cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 327 Documents
Produktivitas dan Kualitas Buah Manggis (Garcinia manggostana L.) di Purwakarta Eko Setiawan; Roedhy Poerwanto
Agrovigor Vol 1, No 1 (2008): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.405 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v1i1.227

Abstract

Indonesian mangosteen is a prospective product to be exported to Europe, Middle East, East Asia such as Taiwan, Hong Kong, Singapore, and Japan. Indonesian exported commodities increase significantly from year to year, but the increasing volume was not followed by an improvement in the production and quality of the fruit.  Mangosteen has symmetrical branches that form a dense canopy that protect sun radiation intensity to penetrate, and it keeps the radiation intensity remain below normal of its need. Most of the harvested mangosteen plants owned by the community were not managed properly. It causes the production and quality of the fruit below standard. The research aims at (1) knowing the position of the buds and fruit at various branches within the canopy, (2) collecting information about the distribution of production and quality of the fruit. The research was done from September 2003 to May 2004 at the center of mangosteen fruit production in west Java, i.e. Sub-district of Wanayasa, District of Purwakarta.  The research was done on randomized complete block design which consists of nine sectors of branches with seven replications. The nine sectors are sector 1 (inner bottom canopy), sector 2 (center bottom canopy), sector 3 (outer bottom canopy), sector 4 (inner middle canopy), sector 5 (center middle canopy), sector 6 (outer middle canopy), sector 7 (inner top canopy), sector 8 (center top canopy), sector 9 (outer top canopy). The result of research showed that the most frequent emergence of bud and fruit in Wanayasa was found in sector 3 (outer bottom canopy), sector 4 (inner middle canopy) and sector 5 (center middle canopy). Sector 6 (outer middle canopy), produce more vegetative branches. Dense canopy structure of upper branches has protect inner and bottom canopy from light availability. On average, the quality of the fruit is below standard. In Wanayasa, only 0.6-0.7% of the fruit meets the quality of Super SNI which produced especially on sector 4 and sector 5. At average, distribution of quality I  was about 8.8-18.2%; distribution of quality II was about 7.7-36.4%; and more than 50% of the production does not meet the quality standards. 
Preferensi Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Terhadap Tanaman Padi Hamdan Maruli Siregar; Swastiko Priyambodo; Dadan Hindayana
Agrovigor Vol 13, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i1.6249

Abstract

Tikus sawah adalah salah satu hama utama tanaman padi yang sangat merugikan bagi petani karena dapat merusak pada semua stadia pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi serangan tikus sawah terhadap tanaman padi berdasarkan stadia pertumbuhannya. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah irigasi Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dari bulan Januari sampai April 2018. Percobaan yang dilakukan adalah pemerangkapan tikus menggunakan linear trap barrier system (LTBS). LTBS dipasang di habitat tepi kampung selama satu musim tanam yang terdiri atas 3 periode pemasangan, yaitu stadia vegetatif, stadia awal generatif, dan stadia akhir generatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tangkapan tikus dan intensitas kerusakan tanaman padi tertinggi terjadi pada stadia awal generatif. Hal ini mengindikasikan bahwa preferensi serangan tikus sawah terhadap tanaman padi terjadi pada stadia awal generatif.
Karakterisasi Internal Transcribed Spacer (ITS) rDNA Nematoda Pucuk Putih (Aphelenchoides besseyi Christie) Ade Indra Maulana Sembiring; Fitrianingrum Kurniawati; Supramana Supramana
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.238 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5085

Abstract

Aphelenchoides besseyi merupakan nematoda parasit tumbuhan penting pada padi dan dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 54%. Informasi mengenai nematoda A. besseyi di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi A. besseyi berdasarkan daerah ITS dan menganalisis runutan nukleotida dari daerah ITS. Nematoda A. besseyi diekstraksi dari 6 g benih dari tujuh varietas padi, yaitu Ciherang, Gondo Roso, Hibrida Prima, Inpari Sidenuk, Pertiwi, Pandan Wangi, dan Sintanur. Ekstraksi nematoda dilakukan dengan metode Corong Baermann yang telah dimodifikasi. Identifikasi molekuler dengan PCR mengamplifikasi wilayah ITS menggunakan pasangan primer spesifik forward (5’-ACA ATC GAG TTG GGA GTG-3’) dan  reverse (5’-GGT CAG TGT CAT CAA TCG-3’). Hasil amplifikasi DNA A. besseyi diperoleh fragmen berukuran sekitar ±750 bp. Hasil analisis penyejajaran diperoleh 555 nukleotida. Isolat A. besseyi asal Indonesia varietas Inpari Sidenuk, Ciherang, Hibrida Prima, dan Pandan Wangi menunjukkan homologi  nukleotida 100% dengan isolat asal Cina dan Rusia, serta varietas Sintanur, Pertiwi, dan Gondo Roso memiliki homologi 100% dengan isolat asal India. Perbandingan homologi isolat asal Indonesia dengan outgroup isolat A. primadentus asal Iran menunjukkan kemiripan nukleotida 74.4%. Perbedaan runutan nukleotida antar isolat terletak pada posisi 216, 376, dan 448. Hal tersebut menunjukkan isolat asal Indonesia memiliki tingkat kesamaan yang tinggi dan berkerabat sangat dekat dengan isolat asal Cina, Rusia, dan India.Kata kunci: analisis filogenetika, analisis penyejajaran, homologi
Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Varietas Lokal Madura pada Berbagai Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Fosfor Nurul Hidayat
Agrovigor Vol 1, No 1 (2008): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.18 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v1i1.232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk P (SP-36) terhadap pertumbuhan dan hasil produksi kacang tanah varietas lokal Madura. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan yang terletak di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua Faktor, tiga ulangan. Faktor pertama adalah Jarak Tanam (J1 40 cm x 10 cm,  dan J2 20 cm x 20 cm). Faktor kedua adalah Dosis Pupuk P (SP-36) (P1 0 kg, P2 250 kg, dan P3 375 kg SP-36/ha). Hasil penelitian ini adalah jarak tanam memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman Arachis hypogea, L. pada tinggi tanaman, berat kering daun, dan jumlah bintil akar, sedangkan produksi tanaman Arachis hypogea, L.  pada berat kering oven dan jemur biji per tanaman. Dosis pupuk P (SP-36) memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman Arachis hypogea, L. pada tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, dan jumlah bintil akar, sedangkan produksi tanaman Arachis hypogea, L.  pada berat kering jemur polong per tanaman, berat kering oven biji per tanaman dan berat kering jemur biji pertanaman. Interaksi perlakuan jarak tanam dan dosis pupuk P (SP-36) memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman Arachis hypogea, L. pada jumlah daun per tanaman dan berat kering total tanaman, sedangkan produksi tanaman Arachis hypogea, L. pada jumlah polong per tanaman dan berat kering oven polong per tanaman.
Pengaruh Beberapa Jenis Bokashi dan Trichoderma spp. terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Tanah Alluvial Indah Permayani; Radian Radian; T H Ramadan
Agrovigor Vol 13, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i1.6195

Abstract

Upaya untuk memenuhi kebutuhan jagung manis dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi. Salah satunya dengan meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan pemberian bokashi dan Tricodherma. Penelitian ini meliputi jenis bokashi dan trichoderma terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Pengujian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi bokashi dengan penambahan Trichoderma+pupuk hayati yang diperkaya mikroba berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, berat berangkasan kering dan hasil tanaman jagung. Pertumbuhan dan hasil produksi yang paling baik dicapai pada perlakuan bokashi kotoran ayam dengan penambahan trichoderma dan pupuk hayati.
Evaluasi Ketahanan Beberapa Galur Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdc) Madura Terhadap Kekeringan Ahmad Syaiful Umam; Kaswan Badami; A. Sidqi Zaed Z.M
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.142 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.4881

Abstract

Tanaman Kacang Bambara dikenal sebagai salah satu tanaman yang tahan terhadap kekeringan. Tanaman ini berasal dari Afrika yang kemudian dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa galur kacang bambara terhadap kekeringan serta kebutuhan air minimum yang dibutuhkan tanaman untuk tetap tumbuh dan berproduksi dengan baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Terdiri atas 4 galur (G1, G2, G3, G4) dan 4 taraf penyiraman (P1, P2, P3, P4) sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan. Perlakuan galur memberikan pengaruh terhadap parameter hasil (umur berbunga, jumlah polong, panjang akar, jumlah biji dan berat biji), sedangkan penyiraman mempengaruhi semua parameter pengamatan. Taraf penyiraman 100% kapasitas lapang (P1) memberikan pengaruh terbaik pada setiap parameter pengamatan, sedangkan interaksi terbaik ditunjukkan pada G4P4 pada setiap parameter pengamatan. Kebutuhan air minimum tanaman kacang bambara yaitu pada taraf penyiraman 75% Kapasitas Lapang (P2).
Pengaruh Pupuk N, P, K dan Mg terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Lidah Buaya (Aloe vera chinensis) pada Lahan Gambut Indragiri Hilir Riau Catur Wasonowati; - Sudrajat; Sudirman Yahya
Agrovigor Vol 1, No 1 (2008): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.891 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v1i1.228

Abstract

The objective of this research was to study the effect of N, P, K and Mg fertilizers on growth and quality of Aloe vera chinensis in peat soil of Indragiri Hilir Riau.  The research was conducted at PT Bhumireksa Nusasejati Plantation, Indragiri Hilir Riau.  The research was arranged by Factorial Randomized Block Design  with 4 factors, 4 levels, 3 replications.  The first factor was N dosage fertilizer (N0 is equal to 0g, N1 is equal to 5g, N2 is equal to 10g, N3 is equal to 20g N/plant/month), The second factor was P dosage fertilizer (P0 is equal to 0g, P1 is equal to 4g, P2 is equal to 8g, P3 is equal to 16g P2O5/plant/month), The third factor was K dosage fertilizer (K0 is equal to 0g, K1 is equal to 7.5g, K2 is equal to 15g, K3 is equal to 30g K2O/plant/month), The fourth factor was Mg dosage fertilizer (Mg0 is equal to 0g, Mg1 is equal to 2.5g, Mg2 is equal to 5g, Mg3 is equal to 10g MgO/plant/month).  The results showed that the application of N, K and Mg dosage significantly increased plant height, leaf length, leaf width, leaf thickness, and the number of leaf by quadratic response.  Combination of N and P fertilizer  significantly raised the leaf fresh weight.  The complete treatment (NPKMg) and single factor either N and Mg did not increase the total chlorophyll and protein content , in contrast, P and K as a single factor significantly  increased  the total chlorophyll but not protein content. Gel of Aloe vera consisted of 17 essential amino acids
Efikasi Herbisida Isopropilamina Glifosat terhadap Pengendalian Gulma Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Sarwendah Ratnawati Hermanto; Venti Jatsiyah
Agrovigor Vol 13, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i1.6070

Abstract

Salah satu faktor yang menghambat produktivitas kelapa sawit yaitu gulma, karena pengaruh gulma tidak terlihat secara langsung dan umumnya berjalan lambat. Metode pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan herbisida dianggap sebagai metode paling mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida yang efektiv serta mengetahui tingkat kematian gulma setelah aplikasi herbisida isopropilamina glifosat pada perkebunan kelapa sawit belum menghasilkan (TBM). Penelitian ini dilaksanakan pada area perkebunan kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) di perkebunan desa Pelang, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan serta 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa herbisida isopropilamina glifosat mampu menekan pertumbuhan gulma. Berdasarkan hasil uji duncan multiple range test (DMRT) perlakuan terbaik dalam pengendalian gulma di tanaman kelapa sawit belum menghasilkan yaitu pada dosis 2,00 l/ha, mampu menekan pertumbuhan gulma secara efektif dengan konsentrasi 1,7 % dalam menurunkan bobot kering gulma total pada 2 dan 6 MSA di tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM).
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Bakau (Rhizophora mucronata) dalam Menghambat Pertumbuhan Ralstonia solanacearum Penyebab Penyakit Layu Saat Egra; Mardhiana Mardhiana; Mut Rofin; Muhammad Adiwena; Nur Jannah; Harlinda Kuspradini; Tohru Mitsunaga
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.853 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5143

Abstract

R. mucronata telah banyak digunakan sebagai tanaman obat-obatan tradisional karena mampu menghasilkan metabolit sekunder seperti tanin, alkaloid, terpenoid, sapponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bagian tanaman daun dan kulit batang sebagai penghambat bakteri R. solanacearum, dengan konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm, kontrol positif (Chlorampenicol), kontrol negatif (Etanol). Metode yang digunakan untuk uji daya hambat menggunakan metode difusi agar sumuran. Hasil penelitian menunjukan faktor kelembaban daun R. mucronata (0.33g) kulit batang (0.58g). Hasil rendemen ekstrak daun (17.61%) kulit batang (7.85%). Persentase penghambatan menunjukkan bahwa ekstrak daun R. mucronata memiliki daya hambat terhadap R. solanacearum pada konsentrasi 20000 ppm dan 10000 ppm masing-masing 31% dan 29%, namun disisi lain pada daun R. mucronata konsentrasi 5000 ppm tidak ada aktivitas daya hambat. Pada sampel yang berbeda Kulit batang R. mucronata menunjukkan adanya aktivitas daya hambat pada konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase secara berturut-turut 34%, 39%, dan 44%.  
Periode Kritis Kacang Hijau (Phaseolus aureus L.) Akibat Persaingan dengan Gulma dan Macam Pengolahan Tanah pada Tanah Mediteran Merah di Desa Socah Kecamatan Socah Bangkalan Ainur Rafiq Amrullah; Sidqi Zaed Z.M; Slamet Supriyadi
Agrovigor Vol 1, No 1 (2008): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.071 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v1i1.233

Abstract

Mung bean is one of leguminose plants planted in the third  order after soy bean and ground nut.  The presence of weeds on certain growth periode (critical periode) and at certain population can cause to reduce the yield of this plant.  This research aimed to study the critical periode of mung bean as the affected by the presence of weeds on different soil tillage.  The study was carried out on horticulture station research, Socah District, Bangkalan Regency with red mediteran (Alfisol) soil type. The research was arranged in a randomized block design with two factors. The first factor was the clear away weed consisted of  8 levels and the second factor was soil tillage method consisted two levels.  Result showed that there were significant interaction between the way in clearing away weeds and soil tillage treatment on the plant height, leaf area, leaf number, fresh and dry weight of plant, pod number, and dry weight of seed of plant.  Moreover,  the longer weeds present in assosiation with mung bean plant was the higher the effect of the weeds to reduce the yield. The higher yield was resulted from plant growing on the tilled soil. The critical periode of mung bean plant growing in the competition with weeds on untilled and tilled soil respectivelly was between 2 and 4 weeks after planting and between 6 and 8 weeks after planting.

Page 3 of 33 | Total Record : 327