cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
Eksistensi Penggunaan Ragam Bahasa Jawa Krama Pada Anak Usia 9-10 Tahun di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Winda Mei Puspita Dewi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.922 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk(1) mendeskripsikan penggunaan bahasa Jawa pada anak ragam krama di DesaTanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo; (2) mendeskripsikan eksistensi bahasa Jawa anak ragam krama di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data di penelitian yaitu Dokumen dan Informan. Data dalam penelitian ini berupa kosa kata bahasa Jawa yang dipakai anak usia 9-10 tahun di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, dokumen, dan wawancara. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama, dengan bantuan buku-buku pendamping Instrumen penelitian dalam penelitian ini juga di dukung dengan lembar observasi, pedoman wawancara dengan Informan, dan pedoman dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode content analisis. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ragam bahasa Jawa krama pada anak usia 9-10 tahun di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo dari 25 informan yang diteliti terdapat 2 informan bernama Dina dan Melanie yang sampai sekarang masih eksis menggunakan ragam bahasa Jawa krama dilingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah dengan perhitungan dalam presentase sebanyak 8%, sedangkan 23 informan lainnya menggunakan ragam bahasa Jawa ngoko dan juga bahasa Indonesia untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan keluarga, dilingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar dengan perhitungan dalam presentase sebanyak 92%. Jadi penggunaan ragam bahasa Jawa krama pada anak usia 9-10 tahun di Desa Tanjunganom Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo tidak eksis.Kata kunci: penggunaan, bahasa Jawa, ragam krama
Analisis Sosiologi Sastra Cerita Bersambung Bebanten Katresnan Karya Sri Adi Harjono dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2013 dan Pembelajarannya di SMA Khumaesatul Banat
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.37 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) aspek sosiologi sastra; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran cerita bersambung Bebanten Katresnan di SMA. Sumber penelitian ini adalah Cerbung Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono; objek penelitiannya yaitu sosiologi satra dalam cerbung Bebanten Katresnan; fokus penelitian ini adalah unsur-unsur intrinsik, aspek sosiologi sastra cerita bersambung Bebanten Katresnan karya Sri Adi Harjono dan pembelajarannya di kelas XI SMA; teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik catat dan studi pustaka; instrument penelitian yang dipakai yakni peneliti sendiri dibantu dengan kertas pencatat data dan data tulisnya; analisis data dilakukan dengan metode analisis isi; teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode informal. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini disimpulkan (1) unsur intrinsik dalam cerita bersambung Bebanten Katresnan sebagai berikut: (a) tema cerita bersambung ini adalah pengorbanan cinta; (b) tokoh utamanya adalah Rara Widarti, sedangkan tokoh tambahannya, yaitu Raden Abru, Kiswaka, Yekti, Adipati Tirtanata, Raden Ayu Tirtanata, Demang Grenceng, Demang Tenggeles; (c) alur yang digunakan adalah alur maju; (d) latar, tempat: di bawah pohon nagasari, rumah Rara Widarti, rumah jaga, bawah pohon sawo, gardu, kamar, bawah pohon asem; latar waktu: pagi, malam, slasa; latar suasana: bahagia, sedih, terharu, (e) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu; (2) sosiologi sastra dalam cerita bersambung Bebanten Katresnan yaitu aspek kekerabatan antara Rara Widarti dengan Raden Abru; perekonomian yakni golongan bangsawan dengan rakyat jelata, pendidikan berupa nasehat dan keagamaan yang berupa kepercayaan kepada Tuhan; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran cerita bersambung Bebanten Katresnan di SMA meliputi: kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran alokasi waktu, langkah-langkah pembelajaran, media pembelajaran dan evaluasi.Kata kunci: unsur intrinsik, aspek sosiologi sastra, rencana pelaksanaan pembelajaran.
Konflik Sosial pada Cerita Cekak Dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Januari-Desember Tahun 2016 Intan Sari Dwi Setiawan Hartanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.642 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud konflik sosial dan penyebab konflik sosial yang terkandung dalam majalah Djaka Lodang Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Cerkak (Cerita cekak) dalam majalah Djaka Lodang Tahun 2016. Data dalam penelitian ini berupa konflik sosial pada Cerkak (Cerita cekak) dalam majalah Djaka Lodang Tahun 2016. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kartu data. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan teknik content analysis atau analisis isi penelitian sastra. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud konflik sosial: a) ketidaksopanan, b) penghinaan, c) perbedaan status, d) pengorbanan, e) kecurigaan, f) menfitnah, g) kecemburuan; (2) faktor penyebab konflik sosial: a) perbedaan pendapat, b) ketidakcocokan, c) pemaksaan kehendak, d) konflik batin, e) prasangka buruk, f) sindiran, g) perbedaan status sosial, h) kecemburuan, i) sakit hati, j) dendam, k) fitnah, l) kekecewaan, m) kesalahpahaman.Kata kunci: konflik sosial, cerkak
Analisis Struktural Objektif Cerbung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo dalamMajalah Panjebar Semangat Tahun 2013 Taufan Prayogo
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.451 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) struktur cerbung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo yang meliputi tema, alur (plot), tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang dan gaya bahasa; (2) nilai-nilai pendidikan yang berupa nilai pendidikan religi, moral, sosial dan budaya dalam cerbung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo. Sumber data penelitian ini adalah cerbung Ngoyak Lintang dalam majalah panjebar semangat tahun 2013. Instrumen penelitian adalah human instrument (peneliti sendiri) dan dibantu alat tulis dan nota pencatat. Teknik pengumpulan data dengan teknik simak bebas libat cakap dan metode catat. Teknik analisis data dengan teknik deskriptif interpreatif (kualitatif). Teknik penyajian data penulis menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tema dalam cerbung Ngoyak Lintang karya Al Aris Purnomo adalah wanita cantik yang ingin mengejar cita-citanya sebagai pemimpin perusahaan. Alur yang digunakan adalah alur maju. Tokohnya berjumlah tujuh tokoh yaitu dua tokoh utama dan lima tokoh tambahan. Latar yang digunakan meliputi: (a) latar tempat: Kota Solo di Jalan Slamet Riyadi, ruang direktur utama, warung gado-gado, rumah, kos-kosan dan kamar; (b) latar waktu: hari minggu, jam enam sore, siang hari dan jam delapan malam; (c) latar sosial: sosial rendah, latar sosial menengah dan latar sosial tinggi; Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “ dia” mahatahu. (2) nilai-nilai pendidikan yang ada dalam cerbung Ngoyak Lintang terbagi menjadi empat yaitu: (a) nilai pendidikan religi berupa hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: taat beragama, dengan mengaji setiap hari, selalu menumbuhkan sikap sabar, tidak sombong, tidak angkuh pada sesama, saling mencintai dan menghormati; (b) nilai pendidikan moral berupa hubungan manusia dengan lingkup sosial masyarakat meliputi: ringan tangan, disiplin, kerukunan dan kasih sayang; (c) nilai pendidikan sosial mencangkup kebutuhan hidup bersama meliputi: kasih sayang, kepercayaan, pengakuan, dan penghargaan; (d) nilai pendidikan budaya mencangkup kebutuhan individu meliputi: kerja keras untuk membantu keluarganya dalam mencukupi kebutuhan hidup.Kata kunci: struktural, nilai-nilai pendidikan
Nilai Moral dan Relevansinya dalam Serat Panutan Karya Mas Prawirosudirjo Dian Ratri Mahardini
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.701 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam Serat Panutan karyaMas Prawirosudirjo, (2) nilai moral yang terdapat dalam Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo, (3) relevansi nilai moral dalam Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan dari Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dilengkapi dengan kartu pencatat data, alat tulis, dan buku penunjang. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan reliabilitas keakuratan. Analisis data menggunakan analisis konten. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian yang ditemukan dalam Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo adalah (1) tema dalam Serat Panutan adalah perjuangan hidup seorang janda miskin dalam membesarkan dan mendidik anaknya. Tokoh utamanya adalah Mbok Singadrana dan tokoh tambahannya yaitu Dapa, Mbok Suramenggala, Ki Suramenggala, Pak Lurah, Ki Bauwijaya, Mbok Bauwijaya, Tentrem, Mbok Darmadrana, Ki Darmadrana. Alur yang digunakan adalah alur maju. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” mahatau. (2) Nilai moral yaitu: (a) Nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi berhati-hati dalam bertindak, baik, jujur, rajin bekerja, arif bijaksana dan sopan. (b) Nilai moral hubungan manusia dengan sesama dan lingkungan meliputi peduli nasib orang lain, suka menolong dan kasih sayang. (c) Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhannya yang meliputi ingat kepada Tuhan, percaya adanya Tuhan, bertawakal kepada Tuhan dan percaya akan pertolongan Tuhan. (3) Relevansi nilai moral pada Serat Panutan karya Mas Prawirosudirjo dengan kehidupan sekarang.Kata kunci : Nilai moral, relevansi, Serat Panutan
Mitos Cerita Makam Gagak Handoko di Gunung Damar Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Shindy Avianita
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.792 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan versi cerita Gagak Handoko di masyarakat Loano, (2) mendeskripsikan mitos Gagak Handoko di masyarakat Loano, (3) mendeskripsikan fungsi mitos cerita Gagak Handoko di masyarakat Loano.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Sumber data diperoleh dari informan yang mengetahui benar data yang diperlukan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi terstruktur, yaitu observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi metode.Teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) simpulan melalui pelukisan dan verifikasi, dan teknik penyajian hasil analisis dalam penelitian ini digunakan teknik informal.Hasil penelitian adalah, (1) versi mitos yaitu versi cerita dari versi tersebut peneliti simpulkan Gagak Handoko putera dari Raden Tumenggung Gagak Kumitir III, dan beliau sangat dihormati lantaran pernah menjadi senopati pendamping Pangeran Diponegoro, dan sangat berjasa di tanah Loano. (2) mitos cerita Gagak Handoko meliputi (a) Mitos pemberian sesaji saat memanen padi disebut pok-kecopok,(b) Mitos harus menyudahi segala aktivitas menjelang waktu sholat, (c) Mitos munculnya burung perkutut atau ayam hutan yang tidak boleh diganggu atau di tembak, (d) Mitos tidak boleh mencicipi masakan untuk caos dhahar, (f) Mitos sendang kepuh yang airnya tidak pernah surut dan dipercaya membawa berkah, menyembuhkan segala macam penyakit, dan membuat awet muda, (g) Mitos tidak boleh mengambil bata bekas Kadipaten Gagak Handoko, (h) Mitos warga Dusun Jogotamu dan Cuweran di larang mengambil bambu, kayu atau tumbuh-tumbuhan di Dusun Turusan. (3) Fungsi mitos Gagak Handoko meliputi sebagai proyeksi masyarakat, sebagai alat pengesahan kebudayaan, sebagai alat pendidikan, sebagai budaya dan pariwisata.Kata kunci: Mitos, cerita Gagak Handoko
Nilai Moral dalam Cerita Bersambung “Calon Lurah” pada Majalah Djaka Lodhang Tahun 2016 Vita Sari Isnaeni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.531 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam cerita bersambung “Calon Lurah”; dan (2) nilai pendidikan moral yang terdapat dalam cerita bersambung “Calon Lurah”. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung “Calon Lurah”. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung “Calon Lurah”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik keabsahan data menggunakan teknik perpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik cerita bersambung “Calon Lurah” terdiri dari: (a) tema adalah usaha Purwo untuk memenangkan pemilihan kepala desa, (b) dengan tokoh utamanya Purwo; tokoh tambahannya yaitu Ibunya Purwo, Pak Padmo, Pak Broto, Narti, Mbah Dipo, dan Pak Sugeng. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju. (d) Latar yang terdapat dalam cerita bersambung “Calon Lurah” meliputi: latar tempat, latar waktu dan latar suasana. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu. (2) nilai pendidikan moral terdiri dari nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia dalam lingkup sosial dan dengan lingkungan alam, dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan.   Kata Kunci : nilai moral, cerita bersambung “Calon Lurah”
Aspek Konjungsi dalam Cerkak pada Majalah Djaka Lodhang Tahun 2015 Esti Nur Imamiati Khasanah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.725 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis dan makna konjungsi koordinatif yang digunakan dalam Cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015; dan (2) jenis dan makna konjungsi subordinatif yang digunakan dalam Cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kalimat yang mengandung aspek konjungsi koordinatif dan suboordinatif dalam Cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Bentuk instrumen penelitian ini berupa tabel data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode agih. Teknik yang digunakan yaitu teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cerkak (Crita Cekak) pada Majalah Djaka Lodhang tahun 2015 ini terdapat dua aspek konjungsi yaitu (1) aspek konjungsi koordinatif yang mencakup a) menggabungkan biasa, b) menggabungkan memilih, c) menggabungkan mempertentangkan, d) menggabungkan menegaskan, e) menggabungkan mengurutkan, f) menggabungkan menyamakan, g) menggabungkan menyimpulkan; dan (2) aspek konjungsi subordinatif meliputi a) menyatakan sebab, b) menyatakan syarat, c) menyatakan tujuan, d) menyatakan waktu, e) menyatakan akibat, f) menyatakan sasaran, g) menyatakan perbandingan. Kata kunci: aspek konjungsi, cerkak
Alih Kode dan Campur Kode pada Tuturan Penyiar Acara Campursari Goda-gado Irama Fm Purworejo Lukman Al Anas
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.17 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mendeskripsikan bentuk alih kode yang berupa alih bahasa dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, bahasa Indonesia ke Jawa, dan bahasa Jawa ke bahasa Asing, (2) Mendeskripsikan wujud campur kode yang berwujud kata-kata, frase, dan baster yang terdapat pada tuturan penyiar acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah rekaman siaran radio dalam acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan mengenai unsur alih kode dan campur kode pada tuturan penyiar acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama, dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku, dan media lain yang digunakan sebagai acuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik rekam, teknik simak, dan teknik catat. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode agih dan metode padan, kemudian data disajikan dengan metode informal yaitu berupa uraian atau kata-kata dalam bentuk tabel. Hasil analisis berupa kutipan-kutipan tuturan penyiar acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo. Dari pembahasan data tersebut diperoleh hasil, yaitu terdapat unsur alih kode berupa alih kode intern 1 berjumlah 14 indikator, salah satu contohnya yaitu “Minta lagu anu apa itu ya, prawan pabrikya mas ya?”. Alih kode intern 2 berjumlah 12 indikator, salah satu contohnya yaitu “nggih dene informasi ingkang langkung ceto menika langsung kemawon saget”. Alih kode ekstern 1 berjumlah 4 indikator, salah satu contohnya yaitu Assalamua’alaikum.” “Wa’alaikumsalam, saking?”. Alih kode ekstern 2 berjumlah 1 indikator, yaitu “start soho finish”.Dalam rekaman siaran radio acara Goda-gado Campursari Irama Fm Purworejo juga terdapat unsur campur kode yaitu campur kode bentuk kata berjumlah 56 indikator, salah satu contohnya “Menika saking kang rame telaga depan Mirit”. Campur kode bentuk frasa berjumlah 7 indikaktor, salah satu contohnya “mau minta sekaripun, mas Joko.” Campur kode bentuk baster berjumlah 5 indikator, salah satu contohnya yaitu, “Nyuwun lagunipun menika lungiting Asmara”.   Kata kunci : Alih kode, Campur kode, Irama Fm Purworejo
Pandangan Masyarakat terhadap Upacara Tolakan di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo Wahid Ibnu Purwanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.511 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) prosesi upacara tolakan, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan dalam upacara tolakan, dan (3) pandangan masyarakat dari segi agama, pendidikan, dan kebudayaan pada upacara tolakan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupa informasi tentang upacara tolakan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (participant observer). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan (1) prosesi upacara tolakan meliputi: (a) bersih lokasi dan pembuatan sesaji, (b) pembakaran dupa, (c) pembacaan mantra-mantra dan do’a, (d) ngalap berkah, (e) surak-surak, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan meliputi: (a) kembang telon mempunyai makna agar manusia meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup yaitu kaya materi, kaya ilmu, kaya kekuasaan, (b) bubur mempunyai makna sebagai peringatan kepada cucu Nabi Muhammad Saw yaitu Hasan, Husen dan juga sebagai lambang asal mula diri manusia yaitu dari ayah dan ibu, (c) dupa atau kemenyan mempunyai makna sebagai perantara interaksi antara dunia nyata dan dunia gaib, (d) sega kenong mempunyai makna sesaji slametan setiap masing-masing anggota keluarga, (e) takir mempunyai makna dalam mengarungi bahtera kehidupan harus menata diri dengan menata pikiran karena laju perjalanan bahtera selalu terombang-ambing mengikuti gelombang kehidupan, (f) lauk dan pelengkap merupakan pelengkap sesaji upacara tolakan,  (3) pandangan masyarakat terhadap upacara tolakan dalam segi agama bahwa pelaksanaannya tetap tertuju kepada Allah Swt, dalam segi pendidikan terdapat beberapa nilai diantaranya nilai pendidikan budaya, pelestarian tradisi, dan pendidikan sosial, dalam segi kebudayaan upacara tolakan merupakan sebuah tradisi untuk memperpanjang atau nguri-uri budaya Jawa.   Kata Kunci: upacara tolakan