cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK KELAPA DENGAN KATALIS BASA MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN GELOMBANG MIKRO (MICROWAVE) Hidayanti, Nur; Arifah, Nurcahyanti; Jazilah, Rahmawati; A. Suryanto, A Suryanto; Mahfud, Mahfud
Jurnal Teknik Kimia Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v10i1.614

Abstract

Pada saat ini kebutuhan bahan bakar minyak semakin meningkat seiring semakin meningkatnya populasi dan semakin berkembangnya teknologi tanpa diimbangi dengan adanya cadangan sumber daya minyak bumi yang berasal dari fosil yang semakin menipis karena sifatnya yang tidak dapat diperbarui. Beberapa negara termasuk Indonesia mulai banyak melakukan penelitian dalam pencarian bahan bakar yang dapat diperbarui, salah satunya adalah biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biodiesel dari minyak kelapa melalui proses transesterifikasi dengan menggunakan microwave. Penelitian ini menggunakan perbandingan mol minyak kelapa terhadap metanol (1:9), konsentrasi katalis KOH (0,01% ; 0,05% ; 0,1% ; 0,15% ; 0,2% dan 0,25%), waktu reaksi (30, 60, 90, 120 dan 150 detik) dan variasi daya (100, 264 dan 400 watt). Dalam penelitian ini mempelajari pengaruh konsentrasi katalis, waktu reaksi, daya microwave terhadap yield dan kualitas produk biodiesel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan konsentrasi katalis KOH 0,20%, waktu reaksi 150 detik dan daya microwave 400 watt menghasilkan yield produk biodiesel terbesar yaitu 93,22% dan hasil analisa karakteristik kualitas produk biodiesel telah sesuai dengan standar mutu biodiesel SNI 7128:2012.
EKSTRAK BAWANG PUTIH BUBUK DENGAN MENGGUNAKAN PROSES SPRAY DRYING Srihari, Endang; Lingganingrum, Farid Sri; Damaiyanti, Dian; Fanggih, Natalia
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i2.705

Abstract

Bawang putih banyak digunakan sebagai bumbu utama pada berbagai masakan karena aromanya yang khas. Aroma khas tersebut karena adanya komponen aktif (Allicin) pada bawang putih. Allicin juga berguna untuk daya anti kolesterol yang dapat mencegah penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan lain sebagainya. Komponen Allicin bersifat volatil sehingga bila penanganannya salah maka dapat menyebabkan kerusakan. Untuk mengawetkan bawang putih yaitu dengan cara pengeringan. Salah satu proses yang dapat digunakan adalah spray drying karena proses ini  membutuhkan waktu yang singkat. Proses spray drying adalah proses pengeringan dengan cara menyemprotkan fase cair menjadi butiran-butiran kecil kemudian mengontakkannya dengan udara panas sehingga menjadi bubuk. Umpan yang akan dikeringkan dapat berupa larutan ataupun suspensi dengan viskositas tertentu. Penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan ekstrak bawang putih bubuk dengan variasi perbandingan massa bawang putih dengan pelarut air tertentu yang dimulai dari perbandingan 1:1, variasi konsentrasi maltodekstrin 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%, serta variasi suhu udara masuk 160 oC, 170 oC, 180 oC dan 190 oC. Hal yang diamati adalah pengaruh konsentrasi maltodekstrin dan suhu udara masuk terhadap karakteristik ekstrak bawang putih bubuk yang dihasilkan. Karakteristik bubuk yang dianalisa meliputi kadar air, bulk density, wettability, solubility dan organoleptik. Dari hasil analisa diketahui bahwa dengan meningkatnya suhu udara inlet menyebabkan terjadinya penurunan kadar air. Begitu juga dengan meningkatnya suhu udara masuk menyebabkan terjadinya peningkatan bulk density, wettability dan solubility.
METODE MEMPERCEPAT PEMBUATAN GARAM RAKYAT Soemargono, Soemargono; Widodo, Laurentius Urip
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1089

Abstract

Pembuatan garam rakyat dilakukan dengan cara pengambilan garam yang ada dalam air laut dengan metode penguapan alami dengan sinar matahari. Proses itu mulai dari penanganan pemasukan air laut hingga pemanenan garam berlangsung kurang lebih selama 1 bulan. Pada saat musim hujan apalagi dengan cuaca yang tidak menentu yang terkadang hujan turun sepanjang tahun menyebabkan produksi garam menurun drastis. Hal itu menjadi penyebab dan penghambat yang signifikan bagi pendapatan petani garam. Untuk mempercepat produksi garam rakyat dilakukan dengan prinsip “kelembaban” yang nilainya tergantung pada suhu. Percobaan dilakukan dengan cara air laut dikabutkan dalam ruang tertutup yang dipanaskan, sehingga perbedaan suhu ini akan sangat berpengaruh terhadap penguapan air dalam air laut. Akhirnya diperoleh air laut dengan kadar garam di dalamnya meningkat. Hasil yang diperoleh pada proses penguapan suhu 40oC dengan kecepatan aliran udara panas 24 m/detik dapat menaikkan 5 oBe menjadi 10oBe dalam waktu 42 jam atau menaikkan sampai 25oBe dalam waktu 6 hari dan 4 hari pada suhu 44OC untuk volume larutan sebanyak 111 liter.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1089
KAJIAN KARAKTERISTIK BIOCHAR DARI BATANG TEMBAKAU, BATANG PEPAYA DAN JERAMI PADI DENGAN PROSES PIROLISIS Astuti, Dwi Hery; Sani, Sani -; Yuandana, Yohanes Gilang; Karlin, Karlin -
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1083

Abstract

Biochar adalah produk yang kaya karbon yang dihasilkan oleh pirolisis dari biomassa yang sangat ringan. Namun, biochar berbeda dari yang lain karena diberikan dalam tanah sebagai pembenah tanah dan bermanfaat bagi lingkungan. Biomassa batang tembakau, batang pepaya dan jerami padi dapat dibuat biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik biochar dari ketiga bahan meliputi rendemen, luas permukaan pori – pori, kadar C organic dan daya adsorbsi. Variabel yang kami gunakan dalam penelitian ini meliputi suhu pirolisis dan jenis bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan pada masing – masing suhu pirolisis sebesar 100 gram. Penentuan karakteristik biochar untuk luas permukaan pori  –  pori  menggunakan  metode  BET  (Brunauer-Emmett-Teller)  dan  untuk  C organic menggunakan metode spektofotometri. Hasil biochar yang terbaik untuk rendemen tertinggi diperoleh dari biochar batang tembakau pada suhu 550oC sebesar 30,49%. Kadar C–organik yang tertinggi pada suhu 400oC ada pada biochar batang tembakau sebesar 57,08%. Luas permukaan pori–pori tertinggi pada biochar batang tembakau sebesar 319,3715 m2/g. Sedangkan daya adsorbsi yang tertinggi terdapat pada biochar dari batang pepaya DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1083
PENURUNAN KADUNGAN BESI (Fe) DALAM AIR TANAH DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI Pusfitasari, Memik Dian; Yogaswara, Rachmad Ramadhan; Jiwantara, Dhebby Mas; Daud, Daud; Anggara, Ikhwan Rifki
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1087

Abstract

Keberadaan besi dalam air tanah sebagai salah satu sumber bahan baku air bersih telah menjadi perhatian banyak pihak terutama karena dampaknya terhadap kesehatan. Oleh karena itu, kajian untuk menurunkan kandungan besi dalam air tanah telah dilakukan dengan menggunakan metode elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi dilakukan secara batch selama 6 jam, jarak antar elektroda diatur 2 cm dengan beda potensial yang divariasikan. Pada dasarnya, penurunan besi dilakukan melalui 2 tahap yaitu proses oksidasi besi dan pembentukan besi oksida yang diikuti oleh presipitasi. Hasil Analisis sampel air yang dilakukan dengan metode AAS menunjukkan bahwa seiring dengan semakin besarnya beda potensial yang digunakan, Fe yang tereduksi semakin besar. Adapun penurunan tertinggi terjadi pada 20 volt sebesar 99,7% Untuk presipitat yang dihasilkan dianalisis dengan metode XRD dimana hasil analisis menunjukkan bahwa presipitat yang dihasilkan merupakan magnetite murni dalam bentuk kristalinDOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1087
KARAKTERISASI KOMPONEN AKTIF POZZOLAN UNTUK PENGEMBANGAN PORTLAND POZZOLAN CEMENT (PPC) Siswati, Nana Dyah; Ardiantono, Fikri Adji; Putri, Lintang Karunia
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1085

Abstract

Pozzolan merupakan bahan yang mengandung Silica dan Alumina, dalam bentuknya yang halus dan adanya air akan bereaksi secara kimia dengan Kalsium Hidroksida pada suhu kamar dimana akan membentuk senyawa yang mempunyai sifat seperti semen. Bahan pozzolan yang digunakan ada beberapa macam diantaranya Trass Rembang, Fly Ash PT. Ipmomi, Granulated  Blast  Furnace  Slag PT. Krakatau Steel Indonesia, dan Silika Fume PT. BASF. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui karakteristik berbagai macam pozzolan bardasarkan komponen aktif didalamnya dan korelasinya terhadap kuat tekan pozzolan activity. Penelitian dilakukan di laboratorium penelitian dan pengembangan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, dengan metode eksperimen. Untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing pozzolan dilakukan beberapa pengujian diantaranya XRD, XRF, insoluble, dan kuat tekan pozzolan activity. Dari hasil penelitian, diperoleh pozzolan yang terbaik adalah Silika Fume, hal ini didasarkan pada nilai tertinggi dari kuat tekan pozzolan activity 140.84 kg/cm2, amorf 100%, silika 88.69% dan insoluble 334,97%. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1085
EFEKTIFITAS BIJI KELOR DAN TAWAS SEBAGAI KOAGULAN PADA PENINGKATAN MUTU LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Setyawati, Harimbi; Sinaga, Erni Junita; Wulandari, Luluk Sutri; Sandy, Faradilla
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1084

Abstract

Limbah cair industri tahu merupakan salah satu sumber pencemar yang mengandung bahan organik yang tinggi sehingga dibutuhkan pengolahan limbah yang memadai. Dalam upaya mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh limbah cair, maka proses pengolahan limbah wajib dilakukan sebelum limbah tersebut dibuang ke badan perairan. Dalam penelitian ini akan dilakukan proses pengolahan limbah cair industri tahu dengan proses koagulasi flokulasi. Proses ini disertai dengan penambahan koagulan organik (biji kelor) dan koagulan anorganik (aluminium sulfat). Penelitian ini menggunakan variasi kecepatan pengadukan cepat, yaitu 80 rpm, 90 rpm, 100 rpm, 110 rpm, dan 120 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil terbaik yaitu pada penggunaan koagulan organik biji kelor. Dimana koagulan dapat menurunkan kadar BOD hingga 100 mg/L, kadar COD hingga 96 mg/L, dan juga kadar TSS hingga 98 mg/L DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1084
PROSES PRODUKSI KATALIS -Al2O3 MENGGUNAKAN METODE IMPREGNASI Alviany, Riza; Marbun, Maja Pranata; Kurniawansyah, Firman; Roesyadi, Achmad
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1088

Abstract

Alumina (Al2O3) merupakan salah satu material keramik yang paling banyak penggunaanya sebagai katalis, support katalis. Penelitian ini bertujuan mempelajari pembuatan nano catalys γ-Al2O3 dengan metode impregnasi. Pada proses impregnasi dilakukan variasi berupa rasio logam Cr dengan Co (1:1, 1:2, 2:1) dan % loading logam promotor tehadap jumlah total katalis Cr-Co/γ-Al2O3 (5% dan 10%). Dari analisa XRD diketahui bahwa kristal γ-Al2O3 hasil sintesis berukuran 17,82 nm, kemudian dari analisa BET didapatkan hasil luas permukaan sebesar 162,840 m2g. Berdasarkan analisa XRF diketahui bahwa logam yang terkandung dalam katalis Cr-Co/γ-Al2O3. Uap keluaran reaktor dikondensasikan dan dilakukan analisa gas kromatografi (GC). Dari hasil analisa produk didapatkan bahwa katalis GACrCo1021 memiliki aktivitas yang lebih baik dari katalis lainnya berdasarkan hasil konversi etanol dan yield dietil eterDOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1088 
PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI SABUT SIWALAN DENGAN PROSES PELEBURAN ALKALI Utami, Lucky Indrati; Hidayatullah, Muhammad Rezky; Cestyadinda, Ken Ratri; Wahyusi, Kindriari Nurma
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i2.1086

Abstract

Metode pembuatan Asam oksalat ini secara umum adalah dengan proses Peleburan Alkali. Pada awal proses, Sabut Siwalan dikeringkan dan diayak sesuai ukuran. Ambil 20 gram Sabut Siwalan dan campurkan NaOH sesuai variabel (15, 20, 25, dan 30 %). Kemudian campuran kedua bahan tersebut dipanaskan pada suhu ±150oC dalam waktu sesuai variabel (50 ; 75 ; 100; 125  menit). Selanjutnya di filtrasi menjadi Natrium Oksalat (Na2C2O4), lalu ditambahkan CaCl2 dan diperoleh filtrat NaCl dan endapan CaC2O4. Untuk melarutkan endapan kalsium oksalat ditambahkan H2SO4, sehingga diperoleh filtrat asam oksalat (C2H2O4) dan endapan kalsium sulfate (Ca SO4). Filtrat asam oksalat sebagai produk. Pada penelitian yang telah dilakukan selulosa yang terdapat dalam Sabut Siwalan dapat diolah menjadi asam oksalat. Pada pembuatan asam oksalat ini dipengaruhi oleh waktu peleburan serta konsentrasi pelarut. Hasil asam oksalat terbaik diperoleh pada konsentrasi 20% dan waktu peleburan 100 menit dnegan kadar asam oksalat sebesar 63,311%.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i2.1086
KARAKTERISASI KATALIS Fe-Co/HZM-5 UNTUK REAKSI FISCHER-TROPSCH Jimmy, Jimmy; Gunardi, Ignatius; Aushaf, Faishal; Pamungkas, Gagas; Roesyadi, Achmad
Jurnal Teknik Kimia Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v13i1.1145

Abstract

Produksi biofuel yang identik dengan bahan bakar fosil dapat dilakukan melalui sintesis Fishcer-Tropsch. Penggabungan katalis logam dan HZSM-5 (Fe-Co/HZSM-5) dapat menggabungkan proses polimerisasi gas sintesis (CO, H2) menjadi hidrokarbon rantai panjang dan perengkahannya dalam satu tahap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan HZSM-5 mesopori menggunakan reagen desilikasi NaOH dan mempelajari komposisi Fe-Co terhadap karakteristik katalis Fe-Co/HZSM-5. Preparasi zeolite HZSM-5 terdiri dari desilikasi NaOH, pembentukan fase amorf menggunakan larutan HNO3 dan impregnasi katalis. Pengujian kristalinitas dan karakteristik pori HZSM-5 menggunakan XRD, BET dan SEM-EDX. Impregnasi divariasikan dengan kadar Fe 10-50% dalam Fe-Co menggunakan metode incipient wetness impregnation. Hasil uji XRD pada HZSM-5 dan meso-HZSM-5 (NaOH) pada kisaran sudut 2 sebesar 7-80 dan 23-23,910 membuktikan bahwa struktur kristal masih dipertahankan pada meso-HZSM-5. Katalis logam Fe-Co yang terimpregnasi menunjukkan besaran yang mendekati besaran prosentase impregnasi katalis yang dibuat. Hasil BET HZSM-5 menunjukkan adanya kenaikan diameter pori sebelum dan setelah desilikasi dari 2,104 nm menjadi 3,029 nm, kenaikan luas permukaan dari 266,28 m2/g menjadi 526,03 m2/g, Peningkatan volume pori dari 0,14 cc/g menjadi 0,486 cc/g. Karakterisasi katalis Fe-Co/HZSM-5 menghasilkan katalis mesopori amorf yang secara fisika memenuhi kualifikasi sebagai katalis Fischer-Tropsch.Kata kunci: biofuel, desilikasi, Fischer-Tropsch, impregnasi, katalis Fe-Co/HZSM-5.DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v13i1.1145

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024 Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 2 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 2, No 2 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA More Issue