliputi sikap tegas, hormat, menghargai waktu, dan berpikir jauh kedepan; e) sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan alam sekitar, meliputi sikap berpikir jauh kedepan, pengabdian, bekerja keras, dan menghargai kesehatan. (2) Relevansi nilai budi pekerti dalam buku Prasasti Antologi Geguritan karya Eko Wahyudi dengan kehidupan sekarang. (3) Buku Prasasti Antologi Geguritan karya Eko Wahyudi ini dapat digunakan sebagai pembelajaran di SMA, karena terkandung nilai-nilai budi pekerti di dalamnya. Pembelajaran Geguritan Karya Eko Wahyudi SMA dapat dijelaskan melalui pembelajaran sastra, tujuan pembelajaran, materi atau bahan ajar, metode pembelajaran, media dan sumber belajar,  kegiatan pembelajaran, dan evaluasi.   Kata Kunci: Budi Pekerti, relevansi, Prasasti Antologi
Eksistensi Kesenian Tradisional Kuda Lumping Grup Seni Budaya Binaraga di Desa Ambalkumolo Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen Niken Budi Lestari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.194 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskipsikan (1) Prosesi pertunjukan kesenian tradisional kuda lumping grup Seni Budaya Binaraga di Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, (2) Eksistensi kesenian tradisional kuda lumping grup Seni Budaya Binaraga di Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode etnografi. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Desember 2015. Subjek penelitian ini adalah warga desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, instrumen lainnya ada alat rekam, kamera, dan alat tulis untuk mencatat hal-hal yang penting. Hasil dari penelitian (1) Prosesi pertunjukan kesenian tradisional kuda lumping grup Seni Budaya Binaraga di Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, (a) Pra Pertunjukan, meliputi: a) Membuat perencanaan acara, b) Membersihkan arena pertunjukan kuda lumping,  c) Mempersiapkan berbagai sesaji,  d) Persiapan penari, e) Obong Menyan (membakar Kemenyan), (b) Bentuk pertunjukan kuda lumping grup Seni Budaya Binaraga, meliputi gerakan membuat lingkaran besar untuk berdoa, gerakan lenggutan kepala, gerakan congklak, gerakan thakuran, gerakan unton-unton, gerakan kentrungan, gerakan nyirig, gerakan gebesan, gerakan sendi kaki, gerakan sendi sampur,gerakan pancakgulu, gerakan teposan, dan (c) Pasca pertunjukan ditutup dengan penari kesurupan atau ndadi. (2) Eksistensi kesenian kuda lumping Seni Budaya Binaraga di Desa Ambalkumolo, antara lain (a) Sejarah berdirinya kesenian kuda lumping grup Seni Budaya Binaraga di Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, (b) Penghayatan Masyarakat Tentang Kesenian kuda lumping grup Seni Budaya Binaraga Desa Ambalkumo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, (c) Upaya Menjaga Kesenian kuda lumping grup Seni Budaya Binaraga Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen Agar Tetap Eksis, meliputi: a) latihan dengan rutin, b) membentuk grup, c) membentuk organisasi, d) pementasan, pementasan dibagi menjadi dua yaitu 1) pementasan latihan, dan 2) pementasan undangan/ ditanggap, dan e) peremajaan grup.   Kata kunci: Eksistensi, kesenian kuda lumping
Analisis Struktural dan Moralitas tokoh dalam Novel Tangise Kenja Aju karya Any Asmara Dewi Yunita Sari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.693 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur dalam novel Tangise Kenja Aju karya Any Asmara, dan (2) mendeskripsikan nilai moral pada novel Tangise Kenja Aju karya Any Asmara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Tangise Kenja Aju karya Any Asmara, objek berupa struktur dan moralitas yang terkandung dalam novel Tangise Kenja Aju karya Any Asmara. Instrumen dalam penelitian ini adalah human instrumen, alat bantu yang digunakan yaitu bolpoint, komputer, kartu data, serta buku-buku yang relevan yang dapat mendukung sebagai bahan acuan. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik observasi, dan teknik simak catat. Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantis. Teknik analisis data menggunakan content analysis atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa: (1) struktur dalam novel Tangise Kenja Aju karya Any Asmara, meliputi (a) tema, yaitu keegoisan seorang istri, (b) tokoh, yakni tokoh utama Sulistyarini, sedangkan tokoh tambahannya Dokter Asmara, R. M. Ranubusono, R. M. Ranubusono, Pak Soma, Bu Soma, dan Dokter Walujo. Penokohan difokuskan pada tokoh Sulistyarini yaitu seorang istri yang mempunyai sifat egois, (c) alurnya lurus atau maju, (d) latar meliputi latar tempat, latar waktu dan latar sosial, (e) sudut pandang yang  digunakan adalah sudut pandang persona ketiga mahatahu, (2) nilai moral dalam novel Tangise Kenja Aju karya Any Asmara yaitu (a) hubungan manusia dengan Tuhan seperti percaya takdir Tuhan, bersyukur kepada Tuhan (b) hubungan manusia dengan manusia seperti tidak membedakan derajat dan pangkat, setia terhadap pasangan hidup, egois, patuh dan tegas, mengabdi terhadap masyarakat (c) hubungan manusia dengan diri sendiri seperti sabar, sedih, kecewa dan bijaksana.   Kata kunci: struktur, moral, novel Tangise Kenja Aju
Analisis Tindak Tutur Bahasa Jawa dalam Novel Rangsang Tuban Karya Padmasusastra Taufik Nurfathir
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.036 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan wujud tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi (2) maksim pada novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita dalam novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra, sedangkan data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang dituturkan oleh para tokoh dalam novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan dibantu oleh seperangkat alat tulis dan kartu pencatat data. Teknik Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan validitas semantis, reliabilitas intrarater dan interrater. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik content analysis atau analisis isi. Teknik penyajian data yaitu teknik formal dan teknik informal. hasil penelitian ini diketahui penggunaan jenis tindak tutur dalam tuturan novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra yakni tindak tutur lokusi sebanyak 33 data tuturan, tindak tutur ilokusi sebanyak 21 data tuturan, tindak tutur perlokusi sebanyak 15 data tuturan. Jenis tindak tutur yang paling banyak ditemui adalah tindak tutur lokusi. Jenis maksim yang digunakan dalam novel Rangsang Tuban karya Padmasusastra pada prinsip kerjasama meliputi maksim kuantitas sebanyak 2 data tuturan, maksim kualitas sebanyak 2 data tuturan, maksim relevansi sebanyak 1 data tuturan, dan maksim pelaksanaan sebanyak 1 data tuturan. Prinsip kesopanan meliputi maksim kebijaksanaan sebanyak 2 data tuturan, maksim penerimaan sebanyak 1 data tuturan, maksim kemurahan sebanyak 1 data tuturan, maksim kerendahan hati sebanyak 1 data tuturan, maksim kecocokan sebanyak 1 data tuturan, dan maksim kesimpatian sebanyak 1 data tuturan.   Kata kunci: tindak tutur, novel Rangsang Tuban