cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Pengembangan Model Pembelajaran Berbicara Bahasa Jawa Berbasis Analisis Kesantunan di Sekolah Menengah Kejuruan Herlina Setyowati Joko Purwanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.707 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian adalah untuk (1) menghasilkan model pembelajaran berbicara berbasis kesantunan di Sekolah Menengah Kejuruan;(2) mengetahui efektivitas model pembelajaran berbicara berbasis kesantunan dalam pelaksanaan praktik berbicara siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan pendidikan (education Research & Development). Penelitian pengembangan didefinisikan sebagai pengkajian yang sistematik dalam pendesainan, pengembangan dan pengevaluasian program, proses dan produk pengajaran yang harus memenuhi kriteria validitas, praktikalitas dan efektivitas dengan langkah (1) identifikasi masalah dan potensi, (2) alternatif solusi, (3) rancangan produk, (4) rancangan pembuatan  materi dan perangkat lunak, (5) produk awal, (6) uji ahli, (7) revisi I, (8) uji empirik terbatas, (9) revisi II, dan (10) produk akhir. Berdasar hasil pengembangan dan pengujian, diketahui bahwaberdasar hasil angket kebutuhan guru sebesar 60% dan siswa sebesar 80%. Hal ini menunjukkan perlu adanya pengembangan model kesantunan berbahasa. Efektivitas model pembelajaran berbicara berbasis kesantunan. Hasil perhitungan statistik menunjukkan t hitung 17.78 sedangkan t table dengan df 121 = 1,66. t hitung lebih besar dari pada t table artinya ada perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Nilai p value sebesar 0,000 di mana < 0,05. Karena < 0,05 maka ada perbedaan bermakna secara signifikan pada probabilitas 0,05. Jadi, ada perbedaan yang efektif dan signifikan keterampilan berbicara antara kelompok yang melakukan pembelajaran menggunakan model kesantunan berbahasa dan konvensional.   Kata Kunci : Model Pembelajaran, Berbicara, Analisis Kesantunan, SMK
Makna dan Relevansi Simbolik Mantra Siraman Gong Kyai Pradah Lodaya dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Lodaya Blitar Ruddat Ilaina R.A; Suci Puspita Sari; Halimatus sadiah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 12, No 1 (2018): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.486 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna mantra Siraman Gong Kyai Pradah dan relevansi simbolik mantra dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik dan teori interpretasi yang dikemukakan oleh Paul Ricoeur dengan menerapkan prinsip-prinsip metode hermeneutika. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif karena mengidentifikasi kalimat-kalimat yang berkaitan dengan peristiwa mantra tersebut saat diucapkan. Sumber data yang digunakan adalah teks mantra Siraman Gong Kyai Pradah Lodaya dan data hasil wawancara yang dilakukan dengan informan. Data penelitian berupa mantra yang diucapkan dalam upacara Siraman Gong Kyai Pradah dan cerita adanya relevansi mantra tersebut dengan pelaksanaan siraman. Hasil akhir penelitian tersebut di antaranya yaitu pertama, mantra Siraman Gong Kyai Pradah Lodaya terdiri dari matra yang ditujukan kepada pusaka gong atau Mbah Pradah dan mantra yang ditujukan kepada Allah SWT sebagai bentuk permohonan kesejahteraan bagi masyarakat di Desa Lodaya. Kedua, adanya relevansi simbolik antara mantra Siraman Gong Kyai Pradah Lodaya dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW berupa adanya wujud kesejahteraan dan wujud pertolongan yang diberikan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW serta perlindungan pusaka Gong Kyai Pradah kepada masyarakat di Desa Lodaya. Kata Kunci : mantra, makna, relevansi
Nilai Budi Pekerti Dalam Pertunjukan Wayang Lakon Pandu Swargo Oleh Ki Sutarko Hadi Wacono Bas tomi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 12, No 1 (2018): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.734 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan nilai budi pekerti yang terdapat dalam lakon wayang Pandu Swargo karya Ki Sutarko Hadi Wacono, (2) mendeskripsikan relevansi nilai budi pekerti dalam lakon wayang Pandu Swargo karya Ki Sutarko Hadi Wacono dalam kehidupan sekarangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam cerita wayang lakon Pandu Swargo karya Ki Sutarko Hadi Wacono dan relevansinya dengan kehidupan sekarang. Sumber data adalah video wayang lakon Pandu Swargo karya Ki Sutarko Hadi Wacono. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan teknik dokumen dan teknik analisis isi. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen dan instrumen pembantu adalah instrumen berupa kartu pencatat. Metode analisis data adalah  mencari dan menyusun secara sistematis data, yang diperoleh dari dokumen dengan cara mengorganisasikan, menjabarkan, melakukan sintesa, dan menyusun pola memilih yang penting dan yang akan dipelajari membuat kesimpulan. Hasil penelitian wujud nilai-nilai budi pekerti dalam lakon wayang Pandu Swargo : (1) nilai budi pekerti yang berkaitan sikap dan perilaku dalam  hubungannya dengan Tuhan: berdoa kepada Tuhan ketika hendak melakukan sesuatu,  menerima apapun  keadaan yang berasal dari kehendak Tuhan, sifat belas kasih Tuhan kepada manusia serta meminta pertolongan kepada Tuhan, (2) nilai budi pekerti yang berkaitan sikap dan perilaku dalam  hubungannya dengan diri sendiri: bersikap bijak, jujur, mawas diri, sabar, tanggung  jawab,  berhati-hati, pantang menyerah, (3) nilai budi pekerti yang berkaitan sikap dan perilaku dalam hubunganya dengan keluarga: bijaksana, pengabdian, rasa kasih sayang, rela berkorban, , amanah, (4) nilai budi pekerti yang berkaitan Sikap dan  perilaku dalam  hubungannya dengan masyarakat dan bangsa: rasa toleransi, bijaksana, pengabdian, amanah, (5) Nilai budi pekerti yang berkaitan sikap dan perilaku dalam hubungannya dengan alam sekitar: menjaga alam.   Kata Kunci: budi pekerti, relevansi, Pandu Swargo.
Nilai Pendidikan Moral pada Cerita Bersambung “Tikus Bangkok” Karya Adinda As dalam Majalah Djaka Lodhang Tahun 2015 Erwin Candra Hapsila
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 12, No 1 (2018): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.983 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur cerita; dan (2) nilai pendidikan moral yang terdapat dalam cerita bersambung “Tikus Bangkok” karya Adinda AS. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung  “Tikus Bangkok” karya Adinda AS. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung  “Tikus Bangkok” karya Adinda AS. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) struktur cerita bersambung “Tikus Bangkok” karya Adinda AS terdiri dari: (a) tema adalah menjaga ketentraman desa Sorogenen, (b) dengan tokoh utama Suro Gentho; tokoh tambahannya yaitu Mbah Wiro, Pak Sugiyo, Pak Isna, Warto, Wahyu,Waskito, Pak Sumanto, Kertapati, Bahureksa. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju. (d) Latar yang digunakan meliputi: latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu. (2) nilai pendidikan moral terdiri dari nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia dalam lingkup sosial dan dengan lingkungan alam, dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan.   Kata Kunci : nilai pendidikan moral, cerita bersambung  “Tikus Bangkok”
Nilai Pendidikan Moral dalam Roman Kasetyaning Wanita Karya Drs. Soetarno Boedisoesetya Kama di
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 12, No 1 (2018): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.045 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam roman Kasetyaning Wanita; dan (2) nilai pendidikan moral yang terdapat dalam roman Kasetyaning Wanita. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah roman Kasetyaning Wanita karya Drs. Soetarno Boedisoesetya. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari roman Kasetyaning Wanita karya Drs. Soetarno Boedisoesetya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik keabsahan data menggunakan teknik perpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik roman Kasetyaning Wanita karya Drs. Soetarno Boedisoesetya terdiri dari: (a) tema adalah pengabdian dan kesetiaan istri untuk mempertahankan keutuhan keluarga, (b) Tokoh utama Budisusetya; tokoh tambahannya yaitu Suharsih, Srijanah, Pak Suwalip, Sunarta, Suharti, Anie, Inspektur Polisi Slamet, Jaka. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju. (d) Latar yang terdapat dalam roman Kasetyaning Wanita meliputi: latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu. (2) nilai pendidikan moral terdiri dari nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia dalam lingkup sosial dan dengan lingkungan alam, dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan.   Kata Kunci : nilai pendidikan moral, Kasetyaning Wanita.  
Kohesi Gramatikal Pada Kumpulan Cerkak Kidung Wengi Ing Gunung Gamping karya ST.Iesmaniasita Laras Pamujo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 12, No 1 (2018): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.446 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis penanda kohesi gramatikal dan (2) penggunaan bentuk kohesi gramatikal pada Kumpulan Cerkak Kidung Wengi Ing Gunung Gamping. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam Kumpulan Cerkak Kidung Wengi Ing Gunung Gamping. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kumpulan Cerkak Kidung Wengi Ing Gunung Gamping. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka, simak dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan menggunakan alat pencatat data. Teknik analisis data yang digunakan  adalah  analisis isi. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat  penanda kohesi gramatikal  dan wujud penggunaannya dalam Kumpulan Cerkak Kidung Wengi Ing Gunung Gamping: (1) penanda kohesi gramatikal a) pengacuan (referensi): pengacuan persona (aku , -ku, dheweke, -mu, kowe, -ne, lan dak-), pengacuan demonstratif waktu (bengi, maghrib, sore, esuk, jam sepuluh, rong taun), pengacuan demontratif tempat (omah, padesan, sumur, pelataran, dalan, kuburan, rumah sakit, kali), pengacuan komparatif (kaya lan plek), b) penyulihan (subtitusi): subtitusi nominal (Mas Mono – Kamasku, Mayor–Perwira), subtitusi verbal (lunga–budhal), subtitusi frasa (dhisik kae–kapungkur kui), subtitusi klausal (kekasih–pahlawaning ati kang uga pahlawaning negara), c) pelesapan (elipsis): uki, layang, d) perangkaian (konjungsi): sebab akibat (sebab, merga, mula),  pertentangan (nanging), kelebihan (malah), pengecualian (kejaba), konsesif (senajan), tujuan (supaya), penambahan (lan, uga), pilihan (utawa), harapan (pangarep-arep), urutan (banjur), waktu (sawise), syarat (yen, umpama), cara (kanthi); (2) penggunaan bentuk kohesi gramatikal adalah pengacuan (referensi) 127 penanda, perangkaian (konjungsi) 75 penanda, penyulihan (substitusi) 9 penanda, dan pelesapan (elipsis) 9 penanda.   Kata kunci: kohesi gramatikal, kumpulan cerkak
Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Tradisi Merti Desa Di Dusun Taruban Desa Tuksono Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo Eko Imawan Hadi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 12, No 1 (2018): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.252 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Prosesi tradisi Merti Desa di Dusun Taruban, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, (2) Makna simbolis sesaji atau ubarampe yang digunakan dalam tradisi Merti Desa di Dusun Taruban, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, (3) Nilai-nilai pendidikan dalam tradisi Merti Desa di Dusun Taruban, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, datanya dikumpulkan, dideskripsikan, kemudian dianalisis prosesi, makna simbolis sesaji dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam tradisi Merti Desa di Dusun Taruban, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Sumber data dalam penelitian ini yaitu informan. Data yang diambil berupa data hasil wawancara dari narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pola etnografi. Hasil dari penelitian prosesi pelaksanaan tradisi Merti Desa di Dusun Taruban, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo adalah, (1) prosesi meliputi: (a) tahap menjelang acara, yaitu pertemuan warga, mengumpulkan bahan sesaji, pembuatan sesaji. (b) tahap pelaksanaan, yaitu mujahadah, pertunjukkan tayub, kirab, acara di Sendang Kamulyan dan makam Jaka Tarub, pertunjukkan wayang kulit. (c) kegiatan sesudah prosesi, yaitu bersih-bersih tempat kegiatan tradisi oleh warga masyarakat. (2) makna simbolik sesaji atau ubarampe pelaksanaan tradisi Merti Desa terdapat pada: (a) bunga, (b) ayam ingkung, pisang, nasi dan gudangan, (c) sambel gepleng, (d) godhong dhadhap srep, (e) srabi/apem, (f) tukon pasar, (g) teh anyep dan kopi pahit, (h) rokok srutu dan ciu putih, (i) rujak madu mangsa, (j) rujak buah-buahan (3) nilai-nilai pendidikan tradisi Merti Desa meliputi: (a) kebersamaan, (b) kehidupan religi yang baik, (c) ketenangan hidup, dan (d) peningkatan ekonomi.   Kata kunci: nilai-nilai pendidikan, tradisi Merti Desa  
KAJIAN FOLKLOR DALAM TRADISI LARUNGAN DI DESA KERTOJAYAN KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO Aris Aryanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.167 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk: (1) Mengungkap prosesi pelaksanaan dan makna simbolis sesaji dalam tradisi larungan di Desa Kertojayan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo; (2) Mendeskripsikan nilai-nilai yang terdapat dalam tradisi larungan di Desa Kertojayan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah para informan atau narasumber yang mengetahui tentang tradisi larungan di Desa Kertojayan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo. Tradisi Larungan sebagai tradisi sedekah laut dan juga sebagai bentuk upacara bersih desa. Tujuannya, untuk ucap syukur masyarakat atas pemberian Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat Desa Kertojayan dan sekitarnya atas hasil laut. Tradisi larungan tersirat beberapa nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup bermasyarakat di Desa Kertojayan dan nilai-nilai tersebut masih relevan dengan gaya hidup masyarakat desa.    Kata kunci : tradisi larungan, folklor, Kertojayan
Workshop Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Bagi Guru MI Muhammadiyah di Kecamatan Gombong Rochi mansyah; Herlina Setyowati; Yuli Widiyono
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 13, No 1 (2019): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.321 KB)

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 26 Januari 2019. Pelaksanaannya di gedung MI Semondo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Metode yang dilakukan yakni ceramah, diskusi dan tutorial. Permasalahan belum maksimalnya pemanfaatan internet dalam pembelajaran, dan belum paham penulisan aksara jawa dengan media netbook pada guru MI Muhammadiyah di Kecamatan Gombong. Workshop ini memberikan solusi permasalahan tersebut. Guru menjadi paham pentingnya media pembelajaran dan pemanfaatan internet dalam pembelajaran. Guru dapat membuat media pembelajaran berbasis online. Guru paham pedoman penulisan aksara Jawa dan penulisannya menggunakan netbook. Pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap penjelasan konsep, diskusi dan tutorial, evaluasi produk media pembelajaran.   kata kunci: media pembelajaran, teknologi informasi
Kearifan Lokal Pendidikan Bahasa, Sastra, Budaya di Sekolah dan Masyarakat Sebagai Wujud Strategi Budaya Menuju Peradaban Dunia eko santosa
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.626 KB)

Abstract

Abstrak: Budaya berkembang dengan begitu pesatnya. Berkembang arus globalisasi sebagai suatu tantangan terhadap peranan pendidikan. Pendidikan yang ada dalam kehidupan sekolah dan masyarakat dituntut untuk dapat berinovasi sesuai dengan kebutuhan yang ada, salah satu nya pendidikan Bahasa sastra serta budaya itu sendiri. Wujud kearifan lokal budaya masyarakat dapat dijadikan pola dan inspirasi pengembangan sekaligus strategi menuju peradaban dunia.Kurikulum pendidikan boleh diangkat dari lokal namun dapat pula dengan menggunakan perkembangan dunia teknologi yang modern sebagai upaya menjawab peradaban dunia modern. Kata kunci: globalisasi, kearifan lokal