cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
EFISIENSI PRODUKSI PETANI JAGUNG MADURA DALAM MEMPERTAHANKAN KEBERADAAN JAGUNG LOKAL Lestari Rahayu Waluyati, Isdiana Suprapti, Dwidjono Hadi Darwanto Jangkung Handoyo Mulyo dan
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efisiensi produksi, alokatif dan ekonomis petani jagung terhadap usaha tani jagung lokal, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi produksi. Analisis data yang digunakan berupa analisis fungsi produksi stochastic frontier yang diestimasi  dengan metoda maximum likelihood (MLE) dengan memakai program komputasi frontier versi 4.1 yang dikembangkan oleh Coelli (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi ekonomi komoditi jagung lokal di kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep sebesar 0,676. Efisiensi teknis sebesar 0,29 (belum efisien), sedangkan efisiensi alokatif/harga sebesar 3,108 (sudah efisien). Faktor yang secara nyata mempengaruhi efisiensi ekonomi adalah pengalaman usahatani dan pendidikan formal petani. Faktor yang secara nyata mempengaruhi efisiensi teknis usahatani adalah pengalaman usahatani. Kata kunci : Jagung, Efisiensi Teknis, Efisiensi Alokatif, Efisiensi Ekonomi ABSTRACTThe purpose of the research is to analyze the level of production efficiency, alokatif and economical corn farmers on local corn farmer, analyzes the factors that affect the level of production efficiency. The analysis of the data used in the analysis of stochastic frontier production function which is being estimated by the method of maximum likelihood (MLE) using the computing frontier version 4.1 program developed by Coelli (1996). The result showed that the level of economic efficiency comodities Fakultas Pertanian localized in sub-district sumenep guluk-guluk district of 0,676. Technical efficiency of 0,29 ( not efficient ), while efficiency alokatif / price of 3,108 ( efficient ). Factor that significantly affect economic efficiency is an experience and formal education of farmers.Keywords : corn, Technical efficiency, alokatif Fakultas Pertanian efficiency  
ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN SUMENEP Nikmah, Ainun
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, efisiensi alokatif, efisiensi ekonomis usahatani jagung hibrida dan sumber in-efisiensinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggih Kabupaten Sumenep. Sampel penelitian menggunakan teknik insidential sampling. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi stochastic frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani belum efisien secara teknis, alokatif dan ekonomi. Sementara penyebab inefisiensi teknis disebabkan pendidikan dan pengalaman.Kata Kunci: produktivitas, efisiensi, sumber inefisiensi PRODUCTIVITY ANALYSIS OF HYBRID CORN FARM INSUMENEP REGENCY ABSTRACTThe purpose of this study were to analyze the technical efficiency, allocative, economic  hybrid corn farm and sources of inefficiency. The study was conducted in Tana Merah Village, Saronggih Subdistrict, in  Sumenep Regency. The incidental sampling technique was used to determined sample. Data were analyzed using the stochastic frontier production function. The results showed that the average farmer is not efficient yet on technically, allocative and economic. while the cause of technical inefficiency were  education and experience.Keywords : Productivity, Efficiency, Sources of Inefficiency.
USAHATANI JERUK MENDUKUNG PENDAPATAN PETANI PADA LAHAN PASANG SURUT DI KALIMANTAN SELATAN Zuraida, Rismarini
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan pasang surut adalah termasuk lahan marginal, yang tingkat keasamannya tinggi.salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya pengelolaan sumberdaya  yang tersedia. Untuk melihat kontribusi usahatani jeruk dalam mendukung pendapatan petani di lahan pasang surut maka dilakukan penelitian di Desa Barambai Muara Kabupaten Barito muara Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Juni sampai Agustus 2010. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey melalui pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal), Untuk memperoleh informasi secara langsung dari petani dilakukan wawancara terhadap 25 responden  dengan mengggunakan daftar pertanyaan berstruktur dan pemilihan responden dilakukan secara acak sederhana (Random Sampling) yang difokoskan pada  sumber daya yang dimiliki dan  kendala yang  ada pada petani sekaligus peluang pengembangan  usahatani  di lahan pasang surut.  Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif serta analisis financial usahatani.  Lahan pasang surut yang cukup luas tersedia di Kalimantan Selatan merupakan salah satu alternatif dalam usaha pengembangan usahatani guna memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus dalam mendukung pendapatan petani di lahan pasang surut yang cukup potensial untuk dikembangkan.  Komoditas yang dominan didaerah ini hanya padi dan Jeruk. Jeruk diusahakan rata-rata per petani 150 pohon sampai dengan 300 pohon yang nilai pendapatan bersih per musim sebesar Rp14.520.000,- Ini sebagai pendapatan utama karena memberikan kontribusi terbesar ( 71,50 %) terhadap  pendapatan rumah tangga petani.   Usahatani padi kebanyakan hanya tanam satu kali setahun yaitu padi lokal yang produktivitasnya mencapai 2,1ton/Hektar ini cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Tenaga kerja sebagian besar tercurah pada usahatani jeruk.  Kendala  usahatani jeruk ini meliputi selain teknologi yang dililiki petani sangat terbatas juga   harga jeruk yang belum berpihak kepada petani, Petani perlu perhatian dari Pemerintah untuk pemasaran , karena daerah ini berpotensi sekali untuk dikembangkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KOPERASI NELAYAN DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN ANGGOTANYA Subari, Slamet
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi nelayan sebagai bagian dari sistem kelembagaan ekonomi lokal masyarakat pesisir, peranannya diharapkan dapat melakukan koreksi terhadap ketidak adilan ekonomi disana. Sebagai wadah usaha bersama bagi para nelayan, seharusnya koperasi dapat menjadi “pandiga” dalam sistem kelembagaan ekonomi masyarakat nelayan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh kinerja koperasi nelayan terhadap tingkat kesejahteraan anggotanya.            Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei-Agustus 2010.  Sedangkan lokasi dijadikan sebagai pelaksanaan survey dan obsernasi adalah : (1) Koperasi Makaryo Mino yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara dan sekitarnya di Kota Pekalongan Jawa Tengah, (2) Koperasi Industri Hasil Perikanan di Kota dan Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat dan (3) Koperasi Perikanan Tambak di Kabupaten Gresik Jawa Timur. Analisis data dilakukan secara diskriptif kualitatif.            Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa modal utama bagi keberhasilan sebuah koperasi dalam meninkatkan kesejahteraan anggotanya adalah terletak pada idealisme dan keberanian bertindak pengurus/pengelola untuk membangun koperasi. Bahwa faktor-faktor lainnya seperti ; fasilitas (sarana) usaha akan mengikuti setaraf dengan tingkat perkembangan koperasi.  Dukungan pemerintah daerah tidak mutlak, pengalaman bisnis dari pengelola dapat dipelajari sambil bekerja,  dan adanya kompetitor akan bisa diatasi jika koperasi konsisten dalam membangun sistem pasar bersaing.
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Hariyati, Yuli
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi (Coffea spp. L.) merupakan komoditi perkebunan yang strategis. Kopi rakyat tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, terutama di Kalisat dan Silo. Adanya faktor pendorong dan faktor penghambat pada pengolahan produk olahan kopi dapat dirumuskan suatu rekomendasi kebijakan pengembangan produk olahan kopi, dimana meningkatkan faktor pendorong dan meminimalisir faktor penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi kebijakan pada pengembangan pengolahan kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analitis. Analisis data yang digunakan adalah analisis medan kekuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong tertinggi adalah motivasi petani yang tinggi dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,74, sedangkan faktor penghambat tertinggi adalah bahan baku yang diolah terbatas dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,42. Rekomendasi yang sebaiknya diterapkan untuk mendukung faktor pendorong adalah melakukan penyuluhan secara berkesinambungan, sedangkan rekomendasi sebagai solusi faktor penghambat adalah menjalin kerja sama dengan petani olah basah yang belum melakukan olah basah untuk melakukan olah basah  guna menjaga ketersediaan kopi olah basah dan menambah modal bagi unit usaha produksi pada koperasi.Kata Kunci: Kopi, Agroindustri, Analisis Medan Kekuatan, Metode Olah Basah, Metode Olah KeringABSTRACTCoffee (Coffea spp. L.) is one of a strategic commodity. The coffee public plantation is spread out to some sub-districts in Jember, especially in Kalisat and Silo. The existence of factors driving and inhibiting factors in the processing of coffee processed products can be formulated a policy recommendation development of processed coffee products, which enhance the driving factors and minimize the inhibiting factors. This study aims to determine policy recommendations on the development of coffee cultivation in the village of Shiloh Sidomulyo Jember District. The method used is descriptive method and analytical methods. Data analysis is force field analysis. The results showed that the highest motivating factor is the high motivation of farmers to the value of the urgency factor of 1.74, while the highest inhibiting factor is the raw material that is processed is limited by the value of the urgency factor of 1.42. The recommendations should be implemented to support the driving factor is to do counseling on an ongoing basis, while the recommendation as an inhibiting factor solution was worked with farmers who have not wet if if if wet wet to do in order to maintain the availability of coffee if wet and raise capital for the business unit of production the cooperative.Keyword: Coffee, Agroindustry, Force Field Analysis, Wet Processed Method, Dry Processed Method
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN Wijayanti, Liony
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan, mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan dan strategi peningkatan kesejahteraan pada masyarakat nelayan di Kecamatan Pademawu. Data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didasarkan pada kriteria World Bank dinyatakan nelayan belum sejahtera. Namun jika didasarkan pada kriteria BPS propinsi Jawa Timur dinyatakan sudah sejahtera. Kemiskinan di lokasi ini disebabkan oleh faktor alam, budaya dan struktur. Sementara strategi guna meningkatkan kesejahteraan masih didominasi oleh program pemerintah.Kata Kunci : Kesejahteraan, Nelayan, Kemiskinan WELFARE IMPROVEMENT STRATEGIC OF FISHERMEN SOCIETY IN PADEMAWU SUB-DISTRIC PAMEKASAN REGENCY ABSTRACTThe aims of this research are to find out the level welfare of fishermen, determinant factor of  poverty and its improvement strategic on fisherman society in Pademawu sub-district. Data is derived from primary and secondary data, and then analyzed by descriptive qualitative analysis. The results of this research shows welfare level of fisherman based on world bank standard is not on welfare yet. While, based on both Provincial and National Statistic bureau welfare level of fisherman society is on welfare. Poverty in this location is caused by some factors such as nature, culture and structure. The strategic to improve the welfare is dominated by government program.Keywords : Welfare , Fishermen , Poverty
PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN USAHATANI EMPAT VARIETAS BAWANG MERAH DI LUAR MUSIM (OFF-SEASON) DIKABUPATEN SERANG, BANTEN Purba, Resmayeti
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah di lahan sawah umumnya ditanam pada musim kemarau, karena pada musim hujan biasanya lahan sawah dipergunakan untuk pertanaman padi. Penanaman bawang merah di musim penghujan (off season) sering mengalami kerugian karena hasil dan keuntungan yang diperolehpetani  rendah. Untuk itu, perlu pemilihan  varietas yang dapat tumbuh pada musim penghujan. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan keuntungan usahatani bawang merah di luar musim (offseason) menggunakanempat varietas, yaitu Katumi, Bima, Manjoung dan Bima Curut (lokal).Budidaya bawang merah dilaksanakan di lahan petani, di  Kabupaten, Serang, Banten pada musim hujan (Februari-April 2013). Empat varietas diuji  dalam suatu percobaan yang ditata sesuai dengan rancangan acak lengkap dengan 5 ulangan.Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman jumlah daun, jumlah  umbi, produksi umbi dan keuntungan  usahatani bawang merah. Untuk mengetahui keuntungan usahatani bawang merah di luar musim digunakan rasio B/C. Hasil pengkajian menunjukkan bahwatinggi tanaman dan jumlah daun bawang merah di luar musim pada umur 42 HST secara berturut-turut  ialah varietas Katumi 36,82 cm dan 26,22 helai; varietas Bima  34,53 cm dan 20,04 helai; varietas Manjoung 32,61 cm dan 19,66helai, varietas Bima Curut (lokal) 29,51 cm dan 17,74 helai.Produksi  bawang merah secara berturut-turut ialah varietas Katumi, 7,27 ton/ha, varietas Bima 6,15 t/ha varietas  Manjoung5,85t/ha, dan Bima Curut (lokal) 5,40ton/ha. Keuntungan usahatani  bawang merah di luar musim secara berturut-turut diperoleh  varietas Katumi Rp. 64.480.000/ha dengan nilai B/C 1,24; varietas Bima sebesar Rp 47.480.000/ha   dengan nilai B/C 0,93,  varietas Manjoung Rp.42.680.000,-/ha dengan nilai B/C 0,78 dan varietas Bima Curut  (lokal) Rp. 36,480.000/hadengan rasio B/C 0,73.Data tinggi  tanaman, jumlah daun, produksi  dan keuntungan  usahatani bawang merah menunjukkan bahwa  varietas Katumi dapat digunakan sebagai alternatif  pada usahatani bawang merah di luar musim (off season),  Kabupaten Serang, BantenKata Kunci : Bawang merah, varietas, produksi, keuntungan, di luar musimABSTRACTShallot cultivation in paddy fields is generally planted the dry season, because the rainy season is usually used for wetland cultivation. Shallot cultivation in the rainy season often suffered looses as result of farmers and low profits. As the results, it needs the selection of varieties that can be grown in the rainy season. This study aims to determine the  product and benefits of shallot farming in the off-season using four varieties. Shallot cultivation carried out infarmers’fields, in Serang District Banten Province in the rainy season (February-April 2013). Four varieties were tested in a trial that lay out according to a completely randomized design with 5 replications. The parameters  measured were plant height and number of  leaves, number of tubers as well as the production and benefits of shallot farming. To know the benefits of shallot farming in the off-season use ratio B/C. The study showed that the plant height and number of leaves of shallot in the off-season at the age 42 in a row HST varieties was 36.82 cm and 26.22 strands Katumi, varieties Bima  34.53 cm and 20.04 strands, varieties Manjoung was 32.61 cm and 19.66 strands, varieties Bima Curut 29.51 cm and 17.74 strands. Production of  shallots in a row is Katumi varieties 7.27 t/ha,  Bima  varieties 6.15 t/ha, varieties Manjoung 5.85 t/ha and Bima Curut 5,40 ton/ha. Advantages of shallots farming in the the off-season in a varieties obtained Katumi Rp.  64.480.000/ha with the B/C ratio of 1.24; varieties Bima of  47.480.000 /ha with the ratio B/C of 0.93, varieties Manjoung Rp. 42.680.000/ha and the value of B/C 0.78 and varieties Bima Curut  of Rp.36.480.000/ha with a ratio B/C of 0.73.  Data of plant height, number of leaves, the production  and benefits of shallot farming Katumi showed that varieties can be used as an alternative to shallot farming in the off-season, Serang, BantenKeywords: Shallot, varieties, production,   benefits, off season 
PROFIL DAN KARAKTER SOSIAL EKONOMI PETANI TANAMAN PANGAN DI BOJONEGORO Andri, Kuntoro Boga
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani Bojonegoro saat ini didorong untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan cara optimalisasi pertanian, revitalisasi agribisnis, diversifikasi pertanian dan fasilitasi dari pemerintah daerah. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui profil petani di Kabupaten Bojonegoro yang berisi tentang kondisi petani, kepemilikan lahan, pendapatan dan potensi yang dimiliki, serta menganalisis faktor-faktor penentu yang mempengaruhi perilaku petani dan kondisi sosial ekonomi mereka. Penelitian dilaksanakan dengan memahami dan mengelola data sekunder maupun data primer untuk kemudian dianalisis deskriptif dan finansial untuk mengetahui profil petani dalam usaha bidang petanian, sehingga mampu memberikan solusi dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Hasil analisa usahatani menggambarkan sebagian besar komoditas tanaman pangan yang diusahakan oleh petani di Kabupaten Bojonegoro sudah memberikan tingkat keuntungan yang sangat memuaskan.  Meski demikian masih diperlukan optimalisasi penerapan teknologi dan input pertanian agar  potensi  unggulan dapat dimaksimalkan dengan intervensi  berbagai  program meliputi  keseluruhan  proses  mulai  dari  on  farm/ produksi/ hulu  sampai  off  farm/industri/ hilir dan permodalan usahatani.  Kata kunci: Petani Kecil, Tanaman Pangan, Intensifikasi, BojonegoroABSTRACTFarmers in Bojonegoro are currently supported to improve their welfare by means of optimization of agriculture, revitalize agribusiness, agricultural diversification and facilitation of the local government. This study aims to determine the profile of farmers in Bojonegoro which contains the conditions of farmers, land ownership , revenue and potential, and to analyze the determinants that influence the behavior of farmers and their socio-economic conditions. The experiment was conducted with the understanding and managing secondary data and primary data for the analysis to determine the financial and descriptive profile of farmers in the business of agricultural fields, eventually to be able to provide solutions to increase the income and welfare of farmers. It required the optimization of  the technology application and agricultural inputs in order to maximize the high potential commodity intervention programs which covering the entire process from on farm / production / upstream to off farm / industrial / downstream farming and capital. The results of the farming analysis was concluded that  most of  food crops which cultivated by the farmers in the Bojnegoro district had already provided a very satisfactory level of profit.Keywords : Smallholders, Food, Crops , Intensification , Bojonegoro
EFISIENSI PRODUKSI PETANI JAGUNG MADURA DALAM MEMPERTAHANKAN KEBERADAAN JAGUNG LOKAL Lestari Rahayu Waluyati, Isdiana Suprapti, Dwidjono Hadi Darwanto , Jangkung Handoyo Mulyo dan
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efisiensi produksi, alokatif dan ekonomis petani jagung terhadap usaha tani jagung lokal, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi produksi. Analisis data yang digunakan berupa analisis fungsi produksi stochastic frontier yang diestimasi  dengan metoda maximum likelihood (MLE) dengan memakai program komputasi frontier versi 4.1 yang dikembangkan oleh Coelli (1996). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi ekonomi komoditi jagung lokal di kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep sebesar 0,676. Efisiensi teknis sebesar 0,29 (belum efisien), sedangkan efisiensi alokatif/harga sebesar 3,108 (sudah efisien). Faktor yang secara nyata mempengaruhi efisiensi ekonomi adalah pengalaman usahatani dan pendidikan formal petani. Faktor yang secara nyata mempengaruhi efisiensi teknis usahatani adalah pengalaman usahatani.Kata kunci : Jagung, Efisiensi Teknis, Efisiensi Alokatif, Efisiensi EkonomiABSTRACTThe purpose of the research is to analyze the level of production efficiency, alokatif and economical corn farmers on local corn farmer, analyzes the factors that affect the level of production efficiency. The analysis of the data used in the analysis of stochastic frontier production function which is being estimated by the method of maximum likelihood (MLE) using the computing frontier version 4.1 program developed by Coelli (1996). The result showed that the level of economic efficiency comodities Fakultas Pertanian localized in sub-district sumenep guluk-guluk district of 0,676. Technical efficiency of 0,29 ( not efficient ), while efficiency alokatif / price of 3,108 ( efficient ). Factor that significantly affect economic efficiency is an experience and formal education of farmers.Keywords : corn, Technical efficiency, alokatif Fakultas Pertanian efficiency  
STRATEGI TERCAPAINYA KETAHANAN PANGAN DALAM KETERSEDIAAN PANGAN DI TINGKAT REGIONAL S. Rusdiana, Isbandi dan
9-772301-994005
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan pangan di Indonesia untuk saat ini belum dapat tercukupi karena, pertanian di Indonesia belum bisa dikelola dengan baik, untuk saat ini peran para petani sangat dibutuhkan guna untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia. Melihat permasalahan di atas tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana strategi tercapainya ketahanan pangan dalam ketersediaan pangan secara nasional  yang dapat disiasati dengan ketersediaan pangan,  mengembangkan kelembagaan, solusi diversifikasi pangan secara nasional sehingga dapat terwujud ketahanan pangan dan tidak ketergantungan pada pangan pokok masyarakat. Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama seperti diamanatkan oleh  Undang Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa Pemerintah menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan, masyarakat menyelenggarakan proses produksi dan penyediaan, perdagangan, distribusi serta berperan sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau oleh daya beli masyarakat. Kecukupan pangan  untuk kepentingan masyarakat secara nasional, tercapainya target kecukupan pangan dengan adanya sistem ketahanan pangan di Indonesia secara komprehensif meliputi empat sub-sistem, yaitu: ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruh masyarakat secara nasional, distribusi pangan yang lancar, harga pangan murah dan terjangkau oleh lapisan masyarakat secara nasional, merata keseluruh daerah-daerah di Indonesia, konsumsi pangan setiap individu terpenuhi kecukupan gizi seimbang dapat menikmati yang berdampak pada kecukupan pangan dengan baik dan status gizi masyarakat Indonesia terpenuhi  secara regional.Kata Kunci : ketahanan pangan, ketersediaan pangan, strategi pangan regional.ABSTRACTFood needs in Indonesia to date can not be fulfilled because of agriculture in Indonesia can not be managed well, for now the role of farmers is urgently needed to increase food productivity in Indonesia. Looking at the above problems purpose of this paper to find out how to achieve food security strategy in the national food availability can be circumvented by ketersdiaan food, develop institutional, food diversification solutions nationally to enable the creation of food security and reliance on staple foods. Food is an essential and strategic commodity for Indonesia since food is a basic human need that must be met by the government and the community together as mandated by Law No. 7 of 1996 concerning food. Mentioned in the Act Government organized setting, coaching, control and supervision, while community organizing production processes and supply, trading, distribution and function as consumers are entitled to adequate food in quantity and quality, safe, nutritious, diverse, equitable, and affordable by the community. Food security for the benefit of the national community, the achievement of food sufficiency targets with a system of food security in Indonesia comprehensively covers four sub-systems, namely: the availability of food in sufficient quantity and type for the entire national community, lancer food distribution, food prices cheap and affordable by the national society, evenly throughout the regions in Indonesia, each individual food consumption is met can enjoy a balanced nutrition that impact on the food security and nutritional status of both the people of Indonesia met nationally.Keywords: achievement strategies, at regional food

Page 4 of 36 | Total Record : 352