cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: April (2013)" : 10 Documents clear
PERMODELAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL SECARA TERPADU YANG BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS PULAU RAAS KABUPATEN SUMENEP MADURA) Adi Waluyo
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.835

Abstract

Negara Indonesia adalah negara maritim yang memiliki banyak pulau baik yang bernama maupun yang belum bernama. Salah satunya adalah pulau Raas Madura, dimana pulau ini memiliki sumber daya alam yang melimpah di sepanjang garis pantainya. Dibalik melimpahnya sumber daya alam tersebut masih terdapat masyarakat yang sebagian besar prasejahtera. Pemanfaatan yang berlebih (over exploitation) dan krisis ekonomi yang menyebabkan terjadinya persaingan untuk memperoleh sumber daya alam yang tersisa sehingga mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Sistem pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang secara terpadu yang dapat mengatisipasi terjadinya degradasi sumber daya alam tersebut. Upaya ini harus didukung oleh pemerintah untuk memberikan kesejahteraan mayarakat di darah pesisir di pulau-pulau kecil. Kata kunci : sumber daya alam, Over exploitation, degradasi, pengelolaan terpadu MODELLING OF COMMUNITY BASED INTEGRATED COASTAL AND SMALL ISLAND MANAGEMENT (CASE STUDY OF RAAS ISLAND SUMENEP DISTRICT MADURA) Indonesia is a maritime nation consists of small islands. One of them is the Raas island of Madura. This island has abundant natural resources along its coastline however most of the population lives under the poverty line. Over exploitation of fisheries resources and economic crisis caused competition to obtain the remaining of natural resources resulting in the degradation of natural resources. Integrated coastal and small island management is expected to prevent the degradation. This effort should be supported by the government in order to provide prosperity for the coastal community.Key words : natural resources, over exploitation, degradation, integrated management
PENGARUH FORMULASI PAKAN BERBAHAN BAKU TEPUNG IKAN, TEPUNG JAGUNG, DEDAK HALUS DAN AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis sp) Suhesti Fuji Lestari; Salnida Yuniarti; Zaenal Abidin
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi pakan buatan berbahan baku tepung ikan, tepung jagung, dedak halus dan ampas tahu yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik pada ikan nila (Oreochromis sp.). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan formulasi pakan berbahan baku tepung ikan, tepung jagung, dedak halus, ampas tahu dan vitamin mix yaitu berturut-turut pakan A (20%, 10%, 39%, 30%, 1%), pakan B (25%, 25%, 24%, 25%, 1%), pakan C (30%, 24%, 20%, 25%,1%), D (35%, 25%, 15%, 24%, 1%), E (40%, 24%, 10%, 25%, 1%) dan pakan komersial sebagai pembanding, setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Ikan nila yang digunakan berukuran ±6,6 g dan dipelihara selama 30 hari dengan menggunakan sistim resirkulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi pakan mempengaruhi pertumbuhan ikan nila tetapi tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, kualitas air, konversi dan efisiensi pakan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan bahan baku lokal yaitu tepung ikan 40%, tepung jagung 24%, dedak halus 10% dan ampas tahu 25% serta penambahan vitamin 1% pada pakan ikan nila memberikan pertumbuhan yang cenderung lebih baik dibandingkan formulasi pakan A, B, C dan D, tetapi secara keseluruhan pakan komersial memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi. Kata Kunci : Ikan Nila, Bahan Baku Pakan, Formulasi Pakan, Pertumbuhan.
POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA Yunus P Paulangan
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.836

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat  ekologi maupun sosial. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan. Kata Kunci : Mangrove, Pengelolaan Terpadu, Teluk Youtefa
DAMPAK KONSENTRASI FE DAN PB TERHADAP MORFOLOGI ZOOPLANKTON DI TAMBAK SOCAH BANGKALAN Apri Arisandi; A Adhityarno; Suharto Riyadi; Raini Tuliandri; ST Nurul M; Evi Rina S; Mahfudli Zahli; Zainul Amin; Ulfatus Zahroh; Mat Saleh; Lia Vera V; - Ermawanti
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.827

Abstract

Zooplankton dalam mata rantai antara produsen primer dengan karnivora besar dan kecil dapat mempengaruhi kompleksitas rantai makanan dalam ekosistem perairan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak konsentrasi Fe dan Pb terhadap morfologi zooplankton  di Tambak Socah. Morfologi zooplankton diamati menggunakan mikroskop dengan metode sensus melalui 3 kali ulangan. Konsentrasi Fe dan Pb di ukur menggunakan spektrofotometer. Zooplankton yang terdapat di tambak socah adalah jenis Copepoda, Nitzchia dan Nauplius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Fe dan Pb berada pada kisaran yang normal sehingga tidak mempengaruhi morfologi plankton. Kata kunci: Fe, Pb, zooplankton
PENGARUH PERUBAHAN SALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch) Rizka Diniantari Rayes; I Wayan Sutresna; Nanda Diniarti; Apri Imam Supii
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.832

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch) pada perubahan salinitas media hidup. Penelitian dilaksanakan bulan April- Mei 2012 di BBPPBL Gondol. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu 40 ppt (A); 34 ppt (kontrol) (B); 16 ppt (C); 0 ppt (D). Penurunan salinitas dilakukan 2 tahap, yaitu hari 1 penurunan menjadi salinitas 16 ppt dan hari ke 2 menjadi 0 ppt, tiap jam terjadi penurunan dan penaikkan salinitas sebasar 3 ppt. Analisis data menggunakan Anova (P0,05) dan diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D (0±0,5 ppt) menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, sintasan, konsumsi pakan, efisiensi pakan,dan rasio konversi pakan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan A (40±0,5 ppt), B (34±0,5 ppt (k) dan C (16±0,5 ppt).  Kata kunci : salinitas, ikan kakap putih, pertumbuhan, sintasan
EVALUASI ARAHAN PEMANFAATAN LAHAN TAMBAK DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Firman Farid Muhsoni
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.828

Abstract

Pemanfaatan lahan sering tidak mengindahkan pemeliharaan keamanan tata air, pencegahan banjir dan erosi dan keawetan kesuburan tanah.Tujuan penelitian untuk mengevaluasi arahan pemanfaatan lahan tambak yang sudah ada di Kabupaten Sampang apakah sesuai dengan arahan pemanfaatan lahan yang sesuai.Metode yang digunakan dengan pemodelan spasial menggunakan model indeks. Dasar yang dipergunakan adalah  Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 837/Kpts/Um/11/1980 dan Kepres  nomor 32 tahun 1990 Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. Hasilnya menunjukkan bahwa daerah yang arahan pemanfaatan untuk kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman dimanfaatkan sebagai tambak seluas 5.1119 ha (4,19%). Wilayah yang seharusnya sebagai sempadan sungai/pantai tapi dimanfaatkan untuk tambak mencapai 577,8 ha.  Kata kunci : Arahan Pemanfaatan lahan, SIG, Tambak
PENGARUH SEKS RASIO TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PEMIJAHAN PADA KAWIN SILANG Haliotis asinina DENGAN Haliotis squamata Rio Ary Sudarmawan; Sitti Hilyana; Nunik Cokrowati
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.833

Abstract

Haliotis asininna dan Haliotis squamata merupakan jenis abalon yang banyak dijumpai dan dikembangkan di Indonesia. Kendala yang sering dihadapi yaitu  menentukan jumlah induk yang berujung pada rendahnya produksi benih. Upaya peningkatan kualitas benih terus dilakukan salah satunya dengan kawin silang dengan perbandingan jumlah induk yang sesuai. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah induk betina abalon yang dibutuhkan untuk menghasilkan larva yang optimal, serta mengetahui perbedaan tingkat keberhasilan persilangan dua jenis induk. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap  dua faktor. Faktor pertama, jumlah induk betina (1:2, 1:3 dan 1:4). Faktor kedua, persilangan dengan dua aras yaitu H. asinina jantan dengan H. squamata betina dan H. asinina betina dengan H. squamta jantan. Hasil penelitian menunjukkan rasio jumlah induk tidak berpengaruh nyata terhadap keberhasilan pemijahan. Namun faktor persilangan memberikan pengaruh  nyata (p0,05) terhadap jumlah telur, tingkat pembuahan dan tingkat penetasan. Persilangan dengan induk betina H. squamata menghasilkan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingakan dengan induk betina H. asinina. Kata kunci: H. asinina, H. squamata, jumlah induk, kawin silang
EVALUASI KONDISI TERUMBU KARANG DI PULAU KETAWAI KABUPATEN BANGKA TENGAH Sudirman Adibrata
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.829

Abstract

Penelitian ini mengupas mengenai perolehan data terumbu karang di Pulau Ketawai dari hasil analisis citra satelit Aster, survey line intercept transect (LIT), studi literature, wawancara, dan analisis kondisi terumbu karang berdasarkan Kepmen LH No.4 tahun 2001 tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang. Evaluasi kondisi terumbu karang pada bagian timur pulau dinyatakan BAIK (Baik) dan dapat direkomendasikan untuk lokasi wisata diving, pada bagian selatan dan utara pulau dinyatakan BAIK (Baik) dan RUSAK (Sedang) dan dapat direkomendasikan untuk lokasi calon zona inti daerah perlindungan laut, sedangkan pada bagian barat pulau dinyatakan RUSAK (Sedang) dan dapat direkomendasikan untuk lokasi rehabilitasi ekosistem terumbu karang. Ancaman terhadap kesehatan terumbu karang di Pulau Ketawai terutama bersumber dari kegiatan antropogenik sehingga perlu menerapkan pendekatan ekosistem untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan dan melaksanakan daerah perlindungan laut secara efektif. Kata kunci: terumbu karang, Ketawai, ekosistem, pengelolaan, LIT
PENGGUNAAN ZAT ADITIF RAMSOL DALAM MENINGKATKAN MUTU GARAM RAKYAT Mahfud Efendy; Rahmad Fajar Sidik; Haryo Triajie
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.834

Abstract

Garam merupakan benda yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembuatannya metode tradisional belum mampu untuk memenuhi kebutuhan garam nasional non industri. Oleh karena itu adanya pengembangan teknologi yang tepatguna, efektif, efisien, serta ramah lingkungan mutlak diperlukan dalam membantu proses pembuatan garam. Adapun tujuan penelitiannya yakni  untuk mendapatkan teknik/metode yang tepat dalam mengaplikasikan zat aditif (ramsol) yang telah beredar di masyarakat. Penelitian ini menggunakan zat aditif (ramsol) produksi PT. Sumber Alam Niagamas Indramayu Jawa Barat dan air tua (20oBe) dengan perlakuan: tanpa zat aditif (kontrol) (R0); metode Indramayu (R1) dan metode Madura (R2) yang dilakukan pada rumah demplot beralas terpal plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat aditif garam (ramsol) memiliki pengaruh dalam proses pembentukan kristal garam. Kualitas (bau, rasa, warna) garam yang dihasilkan secara visual lebih bagus. Metode madura (colok) merupakan teknik terbaik dalam menghasilkan garam Kata kunci: zat aditif, ramsol, mutu, garam rakyat
KAJIAN KECEPATAN KAPAL PURSE SEINER TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN PROBOLINGGO Ali Muntaha; S Soemarno; Sahri Muhammad; Slamet Wahyudi
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.458 KB) | DOI: 10.21107/jk.v6i1.830

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan operasi purse seine adalah kecepatan kapal yang dapat mengimbangi kecepatan renang ikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan kapal purse seine terhadap hasil tangkapan yang maksimal. Penelitian menggunakan metode eksperimen, uji kecepatan kapal dilakukan diperairan Probolinggo. Data yang diperoleh analisis statistik selanjutnya ditampilkan dalam bentuk Tabel dan Gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan operasional kapal purse seine di Probolinggo (4 knot) yang memperoleh hasil maksimal hingga 180 kg/ setting, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil tangkapan ikan menggunakanpurse seine di perairan Probolinggo relatif rendah.  Kata Kunci : kecepatan kapal, purse seine

Page 1 of 1 | Total Record : 10