cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 523 Documents
PERGESERAN DAN PEMERTAHANAN BAHASA JAWA PADA KOMUNITAS BAND DI STUDIO ORION KABUPATEN KEBUMEN Puji Hadiati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.523 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan permasalahan (1) bentuk pergeseran bahasa Jawa pada komunitas anak band di studio Orion, (2) bentuk pemertahanan bahasa Jawa pada komunitas anak band di studio Orion. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan sumber data penelitian yaitu anak band di studio Orion dan data penelitian berupa percakapan bahasa Jawa dalam komunitas band di studio Orion Kabupaten Kebumen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik rekam, teknik catat, wawancara tidak terstruktur, dan teknik SLBC. Instrumen penelitian menggunakan handphone, pedoman wawancara, lembar observasi, dan kartu pencatat. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa: (1) pergeseran bahasa dalam percakapan anak band di studio Orion terdiri dari berbagai bentuk, yaitu pergeseran dalam bentuk: (a) frasa, seperti; Aduuhh rokok tinggal satu-satunya malah, (b) klausa, seperti; Mengaring pom kita cari makan lah yuh. Yuh jalan-jalan yuh kang, (c) kata, seperti; Wong nek nganggo kuwe  arep malah rasane kaya mau njeblos kulite loh, dan (d) baster, seperti; Mamas kapan pulange? (2) pemertahanan bahasa Jawa terdiri dari dua bentuk yaitu (a) bentuk pemertahanan aktif yaitu penggunaan bahasa Jawa secara utuh atau lebih dominan dibanding penggunaan bahasa lain, contoh; Ya mbuh.. Pas agi kae nang mburi kuwe nang mburi galon urung tek singkirna koh, dan (b) pemertahanan pasif yaitu penggunaan bahasa lain seperti bahasa Indonesia lebih dominan dibanding penggunaan bahasa Jawa, contoh; Matanya udah blawur?   Kata kunci: pergeseran bahasa, pemertahanan bahasa
NILAI PENDIDIKAN DALAM KUMPULAN DONGENG-DONGENG ASIA KANGGO BOCAH-BOCAH SERI 1, 2, DAN 3 Fitriani Syarifah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.192 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Struktur dongeng dalam kumpulan Dongeng-Dongeng Asia Kanggo Bocah-Bocah Seri 1, 2 dan 3, dan (2) Nilai pendidikan dalam kumpulan Dongeng-Dongeng Asia Kanggo Bocah-Bocah Seri 1, 2 dan 3. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan kalimat yang terdapat dalam Dongeng-Dongeng Asia Kanggo Bocah-Bocah Seri 1, 2 dan 3. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah Dongeng-Dongeng Asia Kanggo Bocah-Bocah Seri 1, 2 dan 3. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah penulis sendiri sebagai instrumen penelitian dan kartu pencatat data. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Penyajian hasil analisis data menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah (1) setiap dongeng dalam kumpulan Dongeng-Dongeng Asia Kanggo Bocah-Bocah Seri 1, 2 dan 3, memiliki satu tema utama, DDAKBBS1 memiliki 11 tokoh, DDAKBBS2 memiliki 10 tokoh, dan DDAKBBS3 memiliki 12 tokoh, latar tempat diantaranya di jalan, di kerajaan, di sungai, latar waktu sore hari, esuk hari, malam hari, latar suasana sedih, senang, marah, tegang, serta penceritaan dalam dongeng menggunakan alur maju karena diceritakan secara runtut mulai dari tahap penyituasian, pemunculan konflik, konflik meningkat, klimaks, hingga tahap penyelesaian. (2) Nilai pendidikan yang terdapat dalam kumpulan Dongeng-Dongeng Asia Kanggo Bocah-Bocah Seri 1, 2, dan 3, berdasarkan hasil analisis terdiri dari empat nilai. Nilai pendidikan tersebut yaitu: (a) Nilai pendidikan kebenaran, yang terkandung dalam seluruh dongeng, (b) Nilai pendidikan moral yang meliputi nilai pendidikan moral baik dan buruk. Setiap dongeng mengandung nilai pendidikan moral. Adapun jenis-jenis nilai pendidikan moral yang terkandung dalam kumpulan Dongeng-Dongeng Asia Kanggo Bocah-Bocah Seri 1, 2, dan 3 adalah prasangka baik, persahabatan, serakah, patuh, hormat, tekad kuat, buruk sangka, membantu sesama, balas budi, sombong, tidak bertanggung jawab, kreatif, toleransi, kerja keras, jujur, pantang menyerah, tanggung jawab, cinta dan setia, (c) Nilai pendidikan keindahan atau estetika terdapat dalam seluruh dongeng. Nilai pendidikan ini dapat ditemukan melalui tahapan-tahapan alur yang saling berhubungan serta didukung oleh latar yang ada, (d) Nilai pendidikan Agama atau religius terdapat dalam dongeng Si Mitra lan Si Satru dan Lelakone Prabu Sutan.   Kata kunci: struktur dongeng, nilai pendidikan
ANALISIS MORFOFONEMIK PADA CERITA BERSAMBUNG PAK GURU DALAM MAJALAH DJAKA LODANG TAHUN 2012 KARYA SUHINDRIYO Heru Tafiyanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.028 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Mendeskripsikan proses morfofonemik pada cerita bersambung Pak Guru, (2) Mendeskripsikan jenis morfofonemik pada cerita bersambung Pak Guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa satuan gramatikal yang berupa kata yang mengalami proses morfofonemik. Sumber data yaitu cerita bersambung Pak Guru dalam majalah Djaka Lodang edisi nomor 10 bulan Agustus sampai dengan edisi nomor 29 bulan Desember tahun 2012 karya Suhindriyo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti dan nota pencatat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil analisis proses morfofonemik pada cerita bersambung Pak Guru yaitu: (1) Perubahan fonem yaitu, morfem {N-} apabila bertemu dengan kata dasar bersuku kata satu, maka  morfem nasalnya berupa {nge-}; morfem {N-} apabila bertemu dengan kata dasar yang dimulai dengan fonem /p/ , /w/, /b/, /m/, maka morfem nasalnya akan berupa {m-}; morfem {N-} bila bertemu kata dasar yang dimulai dengan fonem /t/, /d/, /th/, /dh/, maka morfem nasalnya berupa {n-}; morfem {N-} apabila bertemu kata dasar yang diawali dengan fonem /k/, /g/, /r/, /l/, /w/,maka morfem nasalnya berupa {ng-}; morfem {N-} apabila bertemu kata dasar yang diawali dengan fonem /s/, /c/, /j/, /ny/, maka morfem nasalnya berupa {ny-}. (2) Penambahan fonem meliputi, morfem {N-} + kata dasar yang diakhiri dengan vokal dapat menambah fonem baru /k/ apabila bertemu dengan akhiran –ake; morfem {dak-/tak-, kok-/tok-, di-, ka-} + kata dasar yang diakhiri dengan vokal dapat menambah fonem baru /k/ apabila bertemu dengan akhiran –ake; morfem {N-} + kata dasar yang diakhiri dengan konsonan dapat menambah fonem baru /e/ yang berada diantara kedua morfem sebelumnya; morfem {N-} + kata dasar yang diakhiri dengan konsonan dapat menambah fonem baru /e/ yang berada diantara kedua morfem sebelumnya, apabila bertemu dengan akhiran –ake. (3) Penghilangan fonem meliputi, hilangnya fonem /p/, hilangnya fonem /s/, hilangnya fonem /t/, hilangnya fonem /w/.   Kata kunci: morfofonemik, cerita bersambung
ANALISIS PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DAN PRINSIP KESOPANAN DALAM KOLOM SING LUCU PADA MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT EDISI FEBRUARI-JUNI TAHUN 2012 Hidayatul Mukaromah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.477 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan dalam kolom Sing Lucu pada majalah Panjebar Semangat edisi Februari-Juni tahun 2012. Teknik pengumpulan data digunakan teknik pustaka dan teknik simak. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dibantu dengan kartu data dan alat tulis. Teknik analisis data digunakan teknik analisis deskriptif dan teknik penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Berdasarkan hasil analisis deskripsi diperoleh hasil penelitian bahwa jenis pelanggaran dalam kolom Sing Lucu pada majalah Panjebar Semangat edisi Februari-Juni tahun 2012 yaitu pelanggaran terhadap maksim-maksim pada prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan. Bentuk pelanggaran dalam kolom Sing Lucu pada majalah Panjebar Semangat edisi Februari-Juni tahun 2012, pertama ditemukan pada prinsip kerja sama yaitu pelanggaran maksim kuantitas sebanyak 41 tuturan, maksim kualitas sebanyak 8 tuturan, maksim relevansi sebanyak 16 tuturan, dan  maksim pelaksanaan sebanyak 4 tuturan. Kedua, pada prinsip kesopanan yaitu pelanggaran maksim kebijaksanaan sebanyak 8 tuturan, maksim penerimaan sebanyak 2 tuturan, maksim kemurahan sebanyak 30 tuturan, maksim kerendahan hati sebanyak 11 tuturan, maksim kecocokan sebanyak 17 tuturan, dan maksim kesimpatian sebanyak 2 tuturan.   Kata kunci : pelanggaran prinsip, Sing Lucu
KAJIAN STILISTIKA DALAM SERAT PAMORING KAWULA GUSTI KARYA RADEN NGABEHI RANGGAWARSITA Novita Kurniasih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.685 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diksi dan gaya bahasa dalam Serat Pamoring Kawula Gusti karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu diksi dan gaya bahasa dalam Serat Pamoring Kawula Gusti karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Sumber data penelitian ini yaitu Serat Pamoring Kawula Gusti karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik dokumen. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sendiri dibantu dengan alat tulis dan kartu pencatat data. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau content analysis. Dari hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa dalam Serat Pamoring Kawula Gusti ditemukan diksi dan gaya bahasa. Diksi yang ditemukan antara lain dasa nama dan purwakanthi. Gaya bahasa yang ditemukan dalam Serat Pamoring Kawula Gusti karya Raden Ngabehi Ranggawarsita adalah gaya bahasa hiperbola dan metafora.   Kata kunci: stilistika, serat pamoring kawula gusti
PENGGUNAAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM PEMBENTUKAN PERCAKAPAN BERBAHASA JAWA DI MEDIA JEJARING SOSIAL FACEBOOK Nur Choiroh Bekti Wiyati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.177 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventariskan bentuk PKS sebagai penaatan dan pelanggaran pada percakapan facebook, (2) mendeskripsikan fungsi tuturan yang berlaku dalam penggunaan maupun pelanggaran PKS pada percakapan facebook tersebut. Sumber data berupa data tuturan-tuturan yang diperoleh dari facebooker yang menjadi teman penulis (Bekty AaNdraw Thauchoi) dan bukan privacy account. Data yang diambil merupakan percakapan yang terbentuk oleh status (penutur) dan komentar (mitra tutur). Pengambilan data berlangsung selama tiga bulan. Instrumen data merupakan peneliti itu sendiri dan kartu data. Analisis data menggunakan metode padan translasional dan referensial dalam bentuk deskripsi verbal dengan teknik informal. Hasil penelitian analisis deskriptif menunjukkan bahwa inventarisasi penggunaan PKS terdiri dari penaatan dan pematuhan maksim Grice yang diperoleh 4 bentuk utama dengan maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim hubungan, maksim cara dan 11 bentuk kombinasinya. Fungsi tuturan dalam pembentukan percakapan facebook ditemukan ada 5 macam fungsi tuturan dengan sub fungsinya masing-masing, yaitu fungsi deklarasi, representatif, ekspresif, dan direktif.     Kata kunci: maksim, bahasa Jawa, facebook
NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM SERAT WASITADARMA Mutiara Wandan Sari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.046 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) deskripsi Serat Wasitadarma; (2) transliterasi Serat Wasitadarma; (3) nilai moral yang ada pada Serat Wasitadarma; dan (4) relevansi Serat Wasitadarma terhadap kehidupan sekarang. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu dekskriptif kualitatif dengan metode teknik pustaka dan pendekatan filologi. Sumber data penelitian ini adalah Serat Wasitadarma yang disimpan di museum Sonobudoyo Yogyakarta dengan nomor kodeks PB A.262, data penelitian ini berupa syair tembang macapat. Tempat penelitian yaitu Museum Sonobudoyo Yogyakarta bagian perpustakaan, waktu penelitian 9 bulan. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan kartu data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik pencatatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal. Penelitian ini membahas deskripsi naskah Serat Wasitadarma, transliterasi naskah Serat Wasitadarma, nilai pendidikan moral dalam Serat Wasitadarma, dan Relevansinya terhadap kehidupan sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam naskah Serat Wasitadarma mengandung nilai moral, yaitu nasihat seorang bapak kepada putrinya. Transliterasi naskah Serat Wasitadarma menggunkan transliterasi ortografis. Nilai pendidikan moral yang terdapat dalam SW adalah: 1) moralitas hubungan manusia dengan Tuhan yaitu, percaya bahwa Tuhan maha adil; dan 2) moralitas hubungan manusia dengan sesama manusia, yaitu a) moralitas hubungan orang tua terhadap anak, meliputi: menasehati anak agar menjadi anak yang baik hati; perilaku seorang istri yang baik meliputi: patuh/ berbakti kepada suami, tidak boleh marah dan membuat suami bersedih, dan memiliki tatakrama yang baik. Relevansi terhadap kehidupan sekarang meliputi: 1) orang tua menasihati anak agar menjadi anak yang baik; 2) seorang istri harus patuh kepada suaminya; dan 3) seseorang harus memiliki kasih sayang yang besar terhadap sesama. Kata Kunci : nilai moral, Serat Wasitadarma, relevansi  
PENINGKATAN KETERAMPILAN SESORAH MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS XIIPS SMA PGRI 1 KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Avid Hawastuthi Hekmahtiyar
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 6 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.217 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan media audio visual, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan hasil belajar siswa setelah menggunakan media audio visual. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitaf dan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalahsiswa Kelas XI IPS SMA PGRI 1 Kebumen tahun pelajaran 2011/2012. Objek penelitian ini langkah-langkah pembelajaran keterampilan sesorah  melalui media video pidato pada siswa Kelas XI IPS SMA PGRI 1 Kebumen tahun pelajaran 2011/2012; pengaruh penggunaan media audio visual dalam pembelajaran sesorah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMA PGRI 1 Kebumen; dan  peningkatan kemampuan berpidato siswa kelas XI IPS SMA PGRI 1 Kebumen. Teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, catatan lapangan, wawancara, dokumentasi, dan tes. Instrumen penelitian menggunakan dafrtar penilaian praktik bersesorah, dan alat tulis. Dalam teknik analisis data digunakan kuantitaf dan metode kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil penelitian diketahui bahwa: bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil tes kemampuan siswa pada setiap siklusnya. sebanyak 6 siswa atau sebesar 20%, siklus I sebanya 73%. Siswa dengan keaktifan baik pada pra siklus sebanyak 5 siswa atau sebesar 17%, pada siklus I dan siklus II siswa atau 37%, dan pada siklus II sebanyak 20 siswa atau sebesar 67%. Hasil tes kemampuan siswa juga meningkat. Hal ini terlihat pada hasil tes siswa pada tahap pra siklus aspek pelafalan 3,3 kemudian pada siklus I sebesar 3,7 dan pada siklus II sebesar 4,2. Kemudian aspek kelancaran pada tahap pr siklus sebesar 3,2 dan pada tahap siklus I sebesar 3,8 serta pada tahap siklus II sebesar 42. Aspek gaya pada taha pra siklus adalah 2,7; pada tahap siklus I sebesar 3,2 dan pada tahap siklus II sebesar 3,8.     Kata kunci : keterampilan sesorah, media audio visual
GUGON TUHON SEPUTAR MASA KEHAMILAN DI DESA KARANGSEMBUNG KECAMATAN NUSAWUNGU KABUPATEN CILACAP Ayu Candra Dinasti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 1 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.055 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk gugon tuhon seputar masa kehamilan di Desa Karangsembung Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap; (2) makna dan fungsi gugon tuhon seputar masa kehamilan di Desa Karangsembung Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap; dan (3) persepsi masyarakat Desa Karangsembung Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kebudayaan. Objek penelitian ini adalah ibu-ibu hamil, dukun bayi, sesepuh desa, warga masyarakat Desa Karangsembung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, rekaman dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga bentuk gugon tuhon yang ditemukan peneliti, antara lain (1) larangan dan anjuran dalam bentuk makanan; (2) larangan dan anjuran dalam bentuk perilaku; (3) larangan dan anjuran dalam bentuk waktu. Makna yang terkandung dalam gugon tuhon seputar masa kehamilan adalah makna gramatikal dan makna kultural, sedangkan fungsi yang terdapat dalam gugon tuhon seputar masa kehamilan adalah fungsi sebagai pengatur etika, moralitas, dan sopan santun, sebagai pengatur kesehatan, sebagai pengatur kebersihan. Persepsi atau tanggapan masyarakat Desa Karangsembung terhadap keberadaan tradisi lisan berupa gugon tuhon seputar masa kehamilan dipengaruhi oleh tiga faktor, antara lain faktor usia, faktor pendidikan, dan yang terakhir adalah faktor keturunan.     Kata kunci: gugon tuhon, seputar masa kehamilan  
PENGGUNAAN BAHASA JAWA DI DESA KEMIRI LOR KECAMATAN KEMIRI KABUPATEN PURWOREJO, KAJIAN FONOLOGI DAN LEKSIKAL Ari Wardani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.666 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) variasi fonologis yang terjadi pada bahasa Jawa di Desa Kemiri Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo; (2) bentuk leksikon pada dialek bahasa Jawa di Desa Kemiri Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif sehingga menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Pupuan Lapangan dengan dua cara yaitu pencatatan langsung dan rekaman. Objek dalam penelitian ini adalah dialek bahasa Jawa pada masyarakat Desa Kemiri Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Kemiri Lor yang sudah penulis tunjuk menjadi narasumber, dalam penelitian ini peneliti menempuh waktu kurang lebih dua bulan dan tempat penelitianya adalah di Desa Kemiri Lor Kecamatan Kemiri  Kabupaten Purworejo. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Distribusional melalui teknik pasangan minimal, sedangkan untuk teknik penyajian data disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) dilihat dari sudut pandang dari bidang fonologi, antara bahasa Jawa di Desa Kemiri Lor memiiki perbedaan dalam segi perelisasian dengan bahasa Jawa standar. Perbedaan ini terletak pada fonem /u/ dilafalkan [U]; fonem /i/ dilafalkan [I] untuk  posisi awal dan tengah kata;(2) pada leksikon bahasa Jawa di Desa Kemiri Lor, terdapat persamaan dan perbedaan dengan bahasa standar. Dalam menggunakan bahasa Jawa sehari-hari masyarakat Desa Kemiri Lor menggunakan bahasa Jawa ngoko, tetapi pada keadaan dan waktu tertentu menggunakan bahasa Jawa krama. Bahasa Jawa ngoko biasanya digunakan pada percakapan sehari-hari dalam situasi yang santai dan bahasa Jawa krama biasanya digunakan dalam situasi yang resmi.   kata kunci: penggunaan bahasa Jawa, kajian fonologi dan leksikal

Page 11 of 53 | Total Record : 523