cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
KECERDASAN QALBIAH DAN NILAI MORAL TOKOH DALAM NOVEL KIRTI NJUNJUNG DRAJAT KARYA R. TG. JASAWIDAGDA Eka Nur Lailla
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.471 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kecerdasan qalbiah tokoh dalam novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda, (2) nilai moral tokoh dalam novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian desriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda yang diterbitkan oleh Kiblat tahun 2012, data dalam penelitian ini adalah kecerdasan qalbiah dan nilai moral yang ada dalam novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak dan catat. Data yang dihasilkan disajikan dengan menggunakan teknik penyajian informal. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kecerdasan qalbiah yang terdapat dalam novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda adalah a) ikhbat (1), b) zuhud (3), c) raja’ (6), d) ri’ayah (2), e) ikhlas (3), f) istiqamah (3), g) sabar (2), h) syukur (2), i) malu (1), j) jujur (1), k) itsar (3), l) tawadlu (1), m) mu’ruah (8). Nilai moral hubungan antara manusia dengan Tuhan, yaitu: a) berdoa kepada Tuhan (3), b) bersyukur kepada Tuhan (3), c) percaya kepada kekuasaan Tuhan (1), d) percaya takdir Tuhan (1). Nilai moral hubungan antara manusia dengan sesama manusia, yaitu: a) tanggung jawab (6), b) cinta (4), c) menghormati (3), d) persahabatan (1), e) kesetiaan (1), f) tolong-menolong (1), g) benci (3). Nilai moral hubungan antara manusia dengan diri sendiri, yaitu: a) takut (1), b) rindu (1), c) sedih (2), d) marah (4), e) dendam (1), f) sabar (2), g) ikhlas (3), h) prihatin (1), i) pantang menyerah (1), j) rajin (1), k) selalu berusaha (3). Kata kunci : kecerdasan qalbiah, nilai moral, novel
ANALISIS WACANA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM NOVEL PRAWAN NGISOR KRETEG KARYA SOETARNO Ari Rahmawati Soimah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.502 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tekstual yang meliputi aspek gramatikal dan leksikal dalam novel  Prawan Ngisor Kreteg karya Soetarno. (2) bentuk kontekstual yang meliputi aspek konteks dan inferensi dalam novel  Prawan Ngisor Kreteg karya Soetarno.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam novel Prawan Ngisor Kreteg karya Soetarno. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah novel Prawan Ngisor Kreteg. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti dan nota pencatat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi, dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Berdasarkan hasil analisis tekstual dan kontekstual dalam novel Prawan Ngisor Kreteg ditemukan penanda tekstual yang meliputi aspek gramatikal dan aspek leksikal. Penanda kohesi gramatikal yang dominan adalah pengacuan persona I tunggal aku ‘aku’ dan persona III tunggal dheweke ‘dia’. Adapun kohesi leksikal penanda kolokasi dan hiponimi ditemukan satu penanda. Penanda leksikal yang paling dominan adalah antonimi. Analisis kontekstual Prawan Ngisor Kreteg karya Soetarno menggunakan penafsiran persona. Dalam analisis kontekstual dalam penelitian ini ditemukannya konteks fisik, konteks epistemik dan konteks sosial. Kata kunci : wacana, tekstual, kontekstual, novel
ANALISIS NILAI MORAL DAN SOSIOLOGI NOVEL KIRTI NJUNJUNG DRAJAT KARYA R. Tg. JASAWIDAGDA Ika Putri Mei Wulandari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.689 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Kirti Njunjung Drajat , (2) moralitas sastra novel Kirti Njunjung Drajat , (3) sosiologi novel Kirti Njunjung Drajat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa deskripsi kalimat serta kutipan dalam novel Kirti Njunjung Drajat. Sumber data yaitu novel Kirti Njunjung Drajat karya R. Tg. Jasawidagda. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti dan nota pencatat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil analisis unsur intrinsik novel Kirti Njunjung Drajat yaitu: (a) tema utama yaitu keteguhan hati Darba, tema tambahan yaitu harapan orang tua agar Darba menjadi bangsawan, perbedaan pendapat antara Darba dengan orang tuanya, dan keuletan Darba dalam bekerja; (b) tokoh utama yaitu Darba yang berpendirian teguh, tokoh tambahan yaitu Ibu Nayapada yang ambisius, Ki Mas Nayapada yang bijaksana, istri Darba yang hemat, Mas Bei Mangunripta yang sombong, Mas Demang Karyabau yang rendah hati, Dalil dan Jayus yang nakal, Tuan Masinis yang baik hati, Den Bei Prajususastra yang baik hati, serta Mas Ngabei Sudirahusada yang peduli sesama; (c) alur yang digunakan alur maju; (d) latar meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial; (e) sudut pandang yang digunakan adalah persona ketiga. Hasil analisis moralitas sastra novel Kirti Njunjung Drajat yaitu: (a) hubungan manusia dengan diri sendiri; (b) hubungan antarmanusia dan lingkungan alam; (c) hubungan manusia dengan Tuhannya. Moralitas yang menonjol adalah hubungan antarmanusia dan lingkungan alam, sebab banyak dikisahkan hubungan baik dan buruk antartokoh. Hasil analisis sosiologi sastra novel Kirti Njunjung Drajat yaitu: (a) aspek kekerabatan; (b) aspek pendidikan; (c) aspek ekonomi; (d) aspek hukum; (e) aspek politik. Aspek sosiologi yang menonjol adalah aspek pendidikan dan ekonomi, sebab novel ini menceritakan kedudukan tokoh berdasarkan pendidikan dan ekonominya. Kata kunci: nilai moral, sosiologi, novel
FEMINISME TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KEMBANG ALANG-ALANG KARYA MARGARETH WIDHY PRATIWI Indri Wati Rahayu
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.556 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian yaitu unsur struktural dan feminisme tokoh utama dalam novel Kembang Alang-alang karya Margareth Widhy Pratiwi. Subjek penelitian yaitu novel Kembang Alang-alang  karya Margareth Widhy Pratiwi diterbitkan di Surabaya pada tahun 1993 oleh Sinar Wijaya. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri yang dibantu nota catat yang berbentuk tabel dan buku-buku yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak dan catat. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif menggunakan conten-analysis. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil analisis data dan pembahasan data menunjukkan (1) Unsur struktural novel Kembang Alang-alang terdiri dari tema, tokoh, alur dan latar. Tema yang terkandung adalah masalah yang harus dihadapi keluarga Sadewa dan Sadewa  dengan Pranandari. Tokoh dan penokohan terdiri dari tokoh utama yaitu Sadewa,  Bu Lurah dan Pranandari. Tokoh tambahan yaitu Pak Sabdana, Tarya, Sancaka, Pak Carik, Widodo, Pak Yohanes, Hananta. Alur ceritanya adalah progresif. Latar terdiri dari tiga macam yaitu latar tempat, latar waktu dan latar sosial. (2) Feminisme tokoh utamanya ada empat perjuangan  yaitu perjuangan sosial, perjuangan keluarga, bidang cinta kasih dan perjuangan polotik. perjuangan sosialnya yaitu Pranandari mendirikan sanggar belajar di Desanya untuk membantu anak-anak yang tidak bersekolah karena kurangnya biaya. Perjuangan dalam keluarga yaitu Bu Lurah rela dimadu demi mendapatkan keturunan. Perjuangan cinta kasih Pranandari berjuang untuk menyelamatkan kekasihnya yang kena musibah. Perjuangan politik Pranandari berusaha mencari informasi dan berusaha menyelamatkan Dewa yang dituduh menylewengkan uang bangdes. Kata kunci: feminisme, novel Kembang Alang-alang
PENGGUNAAN BAHASA JAWA ANAK USIA SD DI DESA TANJUNGREJO KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO Syaiful Anwar
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.744 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa ragam ngoko anak usia SD di Desa Tanjungrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo, (2) mendeskripsikan penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa ragam krama anak usia SD di Desa Tanjungrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah anak usia SD di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Objek penelitian adalah tingkat tutur bahasa Jawa pada anak usia SD di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak, yang dalam pelaksanaannya menggunakan teknik sadap dengan diikuti teknik lanjutan antara lain teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Kemudian hasil data yang telah dianalisis tersebut disajikan secara informal. Hasil penelitian, tingkat tutur bahasa Jawa anak usia SD di Desa Tanjungrejo Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo, dan dibagi menjadi (1)  penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa ragam ngoko, (2) penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa ragam krama. Penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa anak usia SD di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo sebagian besar masih menggunakan tingkat tutur ragam ngoko, meskipun mereka berkomunikasi dengan orang yang usianya lebih tua maupun dengan orang yang status sosialnya lebih tinggi. Penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa anak usia SD di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo masih terdapat banyak kesalahan dalam menggunakan tingkat tutur bahasa Jawa ragam krama. Hal ini dapat dicermati dalam penggunaan kosakata yang seharusnya menggunakan ragam krama, tetapi masih banyak anak usia SD yang masih menggunakan ragam ngoko. Anak usia SD di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo dalam berkomunikasi dengan orang yang usianya lebih tua atau dengan orang yang status sosialnya lebih tinggi masih banyak yang menggunakan tingkat tutur ragam ngoko. Selain itu juga masih ditemukan penggunaan kosakata krama desa   Kata kunci: sosiolinguistik, penggunaan bahasa anak usia SD
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF BERAKSARA JAWA DENGAN METODE PAKEM SISWA VIII B SMPN 1 AYAH Amri Koswati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.038 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan peningkatan metode PAKEM dalam pembelajaran menulis paragraf beraksara Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri I Ayah tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 32 siswa. Objek penelitian ini adalah keterampilan menulis paragraf beraksara Jawa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes yaitu soal yang telah memenuhi syarat validitas dan nontes yaitu observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan penghitungan rata-rata. Penerapan metode PAKEM siswa kelas VIII B ini dilakukan dalam 2 siklus. Pada pra siklus penyampaian materi belum memakai metode. Siklus pertama menggunakan metode PAKEM dengan media LCD. Siklus kedua menggunakan metode PAKEM dengan teknik diskusi. Hasil pembelajaran siswa pada pra siklus sebesar 58. Siklus pertama sebesar 72 dan siklus kedua sebesar 83. Dapat disimpulkan bahwa dengan metode PAKEM mampu meningkatkan keterampilan menulis paragraf beraksara Jawa.   Kata kunci: menulis paragraf, aksara Jawa, metode PAKEM
ANALISIS SEMIOTIK SYAIR-SYAIR TEMBANG CAMPURSARI KARYA MANTHOUS Murni asih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.495 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pembacaan heuristik pada syair-syair tembang campursari karya Manthous; (2) pembacaan hermeneutik pada syair-syair tembang campursari karya Manthous. Dalam penelitian tersebut data diperoleh dengan menggunakan metode pustaka dan catat dilengkapi dengan instrument. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode analisis isi. Penjabaran dari penelitian analisis semiotik tembang campursari karya manthous, penulis lakukan dalam bentuk penyajian hasil analisis dengan mempergunakan cara yang dikenal sebagai metode penyajian data yaitu yang bersifat informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Dalam syair-syair tembang campursari karya Manthous pada album volume 6 yang terdiri dari 12 lagu yaitu setya tuhu, kutut manggung, pripun, campur manis, tetesing waspa, persi rusak, anting-anting, ayun-ayun gubyug, gunung kidul handayani, pantai asmoro, nginang karo ngilo, dan prahu layar. Kebanyakan tembang campursari dalam album volume 6 karya Manthous menceritakan tentang pendeskripsian kehidupan di gunung kidul.   Kata kunci: heuristik, hermeneutik, tembang campursari
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA BERITA BERBAHASA JAWA DENGAN METODE (CIRC) PADA SISWA KELAS X AV A SMK MUHAMMADIYAH KUTOWINANGUN KEBUMEN Achmad Fajarudin
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 4 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.95 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) penerapan pembelajaran membaca berita berbahasa Jawa dengan menggunakan metode (CIRC); (2) pengaruh metode (CIRC) terhadap motivasi belajar membaca berita berbahasa Jawa; dan (3) peningkatan keterampilan membaca berita berbahasa Jawa siswa kelas X AV A SMK Muhammadiyah Kutowinangun, setelah memperoleh pembelajaran dengan metode (CIRC). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X AV A SMK Muhammadiyah Kutowinangun yang berjumlah 25 siswa. Fakor yang diteliti berupa peningkatan keterampilan membaca berita berbahasa Jawa (pawarta). Teknik pengumpulan data dengan instrumen tes dan non tes. Teknik tes, berupa penilaian siswa dalam membaca tek berita berbahasa Jawa dan teknik non tes berupa observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meningkatkan keterampilan membaca berita berbahasa Jawa dari tahap prasiklus 68,19, siklus I 72,96, dan siklus II 80. Peningkatan dari prasiklus ke siklus I 4,8, peningkatan siklus I ke siklus II 7,04. Sedangkan peningkatan ketuntasan dari prasiklus 40%, siklus I 60%, dan siklus II 92,60%. Peningkatan ketuntasan dari prasiklus ke siklus I 20%, dari siklus I ke siklus II 32,6%. Ini berarti pembelajaran membaca berita berbahasa Jawa dengan metode CIRC terbukti dapat meningkatkan keterampilan membaca dan memberikan peran positif pada siswa kelas X AV A SMK Muhammadiyah Kutowinangun Kebumen.   Kata kunci: membaca, berita berbahasa Jawa, metode (CIRC)
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA JAWA PADA KARANGAN SISWA KELAS X SMA N 1 MOJOTENGAH KECAMATAN MOJOTENGAH KABUPATEN WONOSOBO TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013 Laila Suprihati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 5 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.934 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) interferensi bahasa Indonesia dalam karangan berbahasa Jawa kelas X SMA N 1 Mojotengah yang berupa kata; (2) interferensi bahasa Indonesia dalam karangan berbahasa Jawa kelas X SMA N 1 Mojotengah yang berupa frasa; (3) interferensi bahasa Indonesia dalam karangan berbahasa Jawa kelas X SMA N 1 Mojotengah yang berupa klausa; (4) interferensi bahasa Indonesia dalam karangan berbahasa Jawa kelas X SMA N 1 Mojotengah yang berupa baster; (5) interferensi bahasa Indonesia dalam karangan berbahasa Jawa kelas X SMA N 1 Mojotengah yang berupa perulangan kata. Objek dalam penelitian ini adalah karangan berbahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Mojotengah, Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo Tahun Ajaran 2012/ 2013, yang berupa cerkak, berjumlah 23 buah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan metode agih. Selanjutnya dalam teknik penyajian hasil penelitian digunakan metode informal. Dari penelitian ini dapat dideskripsikan hal-hal sebagai berikut: (1) penyimpangan bahasa Indonesia yang berwujud kata sebanyak sembilan puluh tiga kata dari tujuh puluh dua kalimat, (2) penyimpangan bahasa Indonesia yang berwujud frasa sebanyak dua puluh lima frasa dari dua puluh tiga kalimat, (3) penyimpangan bahasa Indonesia yang berwujud klausa sebanyak tujuh klausa dari enam kalimat, (4) penyimpangan bahasa Indonesia yang berwujud baster sebanyak empat puluh sembilan baster dari empat puluh tiga kalimat, (5) penyimpangan bahasa Indonesia yang berwujud perulangan kata sebanyak empat belas buah dari empat belas kalimat.     Kata kunci: interferensi, bahasa Indonesia, bahasa Jawa
KAJIAN KOHESI DAN KOHERENSI DALAM NOVEL KADURAKAN ING KIDUL DRINGU KARYA SUPARTO BRATA Astuti Kurnia Salmi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 5 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.727 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud penanda kohesi gramatikal antarkalimat yang terdapat pada novel Kadurakan ing Kidul Dringu karya Suparto Brata; (2) wujud penanda kohesi leksikal antarkalimat yang terdapat pada novel Kadurakan ing Kidul Dringu karya Suparto Brata; (3) wujud penanda koherensi antarkalimat yang terdapat pada novel Kadurakan ing Kidul Dringu karya Suparto Brata.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel yang berjudul Kadurakan ing Kidul Dringu karya Suparto Brata, terdiri dari delapan bab yang diterbitkan oleh NARASI (Anggota IKAPI), Yogyakarta pada tahun 2012. Dalam instrumen Penelitian digunakan pensil, pulpen, penggaris dan nota pencatat data. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka dan teknik catat. Dalam analisis data digunakan teknik deskriptif. Dalam penyajian analisis data digunakan metode penyajian informal.Dari hasil penelitian ini disimpulkan: (1) wujud penanda kohesi aspek gramatikal meliputi: reference (pengacuan) yang didominasi pengacuan persona III tunggal bebas yaitu dheweke “ia’, subtitution (penyulihan), ellipsis (pelesapan), dan conjungtion (perangkaian) yang didominasi konjungsi koordinatif lan ‘dan’, utawa ‘atau’ dan konjungsi adversatif nanging ‘tetapi’; (2) wujud penanda kohesi aspek leksikal meliputi: sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), hiponimi, repetisi (pengulangan) yang ditemukan yaitu repetisi epizeukis, repetisi anafora dan repetisi anadiplosis, kolokasi (sanding kata), dan ekuivalensi; (3) wujud penanda aspek koherensi meliputi: hubungan sebab-akibat, hubungan sarana hasil, hubungan alasan-sebab, hubungan sarana-tujuan, hubungan latar-kesimpulan, hubungan kelonggaran-hasil, hubungan syarat-hasil, hubungan perbandingan, hubungan parafrastis, hubungan amplikatif, hubungan aditif waktu (simultan dan beruntun), hubungan aditif non waktu, hubungan identifikasi, hubungan generik-spesifik, hubungan ibarat.   Kata kunci: kohesi, koherensi dalam novel

Page 9 of 53 | Total Record : 523