cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : -
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at UPN Veteran East Java. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163, ISSN 2654-5292 (Online). Recently, Jurnal Teknologi Pangan begin to be upload ine-journal of UPN Veteran Jatim and will be one of the e-jpurnals that can be read by every people all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
Penentuan jumlah bibit pada proses pembuatan gula siwalan (borassus flabellifer Linn) Kristal . Kajian aspek mutu produk dan finansil Rejeki, Fungki Sri; Rahayuningsih, Tri; Nurmawati, Anita
REKAPANGAN Vol 2, No 2 (2008): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan jumlah bibit pada proses pembuatan gula siwalan (borassus flabellifer Linn) Kristal . Kajian aspek mutu produk dan finansil
PENGARUH KONSENTRASI GARAM DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU SAMBAL MASIN KHAS SUMBAWA Juliarsi, Mutyah; ,., Nazaruddin; Werdiningsih, Wiharyani
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam dan lama fermentasi terhadap mutu sambal masin khas Sumbawa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu konsentrasi garam (5%, 10% dan 15%) dan lama fermentasi (2 dan 5 hari) dengan tiga kali ulangan. Parameter mutu kimia meliputi nilai pH dan total nitrogen. Parameter mutu fisik meliputi uji warna menggunakan colorimeter. Parameter mutu organoleptik meliputi warna, aroma dan rasa. Parameter mutu mikrobiologi meliputi total mikroba dan bakteri asam laktat. Data kimia, fisik dan organoleptik dianalisis menggunakan analisis keragaman pada α = 5% menggunakan software Co-Stat dan apabila terdapat beda nyata maka diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ), sedangkan data mikrobiologi di analisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi garam 15% dan lama fermentasi 5 hari memberikan hasil yang terbaik terhadap mutu sambal masin berdasarkan penerimaan organoleptik yaitu berwarna agak merah, aroma dan rasa khas masin, nilai pH 5,92, total nitrogen 1,15%, total mikroba 1,7×1012 CFU/g dan total bakteri asam laktat 7×1011 CFU/g. Kata Kunci: Fermentasi, Masin, Mutu, Udang Rebon
PEMBUATAN PERMEN JELLY KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) KAJIAN KONSENTRASI SUKROSA DAN GELATIN .,, Murtiningsih; HP, Sudaryati2; .,, Mayagita
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permen jelly merupakan salah satu makanan ringan yang sangat disukai oleh semua kalangan, meningkatkan nilai ekonomis dari limbah buah naga merah adalah dengan mengolahnya menjadi permen jelly. Kulit buah naga merah memiliki antioksidan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gelatin dan sukrosa terhadap kualitas permen jelly dan menentukan kombinasi perlakuan terbaik dari konsentrasi gelatin dan sukrosa pada pembuatan permen jelly kulit buah naga merah sehingga dihasilkan permen jelly yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah penambahan sukrosa 60%; 70%; dan 80%, dan faktor II adalah penambahan gelatin 18%; 22%; dan 26%. Untuk mengetahui adanya perbedaan diantara perlakuan digunakan Uji Berjarak Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan penambahan sukrosa 70% dan penambahan gelatin 26% yang menghasilkan permen jelly, kadar air 21,29%, kadar abu 1,63%, gula reduksi 9,63% dan kekuatan gel 38,28%, dengan total fenol 0,52%, antioksidan 55,17%, antosianin 24,34 mg/100g pada hasil perlakuan terbaik, serta nilai kesukaan rasa 108, warna 122,5 dan tekstur 108,5. Hasil analisa finansial menyatakan bahwa, diperoleh nilai Break Event Point (BEP) Rp. 234.658.367.70; persen titik impas 25,09 %; kapasitas titik impas 45.785 unit/tahun; nilai payback period selama 3,5 tahun ; NPV 104.593.103; gross B/C 1,11 ; serta nilai IRR 21,692 % (dengan tingkat suku bunga 20%) sehingga usaha permen jelly kulit buah naga merah dapat dikembangkan. Kata kunci : Antioksidan, Gelatin, Kulit Buah Naga Merah, Permen Jelly, Sukrosa
IDENTIFIKASI PELUANG PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KERIPIK SINGKONG Ulya, Millatul; Hidayat, Khoirul
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Produksi bersih merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja lingkungan di industri pengolahan keripik singkong. Tahap awal dalam penilaian produksi bersih adalah identifikasi peluang produksi bersih dengan metode analisis deskriptif dan analisis keseimbangan material dan energi. Berdasarkan analisis neraca keseimbangan material dan energi, jumlah bahan baku 3,6 ton singkong menghasilkan non product output air sisa pencucian, 1,5 liter minyak jelantah dan 900 kg kulit singkong. Berdasarkan analisis neraca kesetimbangan massa dan energi tersebut, terdapat 5 peluang produksi bersih yaitu penghematan air, produksi sabun dari minyak jelantah, pengolahan kulit singkong menjadi tepung kulit singkong, kerupuk kulit singkong dan gula cair.  Perlu dilakukan penelitian lanjut berupa sintesis untuk menentukan alternatif terbaik dari beberapa peluang produksi bersih yang telah teridentifikasi. Kata Kunci: Produksi bersih, keripik singkong
Fraksinasi dan Karakterisasi Fosfolipid dari Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum) (PhospholipidFractination and Characterisation of Calophylluminophyllum Kernel) Putri, Desiana Nuriza; Hidayat, Chusnul; Hastuti, Pudji
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The aim of this research is to obtain the Phospholipid characteristic of Calophylluminophyllum which is suitable with the need by means of fractination process.Phospholipidcharacterisation resulted from fractination will generate recommendation of Phospholipidfractination use on suitable product and food processing. The extraction process was performed by using chloroform-methanol (1:2 v/v). The polar lipid is separated by using ethanol, then ethanol is used to extract Phospholipid. Fractination was performed based on the soluability in ethanol and acetone. There were 5 Phospholipid fraction namely crude Phospholipid (without fractination), ethanol soluble, ethanol insoluble, ethanol-acetone insoluble fraction. Each fraction was characterised for phosphatidylcholine content (PC), hydrophilic-lipophilic balance (HLB), peroxide value, viscosity and color. The result showed that the highest PC content was found on ethanol-soluble fraction, whereas highest fatty acid which arrange Phospholipid werepalmitat (C16:0) and Oleat (C:18). Phospholipid fraction which is suitable to be used as oil in water emulsifier is ethanol soluble fraction, and ethanol insoluble fraction is used as water in oil emulsifier. Keywords: Calophylluminophyllum kernel, phosphatidylcholine, phospholipid, phospholipid characteristic
PRODUKSI KOPI BIJI SALAK BANGKALAN DENGAN MESIN PEMECAH BIJI EFISIENSI TINGGI Rosida, Dedin Finatsiyatul; DC, Happyanto; FT, Anggraeni; N, Hapsari
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu komoditas unggulan wilayah Agroklimat Bangkalan adalah salak. Produksi buah salak di Bangkalan sangat besar. Bentuk pengolahan biji salak yang cukup prospektif adalah dalam bentuk kopi. Selain rasanya yang khas dan segar dengan aroma buah salak, kopi biji salak dapat mengatasi masalah kesehatan dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Selama ini kita menyebut bahwa kopi umumnya berwarna hitam. Entah kopi yang disangrai  light, medium, dan dark, kebanyakan menyebutnya sebagai kopi hitam. Padahal, kopi tidak pernah benar-benar hitam. Warnanya agak coklat karena biji kopi sudah disangrai lebih dulu. Kopi biji salak merupakan kopi yang terbuat dari buah salak. Kopi biji salak biasanya dibuat secara konvensional dengan melakukan penjemuran berhari-hari supaya bijinya dapat dipotong atau dihancurkan. Dengan penggunaan mesin pemecah biji salak yang dijelaskan pada paper ini maka proses pembuatan kopi biji salak dapat dilakukan lebih singkat. Kata Kunci: kopi, biji salak, mesin pemecah, efisien
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SURIMI BERBASIS IKAN GABUS- TEPUNG SAGU PADA PENYIMPANAN DINGIN (Authors did not write the article title in English version) .,, Ansharullah; Ibrahim, Moh Nuh; Wiranty, Effy
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung sagu terhadap kualitas fisikokimia dan sensori surimi ikan gabus (Channa striata), yang disimpan pada berbagai suhu dingin.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian  ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri atas dua faktor, yaitu:.faktor I (perbandingan komposisi daging ikan gabus dan tepung sagu yang terdiri atas tiga taraf,  yaitu: S1 (100% daging ikan); S2(95% daging ikan : 5% tepung sagu);  dan S3(90% daging ikan : 10% tepung sagu). Faktor II adalah suhu penyimpanan dingin yang juga terdiri dari tiga taraf yaitu T1 (15oC), T2 (10oC), dan T3 (5oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi formula surimi ikan gabus dan tepung sagu pada perlakuan S2T3 (daging ikan gabus 95%; tepung sagu 5%, yang disimpan pada suhu 5°C) memberikan nilai kesukaan terbaik dari panelis pada karakteristik warna, aroma, tekstur dan rasa.  Analisis fisikokimia dari produk surimi berbasis ikan gabus dan tepung sagu ini juga sangat dipengaruhi oleh komposisi dan suhu penyimpanan. Secara umum, kadar air dan daya ikat air (WHC – water holding capacity) meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kandungan tepung sagunya. Sebaliknya, kadar protein dan kadar lemak cenderung berkurang dengan bertambahnya jumlah tepung sagu dalam formulasinya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tepung sagu sebagai sumber pangan lokal sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pada berbagai produk hasil perikanan olahan. Kata Kunci: Surimi, Ikan Gabus, Tepung Sagu, Penyimpanan Dingin
KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERAS ANALOG DARI TEPUNG KOMPOSIT (GADUNG, JAGUNG, MOCAF) DENGAN PENAMBAHAN PEWARNA ANGKAK (CHARACTERISTICS AND ACTIVITIES ANTIOXIDE RICE ANALOG OF COMPOSITE FLOUR (MADE, CORN, MOCAF) WITH ADDITIONAL DYES ANGKAK) Winarti, Sri; Djajati, Sri; Hidayat, Ramdan; Jilian, Latni
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beras analog merupakan beras tiruan yang berbentuk dan mempunyai tekstur menyerupai beras namun dibuat dari bahan pangan lokal non beras seperti umbi-umbian maupun serealia lainnya. Salah satu umbi yang dapat digunakan dalam pembuatan beras analog adalah umbi gadung. Karakteristik beras yang dihasilkan dapat ditingkatkan dengan substitusi tepung lain, salah satunya adalah mocaf. Selain itu, untuk meningkatkan nilai fungsional beras, dapat ditambahkan bahan pangan lain yang mengandung antioksidan, salah satunya yaitu angkak. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi dan penambahan angkak terhadap karakteristik dan aktivitas antioksidan beras yang dihasilkan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perlakuan proporsi tepung gadung : tepung mocaf (90% : 10% ; 80% : 20% ; 70% : 30% ; 60% : 40%) dan faktor kedua adalah penambahan Angkak (0,6 %; 1,2%; 2%) dengan kombinasi perlakuan 12 perlakuan dan dua kali ulangan. Data dianalisis menggunakan metode two-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%, Jika ada perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan Uji Tukey α = 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik adalah beras analog dengan substitusi tepung mocaf 20% dan penambahan angkak 2% dengan kadar air 10,17%, kadar abu 2,27%, kadar pati 55,41%, kadar amilosa 25,61%, intensitas warna L,a,b berturut-turut adalah 55,66,19,93, 13,28, aktivitas antioksidan 62,10%, daya rehidrasi 121,33%, volume pengembangan 133,52. Kata kunci : Beras analog, umbi gadung, angkak, antioksidan,mocaf
STUDI PEMBUATAN MARMALADE JERUK KALAMANSI (Citrus microcarpa) DENGAN VARIASI SUHU DAN LAMA PEMANASAN (Study Of Making Marmalade Calamondin Citrus (Citrus microcarpa) With Variations Of Temperature And Time Of Heating) .,, Perawati; .,, Hasanuddin; Tutuarima, Tuti
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan suhu dan waktu pemanasan terhadap kadar air, pH, vitamin C dan kekentalan marmalade jeruk kalamansi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu pada bulan Mei – Juni 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu suhu (60 , 70  dan 80 ) dan lama pemanasan (20 menit, 30 menit dan 40 menit). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali pengulangan. Variabel yang diamati adalah kadar air, pH, kadar vitamin C, dan kekentalan (viskositas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suhu pemanasan yang semakin tinggi dan waktu pemanasan yang lebih lama maka penurunan kadar air dan vitamin C semakin besar. Semakin tinggi suhu dan lama waktu pemanasan nilai pH dan kekentalan dalam marmalade jeruk kalamansi semakin meningkat. Kata kunci : jeruk kalamansi, marmalade, suhu, waktu pemanasan
PEMANFAATAN KULIT BUAH JERUK VALENCIA (Citrus sinensis ’Valencia’)dan KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis) UNTUK PEMBUATAN FRUIT LEATHER Sarofa, Ulya; .,, Sudaryati; Nuraini, Farida
REKAPANGAN Vol 12, No 1 (2018): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Fruit  leather adalah jenis produk makanan  yang  berasal dari daging buah  yang  telah dihancurkan dan dikeringkan.  Kulit buah naga merah merupakan limbah yang bisa dimanfaatkan karena kandungan antioksidan dan komponen gizi lain yang tinggi, begitu pula kulit buah jeruk valencia selain kandungan gizinya juga mengandung flavor yang disukai konsumen. Tujuan dari penelitian ini untuk  mengetahui pengaruh proporsikulit jeruk Valencia-kulit buahnaga  merah  dengan penambahangula terhadapmutu fruit leather yang dihasilkan.Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiridari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor I  :  Proporsi kulit jeruk Valencia : kulit buah naga merah, yaitu (95 : 5),(85 : 15), dan(75 : 25), Faktor II :Penambahan gula  yaitu :55 %, 60%, 65%. Analisis data yang digunakan adalah analisis varian dan jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan proporsi kulit jeruk Valencia-kulit buah naga merah (75:25) dengan penambahan gula 55%, dengan karakteristik aktifitas antioksidan 54,69% ; total asam 0,88% ; gula reduksi 19,11% ;  daya sobek 144,83 N/cm ; kadar air 16,71% ; kadar vitamin C 4,09% ;nilai total rangking untuk uji organoleptik rasa 120,5 ; warna 82,5 ; aroma 110,5 ; dan tekstur 139,5. Kata Kunci: Fruit Leather, Kulit Jeruk Valencia, Kulit Buah Naga Merah