cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : -
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at UPN Veteran East Java. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163, ISSN 2654-5292 (Online). Recently, Jurnal Teknologi Pangan begin to be upload ine-journal of UPN Veteran Jatim and will be one of the e-jpurnals that can be read by every people all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
PANDUAN PANDUAN, PANDUAN RAKAPANGAN
REKAPANGAN Vol 11, No 1 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RAKAPANGAN
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAN AIR BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) PADA TIKUS WISTAR JANTAN (Activities Antiinflammatory Ethanol Extract And Water Black Rice ( Oryza Sativa L. Indica ) On Male Wistar Rats) Hartati, Fadjar Kurnia
REKAPANGAN Vol 10, No 1 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Inflamasi merupakan suatu respon terhadap cedera jaringan dan infeksi didalam sel tubuh. Pada kondisi tertentu inflamasi yang terjadi menyebabkan bahaya bagi penderita salah satu respon bahaya yang ditunjukkan adanya respon inflamasi, sehingga dibutuhkan agen inflamasi dari luar tubuh seperti obat anti inflamasi yaitu flavonoid yang diperoleh dari ekstrak beras hitam (Oryza sativa L. indica). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antiinflamasi ekstrak etanol dan air beras hitam (Oryza sativa L. indica) terhadap edema kaki tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi dengan karagenan 0,2 %. Pengujian dilakukan dengan metode Rat hind paw edema atau pembentukan radang buatan pada telapak kaki kiri tikus putih jantan. Perlakuan dilakukan terhadap lima kelompok yaitu kelompok kontrol positif diberi Natrium diklofenak, kontrol negatif diberi akuades dan kelompok uji diberi ekstrak beras hitam 30 mg/KgBB, 100 mg/KgBB dan 300 mg/KgBB. Volume edema kaki tikus putih jantan galur wistar diukur setiap jam selama 5 jam menggunakan plethysmometer. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji MANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beras hitam dapat menurunkan volume edema kaki tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi dengan larutan natrium diklofenak 0,2 % dengan daya antiinflamasi tertingi pada ekstrak etanol beras hitam100 mg/KgBB sebesar 91,65 %,lebih tinggi dibandingkan dengan natrium diklofenak yang memiliki daya antinflamasi 85,93%.  Kata Kunci :  anti-inflamasi, beras hitam, etanol, air  ABSTRACT Inflammation is a responce to tissue injureand infection beneath the body cell.In certain condition, the inflammation can cause danger to the patient. One of dangerous response is anafilatic reaction. Therefore, inflammation agent from outside the body is urgently needed, such as, flavonoid, compound which is obtained from  black rice (Oryza sativa L. indica).  This study aims to examine the antiinflammatory effects of ethanol and water extract from black rice (Oryza sativa L. indica)  on edema of white males wistar foot induced with 0,2% karagenan. The test was done using rat hind paw edema or esthablished an artificial inflammation in left foot of white male rats.The treatments were carried out on five groups, the positive control group was administered with diclofenac sodium, the negative control group was administered with aquadest, and the extract groups were administered with 30 mg/KgBB, 100 mg/KgBB and 300 mg/KgBB of black rice extract. Edema volume were measured every hour for 5 hours using plethysmometer. Obtained data were analyzed by one-way MANOVA followed by LSD test with confident level was 0,05. The result of this study indicate that black rice can reduce edema volume of rat foot that induced with 0,2% karagenan and antiinflamatory of ethanol extract from black rice 100 mg/KgBB by 91,65 %, higher compared with diclofenac sodium which has anti-inflammatory 85.93%.  Keywords: Antiinflamation,black rice, ethano, water.
ANALISIS KADAR KATEKIN DAN EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA PRODUK BERBAHAN UTAMA BUBUK KAKAO (Content Analysis And Evaluation Activities Antioxidant Catechins Some Major Products Based Cocoa Powder) rekapangan, Tamrin,; Asyik, Nur; Heriyanto, Eka Pratiwi
REKAPANGAN Vol 10, No 1 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAntioksidan katekin pada biji kakao diperkirakan bisa mencapai 10%. Senyawa tersebut memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun dalam proses pengolahan menjadi bubuk senyawa tersebut banyak mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar katekin dan mengevaluasi aktivitas antioksidan pada beberapa produk berbahan utama bubuk kakao di kota Kendari. Kegiatan penelitian diawali dengan survey dan pengambilan sampel produk pada beberapa pasar/toko di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Analisis katekin menggunakan komponen katekin standar (+)-katekin dan evaluasi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 produk komersil (yang diberi kode A – K), kadar katekin terendah diperoleh pada produk H sebesar 1,40% dan tertinggi pada produk I (2,72%). Hasil evaluasi aktivitas antioksidan produk dengan kadar katekin tertinggi (produk I) juga menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 21,37%. 11 produk komersil tersebut seluruhnya memiliki kadar katekin yang lebih rendah dibandingkan produk bubuk kakao dengan kode L yang diolah dari biji kakao lokal.Kata kunci : katekin, antioksidan, bubuk, kakao, DPPHABSTRACTAntioxidant catechins in cocoa beans is expected to reach 10%. The compounds provide many health benefits. But in the process of processing into powder compounds are plenty decreased. This study aims to determine the levels of catechins and evaluate the antioxidant activity in some of the major products made from cocoa powder in Kendari. Research activities beginning with a survey and sampling of products in some markets / shops in the city of Kendari, Southeast Sulawesi. Analysis of catechins catechin using standard components (+) - catechin and evaluation of antioxidant activity using DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). The results showed that of the 11 commercial products (code A - C), low levels of catechins obtained on H amounted to 1.40% and the highest in the product I (2.72%). The results of the evaluation of the antioxidant activity of the product with the highest catechin content (product I) also showed the highest antioxidant activity of 21.37%. 11 The commercial products all have lower levels of catechins than cocoa powder products with the code L prepared from local cocoa beans.Keywords: catechins, antioxidants, powder, cocoa, DPPH
PENGEMBANGAN PRODUK FRUIT LEATHER DARI BUAH SIRSAK DAN BUNGA ROSELLA (Product Development of Fruit Leather Made From Soursop Fruit and Rosella Flower) rekapangan, Rosida; Basuki, Enny Karti; rekapangan, Reny
REKAPANGAN Vol 10, No 1 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFruit leather adalah produk pangan mirip selai yang dibuat dari bubur daging buah yang dikeringkan sampai kadar air sekitar 20%, sehingga berbentuk lembaran tipis yang dapat digulung. Pada penelitian ini digunakan buah sirsak dan bunga rosella karena banyak mengandung vitamin A, B, C, dan fosfor, kalsium serta serat. Kriteria yang diharapkan dari fruit leather adalah warnanya yang menarik,teksturnya yang sedikit liat dan kompak, serta memiliki plastisitas yang baik sehingga dapat digulung (tidak mudah patah). Untuk menghasilkan fruit leather dengan kriteria tersebut maka ditambahkan gum arab dan gula yang diharapkan dapat memperbaiki plastisitas dan daya awet dari fruit leather. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi gum arab dan gula yang menghasilkan fruit leather dengan sifat fisik, kimia yang baik dan disukai konsumen.Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi gum arab (0,3%, 0,6%, 0,9%) dan faktor kedua adalah konsentrasi gula (20%, 30%, 40%). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik diperoleh dari konsentrasi gum arab 0,6% dan gula 40% yang menghasilkan fruit leather sirsak-rosella dengan kadar air 14,517%, total asam 0,8179 mg/g, aw 0,64, tekstur 0,158 mm/g.dt, pH 3,48, dan daya putus 2,3958 N.Kata kunci : fruit leather, sirsak, bunga rosella, gum arab, gulaABSTRACTFruit leather is a jam-like product which is made from fruit flesh porridge, prior to drying (into 20% of moisture), sheeting and rolling. This reseach used soursop fruit and Rosella flower because they are rich in Vitamin A, B, C, phospor, calsium and crude fiber. The best fruit leather characteristics are having interesting colour, elastic and compact texture and having good plasticicity properties.So that the product can be rolled and is not broken. The aim of this research is to study the best treatment combination between Arabic gum concentration and sugar which produced fruit leathier with good physicochemical properties and accepted bu the consumer. This reseach used Factorial pattern of Completely Randomized Design with two factors and 3 repetitions. The first factor is Arabic gum concentration (0.3%, 0.6%, 0.9%) and second factor is sugar concentration (20%, 30%, 40%).The result showed that the best treatment is comination of 0.6% of Arabic gum and 40% sugar which produced soursop-rosella fruit leather with 14.51% of moisture content, 0.8179 mg/g of total acid, aw 0.64, texture score 0.158 mm/gs, pH 3.48 and breaking strength 2.3958 N.Keywords: fruit leather, soursop fruit, Rosella flower, Arabic gum, sugar
Daftar Isi Vol. 10 No. 2 Desember 2016 JURNAL TEKNOLOGI PANGAN, REKAPANGAN
REKAPANGAN Vol 10, No 2 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Vol. 10 No. 2 Desember 2016
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN TEPUNG BUAH MANGROVE JENIS PADADA (SONNERATIA CASEOLARIS) PADA KELOMPOK TANI MANGROVE DI WONOREJO TIMUR SURABAYA (Technology application of processing mangrove fruit flour species of pedada (Sonneratia caseolaris) on farmers JURNAL TEKNOLOGI PANGAN, Jariyah; Nurismanto, Rudi
REKAPANGAN Vol 10, No 2 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMengingat semakin pentingnya arti kesehatan bagi masyarakat terutama dipedesaan, maka perlu ada langkah-langkah inovatif dalam mengembangkan sumberdaya lokal seperti buah mangrove jenis pedada. Kelompok tani mangrove “ KAMPUNGMINA MANGROVE” telah memanfaatkan buah pedada untuk sirup dan sisa hasilpengolahan berupa ampas diproses menjadi tepung dan diaplikasikan untuk produkmakanan. Namun produk tepung dari ampas tersebut tidak memiliki nilai fungsionalkarena salah proses pembuatannya. Sehingga melalui program PTbM ini akandilakukan proses pengolahan tepung pedada yang memiliki nilai fungsional. Metodeuntuk memfasilitasi peningkatan ketrampilan kelompok tani mangrove tersebut yaitumemberikan sosialisasi, pelatihan pengolahan tepung dan metode pendampingan.Pelatihan ini lebih mengedepankan partisipasi aktif kelompok tani mangrove sertamemberikan pendampingan untuk keberlanjutan kegiatan produksi tepung pedada.Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kelompok tani mangrove terampil dalammenggunakan alat pengering kabinet yang awalnya dilakukan secara manual.Bertambahnya wawasan para kelompok tani mangrove tentang manfaat tepung buahpedada terhadap kesehatan, dan aplikasinya pada produk pangan. Metodependampingan dapat memberikan dampak dalam memproduksi tepung buah pedada.Kata kunci : teknologi pengolahan, tepung pedada, petani mangrove, Wonorejo TimurABSTRACTGiven the growing importance of health for society, especially in rural areas, itis necessary innovative steps in developing local resources such as mangrove fruitspecies of pedada. Farmers group of mangrove call "KAMPUNG MINA MANGROVE"has utilized pedada fruit to produce syrup, the waste product from it was processedinto the flour and applied to food products. However, flour products from the wastedidn’t have functional value because there were many mistake in the process, so thePTbM program that is the solution of it. Methods of program used to facilitate theincreasing skills of the mangrove farmer groups i.e., provide socialization, trainingprocessing of the flour mangove and mentoring activities. The training emphasizes theactive participation of farmers group mangrove as well as provide assistance to thesustainability of production activities pedada flour. The results showed that the farmersgroup of mangrove being skilled in operating cabinet dryer that previously wasmanually, the increase of knowledge about function of pedada flour toward health, andits application pedada flour in food products. Mentoring methods can provide producingpedada flour.Keywords: processing technology, pedada flour , mangrove farmers, Wonorejo Timur village
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMPONEN FUNGSIONAL TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) The Effect of Drying Temperature and Time on Antioxidant Activity and Functional Component of Drumstick Powder (Moringa Oleifera Lam)) Ana Tri Setyowatik, Rudi Nurismanto Ulya Sarofa
REKAPANGAN Vol 6, No 2 (2012): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractDrumstick (Moringa oleifera Lam.) the most widely cultivated species of amonogeneric family Moringaceae that grows in the tropics. Drumstick leaveshave about 7 - 12 m, compound leaves, and small rounded. Drumstick leavescontain vitamin C (220 mg), 6.78 mg β-carotene. Leaves of Drumstick plant canbe consumed as a vegetable and used as plant medicine. The aim of thisresearch was to determine the effect of drying temperature and time on thequality of leaf powder of drumstick. The Method of this research was factorialarranged in a completely randomized design (CRD) with 2 factors and 3replications. The first factor is the drying temperature (50oC, 60oC, 70oC) and thesecond factor is the drying time (4 h, 5 h, 6 h) with the parameters measuredwere moisture content, yield, vitamin C, β-carotene, antioxidant activity,chlorophyll, phenol in drumstick leaf powder. The results showed that the besttreatment is drying at 60 oC and 5 h that produce the highest antioxidant activityof 35.777(%DPPH) with moisture content of 14.315%, 30.033% yield, levels ofVit. C 19.364 mg / g, the content of β-carotene 43.318 mg / g, f 6630.12 ppmphenol content, chlorophyll content of 0.664 mg / g.Keyword : Kelor, drumstick, antioxidant, temperature, time, leaf powderAbstrakKelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan famili Moringaceae yangtumbuh di daerah tropis, tanaman kelor memiliki tinggi sekitar 7 shingga 12 m,daunnya majemuk, dan membundar kecil-kecil. Daun kelor memiliki kandunganvitamin C (220 mg), β-karoten 6,78 mg sebagai komponen fungsional sehinggatanaman kelor ini dapat dikonsumsi sebagai sayuran dan dijadikan tanamanobat.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktupengeringan terhadap aktivitas antioksidan dan komponen fungsional tepungdaun kelor. Metode penelitian ini disusun secara faktorial dalam rancangan acaklengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah suhupengeringan ( 50oC, 60oC, 70oC) dan faktor kedua adalah waktu pengeringan (4jam, 5 jam, 6 jam) dengan parameter yang diamati adalah kadar air, rendemen,vitamin C, β-karoten, aktivitas antioksidan, klorofil, fenol pada tepung daun kelor.Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik pengeringan adalah padasuhu 60 0C dan waktu 5 jam dengan menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi35,777(%DPPH) dengan kandungan kadar air 14,315%, rendemen 30,033 %,kadar Vit. C 19,364 mg/g, kandungan β-karoten 43,318 μg/g, kandungan fenol6.630,12f ppm, kandungan klorofil 0,664 mg/g.Kata kunci : Kelor, antioksidan, suhu, waktu, tepung.
KARAKTERISTIK KARAGENAN DARI BERBAGAI JENIS RUMPUT LAUT YANG DIPROSES DENGAN BERBAGAI BAHAN EKSTRAKSI Lukman, Lukman Hudi
REKAPANGAN Vol 11, No 1 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis rumput laut dan perbedaan bahan ekstraksiterhadap kualitas karagenan. Penelitian di laksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Maret 2016 diLaboratorium Kimia dan Analisis Pangan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan di Laboratorium BalaiPenelitian dan Konsultasi Industri Surabaya. Percobaan dalam penelitian ini disusun secara faktorial denganmenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang 3 kali. Faktor 1: Jenis Rumput Laut terdiri atasEucheuma spinosum, Eucheuma cottonii, dan Glasilaria sp.; sedangkan faktor 2 (bahan ekstraktor) terdiri atas:KOH 8%, KOH 8% + perendaman air kapur 25 %, dan air kapur 25 % tanpa penambahan KOH. Variabel yangdiamati meliputi: kadar air, rendemen, viskositas, dan kekuatan gel keragenan yang dihasilkan. Data yang diperoleh di analisis dengan mengunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 5% danmetode Zeleny untuk menentukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruhinteraksi yang nyata antara faktor jenis rumput laut dan bahan ekstraksi terhadap kadar air, rendemen, viskositasdan kekuatan gel, tapi jenis rumput laut berpengaruh nyata terhadap rendemen, viskositas dan kekuatan geldan bahan ekstraksi berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan viskositas dan kekuatan gel. Perlakuanterbaik terdapat pada perlakuan dengan jenis rumput laut E. cottoni dengan metode ekstraksi perendamandalam pelarut air kapur 25 %.Kata kunci: ekstraksi, keragenan, rumput laut
POTENSI PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS EDAMAME SEBAGAI PANGAN ANTIKOLESTEROL Potency of Functional Food from Edamame as Hipocholesterolemic Food Fitriyana, Nurul Isnaini
REKAPANGAN Vol 11, No 1 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai sayur atau edamame (Glycine max) merupakan salah satu bahan pangan yang sangatpotensial. Melalui penelitian ini, akan dikembangkan menjadi pangan fungsional antikolesterol yaitu susuedamame (SE), soyghurt (SyE), dan soyghurt terhidrolisa enzimatis (ESyE). Produk pangan fungsional berbasisedamame dianalisa kandungan senyawa bioaktif yaitu total fenol (metode Folin-Ciocalteu). SE sebesar 0,023mgGAE/g sampel, SyE 0,324 mgGAE/g sampel, dan ESyE 0,057 mgGAE/g sampel. Pengujian in vivo sifathipokolesteromik dilakukan pada 54 tikus putih jantan galur Wistar yang diberi makanan diet tinggi lemak (MDTL)usia 2 bulan dengan berat badan rata-rata 200 gram. Tikus dikelompokkan dalam 9 krlompok, masing-masingkelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Masing-masing kelompok diberikan pakan standar, air, dan produk panganfungsional yang diuji selama 35 hari. Sebelum perlakuan, tikus diadaptasikan terlebih dahulu selama satuminggu. Profil lipid dianalisis sebelum dan sesudah perlakuan. SE konsentrasi 3,6 ml/200 g BB mampumenurunkan total kolesterol hewan coba. ESyE konsentrasi 1,8 ml/200 g BB mampu menurunkan kadar LDLpada hewan coba, dan ESyE konsentrasi 3,6 ml/200 g BB mampu meningkatkan kadar HDL pada hewan coba.Produk ESyE merupakan produk pangan fungsional berbasis edamame yang efektif sebagai pangan fungsionalantikolesterol. Pengembangan pangan fungsional berbasis edamae dapat dikonsumsi dalam menu makanansehari-hari dalam upaya menurunkan resiko hiperkolesterolemik sehingga mencegah dan menurunkan resikoberbagai macam penyakit tidak menular terutama penyakit jantung koroner, penyebab kematian nomor satu didunia .Kata kunci : edamame, pangan fungsional, soyghurt, hidrolisa enzimatis, kolesterol
PENGARUH UMUR SIMPAN BUAH NAGA DAN JENIS PELARUT TERHADAP EKSTRAKS BETASIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) (Save Life Effect And Type Of Solvent For Betasianin Extraction Of Red Pitaya Peel (Hylocereus Polyrhizus) Faridah, Anni
REKAPANGAN Vol 10, No 2 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBetasianin merupakan pigmen berwarna merah. Betasianin juga terdapat padakulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang belum dimanfaatkan. Betasianindapat digunakan pada produk pangan, mengandung antioksidan, antimikroba,antiproliferative dan radical savenging. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkanekstrak betasianin yang maksimal pengaruh umur simpan buah naga merah dan jenispelarut yang digunakan. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap, duafaktor (RAL-faktorial) yaitu pengaruh umur simpan (1, 2, 3, 4 dan 5 hari) dan jenispelarut (aquades, aquades + asam asetat, aquadest + asam sitrat, etanol, etanol +asam asetat, etanol + asam sitrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrakbetasianin dari kulit buah naga merah ditampakan pada panjang gelombangmaksimum 530 nm. Kombinasi perlakuan umur simpan hari kelima dengan jenispelarut aquadest menghasilkan pigmen betasianin kulit buah naga merah dengankualitas terbaik, dengan nilai absorbansi 0,449; konsentrasi 1243,6 ppm; intensitaswarna 3,05. Nilai tertinggi untuk rendemen dan zat padat terlarut yaitu pada umursimpan hari pertama dengan pelarut aquades + asam sitrat yaitu 34,03%; zat padatterlarut 3,457%.Kata kunci : betasianin, kulit buah naga merah, umur simpan, jenis pelarutABSTRACTBetasianin is a red pigment. Betasianin can be found in the fresh red pitayapeel (Hylocereus polyrhizus). Betasianin can be used in food products, antioxidants,antimicrobial, antiproliferative and radical scavenging. This aime of this study was toextract the maximum betasianin pigment which influenced by the shelf life of reddragon fruit and the type of solvent used. The study design wass a randomizedcomplete design, two-factor (RAL-factorial) that influence shelf life (1, 2, 3, 4 and 5days) and the type of solvent (distilled water, distilled water + acetic acid, distilled water+ citric acid, ethanol, ethanol + acetic acid, ethanol + citric acid. The results showedthat the betasianin extract from red pitaya peel gave the maximum wavelength of 530nm. Combination treatment of the shelf life of the fifth day with the kind of solventdistilled water, produce the best quality of betasianin extract with absorbance value at0.449; the concentration of 1243.6 ppm; the color intensity of 3.05. The highest valuefor the yield and dissolved solids that on the first day shelf life by solvent aquades +citric acid is 34.03%; 3.457% dissolved solids.Key words : betasianin, red pitaya peel, shelf life, solvent