cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 327 Documents
Studi Warna Biji Jagung Lokal Madura Menggunakan Teknologi Imaging Nurholis Nurholis; Mohammad Syafii; Syaiful Khoiri
Agrovigor Vol 13, No 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.751 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v13i1.6569

Abstract

Jagung merupakan komoditas penting yang merupakan pangan pokok ketiga yang paling bayak dikonsumsi penduduk dunia serta merupakan bahan pangan alternatif pengganti beras dalam rangka mendukung program diversifikasi pangan di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman plasma nutfah jagung terutama pada warna biji dan kuantifikasinya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2018, kegiatan eksplorasi di lakukan di empat kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Hasil dari kegiatan eksplorasi diperoleh 60 aksesi jagung lokal, 44 masih dalam bentuk tongkol dan 16 dalam bentuk jagung pipil populasi bulk. Berdasarkan hasil imaging menggunakan perangkat ImageJ untuk populasi studi betakaroten maupun antosianin menunjukkan hasil yang konsisten baik berdasarkan hasil 3D histogram maupun corrplot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuantifikasi warna biji jagung dapat dilakukan melalui pendekatan imaging menggunakan perangkat ImageJ.
PENGARUH ATRAKTAN TERHADAP LALAT BUAH PADA TANAMAN BELIMBING DI KABUPATEN BLITAR Moch. Sodiq; Sudarmadji .; Sutoyo .
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.154 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2318

Abstract

Lalat buah telah menjadi salah satu hama penting pada tanaman belimbing (Averrhoa carambola L.).  Guna mengatasi serangan lalat buah, petani selalu membungkus buah dan memasang atraktan metil eugenol pada tanaman belimbing pada saat tanaman berbunga sampai dengan buah belimbing dipanen, namun hasilnya belum optimal dalam mengendalikan lalat buah, sehingga perlu dicari cara lain untuk mengendalikan lalat buah belimbing yang lebih efektif.  Penelitian dilakukan pada lahan belimbing petani Kabupaten Blitar.  Sedangkan untuk mengetahui jenis lalat buah yang menyerang buah belimbing, dilakukan identifikasi di Laboratorium HamaTanaman.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan setiap perlakuan diulang 4 kali.  Parameter yang diamati adalah spesies, intensitas serangan, jumlah, dan kelamin lalat buah yang terperangkap.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraktan tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan lalat buah.  Lalat buah yang terperangkap hanya satu spesies yaitu Bactrocera carambolae dan kombinasi jenis atraktan, perangsang bau pakan, warna dan volume tempat atraktan tidak berpengaruh terhadap ketertarikan lalat buah jantan dan betina. Kata kunci : pengaruh, atraktan, lalat buah
KEEFEKTIFAN INSEKTISIDA CAMPURAN EMAMEKTIN BENZOAT + BETA SIPERMETRIN TERHADAP HAMA ULAT API Setothosea asigna PADA TANAMAN KELAPA SAWIT Edy Syahputra
Agrovigor Vol 6, No 1 (2013): MARET
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.586 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i1.1475

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kerja bersama dari bahan aktif insektisida emamektin benzoat dan beta sipermetrin di laboratorium, dan untuk mengevaluasi keefektifan dari insektisida campuran dalam mengendalikan populasi ulat api S. asigna di lapangan. Bioassay dilakukan dengan metode penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran insektisida antara bahan aktif emamektin benzoat dan beta sipermetrin memiliki aktivitas sinergistik terhadap larva S. asigna dengan indeks kombinasi insektisida 0,89%. Insektisida campuran pada kisaran konsentrasi 0,25 - 1,00 ml/l yang disemprotkan pada tanaman kelapa sawit secara efektif menekan populasi larva S. asigna di lapangan.Kata Kunci: Insektisida campuran, Kelapa sawit, Setothosea asigna.
Perbaikan Komposisi Limbah Debu Tembakau sebagai Kompos Roni Syaputra; Subiyakto .
Agrovigor Vol 10, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.575 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v10i2.2977

Abstract

ABSTRAKPupuk organik penting karena sebagian besar lahan pertanian di Indonesia saat ini kekurangan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas produk pupuk alternatif (kompos berbasis debu tembakau)  Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung keberlanjutan sistem produksi pertanian. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ekofisologi dan KP. Karangploso pada Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat mulai bulan Maret sampai November 2012. Larutan aktivator yang digunakan EM-4 200 mL + Molase 200 mL yang dilarutkan dalam  40 L air untuk 100 Kg bahan. Perlakuan berupa:  (1) debu tembakau 50% +  kapur 1.5% + kotoran sapi 41% + penggembur 2.5% + arang sekam 5%, (2) debu tembakau 25% +  biomassa Tithonia 25%+  kapur 1,5% + kotoran sapi 41% + penggembur 2,5% + arang sekam 5%,  (3) biomassa Tithonia 50% +  kapur 1.5% + kotoran sapi 41% + penggembur 2.5% + arang sekam 5%. Pengamatan temperatur, setiap hari (pagi dan sore), pH seminggu sekali dan  analisis hara makro dan mikro produk kompos.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan komposisi kompos debu tembakau dengan penambahan biomassa Tithonia dapat meningkatkan kadar hara P, Na, Ca, meningkatkan pH dan KTK serta menurunkan rasio C/N kompos disamping itu juga mempercepat proses pengomposan.Kata kunci :  debu tembakau, kompos, limbah,  perbaikan komposisi  ABSTRACTOrganic fertilizer is important because most of the agricultural land in Indonesia is low of organic matter. This research aims to improve the quality of alternative fertilizer (compost-based tobacco dust). The results of this research are expected to reduce the pollution of the environment and support the sustainability of agricultural production systems. The experiment was conducted in the Ecophysiology Laboratory and Karangploso research station on Indonesian Sweeteners and Fiber Crops Research  Institute from March to November 2012. Activator used EM-4 solution: 200 mL EM-4 + 200 mL molasses dissolved in 40 L of water to 100 kg of material. Treatment were: (1) 50% tobacco dust  + 1.5% lime + 41% cow dung + 2.5% bulking + 5% charcoal,  (2) 25% tobacco dust  + 25% Tithonia biomass + 1.5% lime + 41% cow dung + 2.5% bulking + 5% charcoal, (3) 50% Tithonia biomass  + 1.5% lime + 41% cow dung + 2.5% bulking + 5% charcoal. Observations: temperature, every day (morning and afternoon), pH once a week and analyzes of macro and micro nutrients of compost product. The results of this research were recomposition of compost of tobacco dust with the addition of Tithonia biomass can increase nutrient levels of P, Na, Ca, increase pH value and CEC and decrease the C/N ratio of compost, besides that it also speeds up the composting process.Keywords: tobacco dust, compost, waste, recomposition 
PEMANFAATAN HASIL EKSPLORASI PLASMA NUTFAH JERUK NUSANTARA Emi Budiyati; Nirmala FD; Setiono -
Agrovigor Vol 9, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.743 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i1.1526

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman  jenis jeruk unggul  lokal maupun nasional   yang tersebar diseluruh nusantara dari sabang sampai merauke,  dan berpotensi  dikembangkan serta didayagunakan untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral masyarakat seiring  dengan bertambahnya penduduk yang terus meningkat dari tahun ketahun.  Penelitian  bertujuan untuk identifikasi hasil eksplorasi plasmanutfah jeruk nusantara  berdasarkan kemanfaatan sesuai jenisnya.  Penelitian dilakukan dari tahun 2010 -2013  diseluruh daerah sentra jeruk  Maluku Utara, Maluku tenggara,  Kalimantan Timur, dan Jawa Timur. Metodologi dengan  survei  dan exploratif,  kordinasi dengan Diperta, BPTP, Kebun Raya LIPI serta wawancara dengan penduduk lokal.  Hasil penelitian telah mendapat 30 Asesi Jeruk yang terdiri  citrus  reculata, citrus maxima,  citrus  ambicarpha dan   citrus aurantivolia dan  Menjadi  3 macam jenis berdasarkan pemanfaatannya  yaitu sebagai  buah segar (Pamelo, Keprok dan Manis, olahan dan jenis  biofarmaka (Nipis. Nipis Jumbo, Jerpaya, dan  Jari Buda membuka)Kata kunci:   buah, eksplorasi, jeruk, plasmanutfah, varietas
PENGARUH TINGGI BEDENGAN PADA DUA VARIETAS LOKAL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Holish -; Eko Murniyanto; Catur Wasonowati
Agrovigor Vol 7, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.754 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i2.1442

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif, komoditas ini juga merupakan sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan Jawa Timur yang  sangat fluktuatif  harga maupun produksinya. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan yang berada pada ketinggian ± 3 m di atas permukaan laut dengan jenis tanah grumusol. Penelitian dilakukan pada bulan November 2011 sampai dengan Februari 2012. Perlakuan  tinggi bedengan tidak menunjukkan  pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada semua parameter. Perlakuan tinggi bedengan 40 cm (T1) cenderung menghasilkan jumlah daun ( 29,66), bobot basah pertanaman (43,37 g) dan bobot basah umbi per bedengan (3450 g)  dan bobot kering umbi per bedengan (8,9 g)  lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tinggi bedengan 50 cm (T2) dan 60 cm (T3). Perlakuan jenis varietas tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada semua parameter. Perlakuan varietas Nganjuk (V2) cenderung menghasilkan tinggi tanaman (26,12 cm)  dan jumlah daun (27) lebih tinggi dibandingkan varietas lokal Madura (V1), sedangkan varietas lokal Madura  (V1) cenderung memberikan bobot basah umbi per tanaman (39,24 g) dan bobot basah umbi per bedengan  (3150 g) lebih tinggi dibanding varietas Nganjuk (V2). Perlakuan tinggi bedengan dan dua varietas bawang merah tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua parameter pengamatan.Kata Kunci : varietas lokal, bawang merah, tinggi bedengan.
Fermentasi Limbah Jagung dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Jagung Ungu Introduksi di Madura Syaiful Khoiri; Mualim Mualim
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.375 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.5024

Abstract

Peningkatan produksi jagung nasional telah dicapai pemerintah melalui upaya khusus selama 2 tahun terakhir (2016-2017). Keberhasilan ini ditandai dengan ditutupnya kran  impor pada tahun 2017. Selanjutnya, kebijakan pemerintah diarahkan pada pengembangan jagung fungsional atau jagung yang mempunyai kandungan bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.  Pulau Madura mempunyai luasan areal pertanaman jagung yang sangat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari adaptasi jagung ungu introduksi dengan menambahkan pupuk organik dari limbah jagung di Madura.  Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Sistem Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura. Metode pengujian yang dilakukan dengan cara aplikasi 3 hari sebelum tanam. Parameter pengamatan di lapangan meliputi: karakteristik bio-kompos, daya kecambah benih, tinggi tanaman, kandungan klorofil, dan bobot produksi pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik hasil fermentasi dari limbah jagung berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta kandungan klorofil tanaman jagung ungu. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan S1 yang menunjukkan respon perkecambahan dan pertumbuhan paling tinggi, kandungan klorofil tinggi, umur berbunga pendek, serta memiliki bobot tongkol dan biji tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
UPAYA INISIASI KALUS TABAT BARITO (Ficus deltoidea Jack) DENGAN KULTUR JARINGAN Heru Sudrajad; Didik Suharto
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.413 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1425

Abstract

Kontribusi Biomassa dari Daun Gugur dalam Penyediaan Hara pada Pertanaman Ubi Kayu Suwarto Sukiman; Ahmad Faris Abrori
Agrovigor Vol 11, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.332 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i1.3925

Abstract

In the central area of production, cassava is cultivated continuously along the year as monoculture. At harvest time a number of biomass will be transported from the land in the form of cassava roots, stem, and leaves; a number of nutrient transported from the land. However, the cassava is still could be cultivated with not significantly decreasing its productivity. Probable that is related to the leaves fall during the planting season as the biomass return. The study to know the contribution of the leaves fall to nutrient supply of cassava field has been conducted by planting cassava varieties of Adira-1, Gajah and Mangu as monoculture and intercropped with yam bean.  The leaves were starting fall at 8 weeks after planting (WAP).  The contribution of the leaves fall was significantly different among the varieties. The influence of planting system was not significant to the leaves fall.  Up to the harvest time at 34 WAP, the nutrient supply of leaves fall of Adira-1 was estimated could replace all nutrient of N, P, K, Ca and Mg transported in the roots of 15.7 ton ha-1.  The leaves fall of Gajah varieties was estimated could replace all nutrient of N and Ca transported in the roots of 19.6 ton ha-1.  However, the leaves fall of Mangu variety was estimated could not replace all nutrient of N, P, K, Ca and Mg transported in the roots of 30.5 ton ha-1. Additional fertlizers were needed to supply enought nutrient to Gajah and Mangu varieties.
STUDI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN TEMBAKAU DI KECAMATAN SAMBENG KABUPATEN LAMONGAN Sucipto -
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.114 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1489

Abstract

Lahan adalah suatu lingkungan fisik yang meliputi tanah, iklim, relief, hidrologi dan vegetasi, dimana fakto-faktor tersebut mempengaruhi potensi penggunaannya. Sebagai bagian dalam upaya pembangunan pertanian, kegiatan inventarisasi jenis dan kesesuain lahan perlu dilakukan. Hal ini akan terkait dengan upaya pengembangan pertanian ke depan untuk melihat prospek pengembangan komoditas tembakau agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan menjamin kelestarian lahan yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Ngimbang. Studi kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman tembakau laksanakan di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan survei dan analisa laboratorium. Kegiatan studi kesesuaian lahan dilaksanakan dengan 3 (tiga) tahapan yaitu : 1). Identifikasi jenis tanah, 2). Penyusunan kualitas lahan, 3). Evaluasi kesesuaian lahan. pengolahan dan analisis data menggunakan metode matching menggunakan software ArcGIS 9.3. Kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman tembakau secara umum adalah S3 (sesuai marjinal), dengan faktor pembatas ketersediaan air dan retensi hara. Kesesuaian  lahan aktual pada tanah vertisol dengan faktor pembatas curah hujan, C Organik, pH, sedangkan tanah alfisol adalah S3 dengan faktor pembatas curah hujan dan pH.  Kesesuaian lahan potensial pada tanah vertisol dan alfisol memiliki kelas kesesuaian yang sana (S3) dengan faktor pembatas curah hujan.Kata kunci : kesesuaian lahan, tembakau

Page 4 of 33 | Total Record : 327