cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : -
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at UPN Veteran East Java. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163, ISSN 2654-5292 (Online). Recently, Jurnal Teknologi Pangan begin to be upload ine-journal of UPN Veteran Jatim and will be one of the e-jpurnals that can be read by every people all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
PENGARUH PERBEDAAN STIMULUS HAPTIC TERHADAP PERSEPSI KEKENTALAN SECARA ORAL PADA KOPI INSTAN PANAS DAN DINGIN Sudarma Dita Wijayanti, Kiki Fibrianto, Petronela Yunia Dua Reri,
REKAPANGAN Vol 9, No 2 (2015): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kekentalan kopi memegang penting dalam menentukan kualitas, penerimaan dan preferensi konsumen. Sebuah pendekatan evaluasi sensoris untuk menilai tekstur makanan maupun minuman dapat dipengaruhi oleh faktor luar salah satunya yaitu stimulus haptic, yang dalam studi ini direpresentasikan oleh perbedaan berat sampel. Dalam studi ini, baik skala terstruktur maupun skala tidak terstruktur digunakan untuk mengukur intensitas kekentalan kopi instan yang disajikan hangat maupun dingin. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pada rentang yang diujikan, perbedaan stimulus haptic tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap kekentalan kopi instan. Meskipun demikian, perbedaan suhu sampel kopi memberikan pengaruh yang signifikan berbeda terhadap penilaian kekentalan kopi oleh panelis. Panelis menilai kopi panas (60 ± 5ºC) lebih kental dibanding kopi dingin (12 ± 5ºC). Pengujian menggunakan skala garis cenderung secara signifikan meningkatkan persepsi kekentalan daripada pengujian skala terstruktur.Kata kunci: Evaluasi sensori, Informasi haptic, Kekentalan, Kopi, SkalaABSTRACTThe quality, acceptance and consumer’s preference of coffee are importantly governed by its thickness. This textural attribute can be assessed sensorially by considering external factors, including haptic stimulus which is represented by sample weight difference. In this current study, both structured and unstructured scales were used to measure the thickness of hot and iced instant coffee. It shows that within weight range tested, there is no difference in thickness perception of instant coffee. However, the difference in serving temperature affects significantly on thickness perception in which hot coffee (60 ± 5ºC) was perceived thicker than iced coffee (12 ± 5ºC). The use of unstructured  scale tends to significantly enhance thickness perception than that of structured scale. Keywords: Sensory evaluation, Haptic information, Thickness, Coffee, Scale
PENGARUH KOSENTRASI TEPUNG BERAS TERHADAP KARAKTERISTIK PIGMEN ALAMI YANG DIHASILKAN OLEH MONASCUS PURPUREUS DARI KULIT PISANG Fidyasari, Ambar; Rafiqah, Yohana
REKAPANGAN Vol 10, No 2 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKulit pisang merupakan salah satu limbah yang belum banyak dimanfaatkan dankandungan karbohidrat dalam kulit pisang masih tergolong tinggi sehingga dapatdigunakan sebagai media untuk pertumbuhan kapang Monascus purpureus. KapangMonascus purpureus dapat menghasilkan pigmen. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh tepung beras terhadap karakteristik pigmen yang dihasilkan darikulit pisang. Penambahan tepung beras pada kulit pisang sebagai substrat dengankonsentrasi 1:1, 1:2 dan 1:3. Karakteristik pigmen yang diuji meliputi warna yangdihasilkan, intensitas pigmen, kelarutan pigmen dalam air dan kestabilan pigmenterhadap suhu. Metode yang digunakan adalah fermentasi padat denganmenggunakan inokulum berupa starter cair. Hasil penelitian menunjukkan derajatkemerahan yang paling tinggi adalah perbandingan 1:1, pada hasil intensitas warnaperbandingan 1:1 yang memiliki nilai intensitas yang tinggi. Kesimpulan dari praktikumini tepung beras berpengaruh terhadap karakteristik pigmen yang dihasilkan Monascuspurpureus dari kulit pisang.Kata Kunci: Kulit Pisang, Monascus purpureus, Pigmen Alami, Tepung BerasABSTRACTThe banana peel is prayer Waste And Its Not Much utilized carbohydrate contentof a banana skin hearts are still classified as High that can be used as a medium forthe growth of mold Monascus purpureus review. Monascus purpureus can be producepigment. Research Objectives The singer is to determine the effect of rice flour reviewAgainst The resulting pigment characteristics of a banana skin. on disposals rice flourbanana peel as a substrate with concentration of 1: 1, 1: 2 and 1: 3. Characteristicsinclude color pigments Yang Yang tested produced, the intensity of the pigment, thepigment solubility and stability of the pigment hearts Against Air Temperature. Themethod used is Solid Fermentation WITH using inoculum Form of starter fluid. Resultsindicate the degree of redness of the Most High is Comparison 1: 1, In findings Colorintensity comparison 1: 1 Yang had Yang High Intensity Values. Conclusion From thepractical effect of rice flour Singer Of The resulting pigment characteristics ofMonascus purpureus banana skin.Keywords: Banana Skin, Monascus purpureus, pigments Natural, Rice Flour
Karakteristik Fisikokimia, dan Organoleptik Yoghurt Susu Jagung (Zea mays) dan Kacang Koro Pedang Putih (Canavalia ensiformis) dengan Penambahan Susu Skim Sarofa, Ulya; Nurismanto, Rudi; Ulum, Bahrul
REKAPANGAN Vol 10, No 2 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan jagung saat ini masih perlu ditingkatkan dalam rangka peningkatangizi masyarakat. Salah satu usaha meningkatkan konsumsi protein jagung adalahdengan mengkombinasikan jagung dengan kacang koro pedang putih , sehinggadiharapkan dapat saling melengkapi dalam kontribusi kandungan asam amino yanglebih lengkap pada produk yang dihasilkan. Salah satu produk kombinasi jagung dankacang koro pedang putih adalah yoghurt. Tujuan penelitian ini adalah mempelajaripengaruh proporsi jagung dan kacang koro pedang putih dengan penambahan sususkim terhadap kualitas yoghurt yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap Pola Faktorial (2 faktor) dan 3 kali ulangan. Faktor pertamaadalah proporsi jagung dan kacang koro pedang putih ( 70:30, 60:40, 50:50) Faktorkedua adalah Konsentrasi susu skim ( 5%, 7%, 9%). Perlakuan terbaik adalahkombinasi proporsi jagung dan kacang koro pedang putih 60:40 dengan konsentrasisusu skim 9% . Produk yoghurt tersebut mempunyai kadar protein 4.31%, pH 4.0,lemak 0.99%, Total BAL 10.966 (cfu/g), total asam 0. 61%, Viskositas 2.175 cps,dengan total ranking uji kesukaan aroma = 138.5, warna = 137.5 dan skor tekstur =115Kata kunci: Yoghurt, Jagung, Kacang Koro Pedang Putih, Susu SkimABSTRACTThe use of corn (Zea mays) is currently needs to be improved in order toimprove public nutrition. One effort to increase the protein consumption of corn is thecorn combine with white legume (Canavalia ensiformis), which is expected tocomplement the contribution of amino acid content in the resulting product. One of theproducts the combination of corn and white legume is yogurt. The purpose of this studywas to know the influence of the proportion of corn and white legume with the additionof skim milk on the quality of yoghurt produced. This research used Factorial CompleteRandomized Design Patterns (2 factors) and 3 repetitions. The first factor is theproportion of corn and white legume (70:30, 60:40, 50:50). The second factor is theconcentration of skim milk (5%, 7%, 9%). The best treatment is a combination of theproportion of corn and white legume 60:40 with a concentration of 9% skim milk. Theyoghurt products have protein content 4:31%, pH 4.0, fat 0.99%, Total BAL 10 966(cfu/g), total acid 0. 61%, viscosity of 2,175 cps, with a total ranking of test A = 138.5aroma, color = 137.5 and scores texture = 115Keywords: Yoghurt, Corn, White Legume, Skim Milk
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PERMEN JELLY BUAH PEDADA (Soneratia caseolaris) Sudaryati, Sudaryati Sudaryati; Jariyah, Jariyah Jariyah
REKAPANGAN Vol 11, No 1 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah pedada melimpah saat panen raya dan banyak yang belum dirmanfaatkan secara optimal, bahkanterbuang percuma. Padahal buah tersebut mengandung sejumlah komponen yang bermanfaat diantaranya vitaminC dan pektin. Salah satu upaya untuk memanfaatkan buah pedada ialah dengan mengolah menjadi produk panganyang dapat di konsumsI. Salah satu produk dari bahan buah pedada adalah permen jelly. Permen Jelly merupakanpermen yang dibuat dari sari buah dan bahan pembentuk gel, yang berpenampilan jernih transparan sertamempunyai tekstur dengan kekenyalan tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh proporsisukrosa:glukosa dan penambahan gelatin terhadap kualitas permen jelly buah pedada. Penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah proporsi sukrosa:glukosa 60:40, 50:50dan 40:60, sedangkan Faktor II adalah penambahan Gelatin 10%, 15% dan 20%. Analisis data menggunakanAnova (Analysis of Varian) dan kalau terjadi beda nyata dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Uji BerjarakDuncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan proporsi sukrosa:glukosa 60:40dan penambahan gelatin 10% yang menghasilkan permen jelly dengan kadar air 19,47, kadar abu 0,67, gulareduksi 9,61 %, kekuatan gel 35,72 g/cm3, vitamin C 7,03 ppm, kadar sukrosa 19,12 %. dan nilai kesukaan rasa105 , warna 107 , tekstur 108,5Katakunci : Permen jelly, buah pedada,sukrosa,glukosa, gelatin
STUDI KOMPARASI EFEKTIVITAS PALATE CLEANSER UNTUK EVALUASI SENSORI PRODUK SUSU PASTEURISASI DAN TURUNANNYA Kiki, Kiki Fibrianto; Wulandari, Eka Shinta; Widya, Leonie Margaretha
REKAPANGAN Vol 11, No 1 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palate cleanser merupakan komponen penting yang digunakan dalam evaluasi sensori untukmenetralkan mulut sebelum dan di antara sampel yang digunakan. Keefektivan palate cleanserditunjukkan melalui kemampuannya untuk meningkatkan sensitivitas panelis dalam mengenali danmembedakan sampel. Dalam studi ini, digunakan susu skim, susu full cream, dan krim sebagai sampeluntuk mengetahui efektivitas beberapa jenis palate cleanser, antara lain air soda tawar, teh hitam,mentimun dan air. Dari hasil penelitian terhadap 100 orang, diperoleh informasi bahwa penggunaan palatecleanser tidak dapat digeneralisasi untuk semua jenis sampel yang digunakan. Pada atribut flavor susu (pvalue<0.05) yang berkaitan dengan eksistensi lemak, mentimun lebih baik digunakan sebagai palatecleanser dibandingkan soda, teh, dan air. Namun, dalam mengevaluasi parameter tekstur berlemak dansensasi lengket di langit-langit mulut, soda lebih optimal (p-value<0.05) digunakan sebagai palatecleanser dari pada teh, mentimun, dan air.Kata kunci: evaluasi sensori, krim, palate cleanser, susu skim, susu full cream
STUDI KEAMANAN PANGAN PADA PRODUK SOSIS DAGING SAPI YANG BEREDAR DI KOTA SURABAYA PUSAT (Food Safety of Beef Sausage Product at Surabaya) Andi Busroh, Enny Karti Basuki S Sudaryati HP
REKAPANGAN Vol 6, No 2 (2012): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTSausage is an emulsion food of oil in water which is elastic Sausage whichis circulated in market there are many deviation of product quality and theaddition food additif and pollution of bacteria exceeding the fixed standard.Related to the facts, it needs a survey of nonprobability sampling in the centre ofSurabaya. The aim of the research is to give information to society about nitritecontent, synthetic dyes, and the number of stapyloccus aureus bacteri in sausageproducts. The result of the survey and the analysis was 17,62 ppm nitrite contentto 27,65 ppm, Content of synthetic dyes was 15 mg / kg ponceane 4 R, 22 mg/kgcarmoisin content, 19 mg / kg sunset yellow content, total bacteria of 0,6.10 3coloni/gr to 6,33.103 coloni/gr, and staphylococcus aureus 0,36.102 coloni/gr to1,05.102 coloni/gr.Keyword : sausage, synthetic dyes, staphylococcus aureus ABSTRAKSosis merupakan bahan makanan emulsi minyak dalam air (o/w) yangbersifat elastis. Sosis yang beredar di pasaran banyak terjadi penyimpanganmutu dan kualitas produk, serta bahan tambahan makanan dan pencemaranbakteri melebihi standar yang ditetapkan. Kenyataan ini, perlu diadakan surveicara nonprobability sampling di Surabaya Pusat. Tujuan penelitian memberikaninformasi kepada masyarakat tentang kadar nitrit, jenis pewarna sintetis, jumlahbakteri dan Stapylococcus aureus pada produk sosis. Hasil survei dan analisadidapatkan data kadar nitrit terendah 17,62 ppm dan tertinggi 27,65 ppm, kadardi bawah standart, aman dikonsumsi penggunaan nitrit Permenkes/XI/1988sebesar 125 ppm. Jenis pewarna sintetik ponceau 4R jumlah 15 mg/kg, sunsetyellow 19 mg/kg dan carmoisin 22 mg/kg, tidak melebihi batas maksimalpenggunaan 70 mg/l. Jumlah maksimal cemaran total bakteri 105 koloni/gr, masihdibawah standart aman dikonsumsi. Jumlah Staphylococcus aureus tertinggi1,05 x 102 koloni /gr dan terendah 0,35 x 102 koloni/gr, standart cemaranmaksimal 102 indoni gr, 7 produk aman dikonsumsi dan 1 produk tidak aman,melebihi batas standar 1,05 x 102 total bakteri terendah 0,6.103 koloni / gr.Kata kunci : Sosis, pewarna sintetik, staphylococcus aureus.
SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK SIMULASI TALAS (KAJIAN PROPORSI TALAS:TEPUNG TAPIOKA DAN PENAMBAHAN NaHCO 3) JURNAL TEKNOLOGI PANGAN, Rosida; JURNAL TEKNOLOGI PANGAN, Jariyah; O.W, Pamungkas
REKAPANGAN Vol 10, No 2 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeripik simulasi adalah keripik yang dibuat dari bahan baku tepung melaluiproses pengadonan tepung, pembuatan lembaran tipis, pencetakaan lembaran danpenggorengan Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proporsitalas:tapioka dan penambahan Natrium Bikarbonat sehingga diperoleh produk yangbermutu dan dapat diterima oleh konsumen.Penelitian ini menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, faktor pertama adalah proporsi talas:tapiokayaitu (90:10), (80:20), (70:30) dan faktor kedua adalah konsentrasi Natrium Bikarbonat1%; 2% dan 3% dan masing-masing faktor diulang sebanyak tiga kali. Hasil analisismenunjukkan perlakuan terbaik proporsi talas:tapioka (80:20) dengan penambahanNaHCO3 2% yang menghasilkan keripik simulasi talas dengan kadar air 11,27%, pati52,38%, serat kasar 2,39%, rendemen 62,57%, volume pengembangan 143,33, dayapatah 2,92 N/cm2. Hasil uji hedonik menunjukkan total ranking kerenyahan 79 (suka),warna 80 (suka), dan rasa 71 (agak suka).Kata kunci : talas, tapioka, NaHCO3, ebi, keripik simulasiABSTRACTChips Simulation is chips Made From raw material powder through process ofkneading flour, Thin Sheet Making, pencetakaan Gazette and frying Research Singeraims to review study the effect of the proportion of taro: tapioca and disposals Sodiumbicarbonate so Products Quality and can be received by customer. The singerresearch using completely randomized design (CRD) with prayers factors, first factor isthe proportion of taro: Namely tapioca (90:10), (80:20), (70:30) And the second factoris the concentration of sodium bicarbonate 1%; 2% and 3% and each factor wasrepeated three times. Best treatment analysis showed the proportion of taro: tapioca(80:20) with disposals NaHCO3 2% The yield taro chips Simulation with air content of11.27%, 52.38% starch, crude fiber 2.39%, the yield of 62.57% Volume development143.33, broken power of 2.92 N / cm2. Hedonic test results show ranked numberkerenyahan 79 (Suka), color 80 (Suka), and taste 71 (Kinda Like).Keywords: taro, tapioca, NaHCO3, dried shrimp, chips Simulation
Cover Vol 10, No 1 (2016): REKAPANGAN JURNAL TEKNOLOGI PANGAN, REKAPANGAN
REKAPANGAN Vol 10, No 1 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol 10, No 1 (2016): REKAPANGAN
SIFAT FISIKO-KIMIA FLAKE PISANG KEPOK DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG CASSAVA (Phisyco-chemical Properties of Flake “Kepok” Banana With Substitution Casava Flour) Winarti, Sri; HP., Sudaryati; Estrada, Erick
REKAPANGAN Vol 10, No 2 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFlake merupakan salah satu jenis makanan sarapan siap saji yang memilikiwarna coklat keemasan, tekstur renyah dan kadar air rendah. Pada umumnya bahandasar yang digunakan untuk pembuatan flake adalah jagung dan gandum. Sebagaiupaya penganekaragaman produk flake dan pemanfaatan tepung pisang, makadilakukan pengolahan flake menggunakan tepung pisang sebagai bahan baku yangdisubstitusi dengan tepung Casava untuk memperbaiki karakteristik flake yangdihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh substitusi tepungCasava dan jumlah air terhadap sifat fisiko-kimia flake pisang kapok. Rancanganpenelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 2faktor yaitu substitusi tepung Cassava terhadap tepung pisang kepok (20:80), (30:70),(40:60) dan presentase penambahan air 70%, 80%, dan 90%. Data yang diperolehdianalisis menggunakan Analisis Varian, serta uji lanjut menggunakan DMRT. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu substitusi tepung Cassava 30%dengan presentase penambahan air 80% yang menghasilkan flake pisang denganrendemen 62,635%, kadar air 4,307%, kadar pati 76,653%, kadar serat 2,323%, dayapatah 0,272 kg/cm2 dan daya rehidrasi 71,379%. Hasil rata-rata uji sensorismenunjukkan jumlah rangking rasa 71, tekstur 79, dan warna 80.Kata Kunci : Flake, cassava, pisang kapokABSTRACTFlake is a prayer One Ready-eat breakfast Operates food Which has a goldenbrown color, crisp texture and the air content was low. IN general, basic materials baseUsed to Manufacture review is corn and wheat flakes. As a flake product diversificationefforts and utilization of banana flour, then do processing chips using plantain flour asa raw material The flour is substituted with Casava to review the characteristics FixingThe resulting flakes. The purpose is to review research studying the effect of floursubstitution plane Casava And Period Of physico-chemical properties of banana flakescured. The study design used is Complete Random Design (RAL), which is composedfrom two factors Namely Against Cassava flour substitution kepok banana flour(20:80), (30:70), (40:60) And the percentage of air disposals 70%, 80 %, and 90%. TheData were analyzed using analysis of variants, as well as a further test using DMRT.Results showed that the Best That substitution flour Cassava 30% with percentage ofdisposals of air 80% The produce flakes of bananas with yield of 62 635%, the watercontent of 4,307%, starch 76 653% fiber content 2,323%, Power broken 0272 kg / cm2And Power 71 379% rehydration. The average yield of organoleptic test showed Period71 rankings flavor, texture 79, and 80 colors.Keywords: Flake, cassava, banana kepok
PEMBUATAN DAN ANALISIS SIFAT FISIKOKIMIA GELATIN DARI LIMBAH KULIT IKAN KERAPU (Ephinephelus sp.) Rima, Rima Azara
REKAPANGAN Vol 11, No 1 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan protein konversi bersifat larut air yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang bersifattidak larut air. Pada penelitian ini gelatin diekstraksi dari limbah kulit ikan kerapu (Ephinephelus sp.)menggunakan proses asam melalui perbedaan konsentrasi asam asetat dan lama perendaman yang digunakanuntuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisikokimia gelatin yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa konsentrasi asam asetat berpengaruh pada kadar abu, rendemen, nilai L* dan pH. Lama perendamanberpengaruh nyata pada viskositas, kekenyalan gel, kadar protein dan titik jendal gelatin. Perlakuan terbaikdidapatkan pada perlakuan perendaman dalam konsentrasi asam asetat 2% dengan lama perendaman 18 jam.Karakteristik gelatin perlakuan terbaik antara lain kadar air 4,61%, kadar abu 1,32%, kadar protein 79,9691%, pH5,32, rendemen 6,99%, titik jendal 15,83 ⁰C, kekuatan gel 19,73 N, viskositas 6,75 cP, kecerahan warna 64,19dan intensitas warna kuning 22,63.Kata kunci: ikan kerapu, perendaman asam, gelatin, sifat fisikokimia

Page 11 of 21 | Total Record : 201