cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Analisis Feminisme Tokoh Utama dalam Novel Dokter Wulandari karya Yunani April Liyaningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 2 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.785 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1)  Unsur intrinsik yang terdapat dalam cerita novel  Dokter Wulandari; (2) Unsur feminisme yang meliputi aspek fisik, aspek psikis, dan aspek sosial yang terdapat dalam cerita novel  Dokter Wulandari karya Yunani. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.Sumber data penelitian ini adalah ceritadalam novel Dokter Wulandari karya Yunani.Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita novel Dokter Wulandari karya Yunani.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat.Instrumen penelitian yang dilakukan menggunakan human instrument (peneliti sendiri) tabel, dan didukung buku-buku yang relevan dengan penelitian.Teknik analisis data yang digunakan adalah content analisis (analisiskonten).Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantic dan realibilitas keakuratan.Penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil analisis penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Tema dalam cerita novel Dokter Wulandari karya Yunani adalah perjalanan cinta Wulandari  yang selalu kandas karena status keluarga yang belum jelas dan pertemuan Wulandari dengan kedua orang tuanya. Tokoh utamanya adalah Wulandari ( Sulastri ), dan tokoh tambahannya adalah Hinaryanto, Rudi, Utami, Bu Sosro, Pak Gatot ( Wibowo ), Bu Gatot, Pak Puguh, Bu Puguh, Darmawan,  BambangTrisula. Alur yang  digunakan adalah alur campuran. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana.Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona ketiga. (2) Citra feminisme yaitu: (a) aspek fisik yang meliputi manis, cantik, putih, rambut panjang, seksi, pipi halus kencang. (b) aspek psikis meliputi bertanggungjawab, perhatian, keras kepala, minder, (c) aspek sosial meliputi bersosialisasi, berorganisasi, berbaur dengan masyarakat.   Kata Kunci: Citra Feminisme, Novel Dokter Wulandari.  
Campur Kode dalam Percakapandi LingkunganHome IndustriDesa Bugel Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo Jawa Tengah Dina Kurniawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 2 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.855 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah (1) mendeskripsikan bentuk campur kode yang berupa kata, frasa, baster, pengulangan kata, klausa pada percakapan di lingkungan Home Industri Desa Bugel Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo dan (2) mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi campur kode yang berupa kata, frasa, baster, pengulangan kata, klausa pada percakapan di lingkungan Home Industri Desa Bugel Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah berupa seluruh tuturan dalam percakapan di lingkungan Home Industri Desa Bugel Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik rekam yang dibantu dengan kamera digital serta teknik catat pada kartu data. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dengan menggunakan bantuan alat berupa kamera digital, nota pencatat data beserta alat tulisnya, serta laptop. Teknik keabsahan data menggunakan uji kredibilitas atau kepercayaan terhadap hasil penelitian dengan cara meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan adalah, bentuk Campur kode yang berupa kata, frasa, baster, pengulangan kata, klausa dalam percakapan di lingkungan Home Industri Desa Bugel Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo ditemukan 63 peristiwa campur kode. a) Peristiwa campur kode yang berwujud kata 36 buah kata, b) Peristiwa campur kode yang berwujud frasa 15 buah frasa, c) Peristiwa campur kode yang berwujud baster 2 buah baster, d) Peristiwa campur kode yang berwujud pengulangan kata 5 buah pengulangan kata, e) Peristiwa campur kode yang berwujud klausa 5 buah klausa dan menemukan faktor yang mempengaruhi campur kode yang berupa kata, frasa, baster, pengulangan kata, dan klausa pada percakapan di lingkungan Home Industri Desa Bugel Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo.   Kata Kunci: campur kode, percakapan, dan home industri.  
Analisis Alih Kode dan Campur Kode dalam Iklan Radio Merapi Indah 104.9 FM Kabupaten Magelang Samsul Arifin
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 2 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.69 KB)

Abstract

Abstrak:  Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah (1)    untuk mendeskripsi bentuk campur kode yang berupa kata, frasa, pengulangan kata, baster dan klausa dalam tuturan iklan radio Merapi Indah 104.9 FM Kabupaten Magelang  dan (2) bentuk alih kode antarbahasa dalam iklan radio Merapi Indah 104.9 FM Kabupaten Magelang.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah berupa seluruh tuturan dalam iklan radio Merapi Indah 104.9 FM Kabupaten Magelang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik rekam yang dibantu dengan handphone serta teknik catat pada kartu data. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dengan menggunakan bantuan alat berupa handphone, nota pencatat data beserta alat tulisnya, serta laptop. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal.Hasil penelitian yang ditemukan adalah, pertama wujud Alih kode dalam iklan Radio Merapi Indah 104.9 FM Kabupaten Magelang ditemukan 5 peristiwa alih kode antar bahasa, yang kedua wujud Campur kode dalam iklan Radio Merapi Indah 104.9 FM Kabupaten Magelang ditemukan 41 peristiwa campur kode. a) Peristiwa campur kode yang berwujud kata 28 buah indikator, b) Peristiwa campur kode yang berwujud frasa 4 buah indikator, c) Peristiwa campur kode yang berwujud pengulangan kata 2 buah indikator, d) Peristiwa campur kode yang berwujud baster 6 buah indikator, e) Peristiwa campur kode yang berwujud klausa 1 buah indikator.   Kata Kunci: alih kode, campur kode, iklan radio.
Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Jawa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together pada Siswa Kelas VII I MTsN Triwarno Kutowinangun Kabupaten Kebumen Ani Safaroh
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.912 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together); dan (2) mengetahui hasil belajar siswa kelas VII I MTsN Triwarno Kutowinangun tahun pelajaran 2014/2015 setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Head Together). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII I MTsN Triwarno Kutowinangun yang berjumlah 30 siswa dan objek penelitian ini adalah kemampuan menulis aksara Jawa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Validitas data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dapat meningkatkan keterampilan menulis aksara Jawa pada siswa kelas VII I MTsN Tri warno Kutowinangun tahun ajaran 2014/2015. (2) Hal ini dapat dilihat pada keterampilan menulis aksara Jawa prasiklus nilai rata-rata siswa 61,3 dengan persentase ketuntasan klasikal 20 %, pada siklus I nilai rata-rata kelas 69,5 dengan persentase ketuntasan klasikal 64 %, dan siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 77,3 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 90%.   Kata kunci: menulis, aksara Jawa, Numbered Head Together
Citraan dan Hermeneutika dalam Antologi Geguritan Sesotya Prabangkara ing Langit Ngayogya Ari Surya Wijaya
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.237 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan citraan yang terdapat dalam Geguritan pada antologi Geguritan Sesotya Prabangkara Ing Langit Ngayogya, (2) mendeskripsikan makna yang terdapat dalam Geguritan pada antologi Geguritan Sesotya Prabangkara Ing Langit Ngayogya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan bidang kajian sastra. Subjek penelitiannya berupa geguritan dalam antologi Geguritan Sesotya Prabangkara Ing Langit Ngayogya yang diterbitkan oleh Pesan-Trend Budaya Ilmu Giri Yogyakarta dengan jumlah 150 judul geguritan. Objek penelitian adalah citraan dan makna dalam geguritan pada antologi Geguritan Sesotya Prabangkara Ing Langit Ngayogya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumenter dan teknik catat. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis data menggunakan metode content analysis yang mengkaji teks karya sastra (geguritan) secara menyeluruh. Teknik penyajian hasil analisis dengan menggunakan teknik penyajian hasil analisis informal. Hasil analisis menunjukkan adanya citraan berupa: 1) citraan penglihatan sebanyak 50 jenis data, 2) citraan pendengaran sebanyak 38 jenis data, 3) citraan perabaan sebanyak 17 jenis data, 4) citraan penciuman sebanyak 7 jenis data, 5) citraan pencecapan sebanyak 11 jenis data, dan 6) citraan gerak sebanyak 40 jenis data. Selanjutnya dalam pemaknaan secara hermeneutika berbagai macam bentuk makna yang tersirat, yaitu pemaknaan tentang percintaan atau kasmaran, pemaknaan tentang persahabatan, pemaknaan tentang suasana hati atau keadaan, pemaknaan tentang pendidikan, pemaknaan tentang pesan atau ajakan, pemaknaan tentang nasihat, pemaknaan tentang renungan, pemaknaan tentang harapan, pemaknaan tentang religius, pemaknaan tentang peristiwa alam, pemaknaan tentang tragedi, pemaknaan tentang duka atau kematian, pemaknaan tentang penggambaran tokoh, pemaknaan tentang perubahan budaya atau perkembangan zaman, pemaknaan tentang perjuangan atau usaha, pemaknaan tentang sikap dan perilaku tercela, pemaknaan tentang penderitaan, dan pemaknaan tentang perseteruan.Kata kunci: Citraan, Hermeneutika, Antologi Geguritan
Kajian Folklor dalam Tradisi Nyokol omah di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang Dhoni Sutrisno
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.359 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) prosesi pelaksanaan tradisi Nyokol omah, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan dalam tradisi Nyokol omah, dan (3) fungsi folklor dalam tradisi Nyokol omah. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah delapan. Data dari penelitian ini berupa wawancara dari informan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (participant observer). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, teknik observasi partisipasi, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan (1) prosesi tradisi Nyokol omah meliputi: (a) penentuan hari, (b) tahlilan, (c) njagongke warga, (d) makan bersama, (e) pelaksanaan tradisi (persiapan sesaji, mengubur degan ijo, menggantung sawen, dan kenduri), (f) jedholan srana, (g) nandhur srana, dan (h) nyepasari, (2) sesaji yang digunakan meliputi: (a) degan ijo, (b) gereh petek, brambang, bawang, lombok abang, mrica, dan garam, (c) dom, (d) bolah putih, (e) padi dan jagung, (f) takir, (g) janur kuning, (h) jengga, (i) empluk kendhi dan beras empluk, (j) senthir, (k) wit gedhang, (l) wit tebu, (m) godhong dadap srep, (n) godhong ringin, (o) sendhang panguripan, (p) tumpeng rasul, (q) ingkung, (r) jajanan pasar, (s) jenang abang putih, (t) ketan, (u) tempe, krupuk dan sayur, (v) gedhang Raja, (w) banyu kembang, (x) kemenyan, (y) dhuwit, (z) wedhang (kopi, putih, teh) dan rokok, (3) fungsi folklor dalam tradisi Nyokol omah meliputi: (a) fungsi sosial, (b) fungsi ritual, (c) fungsi pelestarian tradisi, (d) fungsi pendidikan, dan (e) fungsi pelestarian lingkungan hidup.Kata Kunci: tradisi Nyokol omah
Nilai Moral dalam Novel Suminar Karya Tiwiek SA Bagas Prasetyo Nugroho
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.655 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel Suminar karya Tiwiek SA; dan (2) nilai moral yang terdapat dalam novel Suminar karya Tiwiek SA. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Suminar karya Tiwiek SA. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel Suminar karya Tiwiek SA. Teknik pengumpulan data digunakan teknik pustaka, simak dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik keabsahan data digunakan teknik perpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Dalam analisis data digunakan metode “content analysis” atau analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Dari hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Suminar karya Tiwiek SA terdiri dari: (a) tema adalah percintaan, (b) tokoh utamanya yaitu Suminar; tokoh tambahannya yaitu Indarto, Yu Parti, Mbok Kadinah, Pak Sudarman, Siska, Kadini, Teguh, Yu Munah, Parjan, Parno, dan Ki Anom Suroto. (c) alur yang digunakan adalah alur maju. (d) latar yang digunakan meliputi: latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan orang ketiga “dia” serba tahu. (2) nilai pendidikan moral terdiri dari nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, meliputi: bijaksana, teliti dan hati-hati, mengutamakan kebaikan, pandai, tidak gengsi, pemberani dan tabah, tidak materialistis, tidak mudah percaya, berpikir realistis, dan memiliki harga diri; nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia dalam lingkup sosial dan dengan lingkungan alam, meliputi: setia kepada pasangan, berbakti kepada orang tua, sayang kepada keluarga, perhatian kepada sesama, jujur kepada orang lain, dermawan, perduli dan perhatian kepada pasangan, suka menolong, suka menolong, suka menasihati, dan pemaaf; dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, meliputi: beribadah, ingat kepada Tuhan, percaya adanya Tuhan, dan bersyukur.Kata Kunci : nilai moral, novel Suminar
Pandangan Masyarakat Islam di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang terhadap Kesenian Sintren Zuliatun Ni’mah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.024 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) bentuk penyajian kesenian Sintren (2) fungsi kesenian Sintren (3) pandangan masyarakat Islam terhadap kesenian Sintren. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan 22 orang. Data dari penelitian ini berupa wawancara dari informan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (participant observer). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, teknik observasi non partisipasi, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan (1) Bentuk penyajian kesenian Sintren meliputi: pelaku (Panjak 7, Pengrawit 5, Plandang atau Cantrik 2, Pawang 1, Bador 1,dan Sintren 1, gerak (kepala melenggak-lenggok, kaki berjingkat-jingkat, pinggul bergoyang), iringan (kendang, gambang, demung dan gong) dan tembang (Sulasih-Sulandono,turun-turun Sintren, dan campursari) busana (bebas) dan tata rias (cantik), tempat (di atas panggung) dan waktu pertunjukan (malam hari), properti (1 kurungan ayam), penonton (bervariasi), dan urutan penyajian. (2) fungsi pertunjukan meliputi: Untuk mengungkapkan keindahan, sebagai hiburan, sebagai pemanggil kekuatan supranatural (Gaib), dan sebagai pelestarian budaya. (3) Pandangan masyarakat Islam terhadap kesenian Sintren ini perlu dilestarikan asalkan tidak bertentangan dengan agama Islam. Mengenai kesurupan penari Sintren dalam kesenian Sintren agama Islam tidak memperbolehkan karena itu sama saja mengundang jin dan termasuk syirik.Kata Kunci: Kesenian Sintren
Peningkatan Keterampilan Menulis Pengalaman Pribadi Menggunakan Metode Think Talk Write (TTTW) Pada Siswa Kelas VII G MTs Negeri Loano Tahun Ajaran 2016/ 2017 Tika Setiyana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.018 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menulis pengalaman pribadi kelas VII G MTs Negeri Loano dengan menggunakan metode Think Talk Write (TTW) serta untuk mengetahui peningkatan prestasi siswa kelas VII G MTs Negeri Loano dalam pembelajaran menulis pengalaman pribadi setelah menggunakan Metode Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Sumber data dalam penelitian ini Siswa Kelas VII G MTs Negeri Loano. Data dalam penelitian ini adalah hasil tes kemampuan menulis pengalaman pribadi dan langkah-langkah menulis pengalam pribadi dengan menggunakan metode Think Talk Write (TTW). Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman pengamatan, wawancara, penugasan, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran menulis pengalaman pribadi dengan menggunakan metode Think Talk Write (TTW) dilaksanakan dalam II siklus yang meliputi perencanaan, implementasi tindakan, pemantauan dan refleksi. (2) Peningkatan prestasi menulis pengalaman pribadi siswa pada siklus I nilai rata-ratanya 74,07 telah mengalami peningkatan sebesar 57,90% dari nilai rata-rata prasiklus 66,44, pada siklus II nilai rata-rata 78,70 siswa mengalami peningkatan dalam menulis pengalaman pribadi sebesar 94,73%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis pengalaman pribadi dengan menggunakan Metode Think Talk Write (TTW).Kata kunci: menulis, pengalaman pribadi, Think Talk Write (TTW)
Analisis Nilai Moral Cerita Bersambung “Lahar Kali Krasak” Karya Itheng Sulistyawati pada Majalah Djaka Lodang Edisi Desember 2015 – Februari 2016 dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Di Kelas XI SMA Eri Lesviyati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.116 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, (1) unsur intrinsik cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati (2) nilai moral cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan: (1) unsur intrinsik cerita bersambung Lahar Kali Krasak meliputi: (a) tema: penghianatan dalam kehidupan rumah tangga, keikhlasan dan melakukan kebaikan terhadap orang lain. (b) Tokoh utama: Pak Tarlan, Bu Tarlan. Tokoh tambahan: Pak Rohiman, bu Rohiman, Lian, Ari. (c) Alur: tahap penyituasian, tahap pemunculan konflik, tahap peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap penyelesaian. (d) Latar tempat: Rumah Pak Tarlan, TK Pertiwi Blawuran, Pos penjagaan polisi, Kantor Bayangkari, Tempat parkir, Halaman rumah Pak Tarlan, Kandang ayam, Belakang rumah Mbah Sastro, Rumah Om Teddy, Rumah Pak komandan, Dalam Angkutan dan Latar waktu: pagi hari, siang hari, Sore siang, dan Latar sosial: yang diceritakan dalam cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati meliputi status sosial rendah, status sosial tinggi. (2) Nilai moral dalam cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati meliputi: (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya: ibadah, meminta rejeki kepada yang maha kuasa, berdoa dan bersyukur. (b) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri: Bekerja keras, Bertanggung Jawab, marah, Rajin, malas, sebal, Taat akan peraturan, rasa ikhlas. (c) Nilai Moral hubungan Manusia dengan Manusia Lain: Penghianatan (perselingkuhan) dan Peduli kepada orang lain. (3) unsur intrinsik cerita bersambung Lahar Kali Krasak karya Itheng Sulistyawati yang telah dianalisis dapat dimanfaatkan untuk rencana pembelajaran di SMA untuk mencapai kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator sebagaimana dijelaskan dalam kurikulum.Kata kunci : nilai moral, cerbung Lahar Kali Krasak, rencana pelaksanaan pembelajaran