cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
ISSN : 19780419     EISSN : 26558394     DOI : -
Jurnal Teknik kimia fokus pada proses perpindahan panas dan massa, material maju, teknik reaksi kimia, pengolahan dan pengelolaan limbah, biomassa dan energi, termodinamika, biokimia, elektrokimia, perancangan dan pengendalian proses, proses pencampuran dan pemisahan. Rung lingkup (Scope) Jurnal Teknik Kimia meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bidang teknik kimia, ilmu kimia. dan semua proses reaksi kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
STUDI PENAMBAHAN MIKROORGANISME PADA SUBSTRAT LIMBAH POME TERHADAP KINERJA MICROBIAL FUEL CELL Yogaswara, Rachmad Ramadhan; Farha, Ayu Shafira; Khairunnisa, Khairunnisa; Pusfitasari, Memik Dian; Gunawan, Adrian
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.839

Abstract

Sel bahan bakar (fuel cell) sebagai sumber energi listrik alternatif yang menggunakan prinsip reaksi bioelektrokimia dengan memanfaatkan mikroorganisme disebut Microbial Fuel Cell (MFC). Substrat dan mikroorganisme merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kinerja MFC dalam memproduksi energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan mikroorganisme ke dalam substrat terhadap kinerja MFC. Substrat yang digunakan adalah limbah cair pengolahan kelapa sawit yang sering disebut POME (palm oil mill effluent). Terdapat dua jenis mikroorganisme yang masing – masing ditambahkan ke dalam substrat POME, yakni Saccharomyces cerevisiae dan bakteri Escherichia coli. Proses bio-listrik ini dilakukan dengan dual-chamber reactor sebagai anoda dan katoda yang dihubungkan dengan jembatan garam dan terdapat elektroda di setiap chamber yang dihubungkan dengan kabel tembaga. Hasil yang didapatkan adalah penambahan S. cerevisiae menurunkan power density yang dihasilkan oleh MFC dibandingkan dengan POME murni. Sebaliknya, penambahan bakteri E. coli ke dalam substrat POME membuat listrik yang diproduksi oleh MFC semakin meningkat. Power density tertinggi yang diperoleh pada penambahan S. cerevisiae sebesar 103,15 mW/m2, sebaliknya pada penambahan E. coli diperoleh power density tertinggi sebesar 103,02 mW/m2. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.839
AKTIVASI ZEOLIT SEBAGAI ADSORBEN GAS CO2 Utami, Isni
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i2.831

Abstract

Aktivasi zeolit sebagai  adsorben  gas CO2 dari biogas dilakukan  secara kimia dan fisika dengan tujuan menghilangkan pengotor organik untuk mendapatkan  bentuk kation dan kerangka zeolit yang berbeda,Aktivasi zeolit ditujukan untuk modifikasi  zeolit dan memperbaiki  karakter zeolit.Secara kimia sebagai  activator  digunakan H2SO4 dengan konsentrasi  bervariasi  pada rentang  5% s/d 30% dan secara fisika dilakukan kalsinasi  pada suhu  500 OC selama  4 jam. Proses adsorpsi dilakukan  dengan mengalirkan gas CO2 sintetis 98,86% dari bagian bawah kolom adsorber  berdiameter  5 cm dan tinggi 30 cm dengan  rate 0,0022 lt/menit s/d 0,0058 lt/menit, tinggi adsorben dalam kolom 28 cm dan  ukuran butir zeolit   -20/+28 mesh .Penelitian menghasilkan kondisi terbaik pada aktivasi  kimia H2SO4 25%  dan  kalsinasi    meningkatkan perbandingan Si/Al 76,95%  dan peningkatan daya serap gas CO2 75,5 %  pada  rate gas masuk adsorber 0,0022lt/menit.
ETANOL GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Sani, Sani; Astuti, Dwi Hery; Fathoni, Muhammad; Pratama, Bayu Prima
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i1.825

Abstract

Bahan Bakar Minyak sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat. Namun karena deposit minyak bumi di Indonesia hanya tinggal  20 tahun maka harus dicari bahan bakar alternatif lain yang dapat menggantikan minyak tanah. Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang potensial karena sumbernya mudah diperbaharui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan  volume C2H5OH dan lama pengadukan terhadap hasil nilai flash point etanol gel dari cangkang kerang hijau dan etanol. Cangkang kerang hijau yang telah dihaluskan dimasukkan dalam beaker glass kemudian dicampur dengan asam asetat (CH3COOH), kalsium asetat (Ca(CH3COO)2) yang terbentuk dicampur dengan etanol 85% sesuai variabel volume etanol yaitu (70;75;80;85;90 ml), diaduk selama waktu sesuai variabel yaitu (30;60;90;120;150 menit) kemudian didiamkan sampai terbentuk etanol gel. Kemudian disaring untuk diambil etanol gelnya dan dianalisakan flash pointnya. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengadukan   nilai flash point menurun. Hasil terbaik yang diperoleh yaitu flash point sebesar 16,80 oC yang didapat pada volume etanol 75 ml dan waktu pengadukan 150 menit.
KARAKTERISTIK NATRIUM SILIKA DARI GEOTHERMAL SLUDGE DAN ABU BAGASSE Sumada, Ketut; Palaguna, Kadek Aditya; Anggun, Brendayani
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i2.833

Abstract

Limbah geothermal dan abu bagasse merupakan limbah yang mengandung silika amorf yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kebutuhan Natrium Silikat dipasaran cukup tinggi sehingga dibutuhkan suatu  penelitian yang bertujuan untuk memenuhi standart nilai rasio SiO2/Na2O (Modulus) natrium silikat. Pada penelitian ini dipelajari  pengaruh konsentrasi Natrium Hidroksida (NaOH) dan berat bahan baku terhadap modulus natrium silikat. Proses pembentukan natrium silikat dilakukan menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut basa (natrium hidroksida) pada suhu 100oC dalam waktu ekstraksi 60 menit. Larutan natrium silika yang dihasilkan dianalisis kadar natrium dan silikanya dan dihitung besarnya modulus yang dihasilkan. Variabel proses yaitu konsentrasi larutan natrium hidroksida : 0,5 N, 1,5 N, dan 2,5 N serta berat limbah geothermal dan abu bagasse yang diekstraksi yaitu :  60, 90, 120, 150 dan 180 gram. Laturan natrium hidroksida yang digunakan yaitu 1 liter. Temperatur proses ekstraksi 1000C dan waktu ekstraksi 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan modulus terbesar yang diperoleh yaitu 2,00 sedangkan untuk limbah abu bagasse modulus yang diperoleh 1,34. Berdasarkan hasil berat jenis dan modulus tersebut dapat diketahui bahwa limbah geothermal sludge memberikan modulus yang lebih besar dibandingkan dengan limbah abu bagasse.
BIOETANOL DARI BUAH KERSEN (MUNTINGIA CALABURA) MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE Sitoresmi, Santi; Rosyadi, Fani Aldilah; Laily, Elvin Noer; Fadholi, Lukman; Yushardi, Yushardi
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.840

Abstract

Harga minyak dunia menyentuh US$50 per barel pada tahun 2016 dan diperkirakan naik menjadi US$60 pada akhir 2017, sedangkan fokus pemerintah pada tahun 2014, untuk meningkatkan produksi minyak bumi menjadi 1 juta barel, menyebabkan ketersediaan minyak bumi Indonesia berkurang lebih cepat kurang dari 23 tahun. Bioetanol merupakan salah satu energi alternatif yang terbuat dari bahan organik yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi. Buah kersen memiliki kandungan glukosa 0,661 gr/ml dan karbohidrat 7,55 gram dalam 100 gram buah, sehingga diperkirakan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi buah kersen sebagai bahan baku pembuatan bioethanol dan mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi terhadap kadar etanol. Metode penelitan yang digunakan adalah persiapan bahan baku, hidrolisis, fermentasi, destilasi dan dehidrasi. Hasil kadar etanol yang diperoleh dengan variasi waktu fermentasi 3, 5, 7,dan 9 hari adalah 4,11 %, 4,82%, 4,82 %, dan 5,19 %. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.840
EKSTRAKSI BAHAN PEWARNA ALAMI DARI KAYU MAHONI (Swietenia mahagoni) MENGGUNAKAN METODE MAE (MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION) Gala, Selfina; Kusuma, Heri Septya; Sudrajat, Robby Ginanjar Margo; Susanto, David Febrilliant; Mahfud, Mahfud
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i1.823

Abstract

Saat ini banyaknya pemakaian zat warna sintetis dapat disebabkan oleh faktor kemudahan memperoleh zat warna sintetis serta faktor produksi dan penggunaan zat warna alam yang belum optimal. Akan tetapi mengingat harga zat pewarna sintetis yang cenderung lebih mahal, potensi pencemaran lingkungan akibat pemakaian zat warna sintetis yang cukup besar, serta adanya kandungan azodyes tertentu dalam zat warna sintetis yang telah dilarang penggunaannya, maka pemakaian zat warna alam perlu dibudayakan. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan proses ekstraksi bahan pewarna alami dari kayu mahoni dengan metode Microwave Assisted Extraction. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama ekstraksi dan daya microwave yang digunakan terhadap rendemen (yield) pewarna yang diperoleh. Cacahan kayu mahoni sebanyak 10 g diekstraksi dengan menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan memvariasi daya microwave (100 W dan 380 W) dan waktu ekstraksi (10, 20, 30, 40, dan 50 menit). Filtrat yang diperoleh dipanaskan sampai diperoleh serbuk bahan pewarna. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa semakin besar daya microwave yang digunakan dan semakin lama waktu yang diperlukan untuk ekstraksi maka pewarna yang dihasilkan akan semakin banyak. Dari hasil pencelupan pewarna dari kayu mahoni, bahan kertas saring dapat dicelup dengan baik dan memberikan warna coklat. Sedangkan dari hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap bahan kertas saring melalui pencucian dan penggosokan terlihat bahwa pencelupan dengan pewarna dari kayu mahoni memiliki ketahanan luntur yang baik. Hal ini membuktikan bahwa kandungan yang terdapat pada kayu mahoni dapat digunakan sebagai zat warna alami.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR MINYAK BUMI SECARA BIOLOGI AEROB PROSES BATCH Utami, Lucky Intrati; Wihandhita, Wigig; Marsela, Syafitri; Wahyusi, Kindriari Nurma
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i2.828

Abstract

Proses aerasi biologi digunakan pada pengolahan limbah cair minyak bumi dengan memanfaatkan bakteri aerob. Hal ini bermanfaat dalam penurunan konsentrasi zat organik di dalam limbah cair. Selain diperlukan untuk proses metabolisme bakteri aerob, kehadiran oksigen juga bermanfaat untuk proses oksidasi senyawa-senyawa kimia di dalam limbah cair serta untuk menghilangkan bau. Proses aerasi dilakukan secara biologi dapat menurunkan COD sampai 90%. Dalam penelitian ini dicari waktu terbaik pada perlakuan aerasi biologi terhadap penurunan COD dan BOD Limbah Cair Minyak Bumi dan pengaruh  konsentrasi  mikroorganisme terhadap persentase penurunan kadar COD dan BOD pada Limbah Cair Minyak Bumi. Hasil terbaik yang diperoleh  terhadap penurunan COD dan BOD adalah pada waktu aerasi 2 jam dengan konsentrasi mikroorganisme 1600 mg/l,  COD yang diperoleh = 172,52 ml/l, dan persentase hasil penurunan adalah 86,35 %,, BOD adalah 86,26 mg/l , persentase hasil penurunan adalah 83,99 % .
KARAKTERISTIK BIOCHAR BERDASARKAN JENIS BIOMASSA DAN PARAMETER PROSES PYROLISIS Iskandar, Taufik; Rofiatin, Umi
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.843

Abstract

Penggunaan biochar sudah semakin meluas baik sebagai bahan bakar alternatif, industri pertanian, industri kimia maupun farmasi. Dan sampai saat ini sifat fungsional biochar belum teridentifikasi berkaitan dengan biomasa yang digunakan sebagai bahan bakunya. Padahal kandungan senyawa kimia selulosa (C6H10O5)n, hemiselulosa (C5H8O4)n dan lignin [(C9H10O3)(CH3O)]n dalam biomasa berbeda komposisinya. Perbedaan ini tentu akan mempengaruhi produk biochar yang dihasilkan. Sehingga perlu diperhatikan karakteristik biochar sesuai fungsi dan sifat-sifat peruntukannya agar efektivitas produk menjadi lebih optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi dan spesifikasi biochar menggunakan teknologi Pyrolisis dengan variabel ; jenis biomasa (tempurung kelapa, bambu, tongkol jagung, sekam padi dan jerami padi), temperatur proses (300 0C, 400 0C, 500 0C, 600 0C, 700 0C) dan waktu proses (30 menit, 45 menit, 60 menit). Produk biochar yang dihasilkan akan di analisa proximate dan uji nilai kalor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah zat reaktif dalam biomasa sangat menentukan sifat fungsional dan karakter biochar. Sedang kandungan kimia lainnya seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin berpengaruh pada nilai kalor biochar. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.843
KAJIAN DAYA PROTEKSI PRODUK REPELAN NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE DALAM BENTUK LOTION BERBASIS MINYAK ATSIRI LOKAL (MINYAK SEREH WANGI DAN MINYAK NILAM) Nirwana, Wa Ode Cakra; Cahyani, Chandrawati; Nurhadianty, Vivi
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i1.822

Abstract

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi kasus tertinggi di Asia Tenggara. Beberapa studi dilakukan untuk mempelajari potensi bahan aktif alami sebagai repelan, menggantikan bahan sintetik. Studi menunjukkan minyak sereh wangi potensial sebagai repelan namun proteksinya hanya ±2 jam. Selain itu, minyak nilam juga menunjukkan daya proteksi yang baik terhadap Aedes aegypti. Studi aplikasi campuran kedua minyak tersebut sebagai repelan berbentuk lotion belum pernah dilakukan. Karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji keefektifan kombinasi minyak sereh wangi dan minyak nilam sebagai repelan dalam bentuk lotion dan mengetahui formulasi bahan aktif yang memberikan daya proteksi terbaik. Konsentrasi minyak atsiri divariasikan 0%, 2%, 3%, 4%, 5% sedangkan komposisi minyak sereh wangi : minyak nilam (S:N) adalah 1:0, 0:1, 1:1, 2:1, 1:2. Jenis nyamuk yang digunakan Aedes aegypti betina, generasi ke 423, tidak mengandung virus Dengue. Pengamatan jumlah nyamuk yang hinggap di punggung dan telapak tangan dilakukan 1 jam sekali selama 6 jam. Hasilnya menunjukkan kombinasi minyak sereh wangi dan minyak nilam pada produk repelan memberikan daya proteksi lebih baik dibandingkan penggunaan salah satu minyak saja. Lotion berbahan aktif kombinasi kedua minyak tersebut memberikan rata-rata daya proteksi 85,2% hingga jam ke 6 yang ditunjukkan pada komposisi S:N =  2:1 dengan konsentrasi 5%.
FERMENTASI BUAH SUKUN MENJADI BIOETANOL Siswati, Nana Dyah; Dara, Puspa Secylia; Wardana, Reza Asrulyawan
Jurnal Teknik Kimia Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v11i2.832

Abstract

Buah sukun merupakan sumber pati yang tersedia cukup banyak di Kabupaten Nganjuk Propinsi Jawa Timur, jika musim panen tiba, buah sukun banyak yang terbuang. Untuk mengatasi hal ini peneliti memanfaatkan sukun sebagai bahan baku bioetanol agar mempunyai nilai jual yang tinggi. Bioetanol dapat dibuat dengan cara fermentasi bahan baku nabati antara lain bahan baku sumber gula, sumber pati serta sumber serat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama adalah proses Hidrolisis menggunakan katalisator HCl, dan tahap kedua proses Fermentasi menggunakan bakteri Zymomonas mobilis. Zymomonas mobilis merupakan bakteri anaerobik, lebih toleran terhadap suhu, pH rendah serta toleran terhadap konsentrasi etanol yang tinggi. Bahan baku buah sukun yang digunakan memiliki kadar pati sebesar 57,89 %. Proses fermentasi dilakukan pada suhu 30oC dengan perlakuan konsentrasi starter 8,9,10,11,dan 12 % dan waktu 6,7,8,9 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari volume starter dan  waktu fermentasi terbaik pada proses pembuatan bioetanol dari buah sukun. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kondisi terbaik untuk proses fermentasi yaitu pada konsentrasi starter 10% dan waktu fermentasi 7 hari didapat kadar bioetanol 9,87 %.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia (JUTEKK) Vol.19, No.1, 2024 Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia Vol 17, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 16, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 15, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 14, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 13, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 2 (2014): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2012): BERKALA ILMIAH TEKNIK KIMIA Vol 6, No 1 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 5, No 1 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 2 (2010): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 4, No 1 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 2 (2009): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 2, No 2 (2008): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 2 (2007): JURNAL TEKNIK KIMIA Vol 1, No 01 (2006): JURNAL TEKNIK KIMIA More Issue