cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Penggunaan Bahasa Jawa di Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo (Kajian Geografis Dialek) Pipin Dwi Oktafiani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 2 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.25 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (a) variasi fonologis (b) bentuk leksikon. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Panto, Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah dialek bahasa Jawa pada masyarakat Desa Panto, Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran. Teknik Pengumpulan data menggunakan metode Pupuan Lapangan. Teknik ini mengenal tiga teknik lanjutan  yaitu teknik cakap semuka, teknik catat, dan teknik rekam. Uji keabsahan data peneliti menggunakan metode triangulasi. Teknik analisis data menggunakan metode Distribusional melalui teknik pasangan minimal, sedangkan untuk teknik penyajian data disajikan secara deskriptif.  Hasil penelitian: (1) bidang fonologi, antara bahasa Jawa di Desa Panto memiiki perbedaan dalam segi perelisasian dengan bahasa Jawa standar. Perbedaan ini terletak pada fonem /u/ dilafalkan [U], fonem /i/ dilafalkan [I] untuk semua posisi, yaitu posisi awal, tengah, dan akhir’. Bunyi akhir /n/ dilafalkan [ŋ]. Bahasa Jawa di Desa Banyumudal memiliki perbedaan terletak pada fonem /e/ dilafalkan [ɛ], fonem /i/ dilafalkan [I] untuk semua posisi awal, tengah dan akhir, bunyi vokal /o/ dilafalkan [ɔ]. Bahasa Jawa di desa Bogoran memiliki perbedaan dalam segi perelisasiannya bunyi fokal /a/ dilafalkan [ə]. (2) Pada leksikon bahasa Jawa di Desa Panto, Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran, terdapat persamaan dan perbedaan dengan bahasa standar. Dalam menggunakan bahasa Jawa sehari-hari masyarakat Desa Panto, Desa Banymudal, dan Desa Bogoran menggunakan bahasa Jawa ngoko, tetapi pada keadaan dan waktu tertentu menggunakan bahasa Jawa krama. Bahasa Jawa yang digunakan Desa Panto Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran memiliki perbedaan pelafalan masing-masing.  Ada beberapa kata yang berbeda yang menjadi ciri khas Desa Panto, Desa Banyumudal, dan Desa Bogoran. Kata Kunci: Dialek, Bahasa Jawa, Kecamatan Sapuran
Kajian Psikologi Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel Carang-Carang Garing Karya Tiwiek SA Dwiari Anggun Pramitha
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.518 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitan ini bertujuan (1) Mendeskripsikan struktural yang terdapat dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA. Analisis struktural yang digunakan dalam skripsi ini adalah tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang; (2) Mendeskripsikan aspek psikologi dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA yaitu: id, ego, dan super ego; (3) Mendeskripsikan nilai pendidikan moral yang terkandung dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA, yaitu: hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, hubungan manusia dengan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian yaitu novel  Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA. Data penelitian adalah analisis struktural, psikologi sastra dan nilai pendidikan moral yang terdapat dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan tabel pencatat data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menjelaskan berupa: 1) analisis struktural yang digunakan dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA adalah tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang; 2) psikologi sastra dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA membahas delapan tokoh yaitu Darmini, Suyatman, Darminah, Bambang, Camat Heru, Tutik, Lik Sumi, Adri. Pada analisis psikologi tokoh Darmini, Suyatman, Darminah, Camat Heru, dan Tutik lebih cenderung dominan dalam kepribadian ego dari pada id dan super ego. Kepribadian ego dapat membedakan sesuatu yang hanya ada di dalam batin dan sesuatu yang ada di dunia luar, sehingga sering kali ego harus  mempersatukan pertentangan-pertentangan antara id dan super ego dan dunia luar. Tokoh Bambang cenderung pada kepribadian id. Kepribadian id merupakan reservoir energi psikis yang menggerakkan ego dan super ego. Hal ini terlihat pada tindakan yang dilakukan Bambang kepada Darmini, dirinya berkata kasar, seenaknya, dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Sedangkan tokoh Adri cenderung pada kepribadian super ego. Kepribadian super ego cenderung untuk menentang baik ego dan id. Terlihat pada kecurigaan Adri dengan meninggalnya Wawan karena tenggelam. Padahal dirinya tahu kalau Wawan pandai berenang; 3) nilai pendidikan moral yang terdapat dalam novel Carang-Carang Garing karya Tiwiek SA terbagi atas empat pembahasan yaitu hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, hubungan manusia dengan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi niat baik, sedih, bijaksana, rela berkorban, pantang menyerah, dan yakin. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial meliputi memuji atau menyanjung orang lain, tulus, pengkhianatan, cinta kasih terhadap suami istri, anak terhadap orang tua, dan kekeluargaan. Nilai moral hubungan manusia dengan lingkungan alam yaitu rindu kampung halaman. Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yaitu berserah diri dan berdoa.   Kata kunci : psikologi, nilai pendidikan, novel Carang-Carang Garing
Relevansi Nilai Budi Pekerti dalam Geguritan Dharmakerti Karya I Gusti Ngurah Bagus Linda Ratna Meylia
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.434 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai budi pekerti yang terkandung dalam Geguritan Dharmakerti, (2)  relevansi nilai budi pekerti dalam Geguritan Dharmakerti dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian dalam penelitian ini dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Geguritan Dharmakerti karya I Gusti Ngurah Bagus, objeknya berupa nilai budi pekerti yang terkandung dalam Geguritan Dharmakerti serta relevansinya dengan kehidupan sekarang. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, alat tulis dan buku-buku terkait yang relevan yang dapat menunjang sebagai buku acuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantis dan ketekunan pengamatan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau “content analysis”. Metode penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) nilai budi pekerti yang terdapat dalam Geguritan Dharmakerti yaitu meliputi: (a) meyakini adanya Tuhan dan menaati ajaran-Nya, yaitu: percaya adanya Tuhan, ingat kepada Tuhan,; (b) menaati ajaran agama, yaitu: berbakti kepada Tuhan, tidak mencuri, tidak membunuh, mensyukuri anugerah Tuhan; (c) toleransi, yaitu: tenggang rasa, tidak mengambil hak orang lain; (d) disiplin, yaitu: taat aturan, mengelola waktu dengan baik, tahu waktu beribadah; (e) etos kerja dan belajar, yaitu: tekun belajar, rajin bekerja; (f) rasa tangung jawab, yaitu: bertanggung jawab; (g) rasa terbuka, yaitu: memaafkan; (h) mengendalikan diri, yaitu: sabar, tidak mudah marah, tidak iri dan dengki, tidak memfitnah, ikhlas mengendalikan diri dan pikiran; (i) berpikir positif, yaitu: berhati bersih, berpikiran jernih; (j) cinta dan kasih sayang, yaitu: kasih sayang orang tua, berbakti kepada suami, menghormati suami, setia kepada suami,tidak membeda-bedakan, simpati, berbagi; (k) kebersamaan dan gotong royong, yaitu: gotong royong dan tolong menolong, menjaga kebersihan; (l) menghormati, yaitu: menghormati pendapat orang lain; (m) tata krama dan sopan santun, yaitu: bermoral baik, bertata krama, bertutur kata halus, taat tata tertib dan tata susila, senantiasa berbuat baik, (n) menumbuhkan kejujuran, yaitu: berkata jujur; dan (2) relevansi nilai budi pekerti dalam Geguritan Dharmakerti karya I Gusti Ngurah Bagus masih dapat diterapkan pada kehidupan sekarang dalam menjalani kehidupan dengan baik.   Kata kunci: budi pekerti, relevansi, Geguritan Dharmakerti
Analisis Nilai Moral dalam Novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo Ria Tri Wahyuni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.995 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur struktural dalam novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo; (2) nilai-nilai moral dalam novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo. Objek penelitian ini adalah nilai moral dalam novel Gégér Wong Ndekep Macan karya Hari W. Soemoyo. Dalam pengumpulan data digunakan teknik baca dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini dengan nota pencatat data. Dalam analisis data digunakan teknik analisis isi. Adapun teknik keabsahan data digunakan teknik peningkatan ketekunan. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) unsur struktural (a) tema: Perjuangan Kaji Iwak dan laskar organik dalam mengembangkan atau memajukan desa Gegerbuta, (b) tokoh dan penokohan: tokoh utama yaitu Kaji Iwak: suka menolong, bijaksana, baik hati, sedangkan tokoh tambahan yaitu Nartem: sayang kepada anak, Cindy: pekerja keras, Ridwan: mandiri, Pak Wardana: sederhana, Pak Bambang: sederhana, Pak Pambudi: pembohong, Pak Suhartono: jahat, Hidayat: baik pada saat ada maunya, Pak Supranto: sederhana, Santoso: peduli dengan sesama, Kaki Saring: bertanggung jawab, Yuhanto: tidak egois, Pak Lurah: tidak egois, (c) alur: maju, (d) latar: tempat: balong/kolam, padhukuhan Puncrit, Kantor Bupati, rumah Kaji Iwak, balai desa, mushola, stasiun, di dalam kereta, malioboro; waktu: pagi, siang, malam; suasana: menyenangkan, mengharukan, menyedihkan, (e) sudut pandang orang ketiga “dia” serba tahu, (f) amanatnya yaitu jangan melakukan kejahatan karena suatu saat bisa kembali kepada kita, jangan menerima suap, harus mengejar impian(2) nilai moral: hubungan manusia dengan Tuhan; bersyukur kepada Allah SWT, taat menjalankan perintah-Nya, berdoa kepada Allah, hubungan manusia dengan manusia; memberi contoh yang baik, bermanfaat untuk orang banyak, saling tolong-menolong, hormat dengan orang tua, hubungan manusia dengan diri sendiri; mandiri, tidak terpancing emosi, bekerja keras, tepat waktu, cekatan, jujur, tegas, rendah diri, hubungan manusia dengan lingkungan; memanfaatkan alam sekitar.   Kata kunci:nilai moral, novel Geger Wong Ndekep Macan
Analisis psikologipada cerbung mburu pusaka Karya al aris purnomo Yuni Fitrianingsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.377 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) aspek struktural yang terdapat pada cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo. (2) aspek psikologi yang terdapat pada cerbung Mburu Pusakakarya Al Aris Purnomo. Desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerbung Mburu Pusaka pada majalah Jaya Baya. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung aspek struktural dan psikologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri yang dilengkapi dengan kartu pencatat data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik pengujian kredibilitas data. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil analisis psikologi pada cerbung Mburu Pusaka meliputi analisis struktural dan analisis psikologi. Analisis struktural terdiri dari tema, tokoh, alur, latar, dan sudut pandang. Hasil analisis psikologi cerbung Mburu Pusaka karya Al Aris Purnomo yaitu terdiri dari aspek id (aspek biologis), ego (aspek psikologis) dan super ego (aspek sosiologis). Ketiga aspek tersebut terdapat di dalam tokoh Gunar Sudigdo, Nurcahya, Dirga Swandaru, Dyah Pramesthi, Tyas Widuri, Trianasti, Jarmadi, Dwi Wulansari, Mustadi, dan Banarto. Kata kunci : Analisis Psikologi, cerbung Mburu Pusaka  
Kajian Psikologi Tokoh Utama Cerita Bersambung Tikus Bangkok Karya Adinda As Pada Majalah Djaka Lodang Edisi 8 Agustus - 28 November Tahun 2015 dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas XI SMA Fitri Yani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.756 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur intrinsik pembangun cerita bersambung (2) aspek psikologis tokoh utama cerita bersambung Tikus Bangkok (3) rencana pelaksanaan pembelajaran cerita bersambung Tikus Bangkok Karya Adinda As di kelas XI SMA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data penelitian yaitu cerita bersambung Tikus Bangkok edisi 8 Agustus - 28 November Tahun 2015. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik pustaka. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan buku dan pensil sebagai instrumen tambahan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Hasil analisis data meliputi, 1) unsur intrinsik pembangun yang berupa: (a) tema: misteri kemunculan tikus bangkok dan keributan warga karena kemunculan tikus bangkok, (b) tokoh: tokoh utamanya Suro Gentho dan tokoh tambahannya: Mbah Prawiro, Wahyu, Pak Manto, Waskito, (c) alur: plot lurus, (d) latar: dhukuh Sorogenen, Kali Kuning, gardhu ronda, rumah sakit. Latar waktu: malam hari, Minggu pagi; sabtu siang; dan latar sosial meliputi status sosial rendah, status sosial tinggi. 2) Aspek psikologi tokoh Suro Gentho dalam cerita bersambung Tikus Bangkok karya Adinda As meliputi id, ego dan superego. Aspek ego tokoh utama adalah yang paling kuat, dapat dilihat dari perwatakannya: emosi, kecemasan, dan bertekad untuk menyelamatkan keluarganya. Aspek id tidak terlalu kuat sebab id tokoh utama lebih menguasai kepribadian dan bersifat sementara, dapat terlihat dari perwatakannya: rasa kesal, kepuasan batin dan khawatiran. Aspek superego tidak terlalu kuat, sebab superego tokoh utama bersifat sementara yang dapat dilihat dari perwatakannya: bijaksana, jujur, dan baik. 3) unsur intrinsik cerita bersambung Tikus Bangkok karya Adinda As yang telah dianalisis dapat dimanfaatkan untuk rencana pembelajaran di SMA untuk mencapai kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator sebagaimana dijelaskan dalam kurikulum. Kata kunci: analisis psikologi sastra, cerbung Tikus Bangkok
Nilai Religius dalam Serat Partawigena Karya K.P.A Kusumadiningrat Rani Pratiwi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.163 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai religius yang terkandung dalam naskah Serat Partawigena. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu naskah Serat Partawigena karya K.P.A Kusumadiningrat. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung nilai religius di dalam teks Serat Partawigena karya K.P.A Kusumadiningrat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kartu data. Keabsahan data diperoleh dari proses peningkatan ketekunan. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan teknik content analysis atau analisis isi penelitian sastra. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Serat Partawigena karangan K.P.A Kusumadiningrat berisi tentang kejujuran terdapat 9 indikator, keikhlasan terdapat 4 indikator, kesediaan berkorban terdapat 5 indikator dan ketakwaan terdapat 22 indikator.   Kata kunci: nilai religius, Serat Partawigena
Kajian Humor Pada Wacana Humor Apa Tumon Dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2015 Farkhatun Zahroh
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.745 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis-jenis humor pada wacana humor Apa Tumon dalam majalah Panjebar Semangat tahun 2015, (2) pelanggaran maksim pada wacana humor Apa Tumon dalam majalah Panjebar Semangat tahun 2015. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah wacana humor Apa Tumon dalam majalah Panjebar Semangat tahun 2015. Data penelitian berupa kutipan percakapan atau kalimat yang mengandung jenis humor dan pelanggaran maksim pada wacana Apa Tumon dalam majalah Panjebar Semangat tahun 2015.Penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat.Instrumen penelitian ini berupa kartu data.Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik ketekunan.Data yang dianalisis menggunakan teknikcontent analysis atau analisis isi.Teknik penyajiandata menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini ditemukannya (1) Jenis-jenis humor meliputi humor mahasiswa, humor seksual, humor jual-beli, humor agama, humor psikiater, humor percintaan, humor keluarga, humor rumah tangga, humor tingkah laku manusia, humor pendidikan, humor hutang-piutang, komik, humor dokter, olok-olok, humor pembantu, humor pencuri, humor intelektual, dan supresi. (2) Pelanggaran maksim kerja sama meliputi pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim cara, dan pelanggaran maksim relevansi (hubungan). Selanjutnya, pelanggaran maksim sopan-santun meliputi pelanggaran maksim kesepakatan, pelanggaran maksim kedermawanan, pelanggaran maksim pujian, pelanggaran maksim simpati, pelanggaran maksim kerendahan hati, dan pelanggaran maksim kearifan.   Kata kunci: humor, wacana Apa Tumon
Analisis Psikologi Sastra Novel Rembulan Ndhuwur Blumbang Karya Narko Sodrun Budiman Ema Lestari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.16 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur pembangun cerita meliputi: tema, tokoh, alur, latar dan sudut pandang, (2) analisis psikologi sastra novel Rembulan Ndhuwur Blumbang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data penelitian ini ialah novel Rembulan Ndhuwur Blumbang karya Narko Sodrun Budiman. Dalam teknik pengumpulan data penelitian ini digunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan kartu pencatat data dan alat tulis sebagai instrument tambahan. Dalam teknik analisis data digunakan teknik analisis konten atau isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Hasil penelitian ini meliputi, 1) struktur pembangun cerita meliputi: (a) tema: konflik batin percintaan tokoh utama yang berakhir dengan penyesalan yang mendalam, (b) tokoh: tokoh utamanya Anisah dan Purnomo, sedangkan tokoh tambahannya: Jatmiko, Kasan Sunar, Asrini, Faza, Mariyatin, Marjuni, Mukiyo, Trimah dan Soni, (c) alur: alur maju, (d) latar tempat: Kamar, Desa Kemuning, mushola, konter, rumah, Cafe, TK, Rumah sakit, ruang televisi, dan dapur, Latar waktu: pagi hari, siang hari dan malam hari; latar sosial meliputi keadaan masyarakat yang kuat dan teguh serta taat pada keyakinan agama mereka. 2) Aspek psikologi tokoh Anisah dalam novel Rembulan Ndhuwur Blumbang karya Narko Sodrun Budiman meliputi id, ego dan superego. Aspek ego tokoh utama adalah yang paling kuat, dapat dilihat dari perwatakannya: emosi, kecemasan, dan bertekad untuk menyelamatkan keluarganya. Aspek id tidak terlalu kuat sebab id tokoh utama lebih menguasai kepribadian dan bersifat sementara, dapat terlihat dari perwatakannya: rasa kesal, kepuasan batin dan khawatiran. Aspek superego tidak terlalu kuat, sebab superego tokoh utama bersifat sementara yang dapat dilihat dari perwatakannya: baik, bijaksana dan pengertian. Kata kunci: psikologi sastra, Rembulan Ndhuwur Blumbang
Gaya Bahasa dalam Cerita Bersambung Nrima Ing Pandum Karya Sutarmanto pada Majalah Panjebar Semanagat Tahun 2015 Muchni Trie Kurniawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 9, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.455 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang ada dalam Cerita Bersambung Nrima Ing Pandum karya Sutarmanto. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Cerita Bersambung Nrima Ing Pandum karya Sutarmanto, dan data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam Cerita Bersambung Nrima Ing Pandumkarya Sutarmanto berupa dialog-dialog yang didalamnya terdapat penggunaan gaya bahasa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument yang dibantu dengan buku tentang sastra dan cerita bersambung serta kartu pencatat data. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cerita Bersambung Nrima Ing Pandumkarya Sutarmanto mengandung gaya bahasa. Gaya bahasa yang digunakan meliputi yaitu gaya bahasa retoris yang terdiri dari hiperbola terdapat 2 indikator, gaya bahasa kiasan yang terdiri dari persamaan/simile terdapat 26 indikator, metafora terdapat 17 indikator, personifikasi terdapat 34 indikator, alusi terdapat 1 indikator, epitet terdapat 8 indikator, sinekdoke terdapat 2 indikator, metonomia terdapat 8 indikator, innuendo terdapat 2 indikator.   Kata Kunci: gaya bahasa, cerita bersambung Nrima Ing Pandum