cover
Contact Name
Hakim
Contact Email
luqmanhyacob@gmail.com
Phone
+6281288884883
Journal Mail Official
widyagogik@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 2303307X     EISSN : 25415468     DOI : https://doi.org/10.21107/Widyagogik
Core Subject : Education,
Widyagogik, terbit dua kali setahun berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian di bidang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik" : 7 Documents clear
ANALISIS GAYA KOGNITIF SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DI SDN BANYUAJUH I KAMAL MADURA Rika Wulandari
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.601 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2883

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah membentuk siswa yang mampu berpikir logis, analitis, sistematis, dan kreatif. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, terutama dalam mengasah siswa berpikir kreatif dalam memecahkan masalah matematika, guru harus lebih inovatif dalam melakukan pembelajaran matematika. Guru harus mulai mengajak siswa untuk belajar berpikir tingkat tinggi, salah satunya dengan membiasakan siswa untuk memecahkan masalah sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa bisa terasah. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif dengan subjek peneltian siswa SDN Banyuajuh I, Kamal, Madura. Penentuan subyek penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen tes gaya kognitif yaitu Group Embedded Figure Test (GEFT). Gaya kognitif siswa dalam memecahkan masalah pecahan dianalisis dari hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kedua subyek dengan gaya kognitif field independent mampu menyelesaikan masalah pecahan dengan baik dan memenuhi ketiga aspek berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan novelty. Subyek laki-laki dengan gaya kognitif field dependent mampu menyelesaikan masalah akan tetapi tidak kreatif, serta hanya mampu memenuhi dua saja dari tiga kategori berpikir kreatif yaitu fluency, dan flexibility. Sedangkan subyek perempuan dengan gaya kognitif field dependent hanya mampu menyelesaikan masalah menggambarkan pecahan tetapi tidak memenuhi ketiga kriteria berpikir kreatif.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL MACROMEDIA FLASH DAN POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Muhtarom Muhtarom
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.421 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa SD melalu penggunaan media Power point dan macromedia flash. Subjek penelitian ini adalah kelas III, yang berjumlah 20 siswa di SD Pendabah 3 Kec  Kamal Bangkalan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes awal, tes hasil belajar I dan II, observasi dan wawancara. Tes yang diberikan masing-masing sebanyak 10 soal. Sebelum tindakan dilakukan terlebih dahulu diberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan awal dan kesulitan awal siswa. Dari hasil tes awal diperoleh 12 dari 20 siswa belum mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata kelas 59.20 dan tingkat ketuntasan belajar klasikal 60,00%. terdapat 14 dari 20 siswa mencapai ketuntasan belajar sedangkan 6 siswa lainnya belum tuntas dengan rata-rata kelas 64,90 dan tingkat ketuntasan belajar klasikal 70,00%. Karena ketuntasan belajar klasikal belum tercapai maka dilanjutkan ke siklus II. Setelah tindakan siklus II diberikan , yaitu melakukan interaktif dengan media komputer, terdapat 17 dari 20 siswa mencapai ketuntasan belajar dan 3 siswa lainnya belum tuntas dengan rata-rata kelas 82,35 dan tingkat ketuntasan belajar klasikal 85,00%.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU KELAS III DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI PELAKSANAAN KKG Ade Irma Noviyanti
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.388 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2884

Abstract

Penelitian ini tergolong Penelitian tindakan sekolah, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru kelas III dalam pembelajaran tematik melalui KKG di gugus V Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember tahun pelajaran 2015/2016. Melibatkan gugus karena sekolah imbas tidak dapat lepas dari sekolah inti. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus dengan masing-masing terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.,Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara dan observasi. Sedangkan analisis data digunakan analisis deskriptif baik untuk data kuntitatif maupun data kualitatif.Adapun aspek-aspek yang dinilai antara lain : (1) Pra pembelajaran; (2) Membuka pembelajaran; (3) Kegiatan inti pembelajaran yang terdiri dari (a) Penguasaan materi pembelajaran, (b) Pendekatan strategi pembelajaran, (c) Pemanfaatan sumber belajar/ media pembelajaran, (d) Pembelajaran yang memicu dan memelihara ketertiban siswa, (e) Penilaian proses dan hasil belajar,serta (f) Penggunaan bahasa; (4) Penutup pambalajaran.Berdasarkan hasil analisis pada masing-masing siklus menunjukkan peningkatan kemampuan guru-guru dalam proses pembelajaran melalui pelaksanaan KKG yakni proses pembelajaran dari kondisi awal ke siklus I dan II berkisar antara 11-29%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pelaksanaan KKG salah satu upaya peningkatan kemampuan guru-guru kelas III dalam pembelajaran tematik di gugus V Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.
ASESMEN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR Rika Mellyaning Khoiriya; Indah Setyo Wardani
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.346 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2889

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan asesmen autentik pada pembelajaran terpadu yang sesuai dengan kurikulum 2013. Karakteristik anak sekolah dasar berada pada tahap kemampuan berpikir operasional konkrit. Berpikir operasional artinya, peserta didik mampu memahami konsep pengetahuan dari hasil pemahaman terhadap objek yang ada di dalam lingkungannya. Pada tahap ini, anak belajar secara konkret, integratif, dan hierarkis. Oleh karena itu pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan pada anak sekolah dasar adalah pendekatan pembelajaran terpadu.. Model pembelajaran terpadu yang sesuai dengan kurikulum 2013 adalah model pembelajaran webbed dan integrated.. Kedua model pembelajaran tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman peserta didik dalam belajar lebih bermakna dan tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. Tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik apabila guru dapat menyajikan bentuk penilaian yang sesuai dengan dengan karakteristik anak sekolah dasar serta dapat mengukur kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian/asesmen autentik pada pembelajaran terpadu berdasarkan kurikulum 2013 di tingkat sekolah dasar yang dinilai dapat mengukur berbagai aktivitas peserta didik secara langsung yang bermakna yaitu antara lain: asesmen dalam bentuk tes dan proyek, asesmen dalam bentuk non tes (lembar observasi dan penilaian diri) , dan asesmen dalam bentuk unjuk kerja.
REPRESENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI SOSIAL Zetti Finali; Chumi Zahroul Fitriyah
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.973 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2885

Abstract

Teknologi komunikasi semakin berkembang, bahkan di Indonesia perputaran dana untuk telepon seluler mencapai 100 triliun. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat perkembangan teknologi komunikasi khususnya smartphone berkembang secara signifikan. Perkembangan tersebut dipicu dari fleksibilitas smartphon yang dapat digunakan oleh semua kalangan. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum pun dapat memanfaatkan smartphone sesuai kebutuhan mereka. Perkembangan smartphone tersebut bisa jadi merubah pola interaksi dari pemakainya. Efektif dan efisiensi menjadi dasar utama penggunaan smartphone. Akan tetapi hal tersebut membuat komunikasi secara tradisional, yaitu adanya kontak langsung semakin berkurang. Masyarakat lebih bersifat individualis. Bagi kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa yang menempuh mata kuliah Kajian IPS SD Kelas A tahun ajaran 2016/2017 penggunaan smartphone sendiri membantu mengurangi grogi atau rasa malu, karena bisa melakukan diskusi materi di grup WA atau via e learning.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI EKSPOSITORY DAN BERBASIS MASALAH PADA MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN Khusnul Hotima
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.543 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2886

Abstract

Perbedaan hasil belajar mata kuliah strategi pembelajaran pada mahasiswa STKIP PGRI Situbondo, menekankan bahwa penggunakaan strategi menghasilkan dampak yang signifan dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa antara menggunakan strategi eskpostori dan strategi berbasis masalah. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Quasi Eksperimen dengan tipe Non Equivalent Control Group design. Teknik Pengambilan sampel adalah Non probability sampling. Sampel Penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi Kelas VA dan Vb yang berjumlah 78. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui keadaan awal siswa yang diperoleh dari tugas sebelumnya. Teknik analisis data yng digunakan adalah Uji T independen. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan strategi eskpository (nilai mean= 70,55) dan berbasis masalah (nilai mean yaitu 83,17) terhadap hasil belajar strategi pembelajaran,. Hasil perbedaan diperoleh thitung lebih dari ttabel yaitu 2,87lebih dari2,000 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti ada perbedaan hasil mahasiswa dengan menggunakan strategi ekspository dan berbasis masalah pada mata kuliah strategi pembelajaran
PENINGKATAN KOMPETENSI KETERAMPILAN MENULIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES Hotib Hotib
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.686 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2887

Abstract

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SDN Jukong 2 pada mata pelajaran bahasa Indonesia Tahun Pelajaran 2015/2016 diketahui penguasaan keterampilan menulis siswa masih rendah. Untuk menyikapi hal tersebut, perlu kiranya ditemukan solusi pemecahan dalam rangka perbaikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Model Pembelajaran Examples non Examples dipandang sebagai bentuk tindakan yang relevan untuk dapat mengatasi masalah pembelajaran di atas. Hal ini guru semata-mata tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, melainkan siswalah yang harus membangun pengetahuannya serta mencari ide-idenya sendiri pada saat menulis. Penerapan model pembelajaran Examples non Examples pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat peningkatan keterampilan menulis dan aktivitas siswa. Berdasarkan data hasil observasi, terbukti pada siklus I masih terdapat 21% dengan klasifikasi nilai C (cukup), sementara pada siklus II yang termasuk klasifikasi C (cukup)  0%. Bahkan klasifikasi A (sangat baik) pada siklus I terdapat 42,11% dan meningkat menjadi 84,21% pada siklus II. Penerapan model pembelajaran Examples non Examples ini, mengalami peningkatan kompetensi keterampilan menulis yang signifikan dari hanya 20 siswa (71,43%) yang tuntas pada siklus I, menjadi 25 siswa (100%) pada siklus II. Peningkatan kompetensi menulis teks berita yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah 28,57% (10 siswa), sehingga pada siklus II target ketuntasan belajar 85% dari jumlah siswa secara keseluruhan sudah tercapai. Hal ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Examples non Examples mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 7