cover
Contact Name
Nova Triani
Contact Email
novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6281615451424
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 131 Documents
KERAGAAN PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KAKAO AKIBAT PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN DOSIS PUPUK UREA Irawan Dwiyanto; Moch. Arifin; Setyo Budi Santoso; Erwin Prastowo
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 1 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah kakao mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik karena kandungan unsur-unsur hara di dalamnya. Dilaporkan bahwa 61% dari total unsur hara di dalam buah kakao disimpan dalam kulit buah kakao itu sendiri.. Pupuk organik cair yang berasal dari limbah kakao dengan mengkombinasikan EM-4 sebagai dekomposer memiliki kandungan C organik sebesar 28,24%, N total 1,64 %, C/N ratio sebesar 17%, P total 0, 98%, dan K total 0.75%. Limbah kulit buah kakao potensial untuk memberi nilai tambah hasil perkebunan dengan cara pengolahan lebih lanjut sebagai pupuk organik cair (POC) melalui proses fermentasi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa taraf konsentrasi POC yang diperoleh dari hasil pengolahan limbah kulit kakao dan kombinasinya dengan dosis pupuk urea terhadap keragaan pertumbuhan bibit tanaman kakao yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang serta efisiensi serapan N tananaman kakao (ESN) . Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jember, dan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yang digunakan yaitu taraf konsentrasi POC (kontrol, 0,25%, 0,50% dan 1%) dan taraf dosis urea terhadap dosis rekomendasi (kontrol, 10%, 25% dan 50%). Hasil analisis memperlihatkan bahwa kombinasi POC limbah kakao dan urea mampu meningkatkan rata-rata tinggi dan diameter tanaman dibandingkan kontrol. Selain itu, kombinasi POC 2,5 ml/L dan 10% dosis urea menghasilkan peningkatan efisiensi serapan N pada jaringan sebesar 44,60%.
EFIKASI PGPM Streptomyces sp. DAN Trichoderma sp. TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN TOMAT CHERRY (Lycopersicum cerasiformae Mill.) Najvania Nawaal; Guniarti Guniarti; Ida Retno Moeljani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tomat cherry (Lycopersicum cerasiformae Mill.) merupakan komoditas hortikultura yang terkenal di masyarakat dengan manfaat dan daya jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi PGPM Streptomyces sp. dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat cherry serta untuk mengetahui efikasi PGPM terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat cherry. Tanaman tomat cherry ditanam pada polybag di lahan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tunggal dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari P₀ : K = Kontrol (Tanpa pemberian PGPM), P₁ : S = PGPM Streptomyces sp. (1) diberikan dengan konsentrasi 20 ml., P₂ : T = PGPM (1) Trichoderma sp. diberikan dengan konsentrasi 20 ml., P₃ : ST 2:2 = PGPM (2) Streptomyces : (2) Trichoderma sp. diberikan dengan konsentrasi 20 ml., P₄ : ST 3:1 = PGPM (3) Streptomyces sp. : (1) Trichoderma sp. diberikan dengan konsentrasi 20 ml. Hasil penelitian menunjukkan PGPM dengan kosentarasi 20 mL/ 1.000 ml aquadest yang diaplikasikan ke tanaman tomat cerry belum memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah helai daun.
STUDI PERBANYAKAN ENDOMIKORIZA INDIGENUS HASIL ISOLASI DARI PERKEBUNAN KOPI ARABIKA DI KECAMATAN KINTAMANI, BALI, DENGAN PEMBERIAN STRES AIR DAN MEDIA TUMBUH BERBEDA I Gusti Ayu Kadek Dian Permatha Suyoga; I Nyoman Rai; I Wayan Wiraatmaja
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan industri agro unggulan Provinsi Bali. Sentra kopi di Bali yang sudah terkenal dengan status perlindungan indikasi geografis adalah Kecamatan Kintamani, yang merupakan penghasil kopi arabika terbesar sekaligus ikon kopi arabika di Bali. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk mempertahankan produksi kopi melalui pemilihan jenis pupuk yang tidak membahayakan lingkungan, contohnya pupuk hayati yang berasal dari fungi mikoriza arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan komposisi media tumbuh terbaik dan tingkat kadar air tanah optimal serta interaksi antar kedua perlakuan untuk perbanyakan spora endomikoriza. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor yang diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah komposisi media tumbuh yang terdiri atas empat taraf yaitu Mt (tanah saja), Mp (tanah dan pasir vulkanik dengan rasio 1:1/v:v), Mk (tanah dan kompos dengan rasio 1:1/v:v), dan Mc (tanah, pasir vulkanik, dan kompos dengan rasio 1:1:1/v:v:v). Faktor kedua adalah kadar air tanah yang terdiri atas tiga taraf yaitu A0 (100% kapasitas lapang), A1 (70% kapasitas lapang), dan A2 (40% kapasitas lapang). Hasil perbanyakan spora tertinggi didapatkan pada perlakuan kombinasi MpA0 sebanyak 55,00 spora dengan peningkatan 120%. Sedangkan perlakuan kombinasi MkA2 menghasilkan spora terendah sebanyak 34,25 spora dengan peningkatan 37%.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA HAMA PADA TANAMAN PADI DENGAN APLIKASI Streptomyces sp. DAN Trichoderma sp. DI DESA MOJOTENGAH KABUPATEN GRESIK Alifta Wiranthi; Penta Suryaminarsih; Wiwin Windriyanti
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi seringkali mendapat gangguan dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang mengakibatkan menurunnya kualitas serta kuantitas produksi padi. upaya meningkatkan produksi bahan, agar mendapatkan hasil produksi dengan kualitas dan kuatitas yang tinggi adalah dengan pengendalian hama terpadu (PHT). Permasalahan hama dan penyakit tanaman merupakan bagian yang tidak dapat lepas dalam budidaya tanaman. Pemanfaatan agensi hayati sangat efektif dari segi biaya dan mengurangi efek negatif yan ditimbulkan oleh penggunaan pestisida kimia. Mikroorganisme merupakan agensi hayati yang mampu mengendalikan serangga hama. Genus Steptomyces sp. dan Trichoderma sp. menghaslkan enzim kitinase. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aplikasi agensi hayati Streptomyces sp. dan Trichoderma sp. terhadap jenis, komposisi, dan populasi serangga, indeks keanekaragaman hama pada lahan tanaman padi di Desa Mojotengah Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode survei menggunakan cara pengamatan langsung, penangkapan serangga dilakukan menggunakan jaring (sweep net), perangkap likat kuning (yellow sticky trap), dan perangkap sumuran (pitfall trap). hasil penelitian dilahan pertanaman padi dengan populasi serangga yang ditemukan pada lahan dengan aplikasi agensi hayati sejumlah 280 individu dan tanpa agensi hayati 775 individu. Aplikasi agensi hayati Streptomyces sp. dan Trichoderma sp. berpengaruh terhadap jumlah populasi hama. Aplikasi agensi hayati Streptomyces sp. dan Trichoderma sp. berpengaruh terhadap nilai indeks keanekaragaman jenis termasuk kategori sedang, indeks kemerataan pada kedua lahan termasuk kategori sedang, indeks kekayaan jenis menunjukkan tingkat kekayaan jenis tinggi pada kedua lahan, indeks dominasi menunjukan nilai termasuk kategori sedang.
PENGARUH INSEKTISIDA MIKROBA Bacillus thuringiensis TERHADAP MORTALITAS Heliothis armigera PADA TONGKOL JAGUNG Wiludjeng Widajati; Wiwin Windriyanti; Wahyu Santoso
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 1 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman benih yang dimanfaatkan negara berkembang sebagai bahan pangan pokok setelah padi. Aktivasi hama tongkol Heliothis armigera Hubner merupakan salah satu hama tanaman jagung yang banyak merusak buah jagung terutama pada buah muda. Kemajuan teknologi telah menemukan cara untuk membasmi H. armigera yang dibeli secara biologis dengan menggunakan organisme tertentu yang diformulasikan dalam bentuk pestisida. Salah satu produknya adalah Bactospeine WP yang mengandung bahan aktif Bacillus thuringiensis Berliner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase gejala kematian yang dipengaruhi oleh Bactospeine WP sebagai keracunan lambung pada beberapa larva H. armigera pada berbagai konsentrasi yang diberikan. Penelitian dilakukan di laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (CRD) dengan dua faktor dan empat kali pengulangan. Faktor pertama konsentrasi jentik tiga taraf dan faktor kedua instar jentik empat taraf. Persepsi dilakukan pada hari ke-1, ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-5 setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian larva H. armigera dapat dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi Bactospeine WP dan larva instar.
MODEL PERKEMBANGAN PENYAKIT BULAI PADA BERBAGAI VARIETAS DI KABUPATEN MOJOKERTO Khansa Amara; Herry Nirwanto; Wiwik Sri Harijani; Latief Imanadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 1 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur Peronosclerospora spp. penyebab bulai merupakan salah satu kendala dalam kegiatan budidaya tanaman jagung di Indonesia. Kerusakan yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora spp. dapat mencapai 90-100% terutama pada varietas rentan. Kondisi lingkungan abiotik seperti suhu rendah dan kelembaban tinggi disertai adanya lapisan air pada permukaan daun dapat meningkatkan keterjadian penyakit. Teknik pengelolaan penyakit masih didominasi dengan aplikasi fungisida sintetis yang memiliki beberapa dampak negatif, seperti mematikan organisme non target, meningkatkan resistensi patogen serta pencemaran lingkungan. Akan tetapi, dampak tersebut dapat diminimalisir melalui kegiatan monitoring yang berperan sebagai kunci utama program pengelolaan penyakit terpadu. Kegiatan monitoring memudahkan proses analisis epidemiologi melalui pendekatan model matematika sehingga dapat diketahui pola perkembangan penyakit tanaman dan laju infeksinya sebagai dasar dalam menyusun strategi pengelolaan penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai model perkembangan penyakit bulai berdasarkan perbedaan varietas tanaman jagung dalam rangka mengevaluasi ketahanan tanaman jagung di Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan model yang mampu mewakili perkembangan penyakit bulai di Mojokerto adalah monit. Laju infeksi tertinggi dimiliki pada lahan yang menggunakan varietas P35 daripada lahan lain yang menggunakan varietas NK 6172.
MODEL PERKEMBANGAN PENYAKIT BULAI DENGAN VARIABEL BUDIDAYA DI KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO Nindias O. Wulandari; Herry Nirwanto; Wiwik Sri Harijani; Latief Imanadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 1 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung di Indonesia. Dilaporkan bahwa kehilangan hasil akibat penyakit bulai berkisar antara 50%-80% di beberapa wilayah sentra produksi jagung. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan penyakit bulai yaitu dengan melakukan pengolahan tanah, pergiliran tanaman, tumpangsari, penggunaan varietas tahan, tanam tepat waktu, sanitasi sisa tanaman jagung dan serealia, pengunaan fungisida, dan pengairan berpengaruh terhadap perkembangan penyakit bulai. Oleh karena itu usaha untuk mengetahui pengendalian penyakit bulai yang paling efektif perlu dilakukan penelitian yang lebih banyak, salah satunya yaitu dengan melihat model perkembangan penyakit bulai berdasarkan variabel budidaya yang berbeda yang bertujuan untuk mengetahui variabel yang berperan dalam tinggi rendahnya insidensi penyakit bulai pada tanaman jagung di Mojokerto. Hasil penelitian menujukkan bahwa model yang mampu mewakili perkembangan penyakit bulai di Mojokerto adalah model monomolekular. Insidensi penyakit yang menggunakan varietas P35, NK 7328, NK 6172, NK 212 menunjukkan kategori serangan ringan dan pada varietas Bisi 18 kategori serangan sedang. Pengolahan tanah merupakan variabel budidaya yang berpengaruh terhadap rendahnya insidensi dan laju infeksi penyakit bulai di Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.
PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Mahargian Hammam Mu’afa; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Didik Utomo Pribadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 1 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara peningkatan produksi komoditas tanaman cabai rawit dapat dilakukan dengan waktu pemangkasan pucuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tiga varietas cabai rawit akibat perlakuan waktu pemangkasan pucuk. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Timur pada Pebruari-Juni 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu waktu pemangkasan pucuk dengan empat taraf perlakuan, antara lain tanpa pemangkasan pucuk, pemangkasan pucuk 7 hst, 14 hst dan 21 hst. Faktor kedua yaitu varietas dengan tiga taraf yaitu, varietas Mhanu F1, CR ASA 7 dan OR Kencana. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, jumlah buah per periode panen, jumlah buah total, fruit set, bobot buah per periode panen dan bobot total buah segar. Perlakuan kombinasi P3V3 (pemangkasan pucuk pada umur 21 hst, varietas OR Kencana) menghasilkan jumlah buah total terbanyak (102 buah) dan bobot buah segar total terberat (288,10 g), berbeda nyata dengan semua perlakuan. Perlakuan waktu pemangkasan pucuk berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan. Penggunaan tiga varietas berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah bunga, jumlah buah tanaman per panen dan bobot buah segar tanaman per panen.
KERAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PERKEBUNAN SWASTA SINGINGI HILIR, RIAU Dwi Afrian; Wiwin Windriyanti; Sri Wiyatiningsih
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 1 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman komoditas andalan sumber devisa non migas bagi Indonesia. Bunga kelapa sawit mengeluarkan senyawa volatil yang dapat mengundang datang nya serangga. Jenis serangga yang mengunjungi bunga kelapa sawit beragam, tidak semua yang mengunjungi bunga mampu berperan sebagai penyerbuk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman serangga bunga kelapa sawit sehingga informasi yang diperoleh dapat bermanfaat untuk kegiatan konservasi berikutnya. Identifikasi dilakukan sampai tingkat morfospesies. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan tanaman sampel yang digunakan untuk diamati keragaman serangga pengunjungnya. Berdasarkan hasil pengamatan keragaman pada bunga kelapa sawit diperoleh 16 morfospesies yaitu dengan urutan banyaknya populasi yaitu E. kamerunicus, Gelechiidae sp. 01, Chelisoches sp. Rhabdoscelus sp, Forficula sp, Velinus nigrigenu, Salticidae sp. 1, Formicinae sp.1, Tirathaba sp, Rhinocoris fuscipes, Thrips hawaiiensis, Formicinae sp.2, Metisa sp, Tetragnathide sp. 1, Thomisidae sp. 1, Euchantecona sp. dengan indeks dominasi 0,89, indeks keragaman 0,33 dan indeks kemerataan 0,12 yang tergolong rendah.
PERILAKU POLINATOR Elaeidobius kamerunicus Faust (COLEOPTERA : CURCULIONOIDAE) PADA PEMBUNGAAAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Dwi Afrian; Wiwin Windriyanti; Sri Wiyatiningsih
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 2 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis quineensis Jacq) adalah tanaman berumah satu (monocious) yang proses penyerbukannya memerlukan agen penyerbuk seperti serangga (entomofily). Serangga E. kamerunicus adalah serangga polinator spesifik kelapa sawit. Keberadaan E. kamerunicus bermanfaat bagi Fruit set tandan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku polinator E. kamerunicus pada pembungaan kelapa sawit, sehingga informasi yang diperoleh bermanfaat untuk mengevaluasi efektivitas E. kamerunicus sebagai polinator. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan tanaman sampel yang digunakan, sedangkan pengamatan perilaku kunjungan menggunakan metode focal sampling. Berdasarkan hasil pengamatan perilaku E. kamerunicus diperoleh bahwa durasi kunjungan E. kamerunicus yaitu 17,87 detik/bunga, dengan lama aktivitas dibunga jantan hari pertama, kedua dan ketiga masing-masing yaitu 3,29 menit, 1,39 menit dan 0,57 menit, laju kunjungan E. kamerunicus berdasarkan pada bunga betina dan bunga jantan yaitu masing-masing 2,32 bunga/menit dan 3,18 bunga/menit sedangkan laju kunjungan E. kamerunicus berdasarkan E. kamerunicus jantan dan E. kamerunicus betina pada bunga jantan yaitu 3,53 bunga/ menit dan 2,84 bunga/menit dengan periode waktu kunjungan E. kamerunicus pada bunga betina yaitu jam 09.00-13.00 WIB dan rata-rata jumlah individu E. kamerunicus jantan dan betina pada bunga betina kelapa sawit masing-masing yaitu 5 ekor dan 15 ekor.

Page 7 of 14 | Total Record : 131