cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
REKAYASA BERAS ANALOG BERBAHAN DASAR CAMPURAN TEPUNG TALAS, TEPUNG MAIZENA DAN UBI JALAR Srihari, Endang; Lingganingrum, Farid Sri; Alvina, Ivone; S, Anastasia
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i1.824

Abstract

Umbi-umbian yang banyak tumbuh di Indonesia,   yang bisa dibuat sebagai bahan baku membuat beras analog atau beras tiruan adalah tepung talas, tepung jagung dan tepung ubi jalar.  Beras analog tersebut dibuat dengan proses ekstrusi pada suhu tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mencari komposisi campuran tepung talas, tepung ubi jalar dan tepung  maizena  yang optimal untuk menghasilkan beras analog terbaik serta mengetahui sifat beras analog (karakteristik, proksimat dan organoleptik) dan nasi beras analog (organoleptik, komposisi air dan lama penanakan). Secara umum semua komposisi beras analog memiliki rata-rata nilai kadar air 5,37 %, daya serap air adalah 1,84, daya pengembangan adalah 8,8 %, kerapatan curah adalah 0,61 gr/ml, expansion ratio adalah 0,99, Water Absorption Index   adalah 1,71, Water Solubility Index   sebesar 0,13,dan waktu rehidrasi sebesar 15,37 menit. Berdasarkan uji proksimat dan organoleptik, maka campuran 55% tepung talas, 30% tepung ubi jalar, 15% tepung maizena merupakan komposisi optimal untuk menghasilkan beras analog yang dapat menggantikan fungsi beras padi. Komposisi beras analog tersebut mengandung karbohidrat, 74,049 %, 1,78% protein, 1,01% lemak, 2,05% abu dan 2,28% serat kasar. Komposisi air dengan beras analog terbaik pada penanakan nasi adalah ¾:1 dan waktu penanakan sekitar 15 menit.
BIODISEL DARI MINYAK IKAN Wahyudi, Bambang; Triana, Nurul Widji; Mulyadi, Edi
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i1.826

Abstract

Biodiesel adalah energi alternatif pengganti solar, dan biodiesel merupakan sumber energi yang terbarukan dan biodegradable. Produksi biodiesel dengan bahan baku minyak ikan, untuk wilayah Jawa Timur merupakan pilihan yang strategis. Peluang ketersedian bahan baku minyak ikan di Jawa Timur ( Banyuwangi ) relatife banyak. Untuk wilayah Banyuwangi, sumber bahan baku (minyak ikan yang off grade) selain harganya murah (Rp.1800/Liter) jumlahnya relatif banyak. Proses pembuatan biodiesel dari minyak ikan off grade dibagi menjadi beberapa tahap. Proses pertama adalah Proses Pemurnian dari minyak ikan off grade yang meliputi proses pengeringan untuk menghilangkan kadar air dan pemisahan gum. Proses  yang kedua adalah proses Esterifikasi, dan dilanjutkan  dengan proses Trans-esterifikasi, kemudian diakhiri dengan proses pemurnian hasil biodiesel. Dalam penerapan yang akan dilakukan, merupakan hasil temuan baru, yaitu teknologi proses pembentukan biodiesel dengan proses esterifikasi dan dilanjutkan proses trans-esterifikasi dalam reaktor alir osilasi yang  dapat digunakan untuk multi umpan (input minyak bisa dengan bahan yang FFA-nya tinggi). Dengan begitu, reaktor akan adaptif terhadap berbagai jenis bahan baku yang diumpankan. Disamping itu penggunaan reaktor alir osilasi bersekat miring untuk proses esterifikasi ini, proses dapat berlangsung satu langkah dan energi yang dibutuhkan relative lebih kecil daripada proses-proses yang selama ini ada. Hasil Penelitian diperoleh biodiesel yang memenuhi syarat PERTAMINA, SNI, dan ASTM terjadi pada kondisi suhu reaksi 60 oC dan waktu 60 menit dengan karakteristik biodiesel yaitu densitas 0,8898 kg/m3, angka iod 7,4, angka cetana 66,00, titik nyala 272 oF, dan pour poin 32 oF.
PERANCANGAN VACUM EVAPORATOR METODE LIQUID RING VACUM PUMP Moenandar, Siswanto; Triana, Nurul Widji
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.842

Abstract

Proses evaporasi pada nira dengan vacum evaporator menggunakan barometrik condensor memerlukan energi yang cukup besar, untuk menghemat energi maka diperlukan perancangan suatu evaporator vacum yang dapat menurunkan titik didik juga yang hemat energy yaitu dengan mengganti barometrik condensor menjadi metode Liquid Ring Vacum Pump dimana uap yang telah terkondensasi di dalam condensor dialirkan ke pompa vacum untuk menarik uap pada ruang evaporator sehingga terjadi kondisi vacum. Pompa vacum jenis ini menggunakan energy kecil bila dibandingkan dengan menggunakan steam jet ejector dan diharapkan pada penggunaan vacum evaporator dengan Metode Liquid Ring Vacum Pump ini akan dapat menghemat daya listrik.. Perancangan vacum evaporator dengan metode Liquid Ring Vacum Pump ini dapat menurunkan suhu penguapan sampai 76 0C dengan tingkat kevacuman mencapai 200 mm Hg terhadap tekanan 760 mm Hg. Hasil perancangan vacum evaporator ini diharapkan dapat digunakan pada Industri yang menggunakan proses evaporasi larutan yang peka terhadap suhu tinggi, dengan membuat kondisi vacum maka akan menurunkan titik didih yang secara otomatis akan menghemat biaya dalam proses penguapannya. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.842
RASIO ABU BAGASSE DENGAN NaOH TERHADAP PROSES PENGAMBILAN SILIKA Widodo, Laurentius Urip; Soedjono, Grace Anastasia; Pratiwi, Lita Putri
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i2.829

Abstract

Teknologi yang mempunyai peluang dalam pembuatan silika gel adalah proses ekstraksi dan proses presipitasi menggunakan asam klorida, silika gel dibuat dari bahan baku abu bagasse yang mempunyai kandungan silika cukup tinggi yaitu 70,85 %. Tujuan dari penelitian ini agar dalam proses pengambilan silika sebagai langkah awal dalam proses ekstraksi silika gel didapatkan kondisi yang baik, dengan memvariasikan penambahan larutan NaOH dengan abu bagasse.Proses ekstraksi yang dilakukan pada abu bagasse sebanyak 100 gram menggunakan natrium hidroksida dengan konsentrasi 1 N selama 1 jam  dengan suhu 1050C menggunakan 1:6, 1:7, 1:8, 1:9, 1:10, 1:11. Dalam proses ekstraksi terjadi reaksi antara abu bagasse dengan natrium hidroksida membentuk larutan natrium silika dan dilanjutkan dengan proses presipitasi menggunakan asam klorida dengan variabel pH 4, 5, 6, dan 7. Endapan silika yang terbentuk disaring dan dikeringkan. Pada proses ekstraksi didapatkan kondisi terbaik pada penggunaan larutan natrium hidroksida 1:10, sedangkan pada proses presipitasi dengan asam klorida menghasilkan silika terbanyak pada kondisi pH asam yaitu pH 4 sebanyak 33,54 gram, dengan kandungan silica sebanyak 92% dan luas permukaan sebesar 228,99 m2/g.
KAJIAN PROSES ASETILASI TERHADAP KADAR ASETIL SELULOSA ASETAT DARI AMPAS TEBU Wahyusi, Kindriari Nurma; Moenandar, Siswanto; Utami, Lucky Indrati
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.844

Abstract

Komponen utama ampas tebu adalah serat (fiber) yang termasuk dalam syarat bahan baku yang dapat dijadikan pulp untuk pembuatan selulosa khususnya selulosa asetat. Asetilasi selulosa dari ampas tebu dalam pelarut asam phospat merupakan salah satu metode untuk menghasilkan selulosa asetat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh proses asetilasi terhadap kadar asetil selulosa asetat dengan variabel jumlah asam asetat glacial dan kecepatan pengadukan . Proses asetilasi dilakukan dengan mereaksikan selulosa yang terbuat dari ampas tebu dan asam asetat glacial dalam sebuah reactor dengan menggunakan motor pengaduk. Prosesnya terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah pembuatan selulosa yang kemudian dimurnikan. Tahap kedua adalah melarutkan selulosa ke dalam asam phospat dan mengasetilasi selulosa dengan asam asetat glacial dan tahap pemulihan produk dengan cara penyaringan dan pengeringan. Dalam penelitian akan dipelajari pengaruh pemberian volume asam asetat glacial 98% sebanyak 20, 40, 60, 80 dan 100 ml dengan kecepatan pengadukan sebesar 100, 200, 300, 400 dan 500 rpm terhadap kadar asetil dari selulosa. Dari hasil penelitian ini didapat kadar asetil terbesar adalah 45,16% pada pemberian volume asam asetat glacial 60 ml dengan kecepatan pengadukan 300 rpm. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.844
RATIO MOLAR MINYAK SAWIT DENGAN ETANOL KONSENTRASI RENDAH DALAM PEMBUATAN BIODIESEL Ningsih, Erlinda; Suparto, Suparto; Sato, Abas; Mustikasari, Yeni Ratu; Dewi, Risty Christina
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.836

Abstract

Pada umumnya pembuatan biodiesel menggunakan etanol dengan kadar 99.8% (pure analitis) yang membutuhkan biaya tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh ratio mol mnyak sawit dengan etanol konsentrasi rendah terhadap yield dalam pembuatan biodiesel. Ratio mol antara minyak sawit dan etanol yang digunakan dalam pembuatan biodiesel ini adalah 1:12; 1:14; 1:16 dengan waktu reaksi 3 jam dan pemanasan dilakukan pada suhu 60 oC. Proses selanjutnya adalah pemisahan dan pencucian. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh bahwa biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar SNI-04-7182-2006. Yield terbesar diperoleh pada kondisi waktu reaksi 3 jam, ratio mol 1:16 yaitu 59.26%. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.836
PUPUK KALIUM SILIKA DENGAN PROSES KALSINASI BERBASIS BATUAN TRASS Moenandar, Siswanto; Mahardika, Mochammad Yoga; Maulidi, Lestariyanto Achmat
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i2.830

Abstract

Batuan dan tambang pasir mempunyai manfaat yang sangat penting bagi kehidupan. Dengan banyaknya manfaat dari batuan, maka sayang sekali jika Indonesia yang memiliki banyak cadangan bahan baku menyia-nyiakannya. Contoh manfaat dari batuan yaitu bisa diubah menjadi pupuk kalium silika dengan mereaksikannya dengan kalium. Contoh batuan yang bisa diambil silikanya yaitu batuan trass. Prosedur yang dilakukan untuk membuat pupuk kalium silika yaitu dengan mereaksikan batu trass berukuran 100 mesh dengan pereaksi KOH dan K2CO3 yang komposisinya diatur dengan perbandingan berat, dimana basis batu trass adalah 100 gr. Proses tersebut dilakukan pada suhu 1250 oC dengan waktu reaksi selama 1 jam. Hasil yang didapatkan, yaitu produk pupuk kalium silika dari batu trass terbaik untuk pereaksi K2CO3 yaitu dengan perbandingan 500gr : 74gr dengan kandungan SiO2 : 26.8% dan kandungan K2O : 27.3%, dengan kelarutan dalam air sebesar 24.02%, sedangkan untuk produk pupuk kalium silika dari batu trass terbaik untuk pereaksi KOH yaitu dengan perbandingan mol 400gr : 60gr dengan kandungan SiO2 : 23.6% dan kandungan K2O : 22.2%, dengan kelarutan dalam air sebesar 25.65%. Ukuran pori produk pupuk kalium silika dari batu trass ini, yaitu kisaran 350-1000nm.
KONSENTRASI CROSS-LINKER TERHADAP PERFORMA ADSORBEN BERBASIS THERMOSENSITIVE NIPAM-CO-DMAAPS GEL Ningrum, Eva Oktavia; Purwanto, Agus; Rosita, Galuh Chynintya Rosita; Bagus, Asep; Suharto, Toni
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.838

Abstract

Penyebab pencemaran logam berat di perairan Indonesia, seperti yang terjadi di teluk Jakarta adalah kegiatan industri yang menghasilkan limbah logam berat. Akumulasi logam berat dalam air dan tanah dapat membahayakan kelestarian ekosistem. Salah satu teknologi terbaru dalam separasi ion logam berat adalah metode adsorpsi dengan zwitterionic betaine. Adsorben berbasis thermosensitive polimer gel khususnya zwitterionic betaine memiliki kelebihan yaitu mampu menunjukkan selektivitas ion. Ion tersebut dapat diikat melalui charged group yang terletak di perulangan unit yang sama. Kation akan diikat oleh charged group bermuatan negatif (SO3-) dan anion akan diikat oleh charged group bermuatan positif (N+) adsorben secara simultan. Pada penelitian ini gel hasil kopolimerisasi antara N-isopropylacrylamide (NIPAM) dan N,N’-dimethyl(acrylamidopropyl)ammonium propane sulfonate (DMAAPS) akan digunakan sebagai adsorben. Pada penelitian ini thermosensitive NIPAM-co-DMAAPS gel dipersiapkan melalui reaksi polimerisasi radikal bebas dengan menggunakan N,N,N’,N’-tetramethylethylenediamine (TEMED) sebagai akselerator, ammonium peroxodisulfate (APS) sebagai inisiator, dan N,N’-methylenebisacry-lamide (MBAA) sebagai cross-linker dengan konsentrasi 10 mmol/L dan 30 mmol/L. Untuk mengetahui keberhasilan sintesa gel dilakukan uji FTIR. Larutan Zn(NO3)2 digunakan untuk menguji performa dari gel antara lain adsorpsi terhadap ion logam berat serta hubungannya dengan swelling degree. Selain itu semakin tinggi jumlah ion yang teradsorp akan mengakibatkan naiknya nilai swelling degree. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.838
PRODUKSI BIOETANOL BERBASIS MENIR DAN ONGGOK LIMBAH TAPIOKA Mulyadi, Edi; Soemargono, Soemargono; Laksmono, Rudy
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i1.721

Abstract

Limbah padat Proses Pembuatan tapioca berwujud onggok dari proses ekstraksi pati dan menirberasal dari pencucian singkong yang jumlahnya mencapai dua kali dari kapasitas produksi. Pengolahanlimbah itu menjadi bioetanol terkendala pada proses hidrolisis. Untuk itu pengembangan proses hirolisismenggunakan reaktor osilasi dengan paten P00201200184. Pemurnian kaldu fermentasi menjadi bioetanolmenggunakan refluks distilasi model desain produk IDD-0000034253. Pengaruh dosis enzym nocook danenzim nova pada berbagai waktu proses hidrolisis terhadap kadar glukosa dipelajari untuk optimasiproses fermentasi. Kadar glukosa maksimum yang dapat dicapai 146 g/L dan kaldu fermentasi maksimumyang dihasilkan 8,9% alkohol. Pemurnian bioetanol dikerjakan dalam prototipe distilator, dengan debitproduk prototipe 10L/jam. Kadar kaldu fermentasi rata-rata 7,2%, suhu reflux terbaik terjadi pada 88 oC,dan kemurnian bioetanol yang dapat dicapai 98%
PEMBUATAN PUPUK CAIR DARI DAUN DAN BUAH KERSEN DENGAN PROSES EKSTRAKSI DAN FERMENTASI Iskak, Mohamad
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i2.716

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pembuatan Pupuk Cair Organik dimana bahan baku yang digunakan adalah daun dan buah kersen, serta air. Metode pembuatan pupuk ini secara umum adalah dengan proses Ekstraksi dan Fermentasi dimana kedua proses tersebut berjalan secara bersamaan. Pada awal proses, daun kersen ditimbang sesuai variabel (200, 225, 250, 275 dan 300 gram). Kemudian masing-masing di cacah. Lalu ditambahkan 50 gram buah kersen ke dalam 200 dan 275 gram daun kersen. Setelah itu diblender bersama 500 ml air sebanyak peubah yang dijalankan 200, 225, 250, 275 dan 300 gram. Kemudian dilakukan pengadukan dalam tangki berpengaduk selama 10 menit. Selanjutnya dilakukan proses ekstraksi dan fermentasi berdasarkan waktu yang ditentukan (2, 3, 4, 5, 6 dan 7 minggu). Produk yang dihasilkan berupa pupuk cair yang mengandung ion N, P, K, dan Mg. Pada penelitian ini diperoleh ratio berat / pelarut (L/V) operasi pada 200 gram daun/500 ml pelarut. Sedangkan kualitas pupuk cair terbaik diperoleh pada minggu ke-6 pada ratio berat/pelarut 300 gram daun dengan 500 ml air. Pupuk cair organik yang dihasilkan mempunyai kelebihan dibandingkan dengan pupuk cair organik yang dipasaran seperti komposisi Kalium dan Magnesium.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024 Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 2 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 2, No 2 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA More Issue