cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
PEMBUATAN PULP DARI SERABUT GAMBAS TUA KERING DENGAN PROSES ALKALI DENGAN ALKOHOL Masitah, Nur
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i1.724

Abstract

Proses pembuatan pulp adalah proses isolasi selulosa dari kayu yang berserat. Isolasi dilakukan dengancara melarutkan bahan-bahan selain selulosa pada larutan pemasak. Dalam penelitian ini dipakai larutanorganik. Sebagai bahan baku adalah serabut gambas tua kering. Penelitian dilakukan dalam autoclave.Sebagai pelarut pemasak dipakai NaOH yang dilarutkan dalam air dan etanol dengan perbandingan pelarut airdan etanol dan konsentrasi NaOH yang bervariasi. Suhu operasi yang dilakukan adalah 105 °C dengan lamapemanasan yang bervariasi pula. Setelah proses pemasakan, pulp dipisahkan dari larutan pemasak, dicuci dandikeringkan dalam oven, selanjutnya dianalisa kadar air, alpha selulosa serta ratio yieldnya. Berdasarkan hasilanalisa kondisi terbaik dicapai pada konsentrasi NaOH 8% dengan waktu pemanasan 150 menit dan ratio air -etanol 25 : 75, diperoleh hasil sebagai berikut berturut-turut kadar air 76,10%, ratio yield 44,35% dan kadaralpha selulosa 78,98%.
SIMULASI NUMERIK DEPOSISI AEROSOL PARTIKEL PADA POROUS STRUKTUR BERBASIS COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Kusdianto, Kusdianto; Mahendra P, I. G. Wahyudi; R. Andini, R. Andini; T. Nurtono, T. Nurtono; Widiyastuti, Widiyastuti; S. Machmudah, S. Machmudah; S. Winardi, S. Winardi
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i2.703

Abstract

Deposisi partikel didalam porous struktur substrate telah dikembangkan aplikasinya sebagai fotokatalitik, membran filter, dan template untuk material pendukung dalam bidang energi dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum pada deposisi aerosol partikel pada substrat yang mempunyai struktur berpori berdasarkan simulasi numerik dengan software Computational Fluid Dynamics (CFD). Metode simulasi berbasis CFD digunakan sebagai alternatif untuk mereduksi beberapa variabel kondisi yang sulit dikontrol. Permodelan dengan menggunakan CFD ini meliputi tiga tahapan proses, yaitu pre-processing, processing, dan post-processing. Dimensi yang akan digunakan pada CFD ini adalah dengan permodelan 2 dimensi, dimana wall memiliki panjang 10 cm dan lebar 2,5 cm. Analisa yang dilakukan meliputi pola gerakan partikel, kecepatan gerakan partikel, dan jumlah partikel pada porous struktur. Variabel yang ditetapkan pada permodelan ini adalah jarak partikel dengan substrat dan diameter pori dari substrat. Sedangkan ukuran partikel dan kecepatan fluida divariasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola alir dan pergerakan partikel sangat ditentukan oleh kecepatan fluida.  Selain itu, semakin kecil partikel yang digunakan maka semakin optimum deposisi yang terjadi, dimana deposisi optimum akan tercapai jika partikel tersebut mempunyai ukuran hingga 36 % dari ukuran pore nya. Deposisi yang optimum juga terjadi jika aliran fluidanya dalam kondisi laminar dan transisi.
ETANOL DARI HASIL HIDROLISIS ONGGOK Sutiyono, Sutiyono; Soemargono, Soemargono; Edahwati, Luluk; Siswati, Nana Dyah
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.712

Abstract

Onggok dapat digunakan sebagai sumber energi dengan cara pembakaran langsung atau digunakan  sebagai biogas. Kandungan pati dalam onggok dapat diubah menjadi fruktosa dan glukosa dengan proses hidrolisis, di mana selanjutnya hasil dari proses hidrolisis ini akan difermentasikan menjadi etanol. Mengubah onggok menjadi sumber energi yang lain adalah dengan proses fermentasi menjadi etanol. Penelitian ini bertujuan untuk merubah glukosa hasil dari proses hidrolisis onggok menjadi etanol menggunakan variabel waktu fermentasi: 4, 6, dan 8 hari, penambahan saccharomycess cereviceae: 8, 10 dan 12% dari total volume filtrat. Hasil penelitian diperoleh: kadar HCl sisa 0,088%, kadar glukosa sisa 3,198%, kadar etanol 15,82%, setelah dilakukan proses distilasi kadar etanol yang diperoleh sebesar 89%.
PRODUKSI GAS METANA DARI LIMBAH JERAMI PADI DENGAN INOKULASI MIKROORGANISME RUMEN SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN Noviyanto, Noviyanto; Amirotus S, Farah; Uli A, Veny; Anwar, Hazrul; Gunawan, Setiyo; Widjaja, Tri
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i2.704

Abstract

Sumber daya minyak dan gas alam dunia yang berasal dari energi fosil semakin berkurang. Sehingga pengembangan penelitian sumber energi alternatif semakin sering dilakukan, salah satunya adalah produksi gas metana secara anaerobik. Gas metana menghasilkan rasio energi output/input yang cukup besar yaitu 28 Mj/Mj. Sumber gas metana yang dipakai dalam penelitian ini adalah biomassa berlignoselulosa berupa limbah jerami padi, karena jumlahnya mencapai 180 juta ton tiap tahunnya dan sebanyak 36-62% dibuang dan dibakar oleh masyarakat. Selama ini fermentasi anaerobik biomassa berlignoselulosa banyak mengalami kendala, karena sulitnya tiga polymer selulosa, lignoselulosa dan hemiselulosa dipecah oleh bakteri penghasil metana.Tujuan penelitian ini adalah meneliti pengaruh mikroorganisme rumen dalam produksi biogas dari limbah jerami padi. Diharapkan dengan inokulasi mikroorganisme rumen, yield metana yang dihasilkan lebih baik dan prosesnya bisa lebih cepat sehingga limbah jerami padi bisa dimanfaatkan menjadi sumber energy terbarukan.Metodologi penelitian yang dilakukan pertama-tama adalah mem-pretreatment jerami padi dengan thermal dan mekanis untuk memudahkan degradasi terhadap lignin yang mengganggu fermentasi anaerobik jerami padi, kemudian menginokulasikan mikroorganisme rumen dengan variabel volume 5%, 10% dan 15%. Kondisi operasi penelitian dengan sistem batch selama 21 hari, pH 6-7, suhu 30–40oC, dan tekanan 1 atm. Hasil penelitian terbaik sementara adalah konsentrasi CH4 pada variabel 15% pada hari ke – 21 sebesar 56.484 ppm.
MINYAK KENCUR DARI RIMPANG KENCUR DENGAN VARIABEL JUMLAH PELARUT DAN WAKTU MASERASI Hudha, Mohammad Istnaeny; Daryono, Elvianto Dwi; Muyassaroh, Muyassaroh
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.706

Abstract

Minyak kencur merupakan pendatang baru dalam dunia industri minyak atsiri. Komponen terbesar yang terkandung dalam minyak kencur adalah etil para metoksisinamat. Kandungan tersebut mempunyai banyak manfaat dan juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Minyak kencur dapat dihasilkan dari rimpang kencur (Kempferia Galanga L.) yang telah dibuat menjadi serbuk kencur dengan metode maserasi menggunakan pelarut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kondisi operasi terbaik dari pengambilan minyak kencur sehingga dilakukan penelitian terhadap jumlah pelarut dan waktu maserasi  dengan cara merendam serbuk kencur menggunakan pelarut etanol 95% dan variasi jumlah pelarut (240mL, 320mL dan 400 mL) serta waktu maserasi (1, 2, 3, 4, dan 5 hari). Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi operasi optimal terdapat pada maserasi hari ke empat dengan jumlah pelarut sebanyak 400 mL yang ditandai dengan terbacanya pada hasil analisa menggunakan GC-MS bahwa komponen etil para metoksisinamat terdapat pada peak ke lima dengan luas area sebesar 77,74%.
PEMBENTUKAN ASAP CAIR DARI AMPAS NILAM DENGAN PROSES PIROLISIS Trianna, Nurul Widji; Wahyudi, Bambang; Mulyadi, Edi
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i1.722

Abstract

Asap cair adalah zat yang dihasilkan dari asap melewati sebuah tabung dari ruang pembakaran diisidengan pilih limbah nilam ke kondensor. Dalam kondensor, asap mendingin dan membentuk cairan,dibantu dengan penambahan air. Pirolisis merupakan teknologi konversi termal yang menarik digunakanuntuk menghasilkan bio-oil, char dan gas. Nilam Limbah pirolisis secara umum melibatkan satu setkompleks reaksi kimia. Secara keseluruhan, riset ini merupakan studi kinetik yang komprehensif danmenyeluruh Pogostemon cablin Benth pirolisis yang mendekati perilaku termal dengan mengakuihubungan antara fenomena kimia yang berbeda yang membentuk proses pirolitik. Dalam studi ini, kamimeneliti pirolisis nilam Limbah bawah N2 atmosfer pada berbagai suhu antara 250 sampai 500 °C dalamreaktor unggun tetap dilengkapi dengan pemanas, keseimbangan, siklon dan kondensor. Cairan tidurpyrolysers memberikan kinerja yang baik dan konsisten dengan hasil-hasil cairan yang tinggi biasanya 23% wt .dari nilam Limbah secara pakan kering. Di sisi lain, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkankorelasi untuk waktu tinggal (t) dengan gelar devolatilisasi atau nilai konversi zat terbang (xs). Hasilkonversi zat terbang juga telah menunjukkan kesepakatan yang baik antara prediksi nilai dengan modeldan yang diperoleh secara eksperimental. Konversi zat terbang tertinggi dalam penelitian ini adalah 82 %,dan ini diperoleh pada kondisi proses suhu 450 °C, nilam Limbah partikel 10 mesh .
PEMANFAATAN LIGNIN DARI LIMBAH KULIT BUAH KAKAO MENJADI PEREKAT Susilowati, Susilowati; Munandar, Siswanto; Edahwati, Luluk
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.710

Abstract

Lignin yang digunakan dalam penelitian ini adalah lignin hasil delignifikasi  proses organosolv dengan etanol 40%. Lignin resorsinol formaldehid (LRF) dan Lignin phenol formaldehid (LPF) dibuat dengan cara mensubstitusikan lignin dalam perekat pada berbagai perbandingan yaitu: 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Tujuan dari  penelitian  ini adalah membuat perekat LRF dan LPF dengan pembanding perekat komersial. Dari hasil analisis penelitian diperoleh untuk perekat LRF diperoleh viskositas  6,45 Cps pada substitusi lignin 15% dan untuk LPF diperoleh viskositas viskositas 5,60 Cps pada substitusi lignin 30%, sedangkan perekat komersial viskositasnya 6,55 Cps. pH untuk LRF  10,1 pada substitusi lignin 15% dan untuk LPF  pH 8,3 pada substitusi lignin 30%,sedangkan  perekat komersial  pH 4,4.  Densitas (berat jenis) untuk LRF diperoleh antara 0,918 g/ml pada substitusi ligni 15% dan untuk LPF diperoleh 1,236 g/ml pada substitusi lignin 30%, sedangkan perekat komersial densitasnya 1,114 g/ml. Hasil uji daya rekat pada LRF 3,42 kg/cm2 pada substitusi lignin 15% dan uji daya rekat LPF 0,15 kg/cm2 pada substitusi lignin 30%, untuk perekat komersial 3,65 kg/cm2.  Perekat LRF lebih cepat mengeras bila dibandingkan dengan  perekat LPF, semakin besar substitusi lignin maka semakin kental vikositasnya.
BIOETANOL DARI BONGGOL POHON PISANG Warsa, I Wayan; Septiyani, Faudzia; Lisna, Camilla
Jurnal Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v8i1.713

Abstract

Limbah pohon pisang menghasilkan 48,26% pati yang merupakan sumber bahan organik yang dapat dijadikan bioetanol sebagai energi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM). Tujuan penelitian ini adalah pembuatan bioetanol dari bonggol pisang menggunakan proses hidrolisis dan fermentasi, dimana hidrolisis ini menggunakan enzim alfa-amilase dan enzim gluko-amilase lalu dilanjutkan dengan proses fermentasi dengan menggunakan saccharomyces cereviceae. Variabel fermentasi yang dijalankan adalah 2,3,5,7, dan 8 hari serta konsentrasi starter saccharomyces cereviceae 8%,9%, dan 10%. Hasil terbaik diperoleh dengan menggunakan konsentrasi starter 9% dan waktu fermentasi 7 hari, kadar bioetanol yang dihasilkan sebesar 30,59%.
GARAM INDUSTRI BERBAHAN BAKU GARAM KROSOK DENGAN METODE PENCUCIAN DAN EVAPORASI Sumada, Ketut; Dewati, Retno; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i1.827

Abstract

Garam krosok atau disebut “Crude Solar Salt” merupakan garam yang dihasilkan melalui proses evaporasi dan kristalisasi air laut. Beberapa garam krosok yang dihasilkan khususnya di Jawa Timur mempunyai kualitas yang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh kualitas air laut sebagai bahan baku, fasilitas produksi yang tersedia dan penanganan pasca panen. Empat contoh garam krosok yang diperoleh dari berbagai sentra garam di Jawa Timur mempunyai kadar natrium klorida yang berbeda-beda yaitu : 89.25% ; 82.32% ; 83.65% dan 88,34 % (dry base), sisanya adalah bahan pengotor seperti ion magnesium (Mg), kalsium (Ca), sulfat (SO4) dan lainnya. Garam krosok yang dihasilkan memiliki kualitas rendah karena kandungan natrium klorida (NaCl) hanya berkisar antara 80-90 %, kualitas ini masih berada dibawah dari standar nasional Indonesia (SNI) yaitu kadar NaCl minimal 94,7 % untuk garam konsumsi dan diatas 98 % untuk garam industri. Dalam rangka memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) untuk garam konsumsi maupun garam industry, perlu dilakukan pengolahan terhadap garam krosok yang tersedia, proses yang dilakukan meliputi proses PENCUCIAN dengan larutan garam mendekati jenuh (300 gram/liter air) yang bertujuan untuk menghilangkan kandungan bahan pengotor “tidak terlarut” seperti tanah, debu dan pasir, serta bahan pengotor “terlarut” seperti ion magnesium (Mg), kalsium (Ca), sulfat (SO4) dan kalium (K). Proses EVAPORASI sering disebut rekristalisasi dilakukan setelah proses pencucian, meliputi proses pelarutan garam dan evaporasi, evaporasi dilakukan secara bertahap dan evaporasi total dan partial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas garam krosok yang dihasilkan setiap daerah berbeda-beda dengan kisaran kandungan NaCl : 82.32% - 89.25%, proses pencucian dengan larutan garam mendekati jenuh menghasilkan garam dengan kadar NaCl: 94,85 % - 98,14 %, proses evaporasi tahap pertama menghasilkan garam dengan kadar NaCl : 97,75 % - 99,21 %, proses evaporasi tahap kedua dengan evaporasi total menghasilkan garam dengan kadar NaCl : 98,67 % - 99,43 % dan dengan evaporasi partial menghasilkan garam dengan kadar NaCl : 99,34 % - 99,73 %. Proses pencucian dapat menghasilkan garam yang memenuhi standar garam konsumsi, dan proses evaporasi tahap kedua secara total maupun partial dapat menghasilkan garam yang memenuhi standar garam industri.
PEMANFAATAN ALGA HIJAU SEBAGAI BIOKATODA PADA PMFC (PHOTOSYNTHETIS MICROBIAL FUEL CELL) Rosyadi, Fani Aldilah; Laily, Elvin Noer; Sitoresmi, Santi; Yushardi, Yushardi
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.837

Abstract

Di Indonesia, penggunaan energi terus mengalami lonjakan hebat. Kebutuhan energi listrik Indonesia diperkirakan terus bertambah sebesar 4,6% setiap tahunnya, dan akan mengalami tiga kali lipat pada tahun 2030. Sehingga diperlukan usaha untuk menghasilkan energi listrik alternatif berkelanjutan (sustainable technology). PMFC (Photosynthesis Microbial Fuel Cell) merupakan sebuah teknologi hijau penghasil listrik dengan memanfaatkan organisme fotosintetik. Pemanfaatan makhluk hidup dalam sistem PMFC di kompartemen katoda disebut dengan biokatoda. Biokatoda berfungsi sebagai subtrat aseptor elektron yang dihasilkan oleh mikroba di ruang anoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar alga hijau air tawar terhadap tegangan dan kuat arus yang dihasilkan Telah dilakukan penelitian pada sistem PMFC dengan menggunakan perlakuan variasi kadar alga hijau yaitu 30 gram, 40 gram, 50 gram dan 60 gram sebagai biokatoda dan limbah cair tempe sebagai subtrat pertumbuhan mikroba pada ruang anoda. Penelitian ini menghasilkan tegangan 320 mV, kuat arus 5,9 µA dan power density 1293,151 µW/m2. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.837

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024 Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 2 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 2, No 2 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA More Issue